Tag: olahraga

  • Minum Jus Jeruk Ternyata Dapat Menurunkan Darah Tinggi

    Minum Jus Jeruk Ternyata Dapat Menurunkan Darah Tinggi

    Tekanan darah tinggi atau dikenal sebagai hipertensi sering kali hadir tanpa gejala. Kondisi ini secara signifikan meningkatkan kemungkinan Anda mengalami keadaan darurat medis yang fatal seperti serangan jantung dan strok.

    Keadaan darurat medis yang fatal muncuk akibat ketegangan ekstra yang terjadi pada banyak organ vital, seperti jantung, otak, dan ginjal. Dilansir laman Express, Ahad (4/6/2023), salah satu faktor pendorong hipertensi adalah pola makan yang buruk, dengan makanan tinggi garam sebagai penyebab utamanya.

    Namun, diet juga dapat digunakan untuk mengurangi risiko terkena tekanan darah tinggi, dan bahkan menurunkan hasil pengukuran tensi. Mark Gilbert, ahli gizi di The 1:1 Diet by Cambridge Weight, Inggris, merekomendasikan jus jeruk setiap hari buat Anda yang khawatir dengan tekanan darah tinggi.

    Gilbert mengatakan bahwa cara terbaik untuk mengurangi tekanan darah adalah olahraga teratur dan penurunan berat badan. Selain itu, dalam banyak hal, diet dapat membantu.

    “Salah satu makanan yang telah dipelajari secara khusus untuk menurunkan berat badan adalah jus jeruk, khususnya senyawa pigmen yang ditemukan dalam jus jeruk, yang disebut hesperidin,” ujar Gilbert.

    Menurut Gilbert, studi topik ini telah menunjukkan hasil yang berbeda selama bertahun-tahun. Misalnya, tinjauan terhadap 19 penelitian berkualitas tinggi menunjukkan efek signifikan pada tekanan darah diastolik.

    Diastolik merupakan angka yang lebih kecil di bagian bawah hasil tekanan darah yang mencerminkan tekanan darah di antara detak jantung. Namun, Gilbert menuturkan, tinjauan yang lebih baru tetapi lebih kecil menyimpulkan bahwa tidak ada efeknya.

    “Menariknya, seperti banyak intervensi, mungkin ada pengaruh genetik yang substansial terhadap efek ini, yang berarti bahwa beberapa orang mendapat manfaat dari jus jeruk dan yang lainnya tidak,” katanya.

    Gilbert kemudian mengulas sebuah penelitian baru-baru ini. Ketika subjek minum jus jeruk selama 60 hari dan darahnya diuji untuk pemecahan produk hesperidin dan flavonid lainnya, mereka yang dapat memetabolisme dan memecah flavonoid di hati lebih efektif menunjukkan penurunan tekanan darah yang signifikan, sedangkan subjek yang lainnya tidak. Bonus tambahan di sini adalah subjek tersebut juga kehilangan lemak tubuh.

    Gilbert menyebut kemanjuran bahan kimia alami dalam jus jeruk menurunkan tekanan darah pada beberapa orang masih belum jelas. Demikian juga efek jus jeruk pada orang yang mendapatkan manfaat khasiatnya pada bagi tekanan darah dan mengalami penurunan berat badan. Terlepas dari itu, hasilnya tampaknya positif.

    “Tentu saja, penurunan berat badan yang substansial menyebabkan penurunan tekanan darah yang cepat, yang kami lihat pada klien diet kami di berbagai penelitian,” ujar Gilbert.

    Satu studi, yang tidak dijadikan referensi oleh Gilbert, menunjukkan bahwa minum jus jeruk selama periode 12 pekan mengurangi tekanan darah di antara para peserta. Makalah yang diterbitkan dalam European Journal of Nutrition pada 2021 itu menyimpulkan hesperidin dalam jus jeruk mengurangi tekanan darah sistolik dan tekanan nadi setelah konsumsi berkelanjutan.

    Setelah dosis tunggal, konsumsi jus jeruk yang kaya akan hesperidin meningkatkan efek postprandialnya.

    “Jus jeruk yang diperkaya hesperidin bisa membantu menurunkan tekanan darah dan manajemen tekanan nadi pada individu hipertensi sebelum dan tahap satu.”

    Sumber: Republika.com

  • Naik Tangga, Olahraga Singkat Yang Bermanfaat

    Tidak ada alasan lagi untuk tidak berolahraga karena penelitian baru menemukan beberapa menit menaiki tangga setiap hari sudah cukup untuk meningkatkan kesehatan kardiovaskular dan seluruh tubuh. Beberapa penelitian itu menunjukkan banyak manfaat kesehatan dari olahraga singkat itu.

    Sebagai contoh yaitu ulasan dari studi yang ada, menunjukkan periode latihan akut dapat segera melindungi jantung terhadap episode iskemik di masa depan. Hasil penelitian terbaru lainnya menunjukkan 10 menit aktivitas fisik sudah cukup memberikan dorongan pada otak, meningkatkan perhatian, memori yang bekerja, dan fleksibiltas kognitif di antara keterampilan mental lainnya.

    Seperti yang dilansir dari Medical News Today, Selasa (22/1), sekarang penelitian menunjukkan interval menaiki tangga yang berlangsung beberapa menit dengan periode pemulihan di antaranya, dapat meningkatkan kesehatan kardiorespirasi.

    Seorang profesor kinesiologi di McMaster University di Hamilton Kanada Martin Gibala, Ph.D adalah penulis senior studi baru ini. Tulisannya muncul dalam jurnal Applied Physiology , Nutrition, and Metabolism.

    Gibala dan tim menyelidiki apakah pelatihan berlari interval adalah kegiatan singkat latihan intensif yang dipisahkan beberapa menit pemulihan berjumlah sekitar total 10 menit dapat meningkatkan kebugaran kardiorespirasi.

    Kebugaran kardiorespirasi mengacu pada kemampuan jantung, paru-paru, dan sistem pembuluh darah untuk mengirimkan darah kaya oksigen ke otot-otot yang bekerja selama latihan fisik yang intensif. Penelitian menunjukkan kebugaran pernafasan yang lebih besar membawa beberapa manfaat kesehatan, termasuk kesehatan jantung yang lebih baik, peningkatan resistensi insulin, dan risiko kematian dini yang lebih rendah.

    Nah, berikut ini adalah sejumlah manfaat naik tangga yang sayang untuk Anda lewatkan.

