Tag: stroke

  • Buah-Buahan untuk Penderita Stroke: Nutrisi Penting untuk Pemulihan

    Buah-Buahan untuk Penderita Stroke: Nutrisi Penting untuk Pemulihan

    buah-buahan untuk penderita stroke

    Penderita stroke memerlukan pola makan sehat untuk membantu pemulihan dan mencegah risiko stroke berulang. Buah-buahan adalah salah satu sumber nutrisi yang kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan yang mendukung kesehatan otak dan pembuluh darah. Berikut adalah buah-buahan yang direkomendasikan untuk penderita stroke beserta manfaatnya.

    1. Pisang: Kaya Kalium untuk Tekanan Darah Stabil

    Kalium dalam pisang membantu menyeimbangkan tekanan darah, yang merupakan faktor penting dalam pencegahan stroke. Konsumsi pisang secara rutin dapat membantu mengurangi risiko hipertensi, salah satu penyebab utama stroke.

    2. Jeruk dan Buah Citrus: Sumber Vitamin C untuk Antioksidan

    Jeruk, lemon, dan grapefruit kaya akan vitamin C, yang dapat membantu mengurangi peradangan dan melindungi sel-sel otak dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, vitamin C juga mendukung sistem kekebalan tubuh.

    3. Alpukat: Lemak Sehat untuk Fungsi Otak

    Alpukat mengandung lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk kesehatan jantung dan otak. Lemak sehat ini membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL), sehingga mencegah penyumbatan pembuluh darah.

    4. Berry: Antioksidan untuk Perlindungan Sel Otak

    Strawberi, blueberry, dan raspberry mengandung flavonoid dan antioksidan tinggi. Zat ini dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif dan melindungi otak dari kerusakan akibat stroke. Selain itu, berry juga rendah kalori, sehingga cocok untuk menjaga berat badan ideal.

    5. Apel: Serat Tinggi untuk Kesehatan Jantung

    Apel kaya akan pektin, yaitu jenis serat yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan menjaga kesehatan pembuluh darah. Buah ini juga mudah dikonsumsi sebagai camilan sehat sehari-hari.

    6. Kiwi: Mengurangi Tekanan Darah

    Kiwi mengandung vitamin C, potasium, dan antioksidan yang membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Sifat anti-inflamasi pada kiwi juga mendukung pemulihan setelah stroke.

    7. Semangka: Menghidrasi Tubuh

    Semangka kaya akan kandungan air dan potasium yang membantu menjaga keseimbangan elektrolit. Selain itu, buah ini rendah kalori dan menyegarkan, cocok untuk dikonsumsi penderita stroke yang membutuhkan hidrasi ekstra.

    Cara Mengonsumsi Buah untuk Penderita Stroke

    • Konsumsi Buah Segar: Hindari buah kalengan yang mengandung gula tambahan.
    • Pilih Buah yang Lunak: Jika pasien mengalami kesulitan menelan, pilih buah yang mudah dikunyah atau buat jus tanpa gula.
    • Sajikan dalam Porsi Kecil: Bagilah konsumsi buah dalam beberapa porsi kecil sepanjang hari agar tubuh menyerap nutrisinya secara optimal.

    Kesimpulan

    Buah-buahan merupakan bagian penting dari pola makan sehat untuk penderita stroke. Dengan memilih buah yang kaya akan nutrisi seperti pisang, berry, dan alpukat, penderita stroke dapat mendukung proses pemulihan dan mencegah risiko komplikasi di masa depan. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk menyesuaikan asupan buah sesuai kebutuhan masing-masing.

  • Terapi untuk Pemulihan Pasca-Stroke: Langkah Menuju Kehidupan Lebih Baik

    Terapi untuk Pemulihan Pasca-Stroke: Langkah Menuju Kehidupan Lebih Baik

    terapi pemulihan pasca stroke

    Stroke dapat meninggalkan dampak jangka panjang seperti kelemahan fisik, kesulitan berbicara, hingga gangguan emosional. Namun, dengan terapi yang tepat, banyak penderita stroke yang berhasil meningkatkan kualitas hidup mereka. Berikut adalah beberapa jenis terapi yang umumnya direkomendasikan untuk pemulihan pasca-stroke.

    1. Terapi Fisik (Fisioterapi)

    Fisioterapi berfokus pada pemulihan fungsi motorik dan mobilitas. Terapi ini membantu pasien mengatasi kelemahan atau kelumpuhan pada bagian tubuh tertentu.

    Dalam fisioterapi, pasien dilatih untuk:

    • Menguatkan otot-otot tubuh.
    • Meningkatkan keseimbangan dan koordinasi.
    • Melakukan aktivitas dasar seperti berjalan atau berpindah posisi.

    Fisioterapi dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan pasien dan bertujuan untuk membantu mereka kembali mandiri dalam aktivitas sehari-hari.

    2. Terapi Okupasi

    Terapi okupasi membantu pasien mempelajari kembali keterampilan yang diperlukan untuk menjalani aktivitas sehari-hari, seperti makan, berpakaian, atau menulis.

    Terapi ini juga melibatkan penggunaan alat bantu, seperti kursi roda atau alat makan khusus, untuk mendukung kemandirian pasien. Selain itu, terapis akan membantu menyesuaikan lingkungan rumah agar lebih aman dan nyaman bagi pasien.

    3. Terapi Wicara

    Stroke dapat memengaruhi kemampuan berbicara dan memahami bahasa. Terapi wicara bertujuan untuk membantu pasien memulihkan keterampilan komunikasi.

    Metode yang digunakan dalam terapi ini meliputi:

    • Melatih pengucapan kata dengan jelas.
    • Membantu pasien mengatasi kesulitan menelan (disfagia).
    • Mengajarkan teknik komunikasi alternatif, seperti menggunakan isyarat atau alat bantu komunikasi.

    4. Terapi Psikologis

    Banyak penderita stroke yang mengalami depresi, kecemasan, atau perubahan suasana hati akibat dampak emosional dari kondisi mereka. Terapi psikologis membantu pasien mengelola emosi dan membangun semangat untuk pemulihan.

    Dukungan dari keluarga dan konseling dengan psikolog dapat memberikan dorongan moral yang sangat diperlukan pasien.

