Tag: stroke

  • Berbagai perubahan yang terjadi akibat kerusakan otak pascastroke

    gegar otak

    Umumnya, stroke hanya memengaruhi satu sisi otak saja. Itu berarti jika stroke menyerang sisi kiri otak, maka Anda akan mengalami berbagai masalah dengan sisi kanan tubuh Anda begitupun sebaliknya.

    Namun, tak jarang stroke juga dapat memengaruhi kedua sisi otak. Efek stroke pada otak biasanya akan menyebabkan hilangnya fungsi normal pada beberapa bagian tubuh. Efek yang dihasilkan akan berbeda-beda sesuai dengan daerah otak mana yang terserang, apakah pada serebrum (otak kanan dan kiri), serebelum (otak atas dan depan), dan brainstem (batang otak).

    Dikutip dari Hopkinsmedicine.org, berikut berbagai perubahan yang terjadi akibat kerusakan otak pascastroke sesuai dengan bagian yang terserang.

    Serebrum (otak kanan dan kiri)

    Berikut efek stroke pada otak kanan dan kiri, di antaranya:

    • Memiliki masalah dalam menggerakkan tubuh.
    • Gangguan kognitif seperti pada proses berpikir dan ingatan.
    • Memiliki masalah pada kemampuan bahasa.
    • Kesulitan makan dan menelan.
    • Gangguan penglihatan.
    • Gangguan pada kemampuan seksual.
    • Masalah pada kendali usus dan kandung kemih.

    Serebelum (otak atas dan depan)

    Berikut efek stroke pada otak bagian atas dan depan, di antaranya:

    • Masalah koordinasi dan keseimbangan.
    • Pusing
    • Sakit kepala
    • Mual dan muntah

    Brainstem (batang otak)

    Berikut efek stroke pada batang otak, di antaranya:

    • Masalah pada pernapasan dan fungsi jantung.
    • Ketidakmampuan tubuh untuk mengendalikan suhu.
    • Masalah pada keseimbangan dan koordinasi.
    • Kesulitan mengunyah, menelan, dan berbicara.
    • Gangguan penglihatan.

    Demikianlah informasi mengenai perubahan yang terjadi akibat kerusakan otak pascastroke. semoga dapat bermanfaat.

     

     

    Sumber : hellosehat.com

  • Bagaimana Stroke Bisa Menyebabkan Kerusakan Otak?

    Otak membutuhkan pasokan darah untuk tetap dapat bekerja dengan baik. Nah, jika aliran darah tidak mencukupi maka kondisi dan kerja otak mengalami perubahan. Berikut beberapa hal yang menjadi penyebab kerusakan otak akibat stroke.

    1. Peradangan

    Saat racun menyerang otak selama stroke, maka secara alami organ tubuh ini akan mencoba untuk memperbaiki dirinya. Namun, tak jarang usaha ini justru bisa menimbulkan peradangan berlebihan.

    Akibatnya, jaringan otak akan dibanjiri dengan cairan dan sel darah putih yang bertugas melawan infeksi.  Nah, kondisi ini bisa menyebabkan pembengkakan (edema) yang bisa merusak fungsi otak normal.

    2.  Kelebihan kalsium dan kekurangan natrium

    Saat otak mengalami kerusakan akibat stroke, kalsium di dalam tubuh bisa bocor dan masuk ke dalam sel otak. Ketika pasokan darah ke otak tidak mencukupi tandanya asupan oksigen pun berkurang.

    Akibatnya, kadar kalsium menjadi tidak seimbang. Sementara itu, sel otak dirancang tidak bisa merespon kalsium dalam jumlah yang besar. Akibatnya, kerusakan otak tidak bisa terhindarkan.

    Di samping itu, natrium juga berfungsi untuk menjaga fungsi otak tetap normal. Namun saat stroke menyerang, natrium di dalam otak menjadi tidak seimbang hingga bisa mengubah isi sel otak dan membuatnya rusak.

    3. Terbentuknya radikal bebas

    Sementara itu, faktor lainnya yang berkontribusi pada kerusakan otak saat stroke ialah radikal bebas. Radikal bebas yang dihasilkan selama stroke bisa dengan cepat merusak jaringan yang ada di dekatnya. Jika itu terjadi, sel otak yang sehat pun akan terkena dampaknya dan mengalami kegagalan fungsi.

