Tag: Vitamin C

  • Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh dengan Makanan Ini

    Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh dengan Makanan Ini

    Memberi makan tubuh Anda dengan makanan tertentu dapat membantu menjaga sistem kekebalan Anda. Jika Anda sedang mencari cara untuk mencegah flu dan infeksi lain, maka langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mengunjungi pasar atau toko bahan makanan terdekat.

    Berikut daftar makanan yang mampu menjadi penguat sistem kekebalan tubuh seperti dilansir di laman National Accord, Kamis (19/11).

    1. Buah sitrus

    Kebanyakan orang langsung beralih pada vitamin C saat masuk angin. Itu karena jenis vitamin tersebut membantu membangun sistem kekebalan tubuh Anda. Vitamin C dianggap meningkatkan produksi sel darah putih yang merupakan kunci melawan infeksi. Hampir semua buah jeruk mengandung vitamin C yang tinggi dengan variasi yang bisa dipilih.

    Sangat mudah untuk menambahkan perasan vitamin ini ke makanan apa pun. Buah jeruk yang populer termasuk jeruk bali, jeruk, clementine, jeruk keprok, lemon dan jeruk nipis. Fakta bahwa tubuh Anda tidak memproduksi atau menyimpannya. Anda membutuhkan vitamin C setiap hari untuk kesehatan yang berkelanjutan.

    2. Paprika merah

    Jika Anda berpikir buah jeruk memiliki vitamin C paling banyak dari buah atau sayuran apa pun, pikirkan lagi. Paprika merah mengandung hampir tiga kali lebih banyak vitamin C dibanding jeruk, yaitu 127 miligram. Paprika merah juga merupakan sumber beta karoten yang kaya.

    Selain meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda, vitamin C membantu Anda menjaga kesehatan kulit. Beta karoten yang diubah tubuh Anda menjadi vitamin A yang dapat membantu menjaga kesehatan mata dan kulit Anda.

    3. Bawang putih

    Bawang putih adalah bahanmakanan sehatyang ditemukan di hampir setiap resep makanan atau masakan di dunia. Ini menambah sedikit tenaga pada makanan dan itu harus dimiliki untuk kesehatan Anda.

    Peradaban awal menyadari nilainya dalam memerangi infeksi. Bawang putih juga dapat memperlambat pengerasan arteri. Ada juga bukti bahwa bawang putih membantu menurunkan tekanan darah, meskipun penelitian tidak membuktikan lebih banyak tentang fakta itu. Sifat meningkatkan kekebalan tubuh oleh bawang putih tampaknya berasal dari konsentrasi tinggi senyawa yang mengandung sulfur seperti allicin.

    4. Bayam

    Bayam berisi banyak antioksidan dan beta karoten. Ia juga kaya vitamin C, yang keduanya meningkatkan kemampuan melawan infeksi dari sistem kekebalan tubuh.

    Mirip dengan brokoli, bayam paling sehat jika dimasak dengan proses sesedikit mungkin untuk mempertahankan nutrisinya. Namun, memasak ringan membuatnya lebih mudah untuk menyerap vitamin A dan memungkinkan nutrisi lain dilepaskan dari asam oksalat dan antinutrien.

    5. Brokoli

    Brokoli kaya akan vitamin dan mineral. Dengan vitamin A, C, dan E, serat, dan banyak antioksidan lainnya, brokoli menjadi salah satu sayuran tersehat yang bisa Anda taruh di piring Anda.

    Kunci untuk mempertahankan kekuatannya adalah dengan memasaknya sesedikit mungkin atau lebih baik lagi, tidak sama sekali. Penelitian menunjukkan, mengukus adalah cara terbaik untuk menyimpan lebih banyak nutrisi dalam makanan.

