Tag: Puasa

  • Puasa Ramadhan: Manfaat Kesehatan dan Tips Menjalankannya dengan Baik

    Puasa Ramadhan: Manfaat Kesehatan dan Tips Menjalankannya dengan Baik

    puasa ramadhan

    Puasa Ramadhan adalah ibadah yang dilakukan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Selain memiliki nilai spiritual yang tinggi, puasa juga memberikan banyak manfaat kesehatan jika dilakukan dengan cara yang benar. Artikel ini akan membahas manfaat kesehatan dari puasa Ramadhan serta beberapa tips untuk menjalankannya dengan baik.

    1. Manfaat Kesehatan Puasa Ramadhan

    a) Meningkatkan Kesehatan Jantung

    Puasa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah, sehingga dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Selain itu, tekanan darah juga cenderung lebih stabil selama bulan Ramadhan.

    b) Membantu Menurunkan Berat Badan

    Dengan pola makan yang teratur saat sahur dan berbuka, puasa dapat membantu menurunkan berat badan secara alami. Namun, penting untuk menghindari makanan berlemak dan berkalori tinggi saat berbuka agar manfaat ini dapat dirasakan maksimal.

    c) Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

    Selama berpuasa, sistem pencernaan mendapatkan waktu istirahat, yang dapat membantu mengurangi risiko gangguan pencernaan seperti maag dan perut kembung. Konsumsi makanan tinggi serat saat sahur dan berbuka juga mendukung kesehatan pencernaan.

    d) Detoksifikasi Tubuh

    Puasa membantu proses detoksifikasi alami tubuh dengan mengurangi konsumsi makanan olahan dan gula berlebih. Proses ini dapat meningkatkan energi dan memperbaiki metabolisme tubuh.

    2. Tips Sehat Menjalankan Puasa

    a) Memilih Makanan Sehat Saat Sahur

    Sahur adalah waktu penting untuk mengisi energi selama sehari penuh. Pilih makanan yang kaya serat, protein, dan karbohidrat kompleks seperti oatmeal, roti gandum, dan telur agar energi bertahan lebih lama.

    b) Menghindari Makanan Berlemak dan Manis Berlebihan

    Saat berbuka, hindari makanan yang terlalu manis dan berlemak tinggi, karena dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan gangguan pencernaan. Sebaiknya berbuka dengan kurma dan air putih terlebih dahulu sebelum mengonsumsi makanan utama.

    c) Menjaga Hidrasi Tubuh

    Kekurangan cairan selama puasa dapat menyebabkan dehidrasi. Pastikan untuk minum cukup air saat sahur dan setelah berbuka, serta menghindari minuman berkafein yang dapat meningkatkan kehilangan cairan tubuh.

    d) Mengatur Pola Tidur

    Kurangnya tidur dapat mempengaruhi energi dan konsentrasi selama puasa. Usahakan untuk tidur lebih awal dan mengambil waktu istirahat yang cukup agar tubuh tetap bugar sepanjang hari.

    Kesimpulan

    Puasa Ramadhan tidak hanya memberikan manfaat spiritual, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan tubuh. Dengan menjalankan pola makan yang sehat dan menjaga hidrasi, puasa dapat menjadi momen untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Selamat menjalankan ibadah puasa!

  • 8 Efek Puasa Tanpa Sahur yang Perlu Diwaspadai

    8 Efek Puasa Tanpa Sahur yang Perlu Diwaspadai

    efek puasa tanpa sahur

    Puasa tapi tidak sahur karena kesiangan atau sengaja melewatkan sahur sebenarnya tetap sah dijalankan. Namun, tanpa asupan makanan dan cairan yang cukup di awal hari, tubuh harus bekerja lebih keras selama berpuasa dan pasokan energi pun berkurang.

    Yuk, ketahui apa saja efek puasa tanpa sahur pada tubuh berikut ini.

    Berbagai efek puasa tapi tidak sahur

    Meskipun bukan syarat sah puasa, makan sahur sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan tubuh selama berpuasa. 