    4. Tidak seimbangnya pH

    Sel otak yang tidak mendapatkan suplai darah yang membuat otak mengalami kekurangan energi untuk menjalankan fungsinya. Akibatnya hal ini akan memicu terbentuknya molekul asam kuat yang dapat memengaruhi pH otak. Molekul asam yang berlebih dapat membahayakan dan bisa menyebabkan cedera otak.

    Demikian itulah penyebab otak mengalami kerusakan akibat stroke. semoga informasi ini dapat bermanfaat.

     

    Sumber : hellosehat.com

     

  • Milenials! Hati-Hati Resiko Stroke Menghantui

    Milenials! Ditengah hiruk pikuk semangat yang menggebu didalam diri kamu, perhatikanlah, bahwa pola hidup menentukan masa depanmu. Statistik terbaru menunjukkan risiko stroke pada anak muda terus meningkat. Dibandingkan dengan pertengahan 1990-an, terjadi peningkatan 53% untuk stroke iskemik di antara mereka yang berusia antara 15 dan 44 tahun pada tahun 2000-an. Selama waktu yang sama, ada kecenderungan peningkatan faktor risiko stroke seperti, tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, kolesterol tinggi, penyakit jantung bawaan, dan merokok.

    Jadi, para Sahabat yang sedang menggebu dalam meraih mimpi, cobalah untuk merenung sejenak. Berkaca diri pada apa yang sedang dilakukan, sudahkah kita menyayangi diri kita melebihi meyayangi si Dia calon ibu dari anak-anak nanti?

    Berdasarkan rujukan yang kami kutip, Penyebab stroke pada usia muda lebih beragam dan relatif jarang terjadi dibandingkan pada orang yang lebih tua. Kebanyakan stroke pada orang dewasa yang lebih tua adalah karena aterosklerosis, atau lemak dan endapan kalsium di arteri yang menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah. Di kalangan usia muda, penyebabnya berkisar dari masalah katup jantung bawaan, aritmia, hingga penyakit jantung bawaan.

    Setengah dari semua kasus stroke di kalangan anak muda adalah karena stroke iskemik. Hal ini terjadi sebagai akibat dari gangguan dalam pembuluh darah yang memasok darah ke otak. Sekitar 15 persen dari semua stroke iskemik terjadi pada usia dewasa muda (di bawah 40 tahun) dan remaja. Selain itu, stroke pada usia muda juga diakibatkan stroke hemoragik, yang terjadi ketika pembuluh darah yang pecah menjadi lemah. Penyebab paling umum dari stroke hemoragik adalah tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.

    Meski dengan peningkatan resiko tersebut, pasien stroke yang lebih muda cenderung untuk kembali normal dan pulih lebih baik. Otak pasien yang lebih muda cenderung lebih tangguh. Bagian lain dari otak akan membantu pemulihan dan membantu bagian yang terkena stroke. Mereka biasanya tidak memiliki kondisi jantung atau arthritis yang dapat mengganggu terapi fisik mereka, dan mereka memiliki dorongan dan potensi lebih untuk melakukan pemulihan.

    Untuk itu, berikut beberapa tips menjaga pola hidup agar meminimalisir resiko stroke yang ada :

    1. Jangan merokok baik secara aktif maupun sekedar perokok pasif;
    2. Perbaiki kebiasaan makan, dengan mengurangi lemak, garam, dan gula; utamakan sarapan buah
    3. Konsumsi makanan sehat, buah dan sayur terutama, jangan jadi anak micin.
    4. Aktif beraktivitas fisik, dan tidak memporsir badan
    5. Lakukan cek tekanan darah secara teratur;
    6. Capailah dan pertahankan berat badan ideal;
    7. Kurangi tingkat stres Anda, Jangan lembur terus demi cepat meminang kekasih ya!
    8. Carilah dukungan emosional bila diperlukan, buat jomblo, Semangat!
    9. Hindari daging berlemak, mentega atau cream, yang mengandung tinggi lemak tersaturasi;
    10. Bakar, panggang, rebus makanan kita, sebaiknya hindari gorengan;
    11. Hindari alkohol;
    12. Lakukan cek kesehatan secara teratur.

    Jadi Sahabat Milenials, bekerja keras dalam menggapai mimpi merupakan sebuah produktivitas yang membanggakan. Meniti karir, mengejar jodoh, membahagiakan orangtua, merupakan cita-cita setiap anak muda tentunya. Namun, pertimbangkanlah mimpi yang tercapai dalam kondisi tidak sehat merupakan sebuah penyesalan besar. Sayangi dirimu sebagaimana Kamu menyayangi cita-citamu.

