Tag: hipertensi

  • 15 Cara Alami Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

    15 Cara Alami Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

    tekanan darah tinggi

    Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke. Meskipun obat-obatan medis dapat membantu mengontrol tekanan darah, ada banyak cara alami yang juga terbukti efektif. Berikut ini 15 cara alami untuk menurunkan tekanan darah tinggi yang bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    1. Kurangi Konsumsi Garam

    Asupan natrium berlebih bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah. Batasi konsumsi garam harian maksimal 1 sendok teh, dan hindari makanan olahan yang biasanya tinggi natrium.

    2. Perbanyak Konsumsi Kalium

    Kalium membantu menyeimbangkan efek natrium dalam tubuh. Sumber kalium yang baik meliputi pisang, bayam, alpukat, dan kentang.

    3. Rutin Berolahraga

    Aktivitas fisik seperti jalan cepat, berenang, atau bersepeda selama 30 menit sehari dapat membantu menurunkan tekanan darah secara bertahap.

    4. Hindari Stres Berlebihan

    Stres kronis dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah. Coba praktikkan relaksasi seperti meditasi, yoga, atau sekadar berjalan santai di alam terbuka.

    5. Tidur yang Cukup dan Berkualitas

    Kurang tidur bisa memperburuk hipertensi. Usahakan tidur 7–8 jam setiap malam dengan kualitas tidur yang baik.

    6. Berhenti Merokok

    Setiap kali Anda merokok, tekanan darah langsung meningkat. Berhenti merokok memberikan manfaat langsung bagi kesehatan jantung.

    7. Batasi Konsumsi Alkohol

    Minuman beralkohol dapat meningkatkan tekanan darah jika dikonsumsi berlebihan. Batasi konsumsi maksimal 1 gelas per hari untuk wanita dan 2 gelas untuk pria.

    8. Jaga Berat Badan Ideal

    Kelebihan berat badan dapat menyebabkan tekanan darah meningkat. Bahkan penurunan berat badan 4–5 kg dapat berdampak signifikan.

    9. Konsumsi Makanan Tinggi Serat

    Makanan seperti sayuran, buah-buahan, dan gandum utuh membantu menurunkan tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung.

    10. Hindari Kafein Berlebihan

    Kafein dapat menyebabkan lonjakan sementara pada tekanan darah. Jika Anda sensitif terhadap kafein, sebaiknya batasi konsumsinya.

    11. Kurangi Konsumsi Gula dan Karbohidrat Olahan

    Makanan manis dan karbohidrat olahan bisa memicu obesitas dan meningkatkan tekanan darah. Pilih makanan dengan indeks glikemik rendah.

    12. Konsumsi Cokelat Hitam

    Cokelat hitam mengandung flavonoid yang membantu merelaksasi pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah, tapi konsumsinya harus moderat.

    13. Rutin Minum Air Putih

    Dehidrasi dapat memperburuk tekanan darah. Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih yang cukup setiap hari.

    14. Konsumsi Teh Herbal

    Teh seperti hibiscus dan teh hijau diketahui memiliki sifat antihipertensi alami yang membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

    15. Rutin Periksa Tekanan Darah

    Pemantauan rutin dapat membantu Anda mengontrol tekanan darah dan menyesuaikan pola hidup sesuai kebutuhan.

    Kesimpulan

    Menurunkan tekanan darah tidak selalu harus melalui obat-obatan. Dengan perubahan gaya hidup yang sehat dan konsisten, tekanan darah bisa dikontrol secara alami. Mulailah dari hal-hal kecil dan lakukan secara bertahap, karena setiap langkah menuju hidup sehat akan membawa manfaat jangka panjang.

  • Cara Alami Menurunkan Tekanan Darah Tinggi: Solusi Sehat Tanpa Obat

    Cara Alami Menurunkan Tekanan Darah Tinggi: Solusi Sehat Tanpa Obat

    Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kondisi yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan masalah kesehatan lainnya. Meski obat bisa membantu, banyak orang mencari cara alami untuk menurunkan tekanan darah secara aman dan efektif. Artikel ini akan membahas berbagai metode alami yang terbukti bermanfaat dalam mengelola tekanan darah tinggi.

    1. Kurangi Konsumsi Garam

    Asupan garam yang tinggi merupakan salah satu penyebab utama tekanan darah tinggi. Mengurangi konsumsi garam hingga kurang dari 2.300 mg per hari (sekitar 1 sendok teh) dapat membantu menurunkan tekanan darah secara signifikan. Cobalah mengganti garam dengan rempah-rempah alami seperti bawang putih, jahe, dan kunyit untuk menambah rasa tanpa risiko.