    5. Terapi Musik dan Seni

    Terapi kreatif seperti terapi musik atau seni dapat membantu pasien meningkatkan fungsi kognitif dan emosional. Musik dapat merangsang otak untuk memperkuat ingatan dan meningkatkan suasana hati. Sementara itu, seni dapat membantu pasien mengekspresikan perasaan mereka dengan cara yang kreatif.

    6. Stimulasi Neurologis

    Dalam beberapa kasus, teknologi seperti stimulasi listrik atau terapi robotik digunakan untuk merangsang saraf dan membantu pemulihan fungsi otot. Teknologi ini biasanya diberikan sebagai bagian dari program rehabilitasi intensif di bawah pengawasan dokter spesialis.

    Kesimpulan

    Pemulihan pasca-stroke membutuhkan kombinasi berbagai terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Dukungan keluarga, semangat pasien, dan pendampingan oleh tenaga medis profesional adalah kunci keberhasilan rehabilitasi. Dengan terapi yang konsisten dan sabar, banyak pasien stroke yang mampu kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.

  • Mengenal Stroke: Penyebab, Gejala, dan Pencegahan

    Mengenal Stroke: Penyebab, Gejala, dan Pencegahan

    mengenal stroke

    Stroke adalah kondisi medis serius yang terjadi akibat gangguan aliran darah ke otak. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan otak yang berpotensi fatal jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, memahami penyebab, gejala, dan cara pencegahan stroke menjadi sangat penting.

    Apa Itu Stroke?

    Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, sehingga jaringan otak kekurangan oksigen dan nutrisi. Gangguan ini dapat disebabkan oleh penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik).

    Kondisi ini membutuhkan penanganan medis darurat untuk mencegah kerusakan permanen pada otak atau bahkan kematian.

    Gejala Stroke

    Gejala stroke sering muncul secara tiba-tiba. Berikut adalah beberapa tanda utama yang harus diwaspadai:

    • Wajah asimetris: Salah satu sisi wajah tampak turun, terutama saat tersenyum.
    • Kelemahan pada lengan atau kaki: Salah satu sisi tubuh terasa lemah atau sulit digerakkan.
    • Kesulitan berbicara: Sulit bicara jelas atau memahami pembicaraan orang lain.
    • Gangguan penglihatan: Pandangan kabur atau hilang, baik pada satu atau kedua mata.
    • Pusing dan kehilangan keseimbangan: Sulit berjalan atau merasa kepala berputar.

    Jika gejala-gejala ini muncul, segera hubungi layanan darurat medis untuk mendapatkan pertolongan.

    Faktor Risiko Stroke

    Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko stroke, antara lain:

    1. Hipertensi: Tekanan darah tinggi merupakan penyebab utama stroke.
    2. Diabetes: Kondisi ini dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyumbatan.
    3. Kolesterol tinggi: Penumpukan lemak di pembuluh darah dapat memicu stroke iskemik.
    4. Merokok: Zat kimia dalam rokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko stroke.
    5. Obesitas: Berat badan berlebih berhubungan dengan tekanan darah tinggi dan diabetes.

    Cara Mencegah Stroke

    Pencegahan stroke melibatkan perubahan gaya hidup dan pengelolaan kondisi medis yang mendasarinya. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

    1. Konsumsi makanan sehat: Perbanyak buah, sayur, biji-bijian, dan kurangi makanan berlemak serta tinggi garam.
    2. Berolahraga secara rutin: Aktivitas fisik seperti berjalan kaki atau bersepeda membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
    3. Hindari merokok dan alkohol berlebihan: Kebiasaan ini merusak kesehatan pembuluh darah.
    4. Kelola stres: Lakukan meditasi, yoga, atau teknik relaksasi lainnya untuk menjaga kesehatan mental.
    5. Periksa kesehatan secara rutin: Pantau tekanan darah, kadar gula, dan kolesterol untuk mendeteksi risiko sejak dini.

    Kesimpulan

    Stroke adalah kondisi yang bisa dicegah jika kita memahami faktor risikonya dan menerapkan gaya hidup sehat. Mengenali gejala stroke sejak dini juga sangat penting agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat. Dengan pola hidup yang lebih baik, risiko stroke dapat diminimalkan, sehingga kualitas hidup tetap terjaga.

  • Ini 5 Kebiasaan Buruk yang Bisa Memicu Penyakit Stroke

    Ini 5 Kebiasaan Buruk yang Bisa Memicu Penyakit Stroke

    Stroke ringan merupakan penyakit yang dapat menghampiri berbagai kalangan usia. Mengubah gaya hidup ke arah yang lebih sehat seperti mengontrol asupan makanan, melakukan diet, hingga rutin berolahraga dapat melindungi diri dari penyakit stroke.

    penyakit store

    Kerap dikenali sebagai penyakit yang menyerang usia lanjut, ternyata penyakit stroke tidak pandang bulu dan bisa menyerang anak usia muda, lho! Terlebih lagi untuk stroke ringan. Jenis stroke ini juga dikenal sebagai Transient Ischemic Attack (TIA) yang merupakan kondisi ketika aliran darah ke otak terhambat dalam durasi yang singkat. 

    Gejala yang dirasakan oleh penderita stroke ringan pun tidak jauh berbeda dengan gejala stroke biasa, seperti: kesulitan berbicara; penglihatan buram; mati rasa di satu atau lebih anggota badan; hingga sakit kepala berat.

    Kebiasaan Buruk Pemicu Penyakit Stroke

    Ada beberapa kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko seseorang terserang penyakit stroke, antara lain:

    1. Kebiasaan merokok

    Rokok tak hanya mengandung zat-zat kimia beracun yang dapat memicu sel kanker. Merokok rokok juga dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah dan kolesterol, yang keduanya merupakan faktor utama penyebab stroke ringan. Oleh karena itu, menjauhkan diri dari rokok tidak hanya bermanfaat untuk mencegah stroke saja, tetapi juga meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

    2. Konsumsi minuman beralkohol

    Minuman beralkohol yang dikonsumsi secara berlebihan berdampak langsung pada penurunan fungsi organ hati. Di samping itu, pembekuan darah pada otak lebih mungkin terjadi pada mereka pengidap darah tinggi, yang juga sering mengonsumsi alkohol. 

    Pembekuan darah ini pun membuat oksigen yang terkandung dalam darah terlambat untuk disalurkan ke otak. Nah, berkurangnya kadar oksigen dalam otak dapat mengganggu fungsi organ tersebut.

