Tag: Ramadhan

  • Puasa Ramadhan: Manfaat Kesehatan dan Tips Menjalankannya dengan Baik

    Puasa Ramadhan: Manfaat Kesehatan dan Tips Menjalankannya dengan Baik

    puasa ramadhan

    Puasa Ramadhan adalah ibadah yang dilakukan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Selain memiliki nilai spiritual yang tinggi, puasa juga memberikan banyak manfaat kesehatan jika dilakukan dengan cara yang benar. Artikel ini akan membahas manfaat kesehatan dari puasa Ramadhan serta beberapa tips untuk menjalankannya dengan baik.

    1. Manfaat Kesehatan Puasa Ramadhan

    a) Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Puasa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah, sehingga dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Selain itu, tekanan darah juga cenderung lebih stabil selama bulan Ramadhan.

    b) Membantu Menurunkan Berat Badan

    Dengan pola makan yang teratur saat sahur dan berbuka, puasa dapat membantu menurunkan berat badan secara alami. Namun, penting untuk menghindari makanan berlemak dan berkalori tinggi saat berbuka agar manfaat ini dapat dirasakan maksimal.

    c) Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

    Selama berpuasa, sistem pencernaan mendapatkan waktu istirahat, yang dapat membantu mengurangi risiko gangguan pencernaan seperti maag dan perut kembung. Konsumsi makanan tinggi serat saat sahur dan berbuka juga mendukung kesehatan pencernaan.

    d) Detoksifikasi Tubuh

    Puasa membantu proses detoksifikasi alami tubuh dengan mengurangi konsumsi makanan olahan dan gula berlebih. Proses ini dapat meningkatkan energi dan memperbaiki metabolisme tubuh.

    2. Tips Sehat Menjalankan Puasa

    a) Memilih Makanan Sehat Saat Sahur

    Sahur adalah waktu penting untuk mengisi energi selama sehari penuh. Pilih makanan yang kaya serat, protein, dan karbohidrat kompleks seperti oatmeal, roti gandum, dan telur agar energi bertahan lebih lama.

    b) Menghindari Makanan Berlemak dan Manis Berlebihan

    Saat berbuka, hindari makanan yang terlalu manis dan berlemak tinggi, karena dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan gangguan pencernaan. Sebaiknya berbuka dengan kurma dan air putih terlebih dahulu sebelum mengonsumsi makanan utama.

    c) Menjaga Hidrasi Tubuh

    Kekurangan cairan selama puasa dapat menyebabkan dehidrasi. Pastikan untuk minum cukup air saat sahur dan setelah berbuka, serta menghindari minuman berkafein yang dapat meningkatkan kehilangan cairan tubuh.

    d) Mengatur Pola Tidur

    Kurangnya tidur dapat mempengaruhi energi dan konsentrasi selama puasa. Usahakan untuk tidur lebih awal dan mengambil waktu istirahat yang cukup agar tubuh tetap bugar sepanjang hari.

    Kesimpulan

    Puasa Ramadhan tidak hanya memberikan manfaat spiritual, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan tubuh. Dengan menjalankan pola makan yang sehat dan menjaga hidrasi, puasa dapat menjadi momen untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Selamat menjalankan ibadah puasa!

  • 8 Efek Puasa Tanpa Sahur yang Perlu Diwaspadai

    8 Efek Puasa Tanpa Sahur yang Perlu Diwaspadai

    efek puasa tanpa sahur

    Puasa tapi tidak sahur karena kesiangan atau sengaja melewatkan sahur sebenarnya tetap sah dijalankan. Namun, tanpa asupan makanan dan cairan yang cukup di awal hari, tubuh harus bekerja lebih keras selama berpuasa dan pasokan energi pun berkurang.

    Yuk, ketahui apa saja efek puasa tanpa sahur pada tubuh berikut ini.

    Berbagai efek puasa tapi tidak sahur

    Meskipun bukan syarat sah puasa, makan sahur sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan tubuh selama berpuasa. 

    Makan sahur bisa memberikan pasokan energi yang cukup bagi tubuh untuk mengawali puasa. Jadi, tubuh tidak terlalu lemas selama hampir seharian tidak makan dan minum.

    Ketika melewatkan sahur, Anda berisiko mengalami berbagai dampak berikut ini.

    1. Meningkatkan risiko dehidrasi

    Saat puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama sekitar 12 – 14 jam. Kondisi ini membuat tubuh rentan mengalami dehidrasi. 

    Ketika Anda tidak minum karena melewatkan waktu sahur, risiko mengalami dehidrasi pun semakin tinggi, terutama jika Anda beraktivitas di luar ruangan atau di tengah cuaca panas. 

    Dehidrasi saat puasa dapat menyebabkan pusing, lemas, hingga kesulitan berkonsentrasi.

    2. Kadar gula darah menurun drastis

    Sahur membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sepanjang hari.

    Tanpa makan sahur berarti tubuh tidak memiliki cadangan energi yang cukup sehingga kadar gula darah dapat turun (hipoglikemia) secara signifikan selama puasa. 

    Hipoglikemia bisa memicu gejala seperti pusing, gemetar, hingga badan terasa sangat lemas saat puasa.

    3. Tingkat energi menurun

    Tubuh membutuhkan asupan karbohidrat, protein, dan lemak yang cukup untuk menghasilkan energi yang memadai untuk menjalankan fungsinya dan beraktivitas. 

    Tanpa sahur, Anda mungkin merasa lebih cepat lelah dan sulit menyelesaikan pekerjaan harian karena cadangan energi tubuh berkurang drastis.

    4. Sulit berkonsentrasi

    Kurangnya asupan gizi saat sahur dapat memengaruhi fungsi otak, seperti kemampuan untuk berkonsentrasi dan menggunakan daya ingat. 

    Pasalnya, otak membutuhkan glukosa sebagai sumber energi yang biasanya didapatkan dari makanan.

    Makan sahur bisa memberikan suplai bahan bakar yang dibutuhkan otak untuk berfungsi dalam aktivitas sehari-hari. Sebaliknya, tidak sahur bisa membuat produktivitas Anda menurun selama puasa.

    5. Gangguan pencernaan

    Puasa tanpa sahur dapat memperparah risiko gangguan pencernaan, seperti perut kembung atau nyeri lambung. 

    Perut yang kosong terlalu lama bisa memicu produksi asam lambung berlebih, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit maag.

    6. Mood tidak stabil

    Makanan sahur yang bergizi seimbang membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Kondisi ini juga memengaruhi hormon yang mengatur suasana hati.

    Fungsi hormon yang terpengaruh akibat melewatkan makan sahur bisa membuat Anda lebih mudah marah, cemas, atau sulit mengendalikan emosi selama puasa.