    2. Rutin Berolahraga

    Aktivitas fisik teratur seperti jalan cepat, bersepeda, berenang, atau yoga dapat memperkuat jantung dan membantu menurunkan tekanan darah. Disarankan untuk berolahraga setidaknya 30 menit sehari, lima kali seminggu. Dengan konsistensi, hasilnya bisa terlihat dalam beberapa minggu.

    3. Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayur

    Buah dan sayur kaya akan kalium, magnesium, dan serat yang berperan dalam menjaga tekanan darah tetap stabil. Pisang, bayam, alpukat, dan ubi jalar merupakan beberapa pilihan yang sangat baik. Pola makan seperti DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) juga dianjurkan.

    4. Kurangi Berat Badan Berlebih

    Kelebihan berat badan memberi tekanan tambahan pada jantung dan pembuluh darah. Menurunkan berat badan bahkan hanya beberapa kilogram sudah dapat memberikan dampak positif terhadap tekanan darah.

    5. Hindari Stres Berlebihan

    Stres kronis dapat memicu lonjakan tekanan darah. Teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, mendengarkan musik yang menenangkan, atau menulis jurnal bisa sangat membantu dalam mengelola stres sehari-hari.

    6. Batasi Konsumsi Kafein dan Alkohol

    Kafein dapat menyebabkan peningkatan sementara pada tekanan darah, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Alkohol juga bisa menyebabkan tekanan darah naik jika dikonsumsi secara berlebihan. Membatasi atau menghindari kedua zat ini adalah langkah bijak untuk kesehatan jantung.

    7. Tidur yang Cukup dan Berkualitas

    Kurang tidur atau tidur yang terganggu bisa memengaruhi tekanan darah. Usahakan tidur selama 7–8 jam setiap malam, dan ciptakan rutinitas tidur yang konsisten agar tubuh mendapat waktu cukup untuk memulihkan diri.

    8. Pantau Tekanan Darah Secara Rutin

    Memantau tekanan darah di rumah membantu mengetahui sejauh mana perubahan gaya hidup memberikan dampak. Ini juga membantu mendeteksi potensi masalah lebih awal.

    Kesimpulan

    Menurunkan tekanan darah secara alami adalah proses yang membutuhkan komitmen terhadap gaya hidup sehat. Dengan perubahan kecil namun konsisten, seperti mengatur pola makan, rutin berolahraga, dan mengelola stres, Anda dapat menjaga tekanan darah tetap dalam batas normal tanpa harus bergantung sepenuhnya pada obat. Konsultasikan juga dengan dokter untuk mendapatkan pendekatan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

  • Minum Jus Jeruk Ternyata Dapat Menurunkan Darah Tinggi

    Minum Jus Jeruk Ternyata Dapat Menurunkan Darah Tinggi

    Tekanan darah tinggi atau dikenal sebagai hipertensi sering kali hadir tanpa gejala. Kondisi ini secara signifikan meningkatkan kemungkinan Anda mengalami keadaan darurat medis yang fatal seperti serangan jantung dan strok.

    Keadaan darurat medis yang fatal muncuk akibat ketegangan ekstra yang terjadi pada banyak organ vital, seperti jantung, otak, dan ginjal. Dilansir laman Express, Ahad (4/6/2023), salah satu faktor pendorong hipertensi adalah pola makan yang buruk, dengan makanan tinggi garam sebagai penyebab utamanya.

    Namun, diet juga dapat digunakan untuk mengurangi risiko terkena tekanan darah tinggi, dan bahkan menurunkan hasil pengukuran tensi. Mark Gilbert, ahli gizi di The 1:1 Diet by Cambridge Weight, Inggris, merekomendasikan jus jeruk setiap hari buat Anda yang khawatir dengan tekanan darah tinggi.

    Gilbert mengatakan bahwa cara terbaik untuk mengurangi tekanan darah adalah olahraga teratur dan penurunan berat badan. Selain itu, dalam banyak hal, diet dapat membantu.

    “Salah satu makanan yang telah dipelajari secara khusus untuk menurunkan berat badan adalah jus jeruk, khususnya senyawa pigmen yang ditemukan dalam jus jeruk, yang disebut hesperidin,” ujar Gilbert.

    Menurut Gilbert, studi topik ini telah menunjukkan hasil yang berbeda selama bertahun-tahun. Misalnya, tinjauan terhadap 19 penelitian berkualitas tinggi menunjukkan efek signifikan pada tekanan darah diastolik.

    Diastolik merupakan angka yang lebih kecil di bagian bawah hasil tekanan darah yang mencerminkan tekanan darah di antara detak jantung. Namun, Gilbert menuturkan, tinjauan yang lebih baru tetapi lebih kecil menyimpulkan bahwa tidak ada efeknya.

