Tag: wajah

  • Sering Risih Karena Jerawatan?? Hindari Kebiasaan ini!

    Membasmi jerawat memang tidak mudah. Namun, produk perawatan wajah yang mahal saja tidak akan berhasil jika kebiasaan sehari-hari yang menjadi faktor penyebab jerawat masih juga Anda lakukan. Simak kebiasaan buruk  serta berbagai makanan penyebab jerawat apa saja yang harus dihindari, agar jerawat tak lagi muncul. Berbagai kebiasaan penyebab jerawat makin meradang, yang mungkin tidak pernah Anda sadari

    Berbagai Kebiasaan Penyebab Jerawat

    Waspadai beberapa kebiasaan berikut ini, karena tanpa disadari dapat menjadi penyebab munculnya jerawat:

    1. Terlalu sering mencuci muka

    Wajah yang kotor sering kali dianggap sebagai penyebab jerawat. Namun, mencuci mukaterlalu sering juga tidak baik, karena dapat membuat wajah kehilangan minyak alami kulit dan mendorong kulit memproduksi minyak lebih banyak lagi. Efeknya, jerawat akan kembali muncul.
    Nah, agar masalah ini tidak kamu alami, disarankan untuk mencuci muka sehari dua kali. Saat mencuci muka, kamu bisa menggunakan air hangat atau air bersih, dan sabun pembersih wajah dengan formulasi yang ringan. Oleskan pembersih wajah menggunakan ujung jari dan pijat secara lembut. Hindari menggunakan kain waslap untuk menyeka wajah, karena berisiko menyebabkan iritasi kulit.

    1. Memencet jerawat

    Mencoba menghilangkan jerawat dengan cara memencet jerawat, justru dapat menyebabkan masalah baru pada kulit. Sebab saat jerawat dipencet dan ditekan, sumbatan pada pori-pori kulit dapat masuk lebih dalam. Ini membuat proses penyembuhan menjadi lebih lama dan dapat meninggalkan bekas jerawat.

    1. Menggunakan telepon seluler (ponsel) yang kotor

    Ponsel yang baru selesai dipakai menelepon akan terkena minyak dan keringat. Apalagi jika tekanan pada pipi kemudian memicu jerawat pecah. Jika kotoran tersebut tidak dibersihkan sebelum digunakan kembali, maka kotoran beserta bakteri yang sudah berkembang biak dapat kembali ke wajah. Jangan malas membersihkan layar ponsel dan disarankan menggunakan ear phone saat menelepon untuk menghindari jerawat muncul.

    1. Produk rambut yang menetes pada wajah

    Jauhkan minyak rambut, gel dan berbagai produk rambut dari dahi atau bagian wajah lainnya, karena dapat memicu timbulnya jerawat. Produk-produk tersebut dapat menyumbat pori-pori. Selain itu, cuci rambut dengan teratur dan hindari penggunaan produk rambut yang banyak mengandung minyak.

    Menggunakan make-up berlebihan

    1. Hindari penggunaan make-up secara berlebihan.

    Gunakan obat jerawat sebelum menggunakan make-up, kemudian bersihkan menjelang tidur. Untuk kulit berjerawat, pilih make-up dengan label bebas minyak dan tidak menyebabkan komedo (non-comedogenic). Ada pula jenis make-up yang bisa kamu gunakan untuk membantu menyembunyikan jerawat.

    1. Terlalu banyak konsumsi makanan manis dan olahan

    Hingga saat ini belum diketahui pasti makanan apa saja yang bisa menyebabkan jerawat. Namun, disarankan untuk membatasi konsumsi makanan manis dan olahan, seperti biskuit, keik, roti putih dan pasta, serta keripik kentang. Makanan dari produk susu juga sebaiknya dibatasi, karena diduga juga berpengaruh terhadap munculnya jerawat.