    Salam Sehat !

     

    Rujukan :

    hellosehat.com

    awalbros.com

  • Perilaku atau Kebiasaan Buruk yang Dapat Menyebabkan Stroke

    Penyakit atau serangan stroke merupakan kondisi gawat darurat yang harus mendapatkan penanganan segera. Hingga saat ini penyakit stroke menjadi momok yang menakutkan. Tak heran, jika stroke menjadi penyakit paling mematikan di Indonesia (Depkes RI, 2017).

    Pada kesempatan kali ini wellagree akan sedikit memaparkan faktor penyebab stroke dari perilaku atau kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan stroke.

    Hasil gambar untuk faktor faktor stroke mediskus

    Faktor Perilaku atau gaya hidup/kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan stroke yang wellagree ambil dari mediskus.com adalah sebagai berikut.

    1. Merokok

    Merokok diyakini menjadi resiko stroke karena dapat melukai pembuluh darah dan mempercepat pengerasan arteri. Karbon monoksida dalam asap rokok mengurangi jumlah oksigen dalam darah. Asap rokok dapat meningkatkan risiko stroke dibandingkan orang yang tidak merokok. merokok dapat menyebabkan stroke

    2. Minum Alkohol Minum

    terlalu banyak alkohol dapat meningkatkan tekanan darah, yang meningkatkan risiko stroke. Hal ini juga meningkatkan kadar trigliserida, suatu bentuk kolesterol, yang bisa mengeras pada arteri.

    3. Kurang Aktifitas Fisik

    Kurang Aktifitas Fisik atau olahraga dapat meningkatkan berat badan, yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan kadar kolesterol. Ketidakaktifan juga merupakan faktor risiko untuk diabetes, yang semuanya merupakan faktor resiko stroke.

    Semua faktor resiko di atas masih dapat dikendalikan, namun ada juga faktor resiko stroke yang tidak dapat diubah atau dikendalikan.

    Faktor Resiko stroke yang tak dapat diubah

    1. Riwayat keluarga.

    Memiliki riwayat keluarga stroke meningkatkan kemungkinan seseorang terserang stroke.

    2. Usia dan jenis kelamin.

    Semakin tua Anda, semakin besar kemungkinan Anda untuk mengalami stroke. Untuk usia 65 dan lebih tua, laki-laki berada pada risiko yang lebih besar daripada wanita.

    Demikian beberapa Faktor risiko stroke yang diakibatkan dari perilaku atau kebiasaan buruk seseorang. Semoga dapat bermanfaat.

  • Beberapa Penyakit Ini Bisa Berujung Pada Stroke

    Setiap orang dapat terkena stroke, akan tetapi ada perilaku atau gaya hidup tertentu dan kondisi medis tertentu yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena stroke.

    Faktor resiko stroke disini diartikan sebagai faktor-faktor penyebab stroke atau yang mendasari tejadinya stroke pada seseorang.

    Hasil gambar untuk penyakit yang bisa menyebabkan stroke

    Kondisi medis atau penyakit yang dapat menyebabkan stroke

    1. Tekanan darah tinggi.

    Tekanan darah tinggi, juga disebut hipertensi, dapat sangat meningkatkan risiko stroke. Hal ini disebabkan karena tekanan darah yang terlalu tinggi dapat membuat pembuluh darah di otak menjadi pecah lalu terjadilah stroke (stroke hemoragik). Merokok, makananan yang mengadung tinggi garam, dan minum alkohol terlalu banyak semua dapat meningkatkan tekanan darah.

    2. Kolesterol Tinggi.

    Kolesterol tinggi dapat menjadi faktor risiko stroke, karena kolesterol tinggi dalam darah dapat membangun timbunan lemak (plak) pada dinding pembuluh darah. Deposit lemak (plak) tersebut dapat memblokir aliran darah ke otak, menyebabkan stroke (stroke iskemik).

    3. Penyakit jantung.

    Gangguan jantung dapat meningkatkan risiko stroke. Misalnya, penyakit jantung koroner (CAD) meningkatkan  resiko stroke. Kondisi jantung lainnya, seperti cacat katup jantung, denyut jantung tidak teratur (termasuk fibrilasi atrium), dan bilik jantung membesar, dapat membentuk penggumpalan darah yang dapat menyumbat pembuluh darah di otak lalu menyebabkan stroke.

