Tag: tulang belakang

  • Posisi Duduk yang Salah Dapat Menyebabkan Saraf Bermasalah

    Posisi duduk menjadi posisi ternyaman dan sering dilakukan untuk
    mengistirahatkan tubuh. Namun, meski sering menjadi posisi favorit, posisi duduk yang
    salah dapat menimbulkan masalah pada saraf.

    Benarkah Salah Duduk Menyebabkan Saraf Bermasalah?

    Posisi duduk yang salah bisa menyebabkan postur tubuh menjadi buruk. Postur yang salah
    ini kemudian bisa menyebabkan saraf terjepit. Pada kasus salah duduk, biasanya saaraf yang
    terkena adalah saraf siatik yang berada di punggung bawah. Namun, kondisi ini bisa dirasakan pada leher atau pergelangan tangan tergantung posisi seseorang. Selain postur tubuh yang salah, duduk dalam waktu yang lama juga bisa sebabkan saraf terjepit

    Saraf terjepit timbul akibat tekanan dari jaringan di sekitar saraf, contohnya seperti otot, tulang maupun tulang rawan. Tekanan ini mengganggu kerja saraf, sehingga timbul rasa beberapa hari atau minggu dengan perawatan konservatif serta istirahat yang cukup. Jika kondisinya cukup parah, operasi mungkin diperlukan.

    Diagnosis Cedera Saraf Tulang Belakang

    Proses diagnosis diawali dengan menanyakan gejala yang timbul, serta riwayat penyakit dan tindakan medis yang pernah dijalani pasien. Pada kecelakaan, dokter akan menanyakan kejadiannya secara rinci, terutama mekanisme benturan yang dialami oleh pasien. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk tes saraf, misalnya menguji kekuatan otot dan kemampuan pasien merasakan rangsangan (misalnya sentuhan ringan atau tusukan benda tajam berukuran kecil seperti peniti).

    Setelah itu, dokter akan melakukan beberapa tes untuk melihat kondisi tulang belakang pasien. Tes yang digunakan dalam mendiagnosis cedera saraf tulang belakang adalah:

    • Foto Rontgen.

    Pencitraan ini biasanya dilakukan apabila terdapat dugaan bahwa terjadi cedera saraf tulang belakang pada pasien yang mengalami kecelakaan. Foto Rontgen juga dapat berfungsi untuk mendeteksi masalah lain pada tulang belakang, seperti tumor atau patah tulang.

    • CT scan.

    Tes ini berfungsi menampilkan gambar yang lebih baik dari foto Rontgen dalam menunjukkan adanya kelainan pada tulang belakang. Gambar yang dihasilkan CT scan adalah dari beberapa sudut pandang, sehingga memudahkan dokter dalam mendeteksi suatu kelainan.

    • MRI.

    Tes ini menggunakan energi magnet dan gelombang radio dalam menghasilkan gambar. Berfungsi sama seperti CT scan, MRI digunakan untuk memudahkan dokter dalam mengamati kondisi tulang belakang.

    Pengobatan Cedera Saraf Tulang Belakang

    Penanganan cedera saraf tulang belakang harus dilakukan dengan segera. Jika tidak, hal ini dapat memengaruhi lama masa pemulihan dan menyebabkan komplikasi.

    Penanganan awal cedera saraf tulang belakang dilakukan setelah kecelakaan berlangsung. Pasien akan dipasangkan penyangga leher agar tidak terjadi pergerakan pada tulang belakang. Gerakan yang terjadi pada tulang belakang dapat membuat kondisi cedera yang ada semakin memburuk. Kemudian, pasien akan diletakkan pada penyangga khusus untuk dibawa ke rumah sakit.

    Setelah sampai di rumah sakit, dokter akan melakukan tindakan yang berfokus pada kemampuan bernapas pasien, mencegah terjadinya syok, serta menjaga kestabilan penyangga tulang belakang agar tidak menyebabkan kerusakan yang lebih parah. Penanganan yang diberikan juga bertujuan untuk mengurangi kemungkinkan komplikasi, seperti gangguan berkemih atau buang air besar, gangguan pada saluran pernapasan, jantung, atau pembuluh darah, dan gangguan pembekuan darah.

    Dalam hal ini, beberapa upaya yang dilakukan dokter, meliputi:

    Pemberian obat. Suntikan methylprednisolone diberikan untuk menangani cedera saraf tulang belakang yang akut. Namun, karena memiliki efek samping, penggunaan obat ini harus dengan pengawasan penuh oleh dokter. Pembedahan. Pembedahan dilakukan untuk membuang potongan-potongan tulang, benda asing, atau retakan tulang belakang yang ada di tubuh akibat kecelakaan. Pembedahan juga diperlukan untuk mencegah serta memperbaiki kelainan bentuk dan posisi tulang belakang. Setelah kondisi pasien stabil dan membaik, dokter akan menjalankan prosedur fisioterapi. Dalam masa rehabilitasi, pasien akan diberikan arahan oleh dokter untuk melatih kekuatan otot dan mengembalikan kemampuan bergerak. Dokter juga akan memberikan obat untuk mengatasi rasa nyeri, jika diperlukan.

    Pasien yang belum pulih dan mengalami gejala berupa kelumpuhan, dianjurkan untuk menggunakan alat penunjang khusus. Salah satu peralatan penunjang yang dapat membantu pasien cedera saraf tulang belakang adalah kursi roda elektrik.