    Makan sahur bisa memberikan pasokan energi yang cukup bagi tubuh untuk mengawali puasa. Jadi, tubuh tidak terlalu lemas selama hampir seharian tidak makan dan minum.

    Ketika melewatkan sahur, Anda berisiko mengalami berbagai dampak berikut ini.

    1. Meningkatkan risiko dehidrasi

    Saat puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama sekitar 12 – 14 jam. Kondisi ini membuat tubuh rentan mengalami dehidrasi. 

    Ketika Anda tidak minum karena melewatkan waktu sahur, risiko mengalami dehidrasi pun semakin tinggi, terutama jika Anda beraktivitas di luar ruangan atau di tengah cuaca panas. 

    Dehidrasi saat puasa dapat menyebabkan pusing, lemas, hingga kesulitan berkonsentrasi.

    2. Kadar gula darah menurun drastis

    Sahur membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sepanjang hari.

    Tanpa makan sahur berarti tubuh tidak memiliki cadangan energi yang cukup sehingga kadar gula darah dapat turun (hipoglikemia) secara signifikan selama puasa. 

    Hipoglikemia bisa memicu gejala seperti pusing, gemetar, hingga badan terasa sangat lemas saat puasa.

    3. Tingkat energi menurun

    Tubuh membutuhkan asupan karbohidrat, protein, dan lemak yang cukup untuk menghasilkan energi yang memadai untuk menjalankan fungsinya dan beraktivitas. 

    Tanpa sahur, Anda mungkin merasa lebih cepat lelah dan sulit menyelesaikan pekerjaan harian karena cadangan energi tubuh berkurang drastis.

    4. Sulit berkonsentrasi

    Kurangnya asupan gizi saat sahur dapat memengaruhi fungsi otak, seperti kemampuan untuk berkonsentrasi dan menggunakan daya ingat. 

    Pasalnya, otak membutuhkan glukosa sebagai sumber energi yang biasanya didapatkan dari makanan.

    Makan sahur bisa memberikan suplai bahan bakar yang dibutuhkan otak untuk berfungsi dalam aktivitas sehari-hari. Sebaliknya, tidak sahur bisa membuat produktivitas Anda menurun selama puasa.

    5. Gangguan pencernaan

    Puasa tanpa sahur dapat memperparah risiko gangguan pencernaan, seperti perut kembung atau nyeri lambung. 

    Perut yang kosong terlalu lama bisa memicu produksi asam lambung berlebih, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit maag.

    6. Mood tidak stabil

    Makanan sahur yang bergizi seimbang membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Kondisi ini juga memengaruhi hormon yang mengatur suasana hati.

    Fungsi hormon yang terpengaruh akibat melewatkan makan sahur bisa membuat Anda lebih mudah marah, cemas, atau sulit mengendalikan emosi selama puasa.

    7. Memicu asam lambung naik

    Melewatkan makan sahur dapat memicu naiknya asam lambung saat puasa. Hal ini bisa menimbulkan gejala yang sangat mengganggu, mulai dari heartburn, mual, hingga perut kembung.

    Lambung akan tetap memproduksi asam meskipun tidak ada makanan yang masuk. Jika Anda tidak sahur, perut akan kosong terlalu lama sehingga asam lambung dapat mengiritasi dinding lambung.

    Hal ini juga yang meningkatkan risiko refluks asam alias GERD yang bisa membuat gejala makin parah dan puasa menjadi tidak optimal.

    8. Menurunnya sistem kekebalan tubuh

    Asupan nutrisi dari makan sahur membantu menjaga daya tahan tubuh selama berpuasa. Ini penting karena puasa berhari-hari membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit infeksi.

    Jika tubuh tidak mendapatkan vitamin dan mineral yang cukup dari makanan, sistem kekebalan tubuh makin lemah dan risiko sakit saat puasa makin tinggi. 