    3. Mengonsumsi makanan cepat saji yang berlebihan

    Asupan makanan cepat saji secara berlebihan dapat meningkatkan lemak dan kolesterol jahat dalam tubuh. Kolesterol tersebut dapat mengendap di otak dan menghambat aliran darah. Ditambah lagi kandungan nutrisi junk food yang dipertanyakan. 

    4. Kurang bergerak

    Kurangnya aktivitas fisik dibarengi dengan pola makan yang tidak sehat dapat memicu stroke, karena lemak yang tertimbun perlu waktu yang lama untuk ‘terbakar’. Tentunya, hal ini dapat memicu gangguan pada pembuluh darah.

    5. Mengabaikan penyakit diabetes

    Pengidap diabetes lebih rentan terkena penyakit stroke, karena kadar gula darah yang lebih tinggi daripada non-diabetes. Jadi bagi para penderita diabetes, harus lebih cermat untuk mengatur pola makan agar gula darahnya tetap terjaga.

    Cara Mencegah Penyakit Stroke dengan Gaya Hidup Sehat

    Cara mencegah stroke ringan adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Berikut tindakan yang dapat dilakukan untuk menghindari diri dari stroke ringan di usia muda:

    1. Rutin berolahraga ringan

    Rutin berolahraga dapat mengurangi risiko penyakit stroke. Sebab, berolahraga dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung, mengontrol berat badan, menjaga tekanan darah tetap normal, dan melancarkan sirkulasi darah. Tidak perlu melakukan olahraga yang berat, olahraga ringan seperti berjalan santai, joging, bersepeda, dan yoga pun dapat dilakukan.

    2. Lakukan diet sehat

    Menjaga pola makan dan melakukan diet sehat adalah salah satu cara yang cukup ampuh untuk mencegah stroke di kemudian hari. Ada berbagai macam diet yang dirancang untuk menekan tekanan darah dalam tubuh agar tetap stabil, salah satunya adalah metode diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). 

    Diet ini berfokus untuk mengurangi konsumsi garam dan lemak jenuh serta mengkonsumsi lebih banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian, protein nabati, dan produk susu rendah lemak.

  • Minum Jus Jeruk Ternyata Dapat Menurunkan Darah Tinggi

    Minum Jus Jeruk Ternyata Dapat Menurunkan Darah Tinggi

    Tekanan darah tinggi atau dikenal sebagai hipertensi sering kali hadir tanpa gejala. Kondisi ini secara signifikan meningkatkan kemungkinan Anda mengalami keadaan darurat medis yang fatal seperti serangan jantung dan strok.

    Keadaan darurat medis yang fatal muncuk akibat ketegangan ekstra yang terjadi pada banyak organ vital, seperti jantung, otak, dan ginjal. Dilansir laman Express, Ahad (4/6/2023), salah satu faktor pendorong hipertensi adalah pola makan yang buruk, dengan makanan tinggi garam sebagai penyebab utamanya.

    Namun, diet juga dapat digunakan untuk mengurangi risiko terkena tekanan darah tinggi, dan bahkan menurunkan hasil pengukuran tensi. Mark Gilbert, ahli gizi di The 1:1 Diet by Cambridge Weight, Inggris, merekomendasikan jus jeruk setiap hari buat Anda yang khawatir dengan tekanan darah tinggi.

    Gilbert mengatakan bahwa cara terbaik untuk mengurangi tekanan darah adalah olahraga teratur dan penurunan berat badan. Selain itu, dalam banyak hal, diet dapat membantu.

    “Salah satu makanan yang telah dipelajari secara khusus untuk menurunkan berat badan adalah jus jeruk, khususnya senyawa pigmen yang ditemukan dalam jus jeruk, yang disebut hesperidin,” ujar Gilbert.

    Menurut Gilbert, studi topik ini telah menunjukkan hasil yang berbeda selama bertahun-tahun. Misalnya, tinjauan terhadap 19 penelitian berkualitas tinggi menunjukkan efek signifikan pada tekanan darah diastolik.

    Diastolik merupakan angka yang lebih kecil di bagian bawah hasil tekanan darah yang mencerminkan tekanan darah di antara detak jantung. Namun, Gilbert menuturkan, tinjauan yang lebih baru tetapi lebih kecil menyimpulkan bahwa tidak ada efeknya.

    “Menariknya, seperti banyak intervensi, mungkin ada pengaruh genetik yang substansial terhadap efek ini, yang berarti bahwa beberapa orang mendapat manfaat dari jus jeruk dan yang lainnya tidak,” katanya.

    Gilbert kemudian mengulas sebuah penelitian baru-baru ini. Ketika subjek minum jus jeruk selama 60 hari dan darahnya diuji untuk pemecahan produk hesperidin dan flavonid lainnya, mereka yang dapat memetabolisme dan memecah flavonoid di hati lebih efektif menunjukkan penurunan tekanan darah yang signifikan, sedangkan subjek yang lainnya tidak. Bonus tambahan di sini adalah subjek tersebut juga kehilangan lemak tubuh.

    Gilbert menyebut kemanjuran bahan kimia alami dalam jus jeruk menurunkan tekanan darah pada beberapa orang masih belum jelas. Demikian juga efek jus jeruk pada orang yang mendapatkan manfaat khasiatnya pada bagi tekanan darah dan mengalami penurunan berat badan. Terlepas dari itu, hasilnya tampaknya positif.

    “Tentu saja, penurunan berat badan yang substansial menyebabkan penurunan tekanan darah yang cepat, yang kami lihat pada klien diet kami di berbagai penelitian,” ujar Gilbert.

    Satu studi, yang tidak dijadikan referensi oleh Gilbert, menunjukkan bahwa minum jus jeruk selama periode 12 pekan mengurangi tekanan darah di antara para peserta. Makalah yang diterbitkan dalam European Journal of Nutrition pada 2021 itu menyimpulkan hesperidin dalam jus jeruk mengurangi tekanan darah sistolik dan tekanan nadi setelah konsumsi berkelanjutan.

    Setelah dosis tunggal, konsumsi jus jeruk yang kaya akan hesperidin meningkatkan efek postprandialnya.