    Masa pemulihan cedera saraf tulang belakang dapat berbeda-beda pada tiap pasien. Pemulihan biasanya berlangsung sekitar 1 minggu hingga 6 bulan. Pada beberapa kasus, waktu yang dibutuhkan pasien untuk kembali pulih bisa mencapai 1-2 tahun.

    Komplikasi Cedera Saraf Tulang Belakang

    Komplikasi yang dapat terjadi akibat cedera saraf tulang belakang meliputi:

    • Gangguan buang air besar
    • Gangguan buang air kecil dan infeksi saluran kemih
    • Pneumonia atau infeksi paru
    • Penggumpalan darah
    • Otot yang tegang
    • Nyeri yang tak kunjung hilang

    Pencegahan Cedera Saraf Tulang Belakang

    Umumnya, cedera saraf tulang belakang terjadi karena kecelakaan. Maka dari itu, pencegahan yang dapat dilakukan adalah:

    • Berkendara dengan aman dan patuhi rambu lalu lintas yang ada.
    • Gunakan perlengkapan keselamatan selama berkendara atau berolahraga.
    • Saat melakukan aktivitas luar ruangan, seperti menyelam (diving) atau panjat tebing, konsultasikan risiko dan cara meminimalkannya dengan instruktur yang berpengalaman.
    • Berhati-hati dalam beraktivitas dengan memperhatikan keadaan sekeliling, terutama saat di kamar mandi.

    Jika melihat seseorang mengalami kecelakaan dan berpotensi menderita cedera saraf tulang belakang, berikut adalah hal-hal yang perlu Anda lakukan:

    • Hindari menggerakan tubuhnya, karena dapat memperburuk kondisi.
    • Segera hubungi rumah sakit.
    • Letakkan handuk atau kain tebal di kedua sisi leher, agar lehernya tidak bergerak. Apabila masih sadar, beri tahu korban untuk tidak bergerak.
    • Lakukan pertolongan pertama, misalnya menghentikan perdarahan yang terjadi dengan membalut dan menekan luka menggunakan kain bersih.

    Sumber :

    • halodoc.com
    • alodokter.com
  • Rutinkan 30 Detik Planking dan Rasakan Manfaatnya!

    Olahraga yang murah, tidak perlu alat alat dan bisa dilakukan dimana saja adalah plank. Anda bisa melakukan plank ditengah kesibukan anda. Karena plank hanya membutuhkan beberapa detik saja. Lakukan plank sekitar 30 detik atau lebih lama lebih bagus. Meskipun hanya 30 detik tetapi jika dilakukan konsisten tiap harinya akan membuahkan banyak manfaat.

    plank yang benar

    Berikut ini adalah manfaat-manfaat yang anda bisa rasakan dari latihan plank, Diantaranya :

    Menurunkan risiko cedera di punggung dan tulang belakang

    Melakukan latihan plank adalah jenis latihan yang memungkinkan Anda untuk membangun otot namun tidak memberikan terlalu banyak tekanan pada tulang belakang atau pinggul.

    Menurut American Council on Exercise, melakukan latihan plank secara teratur tidak hanya secara signifikan mengurangi sakit punggung tetapi juga memperkuat otot-otot punggung Anda, terutama di daerah sekitar punggung bagian atas.

    Anda akan mengalami peningkatan metabolisme tubuh secara menyeluruh

    Latihan plank adalah cara terbaik “menantang” seluruh bagian tubuh Anda, dengan melakukannya setiap hari akan membakar kalori dibanding latihan perut tradisional lainnya, seperti sit-up, otot-otot perut Anda akan semakin kuat. Latihan ini sangat cocok untuk Anda yang mempunyai kebiasaan menghabiskan waktu kerja di depan komputer. Pastikan melakukan latihan plank minimal sekitar 10 menit untuk membantu mendorong proses metabolisme tubuh Anda.

    Memperbaiki postur tubuh

    memperbaiki postur tubuh

    Melakukan latihan plank sangat membantu dalam memperbaiki postur tubuh Anda, sehingga membuat Anda memiliki postur yang tegak dan stabil. Melalui penguatan bagian inti tubuh Anda, yang memberikan efek pada leher, bahu, dada dan punggung.

    Memperbaiki keseimbangan tubuh

    keseimbangan tubuh

    Pernahkah Anda merasa bahwa ketika Anda mencoba berdiri dengan satu kaki, Anda tidak bisa berdiri tegak lebih dari beberapa detik? Hal ini bukan karena Anda sedang mabuk namun karena otot perut Anda tidak cukup kuat untuk memberikan keseimbangan yang Anda butuhkan. Untuk membantu meningkatkan keseimbangan tubuh Anda, Anda dapat melakukan latihan plank menyamping. Selain itu dapat memperbaiki performa Anda saat melakukan jenis latihan yang lain.

    Menjadi lebih fleksibel

    Fleksibilitas adalah manfaat utama dari melakukan latihan plank secara teratur, latihan plank akan memperbaiki otot bagian bawah, otot bahu, tulang belikat, dan tulang selangka, memberikan peregangan paha belakang, lengkungan kaki Anda, dan jari-jari kaki. Sehingga tubuh Anda menjadi lebih lentur dan mudah mengikuti gerakan dari beberapa latihan olahraga lainnya.

    Latihan plank adalah jenis latihan yang mudah untuk dilakukan, namun bila Anda memiliki masalah kesehatan ada baiknya Anda melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memulai latihan.

     

     

    Rujukan dan referensi :