    “Menariknya, seperti banyak intervensi, mungkin ada pengaruh genetik yang substansial terhadap efek ini, yang berarti bahwa beberapa orang mendapat manfaat dari jus jeruk dan yang lainnya tidak,” katanya.

    Gilbert kemudian mengulas sebuah penelitian baru-baru ini. Ketika subjek minum jus jeruk selama 60 hari dan darahnya diuji untuk pemecahan produk hesperidin dan flavonid lainnya, mereka yang dapat memetabolisme dan memecah flavonoid di hati lebih efektif menunjukkan penurunan tekanan darah yang signifikan, sedangkan subjek yang lainnya tidak. Bonus tambahan di sini adalah subjek tersebut juga kehilangan lemak tubuh.

    Gilbert menyebut kemanjuran bahan kimia alami dalam jus jeruk menurunkan tekanan darah pada beberapa orang masih belum jelas. Demikian juga efek jus jeruk pada orang yang mendapatkan manfaat khasiatnya pada bagi tekanan darah dan mengalami penurunan berat badan. Terlepas dari itu, hasilnya tampaknya positif.

    “Tentu saja, penurunan berat badan yang substansial menyebabkan penurunan tekanan darah yang cepat, yang kami lihat pada klien diet kami di berbagai penelitian,” ujar Gilbert.

    Satu studi, yang tidak dijadikan referensi oleh Gilbert, menunjukkan bahwa minum jus jeruk selama periode 12 pekan mengurangi tekanan darah di antara para peserta. Makalah yang diterbitkan dalam European Journal of Nutrition pada 2021 itu menyimpulkan hesperidin dalam jus jeruk mengurangi tekanan darah sistolik dan tekanan nadi setelah konsumsi berkelanjutan.

    Setelah dosis tunggal, konsumsi jus jeruk yang kaya akan hesperidin meningkatkan efek postprandialnya.

    “Jus jeruk yang diperkaya hesperidin bisa membantu menurunkan tekanan darah dan manajemen tekanan nadi pada individu hipertensi sebelum dan tahap satu.”

    Sumber: Republika.com

  • Tips Aman Mengkonsumsi Daging Kambing

    Bila Anda ingin tetap makan daging kambing tanpa mengkhawatirkan risikonya bagi kesehatan, sebaiknya hindari olahan daging kambing dengan menambahkan minyak goreng, santan dan bumbu penyedap masakan yang berlebihan. Anda bisa mengolah daging kambing dengan cara dimasak jadi sop atau ditumis. Pastikan Anda juga menyeimbangkan nutrisi saat makan daging kambing. Jangan cuma makan daging dan nasi saja, misalnya. Perbanyak sayuran yang kaya serat, vitamin, dan mineral untuk menemani Anda makan daging kambing.

    Berikut Tips Aman Makan Daging Kambing

    Pilih Daging yang Sedikit Lemak

    Cara pertama yang harus kamu perhatikan adalah dalam memilih daging kurban yang akan digunakan. Pilihlah bagian daging yang memiliki lemak paling sedikit. Biasanya, pada daging sapi potongan pinggang, paha belakang, paha depan dan has luar (sirloin) adalah bagian yang sedikit kandungan lemaknya.

    Begitu pula pada daging kambing atau domba. Kandungan lemak tinggi dalam daging dikaitkan dengan berbagai risiko penyakit. Untuk berjaga-jaga, sebaiknya potong semua lemak yang terlihat sebelum memasak daging kurban untuk terhindar dari risiko kolesterol.

    Memanggang Dengan Bumbu Alami

    Untuk menghindari risiko kolesterol, lebih baik kamu memasak daging kurban dengan cara memanggangnya daripada menggoreng. Gunakanlah bumbu sehat dari bahan-bahan alami dan usahakan untuk menghindari penggunaan minyak yang terlalu banyak. Rempah-rempah alami biasanya mengandung garam yang baik untuk daging kurban.

    Selain itu, saat kamu memanggang daging, alirkan minyak dari daging menggunakan rak. Jika kamu mengkhawatirkan daging malah menjadi kering dan tidak lembut, kamu bisa mengoleskan bumbu atau jus buah pada permukaan daging. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan daging yang lebih lembut, dan bahkan juga dapat membuat rasanya jadi lebih enak.

    Goreng dengan Menggunakan Minyak yang Sehat

    Bila kamu tetap ingin menggoreng daging kurban, kamu bisa menggunakan minyak yang sehat, seperti minyak zaitun, bunga matahari, minyak kanola, hingga minyak kedelai. Minyak sehat ini mengandung lemak tidak jenuh yang dapat menjaga kesehatan tubuh dari kolesterol.