    7. Memicu asam lambung naik

    Melewatkan makan sahur dapat memicu naiknya asam lambung saat puasa. Hal ini bisa menimbulkan gejala yang sangat mengganggu, mulai dari heartburn, mual, hingga perut kembung.

    Lambung akan tetap memproduksi asam meskipun tidak ada makanan yang masuk. Jika Anda tidak sahur, perut akan kosong terlalu lama sehingga asam lambung dapat mengiritasi dinding lambung.

    Hal ini juga yang meningkatkan risiko refluks asam alias GERD yang bisa membuat gejala makin parah dan puasa menjadi tidak optimal.

    8. Menurunnya sistem kekebalan tubuh

    Asupan nutrisi dari makan sahur membantu menjaga daya tahan tubuh selama berpuasa. Ini penting karena puasa berhari-hari membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit infeksi.

    Jika tubuh tidak mendapatkan vitamin dan mineral yang cukup dari makanan, sistem kekebalan tubuh makin lemah dan risiko sakit saat puasa makin tinggi. 

    Tips agar tidak melewatkan sahur 

    Tidak melewatkan sahur sangat penting untuk menjaga stamina selama berpuasa. Dikutip dari Islamic Finder, berikut beberapa tips yang bisa Anda coba agar bisa rutin makan sahur.

    • Atur alarm yang efektif. Letakkan alarm jauh dari tempat tidur agar Anda harus bangun untuk mematikannya.
    • Tidur lebih awal. Usahakan tidur lebih awal agar tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup sebelum bangun sahur.
    • Siapkan makanan sahur sebelum tidur. Siapkan bahan makanan atau masakan sebelum tidur sehingga Anda hanya perlu memanaskannya saat sahur.
    • Pilih menu sahur menarik. Rencanakan makanan yang Anda sukai agar lebih semangat untuk bangun sahur.
    • Inisiatif diri. Ingatkan diri tentang pentingnya sahur untuk menjaga energi sepanjang hari.
    • Makan sahur bersama orang tercinta. Bangun sahur bersama keluarga atau pasangan bisa menjadi motivasi tambahan.
    • Hindari makan berat sebelum tidur. Jangan makan berat terlalu malam karena bisa membuat perut terasa penuh dan Anda malas bangun sahur.
    • Gunakan alat masak praktis. Gunakan alat masak otomatis seperti rice cooker atau slow cooker untuk mempermudah proses memasak.

    Puasa tanpa sahur memang tetap sah secara hukum, tapi dari sisi kesehatan, sangat disarankan untuk Anda tidak melewatkan sahur. 

    Pilihlah menu sahur yang cukup kalori dan bergizi, bisa juga dengan tambahan suplemen, agar kebutuhan nutrisi dan cairan selama puasa tetap terpenuhi dan Anda tidak mudah jatuh sakit.

  • Tubuh Bugar Di Bulan Ramadhan, Berikut Tips Olaharaga Saat Puasa

    Bulan Ramadan adalah bulan di mana umat Muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari. Antara waktu tersebut, kurang lebih selama 13 jam, tubuh tidak mendapatkan suplai makanan dan minuman dari luar.

    Selain waktu makan, makanan yang dimakan saat bulan Ramadan biasanya berbeda dari biasanya karena terdapat tradisi makan makanan tertentu yang hanya ada di bulan Ramadan, seperti kolak, kurma, dan es blewah. Perubahan pola makan ini dapat mempengaruhi fungsi tubuh.

    Banyak orang yang tetap melakukan olahraga untuk menjaga kondisi tubuhnya tetap bugar di bulan Ramadan. Selain itu, juga ada atlit yang tetap melakukan latihan di bulan Ramadan untuk persiapan kompetisi. Olahraga memang membawa pengaruh positif pada tubuh, antara lain untuk menjaga tubuh tetap bugar dan sehat. Namun, bagaimana cara menjalankan olahraga yang baik di bulan Ramadan? Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan?

    1. Waktu olahraga

    Pertama yang harus diperhatikan adalah waktu melakukan olahraga. Tidak disarankan untuk melakukan olahraga di saat waktu puasa.

    Seperti yang dilansir dari thenational dan islamicity, olahraga sebaiknya tidak dilakukan saat berpuasa karena saat puasa perut dalam keadaan kosong. Waktu terbaik untuk melakukan olahraga di bulan Ramadan adalah pada saat setelah berbuka, karena setelah berbuka tubuh mendapatkan energinya kembali dari makanan dan minuman.

    Namun, ada juga yang beranggapan bahwa waktu terbaik melakukan olahraga adalah pada saat menjelang berbuka puasa. Seperti yang dilansir dari Kompas.com, dr. Saptawati Bardosono mengatakan bahwa olahraga sebaiknya dilakukan 30-60 menit menjelang berbuka karena mendekati waktu makan.

    Hal ini sepertinya sah-sah saja tergantung dari kebugaran setiap individu. Ada orang yang mampu melakukan olahraga saat berpuasa dan ada juga yang tidak tergantung dari kebiasaan orang tersebut melakukan olahraga. Yang terpenting adalah setelah melakukan olahraga, Anda tidak merasa lemas, pusing, atau bahkan pingsan. Kenali tubuh Anda sendiri!

    1. Olahraga yang baik dilakukan saat puasa

    Selanjutnya yang harus Anda perhatikan adalah jenis olahraga. Lakukan jenis olahraga yang biasa Anda lakukan seperti biasanya. Namun, sebaiknya lakukan jenis olahraga intensitas ringan sampai sedang, seperti berjalan, jogging, dan bersepeda. Disarankan untuk tidak mencoba intensitas olahraga yang lebih tinggi dari yang biasa Anda lakukan karena ditakutkan tubuh tidak mampu melakukannya.

    1. Asupan makanan yang diperlukan

    Saat Ramadan, tubuh diberi waktu dua kali untuk makan, yaitu saat sahur dan berbuka puasa (waktu maghrib). Waktu makan di bulan Ramadan agak berubah dibandingkan dengan hari biasanya.

    Selain itu, porsi makan mungkin juga dapat berubah. Namun, usahakan untuk tetap memakan makanan dalam jumlah yang sama seperti hari biasanya, tidak berlebih dan juga tidak kekurangan, dan juga makan beragam makanan yang mengandung zat gizi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang diperlukan tubuh.

    Karbohidrat merupakan energi utama bagi tubuh. Karbohidrat dapat mengembalikan kadar glukosa darah yang menurun saat berpuasa. Makan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dan serat (yang memiliki indeks glikemik rendah) diperlukan karena membantu melepaskan energi secara perlahan sehingga energi dalam tubuh tidak cepat habis.