    1. Membakar kalori

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan naik tangga dapat membakar lebih banyak kalori per menit daripada jogging. Para ahli mencatat aktivitas naik tangga dapat menghabiskan 8 sampai 9 kali lebih banyak kalori daripada saat duduk dan 7 kali lebih banyak kalori daripada naik lift.

    Anda mungkin berpikir kalau manfaat naik tangga hanya didapatkan saat Anda mendakinya. Jadi, saat Anda turun, tubuh tidak akan membakar kalori sama sekali. Namun nyatanya, anggapan ini salah.

    Setiap satu langkah naik maupun turun sama-sama dapat membakar kalori. Hanya saja, kalori yang terbakar akan lebih banyak dan cepat saat Anda naik daripada saat turun. Ini karena tekanan yang diberikan oleh tubuh saat mendaki tentu akan lebih besar daripada saat menuruni tangga.

    Setiap 10 langkah naik  akan membakar 1 kalori, begitu pula saat Anda menuruni tangga. Bedanya, setiap kali Anda berhasil menuruni satu anak tangga, maka Anda akan membakar 0,05 kalori dalam tubuh. Jadi, setiap menuruni 20 buah anak tangga akan membakar 1 kalori dalam tubuh.

    Bagi Anda yang mengalami masalah kelebihan berat badan atau obesitas, Anda tentu kesulitan untuk menemukan jenis olahraga yang cocok untuk Anda. Nah, cobalah untuk membiasakan diri naik tangga untuk membantu menurunkan berat badan Anda. Semakin banyak Anda naik-turun tangga, semakin banyak pula kalori yang ikut terbakar dalam tubuh. Alhasil, semakin banyak pula berat badan yang bisa diturunkan.

    2. Menurunkan risiko stroke

    Salah satu manfaat naik tangga yang tak kalah menakjubkan adalah menurunkan risiko stroke. Hal ini dibuktikan oleh para ahli dari Harvard Alumni Health Study yang telah meneliti lebih dari 11.000 pria.

    Hasilnya, sebanyak 29 persen pria mengalami penurunan risiko stroke jangka panjang setelah membiasakan diri untuk naik tangga 3 sampai 5 kali seminggu. Apakah Anda ingin membuktikannya juga?

    3. Menyehatkan jantung

    Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa kebiasaan naik tangga bermanfaat untuk kesehatan jantung. Pasalnya, naik tangga dapat meningkatkan kesehatan organ jantung dan paru-paru, sehingga melancarkan aliran darah yang membawa oksigen ke jantung. Alhasil, jantung Anda akan semakin sehat dan terhindar dari risiko penyakit jantung.

    Kebugaran kardiorespirasi ternyata dapat memengaruhi usia harapan hidup seseorang. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Circulation tahun 2015 mengungkapkan bahwa kebiasaan naik tangga dapat menurunkan risiko kematian sebesar 38 persen. Bila ditambahkan dengan olahraga aerobik, hal ini dapat memperpanjang umur Anda hingga tiga tahun. Menakjubkan, bukan?

    4. Menguatkan otot

    Saat Anda naik tangga, sistem tulang dan otot di seluruh tubuh ikut bergerak aktif. Mulai dari otot kaki, otot lengan, hingga otot punggung. Semakin banyak pergerakan tulang dan otot, maka ini akan bermanfaat untuk menurunkan risiko pengeroposan tulang atau osteoporosis.

    Pada saat yang bersamaan, sistem metabolisme tubuh akan meningkat sehingga kalori yang terbakar akan semakin banyak. Ini akan membuat berat badan Anda ikut berkurang secara perlahan seiring dengan pembakaran kalori saat naik tangga.

    Selain itu, manfaat naik tangga juga dapat dirasakan oleh pengidap diabetes. Pasalnya, pergerakan otot skeletal bermanfaat untuk mengendalikan gula darah menjadi lebih stabil. Dengan demikian, gula darah tidak akan cepat naik dan membuat para diabetesi menjadi lebih sehat.

    5. Melawan kemalasan

    Memasuki zaman serba praktis membuat orang-orang menjadi malas gerak. Itulah mengapa kini semakin banyak orang dewasa, bahkan anak-anak, yang mudah terkena obesitas karena minimnya aktivitas fisik.

    Maka itu, kebiasaan naik tangga adalah cara mudah yang dapat mengeluarkan Anda dari kebiasaan buruk tersebut. Mulai sekarang, cobalah untuk memilih naik tangga daripada lift saat berada di kantor atau pusat perbelanjaan. Dengan rutin naik tangga, Anda bisa hidup lebih sehat tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam dengan pergi ke gym, bukan?

     

    Sumber :
    -Republika.com
    -Hellosehat.com
  • Tips Sehat Selama Berpuasa

    Bulan Ramadhan telah tiba, di mana seluruh umat muslim diwajibkan untuk berpuasa, menahan lapar dan haus selama kurang lebih 12 jam, selama sebulan penuh. Walaupun begitu, puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, tentu jika dijalankan dengan cara yang sehat pula.

    Berpuasa di siang hari tidak lantas menjadikan tubuh menjadi lesu. Pola makan yang berubah selama Bulan Puasa harus disiasati dengan benar agar tubuh tetap sehat dan bugar dalam menjalankan aktifitas di siang hari. Terlebih lagi, setelah melewati Ramadhan, selain menjadi lebih dekat kepada Allah, kita juga menjadi individu yang lebih sehat daripada sebelumnya.

    Berikut adalah beberapa tips sehat yang sangat baik jika Anda lakukan selama Bulan Puasa Ramadhan:

    1.      Atur waktu anda untuk menyantap sahur di akhir waktu. Selain berguna untuk menunjang puasa anda di siang hari, makan sahur di akhir waktu lebih diutamakan berdasarkan sunnah Rasul.

    2.      Makanlah dengan porsi normal, jangan berlebihan. Fokuslah untuk mengkonsumsi makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks dan protein, serta buah dan sayuran. Menyantap makanan yang mengandung banyak air selama sahur juga sangat baik untuk hidrasi tubuh anda sepanjang hari.

    3.      Akhiri santap sahur dengan segelas susu untuk melengkapi nutrisi tubuh anda. Minumlah suplemen ataupun multivitamin yang biasa anda konsumsi ataupun yang disarankan oleh dokter anda.

    4.      Batasi konsumsi makanan yang terlalu manis dan mengandung banyak gula, karena justru dapat membuat tubuh lemas di siang hari.

    5.      Minum air yang cukup. Sebelum waktu imsak tiba, minumlah air yang cukup, tiga hingga lima gelas. Sebaiknya hindari minuman berkafein seperti kopi dan teh karena bersifat diuretik dan membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui urinasi.