    Selain itu, kamu juga perlu untuk memasak daging kurban dalam oven atau penggorengan yang memiliki suhu air setidaknya 71 derajat Celcius supaya dapat membunuh bakteri. Dengan begitu, setidaknya kamu bisa menjaga kesehatan dan terhindar dari risiko kolesterol dengan minyak yang dapat menyehatkan jantung.

    Masak dengan Sedikit Minyak

    Selain itu, saat memasak kamu tidak boleh menggunakan banyak minyak maupun mentega. Hal ini karena daging kurban yang akan kamu makan sudah mengandung lemak. Bila kamu menambahkan minyak atau mentega yang juga mengandung lemak, maka hal tersebut hanya akan menghasilkan makanan atau daging yang lemaknya jadi berlipat ganda. Dengan begitu, risiko kolesterol menyerangmu akan jadi lebih tinggi.

    Padahal daging, baik daging merah atau daging putih, tinggi akan zat besi yang penting untuk mendukung kesehatan tubuh. Jadi untuk mendapatkan manfaatnya dengan maksimal, kamu harus memperhatikan cara mengolah atau memasak daging yang tepat.

    Namun, tetap batasi konsumsi daging merah

    Makan daging kambing bukanlah penyebab utama dari melonjaknya tekanan darah tinggi Anda. Oleh karena itu, sah-sah saja untuk tetap makan daging kambing. Tapi Anda harus tetap membatasi porsinya. Karena apapun jenis dagingnya, jika tinggi lemak dan dikonsumsi secara berlebihan, semua daging sebenarnya sama-sama berisiko meningkatkan tekanan darah dari penumpukan lemak jenuh dalam tubuh.

    Terlebih lagi, risiko tensi darah naik dari bumbu dan cara pengolahan daging terutama bisa meningkat pada orang-orang yang sudah memiliki kolesterol tinggi sebelumnya atau penyakit lainnya.

    Selama Anda bijak mengatur porsinya, konsumsi daging tidak akan menyebabkan tekanan darah tinggi atau meningkatkan kadar kolesterol. Cermat jugalah dalam memilih bagian daging dan cara mengolahnya. Anda dapat membuang bagian lemaknya saat hendak memasak, dan menggunakan jenis minyak goreng yang lebih sehat untuk memasak agar kesehatan tetap terjaga.

     

    Sumber :
    hellosehat.com
    hot.liputan6.com
  • Makan Daging Kambing Menyebabkan Hipertensi, Mitos/Fakta?

    Banyak yang menghindari makan daging kambing karena takut tensi darahnya naik. Padahal daging kambing tetap lebih baik daripada daging sapi dan daging ayam, sehingga bahkan dinyatakan aman untuk dikonsumsi oleh penderita darah tinggi sekalipun. Lalu, dari mana asalnya mitos makan daging kambing bikin tekanan darah naik? Berikut penjelasannya.

    Kolesterol daging kambing lebih rendah dibanding ayam dan sapi

    Mengonsumsi daging kambing tidaklah bermasalah, asalkan tidak secara berlebihan. Kadar kolesterol setiap daging berbeda-beda. Berikut adalah jumlah kolesterol pada setiap 100 gram jenis daging:

    • Daging kambing mengandung 75 mg kolesterol.
    • Daging domba mengandung 110 mg kolesterol.
    • Daging sapi (potongan sirloin) mengandung sekitar 90 miligram, sedangkan daging sapi tanpa lemakmengandung 65 miligram kolesterol.
    • Daging dada ayam tanpa kulit mengandung 85 mg kolesterol.
    • Paha ayam mengandung 135 mg kolesterol.

    Jika dibandingkan dengan daging domba, daging sapi berlemak, dan dada atau paha ayam, sebenarnya daging kambing justru mengandung lebih sedikit kolesterol.

    Tidak benar bahwa makan daging kambing menyebabkan hipertensi

    Daging merah sudah sepatutnya dihindari untuk dikonsumsi terlalu banyak, mengingat jumlah kandungan lemak jenuhnya yang cukup tinggi. Lemak jenuh telah lama dikenal dapat meningkatkan kolesterol dan memicu penyakit jantung. Oleh karena itu, asupan lemak jenuh dari makanan tidak boleh melebihi dari 20 gram setiap hari.

    Namun daging kambing sebenarnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena kenaikan tekanan darah setelah mengonsumsinya tetap tergolong lebih kecil daripada daging sapi atau ayam. Ini karena kandungan lemak jenuh daging kambing yang jauh lebih rendah dari keduanya.

