Tag: rempah

  • Memasuki Usia 40 Tahun Baik Mengkonsumsi 4 Rempah Ini

    Memasuki Usia 40 Tahun Baik Mengkonsumsi 4 Rempah Ini

    Bertambahnya usia picu penumpukan lemak perut, empat rempah ini bisa mengatasinya.

    Penelitian terbaru menunjukkan bahwa beberapa rempah secara khusus dapat menghilangkan lemak perut dan mengurangi kembung secara keseluruhan. Dilansir laman She Finds, Senin (9/11), hal itu terutama berlaku bagi yang berusia di atas 40 tahun.

    Seiring bertambahnya usia, tubuh secara alami menumpuk lemak di sekitar bagian tengah tubuh, yang dapat menjadi indikator berbahaya penyakit jantung, obesitas, hingga diabetes di kemudian hari. Konsumsi makanan yang bisa membantu menurunkan risiko penyakit pun menjadi semakin penting.

    Berikut empat rempah yang dianjurkan untuk dikonsumsi untuk mereka berusia di atas 40 tahun.

    Kayu manis

    Kayu manis telah terbukti menyeimbangkan kadar gula darah dan mengurangi keinginan makan, sehingga merasa kenyang.

    “Menambahkannya ke dalam diet dapat membantu menstabilkan kadar glukosa dan insulin, yang dapat bermanfaat bagi mereka yang berjuang untuk menghilangkan lemak berlebih di pinggang mereka,” kata Ahli Diet Trista Best.

    Kayu manis bersifat anti-inflamasi. Hal ini juga dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh dengan mencegah penggumpalan trombosit darah.

    “Peradangan kronis tingkat rendah menyebabkan stres oksidatif dalam tubuh yang menyebabkan banyak kondisi kronis yang umum terjadi di negara Barat, terutama obesitas,” tambah Trista.

    Ketumbar
    Mengalami peradangan dan kembung, rempah-rempah seperti ketumbar dapat membantu sistem pencernaan. Berkat antioksidan yang disebut quercetin, ketumbar dapat memulai aktivitas metabolisme dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan penyakit.

    Menurut Healing Spices Dr Bharat B Aggarwal, ketumbar adalah obat yang sangat baik untuk mengatasi masalah perut kembung, mual, dan gas. Selain untuk sistem pencernaan, ketumbar juga  dapat membantu meredakan gejala mulas, kram perut dan sembelit yang semuanya dapat berkontribusi pada penambahan berat badan serta perut kembung.

    Bawang putih
    Bawang putih telah lama dikaitkan dengan penurunan berat badan, dan manfaat kesehatannya yang jauh lebih besar daripada bau mulut. Tidak hanya sebagai penekan nafsu makan, tetapi rempah ini membantu untuk meningkatkan tingkat energi yang membakar kalori, sehingga membuat lebih bugar dalam jangka panjang.

    Jahe
    Jahe bersifat anti-inflamasi dan anti-mikroba, membuatnya ideal untuk banyak masalah kesehatan, terutama penurunan berat badan. Kedua faktor ini dapat memperbaiki dan meningkatkan pencernaan, terutama bagi mereka yang mengalami radang usus atau infeksi.

    Ketika usus tidak dapat bekerja dengan baik karena pertumbuhan bakteri yang berlebihan dan peradangan, perut bisa mengalami kembung yang berlebihan. Karena itu, menambahkan jahe ke dalam makanan dapat membantu mengurangi kelebihan berat badan di sekitar pinggang.

     

    Source : republika

  • 9 Manfaat Jahe Bagi Kesehatan

    Jahe segar memiliki rasa yang lebih kuat jika dibandingkan dengan jahe bubuk, kandungan gingerol yang baik bagi kesehatan juga masih banyak terdapat pada manfaat jahe segar. Untuk memanfaatkan jahe segar, Anda dapat mencampur jahe dengan masakan seperti masakan olahan seafood, topping salad, dan campuran smoothies atau jus Anda.

    Namun jika memilih jahe dalam bentuk bubuk, pastikan Anda memilih bubuk jahe yang masih murni. Minuman bubuk jahe yang dijual di pasaran biasanya sudah mengandung tambahan gula. Simpan bubuk jahe dalam wadah tertutup rapat dan disimpan di tempat yang kering, gelap, serta tidak pengap atau panas.

    Manfaat jahe bagi kesehatan

    1. Mengatasi masalah pencernaan

    Kandungan phenolic dalam jahe berfungsi untuk meredakan gejala iritasi gastrointestinal, menstimulasi air liur, mencegah terjadinya kontraksi pada perut, hingga membantu pergerakan makanan dan minuman selama berada di pencernaan. Jahe juga disebut sebagai carminative, suatu substansi yang dapat membantu mengeluarkan gas berlebih yang ada di sistem pencernaan Anda. Masalah pencernaan seperti kolik dan dispepsia dapat diatasi dengan jahe.

