
Saat Anda sedang berkonsentrasi tinggi menatap layar komputer, Anda mungkin memiliki kebiasaan menutup mulut rapat-rapat dan menekan gigi atas serta gigi bawah secara kuat. Sebagian orang bahkan tanpa sadar menggesekkan permukaan gigi mereka secara perlahan saat sedang memikirkan pemecahan suatu masalah.
Kondisi medis dari aktivitas menekan atau menggesekkan gigi secara tidak sadar ini disebut Bruxism.
Ini adalah refleks fisik yang dikendalikan oleh otot di bagian pipi. Menekan gigi secara terus-menerus selama berjam-jam memberikan tekanan mekanis yang dapat merusak struktur fisik gigi dan sendi tulang rahang Anda.
Fungsi Otot Masseter pada Rahang Manusia
Di area pipi bagian belakang tepat di atas sudut rahang bawah, terdapat otot besar yang bernama otot masseter. Otot ini adalah otot paling kuat di tubuh manusia berdasarkan ukurannya.
Fungsi utama otot masseter secara mekanis adalah menarik tulang rahang bawah ke arah atas agar gigi bawah dapat bertemu dengan gigi atas. Kontraksi otot inilah yang menghasilkan tenaga fisik untuk memotong dan menghancurkan makanan padat saat Anda mengunyah.
Mekanisme Kontraksi Rahang Saat Otak Mengalami Ketegangan
Saat otak Anda harus memproses informasi yang rumit di layar secara cepat, sistem saraf akan merespons kondisi tersebut sebagai sebuah ketegangan tingkat tinggi.
Sebagai respons terhadap ketegangan ini, sistem saraf pusat mengirimkan sinyal listrik ke berbagai otot tubuh untuk bersiaga, termasuk otot masseter. Tanpa adanya perintah sadar dari Anda, otot masseter akan berkontraksi, memendek, dan menarik tulang rahang bawah ke atas secara statis.
Karena mulut Anda dalam keadaan kosong (tidak sedang mengunyah makanan), permukaan gigi atas dan gigi bawah akan saling berbenturan dan bergesekan secara langsung dalam tekanan yang sangat tinggi selama berjam-jam.
Dampak Fisik pada Lapisan Gigi dan Sendi Rahang
Tekanan mekanis akibat kontraksi rahang ini memiliki dua dampak fisik secara langsung. Pertama, pada gigi Anda. Permukaan luar gigi manusia dilapisi oleh mineral keras yang disebut enamel. Gesekan fisik yang terus-menerus antara gigi atas dan bawah akan mengikis lapisan enamel ini sedikit demi sedikit. Akibatnya, permukaan gigi Anda akan menjadi rata, lebih pendek, dan bagian dalam saraf gigi menjadi lebih sensitif terhadap minuman dingin.
Kedua, pada sendi rahang. Tulang rahang bawah terhubung ke tengkorak kepala melalui sendi kecil yang terletak tepat di depan lubang telinga (sendi temporomandibular). Saat otot rahang terus-menerus menekan ke atas, bantalan tulang rawan di dalam sendi ini akan menerima beban yang melebihi batas anatomisnya. Hal ini menyebabkan bantalan sendi menipis dan memicu rasa sakit saat Anda membuka mulut.
Langkah Fisik Mengendurkan Otot Rahang Saat Bekerja
Anda dapat menghentikan kontraksi pada otot rahang ini dengan memisahkan kontak fisik antara susunan gigi atas dan gigi bawah Anda. Berikut langkah mekanis yang dapat diterapkan secara langsung:
- Letakkan Ujung Lidah di Langit-Langit: Buka mulut Anda sedikit saja, lalu tempelkan sepertiga bagian depan lidah Anda di langit-langit mulut, tepat di belakang deretan gigi seri atas. Posisi fisik lidah ini secara otomatis akan memaksa rahang bawah untuk turun sedikit dan mencegah gigi saling menempel.
- Lakukan Pemijatan Otot Pipi: Jika area pipi belakang bagian bawah terasa keras saat ditekan dengan jari, gunakan ujung jari telunjuk dan tengah tangan Anda untuk menekan area tersebut. Lakukan gerakan memutar secara perlahan selama satu hingga dua menit untuk melancarkan sirkulasi darah dan menurunkan regangan pada serabut otot masseter.
- Perbaiki Posisi Leher ke Arah Belakang: Ketegangan rahang sering kali berkaitan dengan posisi leher yang menunduk maju ke depan mendekati layar. Tarik kepala Anda ke arah belakang agar telinga sejajar dengan garis bahu. Posisi leher yang lurus ini secara fisik menurunkan tarikan pada jaringan otot dan ligamen di sekitar rahang bagian bawah.
Kesimpulan
Fokus tinggi saat menatap layar memicu sistem saraf untuk mengirimkan sinyal kontraksi pada otot masseter di area pipi. Kontraksi statis ini menarik rahang bawah ke atas, memaksa gigi bergesekan, dan memberikan tekanan fisik secara konstan pada sendi di depan telinga. Mengikisnya lapisan enamel gigi dan keausan sendi rahang dapat dicegah secara mekanis dengan menempatkan posisi lidah di langit-langit mulut untuk memastikan gigi atas dan gigi bawah tidak saling bersentuhan saat Anda bekerja.







