Tag: sahur

  • 8 Efek Puasa Tanpa Sahur yang Perlu Diwaspadai

    8 Efek Puasa Tanpa Sahur yang Perlu Diwaspadai

    efek puasa tanpa sahur

    Puasa tapi tidak sahur karena kesiangan atau sengaja melewatkan sahur sebenarnya tetap sah dijalankan. Namun, tanpa asupan makanan dan cairan yang cukup di awal hari, tubuh harus bekerja lebih keras selama berpuasa dan pasokan energi pun berkurang.

    Yuk, ketahui apa saja efek puasa tanpa sahur pada tubuh berikut ini.

    Berbagai efek puasa tapi tidak sahur

    Meskipun bukan syarat sah puasa, makan sahur sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan tubuh selama berpuasa. 

    Makan sahur bisa memberikan pasokan energi yang cukup bagi tubuh untuk mengawali puasa. Jadi, tubuh tidak terlalu lemas selama hampir seharian tidak makan dan minum.

    Ketika melewatkan sahur, Anda berisiko mengalami berbagai dampak berikut ini.

    1. Meningkatkan risiko dehidrasi

    Saat puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama sekitar 12 – 14 jam. Kondisi ini membuat tubuh rentan mengalami dehidrasi. 

    Ketika Anda tidak minum karena melewatkan waktu sahur, risiko mengalami dehidrasi pun semakin tinggi, terutama jika Anda beraktivitas di luar ruangan atau di tengah cuaca panas. 

    Dehidrasi saat puasa dapat menyebabkan pusing, lemas, hingga kesulitan berkonsentrasi.

    2. Kadar gula darah menurun drastis

    Sahur membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sepanjang hari.

    Tanpa makan sahur berarti tubuh tidak memiliki cadangan energi yang cukup sehingga kadar gula darah dapat turun (hipoglikemia) secara signifikan selama puasa. 

    Hipoglikemia bisa memicu gejala seperti pusing, gemetar, hingga badan terasa sangat lemas saat puasa.

    3. Tingkat energi menurun

    Tubuh membutuhkan asupan karbohidrat, protein, dan lemak yang cukup untuk menghasilkan energi yang memadai untuk menjalankan fungsinya dan beraktivitas. 

    Tanpa sahur, Anda mungkin merasa lebih cepat lelah dan sulit menyelesaikan pekerjaan harian karena cadangan energi tubuh berkurang drastis.

    4. Sulit berkonsentrasi

    Kurangnya asupan gizi saat sahur dapat memengaruhi fungsi otak, seperti kemampuan untuk berkonsentrasi dan menggunakan daya ingat. 

    Pasalnya, otak membutuhkan glukosa sebagai sumber energi yang biasanya didapatkan dari makanan.

    Makan sahur bisa memberikan suplai bahan bakar yang dibutuhkan otak untuk berfungsi dalam aktivitas sehari-hari. Sebaliknya, tidak sahur bisa membuat produktivitas Anda menurun selama puasa.

    5. Gangguan pencernaan

    Puasa tanpa sahur dapat memperparah risiko gangguan pencernaan, seperti perut kembung atau nyeri lambung. 

    Perut yang kosong terlalu lama bisa memicu produksi asam lambung berlebih, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit maag.

    6. Mood tidak stabil

    Makanan sahur yang bergizi seimbang membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Kondisi ini juga memengaruhi hormon yang mengatur suasana hati.

    Fungsi hormon yang terpengaruh akibat melewatkan makan sahur bisa membuat Anda lebih mudah marah, cemas, atau sulit mengendalikan emosi selama puasa.

    7. Memicu asam lambung naik

    Melewatkan makan sahur dapat memicu naiknya asam lambung saat puasa. Hal ini bisa menimbulkan gejala yang sangat mengganggu, mulai dari heartburn, mual, hingga perut kembung.

    Lambung akan tetap memproduksi asam meskipun tidak ada makanan yang masuk. Jika Anda tidak sahur, perut akan kosong terlalu lama sehingga asam lambung dapat mengiritasi dinding lambung.

    Hal ini juga yang meningkatkan risiko refluks asam alias GERD yang bisa membuat gejala makin parah dan puasa menjadi tidak optimal.

    8. Menurunnya sistem kekebalan tubuh

    Asupan nutrisi dari makan sahur membantu menjaga daya tahan tubuh selama berpuasa. Ini penting karena puasa berhari-hari membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit infeksi.

    Jika tubuh tidak mendapatkan vitamin dan mineral yang cukup dari makanan, sistem kekebalan tubuh makin lemah dan risiko sakit saat puasa makin tinggi. 

    Tips agar tidak melewatkan sahur 

    Tidak melewatkan sahur sangat penting untuk menjaga stamina selama berpuasa. Dikutip dari Islamic Finder, berikut beberapa tips yang bisa Anda coba agar bisa rutin makan sahur.

