Tag: stres

  • Harus Tetap Waspada Walau Jenuh Melanda

    Harus Tetap Waspada Walau Jenuh Melanda

    Psikolog yang juga Direktur Minauli Consulting Medan Dra Irna Minauli MSi mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 saat ini membuat warga jenuh, tetapi mengharuskan masyarakat tetap waspada. “Wabah Covid-19 ini lama-kelamaan menimbulkan stres sehingga kita mulai merasa tidak nyaman,” ujar Minauli di Medan, Senin (12/10).

    Ia menyebutkan, beberapa orang kemudian mencoba mencari hiburan dengan pergi keluar rumah, dan ke tempat-tempat keramaian atau bahkan hiburan. Mereka merasa, hal itu tidak berdampak apapun pada dirinya dan keluarga atau orang-orang yang dikenalnya, tetapi kemudian mulailah timbul keraguan tentang adanya bahaya penularan atau penyebaran Covid-19 ini.

    “Terlebih ketika mereka mempercayai pendapat orang-orang tertentu yang meragukan keberadaan virus corona,” ujarnya.

    Minauli mengatakan, kesadaran biasanya baru muncul kembali ketika mereka melihat atau mendengar langsung orang yang terinfeksi virus corona dan dampaknya. “Pada saat itu biasanya kita akan belajar dari apa yang dilakukan orang lain,” ucap dia.

    Ia menjelaskan, ketika mereka berhasil sembuh dari penyakit Covid-19 ini misalnya dengan cara pengobatan tertentu atau mengonsumsi vitamin C dosis tinggi, minum obat herbal, berjemur dan berolahraga, maka orang lain akan menirunya. “Tidak mengherankan jika obat-obatan saat atau jamu-jamuan tertentu menjadi laris di pasaran,” katanya.

    Ia menegaskan, kewaspadaan terhadap penularan Covid-19 harus tetap dijaga termasuk disiplin dalam penerapan protokol kesehatan. Menurut dia, mencegah tertular virus itu lebih baik daripada mengobatinya.

     

    source : antara

  • Bagaimana Mengelola Stres?

    Tak ada cara menihilkan stres. Tapi, tersedia rumus untuk mengelolanya.

    Menjalani hidup, selalu mempertemukan kita dengan berbagai persoalan. Ada yang kecil, sedang atau besar. Ada yang bisa dengan segera kita selesaikan, ada yang butuh waktu lebih panjang, ada pula persoalan yang terasa berlarut-larut dan memberi tekanan yang intensitasnya bisa saja berbeda-beda. Daya tahan seseorang menghadapi stres atau tekanan memang tak sama. Persoalan yang dirasa ringan oleh seseorang, bisa jadi merupakan persoalan berat bagi orang yang lain.

    Ada kalanya, kita kehabisan akal menghadapi stres dan satu-satunya cara yang bisa kita lakukan adalah hanya menerima dan mengamatinya. Selama sumber stres masih ada, peluangnya untuk hadir dan menekan kita pasti selalu ada. Tagihan-tagihan yang terus datang, pekerjaan menumpuk yang tak bisa diselesaikan dalam 24 jam, orang-orang dekat yang terus menuntut perhatian, bahkan kemacetan yang harus kita hadapi saban hari pun bisa demikian menekan dan membuat kita kelelahan lahir batin. Selalu ada tuntutan yang menimbulkan tekanan yang sulit kita hindari. Sialnya, sumber tekanan ini seringkali berada di luar kekuasaan kita.

    Meski demikian, ada pula bagian dari stres yang berada dalam kekuasaan kita, yakni cara menghadapi dan bereaksi terhadapnya. Dalam pengelolaan tekanan, kita tak bekerja dengan segala yang berada di luar kekuasaan kita, melainkan terus berfokus pada kadar kesadaran yang bisa membantu kita mengatur reaksi yang perlu kita berikan untuk meresponnya. Namun pengelolaan stres memang bukan semacam obat sapu jagat yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Setiap orang membutuhkan banyak uji coba dan pengalaman untuk menemukan “racikan” yang paling cocok untuk dirinya.

    Pengelolaan stres, sejatinya berpusar pada soal pikiran, perasaan, emosi, gaya hidup dan bagaimana kita berdamai dengan berbagai persoalan. Betapa pun penuh tekanan tampaknya hidup, kita selalu bisa melakukan beberapa langkah ini untuk bisa melepaskan tekanan dan ketegangan, serta tetap memiliki kontrol atas reaksi yang kita berikan.