    Tips agar tidak melewatkan sahur 

    Tidak melewatkan sahur sangat penting untuk menjaga stamina selama berpuasa. Dikutip dari Islamic Finder, berikut beberapa tips yang bisa Anda coba agar bisa rutin makan sahur.

    • Atur alarm yang efektif. Letakkan alarm jauh dari tempat tidur agar Anda harus bangun untuk mematikannya.
    • Tidur lebih awal. Usahakan tidur lebih awal agar tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup sebelum bangun sahur.
    • Siapkan makanan sahur sebelum tidur. Siapkan bahan makanan atau masakan sebelum tidur sehingga Anda hanya perlu memanaskannya saat sahur.
    • Pilih menu sahur menarik. Rencanakan makanan yang Anda sukai agar lebih semangat untuk bangun sahur.
    • Inisiatif diri. Ingatkan diri tentang pentingnya sahur untuk menjaga energi sepanjang hari.
    • Makan sahur bersama orang tercinta. Bangun sahur bersama keluarga atau pasangan bisa menjadi motivasi tambahan.
    • Hindari makan berat sebelum tidur. Jangan makan berat terlalu malam karena bisa membuat perut terasa penuh dan Anda malas bangun sahur.
    • Gunakan alat masak praktis. Gunakan alat masak otomatis seperti rice cooker atau slow cooker untuk mempermudah proses memasak.

    Puasa tanpa sahur memang tetap sah secara hukum, tapi dari sisi kesehatan, sangat disarankan untuk Anda tidak melewatkan sahur. 

    Pilihlah menu sahur yang cukup kalori dan bergizi, bisa juga dengan tambahan suplemen, agar kebutuhan nutrisi dan cairan selama puasa tetap terpenuhi dan Anda tidak mudah jatuh sakit.

  • Cara Atau Tips Menjaga Kesehatan Selama Berpuasa

    Cara Atau Tips Menjaga Kesehatan Selama Berpuasa

    Sahabat, perlu anda ketahui menjaga kesehatan tubuh selama berpuasa di lihat dari asupan makanan dan minuman serta olahraga yg cukup. nah, maka dari itu aku akan memberikan cara atau tips agar tetap fit dalam menjalankan ibadah puasa yaitu ;

    • Makanlah yang benar saat sahur dengan memperhatikan asupan nutrisi seimbang dari karbohidrat kompleks, serat dan protein.
    • Minumlah setidaknya 8-12 gelas air putih sehari agar tubuh fit saat puasa.
    • Anda bisa makan secara bertahap, saat berbuka makanlah makanan yang ringan seperti salad buah, es buah, kurma, atau air putih. Nah selang beberapa jam kemudian, barulah makan besar.
    • alangkah baiknya Anda menghindari segala bentuk makanan yang digoreng dengan minyak dalam jumlah banyak agar fit saat puasa.
    • Makanan atau minuman manis memang penting dikonsumsi saat berbuka untuk menormalkan gula darah. Hanya saja, Anda harus memperhatikan porsi makanan atau minuman manis yang dikonsumsi. Apalagi jika rasa manis tersebut terbuat dari gula.
    • Lakukan olahraga selama 30 menit dengan jalan kaki, bersepeda, jogging ataupun latihan lain yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda.
    • Usahakan untuk tidur lebih cepat dari biasanya. Misalnya sesudah salat tarawih. Sebab, kurang tidur akan memengaruhi kinerja otak sehingga menghambat aktivitas Anda nantinya.

    maka, betapa pentingnya kesehatan tubuh sebagai faktor penunjang kualitas puasa di bulan suci ramadhan ini.

    sumber : titiknol.co.id

  • Keutamaan Puasa di Bulan Muharram

    Pada bulan Muharram yang merupakan bulan pertama pada kalender Hijriyah, umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunah, yakni Tasua (tasu’a) dan Asyura. Puasa Tasua dilaksanakan setiap tanggal 9 Muharram atau pada tahun ini bertepatan dengan hari Jumat (28/8/2020). Sedangkan puasa Asyura dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram atau pada tahun ini bertepatan dengan hari Sabtu (29/8/2020).