    6.      Di waktu terpanas di siang hari, hindari berlama-lama di terik matahari dan kurangi aktifitas fisik.

    7.      Jika ada waktu, sempatkan untuk mengistirahatkan tubuh anda, dan mengganti waktu tidur yang kurang karena bangun lebih awal untuk sahur. Waktu setelah sholat zuhur merupakan saat yang tepat untuk beristirahat.

    8.      Jika memiliki waktu luang di sore hari, sempatkan untuk berolahraga ringan seperti jalan sore, bersepeda santai, ataupun senam ringan. Hal ini sangat baik untuk menjaga kebubagaran tubuh dan memperlancar peredaran darah.

    9.      Kurma kering, baik untuk berbuka. Saat waktu buka puasa tiba, jangan makan dengan berlebihan. Sebaiknya ikuti sunnah, yaitu dengan buah kurma dan minuman yang manis: bisa dengan susu, jus buah, atauapun sekedar air. Minumlah cukup air untuk mengganti cairan tubuh yang hilang selama berpuasa.

    10.  Setelah magrib, lanjutkan dengan menyantap hidangan utama, dengan menu yang seimbang. Makanlah sesuai dengan porsi anda yang biasa, tidak perlu berlebihan. Cukupkan dengan karbohidrat, protein, serta sayuran dan buah-buahan.

    11.  Hindari makan gorengan berlebihan, serta batasi makanan yang pedas, agar perut tidak menjadi mules dan mengganggu pencernaan tubuh anda.

    12.  Cukupi asupan air tubuh anda. Usahakan untuk meminum setidaknya lima gelas air putih sebelum tidur.

    Dengan menjalankan tips-tips sehat di atas, semoga puasa kita semua menjadi lebih lancar, hikmat, dan juga sehat.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Webkesehatan.com

     

  • Tubuh Bugar Di Bulan Ramadhan, Berikut Tips Olaharaga Saat Puasa

    Bulan Ramadan adalah bulan di mana umat Muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari. Antara waktu tersebut, kurang lebih selama 13 jam, tubuh tidak mendapatkan suplai makanan dan minuman dari luar.

    Selain waktu makan, makanan yang dimakan saat bulan Ramadan biasanya berbeda dari biasanya karena terdapat tradisi makan makanan tertentu yang hanya ada di bulan Ramadan, seperti kolak, kurma, dan es blewah. Perubahan pola makan ini dapat mempengaruhi fungsi tubuh.

    Banyak orang yang tetap melakukan olahraga untuk menjaga kondisi tubuhnya tetap bugar di bulan Ramadan. Selain itu, juga ada atlit yang tetap melakukan latihan di bulan Ramadan untuk persiapan kompetisi. Olahraga memang membawa pengaruh positif pada tubuh, antara lain untuk menjaga tubuh tetap bugar dan sehat. Namun, bagaimana cara menjalankan olahraga yang baik di bulan Ramadan? Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan?

    1. Waktu olahraga

    Pertama yang harus diperhatikan adalah waktu melakukan olahraga. Tidak disarankan untuk melakukan olahraga di saat waktu puasa.

    Seperti yang dilansir dari thenational dan islamicity, olahraga sebaiknya tidak dilakukan saat berpuasa karena saat puasa perut dalam keadaan kosong. Waktu terbaik untuk melakukan olahraga di bulan Ramadan adalah pada saat setelah berbuka, karena setelah berbuka tubuh mendapatkan energinya kembali dari makanan dan minuman.

    Namun, ada juga yang beranggapan bahwa waktu terbaik melakukan olahraga adalah pada saat menjelang berbuka puasa. Seperti yang dilansir dari Kompas.com, dr. Saptawati Bardosono mengatakan bahwa olahraga sebaiknya dilakukan 30-60 menit menjelang berbuka karena mendekati waktu makan.

    Hal ini sepertinya sah-sah saja tergantung dari kebugaran setiap individu. Ada orang yang mampu melakukan olahraga saat berpuasa dan ada juga yang tidak tergantung dari kebiasaan orang tersebut melakukan olahraga. Yang terpenting adalah setelah melakukan olahraga, Anda tidak merasa lemas, pusing, atau bahkan pingsan. Kenali tubuh Anda sendiri!

    1. Olahraga yang baik dilakukan saat puasa

    Selanjutnya yang harus Anda perhatikan adalah jenis olahraga. Lakukan jenis olahraga yang biasa Anda lakukan seperti biasanya. Namun, sebaiknya lakukan jenis olahraga intensitas ringan sampai sedang, seperti berjalan, jogging, dan bersepeda. Disarankan untuk tidak mencoba intensitas olahraga yang lebih tinggi dari yang biasa Anda lakukan karena ditakutkan tubuh tidak mampu melakukannya.

    1. Asupan makanan yang diperlukan

    Saat Ramadan, tubuh diberi waktu dua kali untuk makan, yaitu saat sahur dan berbuka puasa (waktu maghrib). Waktu makan di bulan Ramadan agak berubah dibandingkan dengan hari biasanya.

    Selain itu, porsi makan mungkin juga dapat berubah. Namun, usahakan untuk tetap memakan makanan dalam jumlah yang sama seperti hari biasanya, tidak berlebih dan juga tidak kekurangan, dan juga makan beragam makanan yang mengandung zat gizi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang diperlukan tubuh.

    Karbohidrat merupakan energi utama bagi tubuh. Karbohidrat dapat mengembalikan kadar glukosa darah yang menurun saat berpuasa. Makan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dan serat (yang memiliki indeks glikemik rendah) diperlukan karena membantu melepaskan energi secara perlahan sehingga energi dalam tubuh tidak cepat habis.

    Memakan makanan yang mengandung indeks glikemik rendah pada saat berbuka puasa bertujuan untuk meningkatkan cadangan karbohidrat, sedangkan jika mengonsumsi makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi, maka kadar gula darah akan cepat meningkat tetapi akan cepat habis juga.

    Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat tinggi saat berbuka puasa untuk memaksimalkan cadangan glikogen otot dan kemudian konsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi saat sahur untuk memperlambat pencernaan sehingga perut tidak cepat kosong.

    Ini merupakan strategi untuk mengurangi perasaan cepat lapar selama berpuasa dan juga mempertahankan energi sampai olahraga dimulai.