    • Atur alarm yang efektif. Letakkan alarm jauh dari tempat tidur agar Anda harus bangun untuk mematikannya.
    • Tidur lebih awal. Usahakan tidur lebih awal agar tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup sebelum bangun sahur.
    • Siapkan makanan sahur sebelum tidur. Siapkan bahan makanan atau masakan sebelum tidur sehingga Anda hanya perlu memanaskannya saat sahur.
    • Pilih menu sahur menarik. Rencanakan makanan yang Anda sukai agar lebih semangat untuk bangun sahur.
    • Inisiatif diri. Ingatkan diri tentang pentingnya sahur untuk menjaga energi sepanjang hari.
    • Makan sahur bersama orang tercinta. Bangun sahur bersama keluarga atau pasangan bisa menjadi motivasi tambahan.
    • Hindari makan berat sebelum tidur. Jangan makan berat terlalu malam karena bisa membuat perut terasa penuh dan Anda malas bangun sahur.
    • Gunakan alat masak praktis. Gunakan alat masak otomatis seperti rice cooker atau slow cooker untuk mempermudah proses memasak.

    Puasa tanpa sahur memang tetap sah secara hukum, tapi dari sisi kesehatan, sangat disarankan untuk Anda tidak melewatkan sahur. 

    Pilihlah menu sahur yang cukup kalori dan bergizi, bisa juga dengan tambahan suplemen, agar kebutuhan nutrisi dan cairan selama puasa tetap terpenuhi dan Anda tidak mudah jatuh sakit.

  • Buah-buahan Yang Cocok Dikonsumsi Saat Berpuasa

    Buah adalah makanan yang penting saat puasa Ramadan. Untuk mengembalikan kesegaran tubuh, buah dibutuhkan setiap hari khususnya saat berbuka puasa. Buah untuk berbuka puasa bisa memberikan tambahan energi dari rasa manis yang dihasilkan, aneka vitamin bermanfaat, dan serat yang dapat melancarkan pencernaan.

    Buah yang Cocok untuk Buka Puasa

    Berikut buah terbaik untuk berbuka puasa yang sehat:

    1. Kurma

    Buah untuk berbuka puasa yang pertama adalah kurma, karena sangat dianjurkan untuk ada saat berbuka puasa. Buah ini bisa dikonsumsi sebanyak tiga butir dengan minum segelas air putih. Kurma akan memberikan energi secara langsung dari rasa manis yang diberikan. Energi tubuh akan langsung terangkat dengan instan.

    1. Semangka

    Semangka mengandung 91% air di dalam dagingnya. Selain itu daging buah ini juga mengandung likopen yang bekerja sebagai antioksidan. Selebihnya, semangka juga mengandung citrulline dan arginine yang baik untuk mengaja kesehatan jantung dan mengurangi timbunan lemak yang menyebabkan kolesterol dan serangan jantung.

    1. Melon

    Melon adalah buah yang rendah kalori dan memiliki banyak kandungan air, yang membuat tubuh kembali terhidrasi saat buka puasa.

    Hanya 1 cangkir melon (150-160 gram), seperti melon atau semangka, menghasilkan 46-61 kalori. Meskipun rendah kalori, melon kaya akan serat, kalium, dan antioksidan, seperti vitamin C, beta-karoten, dan lycopene.

    1. Buah berry

    Aneka buah berry seperti strawberry hingga blueberry baik untuk kesehatan dan direkomendasikan sebagai buah untuk buka puasa dan sahur. Buah untuk berbuka puasa ini mengandung banyak vitamin C yang baik untuk meningkatkan daya tahan. Selain itu, buah jenis ini juga baik untuk mencegah serangan jantung dan meringankan risiko hipertensi.

    1. Pisang

    Buah untuk buka puasa selanjutnya adalah pisang, yang harus tersedia saat Ramadan. Buah ini mengandung cukup banyak karbohidrat yang akan membuat Anda langsung kenyang. Selain dapat mengganjal perut sebelum menyantap makanan berat, pisang juga bermanfaat untuk melancarkan pencernaan dan mencegah heartburn.

    1. Jeruk

    Jeruk adalah buah yang cocok untuk buka puasa karena mengandung Vitamin C dan mineral yang baik untuk tubuh. Mengonsumsi jeruk akan memberikan rasa segar secara instan dan membuat Anda menjadi lebih kebal dengan penyakit seperti flu yang sering muncul saat musim kemarau.

    1. Alpukat

    Avokad adalah salah satu buah yang bisa jadi alternatif selain kurma. Kandungan lemak nabati yang banyak akan membuat energi dalam tubuh langsung meningkat.

    Buah untuk berbuka puasa ini dapat dikonsumsi dalam bentuk jus, smoothie atau langsung dimakan bersama susu cokelat.

    1. Apel

    Apel adalah buah yang rendah kalori (116 kalori) dan tinggi serat (5,4 gram) per buah (223 gram). Mengonsumsi buah-buahan rendah kalori seperti apel lebih mengenyangkan. Bahakan mengonsumsi buah apel dapat menahan lapar seharian.

