Tag: tiroid

  • Beberapa Cara Ampuh Menyembuhkan Penyakit Gondok

    Apakah kalian tahu, bahwa didalam tubuh kita terdapat suatu kelenjar yang mempunyai peranan cukup penting bagi tubuh kita? Ya, benar sekali kelenjar tersebut dinamakan dengan kelenjar tiroid atau orang mengenalnya dengan sebutan gondok

    Penyakit gondok adalah kondisi dimana terjadi pembengkakan kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid adalah organ berbentuk kupu-kupu yang terletak tepat di bawah jakun. Kelenjar ini memiliki fungsi penting, yaitu untuk memproduksi hormon tiroid yang berperan dalam berbagai proses-proses kimiawi yang terjadi dalam tubuh.

    Pada kondisi normal, kinerja kelenjar tiroid cenderung tidak kita sadari sama seperti organ-organ dalam yang lain. Tetapi jika terjadi pembengkakan, kelenjar tiroid akan membentuk benjolan pada leher. Benjolan ini akan bergerak naik dan turun saat Anda menelan.

    Terdapat beberapa jenis penyakit gondok yang harus kita ketahui antara lain sebagai berikut:

    1. Penyakit gondok difus, yaitu suatu kondisi dimana terdapat benjolan pada leher yang terasa mulus saat disentuh,
    2. Penyakit gondok nodul, yaitu suatu kondisi dimana terdapat benjolan pada leher yang terasa tidak rata dan menggumpal saat disentuh,
    3. Penyakit gondok konginetal, yaitu suatu kondisi yang disebabkan akibat adanya pemberian obat-obatan anti tiroidisme dan yodium ketika wanita masih berada pada masa kehamilan,
    4. Penyakit gondok endemik dan kretinisme, yaitu suatu kondisi dimana terjadi gangguan kelenjar tiroid akibat kekurangan asupan yodium,
    5. Penyakit gondok koloid, yaitu suatu kondisi yang disebabkan adanya peradangan pada kelenjar tiroid,
    6. Penyakit gondok multinodular, yaitu suatu kondisi dimana ditemukan benjolan pada leher yang kasar, bergumpal pada saat disentuh,
    7. Penyakit gondok intrakea, yaitu suatu kondisi akibat terjadi peradangan.

    Gondok dapat ditangani dengan beberapa cara. Penentuan langkah cara mengobati gondok ini tergantung pada beberapa faktor, yaitu ukuran benjolan, gejala yang dirasakan, serta penyebab dasar terjadinya gejala gondok.

    Benjolan yang kecil dan tidak menyebabkan gejala umumnya tidak langsung ditangani. Dokter akan memantau perkembangan kondisi Anda sebelum melakukan tindak lanjut karena penyakit gondok Anda mungkin bisa sembuh tanpa harus menerapkan berbagai cara mengobati gondok, seperti halnya pada kasus yang cukup parah.

    Namun, jika benjolan terus membesar hingga mengganggu kondisi kesehatan pasien, ada beberapa cara mengobati gondok yang dapat diambil.

    Cara mengobati gondok yang akan dianjurkan oleh dokter meliputi :

    • Terapi penggantian hormon

      Langkah ini dilakukan untuk menangani hipotirodisme dengan menggantikan hormon tiroid dan umumnya harus dijalani seumur hidup. Contoh obatnya adalah levothyroxine. Tetapi obat ini juga dapat memicu efek samping seperti mual, kram otot, serta detak jantung yang cepat atau tidak teratur.

    • Obat penurun hormon tiroid

      Obat gondok yang bisa Anda gunakan adalah thionamide. Thionamide akan menurunkan kadar hormon tiroid dengan menghambat proses produksinya. Obat gondok ini digunakan untuk mengatasi hipertiroidisme. Efek sampingnya meliputi mual, nyeri pada sendi, ruam ringan, serta penurunan jumlah sel darah putih secara mendadak.