    “Jus jeruk yang diperkaya hesperidin bisa membantu menurunkan tekanan darah dan manajemen tekanan nadi pada individu hipertensi sebelum dan tahap satu.”

    Sumber: Republika.com

  • Manfaat Menakjubkan Kunyit untuk Kesehatan dan Kecantikan Tubuh

    Tidak cuma menyedapkan masakan, kunyit adalah rempah yang juga berkhasiat buat kesehatan. Anda mungkin sudah cukup familier dengan manfaat kunyit atau kunir untuk meredakan gangguan pencernaan. Apa lagi manfaatnya? Yuk, cari tahu!

    Berbagai manfaat kunyit untuk kesehatan

    1. Meredakan peradangan

    Zat aktif kurkumin dalam kunyit adalah antioksidan yang mengandung efek antiradang poten. Ada kurang lebih 200 miligram kurkumin dalam satu sendok teh kunyit segar yang diparut halus atau versi bubuknya.

    Kurkumin diyakini bekerja memblokir kerja sitokin dan enzim penyebab inflamasi dalam tubuh. Kurkumin juga bekerja mengurangi peradangan dengan menurunkan kadar histamin sementara meningkatkan produksi kortison alami di kelenjar adrenal.

    Berangkat dari situ, berbagai hasil uji praklinis melaporkan khasiat kunyit yang menjanjikan untuk berbagai penyakit terkait peradangan. Mulai dari kanker, penyakit kardiovaskular, sindrom koroner akut, radang sendi, aterosklerosis, dan diabetes.

    Namun, sampai sejauh ini belum ada satu pun penelitian besar yang mampu memverifikasi bukti-bukti manfaat antiradang kunyit pada manusia.

    2. Mengobati maag

    Kunir sudah sejak lama populer digunakan sebagai obat gangguan pencernaan alami. Maka ketika gejala maag kambuh, tidak ada salahnya menyeduh secangkir teh kunyit hangat untuk meredakan nyerinya.

    Maag dapat muncul dipicu oleh timbulnya luka di lambung akibat infeksi bakteri H. pylori, konsumsi obat antinyeri jangka panjang, racun rokok, alkohol, dan makanan tertentu. Berbagai hal ini dapat mengikis lapisan dinding usus dan kerongkongan sehingga memicu refluks asam lambung naik.

    Nah, penelitian dari jurnal Pharmacognosy Reviews mengamati efek curcumin mengobati peradangan akibat luka dan melindungi perut dari iritan-iritan tersebut dengan meningkatkan produksi lendir dinding lambung.

    Selain itu, artikel dalam jurnal Systematic Reviews mengatakan kunyit membantu mengurangi frekuensi kekambuhan gejala maag. Sebab kurkumin dalam kunyit juga bekerja mengendalikan produksi asam lambung dan empedu berlebih.

    3. Mengempiskan perut kembung

    Buang gas (kentut) adalah tanda pencernaan Anda baik-baik saja, tapi kalau sudah berlebihan? Tandanya ada yang salah dengan perut Anda.

    Kurkumin membantu otot organ pencernaan agar tetap bergerak lancar seperti seharusnya untuk mengurangi tekanan gas dalam perut. Kuyit juga sekaligus membantu lambung menghentikan produksi asam berlebihan yang menyebabkan perut kembung.

    4. Meredakan gejala IBS (irritable bowel syndrome)

    Irritable bowel syndrome (IBS) adalah peradangan usus besar yang menyebabkan masalah BAB jangka panjang. Jika peradangan tersebut membuat kontraksi usus terlalu sering mengejang, akibatnya adalah diare kronis. Sebaliknya jika peradangan membuat otot usus jadi jarang berkontraksi, akibatnya justru sembelit kronis.

    Menyimpulkan sejumlah penelitian berbeda, kunyit dikatakan aman dan mudah ditoleransi untuk orang-orang yang punya IBS. Penelitian dari Singapura yang dimuat dalam Journal of Clinical Medicine tahun 2018 memperlihatkan kunyit mengurangi intensitas sakit perut yang disebabkan oleh gejala IBS.

    Potensi ini berasal dari efek antioksidan dan antiradang kurkumin yang membantu melancarkan kerja otot pencernaa. Penelitian yang sama juga menemukan manfaat kunyit untuk menyeimbangkan koloni bakteri baik dalam usus.

    Selain masalah diare karena IBS, kunyit juga bermanfaat untuk mengatasi diare yang diakibatkan oleh keracunan makanan. Kandungan magnesium dan kalium dalam kunyit membantu melawan dehidrasi dan menyeimbangkan cairan tubuh yang terkuras akibat diare.

    5. Mengurangi mual

    Ketika diracik dengan bubuk lada hitam, kunyit dikatakan manjur untuk meredakan mual ketimbang jika dikonsumsi sendiri. Menarik, ‘kan?

    Sebuah studi dalam jurnal Food tahun 2017 membuktikan bahwa menambahkan lada hitam membantu manfaat rempah kuning ini lebih terasa maksimal. Sebab sebetulnya setelah dikonsumsi, kandungan curcumin dalam kunyit lambat diserap ke dalam aliran darah. Ini yang membuat Anda bisa kehilangan manfaatnya.

    Nah, penelitian tersebut menunjukkan piperin dalam lada hitam meningkatkan penyerapan curcumin sampai dua ribu persen lebih cepat ke dalam darah sehingga siap untuk digunakan oleh tubuh. Piperin juga memperlambat pemecahan curcumin oleh hati sehingga lebih bertahan lama dalam darah.

    6. Meredakan nyeri haid

    Perempuan Indonesia mungkin sudah sangat akrab dengan jamu kunir asam yang dapat membantu meredakan nyeri haid (PMS). Ternyata, manfaat ini bukan cuma sekadar nasehat warisan nenek moyang saja, lho!

    Kandungan kurkumin kunyit memiliki efek pereda nyeri alami (analgesik) yang bekerja dengan melemaskan kontraksi rahim penyebab perut kram. Selain itu, kurkumin juga mengurangi aliran masuk ion kalsium pada sel-sel epitel rahim dan mengurangi produksi prostaglandin, hormon yang menciptakan rasa sakit dan peradangan.

    Manfaat kunyit ini semakin diperkuat oleh efek antioksidan tannin, saponin, sesquiterpenes, alkaloid, dan phlobotamin dari asam jawa yang menenangkan kontraksi rahim. Meski begitu, beberapa ahli menyarankan wanita yang perdarahan menstruasinya berat untuk tidak mengonsumsi kunyit.