    4. Diabetes.

    Memiliki penyakit diabetes atau kencing manis dapat meningkatkan resiko stroke dan bisa membuat stroke menjadi semakin parah. Diabetes adalah suatu kondisi yang menyebabkan gula darah tinggi yang seharusnya gula tersebut masuk ke dalam sel-sel tubuh. Gula darah yang tinggi (diabetes) cenderung terjadi bersamaan dengan tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi yang semuanya meningkatkan risiko stroke.

    5. Kegemukan dan obesitas.

    Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan kadar kolesterol total, meningkatkan tekanan darah, dan menjadi faktor resiko tejadinya diabetes.

    6. Serangan stroke sebelumnya atau transient ischemic (TIA).

    Jika Anda pernah mengalami stroke sebelumnya atau TIA (“mini-stroke,” atau stroke ringan) ada kemungkinan besar bahwa Anda bisa mengalami stroke di kemudian hari. Penyakit sel sabit. Penyakit sel sabit merupakan kelainan darah yang berhubungan dengan stroke iskemik, dan terutama mempengaruhi anak-anak Afrika-Amerika dan Hispanik. Stroke dapat terjadi jika sel-sel sabit terjebak dalam pembuluh darah dan menyumbat aliran darah ke otak. Sekitar 10% dari anak-anak dengan penyakit sel sabit akan memiliki stroke.

    Itulah Kondisi medis atau penyakit yang dapat menyebabkan stroke yang dikutip mediskus.com. Semoga informasi ini dapat bermanfaat.

     

  • Gejala Stroke Batang Otak Yang Harus Diwaspadai

    Batang otak memiliki fungsi yang sangat penting pada tubuh. Batang otak ini yang mengontrol fungsi tubuh yang penting, seperti bernapas dan menelan. Penyumbatan atau pendarahan di batang otak dapat menyebabkan stroke batang otak, kondis tersebut mempengaruhi kerja dari batang otak. Namun, apa yang menyebabkan stroke batang otak bisa terjadi? Untuk menetahuinya, simak ulasaanya berikut ini.

    Hasil gambar untuk batang otak

    Batang otak terdiri dari empat bagian, yakni diencephalonmesencephalonpons, dan medulla oblongata. Berbagai bagian tersebut mengontrol fungsi vital tubuh seperti pernapasan, tekanan darah, dan denyut jantung atau nadi.

    Gejala stroke batang otak

    Kepala terasa pusing merupakan gejala stroke. Pusing dan kehilangan keseimbangan adalah gejala umum stroke. AKkibatnya, batang otak tidak dapat mengontrol berbagai fungsi motorik. Batang otak menerima berbagai sinyal dari otak dan mengirimkannya ke berbagai bagian tubuh. Stroke batang otak mengganggu sinyal-sinyal tersebut, itulah sebabnya orang mengalami gejala fisik, termasuk mati rasa atau kekakuan di wajah, lengan atau kaki.

    Gejala stroke umum lainnya termasuk:

    1. Pusing
    2. Kehilangan keseimbangan
    3. Vertigo
    4. Penglihatan kabur
    5. Masalah saat berbicara atau menelan
    6. Sakit kepala
    7. Kebingungan

    Diagnosis Stroke Batang Otak

    Jika seseorang mengalami gejala stroke, dokter akan menggunakan tes seperti CT dan MRI scan untuk menentukan apakah penderita ini mengalami stroke iskemik atau hemoragik. Dokter juga dapat melakukan prosedur tambahan seprti tes darah.

    Komplikasi

    Karena batang otak bertanggung jawab untuk beberapa fungsi tubuh yang penting, stroke di daerah otak dapat memberi pengaruh yang sangat buruk pada kemapuan motorik seperti gerakan mata, berbicara, dan penalaran. Jika tidak diberi penanganan yang tepat, bisa saja memberi pengaruh kelumpuhan pada organ-organ yang lain.

    Pengobatan

    Stroke batang otak adalah suatu keadaan darurat medis. Karena itu, membutuhkan pengobatan langsung untuk menyelamatkan nyawa dan mengurangi risiko komplikasi yang bisa terjadi. Pengobatan tergantung pada jenis, lokasi, dan tingkat keparahan stroke

    Faktor risiko stroke

    Tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko stroke. Siapa pun dapat memiliki stroke, tetapi faktor genetik tertentu, seperti riwayat keluarga, jenis kelamin, ras, dan usia menempatkan beberapa orang pada risiko tinggi untuk stroke dibandingkan orang lain.