    Identifikasi Sumber Stres

    Pengelolaan stres dimulai dengan mengidentifikasi hal-hal yang menjadi sumber tekanan yang kita rasakan. Meski kedengarannya mudah, mengidentifikasi dan mengakui hal-hal tersebut sebagai sumber stres kita, nyatanya bukan hal yang mudah. Dibutuhkan keberanian untuk jujur pada diri sendiri untuk bisa melakukan hal ini. Seringkali kita mengira dan mengidentifikasi sumber-sumber tekanan dari kejadian-kejadian kasat mata seperti pindah kerja, bercerai, pindah rumah dan hal-hal lain. Padahal ada hal-hal tak kasat mata yang jauh lebih kompleks yang berdiam dalam hati dan menjadi penyebab stres kita yang sama sekali tak teridentifikasi atau tak berani kita akui sebagai penyebab stres yang sesungguhnya. Padahal, mengamati bagaimana cara kita berpikir, merasa dan bersikap, sama mudahnya dengan menunjuk persoalan-persoalan kasat mata yang kita kira merupakan sumber tekanan. Bukan tak mungkin, hal-hal kasat mata itu sekadar akibat dari sumber tak kasat mata yang selalu diingkari sebagai penyebab stres yang kita hadapi.

    Terapkan Rumus “HUST”

    Rumus ini terdiri dari empat kata Hindari, Ubah, Sesuaikan, Terima. Menerapkannya dengan seksama, akan bisa meningkatkan kelenturan kita menghadapi tekanan.

    Berusahalah menghindari tekanan-tekanan tak penting yang dapat dielakkan. Tentu saja bukan menghindari semua masalah, karena sebagian masalah yang menimbulkan tekanan memang perlu diselesaikan. Tapi seiring pengalaman, kita akan bisa mengasah kepekaan untuk menghindar dari hal-hal yang bisa menimbulkan tekanan. Seperti berlatih mengatakan tidak untuk hal-hal yang tak nyaman kita lakukan tanpa harus merasa bersalah, menghindari orang-orang yang selalu membuat kita pusing, tak berhubungan dengan hal-hal yang membuat kita merasa tegang, seperti menonton berita menjelang tidur, juga menyaring jadwal harian hingga kita dapat mencoret janji tak terlalu penting.

    Ubah situasi bilamana kita tak bisa menghindarinya. Acapkali, mengubah ini berkaitan erat dengan cara kita berkomunikasi dan mengatur jadwal harian. Misalnya, berlatih mengekspresikan perasaan ketimbang menyimpannya dalam hati. Berusaha menjadi lebih lentur dan berkenan melakukan kompromi untuk hal-hal yang sebelumnya sama sekali tak bisa ditawar. Juga, berusahalah menyediakan keseimbangan bagi diri sendiri. Sediakan waktu bagi diri kita untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan di antara berbagai kesibukan, bisa membantu kita menyeimbangkan hidup.

    Sesuaikan diri dengan sumber tekanan apabila kita tak punya kuasa untuk mengubahnya. Percayalah, kita diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang memiliki tingkat kelenturan amat tinggi terhadap suasana yang penuh tekanan. Mengubah harapan dan tindakan kita terhadap sumber tekanan, akan sangat bisa mengembalikan kemampuan kita mengontrolnya. Bisa saja dengan membingkai ulang pandangan kita terhadap sebuah masalah, atau melihat dalam perspektif yang lebih luas sehingga persoalan yang kita hadapi terlihat hanya sebagai noktah kecil dari keseluruhan pengalaman yang kita lewati. Bisa juga, misalnya, ada baiknya kita menurunkan standar agar harapan dan kenyataan bisa bertemu di satu titik yang terjangkau oleh semua pihak hingga kita tak perlu kecewa terus menerus, dan mencoba berlatih untuk lebih banyak bersyukur.

    Terima hal-hal yang tak bisa kita ubah, adalah cara jitu untuk bisa berdamai dengan sumber-sumber tekanan yang berada di luar kekuasaan kita seperti kematian orang yang kita cinta, kondisi perekonomian yang memburuk, ketidakberuntungan yang tak terhindari atau hal-hal terkait takdir lainnya. Menerima barangkali –atau malah tentu saja- bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Tapi seiring berjalannya waktu, kita akan makin terbiasa dan mahir melakukannya.

     

    source : greatmind.id

  • Mengelola Aktivitas Pagi Agar tidak Stres!