    Memakan makanan yang mengandung indeks glikemik rendah pada saat berbuka puasa bertujuan untuk meningkatkan cadangan karbohidrat, sedangkan jika mengonsumsi makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi, maka kadar gula darah akan cepat meningkat tetapi akan cepat habis juga.

    Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat tinggi saat berbuka puasa untuk memaksimalkan cadangan glikogen otot dan kemudian konsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi saat sahur untuk memperlambat pencernaan sehingga perut tidak cepat kosong.

    Ini merupakan strategi untuk mengurangi perasaan cepat lapar selama berpuasa dan juga mempertahankan energi sampai olahraga dimulai.

    Selain karbohidrat, protein juga sangat diperlukan tubuh. Makanlah makanan yang mengandung protein tinggi, seperti ikan, daging, dan telur. Protein merupakan zat yang diperlukan untuk pertumbuhan dan juga sebagai zat pembangun. Protein membantu memulihkan dan memperbaiki sel-sel otot yang rusak ketika berolahraga.

    1. Banyak minum

    Dehidrasi dapat terjadi saat berolahraga apalagi dilakukan pada saat cuaca panas. Sehingga untuk mencegah hal ini terjadi, asupan cairan ke dalam tubuh harus diperhatikan. Asupan cairan yang disarankan adalah 1,5-2 liter per hari.

    Selain itu, Anda juga disarankan untuk membatasi melakukan aktivitas fisik di siang hari untuk mencegah dehidrasi. Melakukan olahraga yang mengeluarkan banyak keringat di siang hari saat puasa dapat menyebabkan dehidrasi karena cairan tubuh hilang melalui keringat.

    1. Perhatikan juga lama tidur

    Untuk menjaga tubuh tetap prima saat bulan Ramadan, waktu tidur harus cukup. Orang dewasa memerlukan waktu tidur sekitar 7-9 jam per hari. Waktu tidur yang kurang dapat mempengaruhi kinerja tubuh. Tidur siang mungkin kadang diperlukan untuk mempertahankan kondisi tubuh tetap sehat.

     

    Sumber : hellosehat.com
    healt.detik.com
  • Cara Ampuh Untuk Menjaga Kesehatan Selama Puasa

    Sahabat Ramadhan merupakan bulan suci umat Islam di seluruh dunia. Di bulan ini setiap Muslim diwajibkan berpuasa selama satu bulan penuh.
    Tentu hal ini tidak mudah dilakukan. Bahkan selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan atau cairan selama sekitar 14 jam.
    Maka dari itu, sangat penting bagi sahabat memperhatikan dan menjaga kesehatan selama Ramadhan. Berikut tips menjaga kesehatan selama berpuasa Ramadhan.

     

    Sahurlah di Waktu Akhir tapi tidak Mepet Menjelang Imsak

    Walaupun poin ini terdengar sepele namun sahur yang di saat menjelang berakhirnya waktu sahur memiliki manfaat yang baik bagi tubuh untuk membakar makanan menjadi energi dengan jarak waktu yang pas. Tapi ingat, jangan sahur terlalu mepet dengan waktu imsak tentunya.
    Selain itu, dengan mengakhiri waktu sahur maka akan memberikan sahabat kelancaran melakukan aktivitas lain sebelum subuh. Jika masih sempat beristirahat antara sahur dan subuh, lakukanlah, kemudian lanjutkan shalat subuh.

     

    Lakukan Aktivitas Ringan dan Jangan Tidur Setelah Sahur

    Setelah sahur, usahakan melakukan aktivitas ringan dan hindari melanjutkan tidur kembali. Ini bukan tanpa alasan karena dampaknya buruk bagi tubuh.
    Larangan tidur setelah makan sahur ternyata disebabkan oleh akan timbulnya beragam penyakit, seperti memicu obesitas, pertumbuhan bakteri anaerob, strok dan yang lebih parah lagi bisa menyebabkan serangan jantung.
    Untuk itu, hindarilah tidur setelah sahur. Sahabat bisa mengisi waktu ini dengan melakukan kegiatan ibadah seperti membaca kitab suci Alquran sampai waktu subuh datang.

     

    Jangan Malas dan Lakukan Olahraga Ringan

    Sifat malas merupakan sifat yang harus dibuang jauh-jauh. Nah, karena bangun lebih dini untuk sahur, maka rasa malas pun tak terbendung setelah shalat subuh. Bila diikuti rasa malas, potensi bermalas-malasan hingga seharian penuh nantinya cukup besar.
    Untuk itu, hindari kebiasaan bermalas-malasan dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat agar kesehatan tubuh tetap terjaga. Sama seperti di luar bulan Ramadhan, jika sahabat tidak beraktivitas, malah bisa menimbulkan gangguan kesehatan, lho.
    Bahkan, dengan melakukan aktivitas rutin setiap hari bisa membantu kerja organ di dalam tubuh secara maksimal. Jadi, biasakanlah melakukan olahraga ringan seperti jalan santai, bersepeda, yoga, senam dan sebagainya di pagi hari.

     

    Jangan Begadang, Tidurlah yang Cukup

    Mungkin pada saat tidak berpuasa, sahabat sering menyepelekan waktu tidur. Begadang untuk melakukan berbagai macam hal hingga waktu tidur terlewatkan dengan sengaja.
    Namun, di bulan puasa, cobalah mengatur jadwal tidur yang teratur. Contohnya, jika sahabat sering tidur di atas pukul 11 malam, tubuhmu akan mudah capai karena harus bangun sahur. Ditambah lagi sahabat harus bangun di pagi harinya untuk melakukan aktivitas seperti biasa.
    Untuk itu, aturlah waktu tidur sahabat sebaik mungkin. Kalau bisa sebelum pukul 11 malam sahabat sudah harus tidur. Hal ini penting agar keesokan harinya sahabat tetap kuat dan tidak ngantuk saat menjalani aktivitas seharian.

     

    Jangan Ditunda, Segeralah Berbuka Puasa saat Waktunya Tiba

    Saat waktu berbuka puasa tiba, usahakan langsung berbuka. Apalagi jika sahabat adalah penderita maag, segerakanlah berbuka karena jika menunda akan berakibat fatal bagi lambung.
    Namun sahabat juga harus menyantap makanan secara perlahan dan tidak berlebihan agar memperlancar kerja saluran pencernaan di dalam perut. Dan ini tentunya juga berlaku bagi sahabat yang tidak memiliki penyakit maag, sebab bisa membantu menstabilkan pencernaan.