    1. Mengurangi mual

    Manfaat jahe dapat meredakan mual yang disebabkan oleh morning sickness, vertigo, maupun efek samping pengobatan kanker. Anda dapat memakan jahe secara mentah atau menjadikanya minuman, jahe dalam bentuk permen juga dapat bekerja dengan baik terutama dalam mengatasi mual yang diderita ibu hamil.

    1. Mengurangi rasa sakit

    Suatu penelitian yang dilakukan di University of Georgia menyatakan bahwa konsumsi suplemen jahe setiap hari dapat mengurangi sakit-sakit otot yang diakibatkan oleh berolahraga hingga 25%. Manfaat jahe juga dapat mengurangi sakit akibat dysmenorrhea, rasa sakit pada saat menstruasi. Dalam suatu penelitian, disebutkan bahwa 60% wanita merasa rasa sakit yang dikarenakan oleh menstruasi berkurang setelah mengonsumsi jahe.

    1. Membantu proses detoksifikasi dan mencegah penyakit kulit

    Jahe merupakan salah satu jenis makanan yang disebut diaphoretic, manfaat jahe juga dapat memicu keluarnya keringat. Pengeluaran keringat bermanfaat bagi Anda terutama saat Anda sedang demam atau flu. Selain membantu proses detoksifikasi, berkeringat juga ternyata dapat melindungi Anda dari mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi pada kulit.

    1. Melindungi Anda dari kanker

    Salah satu kandungan dalam manfaat jahe yang berperan dalam mencegah kanker adalah gingerol, phytonutrient dalam jahe yang juga memberikan rasa pada jahe yang unik. Gingerol dapat mencegah pertumbuhan sel kanker usus besar. Peneliti kemudian menguji apakah selain mencegah pembentukan tumor, gingerol juga dapat mencegah penyebaran dan mengurangi tingkat keparahan sel tumor. Penelitian tersebut memberikan hasil positif. Gingerol dinilai mampu mencegah penyebaran dan bertambah parahnya sel tumor yang sudah tidak dapat dioperasi.

    1. Anti peradangan

    Gingerol ternyata juga bersifat anti-inflamatori. Hal ini menjelaskan mengapa mereka yang menderita penyakit persendian seperti osteoarthritis dan rematik melaporkan berkurangnya rasa sakit setelah mengonsumsi jahe secara teratur. Mengonsumsi jahe tidak hanya mengurangi rasa sakit tetapi juga mengurangi pembengkakan pada bagian yang sakit. Jahe diperkirakan dapat menghambat komponen yang berperan dalam proses inflamatori dalam tubuh seperti sitokin, kemokin, kondrosit, dan leukosit.

    1. Kaya antioksidan untuk perangi risiko penyakit kronis

    Jahe kering adalah sumber antioksidan tinggi yang berpotensi melindungi Anda dari efek buruk radikal bebas. Tubuh Anda bisa mendapatkan radikal bebas dari lingkungan sekitar, seperti paparan sinar matahari, radiasi, ozon, asap rokok, polusi udara dari asap knalpot, bahan kimia industri, serta makanan dan minuman yang Anda konsumsi.

    1. Mengendalikan kadar gula darah diabetes

    Sudah banyak penelitian yang melaporkan  jahe mampu menurunkan kadar gula darah dan membantu mengatur respon insulin pada penderita diabetes.

    1. Menurunkan berat badan

    Sebuah penelitian yang dilakukan pada 10 pria melaporkan bahwa rutin minum air jahe panas setelah sarapan menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama daripada hanya makan pagi saja. Studi lain juga menemukan bahwa jahe dapat membantu mengurangi nafsu makan.

    Hati-hati efek samping minum air jahe

    Minum air jahe umumnya aman. Namun ketika dikonsumsi berlebihan, jahe dapat membuat sakit perut, perut kembung terasa panas, hingga mulas dan diare. Anda tak dianjurkan mengonsumsi lebih dari 4 gram jahe per hari.

    Konsumsi jahe dalam bentuk apa pun juga dikhawatirkan menimbulkan interaksi berbahaya jika Anda sedang minum obat pengencer darah.  Maka jika Anda adalah salah satunya, konsultasi dulu dengan dokter sebelum minum air jahe.

    Begitu juga untuk ibu hamil. Meski minum air jahe tidak membahayakan apalagi meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, Anda sebaiknya tetap konsultasikan dulu dengan dokter kandungan Anda sebelum minum air jahe saat hamil.

