Tag: lari

  • Minimal 30 Menit Jalan Kaki Dalam Sehari. Ini Manfaat Yang Akan Dirasakan

    Jangan malas atau takut lelah untuk melakukan olahraga jalan kaki. Bahkan jika Anda mengalami masalah dengan lutut atau kaki Anda, jangan jadikan hal ini sebagai alasan untuk tidak berolahraga. Anda bisa menyiasatinya dengan berjalan ringan.

    Sebenarnya untuk memiliki tubuh yang bugar kita tak perlu meluangkan waktu lama berolahraga. Cukup 30 menit sehari maka sejumlah perubahan nyata pun akan dirasakan.

    Berjalan kaki adalah olahraga yang sering direkomendasikan dokter. Jenis latihan ini bisa dilakukan siapa saja, tua-muda, gemuk-kurus, cuma dibutuhkan sepasang sepatu, dan tentu saja niat.

    Untuk menambah motivasi kamu mulai melakukan rutin jalan kaki, ketahui apa saja efek positif yang akan dirasakan tubuh setelahnya:

    1. Meningkatkan fungsi otak

    7 Manfaat yang Bisa Kamu Peroleh dengan Berjalan Kaki Setiap Hariindianexpress.com

    Sebuah penelitian dari New Mexico Highlands University (NMHU) mengungkapkan bahwa tekanan yang diterima oleh kaki saat kita berjalan atau berlari dapat meningkatkan suplai darah yang di kirimkan ke otak.

    Ini adalah hal yang sangat bermanfaat mengingat darah adalah media pengantar bahan makanan dan juga oksigen bagai seluruh organ-organ tubuh termasuk otak. Peningkatan suplai darah ke otak ini tentu juga meningkatkan jumlah makanan dan oksigen yang di terimanya. Hal inilah yang membuat otak bisa berfungsi jauh lebih optimal.

    Tidak mengherankan jika banyak orang yang bisa menemukan ide-ide brilian saat mereka sedang jalan-jalan pagi. Alasannya sederhana, otak mereka berfungsi jauh lebih baik saat itu.

    2. Menyehatkan jantung

    7 Manfaat yang Bisa Kamu Peroleh dengan Berjalan Kaki Setiap Hari

    Sejauh ini telah cukup banyak penelitian yang menunjukkan bahwa olahraga jalan kaki memiliki manfaat yang sangat besar bagi jantung. Salah satu di antaranya terjadi pada tahun 2013 dimana para peneliti dari California mengumpulkan sebanyak 33,060 pelari dan 15,045 pejalan kaki untuk melakukan sebuah penelitian.

    Setelah enam tahun berjalan para peneliti ini menemukan bahwa berlari ataupun hanya sekedar berjalan kaki secara rutin sama-sama dapat mengurangi resiko terkena serangan jantung, stroke, kolestrol, dan juga diabetes.

    3. Meningkatkan kreativitas

    7 Manfaat yang Bisa Kamu Peroleh dengan Berjalan Kaki Setiap HariYoutube.com

    Steve Jobs adalah termasuk tipe orang yang suka mondar-mandir dalam ruangan saat sedang melakukan meeting. Kamu juga mungkin suka mondar-mandir kan saat sedang memikirkan sesuatu. Pertanyaannya, kenapa hal ini kita lakukan ?

    Sebuah fakta mengejutkan dari Stanford University menunjukkan bahwa berjalan-jalan dapat meningkatkan kreatifitas seseorang hingga 60 perse jika di bandingkan saat sedang duduk. Siapa sangka hal simpel seperti berjalan kaki dapat membuat kita menjadi lebih kreatif. Luar biasa!

    4. Mengurangi berat badan

    Badan kamu gemuk tapi malas olahraga berat ? Coba lakukan aktivitas jalan kaki secara rutin setiap hari. Aktifitas jalan kaki memang bukanlah metode paling ideal untuk menurunkan berat badan, tapi metode ini boleh dikata sangat cocok untuk para pemula.

    Katherine Zeratsky, R.D., L.D. melalui mayoclinic.org menjelaskan bahwa berjalan kaki memang betul-betul bisa mengurangi berat badan tapi itu semua tergantung dari tiga hal:

    1. Masalah intensitas berjalan kamu, apakah cepat atau lambat. Semakin cepat semakin bagus.
    2. Masalah durasi, semakin jauh durasinya maka semakin bagus.
    3. Masalah diet yang kamu jalani. Jika ingin menurunkan berat badan maka berolahraga itu penting, tapi memperhatikan kalori yang masuk ke tubuh jauh lebih penting.

    Jangan sampai kalori yang masuk ke tubuh saat makan justru jauh lebih besar dari yang telah berhasil dibakar saat olahraga.

    5. Membantu melancarkan pencernaan

    7 Manfaat yang Bisa Kamu Peroleh dengan Berjalan Kaki Setiap Harilivergastrocare.com

    Aktivitas apa yang biasa kamu lakukan setelah selsai makan? Jika kamu seperti orang pada umumnya maka sudah pasti jawabannya adalah duduk. Entah duduk sambil bermain HP, merokok, menonton TV dan lain sebagainya.