    Berikut keutamaan menjalankan puasa di bulan Muharram:

    1. Menebus Dosa Setahun Silam

    Sebagai manusia yang tak luput dari dosa dan salah maka perlu adanya sarana untuk mengikis dosa-dosa yang mungkin telah dilakukan.

    Satu dari beberapa cara yakni dengan menunaikan ibadah puasa Asyura. Mengerjakan puasa Asyura dapat menebus dosa yang dilakukan setahun sebelumnya. Seperti yang diungkapkan oleh Abi Qatadah, bahwa Rasulullah ditanya tentang puasa Asyura kemudian beliau menjawab, “Menebus dosa tahun yang lalu.” (HR.Muslim)

    1. Mengikuti Anjuran Rasul

    Seperti yang telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas:

    “Rasulullah telah berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan supaya orang-orang berpuasa.” (HR.Muslim).

    Abu Hurairah juga berkata, Saya mendengar Rasulullah bersabda:

    “Hari ini adalah Hari Asyura, dan kamu tidak diwajibkan berpuasa padanya. Dan saya sekarang berpuasa, maka siapa yang suka, berpuasalah. Dan siapa yang tidak suka, berbukalah!”

    1. Keutamaannya di Bawah Puasa Ramadhan

    Ada hadis yang diungkapkan Abu Hurairah, bahwa puasa pada bulan Muharram keutamaannya tepat di bawah puasa Ramadhan.

    Menurut Abu Hurairah, suatu ketika Rasulullah ditanya:

    “Puasa manakah yang lebih utama setelah puasa Ramadhan?”

    Nabi bersabda: “Puasa pada bulan Allah yang kamu namakan bulan Muharram.” (HR. Ahmad, Muslim dan Abu Daud).

    Oleh karenanya, puasa di bulan Muharram memiliki keutamaan yang luar biasa. Sebab puasa Ramadhan adalah wajib sedangkan puasa Muharram adalah sunah.

    1. Hari Puasa Umat Nabi Musa

    Ibnu Abbas mengungkapkan bahwa Nabi Muhammad SAW datang ke Madinah dan melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura.

    Maka Nabi bertanya, “Ada apa ini?”

    Mereka menjawab, “Hari baik, saat Allah membebaskan Nabi Musa dan Bani Israil dari musuh mereka, hingga membuat Musa berpuasa karenanya.”

    Maka Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Saya lebih hormat terhadap Musa dari kamu.” Lalu beliau berpuasa pada hari itu dan menyuruh orang agar berpuasa.” (HR. Bukhari Muslim).

    Puasa Asyura berhubungan erat dengan Nabi sebelum Rasulullah, yaitu Musa dan kaumnya. Maka dari itu, Beliau memuliakan hari itu dengan berpuasa.

    1. Mewujudkan Impian Rasulullah

    Ada sebuah keinginan Rasulullah yang belum terlaksana, lantaran ajal menjemput terlebih dahulu.

    Keinginan itu adalah puasa Tasu’a, yakni puasa pada tanggal 9 Muharram.

    Hal itu seperti yang diceritakan Ibnu Abbas ra: Rasulullah bersabda:

    “Kalau saya lanjut umur sampai tahun yang akan datang, niscaya saya akan berpuasa Tasu’a (tanggal 9 Muharram)” (HR.Muslim).(*)

     

    source:

    serambinews.com

  • Tubuh Bugar Di Bulan Ramadhan, Berikut Tips Olaharaga Saat Puasa

    Bulan Ramadan adalah bulan di mana umat Muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari. Antara waktu tersebut, kurang lebih selama 13 jam, tubuh tidak mendapatkan suplai makanan dan minuman dari luar.

    Selain waktu makan, makanan yang dimakan saat bulan Ramadan biasanya berbeda dari biasanya karena terdapat tradisi makan makanan tertentu yang hanya ada di bulan Ramadan, seperti kolak, kurma, dan es blewah. Perubahan pola makan ini dapat mempengaruhi fungsi tubuh.