    Selain karbohidrat, protein juga sangat diperlukan tubuh. Makanlah makanan yang mengandung protein tinggi, seperti ikan, daging, dan telur. Protein merupakan zat yang diperlukan untuk pertumbuhan dan juga sebagai zat pembangun. Protein membantu memulihkan dan memperbaiki sel-sel otot yang rusak ketika berolahraga.

    1. Banyak minum

    Dehidrasi dapat terjadi saat berolahraga apalagi dilakukan pada saat cuaca panas. Sehingga untuk mencegah hal ini terjadi, asupan cairan ke dalam tubuh harus diperhatikan. Asupan cairan yang disarankan adalah 1,5-2 liter per hari.

    Selain itu, Anda juga disarankan untuk membatasi melakukan aktivitas fisik di siang hari untuk mencegah dehidrasi. Melakukan olahraga yang mengeluarkan banyak keringat di siang hari saat puasa dapat menyebabkan dehidrasi karena cairan tubuh hilang melalui keringat.

    1. Perhatikan juga lama tidur

    Untuk menjaga tubuh tetap prima saat bulan Ramadan, waktu tidur harus cukup. Orang dewasa memerlukan waktu tidur sekitar 7-9 jam per hari. Waktu tidur yang kurang dapat mempengaruhi kinerja tubuh. Tidur siang mungkin kadang diperlukan untuk mempertahankan kondisi tubuh tetap sehat.

     

    Sumber : hellosehat.com
  • Minimal 30 Menit Jalan Kaki Dalam Sehari. Ini Manfaat Yang Akan Dirasakan

    Jangan malas atau takut lelah untuk melakukan olahraga jalan kaki. Bahkan jika Anda mengalami masalah dengan lutut atau kaki Anda, jangan jadikan hal ini sebagai alasan untuk tidak berolahraga. Anda bisa menyiasatinya dengan berjalan ringan.

    Sebenarnya untuk memiliki tubuh yang bugar kita tak perlu meluangkan waktu lama berolahraga. Cukup 30 menit sehari maka sejumlah perubahan nyata pun akan dirasakan.

    Berjalan kaki adalah olahraga yang sering direkomendasikan dokter. Jenis latihan ini bisa dilakukan siapa saja, tua-muda, gemuk-kurus, cuma dibutuhkan sepasang sepatu, dan tentu saja niat.

    Untuk menambah motivasi kamu mulai melakukan rutin jalan kaki, ketahui apa saja efek positif yang akan dirasakan tubuh setelahnya:

    1. Meningkatkan fungsi otak

    7 Manfaat yang Bisa Kamu Peroleh dengan Berjalan Kaki Setiap Hariindianexpress.com

    Sebuah penelitian dari New Mexico Highlands University (NMHU) mengungkapkan bahwa tekanan yang diterima oleh kaki saat kita berjalan atau berlari dapat meningkatkan suplai darah yang di kirimkan ke otak.

    Ini adalah hal yang sangat bermanfaat mengingat darah adalah media pengantar bahan makanan dan juga oksigen bagai seluruh organ-organ tubuh termasuk otak. Peningkatan suplai darah ke otak ini tentu juga meningkatkan jumlah makanan dan oksigen yang di terimanya. Hal inilah yang membuat otak bisa berfungsi jauh lebih optimal.

    Tidak mengherankan jika banyak orang yang bisa menemukan ide-ide brilian saat mereka sedang jalan-jalan pagi. Alasannya sederhana, otak mereka berfungsi jauh lebih baik saat itu.

    2. Menyehatkan jantung

    7 Manfaat yang Bisa Kamu Peroleh dengan Berjalan Kaki Setiap Hari

    Sejauh ini telah cukup banyak penelitian yang menunjukkan bahwa olahraga jalan kaki memiliki manfaat yang sangat besar bagi jantung. Salah satu di antaranya terjadi pada tahun 2013 dimana para peneliti dari California mengumpulkan sebanyak 33,060 pelari dan 15,045 pejalan kaki untuk melakukan sebuah penelitian.

    Setelah enam tahun berjalan para peneliti ini menemukan bahwa berlari ataupun hanya sekedar berjalan kaki secara rutin sama-sama dapat mengurangi resiko terkena serangan jantung, stroke, kolestrol, dan juga diabetes.

    3. Meningkatkan kreativitas

    7 Manfaat yang Bisa Kamu Peroleh dengan Berjalan Kaki Setiap HariYoutube.com

    Steve Jobs adalah termasuk tipe orang yang suka mondar-mandir dalam ruangan saat sedang melakukan meeting. Kamu juga mungkin suka mondar-mandir kan saat sedang memikirkan sesuatu. Pertanyaannya, kenapa hal ini kita lakukan ?

    Sebuah fakta mengejutkan dari Stanford University menunjukkan bahwa berjalan-jalan dapat meningkatkan kreatifitas seseorang hingga 60 perse jika di bandingkan saat sedang duduk. Siapa sangka hal simpel seperti berjalan kaki dapat membuat kita menjadi lebih kreatif. Luar biasa!

    4. Mengurangi berat badan

    Badan kamu gemuk tapi malas olahraga berat ? Coba lakukan aktivitas jalan kaki secara rutin setiap hari. Aktifitas jalan kaki memang bukanlah metode paling ideal untuk menurunkan berat badan, tapi metode ini boleh dikata sangat cocok untuk para pemula.

    Katherine Zeratsky, R.D., L.D. melalui mayoclinic.org menjelaskan bahwa berjalan kaki memang betul-betul bisa mengurangi berat badan tapi itu semua tergantung dari tiga hal:

    1. Masalah intensitas berjalan kamu, apakah cepat atau lambat. Semakin cepat semakin bagus.
    2. Masalah durasi, semakin jauh durasinya maka semakin bagus.
    3. Masalah diet yang kamu jalani. Jika ingin menurunkan berat badan maka berolahraga itu penting, tapi memperhatikan kalori yang masuk ke tubuh jauh lebih penting.

    Jangan sampai kalori yang masuk ke tubuh saat makan justru jauh lebih besar dari yang telah berhasil dibakar saat olahraga.

    5. Membantu melancarkan pencernaan

    7 Manfaat yang Bisa Kamu Peroleh dengan Berjalan Kaki Setiap Harilivergastrocare.com

    Aktivitas apa yang biasa kamu lakukan setelah selsai makan? Jika kamu seperti orang pada umumnya maka sudah pasti jawabannya adalah duduk. Entah duduk sambil bermain HP, merokok, menonton TV dan lain sebagainya.