    Berbagai macam kesibukan sehari-hari terkadang membuat stres. Tak heran beberapa orang pun merasa malas bahkan cenderung takut ketika akan menghadapi pagi.

    Kesibukan itu sebaiknya tak disikapi dengan rasa stres. Agar tidak menimbulkan stres, ada cara mengelola aktivitas yang benar di pagi hari. Dilansir The Guardian, ada lima kiat dalam menghadapi kesibukan di pagi hari tanpa harus mengalami stres.

     

    1. Siapkan segala kebutuhan pada malam sebelumnya

    Salah seorang dokter locum dan penulis The Food Medic, Hazel Wallace, menyarankan agar kegiatan di pagi hari tak terlalu repot, maka siapkan segala sesuatu yang dibutuhkan pada malam sebelumnya. Persiapkan segala kebutuhan mulai dari makan siang hingga menyusun pakaian yang akan dipakai keesokan harinya.

    Organisator profesional Vicky Silverthorn juga menyarankan untuk meninggalkan barang-barang yang diperlukan di depan pintu. Persiapan juga bisa dilakukan dengan menggunakan catatan tempel sebagai pengingat.

    Selanjutnya, periksa ramalan cuaca, perbarui kalender, dan merawat rutinitas di malam sebelumnya juga akan membantu Anda merasa lebih siap di pagi hari.

     

    1. Jangan tekan tombol tunda pada alarm

    Seorang profesor ilmu saraf di University of California, Matthew Walker, menyarankan agar tidak menekan tombol snooze atau tunda pada alarm. Sebab, hal itu akan  mengganggu kualitas tidur.

    Dia menyarankan untuk mengatur alarm di jadwal ketika benar-benar harus bangun. The Sleep Council, organisasi yang mempromosikan kebiasaan tidur yang sehat, memperingatkan bahwa tubuh mengalami lonjakan kortisol setiap kali alarm berbunyi.

    Jika kesulitan untuk tidak menekan tombol, tinggalkan alarm di ruangan sebelah. Tubuh harus benar-benar bangun dan menghampiri alarm untuk menghentikan bunyinya. Bangun dengan alarm cahaya atau getaran juga bisa memudahkan bangun dari tidur.

     

    1. Membereskan barang-barang

    Advokat Silverthorn memberikan saran untuk menyiapkan rutinitas dengan baik yaitu dengan menempatkan kunci dan barang-barang penting lainnya di tempat yang sama. Selain itu, disarankan untuk terus declutter atau mengurai barang-barang untuk memilih mana yang diperlukan dan mana yang tidak diperlukan.

    “Mengurai rumah juga bisa mengarah ke rutinitas yang lebih ramping. Semakin sedikit yang dimiliki semakin mudah untuk bertanggung jawab atas rumah, daripada barang itu menjadi sebuah tanggung jawab,” jelasnya.

     

    1. Siapkan sarapan

    Wallace membagikan pengalamannya mengelola rutinitas agar tak menjadi stres tetapi tetap sehat dengan sarapan. Dia membuat gandum sejak malam sebelumnya dengan jumlah yang agak banyak. Gandum itu menjadi sarapan dan juga makanan bekal untuk bekerja pada hari berikutnya.

    Sedangkan Silverthorn menyarankan diperlukan sistem di tempat seperti daftar periksa atau tempat teh dan kopi di dapur agar mudah mencarinya. Akan tetapi dia memperingatkan terhadap hal-hal yang rumit karena memiliki kemungkinan lebih kecil untuk bertahan dalam jangka panjang.

    “Jika anak-anak cukup besar untuk membuat sarapan sendiri, tinggalkan mangkuk dan makanan dalam jangkauan mereka untuk mendorong kemandirian. Dapur adalah pusat rumah. Jika itu di tempat yang tepat maka semuanya berjalan lebih lancar,” katanya.

     

    1. Ambil waktu sejenak

    Banyak dari kita lebih memilih untuk terus melakukan kegiatan rutin pagi hari agar waktu tak terbuang sia-sia. Ternyata, Silverthorn melihat hal itu merupakan sebuah kesalahan.

    Dia menyarankan untuk memulai hari dengan menjauhkan diri dari gawai setidaknya lima menit sambil membuat secangkir teh dan duduk untuk meminumnya dengan tenang. “Itu penting bagi saya setiap pagi. Lima menit untuk menyatukan pikiran. Mungkin itu sulit, tetapi lima menit bisa dilakukan,” kata dia.