     

    source : republika

  • Harus Tetap Waspada Walau Jenuh Melanda

    Harus Tetap Waspada Walau Jenuh Melanda

    Psikolog yang juga Direktur Minauli Consulting Medan Dra Irna Minauli MSi mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 saat ini membuat warga jenuh, tetapi mengharuskan masyarakat tetap waspada. “Wabah Covid-19 ini lama-kelamaan menimbulkan stres sehingga kita mulai merasa tidak nyaman,” ujar Minauli di Medan, Senin (12/10).

    Ia menyebutkan, beberapa orang kemudian mencoba mencari hiburan dengan pergi keluar rumah, dan ke tempat-tempat keramaian atau bahkan hiburan. Mereka merasa, hal itu tidak berdampak apapun pada dirinya dan keluarga atau orang-orang yang dikenalnya, tetapi kemudian mulailah timbul keraguan tentang adanya bahaya penularan atau penyebaran Covid-19 ini.

    “Terlebih ketika mereka mempercayai pendapat orang-orang tertentu yang meragukan keberadaan virus corona,” ujarnya.

    Minauli mengatakan, kesadaran biasanya baru muncul kembali ketika mereka melihat atau mendengar langsung orang yang terinfeksi virus corona dan dampaknya. “Pada saat itu biasanya kita akan belajar dari apa yang dilakukan orang lain,” ucap dia.

    Ia menjelaskan, ketika mereka berhasil sembuh dari penyakit Covid-19 ini misalnya dengan cara pengobatan tertentu atau mengonsumsi vitamin C dosis tinggi, minum obat herbal, berjemur dan berolahraga, maka orang lain akan menirunya. “Tidak mengherankan jika obat-obatan saat atau jamu-jamuan tertentu menjadi laris di pasaran,” katanya.

    Ia menegaskan, kewaspadaan terhadap penularan Covid-19 harus tetap dijaga termasuk disiplin dalam penerapan protokol kesehatan. Menurut dia, mencegah tertular virus itu lebih baik daripada mengobatinya.

     

    source : antara

  • Tips Daya Tahan Tubuh Kuat Dengan Penuhi Kebutuhan Vitamin Harian

    Menjaga asupan vitamin C dan B penting untuk menjaga daya tahan tubuh

    Di antara berbagai cara untuk menjaga daya tahan tubuh, salah satunya memperhatikan kebutuhan asupan vitamin yang masuk ke tubuh lewat makanan terutama vitamin C dan B.

    Medical Expert Combiphar, dr. Carlinda Nekawaty, mengatakan, dalam kondisi normal, kebutuhan vitamin C pada orang dewasa adalah 75-90 mg/hari. Sementara, kebutuhan vitamin B harian rata-rata yakni B1 – 1,2 mg/hari, B2 – 1,3-1.6 mg/hari, B3 – 12-15 mg/hari, B5 – 5 mg/hari, B6 – 1,3mg/hari, B7 – 30 mcg/hari, B9 – 400 mikrogram/hari, dan B12 – 2,4 mikrogram/hari.

    Jumlah kebutuhan kedua vitamin itu akan lebih tinggi bagi kelompok yang cukup rentan seperti ibu hamil dan masyarakat usia lanjut.

    Agar kebutuhan harian vitamin harian Anda tercukupi, Carlinda menyarankan Anda mengonsumsi sumber makanan bervitamin setiap hari. Asupan vitamin terbaik untuk daya tahan tubuh yakni alami dan berasal dari sayur dan buah dengan kandungan vitamin C dan B.

    Kebutuhan vitamin C bisa didapatkan dari buah dan sayuran seperti jeruk, jambu biji, pepaya, tomat, wortel dan bayam. Sementara untuk vitamin B Kompleks dari kacang-kacangan, pisang, alpukat, ditambah dengan susu, telur, daging, dan ikan.

    “Untuk mendapatkan komposisi vitamin yang tepat, lebih baik jika takaran sayur dan buah yang dikonsumsi adalah 48-95 gram per hari,” tutur Carlinda.