     

    Makanlah Hidangan Buka Puasa yang Manis

    Ini penting. Berbukalah puasa dengan makanan ataupun minuman yang manis. Sebab ini merupakan sebuah anjuran yang baik untuk dilakukan yang berguna bagi pencernaan sebagai penetralisir. Contoh makanan dan minuman manis yang disarankan untuk dikonsumsi sebagai menu awal berbuka puasa adalah kurma, teh dan air putih.

     

    Jangan Minum Air Dingin saat Berbuka Puasa

    Tips untuk menjaga kesehatan selama Ramadhan yang bisa dilakukan adalah menghindari berbuka dengan air dingin karena dapat menyebabkan perut kembung. Sama halnya dengan minuman yang mengandung pemanis buatan, bukannya malah menyegarkan tubuh tetapi bisa membuat lesu.
    Selain itu, minuman yang mengandung soda juga tidak baik untuk dikonsumsi saat berbuka puasa dan sahur karena bisa mengganggu saluran pencernaan. Pilihlah air agar tubuh lebih mudah menyerap.

     

    Tetap Semangat dengan Menjaga Pola Hidup Sehat saat Berpuasa

    Puasa tidak hanya memberikan pahala yang melimpah bagi sahabat yang mengerjakannya, melainkan juga memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Bahkan, kebiasaan berpuasa bisa membawa perubahan terhadap kondisi kesehatan seseorang. Selain berdampak baik bagi organ luar ternyata puasa juga sangat bermanfaat untuk organ dalam tubuh, seperti jantung, mata dan juga pencernaan.

    Referensi : Republika.co.id
    idntimes.com
  • Sambut Ramadan di Tengah Pandemi COVID-19 dengan Tips Sehat dan Produktif Ini

    Ibadah puasa di tengah pandemi COVID-19 bisa jadi sebuah tantangan baru bagi yang menjalaninya. Kendati akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Ramadan tetap bisa kamu lalui dengan hikmat, kok, apalagi jika menerapkan tips-tips sehat dan produktif di bawah ini.

    Bulan puasa merupakan momen untuk memperbanyak ibadah dan silaturahmi, mulai dari sebelum matahari terbit hingga terbenam, maupun setelahnya. Kesehatan tubuh selama berpuasa sebulan penuh harus lebih dijaga agar ibadah ini bisa lancar, apalagi di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang.

    Hingga kini, sudah tercatat lebih dari 2 juta orang yang terinfeksi virus Corona di seluruh dunia. Virus yang menyerang sistem pernapasan ini memang sangat cepat menyebar dan mudah menimbulkan infeksi, khususnya pada orang yang daya tahan tubuhnya lemah.

    Oleh karena itu, meski sedang fokus beribadah, kamu tidak boleh mengabaikan tindakan pencegahan penularan virus Corona. Selain itu, jaga juga daya tahan tubuh dan kesehatanmu selama berpuasa.

    Nah, agar tetap sehat dan produktif selama menjalani ibadah puasa di tengah pandemi COVID-19, terapkanlah beberapa tips berikut ini:

    1. Penuhi kebutuhan nutrisi dan cairan

    Saat berpuasa, kamu dilarang makan dan minum mulai dari subuh hingga isya. Agar tidak kekurangan energi serta vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh, kamu perlu mengonsumsi makanan bergizi saat sahur maupun berbuka.

    Lengkapilah menu sahur dan buka puasamu dengan makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks sebagai sumber energi, protein yang dapat menjaga daya tahan tubuh, dan serat untuk melancarkan pencernaan. Selain itu, tetap minum air putih yang cukup, mulai dari berbuka puasa hingga sebelum sahur, agar tubuhmu tidak kekurangan cairan (dehidrasi).

    Walaupun menggiurkan, kurangi konsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat, seperti makanan cepat saji (fast food), gorengan, dan makanan yang banyak mengandung gula. Kurangi juga konsumsi minuman yang manis serta minuman berkafein, seperti teh dan kopi, karena dapat memicu dehidrasi.

    2. Tetap aktif dan rutin olahraga

    Wajar bila kamu merasa lebih lemas dan lesu ketika berpuasa. Namun, ini bukan berarti puasa bisa menjadi alasan bagimu untuk bermalas-malasan sepanjang hari, ya. Meski sedang berpuasa, kamu harus tetap aktif bergerak dan berolahraga secara rutin.

    Lakukanlah olahraga 3–5 kali seminggu dengan durasi 15–30 menit. Pilih olahraga yang ringan dan tidak mengeluarkan terlalu banyak keringat, misalnya sit-up, yoga dengan gerakan yang santai, atau angkat beban ringan di rumah.

    Kalau kamu mau, berjalan santai di sekitar perumahan juga boleh, kok. Tapi kamu harus ingat, tetap terapkan physical distancing alias menjaga jarak dengan orang lain paling tidak 1–2 meter.

    Kalau daerah di sekitar rumahmu ramai, sebaiknya jangan dulu keluar rumah. Kamu bisa berjalan kaki di dalam rumahmu, mulai dari halaman depan rumah, teras, ruang tamu, lalu ke dapur. Bila rumahmu memiliki dua lantai, kamu juga bisa naik turun tangga. Jangan dianggap remeh, ini juga termasuk olahraga, lho.

    3. Jalani ibadah di rumah

    Ramadan memang erat dengan ibadah bersama di masjid. Namun, demi memutus rantai penularan COVID-19, di bulan Ramadan kali ini kamu dianjurkan untuk tetap menerapkan physical distancing. Jadi, sebaiknya kamu beribadah di rumah saja.

    Walaupun di rumah, kamu tetap bisa melakukan ibadah salat tarawih berjamaah dengan keluargamu, kok. Kamu juga bisa mengaji dan mendengarkan ceramah dari TV atau radio bersama-sama. Dengan begitu, kamu bisa makin dekat dengan keluarga, kan?

    4. Silaturahmi dengan cara lain

    Bulan puasa juga merupakan momen yang tak lepas dari kegiatan silaturahmi. Namun, di tengah merebaknya virus Corona seperti sekarang, lebih baik kamu menunda dulu berkumpul dengan sanak saudara atau kerabat secara langsung untuk mengurangi risiko penyebaran virus ini.

    Tapi, jangan sedih dulu. Dengan memanfaatkan telepon, gadget, dan koneksi internet, kamu tetap bisa bersilaturahmi dengan keluarga tanpa membuat mereka maupun dirimu sendiri berisiko terpapar virus Corona.

    Lagi pula, esensi dari silaturahmi tidak akan berkurang walaupun hanya melalui telepon, kok. Jika memiliki smartphone, kamu bahkan tetap bisa bertatap muka melalui video call.