    1. Kurang telaten mengobati jerawat

    Proses penyembuhan jerawat membutuhkan waktu beberapa minggu. Jerawat tidak dapat segera menghilang hanya dalam satu hari. Jika obat bebas untuk jerawat tidak dapat mengatasi masalah kulit berjerawat dalam waktu 2-4 minggu, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter kulit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

    1. Menyentuh wajah dengan tangan kotor

    Ini adalah penyebab jerawat yang paling sering dilakukan banyak orang. Bakteri dan berbagai kotoran yang menempel di tangan Anda dapat menempel kulit dan menyumbat pori-pori. Nah, hal inilah yang membuat kulit Anda jadi rentan berjerawat.

    Untuk menghindarinya, kurangi kebiasaan menyentuh wajah atau gunakan tisu bersih saat menyentuh jerawat. Gunting selalu kuku Anda atau selalu dibersihkan bila Anda ingin memiliki kuku panjang. Jangan lupa untuk menjaga kebersihan tangan dengan rutin cuci tangan.

    1. Cara mencuci muka yang kurang tepat

    Pastikan Anda selalu mencuci tangan sampai bersih sebelum cuci muka. Bagi Anda yang memiliki rambut panjang atau berponi, ada baiknya mengikat rambut terlebih dahulu sebelum cuci muka. Dengan begitu Anda juga akan lebih nyaman untuk mencuci wajah Anda. Setelah itu, jika Anda pakai makeup, maka bersihkan riasan terlebih dahulu dengan menggunakan pembersih khusus sesuai dengan jenis kulit. Nah, barulah ke tahap mencuci muka. Gunakan sabun pembeersih sesuai dengan jenis kulit Anda. Pijat wajah dengan lembut selama beberapa detik lalu bilas sampai bersih dengan air yang mengalir.

    1. Tekanan atau gesekan pada kulit

    Menggunakan helm, bra, atau pad bahu dapat menyebabkan jerawat di badan bertambah buruk. Jika Anda sedang telepon, meletakkan handphone di pipi juga dapat menjadi penyebab jerawat muncul atau menjadi lebih parah.

    Meskipun penyebab jerawat masih ada yang tidak diketahui secara pasti. Namun beberapa faktor di atas dapat menjadi salah satu penyebab jerawat maupun menjadi faktor yang membuat Anda lebih berisiko jerawatan. Bahkan hal-hal tersebut juga dapat memicu jerawat atau justru membuatnya menjadi lebih parah.

    Sekarang kamu sudah tahu kan kebiasaan sehari-hari apa saja yang dapat memicu jerawat? Jadi, usahakan untuk menghindari kebiasan tersebut agar wajahmu mulus, bersih, dan bebas jerawat.

    Terdapat empat kondisi yang dapat menyebabkan jerawat, yaitu:

    1. Produksi sebum berlebih. Sebum adalah zat yang diproduksi oleh kelenjar minyak untuk mencegah kulit kering.
    2. Sumbatan pada folikel rambut. Jerawat muncul ketika folikel rambut tersumbat oleh campuran sel kulit mati dan sebum.
    3. Jenis bakteri Propionibacterium acnes bisa berkembang dan menyumbat folikel rambut, serta menyebabkan peradangan.
    4. Aktivitas hormon androgen berlebih dapat menyebabkan jerawat.
    5. Folikel yang tersumbat bisa membengkak dan membentuk komedo putih atau komedo hitam bila terpapar dengan dunia luar. Kondisi tersebut sebaiknya jangan dianggap remeh, karena bisa berkembang menjadi pustula, papula, nodul, atau bahkan kista, apabila terkontaminasi oleh bakteri kulit.

    Faktor Risiko Jerawat

    Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami jerawat, di antaranya:

    • Perubahan hormon. 80% kasus jerawat pada wanita terjadi karena adanya perubahan hormon pada masa tertentu, misalnya menjelang menstruasi, tiga bulan pertama masa kehamilan, atau akibat PCOS.
    • Masa pubertas. Pada masa pubertas, aktivitas hormon testosteron akan meningkat. Akibatnya kelenjar minyak menghasilkan sebum dalam jumlah lebih banyak dari yang dibutuhkan kulit.
    • Seseorang dari keluarga yang bermasalah dengan jerawat lebih berisiko mengalami jerawat.
    • Gesekan kulit dengan benda, contohnya jerawat di wajah akibat terlalu sering mengenakan penutup kepala, jerawat di leher karena pemakaian baju yang terlalu ketat di bagian kerah, atau jerawat di punggung akibat sering menggunakan ransel.
    • Meski stres tidak menyebabkan jerawat, namun dapat memperburuk kondisi jerawat yang sudah ada.
    • Konsumsi obat-obatan, seperti penggunaan litium, kortikosteroid, atau obat antikejang.
    • Penggunaan kosmetik.
    • Merokok.