    Lemak jenuh daging sapi pada umumnya berkisar sekitar 6 gram, dan ayam mengandung hampir 2,5 gram lemak jenuh per porsinya. Sementara itu, kadar lemak jenuh daging kambing hanya sekitar 0,71 gram per 100 gram berat daging.

    Daging kambing justru diperkaya oleh lemak tak jenuh, sekitar 1 gram per porsi, dibanding daging sapi atau ayam. Lemak tak jenuh adalah jenis lemak baik yang membantu menyeimbangkan kadar kolesterol darah, mengurangi peradangan dalam tubuh, dan menstabilkan detak jantung.

    Lalu, dari mana asalnya mitos makan daging kambing bisa bikin darah tinggi?

    Makan daging kambing tidak menyebabkan hipertensi. Namun demikian, ada beberapa faktor yang secara tidak langsung menyumbang kenaikan tekanan darah setelah mengonsumsinya. Tekanan darah tinggi setelah makan daging kambing cenderung disebabkan oleh teknik memasak yang salah.

    Olahan daging kambing di Indonesia seringnya digoreng dulu sebelum diolah lebih lanjut, atau dipanggang dan dibakar untuk sate dan kambing guling. Memasak dengan cara digoreng, dibakar, atau dipanggang akan meningkatkan kalori makanan daripada versi mentahnya. Ditambah lagi, mengolah daging dengan cara-cara ini seringnya membutuhkan banyak minyak goreng, mentega, atau margarin yang akan berubah jadi lemak dan diserap cukup banyak oleh daging.

    Suhu panas ketika menggoreng atau memanggang membuat kandungan air di dalam makanan menguap hilang, dan digantikan posisinya dengan lemak yang berasal dari minyak. Lemak yang terserap ke dalam daging kemudian menyebabkan makanan yang tadinya rendah kalori menjadi berkalori tinggi. Bahkan, peningkatan kalori yang terjadi dari ketiga cara memasak ini bisa mencapai 64% dari kalori sebelumnya. Asupan tinggi kalori dalam tubuh akan diubah menjadi lemak, yang lama kelamaan bisa menumpuk di pembuluh darah sehingga meningkatkan tekanan darah.

    Di samping itu, penggunaan beragam bumbu penyedap selama memasak juga secara tidak langsung menjadi faktor pemicu tekanan darah tinggi setelah makan daging kambing. Terlebih jika dimasukkan berulang kali untuk menyesuaikan rasanya. Bumbu penyedap masakan seperti kecap, garam, hingga mecin mengandung sodium tinggi dan pengawet yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi jika dikonsumsi berlebihan.

    Daging kambing juga sering diolah menjadi makanan bersantan, entah itu digulai atau dijadikan kari. Meski santan secara alami tidak mengandung kolesterol, tetapi kandungan lemak jenuhnya cukup tinggi.

     

    Sumber :
    hellosehat.com
    alodokter.com
  • Yuk Kenali Penyebab Darah Tinggi Mulai Sekarang!

    Tekanan darah tinggi adalah kondisi di mana tekanan darah berada pada nilai 130/80 mmHg atau lebih. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah hipertensi. Jika tidak ditangani dengan tepat, hipertensi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, dan kebutaan.

    Tipe Tekanan Darah Tinggi

    Berdasarkan tipenya, penyakit darah tinggi bisa dibedakan menjadi dua yaitu:

    1. Tekanan darah tinggi primer

    Merupakan jenis tekanan darah tinggi yang paling banyak terjadi. Hampir 90% kasus penyakit darah tinggi pada orang dewasa termasuk dalam jenis ini.

    Hipertensi primer cenderung butuh waktu bertahun-tahun untuk terjadi. Meski demikian, penyebabnya belum bisa dipastikan. Namun, diduga berkaitan dengan faktor genetik (keturunan), gaya hidup, serta pola makan yang kurang sehat.

    1. Tekanan darah tinggi sekunder

    Merupakan jenis penyakit darah tinggi yang lebih jarang terjadi. Penyebab darah tinggi sekunder berkaitan dengan adanya penyakit lain, seperti:

    1. Penyakit ginjal
    2. Diabetes
    3. Kelainan hormon, seperti pada gangguan tiroid
    4. Sleep apnea (gangguan pernapasan yang terjadi saat tidur)
    5. Penyakit jantung bawaan
    6. Obesitas
    7. Tumor otak
    8. Tumor kelenjar adrenal

    Mengonsumsi obat-obatan tertentu juga bisa menjadi penyebab darah tinggi sekunder. Obat-obatan yang dapat menyebabkan darah tinggi antara lain adalah:

    1. Pil KB.
    2. Obat flu dan batuk, seperti dekongestan.
    3. Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS).
    4. Obat herbal yang mengandung licorice atau akar manis.
    5. Obat-obatan terlarang, seperti kokain dan amfetamin.