    5. Istirahat yang cukup

    Selama bulan Ramadan, tidak sedikit orang yang bangun dini hari untuk melakukan salat. Banyak juga ibu rumah tangga yang bangun sangat awal untuk menyiapkan sahur. Jika kamu juga melakukannya, tetap usahakan agar waktu tidurmu tidak berkurang, ya.

    Meski terdengar sepele, cukup atau tidaknya waktu tidur dan istirahat sangat berpengaruh pada imunitas tubuh, lho. Bila kurang tidur dan banyak begadang, kamu bisa lebih mudah terinfeksi kuman penyakit, termasuk virus Corona.

    Jadi, supaya tetap sehat selama berpuasa, usahakan untuk tidur dan beristirahat yang cukup, ya. Kamu bisa mengganti waktu tidur malam yang kurang dengan tidur siang atau tidur lebih awal di malam hari.

    6. Urungkan niat untuk mudik

    Pemerintah telah memberikan imbauan untuk tidak mudik tahun ini. Tujuannya adalah agar kamu dan keluargamu tidak tertular atau tanpa sadar menularkan virus Corona dan membuat penyebarannya semakin luas.

    Mengurungkan niat untuk tidak mudik di bulan Ramadan kali ini tidak akan mengurangi kesucian bulan penuh berkah ini, kok. Kamu justru melakukan perbuatan yang baik karena melindungi keluargamu dan orang lain dari risiko terinfeksi virus Corona.

    Selain mencegah wabah COVID-19 di Indonesia semakin meluas, kamu juga jadi bisa berhemat, lho. Uang yang kamu persiapkan untuk ongkos mudik bisa kamu gunakan untuk kebutuhan lain atau mungkin bersedekah kepada orang-orang yang terkena dampak dari wabah ini.

    Kamu juga bisa menyimpan dulu uang tersebut dan menggunakannya untuk pulang kampung di lain kesempatan, ketika pandemi COVID-19 ini telah berakhir.

    Menjalani bulan Ramadan saat pandemi COVID-19 memang akan sangat berbeda dengan bulan-bulan Ramadan biasanya, terutama yang melibatkan silaturahmi dan ibadah bersama.

    Namun, perlu diingat bahwa hal ini dilakukan demi kepentingan orang banyak. Melindungi sesama pun merupakan bagian dari ibadah, kan?

    Dengan menerapkan tips-tips di atas selama bulan Ramadan yang akan segera tiba, kamu bisa tetap beribadah dengan lancar, sekaligus menjaga kesehatan dan menekan penyebaran virus Corona.

    Selain itu, jangan lupa untuk selalu melakukan tindakan pencegahan, seperti rutin mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, mengenakan masker ketika sakit atau saat berada di luar rumah, serta menerapkan etika batuk dan bersin.

    Jika kamu atau anggota keluarga di rumah mengalami gejala infeksi virus Corona, segera lakukan isolasi mandiri dan hubungi hotline COVID-19 di 119 Ext. 9 untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.

    Bila masih memiliki pertanyaan terkait penyakit COVID-19, kamu bisa chat langsung dengan dokter melalui aplikasi ALODOKTER. Di aplikasi ini, kamu juga bisa membuat janji konsultasi dengan dokter di rumah sakit.

     

    Sumber : alodokter.com

     

  • Bolehkah Minum Air Dingin Ketika Berbuka Puasa?

    Biasanya, para orang tua sering kali menyuruh anak-anaknya untuk mengurangi minum air dingin, terutama saat buka puasa. Padahal air dingin adalah salah satu jenis minuman yang sangat menyegarkan untuk berbuka. Nah, sebenarnya apa ya efek yang ditimbulkan ketika Anda minum air dingin untuk buka puasa?

    Efek minum air dingin untuk berbuka

    Minum air putih memang baik untuk kesehatan Anda, tetapi apakah hasilnya akan sama bila Anda lebih senang minum air dingin untuk membatalkan puasa?

    Ternyata, walaupun dapat melepas dahaga Anda, efek samping minum air dingin saat buka puasa akan menghantui Anda. Mulai dari gangguan pencernaan hingga sakit tenggorokan bisa terjadi pada Anda.

    1. Gangguan pencernaan

    Pada saat Anda meminum air dingin dalam keadaan perut kosong, lambung akan berkontraksi karena menerima cairan yang suhunya jauh berbeda dari suhu tubuh. Nah, hal tersebut bisa membuat perut Anda mulas seperti ingin ke kamar mandi.

    Oleh karena itu, lebih baik hindari air dingin agar buka puasa Anda lebih nyaman.

    1. Mudah terserang penyakit

    Salah satu efek dari minum air dingin ketika buka puasa adalah memproduksi lendir berlebih pada tubuh Anda. Kelebihan lendir ini ternyata mampu menurunkan fungsi sistem pertahanan tubuh Anda, sehingga mudah terserang penyakit.

    Berikut beberapa gangguan kesehatan karena sering minum air dingin

    1. Sakit tenggorokan

    Minum air dingin bisa menyebabkan sakit tenggorokan memang bukanlah kabar yang mengejutkan. Jika Anda sering melakukan kebiasaan ini,  lapisan pelindung saluran pernapasan Anda akan menumpuk, sehingga rentan terhadap infeksi tenggorokan.

    1. Tidak menyerap nutrisi untuk tubuh

    Pada saat Anda mengonsumsi air dingin, tubuh akan bekerja keras untuk menyeimbangkan suhunya. Nah, karena energinya terlalu banyak dipakai untuk keseimbangan suhu, tenaga yang seharusnya digunakan untuk menyerap nutrisi pun berkurang.

    1. Sakit kepala

    Sama seperti saat Anda memakan es krim, reaksi tubuh Anda saat menerima air dingin juga dapat dikatakan brain freeze. Kondisi ini dipengaruhi oleh jaringan saraf tulang belakang. Saraf yang cukup sensitif ini ternyata mengirimkan pesan kepada otak Anda, sehingga menyebabkan sakit kepala.

    Menurut pakar gizi Indonesia, Profesor Hardinsyah, berbuka dengan minuman dingin akan menyebabkan beberapa hal yaitu:

    1. Tubuh bekerja lebih keras akibat harus menyesuaikan suhu minuman dengan suhu tubuh

    Tubuh harus selalu menyesuaikan suhu makanan atau minuman dengan suhu tubuh terlebih dahulu sebelum agar bisa mencernanya.

    Makanan atau minuman yang tidak sesuai dengan suhu tubuh akan membuat tubuh kita bekerja lebih berat dalam mencernanya.

    Minuman dingin membuat tubuh harus bekerja lebih keras karena harus meningkatkan suhu minuman menjadi sama dengan suhu tubuh agar bisa dicerna dan masuk dalam pembuluh darah dengan lebih baik.

