Tag: Tsunami

  • Detik-Detik Tsunami Terjang Pantai Banten Hingga Lampung

    Bangunan warung hancur di tepi jalan raya Anyer, Sabtu (22/12). Sekitar pukul 21.45 gelombang ombak pasang menerpa Pantai Anyer, Banten.

    Bangunan warung hancur di tepi jalan raya Anyer, Sabtu (22/12). Sekitar pukul 21.45 gelombang ombak pasang menerpa Pantai Anyer, Banten.

    Tsunami bersamaan dengan terjadinya gelombang tinggi.

    Malam Minggu ceria menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru berubah menjadi kepanikan mencekam saat gelombang tinggi menerjang kawasan pesisir Kabupaten Pandeglang di Provinsi Banten, termasuk daerah Pantai Anyer.

    Gelombang tinggi Sabtu (22/12) pukul 21.10 WIB tidak hanya menerjang permukiman, penginapan, dan fasilitas wisata di kawasan pantai barat Banten, namun juga menyapu sebagian kawasan pesisir Provinsi Lampung. Alat pengukur gelombang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi gelombang dengan rata-rata tinggi satu hingga dua meter di wilayah Banten dan Lampung.

    Perangkat BMKG merekam ketinggian gelombang di wilayah Serang 0,9 meter pukul 21.27 WIB, Banten 0,35 meter pada pukul 21.33 WIB, Kota Agung-Lampung 0,36 meter pada pukul 21.35 WIB, dan Pelabuhan Panjang 0,28 meter pada pukul 21.53 WIB. Menurut BMKG itu adalah tsunami.

    Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BKMG Rahmat Triyono menjelaskan tsunami masuk ke daratan sekitar pukul 21.30 WIB.

    “Walaupun tsunaminya hanya kecil, tetapi karena bersamaan ada gelombang tinggi membuat gelombang tsunami masuk hingga ke daratan karena memang kaitannya pada durasi,” kata Rahmat. Ia menambahkan daya tsunami meningkat karena terjadi bersamaan dengan gelombang pasang bulan purnama.

    Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan tsunami itu bukan dipicu oleh aktivitas seismik tektonik. Dia memastikan seismograf tidak mencatat adanya gempa bumi akibat pergeseran lempeng bumi yang kerap menimbulkan tsunami. Kejadian itu bersamaan dengan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

    “Tidak ada gejala seismisitas tektonik yang memicu tsunami sehingga setelah tadi berkoordinasi dengan Badan Geologi, bahwa diduga akibat erupsi tersebut, baik kemungkinan bisa langsung atau secara tidak langsung memicu terjadinya tsunami,” kata Dwikorita pada Ahad dini hari.

    Erupsi gunung berapi dapat menyebabkan tsunami di laut jika terdapat aktivitas vulkanik yang menghasilkan energi untuk menyebabkan gelombang tsunami seperti longsoran material vulkanis, longsoran lereng gunung, atau bahkan lontaran material vulkanis.

    Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar dalam telekonferensi pada Ahad dini hari menjelaskan lembaganya akan memeriksa morfologi dari gunung itu untuk memastikan penyebab gelombang tsunami. Rudy mengungkapkan Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi sejak 29 Juni hingga saat ini. Pada Sabtu (22/12), gunung itu mengalami beberapa letusan strombolian, melontarkan material vulkanis ke udara.

    “Aktivitas letusan-letusan ini memang terjadi bukan hanya malam ini saja tetapi sudah terjadi hampir tiap hari dengan tipe letusan strombolian jadi lontaran material gunung api ke atas,” katanya.

    Badan Geologi mencatat pada Sabtu petang hingga malam, pos pengamatan merekam letusan terjadi pukul 19.00 WIB dan 21.03 WIB. “Memang terjadi lagi letusan, hanya karena cuacanya kurang mendukung untuk pemantauan visual, kita tidak melihat lontaran ketinggiannya. Namun demikian memang tiap letusan di Gunung Anak Krakatau ini ada juga lelehan lava yang turun mengikuti lerengnya,” katanya.