    Duduk sesaat setelah selesai makan tentu jauh lebih baik ketimbang langsung meringkuk di atas pembaringan. Tapi jika kamu ingin manfaat yang lebih baik, maka jangan duduk tapi berjalan-jalanlah santailah sesaat. Mungkin sekitar 10 -15 menit.

    Sebuah penelitian yang di adakan di Jerman pada tahun 2008 yang lalu menemukan bahwa berjalan-jalan santai setelah makan dapat mempercepat pergerakan makanan yang ada di dalam tubuh. Itu artinya makanan yang baru saja kita konsumsi bisa jauh lebih cepat dicerna dari biasanya.

    6. Mengurangi nyeri pinggang

    7 Manfaat yang Bisa Kamu Peroleh dengan Berjalan Kaki Setiap Haritexasback.com

    Cara paling sederhana untuk mengurangi nyeri sendi yang umumnya disarankan oleh dokter di seluruh dunia adalah berjalan kaki. Pernyataan ini di perkuat oleh sebuah penelitian yang di lakukan oleh Dr. Michal Katz-Leurer dari Tel Aviv Universty.

    Penelitian yang di lakukannya melibatkan 52 orang berusia antara 18 hingga 65 tahun yang semuanya mengalami nyeri pinggang yang akut. Dia kemudia melakukan dua tes penyembuhan dimana tipe tes pertama menggunakan tipe tes klinik, sementara tes penyembuhan yang kedua adalah dengan berjalan kaki.

    Yang mengejutkan adalah ternyata hasil pengobatan nyeri pinggang melalui olahraga jalan kaki memiliki hasil yang sama efektifnya dengan pengobatan yang biasa di lakukan di klinik. Sangat luar biasa bukan ?

    7. Meningkatkan mood

    7 Manfaat yang Bisa Kamu Peroleh dengan Berjalan Kaki Setiap Hariunsplash.com/Tyler Nix

    Butuh hiburan penghilang stres yang murah meriah? Lepas sendal jepitmu lalu silahkan jalan keliling kompleks selama 20-30 menit. Olahraga fisik seperti halnya berjalan-jalan santai menurut para ilmuan adalah cara yang sangat cocok untuk meningkatkan cairan endorphin yang ada dalam tubuh.

    Nah sedikit penjelasan mengenai endorphin, endorphin ini adalah cairan dalam tubuh yang bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit dan juga memicu perasaan senang atau bahagia. Efeknya kurang lebih sama dengan morfin hanya saja tidak menimbulkan efek kecanduan.

    Jadi tunggu apa lagi, mulailah untuk hidup lebih sehat dari hal termudah yang bisa Anda lakukan

     

     

    Sumber :

    • hellosehat
    • idntimes
    • alodokter
  • Sering Sakit Bagian Perut Saat Lari? Ini Penyebabnya.

    Lari adalah olahraga yang murah meriah. Selain mudah dilakukan juga tentu menyehatkan. Namun, tidak jarang perut terasa sakit ketika berlari. Mungkin Anda pernah mengalami, beberapa menit dari start awal berlari tiba-tiba terasa nyeri di perut bagian kiri.

    Sakit perut saat lari biasanya disebabkan oleh penyebab umum sebagai berikut:

    1. Teknik bernapas yang salah

    Cara bernapas dapat memengaruhi performa olahraga Anda secara keseluruhan. Saat Anda bernapas dengan cara yang salah, tubuh akan berusaha memperingatkan melalui rasa nyeri dan kram pada salah satu sisi perut. Inilah mengapa kram perut saat lari biasanya muncul pada salah satu sisi perut saja.

    2. Terlalu banyak makan atau minum sebelum berlari

    Anda mungkin pernah mendengar anjuran untuk tidak makan dan minum terlalu banyak sebelum berolahraga. Hal ini bukannya tanpa alasan, sebab perut yang terisi penuh akan menyulitkan Anda saat bernapas. Akibatnya, Anda mengalami sakit perut saat lari.

    3. Dehidrasi

    Asupan cairan sebelum berolahraga memang perlu dibatasi, tapi bukan berarti boleh dihilangkan sama sekali. Saat berolahraga, tubuh mengalihkan aliran darah dari perut menuju otot untuk mensuplai lebih banyak oksigen.

    Volume darah menuju sistem pencernaan pun berkurang dan akan bertambah buruk saat Anda mengalami dehidrasi. Dampaknya adalah kram, muntah, bahkan diare usai berolahraga.

    Jadi begitulah penyebab secara umum sakit perut bisa terjadi saat berlari.

    Nah Sahabat, anda dapat mencegah sakit perut saat lari dengan tips sederhana sebagai berikut:

    1. Lakukan Pemanasan

    Jika Anda tidak melakukan pemanasan sebelum berlari, maka wajar saja perut terasa sakit. Hal itu karena Anda tidak mempersiapkan tubuh terlebih dahulu sehingga terjadi kram di perut. Tanpa pemanasan, tubuh akan mengalami cedera atau kram.