    1. Kiwi

    Kiwi adalah salah satu buah yang rendah fruktosa dibandingkan buah lain. Dengan komponen ini gula darah di dalam tubuh tidak akan mudah naik dengan cepat. Selain itu kiwi juga mengandung cukup banyak serat yang baik untuk kesehatan pencernaan. Anda akan jarang sembelit yang menyebabkan perut sakit.

    1. Markisa

    Satu buah markisa (18 gram) yang segar mengandung 17 kalori dan kaya akan serat, vitamin C, vitamin A, zat besi, dan kalium. Markisa juga memiliki serat makanan yang cukup.

    1. Anggur

    Buah kecil ini bisa menjadi alternatif Anda untuk berbuka puasa. Rasanya yang segar dan manis bisa membantu menggantikan cairan dan gula yang hilang selama berpuasa. Anggur juga termasuk jenis buah yang gampang dicerna karena tinggi air dan mengandung serat, sehingga baik untuk dimakan sebelum Anda mulai makan utama saat berbuka puasa. Ini mempersiapkan sistem pencernaan Anda sebelum memproses jenis makanan yang lebih kompleks.

    1. Strobery

    Sama seperti semangka, buah stroberi mengandung 91% air yang mampu mencegah dehidrasi. Stroberi juga termasuk buah tinggi vitamin C yang membantu menjaga stamina, menjaga kesehatan kulit dan mata, hingga mencegah tekanan darah tinggi dan serangan jantung.

    Nah, itulah 12 buah yang cocok dikonsumi saat sahur dan berbuka puasa.

    Semoga Bermanfaat.

     

    Sumber :

    Hellosehat.com

    Doktersehat.com

  • Bolehkah Minum Air Dingin Ketika Berbuka Puasa?

    Biasanya, para orang tua sering kali menyuruh anak-anaknya untuk mengurangi minum air dingin, terutama saat buka puasa. Padahal air dingin adalah salah satu jenis minuman yang sangat menyegarkan untuk berbuka. Nah, sebenarnya apa ya efek yang ditimbulkan ketika Anda minum air dingin untuk buka puasa?

    Efek minum air dingin untuk berbuka

    Minum air putih memang baik untuk kesehatan Anda, tetapi apakah hasilnya akan sama bila Anda lebih senang minum air dingin untuk membatalkan puasa?

    Ternyata, walaupun dapat melepas dahaga Anda, efek samping minum air dingin saat buka puasa akan menghantui Anda. Mulai dari gangguan pencernaan hingga sakit tenggorokan bisa terjadi pada Anda.

    1. Gangguan pencernaan

    Pada saat Anda meminum air dingin dalam keadaan perut kosong, lambung akan berkontraksi karena menerima cairan yang suhunya jauh berbeda dari suhu tubuh. Nah, hal tersebut bisa membuat perut Anda mulas seperti ingin ke kamar mandi.

    Oleh karena itu, lebih baik hindari air dingin agar buka puasa Anda lebih nyaman.

    1. Mudah terserang penyakit

    Salah satu efek dari minum air dingin ketika buka puasa adalah memproduksi lendir berlebih pada tubuh Anda. Kelebihan lendir ini ternyata mampu menurunkan fungsi sistem pertahanan tubuh Anda, sehingga mudah terserang penyakit.

    Berikut beberapa gangguan kesehatan karena sering minum air dingin

    1. Sakit tenggorokan

    Minum air dingin bisa menyebabkan sakit tenggorokan memang bukanlah kabar yang mengejutkan. Jika Anda sering melakukan kebiasaan ini,  lapisan pelindung saluran pernapasan Anda akan menumpuk, sehingga rentan terhadap infeksi tenggorokan.

    1. Tidak menyerap nutrisi untuk tubuh

    Pada saat Anda mengonsumsi air dingin, tubuh akan bekerja keras untuk menyeimbangkan suhunya. Nah, karena energinya terlalu banyak dipakai untuk keseimbangan suhu, tenaga yang seharusnya digunakan untuk menyerap nutrisi pun berkurang.

    1. Sakit kepala

    Sama seperti saat Anda memakan es krim, reaksi tubuh Anda saat menerima air dingin juga dapat dikatakan brain freeze. Kondisi ini dipengaruhi oleh jaringan saraf tulang belakang. Saraf yang cukup sensitif ini ternyata mengirimkan pesan kepada otak Anda, sehingga menyebabkan sakit kepala.

    Menurut pakar gizi Indonesia, Profesor Hardinsyah, berbuka dengan minuman dingin akan menyebabkan beberapa hal yaitu:

    1. Tubuh bekerja lebih keras akibat harus menyesuaikan suhu minuman dengan suhu tubuh

    Tubuh harus selalu menyesuaikan suhu makanan atau minuman dengan suhu tubuh terlebih dahulu sebelum agar bisa mencernanya.