     

    Sumber :

    • alodokter.com
    • gema.id
  • Periode Emas Penanganan Stroke Iskemik dan Hemoragik

    Orang mengenal penyakit stroke berawal dari sistem saraf yang terganggu. Tapi tak banyak yang tahu bagaimana jaringan saraf bisa terganggu dan apa yang menjadi faktor pemicunya.

    Stroke dikategorikan dalam dua tingkatan yakni stroke ringan dan stroke berat. Menurut Prof. Dr. dr. Moh Hasan Mahfoed, Sp.S(K), M.S, dokter spesialis saraf yang juga Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia menjelaskan ada 2 jenis stroke yang bisa menyerang penderitanya baik secara perlahan maupun secara mendadak.

    Hasil gambar untuk tentang stroke iskemik

    Pria yang akrab disapa Prof. Hasan ini mengemukakan 2 jenis stroke yakni stroke iskemik atau stroke sumbatan dan stroke hemoragik atau stroke berdarah. Apa perbedaan keduanya? Berikut penjelasannya.

    Stroke Iskemik (Stroke Sumbatan)

    Jenis stroke in termasuk yang paling sering terjadi. Jenis stroke ini terbagi lagi menjadi 2 klasifikasi yakni stroke emboli dan stroke trombotik. Untuk stroke emboli, bekuan darah atau plak yang terbentuk di dalam jantung atau pembuluh darah arteri besar yang terangkut menuju ke otak. Sementara stroke trombotik yakni bekuan darah yang terbentuk di dalam pembuluh darah arteri yang mensuplai darah ke otak.

    Stroke Hemoragik (Stroke Berdarah)

    Jenis stroke yang satu ini juga terbagi menjadi 2 klasifikasi yakni pendarahan intraserebral dan pendarahan subarachnoid. Untuk pendarahan intraserebral terjadi saat pecahnya pembuluh darah lalu kemudian darah masuk kedalam jaringan yang menyebabkan sel-sel otak mati sehingga berdampak pada kerja otak yang mendadak berhenti. Pada keadaan ini, penyebab yang paling sering adalah tekanan darah tinggi.

    Sementara pendarahan subarachnoid terjadi ketika pecahnya pembuluh darah yang berdekatan dengan permukaan otak dan darah bocor diantara otak dan tulang tengkorak. Penyebabnya bisa berbeda-beda tetapi paling sering disebabkan oleh pecahnya aneurisma.

    Tapi dari 2 jenis stroke ini, Prof. Hasan menjelaskan ada waktu periode emas penanganan stroke. Periode emas iniadalah waktu yang sangat berharga bagi dokter untuk menangani stroke. Waktunya yakni 4,5 jam sejak pertama kali muncul gejala dan sampai dilakukan penanganan stroke di rumah sakit. Penderita stroke setidaknya harus sudah tiba di rumah sakit kurang dari 2 jam. Proses pemeriksaan sampai pengobatan membutuhkan waktu maksimal 2,5 jam.

    Bila periode emas penanganan stroke ini terlambat atau sudah lebih dari 4,5 jam maka stroke akan menjadi lebih parah bahkan beresiko kematian atau kecacatan permanen. Kenali gejala dini stroke dan cari tahu bagaimana cara menanggulanginya agar keluarga tercinta tetap bisa berkumpul penuh kehangatan dalam keadaan sehat.

     

     

    Sumber : okezone

  • 5 Rahasia Cegah Hipertensi Jika Anda Keturunan Hipertensi

    Salah satu faktor penyebab hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah faktor keturunan. Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi ternyata memiliki resiko terkena penyakit darah tinggi dua kali dari mereka yang tidak memiliki riwayat keluarga hiperteni. ada sebab, ada akibat. artinya apapun penyebabnya pasti ada cara untuk menghindarinya.

    Rahasia mencegah darah tinggi jika Anda keturunan hipertensi

    Ada banyak cara mencegah darah tinggi yang bisa Anda lakukan dan patuhi mulai hari ini, yang juga berperan serta menjaga kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan. Apa saja?