    Wallace mengatakan rutinitas sehari-hari juga dapat mengurangi stres dengan beberapa penyesuaian. “Periksa penundaan, tinggalkan banyak waktu, kenakan sepatu yang nyaman dan siapkan buku atau podcast untuk perjalanan Anda,” jelas Wallace.

     

    Sumber : Republika.co.id
  • Tips Mengendalikan Stres

    Stres adalah hal normal yang pernah dialami oleh setiap orang. Stres yang normal bisa memberikan dampak positif, misalnya membantu Anda bekerja lebih cepat ketika sedang mengejar masa tenggat waktu. Namun hati-hati, kondisi stres bisa berdampak negatif jika sering terjadi dan berkepanjangan.

    Dampak Stres Terhadap Kesehatan

    Kondisi stres akan memicu beberapa reaksi, seperti tekanan darah meningkat, pembuluh darah menyempit, dan Anda pun akan bernapas lebih cepat. Hal ini disebabkan tubuh melepas hormon kortisol dan adrenalin yang membuat kerja jantung menjadi lebih cepat. Hormon tersebut juga mampu meluapkan energi secara percuma sehingga Anda merasa mudah lelah.

    Sistem kekebalan seseorang yang sedang stres juga akan menurun, sehingga menjadikan tubuh sulit melawan penyakit. Hasilnya, Anda akan lebih mudah terkena penyakit. Saat Anda sedang menderita penyakit, stres mungkin bisa memperparah kondisi Anda. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa menyerang Anda jika mengalami stres berkepanjangan:

    1.       Sakit kepala.

    2.       Diabetes.

    3.       Tekanan darah tinggi.

    4.       Gangguan tidur.

    5.       Stroke.

    6.       Obesitas.

    7.       Asma.

    8.       Depresi.

    9.       Penuaan dini.

    10.   Mudah terinfeksi.

    11.   Disfungsi seksual.

    12.   Penyakit jantung.

    13.   Asam lambung.

    14.   Penyakit Alzheimer.

    Oleh karena itu, tidak ada lagi alasan untuk menimbun stres.

    Lakukan Cara-cara ini untuk Mengendalikan Stres 

    Langkah pertama mengatasi stres adalah dengan mengetahui apa yang menyebabkan stres, dalam hal ini Anda sendiri yang mengetahuinya. Setelah itu, tuliskan apa saja pemicu stres tersebut sehingga Anda dapat mengantisipasi langkah apa saja yang perlu Anda lakukan untuk mencegah atau melawan stres.

    Langkah selanjutnya adalah melakukan hal-hal yang dapat memberikan relaksasi untuk tubuh dan pikiran Anda, seperti:

    1.       Mengeluarkan semua unek-unek
    Memendam perasaan, terutama perasaan yang mengganggu Anda, bisa membuat Anda stres. Lebih baik utarakan semuanya agar Anda bisa melepas beban Anda.

    2.       Olahraga
    Selain membuat tubuh sehat, olahraga
    juga bisa meredakan stres. Satu cara yang sederhana dapat berupa berjalan kaki atau bersepeda mengitari komplek rumah.

    3.       Meditasi
    Meditasi bisa membantu Anda menenangkan pikiran. Anda bisa mencoba olahraga seperti yoga yang juga mengajarkan cara bermeditasi.

    4.       Jalani hobi Anda
    Coba pikirkan apa saja kegiatan yang disukai? Apakah belanja, jalan-jalan di mal, karaoke, nonton film, berkebun, memasak, atau pergi ke taman bermain? Anda bisa melakukan apa saja yang bisa membuat tubuh dan pikiran menjadi rileks, namun kegiatan itu harus positif agar tidak menimbulkan masalah baru.

    5.       Jalani hidup pada masa sekarang
    Anda tidak perlu berkutat pada kehidupan masa lalu, terutama jika hal itu membuat Anda sedih. Hiduplah di masa sekarang. Lupakan pula ekspektasi negatif mengenai kehidupan di masa depan. Biarlah hidup mengalir apa adanya. Percayalah, jika Anda menjalani masa sekarang dengan bahagia dan positif, maka itu akan berdampak pula kepada kehidupan masa depan Anda.

    6.       Jaga diri Anda
    Tidur yang cukup dan senantiasa mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Hindari merokok, mengonsumsi minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang.