    Makanan atau minuman yang tidak sesuai dengan suhu tubuh akan membuat tubuh kita bekerja lebih berat dalam mencernanya.

    Minuman dingin membuat tubuh harus bekerja lebih keras karena harus meningkatkan suhu minuman menjadi sama dengan suhu tubuh agar bisa dicerna dan masuk dalam pembuluh darah dengan lebih baik.

    Kondisi ini tentu sebaiknya dihindari, agar metabolisme tubuh pasca buka puasa tidak menjadi berat karena suatu hal yang sebenarnya bisa kita hindari, ‘kan?

    1. Tubuh tidak terhidrasi dengan baik

    Jika pada saat tubuh sedang tidak puasa, lazimnya mengonsumsi minuman dingin hal ini tidak terlalu bermasalah, namun pada saat berpuasa, minuman yang dingin harus disesuaikan suhunya terlebih dahulu baru dapat dicerna oleh tubuh, termasuk kandungan cairan dalam tubuh. Padahal cairan adalah zat gizi utama yang harus segera dipenuhi saat berbuka puasa.

    Hal ini menyebabkan proses hidrasi atau pemenuhan kebutuhan cairan dalam tubuh menjadi lebih lama, jika dibandingkan dengan minum minuman biasa, sehingga tubuh akan semakin lama mengalami dehidrasi.

    Sebaiknya minum air hangat untuk membatalkan puasa

    Usakahan untuk memilih air hangat sebagai pembatal puasa Anda. Air hangat dipercaya mempunyai segudang manfaat untuk tubuh Anda, terutama saat puasa, seperti:

    1. Membantu melancarkan pencernaan
    2. Membuang toksin dari tubuh
    3. Menghambat penuaan
    4. Meredakan hidung tersumbat

    Nah, bagaimana? Apakah masih ingin pilih yang segar-segar demi memenuhi hasrat sesaat atau mempertimbangkan air hangat karena efek yang ditimbulkan dari minum air dingin? Semua pilihan ada di tangan Anda.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Hellosehat.com

    Doktersehat.com

  • Buah-buahan Yang Cocok Dikonsumsi Saat Berpuasa

    Buah adalah makanan yang penting saat puasa Ramadan. Untuk mengembalikan kesegaran tubuh, buah dibutuhkan setiap hari khususnya saat berbuka puasa. Buah untuk berbuka puasa bisa memberikan tambahan energi dari rasa manis yang dihasilkan, aneka vitamin bermanfaat, dan serat yang dapat melancarkan pencernaan.

    Buah yang Cocok untuk Buka Puasa

    Berikut buah terbaik untuk berbuka puasa yang sehat:

    1. Kurma

    Buah untuk berbuka puasa yang pertama adalah kurma, karena sangat dianjurkan untuk ada saat berbuka puasa. Buah ini bisa dikonsumsi sebanyak tiga butir dengan minum segelas air putih. Kurma akan memberikan energi secara langsung dari rasa manis yang diberikan. Energi tubuh akan langsung terangkat dengan instan.

    1. Semangka

    Semangka mengandung 91% air di dalam dagingnya. Selain itu daging buah ini juga mengandung likopen yang bekerja sebagai antioksidan. Selebihnya, semangka juga mengandung citrulline dan arginine yang baik untuk mengaja kesehatan jantung dan mengurangi timbunan lemak yang menyebabkan kolesterol dan serangan jantung.

    1. Melon

    Melon adalah buah yang rendah kalori dan memiliki banyak kandungan air, yang membuat tubuh kembali terhidrasi saat buka puasa.

    Hanya 1 cangkir melon (150-160 gram), seperti melon atau semangka, menghasilkan 46-61 kalori. Meskipun rendah kalori, melon kaya akan serat, kalium, dan antioksidan, seperti vitamin C, beta-karoten, dan lycopene.

    1. Buah berry

    Aneka buah berry seperti strawberry hingga blueberry baik untuk kesehatan dan direkomendasikan sebagai buah untuk buka puasa dan sahur. Buah untuk berbuka puasa ini mengandung banyak vitamin C yang baik untuk meningkatkan daya tahan. Selain itu, buah jenis ini juga baik untuk mencegah serangan jantung dan meringankan risiko hipertensi.

    1. Pisang

    Buah untuk buka puasa selanjutnya adalah pisang, yang harus tersedia saat Ramadan. Buah ini mengandung cukup banyak karbohidrat yang akan membuat Anda langsung kenyang. Selain dapat mengganjal perut sebelum menyantap makanan berat, pisang juga bermanfaat untuk melancarkan pencernaan dan mencegah heartburn.

    1. Jeruk

    Jeruk adalah buah yang cocok untuk buka puasa karena mengandung Vitamin C dan mineral yang baik untuk tubuh. Mengonsumsi jeruk akan memberikan rasa segar secara instan dan membuat Anda menjadi lebih kebal dengan penyakit seperti flu yang sering muncul saat musim kemarau.