    Selain itu, batasi konsumsi gula. Konsumsi makanan tinggi glukosa tak hanya meningkatkan gula darah tapi juga mencuri mikronutrien penting dalam tubuh. Gula darah tinggi menyebabkan penyerapan vitamin seperti vitamin C terhambat. Selain itu, mineral penting, seperti kalsium, magnesium, kromium, dan zinc, juga lebih sulit diserap tubuh.

    Selanjutnya, lengkapi kebutuhan asupan vitamin dengan suplemen jika tak cukup dari makanan. Konsumsilah suplemen dengan dosis tepat agar tubuh dapat bekerja dengan maksimal melakukan fungsinya.

    “Kekurangan vitamin C dan B akan berpotensi timbulkan anemia, penyakit jantung, dan menurunnya sistem imunitas. Jika berlebihan, juga dapat menimbulkan risiko mulai dari diare hingga batu ginjal. Karenanya, dosis tambahan seperti pada vitamin C, sangat disarankan agar tidak melampaui 500 mg kecuali atas petunjuk dokter,” kata Carlinda.

     

    source : antara

  • Vitamin C Meningkatkan Kekebalan Tubuh Hingga Tampilan Kulit

    Vitamin C dikenal juga sebagai asam askorbat  adalah antioxidan terbaik yang berperan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Vitamin C dapat ditemukan di berbagai buah dan sayuran. Sumber vitamin C antara lain jeruk, anggur, stroberi, buah kiwi, brokoli, bayam, kubis, tomat, kentang serta paprika merah dan hijau.

    Vitamin C punya beberapa fungsi penting bagi kesehatan tubuh. Sebagai vitamin esensial, setidaknya tubuh membutuhkan 75 mg (untuk wanita) sampai 90 mg (pria) vitamin C setiap harinya. Dikenal berkhasiat mencegah sariawan, meningkatkan kekebalan tubuh, antioksidan kuat ini juga berguna untuk menurunkan risiko penyakit kronis. Juga berperan untuk menormalkan tekanan darah tinggi, menurunkan risiko serangan jantung, hingga menurunkan kadar asam urat darah. Manfaat ekstra mengkonsumsi rutin vitamin C berguna untuk mencegah kekurangan zat besi dan meningkatkan sistem imun tubuh. Juga mencegah terjadinya demensia.

    Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan penyakit skorbut atau scurvy, yang ditandai dengan kelemahan, kelelahan, anemia, sesak napas, luka lama sembuh, perubahan suasana hati, dan depresi.

    Kadar vitamin C yang rendah juga terkait dengan banyak masalah kesehatan, seperti kekebalan yang buruk, gusi berdarah, dan gigi tanggal. Karena tubuh tidak dapat memproduksi vitamin yang larut dalam air ini, maka penting untuk memasukannya ke dalam makanan harian.

    Vitamin C mendapat banyak perhatian karena manfaat kesehatannnya. Itu sebabnya fakta bahwa sistem kekebalan yang melemah dapat membuat seseorang rentan terhadap infeksi, termasuk Covid-19.

    Para ahli memperingatkan bahwa orang dengan sakit bawaan dan sistem kekebalan tubuh yang lemah memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi serius Covid-19. Mengambil langkah-langkah untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh pun menjadi hal penting saat ini.

    Vitamin C dianggap sebagai salah satu vitamin terbaik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Menurut laman WebMD, vitamin C membantu membangun sistem kekebalan dengan memperkuat sel-T dan membantu membuat lebih banyak sel kekebalan tubuh.

    Vitamin C juga membantu sel sehat tetap hidup. Kekurangan vitamin C, bahkan bisa membuat seseorang lebih rentan jatuh sakit. Vitamin C juga dapat memperpendek episode salesma dan membantu mencegah komplikasi serius.

    Manfaat kesehatan lain dari vitamin C ialah membantu seseorang terlihat lebih muda dengan mendukung produksi kolagen yang meningkatkan tampilan kulit. Vitamin C juga membantu menjaga kesehatan pembuluh darah, tulang, dan tulang rawan.