    7. Menurunkan berat badan

    Kurkumin kunyit berfungsi menekan respon peradangan pada sel tubuh, temasuk sel pankreas, lemak, dan otot. Reaksi ini dapat membantu mengurangi resistensi insulin, menurunkan kadar gula darah, dan kolesterol serta gangguan metabolik lainnya akibat berat badan berlebih.

    Namun, lagi-lagi manfaat kunyit ini bisa Anda peroleh jika mengombinasikannya dengan asam jawa. Sebab dikonsumsi sendiri, kunyit lambat diserap ke dalam darah tapi lebih cepat dipecah oleh hati sehingga tubuh tidak merasakan banyak manfaatnya.

    Dalam jangka panjang, minum jamu kunyit asam dapat membuat hasil penurunan berat badan jadi lebih maksimal.

    8. Mengendalikan gula darah

    Jika Anda punya diabetes, tidak ada salahnya untuk mencoba menggunakan pengobatan alami untuk mengendalikan gula darah tetap stabil. Salah satu yang bisa Anda coba adalah kunyit. Sebuah studi tinjauan terbitan tahun 2013 menunjukkan curcumin dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah.

    Penelitian lain menunjukkan bahwa suplemen ekstrak kunyit membantu meningkatkan fungsi insulin, menstabilkan kadar gula darah, dan membuat gejala diabetes lebih mudah ditangani. Hal ini kemudian membantu menurunkan risiko komplikasi terkait diabetes yang diakibatkan oleh peradangan.

    Namun, masih perlu lebih banyak uji klinis lainnya untuk memastikan manfaat kunyit untuk diabetes.

     

    Manfaat kunyit putih untuk kesehatan

    Psstt… Tahukah Anda selain kunyit yang dagingnya berwarna oranye, ada juga kunyit putih? Kunir putih atau zedoaria (Curcuma zedoaria) punya kandungan zat yang berbeda dari kunyit oranye, sehingga manfaat buat kesehatannya pun juga mungkin berbeda.

    Berikut merupakan berbagai manfaat kunyit putih yang harus Anda tahu:

    1. Melawan infeksi

    Kunir putih dilaporkan sebuah penelitian manjur melawan penyakit yang diakibatkan infeksi jamur atau bakteri. Mulai dari diare dan keracunan makanan akibat infeksi E. coli, infeksi kulit seperti bisul dan selulitis akibat bakteri Staphylococcus aureus, dan infeksi jamur Candida penyebab sariawan, ISK, dan infeksi jamur vagina.

    Ekstrak kunyit putih juga dapat melawan bakteri penyebab bau mulut. Bahkan, efeknya hampir setara dengan yang ditunjukkan oleh obat kumur pasaran.

    2. Obat alergi alami

    Kunyit putih mengandung senyawa curcuminoids yang bermanfaat sebagai anti-alergi dan terbukti dapat mengatasi gejala reaksi alergi pada kulit. Kunyit ini bekerja layaknya antihistamin untuk menghambat aktivitas protein penyebab peradangan dan mencegah pelepasan histamin, zat kimia yang memicu reaksi alergi.

    3. Menghambat metastasis kanker

    Banyak penelitian terdahulu mendukung manfaat rimpang kunyit putih sebagai pengobatan kanker tradisional, terutama kanker payudara, kanker leher rahim, dan kanker usus besar. Sebuah studi pada tahun 2014menemukan bahwa kurkumin dalam minyak kunir putih bekerja menghambat perkembangbiakan sel tumor ganas penyebab kanker payudara.

    Uji kultur laboratorium lainnya memperlihatkan bahwa kurkumin dalam kunyit putih menghambat pertumbuhan sel kanker dan membuatnya mengempis. Efek inilah yang membantu menghentikan proses penyebaran kankeralias metastasis.

    Namun, manfaat ini masih perlu diteliti lebih lanjut agar masyarakat tidak sembarangan mengonsumsi kunyit.

    4. Menjaga kesehatan pencernaan

    Minyak esensial dari kunyit putih dilaporkan bermanfaat untuk mengobati berbagai gangguan pencernaan. Misalnya saja kolik, kram otot, cacingan, perut kembung, jarang buang air besar, dan penurunan nafsu makan akibat lidah terasa pahit.

    Kunyit putih juga membantu meredakan radang usus yang dipicu oleh stres berlebihan.

    5. Penawar racun gigitan ular

    Banyak tanaman obat yang direkomendasikan untuk mengobati gigitan ular. Salah satunya kunyit putih.

    Kunir putih manjur untuk menetralkan racun gigitan ular karena ekstraknya bekerja menghambat aktivitas bisa ular dalam darah. Ini pada akhirnya akan menurunkan efek perdarahan dalam yang bisa berakibat fatal.

    6. Pereda nyeri

    Sifat analgesik dari kunyit terbilang lebih kuat daripada aspirin untuk meredakan nyeri akibat sakit gigi, sakit kepala, demam, hingga nyeri sendi akibat rematik dan arthritis. Manfaat pereda nyeri sendi dari kunyit khususnya berasal dari kandungan diuretiknya.

    Kunyit putih juga dapat digunakan untuk melindungi paru-paru pasien asma dengan meredakan peradangan dalam bronkus yang menyebabkan saluran udara menyempit.

    Manfaat kunyit untuk kecantikan kulit

    Selain baik untuk kesehatan tubuh, kunyit juga punya manfaat hebat untuk merawat kecantikan kulit. Antioksidan dalam kunyit membuat penampilan kulit secara keseluruhan tampak lebih cerah dan awet muda. Cara paling mudah untuk memperoleh manfaat ini adalah dengan meracik masker alami.

    Berikut inspirasi pilihan resep masker kunyit untuk kecantikan:

    1. Masker kunyit kasturi

    Kunyit memang mungkin jarang diolah sebagai terapi perawatan tubuh. Namun, masker kunyit bisa menjadi cara alami menghilangkan komedo di wajah. Nah agar tidak menodai kulit atau pakaian Anda jadi kuning, pilihlah jenis kunyit kasturi.