    1. Alpukat

    Avokad adalah salah satu buah yang bisa jadi alternatif selain kurma. Kandungan lemak nabati yang banyak akan membuat energi dalam tubuh langsung meningkat.

    Buah untuk berbuka puasa ini dapat dikonsumsi dalam bentuk jus, smoothie atau langsung dimakan bersama susu cokelat.

    1. Apel

    Apel adalah buah yang rendah kalori (116 kalori) dan tinggi serat (5,4 gram) per buah (223 gram). Mengonsumsi buah-buahan rendah kalori seperti apel lebih mengenyangkan. Bahakan mengonsumsi buah apel dapat menahan lapar seharian.

    1. Kiwi

    Kiwi adalah salah satu buah yang rendah fruktosa dibandingkan buah lain. Dengan komponen ini gula darah di dalam tubuh tidak akan mudah naik dengan cepat. Selain itu kiwi juga mengandung cukup banyak serat yang baik untuk kesehatan pencernaan. Anda akan jarang sembelit yang menyebabkan perut sakit.

    1. Markisa

    Satu buah markisa (18 gram) yang segar mengandung 17 kalori dan kaya akan serat, vitamin C, vitamin A, zat besi, dan kalium. Markisa juga memiliki serat makanan yang cukup.

    1. Anggur

    Buah kecil ini bisa menjadi alternatif Anda untuk berbuka puasa. Rasanya yang segar dan manis bisa membantu menggantikan cairan dan gula yang hilang selama berpuasa. Anggur juga termasuk jenis buah yang gampang dicerna karena tinggi air dan mengandung serat, sehingga baik untuk dimakan sebelum Anda mulai makan utama saat berbuka puasa. Ini mempersiapkan sistem pencernaan Anda sebelum memproses jenis makanan yang lebih kompleks.

    1. Strobery

    Sama seperti semangka, buah stroberi mengandung 91% air yang mampu mencegah dehidrasi. Stroberi juga termasuk buah tinggi vitamin C yang membantu menjaga stamina, menjaga kesehatan kulit dan mata, hingga mencegah tekanan darah tinggi dan serangan jantung.

    Nah, itulah 12 buah yang cocok dikonsumi saat sahur dan berbuka puasa.

    Semoga Bermanfaat.

     

    Sumber :

    Hellosehat.com

    Doktersehat.com

  • Tips Sehat Selama Berpuasa

    Bulan Ramadhan telah tiba, di mana seluruh umat muslim diwajibkan untuk berpuasa, menahan lapar dan haus selama kurang lebih 12 jam, selama sebulan penuh. Walaupun begitu, puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, tentu jika dijalankan dengan cara yang sehat pula.

    Berpuasa di siang hari tidak lantas menjadikan tubuh menjadi lesu. Pola makan yang berubah selama Bulan Puasa harus disiasati dengan benar agar tubuh tetap sehat dan bugar dalam menjalankan aktifitas di siang hari. Terlebih lagi, setelah melewati Ramadhan, selain menjadi lebih dekat kepada Allah, kita juga menjadi individu yang lebih sehat daripada sebelumnya.

    Berikut adalah beberapa tips sehat yang sangat baik jika Anda lakukan selama Bulan Puasa Ramadhan:

    1.      Atur waktu anda untuk menyantap sahur di akhir waktu. Selain berguna untuk menunjang puasa anda di siang hari, makan sahur di akhir waktu lebih diutamakan berdasarkan sunnah Rasul.

    2.      Makanlah dengan porsi normal, jangan berlebihan. Fokuslah untuk mengkonsumsi makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks dan protein, serta buah dan sayuran. Menyantap makanan yang mengandung banyak air selama sahur juga sangat baik untuk hidrasi tubuh anda sepanjang hari.

    3.      Akhiri santap sahur dengan segelas susu untuk melengkapi nutrisi tubuh anda. Minumlah suplemen ataupun multivitamin yang biasa anda konsumsi ataupun yang disarankan oleh dokter anda.

    4.      Batasi konsumsi makanan yang terlalu manis dan mengandung banyak gula, karena justru dapat membuat tubuh lemas di siang hari.

    5.      Minum air yang cukup. Sebelum waktu imsak tiba, minumlah air yang cukup, tiga hingga lima gelas. Sebaiknya hindari minuman berkafein seperti kopi dan teh karena bersifat diuretik dan membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui urinasi.

    6.      Di waktu terpanas di siang hari, hindari berlama-lama di terik matahari dan kurangi aktifitas fisik.

    7.      Jika ada waktu, sempatkan untuk mengistirahatkan tubuh anda, dan mengganti waktu tidur yang kurang karena bangun lebih awal untuk sahur. Waktu setelah sholat zuhur merupakan saat yang tepat untuk beristirahat.

    8.      Jika memiliki waktu luang di sore hari, sempatkan untuk berolahraga ringan seperti jalan sore, bersepeda santai, ataupun senam ringan. Hal ini sangat baik untuk menjaga kebubagaran tubuh dan memperlancar peredaran darah.

