Tag: sepatu

  • Hati – Hati Kebiasaan Mencium Bau Kaos Kaki Berdampak Infeksi Paru Paru

    Sepatu maupun kaos kaki yang jarang dibersihkan atau biasanya masih basah langsung dipakai bisa menimbulkan bau menyengat yang tidak sedap. Selain memalukan karena dibilang kurang menjaga kebersihan, bau kaos kaki sepatu yang tak sedap ternyata juga tidak baik bagi kesehatan.

    Buktinya ada salah seorang pria yang terkena penyakit paru-paru setelah mencium bau kaos kaki sepatunya yang busuk. Yang sempat viral tahun lalu.

    Dilaporkan bahwa insiden itu terjadi di China dimana seorang pria yang hanya dikenal dengan nama panggilan Peng, didiagnosis dengan infeksi jamur parah di paru-parunya.

    Mengeluh Nyeri Dada

    Rupanya, pria itu mengunjungi dokter dengan keluhan dada yang sangat sesak, dia mengeluh sakit batuk dan dada. Dokter mengira dia menderita radang paru-paru, tetapi karena kondisinya semakin memburuk, dokter mewawancarai lebih lanjut pria tersebut.

    Dokter Menemukan Penyebabnya

    Karena kondisi pria itu tidak membaik dan justru menjadi semakin memburuk, akhirnya diketahui bahwa pria itu ternyata memiliki kebiasaan aneh mencium kaus kaki sendiri yang dia kenakan setiap hari.

    Pria Itu Mengalami Infeksi Jamur di Paru

    Rupanya lelaki itu menderita infeksi jamur yang tampaknya berkembang dari alas kakinya, lalu menyebar ke paru-parunya ketika spora tersebut terhidup. Karena sistem kekebalan tubuh pria itu lemah, lantaran tidak mendapatkan istirahat yang cukup, kondisinya menjadi semakin buruk.

    Bisa Disembuhkan

    Ketika dokter menemukan akar penyebab kondisinya, pria itu dirawat sesuai prosedur . Para dokter kemudian berbagi kasus aneh ini dengan media. Reaksinya cukup mengejutkan, banyak orang lantas mengaku kapok dan segera menghentikan kebiasaan aneh mencium kaos kakinya.

    Sebenarnya tak ada yang masalah dengan fungsi bila masuk ke saluran pernapasan, hanya saja kemungkinan sistem imun Peng sedang dalam kondisi lemah sehingga fungi tersebut berkembang menyebabkan kerusakan.

    “Kasus infeksi ini bisa dikaitkan dengan kondisi pasien yang kurang istirahat karena harus merawat anaknya di rumah, berujung pada pelemahan sistem imun,” kata dr Mai kepada Fujian Daily dan dikutip dari Daily Mail.

    Setelah ia menjalani pengobatan, akhirnya Peng pun sembuh total.

     

     

    Sumber :

    • jegulo.com
    • indozone.id
  • Cucilah Sepatu Jika Tidak Ingin Terkena Diare. Apa Hubungannya?

     

    Melepas sepatu sebelum memasuki rumah bisa jadi kebiasaan baik yang membawa manfaat bagi kesehatan anggota keluarga. Menurut ahli mikrobiologi dan spesialis penelitian di Universitas Arizona, Jonathan Sexton, terdapat ratusan ribu bakteri di setiap inci sepatu.

    Bagian sol pada sepatu menjadi area pertemuan bagi beraneka mikroba, dan saat kaki dilangkahkan itu berarti akan ada bakteri lain yang menempel di sepatu. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa hampir semua sepatu dilapisi bakteri Escherichia coli (E. coli), yang ditemukan 97 persen di sol sepatu.

    Ratusan Ribu Bakteri

    Menurut ahli mikrobiologi dari Universitas Arizona, ada sekitar 421.000 bakteri di bagian luar sepatu.

    Kalau di bagian dalam sepatu biasanya ada 2.887 bakteri.

    O iya, sepatu yang baru digunakan selama dua minggu juga bisa dihinggapi 440.000 bakteri.

    Bakteri yang menempel di sepatu kita itu banyak jenisnya, misalnya Escherichia coli, Klebsiella pneumonia, dan Serratia ficaria.

    Meskipun beberapa jenis E. coli tidak membahayakan manusia, namun ada beberapa yang dapat menyebabkan diare, infeksi saluran kemih, dan bahkan meningitis. “Tidak selalu ada pada setiap sepatu, hanya mayoritas, anda dapat menemukan beberapa jenis E. coli di sana,” ungkap Sexton, seperti dikutip dari laman Live Science.

    Penelitian lain juga menemukan bukti adanya Staphylococcus aureus pada sepatu. Bakteri itu menjadi penyebab infeksi kulit, dan lebih mengkhawatirkan adalah infeksi darah dan jantung.

    Sementara itu, berdasarkan penelitian terhadap 30 rumah di Houston, Texas, yang dipublikasikan pada 2014 dalam jurnal Anaerobe, bakteri Clostridium difficile (C. difficile) banyak didapati di antaranya di sepatu, selain di permukaan toilet.

    Infeksi bakteri itu dapat menyebabkan masalah usus seperti diare. Meskipun demikian, menurut Kevin Garey, penulis penelitian C. difficilepada 2014 dan profesor di University of Houston College of Pharmacy, tak perlu ada kekhawatiran berlebihan karena invasi bakteri tersebut.

    “Untuk orang yang sehat, bakteri pada sepatu mungkin tidak menimbulkan risiko atau minim risiko,” ujar Kevin Garey.

    Biasanya, orang sehat perlu kontak dengan ribuan mikroba dari satu jenis yang berbahaya hingga benar-benar terinfeksi.

    Namun, anak kecil dan seseorang yang baru saja dirawat di rumah sakit berisiko terkena infeksi bakteri berbahaya. Untuk itu, ujarnya, ada baiknya melepaskan sepatu di luar sebelum masuk rumah.

     

     

    Sumber :

    • republika.co.id
    • bobo.grid.id