    Setiap orang memiliki cara melawan stres yang unik dan berbeda-beda. Cobalah atasi stres dengan cara-cara di atas. Jika Anda kesulitan mencoba semuanya secara sekaligus, pilih satu atau dua cara yang menurut Anda paling nyaman dilakukan. Lakukan hal tersebut hingga menjadi kebiasaan. Jika tingkat stres berada di luar kemampuan Anda untuk mengendalikannya, temui dokter atau lakukan konseling.

    Kapan Waktu yang Tepat untuk Mencari Bantuan Medis

    Stres akan selalu ada karena merupakan bagian dari hidup. Menghindari stres bisa dilakukan dengan cara mengelola stres dengan baik atau setidaknya jangan biarkan stres berlebihan. Kenali gejala stres dan pahami berbagai konsekuensi stres jangka panjang bagi kesehatan tubuh dan jiwa Anda.

    Stres berlebihan atau stres jangka panjang umumnya ditandai dengan berkembangnya berbagai gangguan kesehatan yang cukup serius, seperti depresi, gangguan makan, obesitas, disfungsi seksual, rambut rontok, dan gangguan kepribadian.

    Jika Anda atau kerabat mengalami stres jangka panjang, segera temui dokter untuk berkonsultasi mengenai apa yang dirasakan dan dialami. Karena stres berat dan berkepanjangan akan merusak kesehatan secara umum. Jika diperlukan, dokter akan merujuk Anda pada seorang psikolog atau psikiater yang akan membantu Anda menangani stres

    Nah, itulah beberapa tips mengendalikan stres.

    Semoga Bermanfaat.

     

    Sumber :

    Alodokter.com

  • Begadang Bisa Pengaruhi Jerawat di Wajah, Apa Benar?

    Begadang tidak hanya dapat membuat Anda jadi kurang tidur dan menurunkan stamina, tetapi juga dapat memicu munculnya jerawat, bahkan memperburuk jerawat yang sudah ada.

    Ketika sering tidur larut malam, itu berarti Anda telah mengurangi waktu tidur yang dibutuhkan untuk meremajakan tubuh. Menurut Livestrong dan Buzzle, kurang tidur dapat menyebabkan stres, peningkatan peradangan, kantung mata, peningkatan resistensi insulin dan depresi.

    Hasil gambar untuk jerawat laki laki

    Bukan cuma memunculkan kantung mata, banyak orang yang menduga bahwa kebiasaan sering begadang juga bisa menjadi salah satu penyebab jerawat di wajah. Apa benar begitu?

    Menurut National Sleep Foundation, kurang tidur akibat sering begadang memang dapat memicu timbulnya jerawat di wajah. Hal ini pun turut disetujui oleh Jessica Krant, MD, MPH, seorang asisten dosen klinis dermatologi dari SUNY Downstate Medical Center di New York.

    Dilansir dari WebMD, tingkat stres dapat meningkat hingga 14 persen setiap kali Anda kurang tidur selama 1 jam. Semakin lama Anda begadang, maka tingkat stres dalam tubuh akan semakin bertambah.

    Ketika stres, tubuh akan membuat lebih banyak hormon kortisol alias hormon stres. Nah, banyaknya hormon kortisol inilah yang akan memicu peradangan pada tubuh, termasuk juga merusak struktur dan fungsi kulit.

    Menurut Jessica Krant, kebiasaan tidur larut malam dapat memperparah munculnya jerawat di wajah. Bahkan, hal ini juga dapat memicu masalah kulit lainnya seperti eksim, dermatitis kontak, hingga psoriasis.

    Namun, bagaimana kalau Anda terpaksa harus begadang untuk hal-hal tertentu, entah karena deadline laporan atau mempersiapkan presentasi besok? Begini cara amannya supaya jerawat tidak mudah muncul.

    • Minum banyak air putih. Hal ini dapat membantu membuang racun dalam tubuh sekaligus melembapkan kulit.
    • Hindari makanan manis. Bukan cuma meningkatkan risiko obesitas, makanan manis juga dapat merangsang produksi minyak di wajah dan memicu jerawat.
    • Cuci muka sebelum tidur. Selarut apa pun Anda tidur, pastikan untuk selalu mencuci muka dulu sebelum menyentuh kasur. Ini bertujuan untuk membilas bakteri atau minyak di wajah yang bisa memicu jerawat.
    • Segera tidur.

    Semoga bermanfaat!