    • Terapi iodin radioaktif

      Terapi ini juga termasuk penanganan untuk hipertiroidisme. Iodin radioaktif yang dikonsumsi akan menghancurkan sel-sel tiroid. Metode pengobatan ini terbukti dapat mengecilkan ukuran benjolan, tapi juga bisa memicu hipotiroidisme.

    Cara pengobatan Penyakit Gondok dengan tanaman obat herbal alami

    Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengobati penyakit gondok dengan menggunakan tanaman obat herbal dari alam, antara lain sebagai berikut:

    1. Mengkonsumi akar dari tanaman daruju,
    2. Mengkonsumi belimbing wuluh,
    3. Mengkonsumi tanaman ciplukan,
    4. Mengkonsumi akar jarong,
    5. Mengkonsumi tanaman lobak,
    6. Mengkonsumi rumput laut,
    7. Mengkonsumi selada air,
    8. Mengkonsumi dandelion.

    Demikianlah ulasan mengenai penyakit gondok, semoga informasi ini dapat membantu anda untuk mencegah atau menyembuhkan penyakit gondok. Semoga bermanfaat.

     

     

    Sumber :

    • beritaharianmu.com
    • doktersehat.com
  • Penyakit Tiroid Rentan Dialami Perempuan? Benarkah?

    Apa itu penyakit tiroid?

    Penyakit tiroid adalah masalah umum yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon tiroid dalam tubuh Anda. Masalah terjadi ketika kelenjar tiroid menjadi kurang aktif (hipotiroid) atau terlalu aktif (hipertiroid). Kondisi  kelenjar ini pada dasarnya berbentuk kupu-kupu kecil yang ditemukan di depan leher.

    Tahukah Anda, perempuan empat sampai tujuh kali lebih berisiko terkena gangguan tiroid daripada pria? Gangguan tiroid secara tidak berimbang memengaruhi perempuan, namun gejalanya sulit dikenali. Kami meningkatkan kesadaran tentang bagaimana gangguan tiroid dapat memengaruhi kesehatan, kebahagiaan, karir, dan kesejahteraan pribadi perempuan.

    Merasa kepanasan atau sedikit kedinginan terus-menerus? Mungkin Anda akan berpikiran bahwa itu disebabkan AC kantor atau Anda hanya menganggapnya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Sebenarnya, ini bisa menjadi tanda bahwa kelenjar tiroid Anda tidak berfungsi dengan baik.

    Gejala gangguan tiroid sering kali tidak diketahui, jadi kami berupaya meningkatkan kesadaran akan dampak gangguan tiroid terhadap perempuan.

    Bagaimana gangguan tiroid memengaruhi perempuan?

    Antara 160 dan 175 juta perempuan di seluruh dunia menderita gangguan tiroid, dan perempuan empat sampai tujuh kali lebih berisiko mengalami gangguan tiroid daripada laki-laki.

    Thyroid_Twitter_Images_04

    Mengetahui gangguan tiroid bisa terasa sulit karena gangguan tiroid dapat tersamarkan sebagai gangguan lain atau jika pada perempuan seperti gangguan/menopause.

     

    Jadi apa sajakah gejalanya?

    • Selalu merasa kepanasan atau kedinginan
    • Kesulitan untuk menurunkan atau menaikkan berat badan, meski disesuaikan dengan diet dan olahraga
    • Menstruasi tidak teratur
    • Sulit hamil
    • Merasa lelah atau lesu setiap hari
    • Tidak dapat berkonsentrasi di tempat kerja/sekolah
    • Merasa tertekan, cemas dan mudah tersinggung

    Gejalanya bisa terjadi secara bertahap, sehingga orang-orang terbiasa dengannya. Namun, tes darah sederhana dapat digunakan untuk mendiagnosis gangguan tiroid.

    Apa yang bisa saya lakukan untuk mencegah kondisi ini?