    1. Kurangi konsumsi garam

    Meskipun bisa membuat rasa masakan menjadi nikmat, dalam realitanya garam adalah salah satu faktor utama dari datangnya hipertensi. Pakar kesehatan pun menyarankan kita untuk menurunkan konsumsinya demi mencegah kenaikan tekanan darah. Trik lain yang bisa dilakukan sebagai cara mencegah hipertensi adalah dengan menerapkan diet DASH atau dietary approaches to stop hypertension. Dengan menerapkan diet ini, maka konsumsi kolesterol dan lemak jahat bisa kita turunkan.

    Diet DASH bisa dilakukan dengan cara memperbanyak konsumsi buah dan sayuran yang kaya akan serat. Vitamin, dan kalium yang bisa menurunkan dampak buruk garam bagi kesehatan.

    Pola diet DASH yang bisa kita lakukan adalah dengan mengonsumsi 5 porsi buah dan sayuran setiap hari. Satu porsi buah dan sayur memiliki berat 80 gram atau berukuran sekitar satu kepalan tangan.

    2. Berolahraga secara rutin

    Sebenarnya, selain berolahraga secara rutin setidaknya 30 menit setiap hari, ada baiknya kita juga rajin melakukan aktivitas harian seperti berjalan kaki ke berbagai tempat, naik turun tangga alih-alih memakai lift, hingga memakai sepeda saat menuju tempat kerja. Dengan melakukan berbagai aktivitas ini, maka tekanan darah tidak akan mudah naik.

    Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal berjudul Hypertension, dihasilkan fakta bahwa orang yang rajin berolahraga dan cenderung aktif bergerak mampu menurunkan risiko hipertensi pada orang-orang yang memiliki faktor keturunan hingga 34 persen lebih rendah jika dibandingkan dengan mereka yang malas berolahraga.

    3. Menjaga berat badan tetap ideal

    Berat badan ternyata terkait erat dengan tekanan darah. Jika berat badan kita lebih dari ideal, maka risiko untuk terkena hipertensi akan meningkat. Berdasarkan alasan ini, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Hypertension menyarankan kita untuk menurunkan minimal 5 kg dari berat badan kita demi menurunkan tekanan darah dengan efektif.

    Dengan berat badan yang lebih rendah, maka jantung pun tidak akan bekerja dengan lebih keras saat melakukan aktivitas sehari-hari yang bisa mempengaruhi kondisi tekanan darah.

    4. Menghindari rokok dan minuman keras

    Sudah menjadi rahasia umum jika rokok adalah salah satu pemicu datangnya berbagai penyakit berbahaya, termasuk tekanan darah tinggi. Cara mencegah hipertensi adalah dengan menghindari rokok, maka orang-orang dengan faktor keturunan hipertensi bisa menurunkan risiko terkena penyakit ini.

    Sebagai informasi, rokok mampu merangsang beberapa jenis saraf yang akhirnya membuat ketidakseimbangan hormon. Selain itu, hal ini juga akan membuat pembuluh darah menjadi lebih sempit sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah.

    Hal yang sama terjadi jika kita sering mengonsumsi minuman beralkohol. Tak hanya memengaruhi tekanan darah, alkohol bisa memicu penumpukan lemak yang juga berimbas pada kenaikan tekanan darah.

    5. Cek ke dokter

    Selain itu, ingatlah bahwa untuk menjauhkan diri dari risiko penyakit, Anda juga butuh bantuan dari ahlinya. Jangan ragu apalagi sungkan untuk cek ke dokter ketika Anda mencurigai ada sesuatu yang salah dengan kesehatan Anda. Anggap saja dokter Anda sebagai seorang mitra atau sahabat yang selalu siap sedia membantu Anda hidup lebih sehat.

    Mencegah darah tinggi adalah komitmen seumur hidup. Apalagi jika Anda keturunan hipertensi. Namun, jangan pernah menyerah! Manfaatkan momen ini sebagai motivasi untuk mengubah gaya hidup Anda jadi lebih sehat demi terhindar dari berbagai penyakit.

     

     

    Sumber :

    • doktersehat.com
    • kabartangsel.com
    • blogherbal.com
  • Pantangan Makanan Bagi Orang Stroke

    Penyebab stroke dikelompokkan menjadi dua yakni faktor medis dan faktor perilaku. Faktor medis, adalah stroke yang disebabkan oleh komplikasi penyakit lain seperti tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes, gangguan jantung dan faktor genetis yang diturunkan dari orang tua.

    Sedangkan faktor perilaku adalah ketika menerapkan gaya hidup disertai pola makan yang tidak sehat, seperti sering mengonsumsi fast food, minuman beralkohol, minuman berkarbonasi dan kebiasaan merokok.