    9.      Kurma kering, baik untuk berbuka. Saat waktu buka puasa tiba, jangan makan dengan berlebihan. Sebaiknya ikuti sunnah, yaitu dengan buah kurma dan minuman yang manis: bisa dengan susu, jus buah, atauapun sekedar air. Minumlah cukup air untuk mengganti cairan tubuh yang hilang selama berpuasa.

    10.  Setelah magrib, lanjutkan dengan menyantap hidangan utama, dengan menu yang seimbang. Makanlah sesuai dengan porsi anda yang biasa, tidak perlu berlebihan. Cukupkan dengan karbohidrat, protein, serta sayuran dan buah-buahan.

    11.  Hindari makan gorengan berlebihan, serta batasi makanan yang pedas, agar perut tidak menjadi mules dan mengganggu pencernaan tubuh anda.

    12.  Cukupi asupan air tubuh anda. Usahakan untuk meminum setidaknya lima gelas air putih sebelum tidur.

    Dengan menjalankan tips-tips sehat di atas, semoga puasa kita semua menjadi lebih lancar, hikmat, dan juga sehat.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Webkesehatan.com

     

  • Idealnya Mengkonsumsi Gorengan Saat Berbuka dan Sahur Tak Tiap Hari

    Ahli gizi menilai fokus gizi puasa adalah di saat sahur bukan saat buka.

    Sebagian orang mungkin kesulitan menahan godaan memakan gorengan saat sahur maupun berbuka puasa. Apalagi kebiasaan orang Indonesia yang memang kebanyakan mengonsumsi gorengan sehari-hari.

    Ahli Gizi, Emillia Achmadi, mengatakan jangan sampai kebiasaan itu menghilangkam esensi manfaat berpuasa yaitu detoksifikasi alias membuang racun dalam tubuh. Karena kebiasaan masyarakat yang mengonsumsi gorengan dan menggunakan minyak goreng kurang baik, maka bisa memicu segala jenis penyakit tidak menular, seperti halnya kolesterol, jantung.

    Bukan berarti tidak pilihan untuk makan makanan yang digoreng secara lebih sehat. Caranya, ujar Emillia, adalah dengan memilih minyak yang baik untuk kesehatan.

    “Lebih pintar pakai bahan mentahnya termasuk minyak goreng. Idealnya juga makan yang digoreng tidak perlu tiap hari,” katanya di Jakarta, Kamis (16/5).

    Salah satu lemak baik adalah olive oil atau minyak zaitun. Emillia menjelaskan, saat dikonsumsi dalam jumlah sedang, lemak baik membuat kenyang dan tidak membahayakan tubuh. Hidangan yang dimasak dengan lemak sehat seperti minyak zaitun mampu untuk menurunkan lipoprotein densitas rendah, kalesterol LDL yang dikenal sebagai lemak jahat.

    Penggunaan minyak zaitu bisa meminimalkan risiko penyakit jantung dan menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Selain itu bahan minyak zaitun alami bebas kolesterol dan tidak mengandung garam sehingga jadi sumber antioksidan.

    Dia juga menambahkan fokus puasa itu bukan berbuka, melainkan  saat sahur. Komposisi sahur harus memenuhi empat komponen, antara lain, sayuran, karbohidrat, protein dan air putih.

    Sedangkan berbuka lebih baik memilik secangkir teh manis, buah, kurma, jangan dulu konsumsi yang mengandung es. Kebanyakan orang langsung menyantap makanan berat atau mengonsumsi segala jenis makanan.

    “Jangan es blewah, biar lambung tidak kaget, disiapkan dulu lambungnya. Dan makan besar itu setelah tarawih, nanti es blewahnya boleh setelah tarawih,” tuturnya.

     

    Sumber : Republika.co.id
  • Mengkonsumsi Buah Saat Sahur Sangatlah Dianjurkan

    Inilah penjelasan medis tentang alasan buah dianjurkan untuk sahur

    Kebanyakan orang kurang memperhatikan komposisi makanan dan waktu makan yang tepat. Mereka lebih mementingkan selera.

    Hal ini pada eksesnya dapat mengganggu fungsi organ pencernaan. Akibatnya, menurunkan penyerapan nutrisi esensial. Pembusukan dan penyerapan bahan-bahan toksin meningkat. Sel-sel organ tubuh terancam rusak.

    Kerusakan sel-sel organ yang luas dapat menimbulkan berbagai penyakit degeneratif (penuaan). Dalam menjalankan fungsinya, perncernaan dapat dibagi ke dalam tiga fase yang berkesinambungan.

    Diawali dari fase pembersihan. Durasinya dimulai pukul 04.00 pagi sampai pukul 12.00 siang. Pada fase ini, terjadi pembuangan (detoksifikasi) sampah metabolisme dan sampah makanan yang membusuk di dalam usus besar.

    Asupan makanan yang ideal adalah buah-buahan. Sebab, sajian ini mengandung nutrisi esensial, cukup kalori untuk energi, serta kaya serat yang berguna untuk pembersihan.