    Banyak orang yang tetap melakukan olahraga untuk menjaga kondisi tubuhnya tetap bugar di bulan Ramadan. Selain itu, juga ada atlit yang tetap melakukan latihan di bulan Ramadan untuk persiapan kompetisi. Olahraga memang membawa pengaruh positif pada tubuh, antara lain untuk menjaga tubuh tetap bugar dan sehat. Namun, bagaimana cara menjalankan olahraga yang baik di bulan Ramadan? Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan?

    1. Waktu olahraga

    Pertama yang harus diperhatikan adalah waktu melakukan olahraga. Tidak disarankan untuk melakukan olahraga di saat waktu puasa.

    Seperti yang dilansir dari thenational dan islamicity, olahraga sebaiknya tidak dilakukan saat berpuasa karena saat puasa perut dalam keadaan kosong. Waktu terbaik untuk melakukan olahraga di bulan Ramadan adalah pada saat setelah berbuka, karena setelah berbuka tubuh mendapatkan energinya kembali dari makanan dan minuman.

    Namun, ada juga yang beranggapan bahwa waktu terbaik melakukan olahraga adalah pada saat menjelang berbuka puasa. Seperti yang dilansir dari Kompas.com, dr. Saptawati Bardosono mengatakan bahwa olahraga sebaiknya dilakukan 30-60 menit menjelang berbuka karena mendekati waktu makan.

    Hal ini sepertinya sah-sah saja tergantung dari kebugaran setiap individu. Ada orang yang mampu melakukan olahraga saat berpuasa dan ada juga yang tidak tergantung dari kebiasaan orang tersebut melakukan olahraga. Yang terpenting adalah setelah melakukan olahraga, Anda tidak merasa lemas, pusing, atau bahkan pingsan. Kenali tubuh Anda sendiri!

    1. Olahraga yang baik dilakukan saat puasa

    Selanjutnya yang harus Anda perhatikan adalah jenis olahraga. Lakukan jenis olahraga yang biasa Anda lakukan seperti biasanya. Namun, sebaiknya lakukan jenis olahraga intensitas ringan sampai sedang, seperti berjalan, jogging, dan bersepeda. Disarankan untuk tidak mencoba intensitas olahraga yang lebih tinggi dari yang biasa Anda lakukan karena ditakutkan tubuh tidak mampu melakukannya.

    1. Asupan makanan yang diperlukan

    Saat Ramadan, tubuh diberi waktu dua kali untuk makan, yaitu saat sahur dan berbuka puasa (waktu maghrib). Waktu makan di bulan Ramadan agak berubah dibandingkan dengan hari biasanya.

    Selain itu, porsi makan mungkin juga dapat berubah. Namun, usahakan untuk tetap memakan makanan dalam jumlah yang sama seperti hari biasanya, tidak berlebih dan juga tidak kekurangan, dan juga makan beragam makanan yang mengandung zat gizi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang diperlukan tubuh.

    Karbohidrat merupakan energi utama bagi tubuh. Karbohidrat dapat mengembalikan kadar glukosa darah yang menurun saat berpuasa. Makan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dan serat (yang memiliki indeks glikemik rendah) diperlukan karena membantu melepaskan energi secara perlahan sehingga energi dalam tubuh tidak cepat habis.

    Memakan makanan yang mengandung indeks glikemik rendah pada saat berbuka puasa bertujuan untuk meningkatkan cadangan karbohidrat, sedangkan jika mengonsumsi makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi, maka kadar gula darah akan cepat meningkat tetapi akan cepat habis juga.

    Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat tinggi saat berbuka puasa untuk memaksimalkan cadangan glikogen otot dan kemudian konsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi saat sahur untuk memperlambat pencernaan sehingga perut tidak cepat kosong.