    Makanan penyebab jerawat yang harus Anda waspadai

    Selain berbagai kebiasaan di atas, penyebab jerawat juga bisa dari makanan yang Anda konsumsi sehari-hari. Pasalnya, setiap makanan yang Anda konsumsi tentu akan memengaruhi kesehatan Anda. Begitu pula untuk kesehatan kulit.

    Berikut ini beberapa makanan penyebab jerawat yang harus Anda ketahui:

    1. Makanan manis

    Menurut studi, salah satu makanan penyebab makanan adalah makanan tinggi gula seperti roti putih, cake, cokelat. Hal ini disebabkan karena kadar glukosa yang tinggi dalam tubuh merangsan kenaikan hormon insulin. Hormon insulin adalah hormon yang berfungsi dalam mengolah glukosa dalam tubuh kita. Kenaikan kadar hormon insulin dalam darah ini dapat memicu peningkatan jumlah sel kelenjar minyak dan kelenjar keringat pada wajah. Hal inilah yang pada akhirnya akan memicu timbulnya jerawat.

    Anda dapat menggabungkan makanan dengan indeks glikemik tinggi yang Anda suka, dengan makanan indeks glikemik rendah untuk diet yang seimbang. Perbanyaklah makan sayuran dan buah-buahan.

    1. Makanan berminyak

    Makanan penyebab jerawat lainnya adalah makanan berminyak. Ya, makanan berminyak sepertti kentang goreng, keripik, dan gorengan, dapat membuat kelenjar minyak di kulit memproduksi lebih banyak minyak. Nah, peningkatkan asupan minyak ini selain membuat kulit Anda berminyak juga memicu pertumbuhan jerawat.

    1. Susu

    Hubungan antara jerawat dan susu memang tidak jelas. Namun, beberapa studi telah menunjukkan bahwa susu dan produk susu seperti keju dan mentega dapat memicu jerawat, atau membuat jerawat Anda bertambah parah.

    Olahan susu lebih mungkin memicu timbulnya peningkatan hormon insulin dan IGF-1 sebagai pencetus jerawat. Hal ini dikarenakan konsumsi olahan susu seperti yogurt, es krim, susu dengan perisa, dan susu rendah lemak  enderung memiliki gula yang lebih banyak sehingga dapat meningkatkan risiko peningkatan hormon insulin saat dikonsumsi bersamaan dengan makanan manis lainnya.

    Bagaimana caranya mencegah jerawat?

    1. Berikut adalah cara-cara untuk mencegah agar wajah Anda terbebas dari jerawat:
    2. Rajin cuci tangan.
    3. Hindari memencet atau memecahkan jerawat karena hal tersebut dapat menyebabkan bekas atau flek pada kulit.
    4. Hindari paparan sinar matahari. Menghindari semua makanan penyebab jerawat yang sudah disebutkan di atas.

     

    Sumber :

    Alodokter.com

    Doktersehat.com

  • Manfaat Minyak Zaitun Untuk Kecantikan

    Dalam 100 mililiter minyak zaitun terkandung total 884 kalori (44 persen dari angka kecukupan gizi harian) dan total lemak 100 gram, yang dapat mencukupi 153 persen kebutuhan lemak harian tubuh. Meski kandungan lemak dalam minyak zaitun terbilang tinggi, tapi sebagian besar kandungan lemak ini merupakan asam lemak tak jenuh tunggal, yang merupakan lemak baik.

    Minyak zaitun juga merupakan sumber polifenol yang baik. Polifenol merupakan senyawa fitokimia yang secara alami terkandung dalam tanaman. Senyawa inilah yang memberikan berbagai warna pada makanan dan melindungi tanaman dari bahaya.

