Skip to main content

Nyeri saat beraktivitas sehari-hari sering kali dianggap sepele. Padahal, kondisi ini bisa menghambat produktivitas dan menurunkan kualitas hidup lho. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab serta cara mengatasinya agar Anda tetap nyaman saat melakukan aktivitas sehari-hari. 

Nyeri saat beraktivitas sehari-hari dapat dialami siapa saja, baik pekerja kantoran, ibu rumah tangga, hingga lansia dan remaja yang aktif. Rasa nyeri ini bisa muncul secara tiba-tiba saat bergerak, berolahraga, atau bahkan ketika melakukan aktivitas ringan, seperti membungkuk dan mengangkat barang. 

Nyeri saat beraktivitas bisa disebabkan oleh beragam faktor, mulai dari postur tubuh yang salah, kurangnya pemanasan, hingga gangguan pada sendi dan otot. Jika dibiarkan begitu saja, rasa nyeri ini dapat mengganggu produktivitas dan menurunkan kualitas hidup lho. 

Dengan mengenali penyebab nyeri sejak dini, Anda dapat mengambil langkah pencegahan dan penanganan yang sesuai agar keluhan tidak semakin parah di kemudian hari.

Inilah Penyebab Nyeri Saat Beraktivitas Sehari-Hari

Berikut ini adalah beberapa penyebab nyeri saat beraktivitas sehari-hari yang perlu diketahui:  

1. Postur tubuh yang salah

Postur tubuh yang salah, seperti duduk membungkuk, berdiri terlalu lama dengan posisi tidak seimbang, atau mengangkat barang tanpa teknik yang benar, bisa menyebabkan nyeri saat beraktivitas sehari-hari lho. Ini karena otot dan sendi akan bekerja lebih keras dari seharusnya. Akibatnya, otot dan sendi akan menjadi tegang, cepat lelah, pegal, dan kaku. dan mengalami tekanan berlebih. 

Dengan kata lain, postur tubuh yang kurang tepat saat beraktivitas sehari-hari akan mengganggu keseimbangan tubuh sehingga mudah menimbulkan keluhan nyeri, terutama pada punggung, leher, bahu, atau pinggang.

Namun, jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat memicu peradangan, gangguan pada sendi, dan meningkatkan risiko cedera lho.  

2. Kurang pemanasan atau peregangan

Kurang pemanasan atau peregangan bisa menyebabkan nyeri saat beraktivitas sehari-hari. Hal ini terjadi karena karena otot dan sendi belum siap bekerja secara optimal. 

Saat tubuh langsung dipaksa bergerak tanpa pemanasan, otot yang masih kaku dan aliran darah yang belum lancar membuat jaringan tubuh lebih mudah tegang atau cedera. Akibatnya, risiko munculnya keluhan seperti kram, nyeri otot, atau bahkan terkilir jadi lebih tinggi.

3. Faktor usia

Seiring bertambahnya usia, kekuatan otot, sendi, dan jaringan tubuh cenderung melemah. Nah, hal inilah yang membuat tubuh lebih rentan mengalami kelelahan dan cedera, terutama saat melakukan aktivitas sehari-hari. 

Selain itu, proses penuaan juga dapat menyebabkan cairan pada sendi berkurang sehingga keluhan nyeri saat beraktivitas sehari-hari muncul. 

4. Obesitas atau kelebihan berat badan

Nyeri saat beraktivitas sehari-hari juga bisa disebabkan oleh kelebihan berat badan dan obesitas. Ini karena sendi dan otot harus menahan beban tubuh yang lebih berat dari biasanya. 

Nah, tekanan berlebih ini paling sering dirasakan pada lutut, pinggang, dan pergelangan kaki. Akibatnya, nyeri saat beraktivitas sehari-hari mudah muncul, apalagi jika dilakukan terus-menerus tanpa istirahat.

Selain itu, berat badan berlebih juga dapat memicu peradangan pada jaringan tubuh yang semakin memperparah keluhan nyeri. 

5. Cedera ringan

Cedera ringan dapat menimbulkan nyeri saat beraktivitas sehari-hari. Hal ini karena otot, sendi, atau jaringan tubuh yang terkena cedera masih dalam tahap pemulihan. Jika bagian yang cedera tetap dipaksa bergerak atau digunakan seperti biasa, rasa nyeri akan lebih mudah muncul.

Contohnya, jika Anda mengalami keseleo atau terkilir, rasa nyeri bisa timbul setiap kali melakukan aktivitas atau gerakan tertentu, apalagi jika belum benar-benar sembuh. Oleh karena itu, penting untuk memberi waktu istirahat agar tubuh pulih dan mengurangi risiko nyeri yang berulang saat beraktivitas.

6. Penyakit sendi atau otot

Penyakit sendi atau otot bisa menjadi salah satu penyebab munculnya nyeri saat beraktivitas sehari-hari. Penyakit sendi atau otot, seperti radang sendi, asam urat, rematik, dan fibromyalgia bisa menyebabkan penderitanya merasakan nyeri, terutama saat berjalan, naik tangga, dan mengangkat barang.

Jika tidak ditangani dengan baik, nyeri ini bisa mengganggu aktivitas dan menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Cara Mengatasi dan Mencegah Nyeri Saat Beraktivitas Sehari-Hari

Nyeri yang muncul saat melakukan aktivitas sehari-hari tentu bisa mengganggu kenyamanan dan produktivitas. Agar keluhan ini tidak semakin parah, penting untuk mengetahui langkah penanganan yang tepat sekaligus cara mencegahnya. 

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat membantu mencegah dan mengurangi nyeri saat beraktivitas sehari-hari: 

  • Kompres dingin atau hangat pada area yang nyeri untuk mengurangi rasa nyeri. 
  • Perbaiki postur tubuh dengan duduk, berdiri, dan berjalan dengan tegap.
  • Lakukan pemanasan dan peregangan sebelum mulai beraktivitas atau berolahraga. 
  • Istirahat secara berkala dan jangan memaksakan tubuh untuk terus aktif tanpa jeda, terutama pada aktivitas yang membutuhkan gerakan berulang.
  • Jaga berat badan ideal dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan kalsium, protein, dan vitamin D.
  • Olahraga secara rutin, seperti berjalan kaki, yoga, dan berenang.
  • Bagi lansia atau penderita gangguan sendiri, gunakan alat bantu, seperti tongkat atau penopang lutut untuk mengurangi tekanan dan nyeri saat beraktivitas sehari-hari.

Di samping itu, jika diperlukan, Anda bisa minum obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen. Namun, agar penggunaannya tetap aman, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter lebih dahulu.

Setiap orang bisa mengalami nyeri saat beraktivitas sehari-hari dengan tingkat keluhan yang berbeda-beda. Meski sering dianggap ringan, nyeri yang terjadi terus-menerus atau sering kambuh sebaiknya tidak diabaikan ya. Soalnya, kondisi ini dapat memengaruhi produktivitas dan kualitas hidup.