    Ini merupakan strategi untuk mengurangi perasaan cepat lapar selama berpuasa dan juga mempertahankan energi sampai olahraga dimulai.

    Selain karbohidrat, protein juga sangat diperlukan tubuh. Makanlah makanan yang mengandung protein tinggi, seperti ikan, daging, dan telur. Protein merupakan zat yang diperlukan untuk pertumbuhan dan juga sebagai zat pembangun. Protein membantu memulihkan dan memperbaiki sel-sel otot yang rusak ketika berolahraga.

    1. Banyak minum

    Dehidrasi dapat terjadi saat berolahraga apalagi dilakukan pada saat cuaca panas. Sehingga untuk mencegah hal ini terjadi, asupan cairan ke dalam tubuh harus diperhatikan. Asupan cairan yang disarankan adalah 1,5-2 liter per hari.

    Selain itu, Anda juga disarankan untuk membatasi melakukan aktivitas fisik di siang hari untuk mencegah dehidrasi. Melakukan olahraga yang mengeluarkan banyak keringat di siang hari saat puasa dapat menyebabkan dehidrasi karena cairan tubuh hilang melalui keringat.

    1. Perhatikan juga lama tidur

    Untuk menjaga tubuh tetap prima saat bulan Ramadan, waktu tidur harus cukup. Orang dewasa memerlukan waktu tidur sekitar 7-9 jam per hari. Waktu tidur yang kurang dapat mempengaruhi kinerja tubuh. Tidur siang mungkin kadang diperlukan untuk mempertahankan kondisi tubuh tetap sehat.

     

    Sumber : hellosehat.com
    healt.detik.com
  • Bolehkah Minum Air Dingin Ketika Berbuka Puasa?

    Biasanya, para orang tua sering kali menyuruh anak-anaknya untuk mengurangi minum air dingin, terutama saat buka puasa. Padahal air dingin adalah salah satu jenis minuman yang sangat menyegarkan untuk berbuka. Nah, sebenarnya apa ya efek yang ditimbulkan ketika Anda minum air dingin untuk buka puasa?

    Efek minum air dingin untuk berbuka

    Minum air putih memang baik untuk kesehatan Anda, tetapi apakah hasilnya akan sama bila Anda lebih senang minum air dingin untuk membatalkan puasa?

    Ternyata, walaupun dapat melepas dahaga Anda, efek samping minum air dingin saat buka puasa akan menghantui Anda. Mulai dari gangguan pencernaan hingga sakit tenggorokan bisa terjadi pada Anda.

    1. Gangguan pencernaan

    Pada saat Anda meminum air dingin dalam keadaan perut kosong, lambung akan berkontraksi karena menerima cairan yang suhunya jauh berbeda dari suhu tubuh. Nah, hal tersebut bisa membuat perut Anda mulas seperti ingin ke kamar mandi.

    Oleh karena itu, lebih baik hindari air dingin agar buka puasa Anda lebih nyaman.

    1. Mudah terserang penyakit

    Salah satu efek dari minum air dingin ketika buka puasa adalah memproduksi lendir berlebih pada tubuh Anda. Kelebihan lendir ini ternyata mampu menurunkan fungsi sistem pertahanan tubuh Anda, sehingga mudah terserang penyakit.

    Berikut beberapa gangguan kesehatan karena sering minum air dingin

    1. Sakit tenggorokan

    Minum air dingin bisa menyebabkan sakit tenggorokan memang bukanlah kabar yang mengejutkan. Jika Anda sering melakukan kebiasaan ini,  lapisan pelindung saluran pernapasan Anda akan menumpuk, sehingga rentan terhadap infeksi tenggorokan.

    1. Tidak menyerap nutrisi untuk tubuh

    Pada saat Anda mengonsumsi air dingin, tubuh akan bekerja keras untuk menyeimbangkan suhunya. Nah, karena energinya terlalu banyak dipakai untuk keseimbangan suhu, tenaga yang seharusnya digunakan untuk menyerap nutrisi pun berkurang.