    Cara membuat masker kunyit kasturi:

    • Uleg atau blender beberapa ruas kunyit kasturi sampai halus.
    • Ambil satu sendok makan kunyit yang telah dihaluska tersebut, kemudian campur bersama sedikit minyak kelapa. Aduk rata hingga teksturnya seperti pasta.
    • Oleskan ke bagian wajah yang terdapat komedo, diamkan sampai 10 menit
    • Pijat lembut di bagian T zone (jidat, hidung dan dagu)
    • Bilas dengan air hangat dan lakukan rutin untuk mencegah komedo datang lagi.

    2. Masker kunyit dan pepaya

    Masker dari buah pepaya umumnya cocok untuk semua jenis kulit wajah, termasuk kulit wajah sensitif. Pepaya mentah mengandung enzim yang disebut “papain” yang dapat membantu meminimalisir pertumbuhan rambut halus dengan memecah folikel tempat rambut bertumbuh.

    Nah, untuk meredakan peradangan akibat pemecahan folikel rambut, campurkan pepaya tumbuk dengan satu sendok makan kunyit segar yang dihaluskan. Perawatan rumahan ini juga bermanfaat untuk mengangkat sel kulit mati dan mengembalikan elastisitas kulit.

    Cara membuatnya sebagai berikut:

    • Kupas pepaya mentah dan potong kecil-kecil
    • Tumbuk pepaya hingga menjadi adonan kasar
    • Ambil 2 sendok adonan pepaya tumbuk dan campurkan dengan 1/2 sdt bubuk kunyit. Aduk rata.
    • Oleskan masker pada wajah atau bagian tubuh lainnya yang diinginkan
    • Pijat lembut kulit yang telah dilapisi masker selama 15-20 menit, kemudian bilas dengan air
    • Ulangi prosedur 2-3 kali seminggu untuk mendapatkan hasil terbaik

    3. Masker kunyit dan yoghurt

    Manfaat kunyit tidak hanya sekadar untuk mengecilkan pori-pori dan membuat rona kulit lebih cerah saja. Jika Anda rentan berjerawat dan punya banyak bekas jerawat bandel, masker kunyit yogurt bisa jadi andalan.

    Sifat antiradang dan antibakteri dari dua bahan alami ini mampu membantu mengurangi jerawat juga memudarkan bekas luka yang dihasilkan.

    Anda bisa meracik masker kunyit dan yoghurt untuk wajah lewat cara berikut ini:

    • Ambil 2 sendok teh kunyit bubuk, 4 sendok makan yoghurt plain dingin, dan madu
    • campurkan yoghurt dan kunyit bubuk perlahan hingga warna kuning merata
    • Diamkan dan dinginkan di lemari pendingin 10-15 menit
    • Sesudahnya campurkan dengan madu
    • Oleskan ke wajah yang telah dibersihkan dengan perlahan-lahan. Hindari bagian mata dan hidung
    • Biarkan masker kunyit di wajah selama 15- 30 menit lalu bersihkan dengan air.

    Jadi, mulai tertarik untuk mencoba beragam manfaat kunyit bagi kesehatan dan kecantikan tubuh? Jangan lupa pastikan untuk membersihkan seluruh bagian tubuh kunyit dari kulitnya terlebih dahulu sebelum digunakan, ya!

    Sumber : hellosehat.com
  • Dua Jenis Penyebab Stroke

    Berdasarkan penyebabnya, ada dua jenis stroke, yaitu:

    • Stroke iskemik. Sekitar 80% stroke adalah jenis stroke iskemik. Stroke iskemik terjadi ketika pembuluh darah arteri yang membawa darah dan oksigen ke otak mengalami penyempitan atau terhambat, sehingga menyebabkan aliran darah ke otak sangat berkurang. Kondisi ini disebut juga dengan iskemia. Stroke iskemik dapat dibagi lagi ke dalam 2 jenis, di antaranya:
      • Stroke trombotik, yaitu stroke yang terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di salah satu pembuluh darah arteri yang memasok darah ke otak. Pembentukan gumpalan darah ini disebabkan oleh timbunan lemak atau plak yang menumpuk di arteri (aterosklerosis) dan menyebabkan menurunnya aliran darah.
      • Stroke embolik, yaitu stroke yang terjadi ketika gumpalan darah atau gumpalan yang terbentuk di bagian tubuh lain, umumnya jantung, terbawa melalui aliran darah dan tersangkut di pembuluh darah otak, sehingga menyebabkan arteri otak menyempit. Jenis gumpalan darah ini disebut embolus. Salah satu gangguan irama jantung, yaitu fibrilasi atrium, sering menyebabkan stroke embolik.
    • Stroke hemoragik. Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan menyebabkan perdarahan. Pendarahan di otak dapat dipicu oleh beberapa kondisi yang memengaruhi pembuluh darah. Kondisi tersebut meliputi:
      • Hipertensi yang tidak terkendali.
      • Melemahnya dinding pembuluh darah (aneurisma otak).
      • Pengobatan dengan antikoagulan (pengencer darah).

    Ada dua jenis stroke hemoragik, antara lain:

      • Perdarahan intraserebral. Pada perdarahan intraserebral, pembuluh darah di otak pecah dan menumpahkan isinya ke jaringan otak di sekitarnya, sehingga merusak sel otak.
      • Perdarahan subarachnoid. Pada perdarahan subarachnoid, pembuluh darah arteri yang berada dekat permukaan otak, pecah dan menumpahkan isinya ke rongga subarachnoid, yaitu ruang antara permukaan otak dan tulang tengkorak.

    Transient Ischemic Attack (TIA)

    TIA memiliki gejala yang serupa dengan jenis stroke lainnya, namun TIA umumnya hanya berlangsung selama lima menit. Kondisi ini disebabkan oleh penurunan suplai darah ke otak akibat gumpalan darah yang menghambat aliran darah ke otak. TIA tidak mengakibatkan kerusakan jaringan otak secara permanen dan gejalanya pun tidak berlangsung lama. Meskipun demikian, segera hubungi dokter untuk mencegah serangan stroke dan mengendalikan faktor risikonya.