    Mengenai pola makan sehat terdapat makanan pantangan bagi penderita stroke yang harus Anda hindari agar terhindari dari risiko penyakit stroke.

    1. Makanan instan dalam kemasan

    daging olahan

    Pantangan makanan untuk penderita stroke yang pertama yaitu makanan instan. Makanan instan tidak dianjurkan untuk penderita stroke. Pasalnya, kebanyakan makanan instan dalam kemasan mengandung natrium nitrat dan nitrit. Kedua bahan ini sering digunakan sebagai zat pewarna dan pengawet pada daging olahan seperti sosis, daging kemasan, dan produk lainnya. Begitu juga dengan makanan kemasan lain seperti mi instan, kentang, dan camilan kemasan.

    Natrium nitrat dan nitrit dapat merusak pembuluh darah karena bisa membuat arteri mengeras dan menyempit yang mengakibatkan penyakit jantung dan meningkatkan risiko stroke kambuh.

    2. Makanan tinggi gula

    Setelah serangan stroke sebaiknya Anda membatasi makanan dan minuman yang tinggi gula. Konsumsi gula berlebih dapat merusak pembuluh darah serta mengakibatkan obesitas. Jika kedua hal ini terjadi, bukan tidak mungkin stroke kembali menyerang.

    Untuk itu, batasi asupan gula harian Anda. Batas konsumsi gula maksimal per hari adalah 4 sendok makan.

    3. Makanan tinggi garam

    membatasi makan garam bikin kekurangan yodium?

    Makanan tinggi garam mengandung natrium yang dapat memicu lonjakan tekanan darah. Bila tidak dikendalikan, Anda rentan mengalami hipertensi yang bisa memicu stroke datang kembali. Untuk itu, Anda perlu membatasi garam dan natrium dalam setiap masakan.

    Usahakan untuk tidak mengonsumsi natrium lebih dari 1.500 miligram setiap harinya yang setara dengan satu sendok teh garam.

    4. Makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans

    masak ayam selain digoreng

    Lemak jahat terdiri dari lemak jenuh dan lemak trans. Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh. LDL yang berlebih di dalam tubuh dapat mengakibatkan penumpukan lemak di arteri. Ini bisa menghambat aliran darah ke jantung dan otak sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

    Selain lemak jenuh, golongan lemak yang sebaiknya dihindari yaitu lemak trans. Lemak trans adalah lemak yang diolah dengan menambahkan hidrogen pada minyak sayur untuk membuatnya lebih padat. Lemak trans terbukti meningkatkan berbagai risiko penyakit, salah satunya stroke.

    Berikut ini berbagai makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang perlu dihindari, yaitu:

    Lemak trans

    • Biskuit
    • Makanan beku olahan
    • Makanan ringan (seperti keripik kentang, keripik singkong kemasan, dan camilan sejenis)
    • Gorengan
    • Makanan siap saji (ayam goreng, kentang goreng, atau burger)
    • Margarin
    • Donut

    Lemak jenuh

    • Daging merah
    • Kulit ayam
    • Produk susu

    5. Minuman beralkohol

    mitos tentang minuman beralkohol

    Alkohol dapat meningkatkan tekanan darah yang menjadi salah satu faktor risiko stroke. Untuk itu, selalu konsultasikan ke dokter kapan Anda boleh mengonsumsi alkohol setelah serangan stroke.

    Umumnya, orang yang pernah mengalami stroke hanya boleh mengonsumsi minuman beralkohol sebanyak satu gelas per hari untuk perempuan dan dua gelas per hari untuk pria. Namun, ini tergantung juga pada jenis minuman beralkohol yang Anda minum.

    Jika terdapat kondisi lain selain stroke seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol yang tinggi ada baiknya untuk mengonsultasikannya langsung ke dokter gizi untuk mendapatkan panduan makan untuk penderita stroke yang paling tepat.

    Bila gaya hidup sehat sudah Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari Anda, ditambah lagi dengan mengkonsumsi produk kesehatan yang berkualitas, niscaya Anda sudah melakukan hal yang tepat dalam menangkal serangan penyakit stroke.

    Namun masih ada satu hal yang tidak kalah pentingnya, yakni faktor pikiran. Untuk melawan penyakit ini juga dibutuhkan pikiran positif dan kepercayaan akan kesembuhan, serta meminimalisir stress dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan tubuh dan pikiran.