    1. Sakit kepala

    Sama seperti saat Anda memakan es krim, reaksi tubuh Anda saat menerima air dingin juga dapat dikatakan brain freeze. Kondisi ini dipengaruhi oleh jaringan saraf tulang belakang. Saraf yang cukup sensitif ini ternyata mengirimkan pesan kepada otak Anda, sehingga menyebabkan sakit kepala.

    Menurut pakar gizi Indonesia, Profesor Hardinsyah, berbuka dengan minuman dingin akan menyebabkan beberapa hal yaitu:

    1. Tubuh bekerja lebih keras akibat harus menyesuaikan suhu minuman dengan suhu tubuh

    Tubuh harus selalu menyesuaikan suhu makanan atau minuman dengan suhu tubuh terlebih dahulu sebelum agar bisa mencernanya.

    Makanan atau minuman yang tidak sesuai dengan suhu tubuh akan membuat tubuh kita bekerja lebih berat dalam mencernanya.

    Minuman dingin membuat tubuh harus bekerja lebih keras karena harus meningkatkan suhu minuman menjadi sama dengan suhu tubuh agar bisa dicerna dan masuk dalam pembuluh darah dengan lebih baik.

    Kondisi ini tentu sebaiknya dihindari, agar metabolisme tubuh pasca buka puasa tidak menjadi berat karena suatu hal yang sebenarnya bisa kita hindari, ‘kan?

    1. Tubuh tidak terhidrasi dengan baik

    Jika pada saat tubuh sedang tidak puasa, lazimnya mengonsumsi minuman dingin hal ini tidak terlalu bermasalah, namun pada saat berpuasa, minuman yang dingin harus disesuaikan suhunya terlebih dahulu baru dapat dicerna oleh tubuh, termasuk kandungan cairan dalam tubuh. Padahal cairan adalah zat gizi utama yang harus segera dipenuhi saat berbuka puasa.

    Hal ini menyebabkan proses hidrasi atau pemenuhan kebutuhan cairan dalam tubuh menjadi lebih lama, jika dibandingkan dengan minum minuman biasa, sehingga tubuh akan semakin lama mengalami dehidrasi.

    Sebaiknya minum air hangat untuk membatalkan puasa

    Usakahan untuk memilih air hangat sebagai pembatal puasa Anda. Air hangat dipercaya mempunyai segudang manfaat untuk tubuh Anda, terutama saat puasa, seperti:

    1. Membantu melancarkan pencernaan
    2. Membuang toksin dari tubuh
    3. Menghambat penuaan
    4. Meredakan hidung tersumbat

    Nah, bagaimana? Apakah masih ingin pilih yang segar-segar demi memenuhi hasrat sesaat atau mempertimbangkan air hangat karena efek yang ditimbulkan dari minum air dingin? Semua pilihan ada di tangan Anda.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Hellosehat.com

    Doktersehat.com

  • Bolehkah Minum Air Dingin Ketika Berbuka Puasa?

    Biasanya, para orang tua sering kali menyuruh anak-anaknya untuk mengurangi minum air dingin, terutama saat buka puasa. Padahal air dingin adalah salah satu jenis minuman yang sangat menyegarkan untuk berbuka. Nah, sebenarnya apa ya efek yang ditimbulkan ketika Anda minum air dingin untuk buka puasa?

    Efek minum air dingin untuk berbuka

    Minum air putih memang baik untuk kesehatan Anda, tetapi apakah hasilnya akan sama bila Anda lebih senang minum air dingin untuk membatalkan puasa?

    Ternyata, walaupun dapat melepas dahaga Anda, efek samping minum air dingin saat buka puasa akan menghantui Anda. Mulai dari gangguan pencernaan hingga sakit tenggorokan bisa terjadi pada Anda.

    1. Gangguan pencernaan

    Pada saat Anda meminum air dingin dalam keadaan perut kosong, lambung akan berkontraksi karena menerima cairan yang suhunya jauh berbeda dari suhu tubuh. Nah, hal tersebut bisa membuat perut Anda mulas seperti ingin ke kamar mandi.