     

     

    Sumber :

    • hellosehat
    • beritasatu
  • Hanya 5 Menit Bisa Hilangkan Stres dengan Cara Ini

    Pekerjaan yang menumpuk, masalah dengan keluarga dan sahabat sering kali membuat seseorang sangat rentan terhadap stres dan depresi. Semakin tingginya kebutuhan ekonomi sementara menurunnya pendapatan juga membuat seseorang sangat mudah terserang stres.

    Mengenai kondisi stres, semua orang pasti pernah merasakannya. Beberapa orang mengalami stres ringan yang bisa diatasi dengan tidur dan istirahat sejenak. Tapi, berapa orang lain bisa mengalami stres berat hingga depresi yang tak akan bisa diatasi dengan mudah.

    Stres Sangat Berbahaya
    Stres merupakan kondisi yang sangat berbahaya buat kesehatan psikis maupun fisik. Stres yang terjadi secara terus menerus dan dibiarkan begitu saja, ini bisa meningkatkan berbagai masalah kesehatan mulai dari masalah yang paling ringan hingga masalah kesehatan yang paling mematikan.

    Karena stres, seseorang bisa mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh. Stres bahkan bisa meningkatkan risiko stroke, serangan tekanan darah tinggi, jantung dan diabetes hingga obesitas. Kondisi ini juga mempengaruhi baik buruknya sistem saraf otak. Agar stres tak berubah jadi penyakit yang berbahaya serta mematikan, penting bagi kita semua untuk mengatasi stres sedini mungkin.

    Dikutip dari laman boldsky.com, dalam waktu 5 menit, stres sebenarnya bisa diatasi dengan baik. Cara mengatasinya adalah sebagai berikut.

    1. Ambil nafas dalam-dalam, coba untuk lebih tenang atau rileks.
    2. Rasakan bahwa nafas yang diambil tersebut mengalir ke seluruh tubuh dengan baik.
    3. Tahan nafas selama beberapa detik lalu hembuskan pelan-pelan.
    4. Biarkan perasaan dan pikiran kamu tenang dan nyaman. Jangan biarkan kecemasan mengusik hati maupun otak kamu. Konsentrasi pada satu hal yang positif dan percayalah bahwa semua akan baik-baik saja.
    5. Ambil nafas dalam-dalam lagi lalu hembuskan perlahan kembali bersama semua permasalahan yang kamu alami.
    6. Agar suasana hati semakin bahagia dan stres benar-benar hilang, lakukan cara ini di tempat yang menyegarkan bisa di taman atau teras rumah, tempat yang memiliki aroma wangi dan di tempat yang tenang.
    7. Usahakan untuk mengambil nafas dengan menutup mata agar saat merasakan kenyamanan dan ketenangannya lebih maksimal.

    Melakukan cara ini sedikitnya selama 5 menit setiap kali stres atau setidaknya setiap bangun tidur dan sebelum tidur, manfaatnya luar biasa mengesankan. Sahabat, tidak ada salahnya mencoba bukan ?

    Semoga bermanfaat!

     

     

     

    Sumber : vemale.com

  • Jangan Biarkan Depresi Berlarut! Atasi dengan Cara Ini

    Ketika seseorang merasa suasana hatinya kacau, merasa sedih berlebihan hingga putus asa, maka ini adalah tanda-tanda munculnya depresi. Kondisi ini bukan hal yang sepele dan sangat berbahaya jika tak segera mendapat penanganan lebih lanjut.

    Depresi yang berlarut-larut bisa berbahaya. Karena bisa menyebabkan gangguan kesehatan, menurunnya produktivitas kerja, hingga mengakibatkan seseorang bertindak di luar nalar dan akal sehat yang dapat membahayakan dirinya maupun orang lain.

    Bahkan biaya pengobatan untuk depresi yang sudah parah relatif cukup besar. Maka, jangan pernah menyepelekan depresi yang mungkin sedang menghinggapi diri Anda.

    Berikut kumpulan cara alami terbaik untuk mengatasi depresi seperti dilansir Elite Daily dari Little Things.

    1. Meditasi

    Menurut Dr. Elizabeth Hoge, meditasi mindful dapat mengatasi kecemasan dan gangguan suasana hati lain secara efektif.

    “Mereka yang suasana hatinya sering buruk punya masalah dengan pemikiran-pemikiran mengganggu yang terlalu kuat di dalam otaknya,” jelasnya pada Harvard Health Blog.

    Untuk menghilangkan stres yang muncul sehari-hari, sisihkan 30 menit setiap hari dan cari tempat tenang. Matikan gawai dan pejamkan mata. Atur nafas, dan fokus.