    Kepala BMKG Dwikorita meminta warga menghindari kawasan pantai di Selat Sunda karena potensi gelombang tsunami lanjutan dan gelombang air pasang masih tinggi.

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwonugroho mengatakan bahwa menurut data terkini hingga Ahad tsunami telah menyebabkan 20 orang meninggal dunia, 165 luka-luka dan dua orang masih dinyatakan hilang. Korban tersebar di Kabupaten Pandeglang dan Serang di Banten serta Lampung Selatan.

    Di Kabupaten Pandeglang, bencana berdampak ke Kecamatan Carita, Panimbang dan Sumur, menyebabkan 14 orang meninggal dunia, 150 orang luka-luka, 43 rumah rusak berat, sembilan hotel rusak berat dan puluhan kendaraan rusak.

    Bencana itu juga menyebabkan tiga orang meninggal dunia, empat orang luka dan dua orang hilang di Serang; serta mengakibatkan tiga orang meninggal dan 11 orang terluka di Lampung Selatan.

    “Penanganan darurat masih terus dilakukan oleh BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat. Bantuan logistik disalurkan. Sementara itu Jalan Raya penghubung Serang-Pandeglang putus akibat tsunami,” kata Sutopo.

    BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang, dan menghubungi nomor kontak darurat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan Ketut Sukerta 081279211977, Petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Pandeglang Deni 08129536606, dan BPBD Kabupaten Pandeglang 081287849020 kalau membutuhkan bantuan.

     

     

    Sumber : republika

  • 10 Siswa Aceh Wakili Indonesia di Kongres Peringatan Tsunami Internasional

    10 Siswa Aceh Wakili Indonesia di Kongres Peringatan Tsunami Internasional10 siswa Aceh mewakili Indonesia di kongres peringatan kesadaran tsunami dunia. Event yang diadakan pada 27 Oktober hingga 2 November di Jepang ini diikuti oleh 40 negara.

    Kepala SMA Negara 2 Banda Aceh, Mukhtar, mengatakan, kongres yang diadakan oleh Kedutaan Jepang dan PBB ini mengundang siswa tingkat SMA dari negara yang pernah terkena bencana tsunami.

    Mukhtar bersyukur karena siswa-siswanya di sekolahnya terpilih untuk memenuhi undangan dari Pemerintah Jepang mengikuti kegiatan “High School Student Summit On World Tsunami Awareness Day 2018” yang dipusatkan di Kota Wakayama.

    Didampingi Kepala SMA 2 Banda Aceh Muchtar Geumpang, dan guru Najwa, 10 pelajar SMA 2 Banda Aceh yang menjadi duta muda kesadaran tsunami dan berangkat ke Jepang, yaitu Miftah Mardhatillah, Mira Lathifa, Vinca Grace Sihombing, dan Farah Najwa Alia,  Aura Salsabila, Asy Syifa Syaharani, Sula Zuchrina, Khairunnisa, Muhammad Abdi Mubarak, Roby Suherman.

    Event ini penting bagi generasi muda agar mampu memberi kesadaran kepada masyarakat. Di antaranya bukan hanya paham tentang bencana tsunami, tetapi dapat meminimalisasi korban jika bencana ini terjadi.

    “Yang kita lakukan di sana, saling berbagi pengalaman tentang tsunami. Supaya kita dan generasi muda, dapat lebih sadar terhadap tsunami,” kata Roby yang dikutip dari AntaraNews.

     

     

    Sumber : GNFI

  • PLN Mulai Memulihkan Pasokan Listrik di Donggala 

     

    PLN Pulihkan Pasokan Listrik di Donggala
    ilustrasi listrik (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

    PT PLN (Persero) mengaku telah berhasil memulihkan listrik sebagian pelanggan di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Aliran listrik di wilayah tersebut sempat padam total akibat bencana alam gempa dan tsunami beberapa waktu lalu.