    Terakhir jangan lupa untuk berdoa kepada Sang Maha Pencipta untuk kesembuhan yang Anda cita-citakan.

    Demikianlah artikel mengenai pantangan makanan bagi penderita stroke ini, semoga tulisan sederhana ini mudah untuk di pahami dan dapat bermanfaat bagi Anda.

     

     

     

    Sumber :

    • makananpantangan.com
    • bliherbal.com
    • hellosehat.com
  • Manfaat Akupuntur untuk Pengobatan Stroke

    Akupuntur telah digunakan sejak sekitar ribuan tahun sebagai metode penyembuhan, tetapi hanya baru belakangan ini dievaluasi untuk kondisi medis oleh standard yang digunakan pada pengobatan Barat. Salah satunya adalah peran akupuntur sebagai pengobatan stroke.

    Apa yang sebaiknya saya ketahui sebelum menjalani akupuntur?

    Akupuntur adalah jenis pengobatan timur yang menggunakan jarum khusus, yang disuntikkan ke daerah target pada tubuh untuk meredakan gejala dan penyakit. Beberapa konsekuensi stroke memang mungkin meningkat dengan akupuntur.

    Stroke dapat menyebabkan efek samping parah sehingga penderitanya sering mencari setiap pilihan yang memungkinkan untuk memaksimalkan pemulihan saraf. Akupuntur adalah salah satu metode pengobatan alternatif yang dicoba kebanyakan para penderita stroke.

    Jika Anda memilih untuk mencoba akupuntur untuk terapi gejala stroke Anda, pastikan untuk memberi tahu dokter Anda. Dapatkan referensi dan pastikan bahwa ahli akupuntur Anda bersertifikat dan berpengalaman.

    Manfaat yang bisa didapat dari pengobatan stroke dengan akupuntur

    1. Mengatasi masalah sulit menelan

    Pasca stroke, sulit menelan bisa menjadi masalah dan bahkan bisa menyebabkan tersedak, yang mungkin bisa berbahaya. Sejauh ini, rehabilitasi dan terapi fisik untuk masalah otot dalam menelan yang disebabkan oleh stroke tidak sepenuhnya efektif. Namun, sebuah penelitian pernah dilakukan, melibatkan 120 penderita stroke dengan masalah menelan, dan kemudian membandingkan antara pasien yang menerima terapi menelan dan pasien yang menerima pelatihan menelan sekaligus akupuntur.

    Grup yang melakukan terapi menelan dibarengi dengan akupuntur nilainya secara signifikan lebih baik daripada kelompok yang hanya menerima terapi tanpa akupuntur. Tidak ada efek samping tercatat pada kelompok yang menjalani akupuntur.

    Hal ini berarti jika Anda memiliki masalah menelan yang tidak sembuh setelah stroke, akupuntur mungkin aman dan merupakan pilihan yang dapat membantu Anda.

    2. Mengatasi kekakuan otot (spastisitas)

    Spastisitas adalah jenis kekakuan otot yang terjadi pasca stroke. Beberapa penelitian telah mengevaluasi manfaat akupuntur untuk pengobatan spastisitas pasca stroke. Hasil yang diterbitkan dalam jurnal edisi bulan Januari 2015 menunjukkan bahwa akupuntur dibandingkan dengan pengobatan biasa atau akupuntur sham (akupuntur yang sengaja disuntikkan di tempat yang salah untuk tujuan penelitian) secara signifikan menurunkan spastisitas pasca stroke, terutama di pergelangan tangan, lutut dan siku.

    3. Membantu penyembuhan pasca stroke

    Sebuah artikel yang diterbitkan pada Maret 2015 dalam Jurnal Pengobatan Akupuntur mengevaluasi efek akupuntur pada pemulihan stroke. Para penulis artikel menyimpulkan bahwa secara keseluruhan, akupuntur tampaknya memberi manfaat. Tetapi, karena tidak semua percobaan memiliki kualitas yang sama, mereka tidak yakin bahwa akupuntur bermanfaat untuk penderita stroke.

    Sejauh ini, tidak ada bukti bahwa akupuntur membantu mencegah stroke atau membantu mengurangi area kerusakan akibat stroke iskemik pada otak. Namun, beberapa percobaan berkualitas tinggi mengevaluasi efek khusus akupuntur pada kemampuan menelan dan spastisitas pasca stroke terlihat menjanjikan.

     

     

    Sumber : Hellosehat