    Penyebab Darah Tinggi secara Umum

    Dalam banyak kasus, penyebab darah tinggi belum diketahui secara pasti. Namun menurut para ahli, kombinasi beberapa faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita darah tinggi:

    1. Keturunan

    Seseorang menjadi lebih rentan terkena darah tinggi jika ia memiliki orang tua atau sanak keluarga yang menderita darah tinggi. Hal ini diduga berkaitan dengan faktor genetik.

    1. Usia

    Seiring bertambahnya usia, organ dan pembuluh darah di dalam tubuh akan mengalami perubahan, termasuk ginjal dan pembuluh darah. Perubahan pada ginjal akan menurunkan fungsinya, sehingga mengganggu keseimbangan garam dan cairan dalam tubuh. Sedangkan perubahan pada pembuluh darah akibat penuaan menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi kaku.

    1. Pola makan yang tidak sehat

    Penyebab darah tinggi juga terkait dengan faktor makanan yang tidak sehat. Terlalu sering mengonsumsi makanan yang asin dan berlemak (tinggi kolesterol) atau kekurangan kaliumdapat meningkatkan risiko seseorang terkena darah tinggi.

    1. Obesitas

    Berat badan berlebih atau obesitas dapat meningkatkan risiko darah tinggi. Semakin gemuk tubuh seseorang, semakin banyak darah yang diperlukan untuk memasok oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.

    1. Jarang berolahraga

    Orang yang jarang berolahraga cenderung akan memiliki detak jantung yang lebih tinggi dan rentan terkena obesitas. Hal ini dapat membuat jantung harus bekerja lebih keras, sehingga meningkatkan risiko hipertensi.

    1. Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol

    Ini berlaku bagi perokok aktif maupun perokok pasif. Perlu diketahui, zat kimia pada tembakau dapat menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah, sehingga meningkatkan tekanan dalam pembuluh darah dan jantung.

    Begitu juga dengan konsumsi minuman beralkohol terlalu sering. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang terlalu sering mengonsumsi alkohol dalam jumlah lebih (lebih dari 7 kali per minggu) cenderung mengalami hipertensi.

    1. Stres

    Stres, sering cemas, dan kurang tidur merupakan beberapa faktor risiko yang cukup sering berkontribusi pada munculnya darah tinggi. Hal ini diduga berkaitan dengan peningkatan hormon stres, seperti kortisol dan adrenalin, saat seseorang mengalami stres berkepanjangan.

    Itulah beberapa penyebab darah tinggi yang harus Anda waspadai mulai sekarang.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Alodokter.com

  • Penyebab dan Bahaya Hipertensi

    Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi saat tekanan darah berada pada nilai 130/80 mmHg atau lebih. Kondisi ini dapat menjadi berbahaya, karena jantung dipaksa memompa darah lebih keras ke seluruh tubuh, hingga bisa mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit, seperti gagal ginjal, stroke, dan gagal jantung.

    Cara Mengukur Tekanan Darah

    Tekanan darah dibagi 2 menjadi tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. Tekanan darah sistolik adalah tekanan saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sedangkan tekanan darah diastolik adalah tekanan saat otot jantung relaksasi, sebelum kembali memompa darah.

    Dalam pencatatannya, tekanan darah sistolik ditulis lebih dahulu dari tekanan darah diastolik, dan memiliki angka yang lebih tinggi. Menurut perkumpulan dokter jantung di Amerika Serikat, AHA, pada tahun 2017, tekanan darah diklasifikasikan sebagai berikut:

    1. Normal: berada di bawah 120/80 mmHg.
    2. Meningkat: berkisar antara 120-129 untuk tekanan sistolik dan < 80 mmHg untuk tekanan diastolik.
    3. Hipertensi tingkat 1: 130/80 mmHg hingga 139/89 mmHg.
    4. Hipertensi tingkat 2: 140/90 atau lebih tinggi.

    Penyebab dan Faktor Risiko Hipertensi

    Tekanan darah tinggi seringkali tidak diketahui penyebabnya. Tetapi, ada beberapa kondisi yang dapat memicu tekanan darah tinggi, di antaranya:

    1. Kehamilan
    2. Kecanduan alkohol
    3. Penyalahgunaan NAPZA
    4. Gangguan ginjal
    5. Gangguan pernapasan saat tidur.

    Meskipun bisa terjadi pada semua orang, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami tekanan darah tinggi, seperti:

    1. Lanjut usia
    2. Memiliki keluarga yang menderita hipertensi
    3. Memiliki kebiasaan merokok
    4. Jarang berolahraga.