    Di samping itu, vitamin C membantu mencegah kanker dengan memblokir kerusakan yang disebabkan radikal bebas, yang dapat meningkatkan risiko kanker. Namun, penelitian lebih lanjut masih dilakukan.

    Lantas, vitamin C membantu penyembuhan luka dan mendukung pertumbuhan dan perkembangan normal. Vitamin C pun membantu tubuh menyerap zat besi.

    Jumlah vitamin C harian yang direkomendasikan bervariasi menurut usia dan jenis kelamin. Menurut Mayo Clinic, mengonsumsi terlalu banyak vitamin C tampaknya tidak berbahaya, tetapi dapat menyebabkan sejumlah gejala, seperti sakit perut, mual, diare, muntah, maag, sakit kepala, dan insomnia.

    Vitamin C adalah nutrisi penting yang dibutuhkan agar tetap sehat. Dengan makan makanan yang bervariasi dan seimbang, seseorang bisa mendapatkan jumlah vitamin C yang cukup. Menerapkan pola makan bervariasi yang kaya akan semua nutrisi akan membantu Anda tetap sehat dan bugar. Selain itu, ikuti semua pedoman keselamatan jika ingin menjauhkan diri dari Covid-19 atau pilek dan flu.

     

     

    Reference :

    Jovee.id

    Republika.id

  • Apakah Vitamin Bisa Membantu Cegah Tertular COVID-19?

    Masker, hand sanitizer, sabun cuci tangan, dan disinfektan lainnya terlihat melayang dari rak-rak toko. Dengan semakin banyaknya kasus positif COVID-19 yang terkonfirmasi di Indonesia, penjualan suplemen dan vitamin ikut meroket. Masyarakat berharap dengan mengonsumsi vitamin dan suplemen dapat cegah penularan COVID-19 dan membantu mereka terhindar dari si virus.

    Mereka membeli dan menyetok suplemen vitamin C. Karena memang sudah menjadi sifat alami manusia mencari bantuan tambahan untuk melindungi dirinya dari suatu bahaya. Namun, apakah dengan mengkonsumsi vitamin dan suplemen adalah cara terbaik untuk membantu cegah tertular COVID-19? Berikut ulasannya.

    Apakah Pil Vitamin Bisa Cegah Tertular COVID-19?

    Dilansir Insider, Dr. Caroline Apovian, Direktur Nutrition and Weight Management Center Boston Medical Center mengatakan mengkonsumsi pil suplemen atau pil vitamin bukan cara terbaik cegah COVID-19.“Jauh lebih penting untuk mencuci tangan daripada mengambil tablet hisap zinc,” kata Apovian.

    Belum ada penelitian yang berhasil menemukan bukti kuat bahwa vitamin dan suplemen memiliki manfaat yang signifikan. Sangat sedikit bukti bahwa suplemen dan vitamin pil dapat memberikan kekebalan terhadap SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19.

    Reputasinya sebagai sebagai penambah imun sangat popular membuat banyak dari kita biasanya mengkonsumsi vitamin C saat terkena flu. Tapi faktanya, tidak mungkin untuk membantu orang melawan COVID-19. Kecuali untuk orang yang memiliki kurang gizi, para ahli mengatakan vitamin ataupun suplemen pil tidak mencegah seseorang jadi tidak sakit jika bersentuhan dengan patogen seperti COVID-19.

    “Saya berpikir mengonsumsi vitamin bisa jadi pilihan baik. Tapi yang jelas ini tidak akan mencegah COVID-19,” ujar Apovian memastikan penambahan multivitamin baik bagi mereka yang kekurangan gizi. Apovian mengingatkan bahwa jangan sampai konsumsi vitamin membuat seseorang malah melupakan cara pencegahan COVID-19 lainnya.