    Pascagempa 7,4 SR yang mengguncang Sulawesi Tengah, PLN langsung mengoperasikan genset yang tersebar di beberapa titik di Donggala untuk memulihkan sistem kelistrikannya.

    Alhamdulillah, Sabtu (6/10) malam, sebelum azan Subuh berkumandang tim gabungan PLN berhasil menyalakan sebagian listrik di Donggala,” ujar Direktur Bisnis Regional Sulawesi PLN Syamsul Huda dalam rilis di Jakarta, Minggu (7/10) dikutip dari Antara.

    Dia mengungkapkan bahwa PLN sudah memperbaiki semua gardu induk yang berjumlah tujuh gardu di Palu, Sigi, dan Donggala.

    “Pada Sabtu (6/10) malam, listrik di Donggala sudah berhasil disuplai dari GI (gardu induk) Pasangkayu. Hal ini menjadi titik terang untuk kembali menerangi Donggala. Saat ini, kami juga berfokus untuk secara bertahap dapat memperbaiki seluruh infrastruktur kelistrikan di Donggala dikarenakan medan yang dilalui juga cukup berat,” jelasnya.

    Selain memulihkan 100 persen GI, Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka menambahkan tim gabungan PLN juga telah mengoperasikan 35 dari 45 penyulang di Palu.

     

     

    Sumber : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181007121736-85-336338/pln-pulihkan-pasokan-listrik-di-donggala

  • Menjaga kesehatan ketika pasca bencana

    Akhir-akhir ini indonesia sering dilanda bencana alam. Hal ini memungkinkan bagi korban bencana melupakan menjaga kesehatannya. Karena kesibukan pasca bencana alam tersebut. Menjaga kesehatan di tengah bencana alam memang bukan sesuatu yang mudah. Namun, menerapkan pola hidup sehat dengan segala keterbatasan yang ada merupakan hal penting.

    Berikut adalah cara untuk menjaga kesehatan pasca bencana alam. Diantaranya :

    1. Kebersihan

    Menjaga kebersihan adalah yang utama saat terjadi bencana alam, apalagi bila berada di tempat tinggal sementara seperti pengungsian, bersama korban bencana lainnya. Meski berada di tengah kondisi bencana, pastikan air untuk minum adalah air bersih dan matang. Konsumsi air kotor dapat menjadi sumber berbagai penyakit, seperti diare.

    Dan jangan lupa untuk membiasakan mencuci tangan setiap sebelum dan sehabis makan, sebelum dan setelah buang air, dan setelah beraktivitas yang membuat tangan menjadi kotor. Menjaga kebersihan tangan adalah salah satu cara yang mudah namun efisien untuk menurunkan risiko terjadinya penyakit.

    2. Makanan

    Saat terjadi bencana, besar kemungkinan tidak banyak pilihan menu makanan. Namun, jika mungkin, pastikan makanan tetap bergizi seimbang, dimasak, serta dikemas dengan baik. Periksa pula kelayakan bahan makanan, apakah sudah kedaluarsa atau masih dalam kondisi baik.

    3. Olahraga

    Berada di tengah bencana alam bukan menjadi halangan untuk tetap aktif menggerakkan anggota tubuh, agar kesehatan tetap terjaga dengan baik. Lakukanlah olahraga-olahraga sederhana seperti peregangan tubuh dan berjalan kaki, agar sirkulasi darah tetap terjaga baik.

    4. Istirahat Dan Kesehatan Mental

    Tak hanya kesehatan jasmani, kesehatan mental pun perlu diperhatikan. Saat terjadi bencana yang berat, rasa trauma dapat menyebabkan kondisi fisik ikut menurun. Begitu juga depresi akibat kehilangan harta benda atau anggota keluarga saat bencana. Depresi dan paranoia dapat mengakibatkan gangguan perilaku seperti kehilangan nafsu makan, kesulitan beristirahat dengan baik, bahkan menimbulkan gejala fisik seperti gangguan asam lambung dan sakit kepala terus-menerus. Tetaplah bersikap positif, serta tenangkan diri dan keluarga agar dapat melewati masa bencana dengan baik.