    Manfaat minyak zaitun untuk wajah 

    Anda tidak harus menjalani perawatan kulit dengan menggunakan bahan-bahan kimia setiap waktu. Terkadang, perawatan rumahan dapat diterapkan dan hasilnya juga tak kalah baik. Salah satunya perawatan kulit yang bisa Anda coba adalah dengan menggunakan minyak zaitun.

    1. Menghapus riasan di wajah

    Salah satu manfaat minyak zaitun untuk wajah yaitu untuk menghapus riasan makeup di wajah. Anda bisa menggunakan minyak zaitun murni sehabis memakai makeup sehari-hari dengan cara dioleskan dan dipijat lembut di wajah.

    1. Melembabkan kulit

    Anda juga bisa mengakali manfaat minyak zaitun untuk wajah dengan cara mencampur krim pelembab wajah dengan beberapa tetes minyak zaitun guna menghidrasi kulit agar tetap lembab dan halus.

    1. Mengatasi kulit yang bermasalah

    Minyak zaitun terbukti bisa meredakan pada kondisi kulit yang kering, gatal, atau meradang. Pasalnya, minyak zaitun mengandung oleochantal yang bisa menghilangkan rasa tidak nyaman akibat peradangan di kulit wajah.

    1. Scrub kulit wajah

    Selain bisa melembabkan dan mengatasi kulit yang gatal meradang, Anda bisa membuat scrub wajah alami dengan menggunakan racikan minyak zaitun dan garam laut. Hal ini sangat bermanfaat jika kulit wajah Anda tipenya bersisik dan kering,

    1. Membantu menghilangkan bekas jerawat

    Denga menggunakan minyak zaitun untuk membantu menghilangkan bekas jerawat. Oleskan minyak zaitun ke area kulit, kemudian gunakan jari untuk memijat kulit untuk membantu penyerapan yang lebih baik. Minyak ini dapat diterapkan ke kulit sekitar 5-10 menit, tetapi jangan meninggalkannya pada kulit selama lebih dari 10 menit.

    Namun, jangan sembarangan menggunakan minyak zaitun untuk wajah. Memang sudah jadi rahasia umum kalau minyak zaitun memiliki kegunaan yang bermanfaat untuk wajah. Akan tetapi, hal ini tidak disarankan kalau Anda memiliki tipe kulit wajah yang sensitif. Terutama juga kalau wajah Anda berjerawat dan mengalami masalah dermatitis.

    Pasalnya, sebuah studi menemukan bahwa penggunaan minyak zaitun untuk wajah bayi dan orang dewasa tertentu bisa membuat kulit semakin meradang ataupun mengalami alergi. Dalam studi tersebut mengungkapkan jika menggunakan minyak zaitun pada bayi mungkin saja jadi pemicu eksim di kemudian hari. Apalagi, jika di dalam keluarga Anda memiliki riwayat eksim sebelumnya .

    Tips memilih minyak zaitun yang bagus untuk kulit wajah

    Untuk dapat mendapatkan semua manfaat minyak zaitun untuk wajah seperti yang sudah disebutkan di atas, tentu Anda memerlukan asupan minyak yang terbaik di kelasnya dan yang berkualitas tinggi.

    1. Pilih minyak zaitun dengan label “extra virgin olive oil”
    2. Organik lebih baik
    3. Tertera tanggal produksi dan kedaluwarsanya
    4. Kemasan menggunakan botol kaca berwarna gelap atau dalam kaleng
    5. Lihat juga nama pabrik atau tempat panen pada kemasan
    6. Cicip dan bau wanginya

    Untuk menghindari salah beli, sebaiknya pilih saja produk lokal (jika ada). Minyak buah zaitun lokal hanya memakan waktu sebentar dari waktu panen hingga distribusi yang akan menjamin kesegarannya sehingga Anda bisa mendapatkan manfaat minyak zaitun untuk wajah atau kesehatan Anda lebih optimal.

    Nah, itulah beberapa manfaat minyak zaitun untuk kecantikan Anda.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Hellosehat.com

     

  • Bell’s Palsy dan Penyebabnya

    Bell’s palsy adalah kelumpuhan pada otot wajah yang menyebabkan salah satu sisi wajah tampak melorot. Kondisi ini dapat muncul secara tiba-tiba, namun biasanya tidak bersifat permanen.