    Ada sejumlah cara tindakan pencegahan yang bisa diambil untuk cegah risiko terinfeksi COVID-19 selain dengan mengkonsumsi vitamin. Seperti sering mencuci tangan dengan sabun, hindari menyentuh wajah, dan menjaga jarak sosial. “Orang-orang tidak dapat mengonsumsi suplemen dan berpikir bahwa mereka kebal dan tidak memerlukan tindakan pencegahan lain,” terang Apovian.

    Beberapa suplemen dapat memberikan sedikit manfaat meski seringkali suplemen atau vitamin semacam itu dijual dengan harga mahal. Apovian menyarankan daripada untuk membeli suplemen atau vitamin lebih baik untuk menghemat uang.

    Konsumsi pil vitamin dan suplemen tidak beri manfaat signifikan

    Dengan semakin meningkatnya angka kasus positif COVID-19 di Indonesia tentu saja kita mencari cara untuk tetap sehat dan mengkonsumsi vitamin dengan jumlah banyak. Padahal terlalu banyak mengkonsumsi vitamin ataupun pil suplemen tidak terlalu membantu meningkatkan sistem imun tubuh. Malah jika berlebihan bisa berakibat buruk bagi kesehatan.

    Vitamin C misalnya adalah vitamin yang larut dalam air. Jika Anda mengkonsumsi lebih dari yang dapat disimpan tubuh Anda, maka vitamin C hanya dibuang melalui urin dan dibuang di toilet. Terlebih lagi, mengonsumsi terlalu banyak vitamin C juga dapat menyebabkan diare dan mual.

    Bukannya cegah infeksi malah diare, tentunya anda tidak ingin mengalami diare karena mengkonsumsi vitamin berlebihan, apalagi dalam kondisi ancaman COVID-19 seperti sekarang.

    Dalam beberapa kasus, vitamin dosis tinggi bisa berakibat buruk bagi kesehatan Anda.

    Peneliti Johns Hopkins, Edgar Miller, M.D. dan Lawrence Appel, M.D. menganalisis bukti baru yang menemukan bahwa multivitamin harian tidak efektif mencegah kanker, penyakit jantung, dan demensia. Hasil ini, dalam konteks penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa suplemen beta-karoten dan vitamin E dosis tinggi sebenarnya bisa berbahaya.

    “Kebanyakan suplemen tidak mencegah penyakit kronis atau kematian, penggunaannya tidak dibenarkan, dan mereka harus dihindari,” tulis Dr Appel dalam penelitian tersebut.

    Beberapa multivitamin memiliki sedikit manfaat, beberapa tidak memiliki manfaat tapi tidak berbahaya, tapi ada yang tidak memiliki manfaat dan berbahaya.

    Dilansir dari halaman website John Hopkins Medicine, Dr. Appel menemukan bahwa vitamin E bisa berbahaya dalam dosis besar dan beta-karoten sebenarnya dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru pada perokok.

    Untuk meningkatkan sistem imun tubuh disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat seimbang yang mencakup semua nutrisi penting dan tidur yang cukup. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur dapat menurunkan kekebalan tubuh.

  • Pentingnya Bagi Ibu Hamil Memenuhi Kebutuhan Vitamin C Harian

    Vitamin C adalah salah satu nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Nutrisi ini ada pada sayur, buah, dan beberapa jenis polong-polongan. Namun, tahukah Anda kenapa vitamin C sangat penting untuk ibu hamil? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini.

    Kenapa vitamin C penting untuk ibu hamil?

    Vitamin C dikenal juga dengan asam askorbat adalah vitamin yang larut dalam air. Di dalam tubuh, vitamin ini berperan sebagai antioksidan untuk melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

    Radikal bebas merupakan senyawa yang terbentuk ketika tubuh mengubah makanan menjadi energi. Orang-orang juga terpapar senyawa ini dari lingkungan, seperti asap rokok, populasi, sinar ultraviolet dari matahari, dan bahan kimia pabrik.