    Duduk sesaat setelah selesai makan tentu jauh lebih baik ketimbang langsung meringkuk di atas pembaringan. Tapi jika kamu ingin manfaat yang lebih baik, maka jangan duduk tapi berjalan-jalanlah santailah sesaat. Mungkin sekitar 10 -15 menit.

    Sebuah penelitian yang di adakan di Jerman pada tahun 2008 yang lalu menemukan bahwa berjalan-jalan santai setelah makan dapat mempercepat pergerakan makanan yang ada di dalam tubuh. Itu artinya makanan yang baru saja kita konsumsi bisa jauh lebih cepat dicerna dari biasanya.

    6. Mengurangi nyeri pinggang

    7 Manfaat yang Bisa Kamu Peroleh dengan Berjalan Kaki Setiap Haritexasback.com

    Cara paling sederhana untuk mengurangi nyeri sendi yang umumnya disarankan oleh dokter di seluruh dunia adalah berjalan kaki. Pernyataan ini di perkuat oleh sebuah penelitian yang di lakukan oleh Dr. Michal Katz-Leurer dari Tel Aviv Universty.

    Penelitian yang di lakukannya melibatkan 52 orang berusia antara 18 hingga 65 tahun yang semuanya mengalami nyeri pinggang yang akut. Dia kemudia melakukan dua tes penyembuhan dimana tipe tes pertama menggunakan tipe tes klinik, sementara tes penyembuhan yang kedua adalah dengan berjalan kaki.

    Yang mengejutkan adalah ternyata hasil pengobatan nyeri pinggang melalui olahraga jalan kaki memiliki hasil yang sama efektifnya dengan pengobatan yang biasa di lakukan di klinik. Sangat luar biasa bukan ?

    7. Meningkatkan mood

    7 Manfaat yang Bisa Kamu Peroleh dengan Berjalan Kaki Setiap Hariunsplash.com/Tyler Nix

    Butuh hiburan penghilang stres yang murah meriah? Lepas sendal jepitmu lalu silahkan jalan keliling kompleks selama 20-30 menit. Olahraga fisik seperti halnya berjalan-jalan santai menurut para ilmuan adalah cara yang sangat cocok untuk meningkatkan cairan endorphin yang ada dalam tubuh.

    Nah sedikit penjelasan mengenai endorphin, endorphin ini adalah cairan dalam tubuh yang bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit dan juga memicu perasaan senang atau bahagia. Efeknya kurang lebih sama dengan morfin hanya saja tidak menimbulkan efek kecanduan.

    Jadi tunggu apa lagi, mulailah untuk hidup lebih sehat dari hal termudah yang bisa Anda lakukan

     

     

    Sumber :

    • hellosehat
    • idntimes
    • alodokter
  • 7 Olahraga yang Bisa Dilakukan Dirumah. Hari Minggu Jangan Malas Olahraga!

    Sebagian orang di hari minggu menghabiskan waktunya untuk malas malasan, ada juga untuk pergi liburan dan ada juga penggiat olahraga. Anda termasuk yang mana? Olahraga itu harus dilakukan setiap hari lho, minimal 1 jam.

    Sebenarnya olahraga tidak harus keluar rumah, olahraga bisa dilakukan di rumah. Bagaimana caranya?

    Pada artikel kali ini akan membahas jenis olahraga yang mudah, murah dan bisa dilakukan di rumah. Jadi tidak ada lagi alasan untuk tidak olahraga di minggu ini.

    Hasil gambar untuk olahraga dirumah mudah laki laku

    Berikut beberapa olahraga yang bisa Anda lakukan dirumah:

    1. Jogging

    Anda tidak harus membeli alat treadmill agar bisa jogging dirumah. Cukup dengan memanfaatkan halaman di depan rumah, atau tempat yang sedikit lebih lapang untuk bisa melakukan jenis olahraga ini.

    Sebelum melakukan jogging, sebaiknya Anda melakukan pemanasan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan seperti cedera pada otot. Untuk waktu jogging juga tidak perlu terlalu lama, asalkan rutin dilakukan Anda bisa mendapatkan tubuh yang sehat.

    2. Gerakan Duduk-Berdiri

    Olahraga ini sangat mudah dilakukan, Anda cukup menyiapkan satu buah kursi sebagai medianya. Lakukan gerakan duduk selama tiga detik lalu berdiri. Lakukan gerakan tersebut berulang sesuai dengan irama.

    Saat melakukan gerakan ini, pastikan Anda duduk tanpa bersandar, posisi tubuh tegak, dengan tatapan lurus kedepan dan posisi perut ditarik kedepan.

    Gerakan ini berguna untuk melatih pernapasan dan melatih otot-otot kaki.

    3. Naik-Turun Tangga

    Jika rumah Anda memiliki dua lantai, Anda bisa memanfaatkan tangga yang ada untuk berolahraga. Olahraga ini, seperti olahraga jogging. Anda cukup berjalan menaiki dan menuruni tangga seperti jalan biasa. Lakukan gerakan ini secara berulang dan berirama.

    Menjelang akhir olahraga, tempo berjalan sedikit lebih cepat seperti berlari. Olahraga ini bertujuan melatih otot-otot kaki.

    4. Push-up

    Olahraga ini merupakan gerakan yang sangat mudah untuk dilakukan, karena anada bisa melakukannya dimana saja dengan ruangan yang kecil sekalipun. Gerakan Pus-up dimulai dengan posisi tidur tengkurap dengan tangan berada di samping kanan dan kiri badan, kemudian badan didorong keatas dengan kekuatan tangan denagn posisi badan dan kaki tetap lurus atau tegap.

    Kemudian turunkan badan tanpa menyentuh lantai dengan tetap menjaga posisi badan dan kaki tetap lurus. Lakukan gerakan tersebut secara berulang-ulang. Gerakan ini berguna untuk melatih kekuatan tubuh bagian atas dan kekuatan otot.

    5. Sit-up

    Sama seperti gerakan pus-up, gerakan sit-up ini juga sangat mudah dilakukan. posisi awal untuk gerakan ini adalah Anda berbaring dengan posisi kaki ditekuk dengan posisi telapak kaki menyentuh lantai. Atau kaki bisa dalam posisi lurus, posisi tangan bisa diluruskan kedepan, disilangkan didepan dada atau di ditekuk denga posisi telapak tangan tepat di belakang kepala.

    Kemudian angkat tubuh bagian atas hingga menyentuh lutut, lalu turunkan Anda hingga seperti posisi semula. Lakukan gerakan tersebut berulang-ulang semampu Anda. Gerakan ini berguna untuk melatih otot dibagian perut.