    Banyak orang menganggap Bell’s palsy sebagai stroke karena gejalanya serupa, yaitu kelumpuhan. Padahal, kedua penyakit tersebut sebenarnya berbeda. Gejala Bell’s palsy hanya terbatas pada otot wajah dan sebagian besar penderita dapat pulih sepenuhnya dalam waktu 6 bulan.

    Gejala Bell’s Palsy

    Gejala Bell’s Palsy adalah kelumpuhan pada salah satu sisi wajah. Kelumpuhan tersebut ditunjukkan dengan perubahan bentuk wajah sehingga penderita sulit tersenyum dengan simetris atau menutup mata di sisi yang lumpuh.

    Selain kelumpuhan pada satu sisi wajah, gejala yang juga dapat muncul antara lain adalah mata berair dan ngeces. Beberapa gejala paling umum dari bell’s palsy adalah:

    1. Kulit wajah tampak “melorot” di satu atau kedua sisi wajah.
    2. Mengeluarkan air liur.
    3. Sensitif terhadap suara.
    4. Nyeri pada rahang atau di belakang telinga.
    5. Sakit kepala.
    6. Kemampuan indra perasa yang berkurang.
    7. Kesulitan menunjukkan ekspresi pada wajah dan bahkan kesulitan menutup mata atau tersenyum

    Apa penyebab bell’s palsy?

    Walaupun penyebab penyakit belum dipastikan, tapi beberapa studi menunjukkan bahwa penyakit ini biasanya terkait dengan paparan virus. Beberapa virus dapat menyebabkan bell’s palsy adalah:

    1. Herpes kelamin (herpes simplex)
    2. Cacar air dan sirap (herpes zoster)
    3. Monosit (Epstein-Barr)
    4. Penyakit pernapasan (Adenovirus)
    5. Campak Jerman (rubella)
    6. Gondok (virus gondok)
    7. Influenza (flu B)
    8. HFMD (Coxsackievirus).

    Faktor-faktor risiko

    Beberapa faktor  yang meningkatkan risiko terkena bell’s palsy adalah:

    1. Wanita hamil, terutama pada masa kehamilan di trimester terakhir atau pada beberapa minggu pertama setelah melahirkan.
    2. Infeksi pernapasan seperti influenza atau flu.
    3. Riwayat anggota keluarga yang mengidap bell’s palsy.

    Apa saja pilihan pengobatan saya untuk bell’s palsy?

    Obat dapat digunakan untuk mengurangi gejala yang parah. Obat ini (misalnya grup kortikosteroid) berguna untuk mengurangi radang (pembengkakan) saraf.

    Umumnya pasien dengan gejala gejala yang ringan akan membaik tanpa pengobatan. Namun, dalam beberapa kasus langka, pasien yang tidak dapat pulih total harus menjalani operasi untuk meredakan tekanan pada permukaan saraf atau meningkatkan pergerakan permukaan.

    Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk bell’s palsy?

    Dokter memeriksa ulang riwayat pengobatan dan telinga, hidung, dan mulut. Dokter akan CT atau MRI otak, ditambah dengan tes darah untuk menemukan penyebab Bell’s palsy.

    Selain itu, dokter juga mungkin melakukan tes yang lebih spesial seperti tanda elektromekanikal (EMG) untuk mempelajari aktivitas saraf dan memprediksi peluang sembuhnya penyakit.

     

    Nah, itulah penjelasan mengenai apa itu bell’s palsy dan penyebabnya.

     

    Sumber :

    Alodokter.com

    Hellosehat.com

  • Akupuntur Membuat Wajah Awet Muda, Apa Benar?

    Akupuntur telah dipakai sejak lama untuk membantu mengobati sakit di hampir seluruh tubuh, sakit kepala, atau bahkan mual. Salah satu manfaat dari pengobatan alternatif ini adalah membantu atasi masalah kulit wajah. Akupuntur wajah dikatakan dapat membuat kulit wajah tampak lebih awet muda. Apa benar demikian?