    Pengobatan dan Pencegahan Hipertensi

    Menjalani gaya hidup sehat dapat menurunkan sekaligus mencegah hipertensi. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:

    1. Konsumsi makanan yang sehat.
    2. Menjaga berat badan ideal.
    3. Rutin berolahraga.
    4. Berhenti merokok.

    Komplikasi Hipertensi

    Tekanan darah tinggi bisa merusak pembuluh darah dan organ-organ lain di dalam tubuh. Jika dibiarkan hipertensi bisa menimbulkan penyakit-penyakit serius, seperti:

    1. Aterosklerosis
    2. Kehilangan penglihatan
    3. Terbentuk aneurisma
    4. Gagal ginjal
    5. Stroke
    6. Sakit kepala dan pusing
    7. Rasanya nyeri di dada
    8. Denyut nadi dan jantung tidak teratur
    9. Pembuluh darah arteri
    10. Serangan jantung

    Itulah penjelasan mengenai penyebab dan bahaya hipertensi bagi kesehatan Anda.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Alodokter.com

    Halosehat.com

  • 5 Rahasia Cegah Hipertensi Jika Anda Keturunan Hipertensi

    Salah satu faktor penyebab hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah faktor keturunan. Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi ternyata memiliki resiko terkena penyakit darah tinggi dua kali dari mereka yang tidak memiliki riwayat keluarga hiperteni. ada sebab, ada akibat. artinya apapun penyebabnya pasti ada cara untuk menghindarinya.

    Rahasia mencegah darah tinggi jika Anda keturunan hipertensi

    Ada banyak cara mencegah darah tinggi yang bisa Anda lakukan dan patuhi mulai hari ini, yang juga berperan serta menjaga kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan. Apa saja?

    1. Kurangi konsumsi garam

    Meskipun bisa membuat rasa masakan menjadi nikmat, dalam realitanya garam adalah salah satu faktor utama dari datangnya hipertensi. Pakar kesehatan pun menyarankan kita untuk menurunkan konsumsinya demi mencegah kenaikan tekanan darah. Trik lain yang bisa dilakukan sebagai cara mencegah hipertensi adalah dengan menerapkan diet DASH atau dietary approaches to stop hypertension. Dengan menerapkan diet ini, maka konsumsi kolesterol dan lemak jahat bisa kita turunkan.

    Diet DASH bisa dilakukan dengan cara memperbanyak konsumsi buah dan sayuran yang kaya akan serat. Vitamin, dan kalium yang bisa menurunkan dampak buruk garam bagi kesehatan.

    Pola diet DASH yang bisa kita lakukan adalah dengan mengonsumsi 5 porsi buah dan sayuran setiap hari. Satu porsi buah dan sayur memiliki berat 80 gram atau berukuran sekitar satu kepalan tangan.

    2. Berolahraga secara rutin

    Sebenarnya, selain berolahraga secara rutin setidaknya 30 menit setiap hari, ada baiknya kita juga rajin melakukan aktivitas harian seperti berjalan kaki ke berbagai tempat, naik turun tangga alih-alih memakai lift, hingga memakai sepeda saat menuju tempat kerja. Dengan melakukan berbagai aktivitas ini, maka tekanan darah tidak akan mudah naik.

    Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal berjudul Hypertension, dihasilkan fakta bahwa orang yang rajin berolahraga dan cenderung aktif bergerak mampu menurunkan risiko hipertensi pada orang-orang yang memiliki faktor keturunan hingga 34 persen lebih rendah jika dibandingkan dengan mereka yang malas berolahraga.

    3. Menjaga berat badan tetap ideal

    Berat badan ternyata terkait erat dengan tekanan darah. Jika berat badan kita lebih dari ideal, maka risiko untuk terkena hipertensi akan meningkat. Berdasarkan alasan ini, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Hypertension menyarankan kita untuk menurunkan minimal 5 kg dari berat badan kita demi menurunkan tekanan darah dengan efektif.

    Dengan berat badan yang lebih rendah, maka jantung pun tidak akan bekerja dengan lebih keras saat melakukan aktivitas sehari-hari yang bisa mempengaruhi kondisi tekanan darah.

    4. Menghindari rokok dan minuman keras

    Sudah menjadi rahasia umum jika rokok adalah salah satu pemicu datangnya berbagai penyakit berbahaya, termasuk tekanan darah tinggi. Cara mencegah hipertensi adalah dengan menghindari rokok, maka orang-orang dengan faktor keturunan hipertensi bisa menurunkan risiko terkena penyakit ini.

    Sebagai informasi, rokok mampu merangsang beberapa jenis saraf yang akhirnya membuat ketidakseimbangan hormon. Selain itu, hal ini juga akan membuat pembuluh darah menjadi lebih sempit sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah.