    Nah, itulah 9 manfaat jahe bagi kesehatan.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Hellosehat.com

  • Manfaat Menakjubkan dari Kayu Manis untuk Kesehatan Tubuh

    Kayu manis atau cinnamon merupakan rempah asli Indonesia yang sudah lama populer sebagai salah satu bahan penyedap masakan. Tidak hanya itu saja, karena aroma dan rasa manisnya yang semerbak, rempah ini seringkali digunakan sebagai pemanis minuman, menggantikan gula.

    Bahkan saat ini, muncul pula tren untuk memanfaatkan kayu manis sebagai pengharum kamar. Namun perlu Anda ketahui, selain manfaat yang disebutkan di atas, ternyata kayu manis juga menyimpan banyak khasiat untuk kesehatan.

    Melansir tulisan Sass di Health.com, Senin (2/1/2018) berikut manfaat kesehatan kayu manis untuk Anda:

    1. Meningkatkan kesehatan jantung

    Dalam sebuah studi baru dari Penn State, para peneliti menemukan bahwa diet yang kaya akan kayu manis membantu menangkis efek negatif dari makanan berlemak.

    Setelah makanan penuh lemak, kadar lemak di dalam darah yang dikenal sebagai trigleserida meningkat. Dan tingkat trigliserida yang terus meninggi secara kronis meningkatkan risiko penyakit jantung.

    Dalam sebuah studi kecil, perubahan akibat penambahan rempah sangatlah signifikan. Pada dua hari yang berbeda, para relawan diminta untuk menambahkan dua sendok makan rempah, termasuk kayu manis, ke dalam makanan berlemak. Makanan ini kemudian diuji dan dibandingkan dengan makanan yang sama namun tanpa rempah.

    Contoh darah yang diambil setelah makan menunjukkan, dengan penambahan kadar antioksidan di dalam darah sebanyak 13 persen, rempah-rempahan bisa mengurangi trigleserida sampai dengan 30 persen.

    2. Meregulasi gula darah

    Dalam suatu riset yang dipimpin oleh Departemen Pertanian AS, para peneliti menemukan ekstrak kayu manis yang kaya akan antioksidan bisa membantu menurunkan faktor risiko yang diasosiasikan dengan diabetes dan penyakit jantung.

    Dalam studi ini, 22 orang relawan obesitas dengan pradiabetes dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Satu grup diberi placebo, grup yang lain diberi satu dosis kayu manis dua kali sehari, bersamaan dengan diet rutin mereka.

    Gula darah setelah berpuasa dikumpulkan di awal penelitian dan setelah enam dan 12 minggu. Hasilnya menunjukkan, ekstrak kayu manis meningkatkan status antioksidan, dan membantu menurunkan kadar gula darah

    3. Melindungi dari diabetes

    Kayu manis telah terbukti bisa memperlambat pengosongan perut, yang hasilnya bisa memangkas peningkatan tajam pada gula darah setelah makan. Hal ini juga akan meningkatkan kesensitivitasan terhadap insulin.

    Suatu studi dari University of Georgia juga menemukan, kayu manis bisa mencegah kerusakan jaringan tisu dan inflamasi yang disebabkan oleh tingginya kadar gula darah.

    ketika kadar gula darah tinggi, gula menyatu dengan protein untuk membentuk senyawa yang bernama produk advanced glycation end (akhir glikasi lanjutan), atau AGE. AGE akan mengantifkan sistem imun, yang kemudian akan memicu inflamasi dan kerusakan jaringan tisu yang diasosiasikan dengan penuaan dan diabetes.

    Dalam studi ini, para peneliti menemukan hubungan langsung yang kuat antara kandungan antioksidan dalam rempah-rempah, termasuk kayu manis, dengan kemampuan mereka untuk mencegah terbentuknya AGE.

    Efek ini juga bisa nantinya menurunkan risiko kerusakan jantung, karena AGE berkontribusi dalam pengerasan arteri.

    4. Fungsi otak yang lebih baik

    Penelitian menunjukkan, hanya dengan mencium kayu manis sudah bisa meningkatkan proses kognitif. Namun, mengonsumsinya bisa meningkatkan fungsi otak secara signifikan.

    Para peneliti dari Wheeling Jesuit University meminta para relawan untuk menyelesaikan tugas berbasis komputer sambil mengunyah permen atau yang memiliki rasa kayu manis, peppermint,dan melati. Proses kognitif yang paling terdongkrak adalah pada mereka yang diberi permen kayu manis, yang mempercepat respons visual-motorik dan meningkatkan fokus.

    Rempah yang wangi ini bisa jadi juga memiliki kemampuan untuk memulihkan otak. Satu studi dari peneliti di Pelayanan Riset Pertanian menemukan, ekstrak kayu manis mencegah pembengkakan pada sel otak, yang biasa ditemukan setelah trauma kecelakaan otak atau stroke.

     

     

     

    Sumber :

    • portalmadura.com
    • liputan6.com