    5. Cegah Penularan Dan Obati Segera

    Apabila ada yang sakit, segera gunakan alat proteksi diri seperti masker untuk mencegah penularan. Kondisi tempat tinggal yang padat seperti pengungsian akan mempermudah penularan penyakit. Jika Anda sakit atau mengetahui seseorang yang sakit, segera melapor ke petugas kesehatan agar bisa diperiksa dan diobati.

    Indonesia rentan mengalami bencana alam, karena memiliki kondisi geografis dan geologis yang khas. Anda sebagai masyarakat Indonesia perlu memperluas pengetahuan tentang kesehatan, agar dapat tetap sehat saat menghadapi bencana alam.

     

     

    Sumber : https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3311101/tetap-sehat-saat-menghadapi-bencana-alam

  • Bagaimana tsunami bisa terjadi?

    Tsunami (bahasa Jepang: 津波; tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti “ombak besar di pelabuhan”) adalah perpindahan badan air yang disebakan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau hantaman meteor di laut. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500–1000 km per jam. Setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena Tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.

    Penyebab Indonesia sering dilanda oleh tsunami adalah karena Indonesia berada diantara 3 lempeng tektonik dan ring of fire

    Tsunami dapat terjadi jika terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air, seperti letusan gunung api, gempa bumi, longsormaupun meteor yang jatuh ke bumi. Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami diakibatkan oleh gunung meletus, misalnya ketika meletusnya Gunung Krakatau.

    Gerakan vertikal pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air yang berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan terjadinya tsunami.

    Contoh tsunami yang terjadi ketika letusan dahsyat gunung Krakatau. Lokasi gunung berapi di laut juga menjadi faktor tersendiri. Ketika meletus, gunung mengeluarkan berbagai material bumi. Nah material-material yang berada di gunung dapat berhamburan ke arah pantai dan dapat menyebabkan tsunami.

    letusan gunung berapi dan tsunami

    Nah yang perlu diingat adalah tidak semua kejadian gempa bumi atau gerakan lempeng menyebabkan tsunami. Hanya gempa dengan kekuatan tinggi yang dapat menyebabkan tsunami, atau dengan kata lain gempa dengan kekuatan sekurang-kurangnya 6.5 SR (Skala Ritcher). Selain itu lokasi terjadinya gempa juga menjadi pertimbangan, gempa bumi yang berpusat di tengah laut dangkal (0-30 km) dapat menyebabkan proses terjadinya tsunami lebih cepat sampai daratan.

    Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut di mana gelombang terjadi, dimana kecepatannya bisa mencapai ratusan kilometer per jam. Bila tsunami mencapai pantai, kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50 km/jam dan energinya sangat merusak daerah pantai yang dilaluinya. Di tengah laut tinggi gelombang tsunami hanya beberapa cm hingga beberapa meter, namun saat mencapai pantai tinggi gelombangnya bisa mencapai puluhan meter karena terjadi penumpukan masa air. Saat mencapai pantai tsunami akan merayap masuk daratan jauh dari garis pantai dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa beberapa kilometer.

    Dibawah ini beberapa tanda-tanda tsunami akan datang, diantaranya:

    • adanya gempa dan gempa pengiring
    • kondisi air di pantai surut tiba-tiba
    • terdengar suara gemuruh
    • gelombang pasang yang sangat tinggi

    Jika anda tinggal di wilayah pesisir pantai, sebaiknya anda memiliki pemahaman yang baik tentang tsunami. Agar bisa selalu siaga.

    Demikian itulah proses bagaimana tsunami bisa terjadi. Semoga dapat menambah pengetahuan kita semua.

     

     

    Sumber :

    https://id.wikipedia.org/wiki/Tsunami

    Bagaimana Proses Terjadinya Tsunami?