    6. Bridge

    Gerakan bridge ini bisa Anda lakukan dengan memanfaatkan lantai sebagai medianya. Posisi awal untuk gerakan ini adalah, Anda berbaring terlentang dengan posisi tangan berada disamping badan, kemudian tekuk lutut namun betis tetap lurus dengan telapak kaki menyentuh lantai.

    Kemudian angkat pinggul Anda hingga lurus dengan bahu, tahan selama tiga detik dan turunkan pinggul Anda secara perlahan. Lakukan gerakan tersebut secara berulang-ulang semampu yang Anda bisa.

    Gerakan ini berguna untuk melatih otot sekitar pinggul, dan otot bagian paha.

    7. Wall-sit

    Anda bisa memanfaatkan dinding yang ada untuk melakukan gerakan ini. Carilah area diding yang kosong, berdirilah tegak membelakangi dinding dengan bagian punggung menempel pada dinding. Lalu turunkan badan dengan menekuk lutut sehingga tubuh seperti pada posisi duduk di kursi, setelah tiga detik berdirilah kembali.

    Lakukan gerakan tersebut berulang-ulang semampu yang Anda bisa dengan irama yang sama. Gerakan ini berguna untuk melatih kekuatan otot perut dan otot bagian bawah tubuh.

    Nah itulah macam macam olahraga yang sangat sederhana. Pilihlah salah satu yang menurut anda mudah atau memang gerakan yang anda sukai. Ayo lakukan sekarang juga.

  • Sering Sakit Bagian Perut Saat Lari? Ini Penyebabnya.

    Lari adalah olahraga yang murah meriah. Selain mudah dilakukan juga tentu menyehatkan. Namun, tidak jarang perut terasa sakit ketika berlari. Mungkin Anda pernah mengalami, beberapa menit dari start awal berlari tiba-tiba terasa nyeri di perut bagian kiri.

    Sakit perut saat lari biasanya disebabkan oleh penyebab umum sebagai berikut:

    1. Teknik bernapas yang salah

    Cara bernapas dapat memengaruhi performa olahraga Anda secara keseluruhan. Saat Anda bernapas dengan cara yang salah, tubuh akan berusaha memperingatkan melalui rasa nyeri dan kram pada salah satu sisi perut. Inilah mengapa kram perut saat lari biasanya muncul pada salah satu sisi perut saja.

    2. Terlalu banyak makan atau minum sebelum berlari

    Anda mungkin pernah mendengar anjuran untuk tidak makan dan minum terlalu banyak sebelum berolahraga. Hal ini bukannya tanpa alasan, sebab perut yang terisi penuh akan menyulitkan Anda saat bernapas. Akibatnya, Anda mengalami sakit perut saat lari.

    3. Dehidrasi

    Asupan cairan sebelum berolahraga memang perlu dibatasi, tapi bukan berarti boleh dihilangkan sama sekali. Saat berolahraga, tubuh mengalihkan aliran darah dari perut menuju otot untuk mensuplai lebih banyak oksigen.

    Volume darah menuju sistem pencernaan pun berkurang dan akan bertambah buruk saat Anda mengalami dehidrasi. Dampaknya adalah kram, muntah, bahkan diare usai berolahraga.

    Jadi begitulah penyebab secara umum sakit perut bisa terjadi saat berlari.

    Nah Sahabat, anda dapat mencegah sakit perut saat lari dengan tips sederhana sebagai berikut:

    1. Lakukan Pemanasan

    Jika Anda tidak melakukan pemanasan sebelum berlari, maka wajar saja perut terasa sakit. Hal itu karena Anda tidak mempersiapkan tubuh terlebih dahulu sehingga terjadi kram di perut. Tanpa pemanasan, tubuh akan mengalami cedera atau kram.

    2. Hindari Berbicara Saat Berlari

    Bicara saat lari ternyata dapat mempengaruhi munculnya sakit pada perut. Bila berlari sambil bicara, udara akan masuk ke dalam perut sehingga menimbulkan rasa sakit tersebut. Jika Anda berlari bersama teman, sebaiknya hindari kegiatan mengobrol. Anda dapat bicara sepuasnya nanti ketika selesai berlari.

    3. Sebaiknya, Tidak Berlari Ketika Baru Saja Selesai Makan dan Minum

    Ketika Anda melakukan lari tepat setelah mengisi perut, hal ini dapat membuat perut Anda sakit. Sebab, saat itu lambung sedang memproses makanan dan minuman yang Anda konsumsi. Oleh karena itu, jika baru saja selesai makan atau minum sebaiknya Anda tidak buru-bur melakukan olahraga lari.

    Itulah tips yang bisa dilakukan untuk mencegah sakit perut saat lari. Jangan lupa olahraga. Semoga bermanfaat!

     

     

    Sumber :

    • satujam.com
    • hellosehat.com
  • 16 Manfaat Rajin Push Up Setiap Hari

    Push up adalah salah satu gerakan latihan yang sangat umum. Semua laki-laki dan perempuan bisa melakukan push up. Gerakan push up bisa dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Hal inilah yang membuat push up bisa dimasukkan dalam program latihan setiap hari. Anda bisa melakukan push up setelah bangun tidur atau saat sore hari.

    Ada berbagai manfaat push-up yang dapat diperoleh untuk kebugaran.  Manfaat push-up selain untuk melatih kekuatan, juga dapat membantu Anda mengurangi berat badan, meningkatkan keseimbangan tubuh, dan membuat jantung lebih sehat.

    Apa Saja Manfaat Push Up?

    [1] Menguatkan dan Membangun Otot di Bagian Tubuh Atas

    Ketika melakukan push up, semua otot utama di tubuh bagian atas akan dilatih, termasuk otot dada dan trisep. Oleh karenanya kalau Anda ingin memperkuat otot bagian ini, lakukan push up secara teratur. Tak cuma itu, push up juga membantu meningkatkan produksi HGH (hormon pertumbuhan) yang berperan dalam membangun massa otot. Dengan tubuh yang kuat dan padat, performa sehari-hari, baik dalam bekerja maupun berolahraga, dapat meningkat.

    [2] Menguntungkan Otot Tubuh Lainnya

    Tak hanya otot utama tubuh bagian atas, manfaat push up juga dapat dirasakan oleh otot-otot lainnya seperti leher, pundak/ belikat, bisep, paha, hamstring, hingga jari-jari kaki yang kesemuanya sangat jarang dilatih.