    Jangan memikirkan apapun. Jika ada sesuatu yang mengganggu pikiran, segera usir dan kembali fokus. Anda juga bisa mencoba fokus pada satu kata, atau bayangkan diri sedang berada di suatu tempat damai.

    2. Tambah asupan vitamin B

    Vitamin B-12 dan vitamin B membantu produksi senyawa kimia dalam otak yang memengaruhi suasana hati serotonin, epinephrine, dan dopamin. Kurang asupan vitamin B kerap kali dihubungkan dengan depresi.

    Menurut riset Mayo Clinic, vegetarian, orang paruh baya, dan mereka yang memiliki masalah pencernaan cenderung sulit mencukupi kebutuhan vitamin B.

    Anda dapat minum suplemen, namun alternatif yang sehat adalah menambah makanan kaya vitamin B. Ikan salmon, keju Swiss, bayam, paprika, kerang, daging, telur dan susu rendah lemak.

    Sementara asupan vitamin B perlu ditingkatkan, kafein perlu dikurangi. Ini karena pada beberapa orang, kafein dapat memicu masalah tidur dan memengaruhi suasana hati. Seperti ditulis Mayo Clinic.

    3. Tetapkan tujuan

    Orang yang depresi dapat merasakan berbagai emosi dan sensasi. Namun yang paling sering mereka rasakan dan terus berkembang biasanya perasaan sedih, cemas, hampa, tak tertolong, tak berharga, dan rasa bersalah.

    Sering kali mereka merasa tak bisa berbuat apa-apa atas perasaan tersebut. Untuk mengusir rasa itu, Anda dapat mencoba menetapkan tujuan harian untuk diri sendiri.

    Seperti disarankan Ian Cook, direktur Depression Research and Clinic Program di UCLA. “Mulailah dengan langkah kecil. Buat tujuan itu sesuatu yang dapat Anda wujudkan, bukan hal mustahil,” kata Cook.

    Perlahan, Anda dapat merasa bahagia atas pencapaian yang Anda buat. Lama kelamaan, Anda siap menantang diri dengan tujuan yang lebih sulit.

    4. Jadwal tidur rutin

    Depresi dapat membuat Anda sulit tidur. Kalaupun tidur, kualitasnya mungkin tak sebaik mereka yang tak depresi.

    Padahal, jika kurang tidur gejala depresi dapat memburuk dan meguasai isi pikiran.

    Web MD menyarankan Anda mulai membuat perubahan gaya hidup. Tidur di waktu yang sama setiap malam, dan bangun di waktu yang sama.

    Coba juga untuk meluangkan waktu tidur siang. Matikan televisi, juga berbagai gawai sebelum tidur.

    5. Coba hal baru

    Banyak orang cenderung merasa kusut betul saat depresi. Ini terasa makin berat saat kita tak memiliki kemampuan konsentrasi atau membuat keputusan penting.

    Itu mengapa, penting bagi kita untuk mencoba hal baru dan berbeda. “Saat kita menantang diri untuk melakukan sesuatu yang baru, ada perubahan senyawa kimia di otak,” kata Cook.

    Mencoba hal baru mengubah kadar dopamin yang berhubungan dengan kenikmatan, dan pembelajaran.

    Pergi ke tempat baru, belajar bahasa baru, baca buku baru, dan hal lain yang sudah lama ingin Anda coba.

    6. Bicara pada orang yang Anda percaya

    Ini dapat menguntungkan Anda dalam banyak hal. Mengutarakan isi pikiran dan apa yang sedang terjadi dalam hidup dan mendapatkan respons dapat membantu Anda melihat banyak hal dari perspektif berbeda.

    Membicarakan apa yang Anda rasa juga dapat memberi solusi. Namun yang terpenting, Anda mendapat dukungan emosional dari orang lain.

    Bagi mereka yang introver, membuka diri bisa jadi canggung di awal. Namun jangan biarkan perasaan itu menguasai diri. Bukalah diri untuk mendapat masukan, saran, bahkan bantuan dari orang lain.

    7. Olahraga ringan

    Aerobik simpel, jalan pagi atau peregangan ringan dapat membantu mengatasi gejala depresi. Olahraga memicu produksi endorphin, juga memicu otak untuk berpikir lebih positif. Riset juga membuktikan, dengan berolahraga, Anda kembali memperoleh rasa percaya diri.

    Menurut George Krucik, MD, depresi cenderung membuat Anda merasa kehilangan terhadap hal-hal yang biasanya Anda suka. Karena itu, relaksasi jadi penting. Anda dapat mencoba gerak tubuh yang membikin rileks.