    Selain itu, tubuh juga membutuhkan vitamin C untuk membuat kolagen, yakni protein yang berperan dalam penyembuhan luka dan menjaga kekenyalan kulit. Jika kebutuhan vitamin C untuk ibu hamil terpenuhi dengan baik, kesehatan sang ibu akan lebih terjaga.

    Namun, peran vitamin C tidak hanya itu saja. National Institute of Health menyebutkan vitamin C juga membantu tubuh menyerap zat besi dari makanan jadi lebih maksimal. Nah, zat besi ini masuk dalam daftar nutrisi yang wajib bagi ibu hamil. Itu artinya, vitamin C mendukung kesehatan janin di dalam perut.

    Studi pada Public Library of Science menunjukkan bahwa ibu hamil yang kekurangan vitamin C, dapat menghambat perkembangan otak janin. Area otak yang terhambat adalah hippocampus, yakni bagian otak besar yang bertugas untuk menyimpan memori.

    Kondisi tersebut dapat anak lahir dengan masalah daya ingat, sehingga akan sulit untuk belajar maupun bersosialisasi. Terhambatnya perkembangan otak bayi tidak dapat diperbaiki, sekalipun bayi ketika lahir diberi asupan vitamin C yang cukup. Inilah alasan pentingnya ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan vitamin C setiap hari dari makanan.

    Selain itu, periset juga menyebutkan kelompok orang yang rentan kekurangan vitamin C, yakni wanita yang kurang mengonsumsi makanan bernutrisi, memiliki kebiasaan merokok, dan tidak mengikuti saran dokter untuk minum tablet multivitamin.

    Berapa banyak asupan vitamin C untuk ibu hamil?

    Kebutuhan vitamin pada setiap wanita itu berbeda-beda, biasanya dilihat dari usia. Menurut Angka Kecukupan Gizi, wanita usia 19 hingga 49 tahun membutuhkan asupan vitamin C sebesar 75 mg. Nah, saat hamil maka kebutuhannya akan bertambah 10 mg.

    Contohnya, Ani yang berusia 23 tahun membutuhkan 75 mg vitamin C setiap hari. Di tahun yang sama, ia hamil sehingga kebutuhan vitamin C meningkat, dari 75 mg menjadi 85 mg per hari.

    Kebutuhan vitamin tersebut bisa didapat dari berbagai makanan, contohnya jeruk, brokoli, pisang, kacang hijau, paprika, atau apel. Agar lebih mudah menghitung asupan vitamin C harian dalam makanan yang dikonsumsi, jangan ragu untuk konsultasi pada dokter kandungan maupun ahli gizi.

    Perlukah ibu hamil minum suplemen vitamin C?

    Selama vitamin C masih bisa dipenuhi lewat makanan, ibu hamil tidak diharuskan untuk minum suplemen. Apalagi pilihan makanan yang mengandung vitamin c sangat bervariasi sehingga tidak membuat sang ibu bosan untuk memakannya.

    Pada kasus tertentu, suplemen vitamin C boleh diminum oleh ibu hamil, namun dengan izin dokter. Tujuannya, untuk mencegah kelebihan dosis sekaligus efek samping yang tidak diinginkan yang bisa mengganggu kesehatan ibu dan janin.

     

    Sumber: hellosehat.com

  • Khasiat Dahsyat Lemon Bagi Tubuh

    Para penyuka pola makan sehat mungkin sudah sangat familiar dengan khasiat lemon yang dapat membantu turunnya berat badan. Tapi ternyata, lemon juga dapat melancarkan pencernaan.

    Dilansir dari Reader’s Digest, Senin (13/8), lemon memiliki banyak manfaat terhadap tubuh. Apa saja manfaat-manfaat tersebut? Simak di bawah ini.

    Menurunkan Berat Badan

    Air lemon adalah teman baik mereka yang sedang program diet. Seorang ahli gizi dan juga penulis buku Belly Fat Diet for Dummies, Erin Palinski-Wade, mengatakan bahwa polifenol dalam lemon dapat membantu mengurangi nafsu makan. Selain itu, polifenol juga dapat mencegah naiknya berat badan.