    Hal yang sama terjadi jika kita sering mengonsumsi minuman beralkohol. Tak hanya memengaruhi tekanan darah, alkohol bisa memicu penumpukan lemak yang juga berimbas pada kenaikan tekanan darah.

    5. Cek ke dokter

    Selain itu, ingatlah bahwa untuk menjauhkan diri dari risiko penyakit, Anda juga butuh bantuan dari ahlinya. Jangan ragu apalagi sungkan untuk cek ke dokter ketika Anda mencurigai ada sesuatu yang salah dengan kesehatan Anda. Anggap saja dokter Anda sebagai seorang mitra atau sahabat yang selalu siap sedia membantu Anda hidup lebih sehat.

    Mencegah darah tinggi adalah komitmen seumur hidup. Apalagi jika Anda keturunan hipertensi. Namun, jangan pernah menyerah! Manfaatkan momen ini sebagai motivasi untuk mengubah gaya hidup Anda jadi lebih sehat demi terhindar dari berbagai penyakit.

     

     

    Sumber :

    • doktersehat.com
    • kabartangsel.com
    • blogherbal.com
  • Ini Dia Penyebab Tekanan Darah Berubah – Ubah

    Gambar terkait

    Tekanan darah adalah ukuran yang dapat menentukan seberapa kuat jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh Anda. Tekanan darah adalah kondisi yang tidak berjalan secara pasti, karena akan berubah-ubah. Ini karena tekanan darah akan bervariasi setiap saat, tergantung pada aktivitas yang Anda lakukan. Olahraga, perubahan postur (dari duduk ke berdiri), dan bahkan berbicara sekalipun dapat menyebabkan tekanan pada darah Anda berubah.

    tekanan darah setiap orang akan selalu berubah-ubah. Polanya akan mulai tinggi pada pagi hingga siang hari kemudian mencapai puncaknya pada sore dan kemudian kembali turun pada malam hari.

    Pola perubahan tekanan pada darah ini sangat berkaitan dengan jam biologis tubuh alias ritme sirkadian. Jam biologis tubuh mengatur kerja setiap organ tubuh manusia berdasarkan jadwal tertentu dalam rentang waktu 24 jam atau satu hari.

    Hasil gambar untuk tekanan darah

    Jika perbedaan tekanan darah ini terjadi pada Anda, coba ingat kembali apakah Anda memiliki faktor-faktor risiko berikut.

    1. Merokok dan hobi ngopi.

    Kebiasaan merokok dan minum kopi bisa membuat risiko tekanan darah akan meningkat di pagi hari menjadi semakin besar.

    2. Obat-obatan.

    Beberapa obat-obatan yang Anda konsumsi juga dapat memengaruhi kenaikan tekanan darah yang kemudian menyebabkan perbedaan tekanan darah. Misalnya pada obat asma, obat kulit dan alergi, serta obat flu.

    3. Kerja larut malam.

    Bila Anda sering begadang atau bekerja pada shift malam, ini dapat berperan menyebabkan perbedaan tekanan darah sehingga pada pagi hari tekanan darah akan meningkat.

    4. Stres berlebihan.

    Kecemasan maupun stres yang berlebih, seiring berjalannya waktu dapat menurunkan kinerja sistem jantung dan pembuluh darah Anda sehingga kemudian menyebabkan masalah tekanan darah permanen.

    Bagaimana cara mengetahui tekanan darah rendah atau tidak?

    Untuk mengetahui apakah Anda memiliki tekanan darah rendah atau tidak, Anda perlu melakukan pengukuran tekanan darah. Ketika Anda melakukan pengukuran tekanan darah akan muncul dua angka.

    Angka yang pertama (angka yang muncul paling atas) menunjukkan tekanan sistolik, yaitu tekanan pada arteri ketika jantung berkontraksi (saat jantung memompa darah). Sedangkan angka yang kedua (angka yang muncul di bawah) menunjukkan tekanan diastolik, yaitu tekanan pada arteri pada saat jantung relaksasi (saat jantung terisi darah).

    Jika hasil tes tersebut  90/60 (90 mm Hg per 60 mm Hg), artinya Anda memiliki tekanan darah rendah. Ada berbagai macam hal yang menyebabkan tekanan darah rendah, seperti kehamilan, alergi, faktor psikologi, atau masalah pada jantung.

    Meskipun tidak semua tekanan darah rendah merupakan kondisi serius, Anda tetap tidak boleh meremehkannya. Dalam kasus yang fatal, tekanan darah rendah bisa saja menyebabkan kematian.

     

     

     

    Sumber : Hellosehat