    Kondisi ini tentu sebaiknya dihindari, agar metabolisme tubuh pasca buka puasa tidak menjadi berat karena suatu hal yang sebenarnya bisa kita hindari, ‘kan?

    1. Tubuh tidak terhidrasi dengan baik

    Jika pada saat tubuh sedang tidak puasa, lazimnya mengonsumsi minuman dingin hal ini tidak terlalu bermasalah, namun pada saat berpuasa, minuman yang dingin harus disesuaikan suhunya terlebih dahulu baru dapat dicerna oleh tubuh, termasuk kandungan cairan dalam tubuh. Padahal cairan adalah zat gizi utama yang harus segera dipenuhi saat berbuka puasa.

    Hal ini menyebabkan proses hidrasi atau pemenuhan kebutuhan cairan dalam tubuh menjadi lebih lama, jika dibandingkan dengan minum minuman biasa, sehingga tubuh akan semakin lama mengalami dehidrasi.

    Sebaiknya minum air hangat untuk membatalkan puasa

    Usakahan untuk memilih air hangat sebagai pembatal puasa Anda. Air hangat dipercaya mempunyai segudang manfaat untuk tubuh Anda, terutama saat puasa, seperti:

    1. Membantu melancarkan pencernaan
    2. Membuang toksin dari tubuh
    3. Menghambat penuaan
    4. Meredakan hidung tersumbat

    Nah, bagaimana? Apakah masih ingin pilih yang segar-segar demi memenuhi hasrat sesaat atau mempertimbangkan air hangat karena efek yang ditimbulkan dari minum air dingin? Semua pilihan ada di tangan Anda.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Hellosehat.com

    Doktersehat.com

  • Tips Sehat Selama Berpuasa

    Bulan Ramadhan telah tiba, di mana seluruh umat muslim diwajibkan untuk berpuasa, menahan lapar dan haus selama kurang lebih 12 jam, selama sebulan penuh. Walaupun begitu, puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, tentu jika dijalankan dengan cara yang sehat pula.

    Berpuasa di siang hari tidak lantas menjadikan tubuh menjadi lesu. Pola makan yang berubah selama Bulan Puasa harus disiasati dengan benar agar tubuh tetap sehat dan bugar dalam menjalankan aktifitas di siang hari. Terlebih lagi, setelah melewati Ramadhan, selain menjadi lebih dekat kepada Allah, kita juga menjadi individu yang lebih sehat daripada sebelumnya.

    Berikut adalah beberapa tips sehat yang sangat baik jika Anda lakukan selama Bulan Puasa Ramadhan:

    1.      Atur waktu anda untuk menyantap sahur di akhir waktu. Selain berguna untuk menunjang puasa anda di siang hari, makan sahur di akhir waktu lebih diutamakan berdasarkan sunnah Rasul.

    2.      Makanlah dengan porsi normal, jangan berlebihan. Fokuslah untuk mengkonsumsi makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks dan protein, serta buah dan sayuran. Menyantap makanan yang mengandung banyak air selama sahur juga sangat baik untuk hidrasi tubuh anda sepanjang hari.

    3.      Akhiri santap sahur dengan segelas susu untuk melengkapi nutrisi tubuh anda. Minumlah suplemen ataupun multivitamin yang biasa anda konsumsi ataupun yang disarankan oleh dokter anda.

    4.      Batasi konsumsi makanan yang terlalu manis dan mengandung banyak gula, karena justru dapat membuat tubuh lemas di siang hari.

    5.      Minum air yang cukup. Sebelum waktu imsak tiba, minumlah air yang cukup, tiga hingga lima gelas. Sebaiknya hindari minuman berkafein seperti kopi dan teh karena bersifat diuretik dan membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui urinasi.

    6.      Di waktu terpanas di siang hari, hindari berlama-lama di terik matahari dan kurangi aktifitas fisik.

    7.      Jika ada waktu, sempatkan untuk mengistirahatkan tubuh anda, dan mengganti waktu tidur yang kurang karena bangun lebih awal untuk sahur. Waktu setelah sholat zuhur merupakan saat yang tepat untuk beristirahat.

    8.      Jika memiliki waktu luang di sore hari, sempatkan untuk berolahraga ringan seperti jalan sore, bersepeda santai, ataupun senam ringan. Hal ini sangat baik untuk menjaga kebubagaran tubuh dan memperlancar peredaran darah.

    9.      Kurma kering, baik untuk berbuka. Saat waktu buka puasa tiba, jangan makan dengan berlebihan. Sebaiknya ikuti sunnah, yaitu dengan buah kurma dan minuman yang manis: bisa dengan susu, jus buah, atauapun sekedar air. Minumlah cukup air untuk mengganti cairan tubuh yang hilang selama berpuasa.

    10.  Setelah magrib, lanjutkan dengan menyantap hidangan utama, dengan menu yang seimbang. Makanlah sesuai dengan porsi anda yang biasa, tidak perlu berlebihan. Cukupkan dengan karbohidrat, protein, serta sayuran dan buah-buahan.

    11.  Hindari makan gorengan berlebihan, serta batasi makanan yang pedas, agar perut tidak menjadi mules dan mengganggu pencernaan tubuh anda.

    12.  Cukupi asupan air tubuh anda. Usahakan untuk meminum setidaknya lima gelas air putih sebelum tidur.

    Dengan menjalankan tips-tips sehat di atas, semoga puasa kita semua menjadi lebih lancar, hikmat, dan juga sehat.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Webkesehatan.com

     

  • Manfaat Minum Air Kelapa Saat Berbuka Puasa

    Cukup banyak orang yang memilih untuk berbuka puasa dengan air kelapa muda karena bisa memberikan sensasi menyegarkan dan cepat menghilangkan dahaga. Daging buah kelapa pada minuman ini juga bisa menjadi pengganjal perut setelah seharian tidak mengkonsumsi makanan atau minuman apapun. Tak hanya menyegarkan, pakar kesehatan menyebutkan jika berbuka puasa dengan air kelapa muda ternyata bisa memberikan banyak kebaikan bagi kesehatan. Apa sajakah manfaat kesehatan tersebut?

    Dr. Tirta Prawira Sari, MSc, SpGK yang berasal dari Yayasan Gema Sadar Gizi menyebutkan jika air kelapa muda memang bisa mengatasi dehidrasi dengan efektif. Sebagaimana diketahui, karena tidak mengkonsumsi minuman apapun dalam waktu yang lama, kita bisa mengalami dehidrasi saat berpuasa. Selain bisa mengembalikan cairan tubuh, air kelapa muda juga bisa menyediakan berbagai elektrolit yang sangat dibutuhkan oleh tubuh dalam menjaga kesehatan.