    Menjaga Daya Tahan Tubuh

    Vitamin C yang terdapat dalam buah sitrus seperti lemon dapat memberi dorongan pada sistem kekebalan tubuh. Salah satu manfaat dari air lemon adalah membantu mencegah terjadinya infeksi.

    “Lingkungan asam di dalam perut berfungsi sebagai penghalang yang menghalangi patogen yang menyebabkan penyakit. Dengan menelan makanan yang sangat asam seperti jus lemon, Anda berkontribusi terhadap lingkungan asam tersebut,” kata Direktur Medis Cleveland Clinic’s Wellness Enterprise, Roxanne B. Sukol.

    Menurut The Cleveland Clinic, zat kimia yang terdapat di dalam lemon yang dikenal sebagai fitonutrien, memiliki sifat antioksidan yang juga dapat membantu melindungi tubuh dari penyakit.

    Melancarkan Pencernaan

    Manfaat lain dari air lemon adalah asamnya dapat membantu mencerna makanan. Palinski-Wade berkata bahwa flavonoid sitrus dalam lemon membantu asam dalam lambung memecah makanan, yang mana dapat meningkatkan pencernaan secara keseluruhan.

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 30 persen pria dan wanita yang berumur lebih dari 60 tahun memiliki gastritis astrofi, suatu kondisi yang ditandai dengan sedikitnya asam lambung. Maka dari itu, asam yang terdapat air lemon sangat penting bagi orang-orang yang mengidap kondisi tersebut.

    Vitamin C

    Buah sitrus merupakan sumber vitamin C. menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat, seperempat cangkir jus lemon menghasilkan 23,6 mg vitamin C. Vitamin C adalah antioksidan yang sangat kuat yang membantu melindungi sel terhadap radikal bebas. Selain itu, menurut National Institutes of Health, vitamin C dapat membantu melindungi kita dari penyakit kardiovaskular dan kanker.

    Lebih Muda

    Sebuah penelitian dari Inggris menunjukkan bahwa asupan vitamin C yang lebih tinggi dikaitkan dengan terjadinya sedikit kerutan di kulit. Palinski-Wade berkata bahwa vitamin C adalah nutrisi yang dapat melawan kerusakan radikal bebas, vitamin C juga dapat melindungi kulit karena efeknya terhadap kolagen.

    Fungsi Hati

    Menurut Palinski-Wade, air lemon meningkatkan hidrasi secara keseluruhan yang mana dapat membantu meningkatkan fungsi semua organ dalam tubuh termasuk hati. Ia juga mengatakan bahwa dalam penelitian terhadap hewan menemukan bahwa flavonoid sitrus dalam lemon dapat melindungi hati dari racun dan mengurangi lemak di hati.

    Kadar Kalium

    Tidak hanya pisang, tetapi lemon juga merupakan sumber yang baik untuk meningkatkan kadar kalium dalam tubuh.

    “Kalium ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran dalam jumlah besar. Kalium merupakan elemen yang sangat penting untuk fungsi sel dan metabolisme,” kata Sukol.

    Batu Ginjal

    Batu ginjal seringkali berkembang sebagai akibat dari dehidrasi. Maka dari itu, salah satu manfaat air lemon adalah membantu membersihkan ginjal dan mencegah terjadinya penumpukan. Sukol mengatakan bahwa beberapa batu ginjal merupakan hasil dari pengendapan garam kalsium.

    Asam dari lemon dapat membantu menjaga batu agar tidak bersatu. Air beraroma lemon belum terbukti merupakan sebuah diuretik. Meningkatnya buang air kecil kemungkinan besar merupakan akibat dari meminum banyak cairan. Meski begitu, hal tersebut sangat membantu menjaga batu ginjal.

     

    Sumber : Republika.co.id