    Faktor Risiko Stroke

    Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko stroke. Selain stroke, faktor risiko di bawah ini juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Faktor-faktor tersebut meliputi:

    • Faktor kesehatan, yang meliputi:
      • Hipertensi.
      • Diabetes.
      • Kolesterol tinggi.
      • Obesitas.
      • Penyakit jantung, seperti gagal jantung, penyakit jantung bawaan, infeksi jantung, atau aritmia.
      • Sleep apnea.
      • Pernah mengalami TIA atau serangan jantung sebelumnya.
    • Faktor gaya hidup, yang meliputi:
      • Merokok.
      • Kurang olahraga atau aktivitas fisik.
      • Konsumsi obat-obatan terlarang.
      • Kecanduan alkohol.
    • Faktor lain yang berhubungan dengan risiko stroke, antara lain:
      • Faktor keturunan. Jika anggota keluarga pernah mengalami stroke, maka risiko terkena stroke juga semakin tinggi.
      • Usia. Dengan bertambahnya usia, seseorang memiliki risiko stroke lebih tinggi dibandingkan orang yang lebih muda.
    Sumber : alodokter.com
  • Sakit, Sabar, dan Syukur

    Bismillah, Sahabat Sehat Wellagree . Penyakit, atau gangguan kesehatan dalam tubuh tentu sangat banyak faktor yang mempengaruhinya. Baik secara jasmani maupun rohani. Baik secara biologis maupun secara psikologis.  Kesemua faktor diatas sangat berpengaruh bahkan ada yang mungkin pengaruhnya signifikan namun seringkali diabaikan.

    Faktor psikologis dan rohani salah satunya. Ketahuilah, berdasarkan pengalaman kami ternyata dua faktor inilah yang sebenarnya cukup besar dalam menanggapi/menangani/ikhtiar kesembuhan seseorang dari penyakit yang diderita. Beberapa hal contohnya;

    Pertama, secara Psikologis dan Rohani keduanya sangat berkaitan. Ada sebagian mereka yang meyakini bahwa dirinya adalah manusia yang diberikan beban terberat, sakit tersulit, sehingga seperti itulah jadinya tubuh yang mereka miliki menjalani kehidupan. Bukankah Allah pun sesuai prasangka Hamba-Nya?

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 6970 dan Muslim, no. 2675]

    Maka sebenarnya pengaruh daripada keyakinan dan prasangka terhadap kondisi yang dialami pun sangat berpengaruh dalam upaya menuju kesembuhan. Tidak sedikit mereka yang mampu meyakini dirinya baik-baik saja pun akhirnya memetik manfaat dari adanya prasangka baik yang berujung keyakinan dan berujung kenyataan tersebut.

    Kedua, terkait kesabaran dan rasa syukur. Ada hal penting dan berharga bagi mereka yang Allah berikan penyakit semasa hidupnya. Tentunya, hanya Sabar dan Syukurlah kata yang tepat untuk menanggapinya. Mengapa ? Hadits Nabi menyebutkan ;

    Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya.”[HR. Bukhari dan Muslim]

    Hal ini berkaitan lagi dengan keyakinan dan prasangka. Apa yang dialami oleh seseorang, sakitnya maupun sehatnya merupakan ketentuan Allah dan pasti yang terbaik. Maka solusinya adalah bercermin pada hati, Apakah kita sebagai hamba yang Allah berikan sakit sudah ikhlas menerima ketentuannya? Apakah kita sudah berusaha untuk menanggapinya dengan baik? Apakah justru kita merasa Allah telah Dzalim pada Hamba-Nya? Semoga Allah menjaga hati kita dan memberikan kita Hidayah-Nya.

    Sahabat, tidaklah mudah menerima ketentuan Allah yang mungkin berbeda dengan harapan kita. Namun didalamnya tentu ada Hikmah, dimana hal tersebut merupakan yang terbaik untuk hidup kita, baik di dunia maupun di Akhirat. Kuncinya adalah Yakin, Tauhid, dan Iman. Ada orang yang sehat, namun karena kesehatannya ia lalai dan jauh dari Allah, karena kesehatannya ia mengabaikan perintah Allah bahkan menjadi makhluk yang sombong. Maka, hal yang paling disyukuri adalah sebuah kejadian apapun yang ternyata karenanya kita menjadi lebih dekat dan lebih mencintai Allah SWT. Semakin dijauhkan dari maksiat bahkan kesyirikan. Tentu syukur itu bisa timbul apabila diiringi dengan sabar.

    Kalaulah ternyata tubuh kita yang diberikan penyakit ini dapat kita terima dengan ikhlas, dan menjalani dengan semakin mendekat pada-Nya, tentu diiringi dengan ikhtiar menuju kesembuhan secara biologis maupun psikologis. Akupuntur, Bekam / Hijamah, Madu, Refleksi, dan Terapi lain merupakan ikhtiar kita sebagai manusia, tetap kesembuhan ada di tangan Allah. Insya Allah, dengan menerimanya kita atas penyakit yang Allah berikan dan menjalaninya dengan ikhlas, semoga menjadi amal shaleh yang Allah balas kelak.

    Bukan berarti usaha kita sia-sia ketika sudah berobat kesana kesini namun sembuh belum juga hadir. Bukan berarti Allah tidak sayang ketika sudah habis semua materi dalam berusaha menuju kesembuhan namun sembuh belum juga hadir. Yakinlah Sahabat, semua usaha manusia tidaklah banyak menentukan hadirnya kesembuhan. Sakit, Sehat, Mati, semua Hak Allah mau memberikan pada Hamba-Nya kapan, siapa, dimana, dengan cara apa. Maka teruslah berjuang, bersabar, ikhlas menerima sampai akhirnya bisa merasakan Syukur diatas hal yang mungkin terlihat pahit di dunia.

    Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216)

    Semoga Allah berikan kelapangan, kesehatan, keikhlasan, hidayah, istiqomah, serta Ampunan-Nya untuk kita.

    Wallahu’alam bish shawwab

     

    Rujukan Dalil :

    • Rumaysho.com
    • Muslimah.or.id
    • Hidayatullah.com
  • Penyebab dan Bahaya Hipertensi

    Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi saat tekanan darah berada pada nilai 130/80 mmHg atau lebih. Kondisi ini dapat menjadi berbahaya, karena jantung dipaksa memompa darah lebih keras ke seluruh tubuh, hingga bisa mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit, seperti gagal ginjal, stroke, dan gagal jantung.

    Cara Mengukur Tekanan Darah

    Tekanan darah dibagi 2 menjadi tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. Tekanan darah sistolik adalah tekanan saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sedangkan tekanan darah diastolik adalah tekanan saat otot jantung relaksasi, sebelum kembali memompa darah.