    [3] Meningkatkan Keseimbangan Tubuh

    Dibanding latihan ketahanan lainnya, push up merupakan salah satu yang paling aman untuk dilakukan karena tubuh berada dalam posisi seimbang saat melakukannya. Push up tak seperti bench press yang membatasi pergerakan tulang pundak/ belikat, sehingga sama sekali tidak beresiko menimbulkan nyeri karena cederanya tendon di sendi bahu.

    [4] Mencegah Nyeri Leher dan Pundak

    Dikarenakan otot-otot di bahu juga turut bergerak ketika Anda push up, maka kondisi rangkaian otot tersebut akan semakin fleksibel dan kuat sehingga tak mudah mengalami nyeri atau cedera.

    [5] Mencegah Nyeri Punggung Bawah

    Push up mampu menguatkan otot perut, pinggul bawah, serta punggung bawah, sehingga semuanya dapat menopang tulang belakang dengan baik. Karena batang tubuh jadi stabil, maka sakit punggung bawah dapat dicegah. Jadi kalau sehari-hari Anda sering membawa atau mengangkat banyak barang, maka lakukan olahraga ini secara rutin untuk mencegah nyeri punggung bawah.

    [6] Memperbaiki Postur yang Salah

    Ingin menjaga punggung tetap tegak dengan cara yang benar? Lakukan saja push up, karena olah raga ini menuntut pelakukanya untuk meluruskan punggung sehingga akan tetap tegak ketika berdiri.

    [7] Meningkatkan Ketangkasan

    Karena hampir semua bagian otot dan tubuh dilatih saat push up, maka badan otomatis menjadi fleksibel dan gesit. Akibatnya, melakukan olahraga atau kegiatan harian lainnya jadi lebih mudah dan tak melelahkan seperti sebelumnya.

    [8] Menyehatkan Tulang

    Manfaat push up yang satu ini tentu sangat baik, karena olah raga ini merupakan salah satu jenis latihan resistensi yang memanfaatkan bobot tubuh. Sama seperti latihan ketahanan lainnya, push up dapat membuat tulang lebih kuat dan sehat, khususnya bagian pergelangan tangan hingga bahu. Push up juga menjaga tulang agar tetap padat sehingga mencegah osteoporosis.

    [9] Meningkatkan Kadar Testosteron

    Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Strength and Conditioning Research mengungkapkan bahwa kadar testosteron akan meningkat saat serat otot dilatih. Dan bila hormon testosteron bertambah, maka resiko osteoporosis, obesitas, diabetes, serta tekanan darah tinggi akan menurun.

    [10] Menyehatkan Jantung

    Meski bukan termasuk olahraga kardio seperti lari, namun push up juga bermanfaat menyehatkan jantung karena mampu merangsang sirkulasi darah dalam tubuh. Kalau peredaran darah lancar, maka kerja jantung jadi lebih ringan.

    [11] Membantu Menurunkan Berat Badan

    Push up dan latihan resistensi lain mungkin takkan membakar kalori sebanyak latihan aerobik, namun karena olahraga ini membangun otot, maka kalori akan lebih cepat terbakar. Push up juga dapat meningkatkan kecepatan tubuh dalam bermetabolisme sehingga membantu menurunkan berat badan.

    [12] Praktis dan hemat

    Manfaat push up berikutnya adalah olahraga ini murah meriah karena tak memerlukan peralatan khusus untuk melakukannya. Selain itu, Anda juga dapat melakukannya di mana saja, tanpa perlu harus ke gym.

    [13] Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

    Selain mengonsumsi makanan sehat, 4 sehat 5 sempurna, tubuh harus aktif agar daya tahan tubuh meningkat. Dengan melakukan push up secara rutin, maka tubuh akan terpacu untuk berusaha mencapai kebugaran sehingga bisa melakukannya secara rutin setiap hari. Aliran darah menjadi lancar, maka otomatis sel-sel pertahanan tubuh menjadi aktif sehingga tidak gampang sakit.

    [14] Perut Menjadi Six Pack

    Jika sebelumnya perut Anda adalah one pack, maka manfaat push up bisa menjadikannya lebih macho “six-pack” atau menjadi indah bagi kaum wanita. Gerakan push up yang turut mengencangkan otot-otot perut akan mempercepat pembakaran lemak di perut dan sekaligus membentuk otot perut yang ideal. Baca juga 11 Cara Menghilangkan Lemak di Perut Secara Efektif

    [15] Payudara Kencang

    Memiliki payudara sehat dengan ukuran yang ideal dan juga kencang tentu menjadi dambaan semua wanita. Sebenarnya ukuran bisa dibentuk apabila teksturnya kencang, jadi percuma berukuran besar kalau tidak kencang. Di sinilah olah raga push up berperan.

    [16] Menyukseskan Program Diet

    Bagi yang saat ini sedang menjalani program diet untuk mendapatkan berat badan dan bentuk tubuh ideal, maka push up adalah oleh raga yang tepat. Manfaat push up tentu saja akan membantu membakar lemak pada tubuh. Gerakan push up akan membakar lemak terkhusus pada bagian tubuh yang otot-ototnya terlibat, seperti lengan, bahu, dada, perut, bahkan pinggul.

    Demikianlah manfaat push up untuk kesehatan kita. Salah satu cara untuk mendapatkan tubuh yang sehat, bugar, dan berat badan ideal, adalah dengan melakukan push-up secara teratur. Buang jauh-jauh rasa malas dan beragam alasan, mulailah berpikir tentang seluruh manfaat push-up yang bisa Anda dapatkan.

    Namun jangan berlebihan juga ya, karena olahraga yang berlebihan bisa menyebabkan cedera.

     

     

    Sumber :

    • alodokter
    • manfaat
    • honestdoc
  • Makanan Yang Wajib Dimakan Sebelum Berolahraga

    Untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar, kita memang harus menerapkan pola hidup yang sehat seperti mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, dan menghindari rokok serta minuman beralkohol. Makanan yang akan Anda konsumsi sebelum dan setelah berolahraga juga harus diatur. Agar manfaat dari olahraga bisa Anda dapatkan. Sebab, jika Anda tetap menerapkan pola makan sembarangan sebelum dan setelah berolahraga, maka manfaat olahraga tidak sepenuhnya dapat Anda rasakan.

    Dibawah ini adalah contoh contoh makanan yang dapat membantu manfaat olahraga anda maksimal, diantaranya:

    Oatmeal sehat

    Makanan yang Harusnya Dikonsumsi Sebelum Olahraga Pagi, Cek Yuk!