    Saat terkena dehidrasi, ada baiknya memang kita mengonsumsi makanan atau minuman yang memiliki kandungan elektrolit layaknya air kelapa, kurma, jus jeruk, atau buah apel. Air kelapa sendiri ternyata memiliki kandungan kalium yang tinggi sehingga cukup baik untuk dikonsumsi saat merasa haus. Hanya saja, bagi penderita gagal ginjal, ada baiknya tidak mengkonsumsi makanan dan minuman yang memiliki kandungan elektrolit tersebut karena bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatannya.

    Mengapa sebaiknya kita mengkonsumsi makanan yang kaya elektrolit seperti air kelapa muda saat berbuka puasa? Pakar kesehatan menyebutkan jika elektrolit sangat dibutuhkan bagi sel-sel tubuh, khususnya yang ada pada saraf, otot, dan jantung. Dengan adanya elektrolit ini, maka tegangan aliran listrik di antara sel membran yang membawa impuls listrik untuk keperluan sinyal saraf atau kontraksi otot antar sel bisa tetap terjaga dengan baik.

    Selain yang telah disebutkan, manfaat lain dari buka puasa dengan air kelapa adalah:

    1. Mengembalikan cairan tubuh dengan cepat

    Penting sekali untuk mengonsumsi cairan yang bisa menggantikan cairan tubuh yang berkurang selama berpuasa. Dengan menggantinya secara tepat, tubuh akan terhindar dari berbagai gangguan kesehatan, misalnya kulit kering, badan lemas, serta keluhan tekanan darah rendah.

    1. Mengembalikan energi lebih baik

    Air kelapa terbukti mampu mengembalikan kadar gula darah dengan lebih baik karena kandungan gula alami di dalamnya. Dengan kembalinya kadar gula darah ke rentang optimal, tubuh Anda akan terasa lebih berenergi.

    1. Bebas lemak dan kolesterol

    Berbeda dengan santan (coconut milk), air kelapa bebas dari kandungan lemak dan kolesterol. Karena itu, bagi Anda yang sedang menjalani pola makan rendah lemak, air kelapa dapat dijadikan sebagai salah satu menu yang dikonsumsi secara rutin.

    1. Obat tradisional

    Dalam sebuah tulisan yang dipublikasikan di jurnal kesehatan oleh Prades, air kelapa ternyata memiliki peran yang sangat luas di berbagai negara. Bahkan, air kelapa bukan hanya bisa diminum, namun juga bisa bermanfaat sebagai pengobatan tradisional.

    1. Isotonik alami

    Air kelapa disebut sebagai minuman isotonik alami berkat kandungan air dan mineral di dalamnya. Namun jangan samakan air kelapa dengan minuman khusus olahraga, karena keduanya memiliki kandungan dan peran yang benar-benar berbeda.

    Minuman olahraga dikenal memiliki kandungan gula dan sodium yang cukup tinggi. Di sisi lain, air kelapa mengandung gula dan sodium yang lebih sedikit.

    Itulah penjelasan mengenai manfaat minum air kelapa saat berbuka puasa.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Doktersehat.com

    Klikdokter.com

  • 9 Menu Sehat Ketika Berpuasa

    Bulan Ramadhan adalah saat yang dinanti bagi Umat Muslim. Ini merupakan bulan dimana Umat Muslim memaksimalkan amalan dari ibadah. Salah satu ibadah yang utama di Bulan Ramadhan adalah Ibadah Puasa. Dalam berpuasa, orang-orang akan berusaha menahan hawa nafsu serta menjalankan ibadah-ibadah lain. Salah satu bentuk menahan nafsu adalah menahan rasa lapar dan haus dari makanan dan minuman.

    Perlu diketahui, nutrisi yang diperlukan oleh tubuh sangat beragam. Karenanya tidak ada satu jenis makanan yang bisa memenuhi semua kebutuhan nutrisi itu. Hal utama yang harus diperhatikan di makanan sehat saat puasa adalah menu sahur.

    Makan sahur membantu menjaga metabolisme tubuh tetap dalam kondisi normal. Selama puasa, makanlah makanan yang termasuk karbohidrat kompleks seperti oatmeal, semolina, lentil, kacang-kacangan, biji-bijian. Hal ini untuk menjaga lambung tetap dalam kondisi kenyang karena makanan-makanan dicerna lebih lambat.

    Berikut ini adalah menu sehat saat puasa lainnya yang bisa Anda coba, di antaranya:

    1. Aneka sayuran hijau dan berwarna

    Ada tiga sayuran yang mudah ditemukan dan khasiatnya luar biasa, yaitu bayam, wortel dan brokoli. Tiga sayuran tersebut mengandung antioksidan tinggi serta vitamin B yang baik untuk kesehatan.

    1. Daging merah dan ikan

    Konsumsi daging merah dan ikan agar kebutuhan protein Anda tercukupi. Khususnya untuk daging, pilih bagian yang tidak terlalu banyak lemak, sehingga Anda masih dapat mengontrol jumlah kalori yang masuk di dalam tubuh.

    1. Susu

    Susu adalah sumber kalsium yang baik. Susu juga punya manfaat lain yaitu bisa menurunkan risiko tekanan darah tinggi karena kalsium bisa mencegah penggumpalan darah, memperlancar penyampaian impuls saraf dan menstabilkan detak jantung.

    1. Gandum

    Produk-produk gandum biasanya dapat dinikmati dalam bentuk roti atau sereal. Produk makanan ini kaya akan selenium yang membantu memperbaiki sel-sel kulit dan meregenerasinya.

    1. Buah

    Buah-buahan menyediakan aneka nutrisi yang melimpah, mulai dari vitamin hingga mineral yang semuanya dibutuhkan tubuh sepanjang hari. Buah yang kaya akan vitamin Cseperti jambu, jeruk, apel, nanas, semangka, dan melon dipercaya membantu proses metabolisme tubuh.

    1. Nasi, Ubi dan kentang

    Ini adalah penghasil karbohidrat utama. Fungsinya adalah untuk memenuhi kebutuhan energi kita baik sebelum atau sesudah puasa. Namun perlu diingat mengkonsumsi karbohidrat sebaiknya dalam sewajarnya saja.

    1. Kurma

    Kurma sebenarnya termasuk dalam jenis buah-buahan. Namun kelebihan buah ini adalah kandungan glukosa dan fruktosa yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi.