    Fase kedua dimulai pukul 12.00 siang hingga 20.00 malam. Saat inilah terjadi penguraian bahan makanan menjadi molekul kecil. Lalu, dilanjutkan dengan penyerapan nutrisi ke dalam tubuh.

    Fase ini membutuhkan energi paling besar. Karena itu, inilah saat yang tepat untuk mengonsumsi makanan lengkap. Misalnya terdiri atas nasi, sayuran, dan lauk (protein sekitar 100 g/hari).

    Fase ketiga adalah penyusunan. Itu dimulai sejak pukul 20.00 malam hingga bertemu lagi pada pukul 04.00 pagi. Saat inilah, berlangsung pembentukan zat yang diperlukan bagi peremajaan sel-sel yang rusak. Pada fase ini, tidak perlu makanan. Bila sangat diinginkan dibolehkan buah-buahan.

    Dari tiga fase pencernaan, sahur terjadi di tahap terakhir, yakni fase penyusunan. Durasinya dimulai sejak pukul 20.00 malam hingga pukul 04.00 pagi. Saat inilah, zat-zat yang diperlukan bagi peremajaan sel-sel yang rusak dibentuk.

    Puasa yang dilakukan belasan jam sebelumnya memicu akselerasi pembersihan dan peremajaan sel. Dengan berpuasa, kita tidak memasukkan makanan selama 14 jam, yakni dari sahur pukul 04.00 (misalnya) sampai buka sekitar pukul 18.00.

    Ini berarti memperpanjang fase pembersihan serta menghemat energi dan nutrisi esensial untuk nantinya dipergunakan tubuh selama detoksifikasi dan regenerasi sel.

    Faedah yang didapat tubuh selama puasa, hendaknya didukung dengan asupan sahur yang baik. Makanan ideal untuk bersahur adalah buah-buahan yang padat kalori (energi) serta mudah dicerna.

    Misalnya, kurma. Ini pula yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW sendiri. Sebagai pengganti kurma di Indonesia bisa buah-buah lainnya, seperti pisang. Sebab, buah itu padat kalori, mudah dicerna, dan meningkatkan pertumbuhan bakteri yang baik. Di luar itu, bisa buah-buahan lain.

    Untuk asupan minum, sebaiknya pilih jus buah yang ditambah madu atau gula.

    Sedangkan untuk berbuka, dapat diawali dengan minuman manis yang mengandung gula dan madu. Sebab, kandungannya dapat langsung diserap dan memberi energi pada organ pencernaan.

    Kemudian takjil (makanan kecil) dengan buah kurma dan kolak pisang, bubur kacang hijau, atau es buah. Setelah shalat maghrib, barulah dapat memakan sajian yang lengkap. Sesudah shalat tarawih, boleh dilanjutkan makan takjil atau buah.

    Konsumsi suplemen nutrisi esensial diperlukan untuk menopang berbagai metabolisme tubuh. Hal ini diperlukan untuk menggantikan unsur-unsur nutrisi esensial yang terkandung dalam makanan mengalami kerusakan akibat pengolahan makanan yang suhu tinggi.

     

    Sumber : Republika.co.id
  • 9 Menu Sehat Ketika Berpuasa

    Bulan Ramadhan adalah saat yang dinanti bagi Umat Muslim. Ini merupakan bulan dimana Umat Muslim memaksimalkan amalan dari ibadah. Salah satu ibadah yang utama di Bulan Ramadhan adalah Ibadah Puasa. Dalam berpuasa, orang-orang akan berusaha menahan hawa nafsu serta menjalankan ibadah-ibadah lain. Salah satu bentuk menahan nafsu adalah menahan rasa lapar dan haus dari makanan dan minuman.

    Perlu diketahui, nutrisi yang diperlukan oleh tubuh sangat beragam. Karenanya tidak ada satu jenis makanan yang bisa memenuhi semua kebutuhan nutrisi itu. Hal utama yang harus diperhatikan di makanan sehat saat puasa adalah menu sahur.

    Makan sahur membantu menjaga metabolisme tubuh tetap dalam kondisi normal. Selama puasa, makanlah makanan yang termasuk karbohidrat kompleks seperti oatmeal, semolina, lentil, kacang-kacangan, biji-bijian. Hal ini untuk menjaga lambung tetap dalam kondisi kenyang karena makanan-makanan dicerna lebih lambat.

    Berikut ini adalah menu sehat saat puasa lainnya yang bisa Anda coba, di antaranya:

    1. Aneka sayuran hijau dan berwarna

    Ada tiga sayuran yang mudah ditemukan dan khasiatnya luar biasa, yaitu bayam, wortel dan brokoli. Tiga sayuran tersebut mengandung antioksidan tinggi serta vitamin B yang baik untuk kesehatan.