    Manfaat utama dari akupuntur wajah adalah menghasilkan kulit yang cerah. Seolah kulit telah terbangun dari tidur yang panjang, semua darah segar dan oksigen membanjiri wajah.

    Namun tidak seperti suntik Botox atau filler, akupuntur wajah bukanlah perawatan yang menghasilkan perubahan yang cepat. Fokusnya adalah untuk menciptakan perubahan jangka panjang dalam kesehatan kulit dan tubuh, bukan perbaikan cepat dalam jangka pendek.

    Dengan begini, akupuntur wajah memberi rangsangan kolagen yang lebih baik, warna kulit yang lebih cerah, mengurangi ketegangan rahang, dan kulit jadi lebih halus serta lembut secara keseluruhan.

    Perawatan ini juga bermanfaat bagi siapa saja yang memiliki garis wajah, kulit berpigmen, jaringan parut, lingkaran hitam atau bengkak di bawah mata atau kondisi kulit lainnya seperti jerawat dan ketidakseimbangan hormon.

    Berapa kali perawatan akupuntur wajah untuk mendapatkan hasil yang optimal?

    Akupuntur wajah sebaiknya dilakukan 10 perawatan sebanyak sekali atau dua kali seminggu, untuk mendapatkan hasil yang optimal. Jika Anda telah memiliki kerutan atau masalah kulit lainnya, disarankan untuk melakukan 15 perawatan.

    Setelah perawatan akupuntur, Anda dapat melanjutkan ke spa sebagai tahap pemeliharaan kulit wajah yang sebaiknya dilakukan setiap 4-8 minggu. Perawatan ini memungkinkan tubuh untuk bersantai dan pemulihan.

    Apakah akupuntur wajah memiliki efek samping?

    Efek samping yang paling umum adalah memar. Meski ini hanya terjadi sekitar 20 persen dari orang yang melakukan perawatan akupuntur, tapi kemungkinannya masih tetap ada. Namun memar ini akan hilang dengan sendirinya dan dalam jangka waktu yang tidak lama.

    Untuk menghindari memar dan mendapatkan hasil terbaik, orang yang menerima perawatan harus dalam keadaan sehat. Inilah sebabnya mengapa orang dengan gangguan perdarahan atau diabetes tipe 2 yang tidak terkendali tidak boleh mendapatkan perawatan ini.

     

     

    Sumber : hellosehat.com

  • Perawatan Kulit Wajah agar Sehat dan Mulus

    Dengan berbagai kesibukan yang dilalui seharian penuh, seringkali ritual membersihkan wajah atau cleansing jadi terlupakan. Padahal, dokter spesialis kecantikan dan estetika, Dr. Maria Charlotte menjelaskan, cleansing merupakan perawatan paling mendasar untuk mendapatkan kulit wajah yang sehat.

    “Cleansing itu wajib walaupun tidak memakai make up,” ujar Maria.

    Agar terhindar dari segala permasalahan kulit, menurut Maria, ada beberapa ritual perawatan yang perlu dilakukan secara rutin. Pertama yaitu membersihkan wajah dari make up dan debu kotoran yang menempel. Tujuannya agar kulit bisa bernafas sehingga bisa mengembalikan kekenyalan kulit.

    Setelah itu, langkah selanjutnya menggunakan toner. Toner tidak hanya berfungsi membersihkan residu seperti minyak dan sisa make up pada wajah. Toner juga bisa membantu memperbaiki dan menghaluskan kulit dengan mengurangi tampilan bintik hitam.

    Untuk melembabkan kulit, perlu juga menggunakan pelembab atau moisturizer. Pada area badan, Maria menyarankan untuk mengombinasikan pelembab dengan body oil ketika mandi untuk menghidrasi serta melindungi kulit dari kekeringan dan iritasi.

    Bagi mereka yang selalu aktif dengan mobilitas tinggi, Maria mengingatkan untuk selalu menggunakan tabir surya bahkan di area sekitar mata sekalipun. “Di negara tropis seperti Indonesia butuh tabir surya. Matahari sangat berbahaya dari pukul 8 pagi sampai matahari terbenam. Aplikasikan setiap tiga jam sekali,” kata Maria.

     

    Sumber : Republika.co.id