    2. Hindari Berbicara Saat Berlari

    Bicara saat lari ternyata dapat mempengaruhi munculnya sakit pada perut. Bila berlari sambil bicara, udara akan masuk ke dalam perut sehingga menimbulkan rasa sakit tersebut. Jika Anda berlari bersama teman, sebaiknya hindari kegiatan mengobrol. Anda dapat bicara sepuasnya nanti ketika selesai berlari.

    3. Sebaiknya, Tidak Berlari Ketika Baru Saja Selesai Makan dan Minum

    Ketika Anda melakukan lari tepat setelah mengisi perut, hal ini dapat membuat perut Anda sakit. Sebab, saat itu lambung sedang memproses makanan dan minuman yang Anda konsumsi. Oleh karena itu, jika baru saja selesai makan atau minum sebaiknya Anda tidak buru-bur melakukan olahraga lari.

    Itulah tips yang bisa dilakukan untuk mencegah sakit perut saat lari. Jangan lupa olahraga. Semoga bermanfaat!

     

     

    Sumber :

    • satujam.com
    • hellosehat.com
  • Jangan Khawatir Bagi Yang Napas Pendek Ingin Berolahraga. Ini Olahraga yang Aman

    Olahraga tak perlu diragukan lagi manfaatnya bagi kesehatan. Semua orang disarankan untuk berolahraga, tak terkecuali Anda yang memiliki napas pendek. Napas pendek umumnya dialami oleh mereka yang menderita gangguan pernapasan kronis (COPD atau Chronic obstructive pulmonary disease) seperti asma. Kondisi ini memang menyulitkan ketika Anda berolahraga. Namun, jika tidak berolahraga, otot jadi lemah dan itu artinya semakin banyak oksigen yang Anda butuhkan ketika melakukan kegiatan rutin sehari-hari seperti memasak atau berbelanja. Karena itu, dokter tetap menganjurkan orang dengan napas pendek untuk tetap berolahraga. Ketika otot-otot Anda kuat, bernapas menjadi lebih mudah. Yang penting, pilihlah jenis latihan fisik yang tidak menyulitkan napas Anda seperti :

    Bersepeda

    Olahraga satu ini memang sedang naik daun beberapa waktu belakangan. Banyak sekali pengendara sepeda yang memadati jalanan, terlebih ketika hari bebas kendaraan bermotor alias Car Free Day. Tak hanya untuk orang normal, kamu yang memiliki nafas pendek juga sangat disarankan untuk rutin bersepeda. Nah, olahraga sepeda yang baik untuk nafas pendek adalah sepeda statis seperti yang kamu lihat di pusat kebugaran.

    Berjinjit

    Bagaimana berjinjit bisa menjadi jenis olahraga untuk nafas pendek yang disarankan? Memang, berjinjit terkesan sangat sederhana dan mudah dilakukan. Meski begitu, kalau kamu rutin melakukannya, aktivitas ini dapat membuat kamu lebih kuat untuk berjalan jauh.

    Berjinjit yang bisa kamu coba adalah dengan berpegangan pada meja atau sandaran kursi. Sembari berjinjit, kamu bisa menahan nafas selama beberapa detik. Kemudian, hembuskan nafas perlahan sembari kamu kembali ke posisi semula.

    Berjalan Kaki

    Bagi kamu yang baru memulai latihan berolahraga, jalan kaki menjadi pilihan yang tepat untuk dilakukan. Pasalnya, olahraga murah meriah ini bisa kamu lakukan di mana saja, mulai dari di lingkungan rumah, mengelilingi lapangan, bahkan hingga di dalam pusa perbelanjaan sembari melihat-lihat berbagai macam barang. Lakukan setiap hari dengan durasi yang ditambah, baik waktu maupun jarak tempuhnya. Tak perlu terburu-buru, berjalan kakilah perlahan-lahan tetapi tetap konsisten.

    Angkat Beban

    Tidak sembarang angkat beban, ya, kamu harus menyesuaikan berat bebannya dengan kemampuan kamu. mengangkat beban yang terlalu berat justru berbahaya bagi kamu yang bernafas pendek. Awali dengan mengisi dua botol air mineral seberat 600 ml, lalu secara bertahap tambah bebannya jika kamu merasa sudah lebih mampu mengontrol nafas ketika mengangkatnya.

    Berlatih Diafragma

    Terakhir dan yang tidak kalah pentingnya adalah berlatih diafragma. Kamu harus tahu, kunci pernafasan yang baik dan sehat berasal dari paru-paru dan diafragma yang kuat. Coba ambil posisi telentang dan letakkan salah satu tangan di bawah diafragma, sementara tangan yang lain di dada. Tariklah nafas secara perlahan melalui hidung hingga perut kamu naik ke atas, lalu hembuskan melalui mulut. Supaya lebih maksimal, lakukan secara rutin tiga sampai empat kali dalam sehari.

    Itu tadi beberapa jenis olahraga untuk nafas pendek yang bisa dicoba. Sebelum berolahraga, jangan lupa untuk melakukan pemanasan atau peregangan untuk menghindari terjadinya cedera otot.

    Semoga bermanfaat!

     

     

     

     

    Sumber :

    • meetdoctor.com
    • halodoc.com