    1. Daging merah dan ikan

    Konsumsi daging merah dan ikan agar kebutuhan protein Anda tercukupi. Khususnya untuk daging, pilih bagian yang tidak terlalu banyak lemak, sehingga Anda masih dapat mengontrol jumlah kalori yang masuk di dalam tubuh.

    1. Susu

    Susu adalah sumber kalsium yang baik. Susu juga punya manfaat lain yaitu bisa menurunkan risiko tekanan darah tinggi karena kalsium bisa mencegah penggumpalan darah, memperlancar penyampaian impuls saraf dan menstabilkan detak jantung.

    1. Gandum

    Produk-produk gandum biasanya dapat dinikmati dalam bentuk roti atau sereal. Produk makanan ini kaya akan selenium yang membantu memperbaiki sel-sel kulit dan meregenerasinya.

    1. Buah

    Buah-buahan menyediakan aneka nutrisi yang melimpah, mulai dari vitamin hingga mineral yang semuanya dibutuhkan tubuh sepanjang hari. Buah yang kaya akan vitamin Cseperti jambu, jeruk, apel, nanas, semangka, dan melon dipercaya membantu proses metabolisme tubuh.

    1. Nasi, Ubi dan kentang

    Ini adalah penghasil karbohidrat utama. Fungsinya adalah untuk memenuhi kebutuhan energi kita baik sebelum atau sesudah puasa. Namun perlu diingat mengkonsumsi karbohidrat sebaiknya dalam sewajarnya saja.

    1. Kurma

    Kurma sebenarnya termasuk dalam jenis buah-buahan. Namun kelebihan buah ini adalah kandungan glukosa dan fruktosa yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi.

    1. Air mineral (air putih)

    Air mineral merupakan minuman terbaik untuk memenuhi kebutuhan cairan akan berpuasa. Kandungan mineral air berfungsi menjaga karja tubuh serta menjaga tubuh terhadap dehidrasi

    1. Madu

    Madu dapat dicampurkan pada air mineral saat minum. Madu memiliki kandungan gizi yang tinggi sebagai sumber energi serta sumber antioksidan untuk tetap menjaga kesehatan tubuh selama berpuasa.

    Makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari saat puasa  :

    1. Produk tepung dan makanan instan
    2. Makanan pedas
    3. Makanan berlemak
    4. Minuman soda
    5. Minuman kafein

    Nah, itulah penjelasan mengenai 9 menu sehat ketika berpuasa dan makanan dan minuman yang harus dihindari.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Doktersehat.com

    Halosehat.com

  • Ramadhan Bagi Mereka yang Super Sibuk

    Apakah Anda super sibuk di bulan Ramadhan ini? Apakah Anda khawatir tidak bisa tarawih berjamaah ke masjid setiap hari? Anda juga khawatir tidak maksimal menunaikan ibadah sunnah lainnya? Ya, banyak orang mengalami kondisi seperti ini.

    Ibadah bisa dilakukan di mana saja dan dalam kondisi apa saja. Cobalah memasukkan tujuh rutinitas ini sepanjang bulan suci untuk menjadikan Ramadhan tetap terbaik untuk Anda, dilansir dari Productive Muslim, Rabu (23/5).

     

    Perbanyak istighfar

    Rajinlah istighfar dengan membaca astaghfirullah,  setiap Anda melakukan pekerjaan sehari-hari. Mulai dari mengemudi ke kantor, lembur sampai larut malam, dan saat berbuka puasa. Allah akan memberi jalan keluar dari setiap kesusahan yang dialami hamba-Nya yang suka memohon pengampunan. Allah juga akan memberikannya rezeki dari pintu yang tak hamba-Nya duga.

     

    Shalat tepat waktu

    Pastikan Anda shalat fardhu tepat waktu. Ambil lima menit dari jadwal sibuk Anda lima kali sehari untuk menunaikan kewajiban Anda terhadap Allah SWT. Abdullah Ibnu Masud RA berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah, Ya Rasulullah, amal perbuatan apa yang paling afdal? Beliau menjawab, shalat tepat pada waktunya.

     

    Proyek sosial Ramadhan

    Setiap kantor biasanya mempunyai agenda sosial khusus Ramadhan. Anda bisa melibatkan diri dalam kegiatan ini sembari bekerja. Anda juga bisa menyusun agenda untuk agenda Ramadhan yang terjadwal, misalnya satu setengah jam per pekan halaqa di masjid, sekali sepekan buka puasa dengan tetangga, atau mengunjungi orang tua yang sedang sakit. Sekecil apapun agenda sosial Ramadhan itu pasti berarti.

     

    Jangan tidur setelah sahur

    Setelah sahur, Anda mungkin berpikir waktunya tidur kembali. Meski matahari belum muncul, Anda bisa menggunakan energi pagi untuk menyelesaikan tugas-tugas kantor yang sulit sebelum semua menumpuk dan berlarut-larut. Gunakan energi fajar untuk mengganti jam bekerja yang mungkin Anda gunakan untuk tidur siang.

     

     

    Sumber : Republika.co.id