    Pada intinya, menjaga pola makan dan hidup sehat merupakan kunci utama mencegah kondisi ini terjadi. Selain pola makan dan  pengaturan makan yang dijaga, diperlukan juga untuk aksi mengurangi berat badan, atau yang kedua fokus untuk menjaga fungsi kelenjar ini agar bisa menghasilkan hormon yang sesuai dengan kebutuhan.

    Penelitian telah menemukan adanya hubungan antara kekurangan vitamin D dengan penyakit tiroid autoimun, tiroiditis Hashimoto, dan penyakit Graves.

    Kekurangan vitamin D juga lebih sering ditemukan pada pasien dengan penyakit tiroid dibandingkan dengan orang yang sehat dan tidak menderita penyakit autoimun.

    Suatu penelitian dalam jurnal Nutrition & Metabolism tahun 2014 melaporkan bahwa orang yang mengalami hipotiroid sebaiknya mengonsumsi lebih banyak protein. Asupan protein yang tinggi ternyata bisa mempercepat metabolisme dalam tubuh. Selain mengatur jumlah protein yang dimakan, perhatikan juga zat gizi lainnya seperti:

    1. Yodium

    Yodium adalah mineral yang sangat penting dalam tubuh untuk membuat hormon tiroid. Jika seseorang kekurangan yodium maka risiko mengalami hipotiroidisme akan semakin tinggi.

    Jika hipotirodisme Anda akibat mengalami kekurangan yodium, tambahkan garam meja beryodium ke makanan Anda atau makan lebih banyak makanan yang mengandung yodium tinggi, seperti ikan, susu, dan telur.

    2. Selenium

    Selenium yang selanjutnya akan membantu tubuh mengaktifkan hormon ini sehingga bisa digunakan dengan optimal dalam tubuh. Mineral selenium ini juga memiliki manfaat antioksidan, yang berarti mineral ini bisa melindungi kelenjar tiroid dari radikal bebas.

    Tambahkanlah dalam makanan Anda ekstra selenium. Selenium bisa didapatkan dari kacang-kacangan, ikan tuna,dan ikan sarden. Suplemen selenium hanya boleh diminum sesuai dengan anjuran dokter, sebaiknya tidak menggunakannya secara mandiri.

    3. Zink

    Bekerja sama dengan selenium, zink yang akan membantu tubuh mengaktifkan hormon tiroid. Suatu penelitian juga ada yang menunjukkan bahwa zink bisa membantu mengontrol TSH. TSH adalah hormon yang memberitahu kelenjar untuk mengeluarkan hormon tiroid. Zink banyak ditemukan dalam kerang-kerangan, daging sapi, daging dan hati ayam.

    4. Kalsium

    Kondisi hipertiroidisme dapat  menyebabkan kalsium sulit diserap dalam tubuh. Bila tidak ada kalsium, tulang jadi rentan rapuh dan berisiko osteoporosis bisa menyebabkan tulang rapuh dan osteoporosis.

    Makan makanan tinggi kalsium dapat membantu tubuh agar mendapatkan lebih banyak kalsium yang diserap. Maka itu, sebaiknya Anda mengonsumsi:

    • Brokoli
    • Kacang almond
    • Ikan
    • Okra

    Kita harus meningkatkan kesadaran akan gangguan tiroid pada orang-orang yang paling rentan, dan gangguan tiroid secara tidak berimbang lebih banyak menyerang perempuan. Jutaan perempuan tidak sadar sedang hidup dengan gangguan tiroid, mengesampingkan gejala, dan tidak menyadari bahwa kelenjar tiroid mereka bisa menjadi penyebab utamanya. Jika Anda menduga hal tersebut, kunjungi dokter Anda dan mintalah untuk mendapatkan tes darah sederhana. Di tangan tenaga kesehatan profesional, gangguan tiroid bisa ditangani dengan baik.

    Semoga bermanfaat!

     

     

    Sumber :

    • health.detik
    • hellosehat
    • thyroidaware