Tag: sampah

  • NTB Kampanyekan Gerakan Kurangi Penggunaan Plastik

    Muhammad Lasri (73) saat mencari sampah plastik untuk dijual kembali di Cilincing.
    Muhammad Lasri (73) saat mencari sampah plastik untuk dijual kembali di Cilincing.
    Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB akan membuat peraturan gubernur (pergub) tentang penanganan sampah plastik. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi pemakaian kantung plastik jika tidak diperlukan.

    “Kami akan segera membuat pergub sambil kemudian merancang perda (peraturan daerah) ke depan,” ujar Rohmi kepada Republika.co.id di Mataram, NTB, Ahad (25/11).

    Selain melalui peraturan tersebut, Pemprov NTB juga terus melakukan edukasi, imbauan, dan gerakan pengurangan penggunaan plastik dalam setiap aktivitas dengan diawali dari rumah tangga masing-masing. Menurut Rohmi, sinergitas antara Pemprov NTB dengan Pemkab dan Pemkot yang ada di NTB juga penting dalam menuntaskan persoalan sampah.

    “Dimulai dari setiap rumah tangga, kita gerakan mengurangi sampah plastik,” lanjutnya.

    Rohmi menambahkan, pemahaman tentang pengurangan penggunaan plastik juga harus masif dilakukan kepada seluruh masyarakat melalui sekolah, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, organisasi massa, LSM,  dan pelaku usaha.

    “Gotong royong, bersih-bersih fasilitas umum juga harus intens, Bank Sampah harus didorong semakin banyak, sedikit demi sedikit ke depan tiap desa idealnya ada Bank Sampah,” kata Rohmi menambahkan.

     

     

     

    Sumber : republika

  • Jakarta Utara dan Gerakan Bank Sampahnya

    Sebanyak 240 sekolah, dari tingkat SD hingga SMA, di Jakarta Utara telah memiliki bank sampah yang diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap lingkungan serta mendidik siswa tentang pengelolaan limbah.

    Membangun bank sampah adalah metode yang tepat untuk memperkenalkan sistem pengelolaan limbah, ujar Walikota Jakarta Utara, Syamsuddin Lologau.

    “[Memiliki 240 bank sampah] luar biasa karena itu berarti setiap sekolah memiliki bank sampah. Saya berharap ini bisa mendidik para siswa [tentang pengelolaan sampah], ”katanya, Selasa seperti dilansir dari Wartakota.tribunnews.com.

    Gerakan Ayo Menabung dengan Sampah di Jakarta Utara mengajak anak-anak rajin menabung dan menjaga lingkungan dengan mengumpulkan sampah. Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul 240 Sekolah di Jakut Sudah Punya Bank Sampah, http://wartakota.tribunnews.com/2018/10/30/240-sekolah-di-jakut-sudah-punya-bank-sampah. Penulis: Junianto Hamonangan Editor: Max Agung Pribadi
    Gerakan Ayo Menabung dengan Sampah di Jakarta Utara mengajak anak-anak rajin menabung dan menjaga lingkungan dengan mengumpulkan sampah | Foto: Junianto Hamonangan / Tribunnews

    Bank sampah adalah tempat pengumpulan sampah, di mana penduduk dapat membuang sampah rumah tangga mereka yang telah dipilah sesuai jenisnya dengan imbalan uang tunai. Warga harus terlebih dahulu memisahkan sampah mereka sesuai dengan jenis sampahnya; barang organik dan non-organik. Sampah organik diubah menjadi kompos, sementara sampah non-organik dibagi menjadi tiga kategori: plastik, kertas, dan botol dan logam.

    Syamsuddin mengatakan bank sampah memiliki banyak manfaat karena mereka berkontribusi terhadap lingkungan dan juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

    Dia menambahkan bahwa pemerintah bertujuan untuk mempromosikan instalasi bank sampah di masyarakat lokal dalam upaya untuk mengurangi limbah dan menerapkan sistem pengelolaan limbah yang lebih baik di Jakarta Utara.

    “Kita berharap bukan hanya murid SD-SMA saja tapi kita juga imbau kepada masyarakat sampai tingkat RT/RW harus buat bank sampah. Kalau dlaksanakan, alhamdulillah artinya Jakarta Utara bisa bersih dan sampah di Jakarta Utara berkurang,” ucapnya.

     

     

    Sumber : GNFI