    Dalam pencatatannya, tekanan darah sistolik ditulis lebih dahulu dari tekanan darah diastolik, dan memiliki angka yang lebih tinggi. Menurut perkumpulan dokter jantung di Amerika Serikat, AHA, pada tahun 2017, tekanan darah diklasifikasikan sebagai berikut:

    1. Normal: berada di bawah 120/80 mmHg.
    2. Meningkat: berkisar antara 120-129 untuk tekanan sistolik dan < 80 mmHg untuk tekanan diastolik.
    3. Hipertensi tingkat 1: 130/80 mmHg hingga 139/89 mmHg.
    4. Hipertensi tingkat 2: 140/90 atau lebih tinggi.

    Penyebab dan Faktor Risiko Hipertensi

    Tekanan darah tinggi seringkali tidak diketahui penyebabnya. Tetapi, ada beberapa kondisi yang dapat memicu tekanan darah tinggi, di antaranya:

    1. Kehamilan
    2. Kecanduan alkohol
    3. Penyalahgunaan NAPZA
    4. Gangguan ginjal
    5. Gangguan pernapasan saat tidur.

    Meskipun bisa terjadi pada semua orang, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami tekanan darah tinggi, seperti:

    1. Lanjut usia
    2. Memiliki keluarga yang menderita hipertensi
    3. Memiliki kebiasaan merokok
    4. Jarang berolahraga.

    Pengobatan dan Pencegahan Hipertensi

    Menjalani gaya hidup sehat dapat menurunkan sekaligus mencegah hipertensi. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:

    1. Konsumsi makanan yang sehat.
    2. Menjaga berat badan ideal.
    3. Rutin berolahraga.
    4. Berhenti merokok.

    Komplikasi Hipertensi

    Tekanan darah tinggi bisa merusak pembuluh darah dan organ-organ lain di dalam tubuh. Jika dibiarkan hipertensi bisa menimbulkan penyakit-penyakit serius, seperti:

    1. Aterosklerosis
    2. Kehilangan penglihatan
    3. Terbentuk aneurisma
    4. Gagal ginjal
    5. Stroke
    6. Sakit kepala dan pusing
    7. Rasanya nyeri di dada
    8. Denyut nadi dan jantung tidak teratur
    9. Pembuluh darah arteri
    10. Serangan jantung

    Itulah penjelasan mengenai penyebab dan bahaya hipertensi bagi kesehatan Anda.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Alodokter.com

    Halosehat.com

  • Bell’s Palsy dan Penyebabnya

    Bell’s palsy adalah kelumpuhan pada otot wajah yang menyebabkan salah satu sisi wajah tampak melorot. Kondisi ini dapat muncul secara tiba-tiba, namun biasanya tidak bersifat permanen.

    Banyak orang menganggap Bell’s palsy sebagai stroke karena gejalanya serupa, yaitu kelumpuhan. Padahal, kedua penyakit tersebut sebenarnya berbeda. Gejala Bell’s palsy hanya terbatas pada otot wajah dan sebagian besar penderita dapat pulih sepenuhnya dalam waktu 6 bulan.

    Gejala Bell’s Palsy

    Gejala Bell’s Palsy adalah kelumpuhan pada salah satu sisi wajah. Kelumpuhan tersebut ditunjukkan dengan perubahan bentuk wajah sehingga penderita sulit tersenyum dengan simetris atau menutup mata di sisi yang lumpuh.

    Selain kelumpuhan pada satu sisi wajah, gejala yang juga dapat muncul antara lain adalah mata berair dan ngeces. Beberapa gejala paling umum dari bell’s palsy adalah:

    1. Kulit wajah tampak “melorot” di satu atau kedua sisi wajah.
    2. Mengeluarkan air liur.
    3. Sensitif terhadap suara.
    4. Nyeri pada rahang atau di belakang telinga.
    5. Sakit kepala.
    6. Kemampuan indra perasa yang berkurang.
    7. Kesulitan menunjukkan ekspresi pada wajah dan bahkan kesulitan menutup mata atau tersenyum

    Apa penyebab bell’s palsy?

    Walaupun penyebab penyakit belum dipastikan, tapi beberapa studi menunjukkan bahwa penyakit ini biasanya terkait dengan paparan virus. Beberapa virus dapat menyebabkan bell’s palsy adalah:

    1. Herpes kelamin (herpes simplex)
    2. Cacar air dan sirap (herpes zoster)
    3. Monosit (Epstein-Barr)
    4. Penyakit pernapasan (Adenovirus)
    5. Campak Jerman (rubella)
    6. Gondok (virus gondok)
    7. Influenza (flu B)
    8. HFMD (Coxsackievirus).

    Faktor-faktor risiko

    Beberapa faktor  yang meningkatkan risiko terkena bell’s palsy adalah:

    1. Wanita hamil, terutama pada masa kehamilan di trimester terakhir atau pada beberapa minggu pertama setelah melahirkan.
    2. Infeksi pernapasan seperti influenza atau flu.
    3. Riwayat anggota keluarga yang mengidap bell’s palsy.

    Apa saja pilihan pengobatan saya untuk bell’s palsy?

    Obat dapat digunakan untuk mengurangi gejala yang parah. Obat ini (misalnya grup kortikosteroid) berguna untuk mengurangi radang (pembengkakan) saraf.

    Umumnya pasien dengan gejala gejala yang ringan akan membaik tanpa pengobatan. Namun, dalam beberapa kasus langka, pasien yang tidak dapat pulih total harus menjalani operasi untuk meredakan tekanan pada permukaan saraf atau meningkatkan pergerakan permukaan.

    Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk bell’s palsy?

    Dokter memeriksa ulang riwayat pengobatan dan telinga, hidung, dan mulut. Dokter akan CT atau MRI otak, ditambah dengan tes darah untuk menemukan penyebab Bell’s palsy.

    Selain itu, dokter juga mungkin melakukan tes yang lebih spesial seperti tanda elektromekanikal (EMG) untuk mempelajari aktivitas saraf dan memprediksi peluang sembuhnya penyakit.

     

    Nah, itulah penjelasan mengenai apa itu bell’s palsy dan penyebabnya.

     

    Sumber :

    Alodokter.com

    Hellosehat.com