    Semoga bermanfaat!

     

     

     

    Sumber :

    https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/7-cara-mengatasi-depresi

    https://www.liputan6.com/bisnis/read/3573735/wajib-tiru-7-cara-mudah-dan-murah-mengatasi-depresi

  • Stres dan Depresi Penyebab Uban Datang Lebih Cepat

    Seringkali pertumbuhan rambut uban dikaitkan dengan kondisi psikologi atau stres yang dialami seseorang. Hal tersebut terjadi terutama jika rambut uban muncul pada usia seseorang yang masih tergolong muda. Benarkah demikian?

    Seiring bertambahnya usia, melanin sebagai sel penghasil pigmen rambut, akan menghilang dengan sendirinya, dan inilah penyebab terjadinya perubahan warna pada rambut seseorang. Rambut uban mulai muncul seiring bertambahnya usia. Meski lazimnya rambut memutih pada usia diatas 30 tahun bagi pria, dan 35 tahun bagi wanita, rambut uban juga seringkali terjadi pada anak-anak berusia 13 tahun ke atas.

    Kepala manusia terdiri atas ribuan folikel (kantung jaringan) dan setiap folikel menghasilkan satu helai rambut. Rambut manusia terdiri atas dua jenis sel yakni Keratinosit dan Melanosit. Keratinosit berfungsi untuk membangun keratin guna menghasilkan rambut, sedangkan Melanosit bertanggungjawab untuk pembentukan warna pada rambut.

    Melanosit, atau pigmen rambut, terdiri atas Eumalinin dan Pheomelanin. Eumelanin memiliki warna cokelat atau hitam gelap dan Pheomelanin memiliki warna kuning atau merah. Kedua bentuk melanin bergabung dalam rasio yang berbeda dan memberi warna rambut yang berbeda seperti, hitam, coklat atau pirang. Ketika rambut kehilangan sebagian besar melanin maka rambut akan berubah menjadi abu-abu, sedangkan ketika rambut telah kehilangan semua melanin, maka rambut berubah menjadi putih.

     

    Pengaruh Stress dan Rambut Uban

    Ada banyak faktor yang menyebabkan melanin hilang dari rambut. Kerusakan radikal bebas kronis, ketidakseimbangan ginjal dan darah, dan bahkan stres dikatakan menjadi penyebab perubahan warna pada rambut. Pada kenyataannya hubungan antara stres dan perubahan warna rambut belumlah jelas.

    Sebuah penelitian oleh Tyler Cymet menyimpulkan bahwa mereka yang telah mengalami stres selama dua atau tiga tahun, mengalami perubahan warna rambut dengan cepat. Ketika seseorang berada di bawah stres, hormon stres dapat mengganggu aktivitas melanin dan semakin cepat mengembangkan perubahan warna abu-abu pada rambut.

    David Fisher, seorang profesor pediatri di Harvard Medical School mengatakan bahwa hal tersebut merupakan tahapan menipisnya sel-sel batang atau melanosit yang menyebabkan hilangnya pigmen. Meski demikian hal tersebut belum kuat dijadikan alasan untuk mengaitkan antara stres dan terjadinya rambut uban.

    David menambahkan tidak ada hal yang membuktikan proses tumbuhnya rambut uban sebagai persamaan multi variabel. Hormon stres memang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup dan atau aktifitas melanosit, namun belum ada kaitan yang jelas antara stres dan rambut uban.

    Sangat sulit untuk memperjelas hubungan timbulnya rambut uban dengan stres. Stres sendiri memiliki banyak dampak bagi kesehatan seperti penyakit jantung, gangguan pencernaan, gangguan tidur, dan daya tahan tubuh yang lemah dan jerawat. Seluruh permasalahan tersebut dapat menyebabkan kerontokan rambut dan memicu rambut menjadi putih. Secara tidak langsung efek berantai terjadi dalam hal ini, stress dapat memicu rambut uban dan kerontokan rambut.

    Stres memang telah menjadi bagian dari kehidupan. Jauhkan diri Anda dari stres dengan melakukan pola hidup sehat. Tanyakan kepada dokter Anda obat terbaik untuk merawat rambut uban. Gunakan secara teratur dan cegah diri Anda dari rambut beruban.

    Semoga bermanfaat!

     

     

     

    Sumber : https://meetdoctor.com/article/stres-penyebab-rambut-uban