    Makanan yang harusnya dikonsumsi sebelum olahraga pagi yang pertama adalah oatmeal. Oatmeal ini merupakan makanan yang sangat ideal dikonsumsi sebelum olahraga di pagi hari. Makanan ini juga cukup berat  untuk memberikan energy utamanya jika Anda menambahkan buah ketika sedang mengonsumsinya. Selain itu, oatmeal juga tidak terlalu mengenyangkan sehingga tidak akan menghalangi Anda untuk olahraga.

    Biji – bijian

    Makanan yang Harusnya Dikonsumsi Sebelum Olahraga Pagi, Cek Yuk!

    Biji – bijian seperti halnya buncis, kacang dan lentil merupakan suatu sumber protein dan karbohidrat kompleks yang sangat baik. Makanan jenis yang satu ini akan membuat Anda merasa kenyang dan mendapatkan energy yang cukup untuk waktu yang lama. Walau begitu, Anda bisa tambahkan sedikit saja biji – bijian atau kacang di makanan Anda karena kalau terlalu banyak mengonsumsi biji – bijian hal ini dapat menjadi penyebab produksi gas didalam perut akhirnya meningkat.

    Brown rice dan ayam

    Makanan yang Harusnya Dikonsumsi Sebelum Olahraga Pagi, Cek Yuk!

    Untuk Anda yang memiliki waktu olahraga setelah makan siang, baiknya Anda coba mengonsumsi brown rice ini yang kemudian dicampur bersama daging ayam. Baiknya Anda hindari makanan yang mengandung terlalu banyak kalori karena akan membuat aktivitas olahraga pagi Anda tetap sama saja hasilnya. Anda juga akan dapatkan protein cukup dari daging ayam yang Anda konsumsi dalam sajian yang perlu Anda santap sebelum olahraga pagi ini.

    Roti dan telur

    Makanan yang Harusnya Dikonsumsi Sebelum Olahraga Pagi, Cek Yuk!

    Roti dan telur merupakan sarapan favorit untuk kebanyakan orang dan bukannya tanpa alasan. Roti yang dipadukan dengan telur orak arik atau keju rendah lemak merupakan suatu sumber protein yang baik karena makanan yang satu ini juga penuh akan kandungan nutrisi yang sangat direkomendasikan Anda konsumsi sebelum olahraga pagi. Anda akan dapatkan nutrisi kompleks dari menyantapnya sebelum olahraga pagi.

    Itulah makanan yang harus dikonsumsi sebelum berolahraga. Selain enak makanan diatas dapat membuat olahraga menjadi maksimal.

     

     

    Sumber :

    • flff.org
    • planetolahraga.com

     

  • Hanya Melakukan Olahraga di Weekend Boleh Saja Asalkan …

    Sebagian orang diluar sana banyak yang menginginkan olahraga. Olahraga bagus untuk dilakukan karena selain menyehatkan tubuh juga mencegah penyakit penyakit. Namun saat ini banyak yang terjadi pada orang orang tertentu yang ingin berolahraga tapi sibuk dengan aktivitas yang dijalankannya sehari hari. Setidaknya orang itu menyempatkan olahraga di waktu akhir pekan.

    Menurut Center for Disease Control and Prevention, olahraga yang rutin dilakukan akan menurunkan risiko berbagai penyakit degeneratif, seperti diabetes mellitus, penyakit jantung koroner, stroke, dan berbagai penyakit kronis lainnya. Namun, sebuah penelitian telah membuktikan bahwa melakukan olahraga hanya di akhir pekan juga bisa menurunkan semua risiko tersebut.

    Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Internal Medicine ini, meneliti tentang seberapa efektif durasi olahraga untuk mencegah semua serangan penyakit kronis. Kemudian para peneliti mengajak sebanyak 64 ribu orang dewasa untuk menjadi partisipan dalam penelitian ini. Penelitian yang dilakukan selama 18 tahun oleh para ahli dari University of Sydney dan Loughborough University ini meminta partisipan untuk mengisi kuesioner yang berisi tentang kapan saja mereka berolahraga dan jenis olahraga apa yang sering dilakukan.

    Lalu di akhir penelitian diketahui bahwa kelompok orang yang melakukan olahraga di akhir pekan saja memiliki peluang 41% lebih rendah untuk mengalami berbagai penyakit jantung, jika dibandingkan dengan kelompok orang yang tidak melakukan aktivitas fisik dan mempunyai gaya hidup sedentari. Selain itu, risiko penyakit kanker juga menurun hingga 18% pada orang yang melakukan olahraga di akhir pekan – atau menghabiskan satu atau dua harinya – daripada orang yang tidak aktif.

    Boleh saja jika hanya sempat berolahraga saat weekend, tapi…

    Sebenarnya, sesuai dengan anjuran World Health Organization dan Kementerian Kesehatan RI, aktivitas fisik harus dilakukan oleh orang dewasa (19 -64 tahun) sebanyak 30 menit per hari dan dilakukan setidaknya 5 hari dalam satu minggu, dengan intensitas olahraga yang sedang. Atau Anda juga dapat melakukan olahraga satu kali dalam seminggu tetapi dengan durasi yang cukup lama, yaitu 150 menit dengan intensitas olahraga sedang. Durasi ini harus dicapai untuk mempertahankan dan menjaga status kesehatan Anda. Tentu saja durasi ini belum termasuk apabila Anda ingin membentuk otot-otot tubuh, Anda harus bekerja lebih keras dari pada itu.

    Pertanyaannya, apakah melakukan olahraga selama 150 menit dalam satu kali waktu sanggup Anda lakukan? Apalagi Anda baru memulai untuk membiasakan diri berolahraga rutin, bisa jadi aktivitas ini sangat berat bagi Anda. Demi menghabiskan waktu 150 menit tersebut, Anda harus melakukan olahraga dengan intensitas sedang seperti berjalan cepat, melakukan senam aerobik, dan bersepeda.

    Apabila Anda sanggup untuk melakukan olahraga di akhir pekan dengan durasi sebanyak 150 menit, maka hal ini tidak masalah. Tetapi, jika memang fisik Anda kurang kuat, sebaiknya membagi-bagi durasi olahraga tersebut ke dalam beberapa hari agar tidak menjadi sangat berat. Misalnya, Anda bisa berjalan santai atau menyempatkan bersepeda setiap hari selama kurang lebih 20 menit. Asalkan tetap aktif dan tidak menerapkan gaya hidup sedentari yang memiliki risiko berbagai penyakit kronis.

    Semoga bermanfaat

     

     

    Referensi : Hellosehat