    1. Air mineral (air putih)

    Air mineral merupakan minuman terbaik untuk memenuhi kebutuhan cairan akan berpuasa. Kandungan mineral air berfungsi menjaga karja tubuh serta menjaga tubuh terhadap dehidrasi

    1. Madu

    Madu dapat dicampurkan pada air mineral saat minum. Madu memiliki kandungan gizi yang tinggi sebagai sumber energi serta sumber antioksidan untuk tetap menjaga kesehatan tubuh selama berpuasa.

    Makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari saat puasa  :

    1. Produk tepung dan makanan instan
    2. Makanan pedas
    3. Makanan berlemak
    4. Minuman soda
    5. Minuman kafein

    Nah, itulah penjelasan mengenai 9 menu sehat ketika berpuasa dan makanan dan minuman yang harus dihindari.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Doktersehat.com

    Halosehat.com

  • Tubuh Bugar Di Bulan Ramadhan, Berikut Tips Olaharaga Saat Puasa

    Bulan Ramadan adalah bulan di mana umat Muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari. Antara waktu tersebut, kurang lebih selama 13 jam, tubuh tidak mendapatkan suplai makanan dan minuman dari luar.

    Selain waktu makan, makanan yang dimakan saat bulan Ramadan biasanya berbeda dari biasanya karena terdapat tradisi makan makanan tertentu yang hanya ada di bulan Ramadan, seperti kolak, kurma, dan es blewah. Perubahan pola makan ini dapat mempengaruhi fungsi tubuh.

    Banyak orang yang tetap melakukan olahraga untuk menjaga kondisi tubuhnya tetap bugar di bulan Ramadan. Selain itu, juga ada atlit yang tetap melakukan latihan di bulan Ramadan untuk persiapan kompetisi. Olahraga memang membawa pengaruh positif pada tubuh, antara lain untuk menjaga tubuh tetap bugar dan sehat. Namun, bagaimana cara menjalankan olahraga yang baik di bulan Ramadan? Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan?

    1. Waktu olahraga

    Pertama yang harus diperhatikan adalah waktu melakukan olahraga. Tidak disarankan untuk melakukan olahraga di saat waktu puasa.

    Seperti yang dilansir dari thenational dan islamicity, olahraga sebaiknya tidak dilakukan saat berpuasa karena saat puasa perut dalam keadaan kosong. Waktu terbaik untuk melakukan olahraga di bulan Ramadan adalah pada saat setelah berbuka, karena setelah berbuka tubuh mendapatkan energinya kembali dari makanan dan minuman.

    Namun, ada juga yang beranggapan bahwa waktu terbaik melakukan olahraga adalah pada saat menjelang berbuka puasa. Seperti yang dilansir dari Kompas.com, dr. Saptawati Bardosono mengatakan bahwa olahraga sebaiknya dilakukan 30-60 menit menjelang berbuka karena mendekati waktu makan.

    Hal ini sepertinya sah-sah saja tergantung dari kebugaran setiap individu. Ada orang yang mampu melakukan olahraga saat berpuasa dan ada juga yang tidak tergantung dari kebiasaan orang tersebut melakukan olahraga. Yang terpenting adalah setelah melakukan olahraga, Anda tidak merasa lemas, pusing, atau bahkan pingsan. Kenali tubuh Anda sendiri!

    1. Olahraga yang baik dilakukan saat puasa

    Selanjutnya yang harus Anda perhatikan adalah jenis olahraga. Lakukan jenis olahraga yang biasa Anda lakukan seperti biasanya. Namun, sebaiknya lakukan jenis olahraga intensitas ringan sampai sedang, seperti berjalan, jogging, dan bersepeda. Disarankan untuk tidak mencoba intensitas olahraga yang lebih tinggi dari yang biasa Anda lakukan karena ditakutkan tubuh tidak mampu melakukannya.

    1. Asupan makanan yang diperlukan

    Saat Ramadan, tubuh diberi waktu dua kali untuk makan, yaitu saat sahur dan berbuka puasa (waktu maghrib). Waktu makan di bulan Ramadan agak berubah dibandingkan dengan hari biasanya.

    Selain itu, porsi makan mungkin juga dapat berubah. Namun, usahakan untuk tetap memakan makanan dalam jumlah yang sama seperti hari biasanya, tidak berlebih dan juga tidak kekurangan, dan juga makan beragam makanan yang mengandung zat gizi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang diperlukan tubuh.

    Karbohidrat merupakan energi utama bagi tubuh. Karbohidrat dapat mengembalikan kadar glukosa darah yang menurun saat berpuasa. Makan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dan serat (yang memiliki indeks glikemik rendah) diperlukan karena membantu melepaskan energi secara perlahan sehingga energi dalam tubuh tidak cepat habis.

    Memakan makanan yang mengandung indeks glikemik rendah pada saat berbuka puasa bertujuan untuk meningkatkan cadangan karbohidrat, sedangkan jika mengonsumsi makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi, maka kadar gula darah akan cepat meningkat tetapi akan cepat habis juga.

    Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat tinggi saat berbuka puasa untuk memaksimalkan cadangan glikogen otot dan kemudian konsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi saat sahur untuk memperlambat pencernaan sehingga perut tidak cepat kosong.

    Ini merupakan strategi untuk mengurangi perasaan cepat lapar selama berpuasa dan juga mempertahankan energi sampai olahraga dimulai.

    Selain karbohidrat, protein juga sangat diperlukan tubuh. Makanlah makanan yang mengandung protein tinggi, seperti ikan, daging, dan telur. Protein merupakan zat yang diperlukan untuk pertumbuhan dan juga sebagai zat pembangun. Protein membantu memulihkan dan memperbaiki sel-sel otot yang rusak ketika berolahraga.

    1. Banyak minum

    Dehidrasi dapat terjadi saat berolahraga apalagi dilakukan pada saat cuaca panas. Sehingga untuk mencegah hal ini terjadi, asupan cairan ke dalam tubuh harus diperhatikan. Asupan cairan yang disarankan adalah 1,5-2 liter per hari.

    Selain itu, Anda juga disarankan untuk membatasi melakukan aktivitas fisik di siang hari untuk mencegah dehidrasi. Melakukan olahraga yang mengeluarkan banyak keringat di siang hari saat puasa dapat menyebabkan dehidrasi karena cairan tubuh hilang melalui keringat.

    1. Perhatikan juga lama tidur

    Untuk menjaga tubuh tetap prima saat bulan Ramadan, waktu tidur harus cukup. Orang dewasa memerlukan waktu tidur sekitar 7-9 jam per hari. Waktu tidur yang kurang dapat mempengaruhi kinerja tubuh. Tidur siang mungkin kadang diperlukan untuk mempertahankan kondisi tubuh tetap sehat.

     

    Sumber : hellosehat.com