    Oleh karena itu, lebih baik hindari air dingin agar buka puasa Anda lebih nyaman.

    1. Mudah terserang penyakit

    Salah satu efek dari minum air dingin ketika buka puasa adalah memproduksi lendir berlebih pada tubuh Anda. Kelebihan lendir ini ternyata mampu menurunkan fungsi sistem pertahanan tubuh Anda, sehingga mudah terserang penyakit.

    Berikut beberapa gangguan kesehatan karena sering minum air dingin

    1. Sakit tenggorokan

    Minum air dingin bisa menyebabkan sakit tenggorokan memang bukanlah kabar yang mengejutkan. Jika Anda sering melakukan kebiasaan ini,  lapisan pelindung saluran pernapasan Anda akan menumpuk, sehingga rentan terhadap infeksi tenggorokan.

    1. Tidak menyerap nutrisi untuk tubuh

    Pada saat Anda mengonsumsi air dingin, tubuh akan bekerja keras untuk menyeimbangkan suhunya. Nah, karena energinya terlalu banyak dipakai untuk keseimbangan suhu, tenaga yang seharusnya digunakan untuk menyerap nutrisi pun berkurang.

    1. Sakit kepala

    Sama seperti saat Anda memakan es krim, reaksi tubuh Anda saat menerima air dingin juga dapat dikatakan brain freeze. Kondisi ini dipengaruhi oleh jaringan saraf tulang belakang. Saraf yang cukup sensitif ini ternyata mengirimkan pesan kepada otak Anda, sehingga menyebabkan sakit kepala.

    Menurut pakar gizi Indonesia, Profesor Hardinsyah, berbuka dengan minuman dingin akan menyebabkan beberapa hal yaitu:

    1. Tubuh bekerja lebih keras akibat harus menyesuaikan suhu minuman dengan suhu tubuh

    Tubuh harus selalu menyesuaikan suhu makanan atau minuman dengan suhu tubuh terlebih dahulu sebelum agar bisa mencernanya.

    Makanan atau minuman yang tidak sesuai dengan suhu tubuh akan membuat tubuh kita bekerja lebih berat dalam mencernanya.

    Minuman dingin membuat tubuh harus bekerja lebih keras karena harus meningkatkan suhu minuman menjadi sama dengan suhu tubuh agar bisa dicerna dan masuk dalam pembuluh darah dengan lebih baik.

    Kondisi ini tentu sebaiknya dihindari, agar metabolisme tubuh pasca buka puasa tidak menjadi berat karena suatu hal yang sebenarnya bisa kita hindari, ‘kan?

    1. Tubuh tidak terhidrasi dengan baik

    Jika pada saat tubuh sedang tidak puasa, lazimnya mengonsumsi minuman dingin hal ini tidak terlalu bermasalah, namun pada saat berpuasa, minuman yang dingin harus disesuaikan suhunya terlebih dahulu baru dapat dicerna oleh tubuh, termasuk kandungan cairan dalam tubuh. Padahal cairan adalah zat gizi utama yang harus segera dipenuhi saat berbuka puasa.

    Hal ini menyebabkan proses hidrasi atau pemenuhan kebutuhan cairan dalam tubuh menjadi lebih lama, jika dibandingkan dengan minum minuman biasa, sehingga tubuh akan semakin lama mengalami dehidrasi.

    Sebaiknya minum air hangat untuk membatalkan puasa

    Usakahan untuk memilih air hangat sebagai pembatal puasa Anda. Air hangat dipercaya mempunyai segudang manfaat untuk tubuh Anda, terutama saat puasa, seperti:

    1. Membantu melancarkan pencernaan
    2. Membuang toksin dari tubuh
    3. Menghambat penuaan
    4. Meredakan hidung tersumbat

    Nah, bagaimana? Apakah masih ingin pilih yang segar-segar demi memenuhi hasrat sesaat atau mempertimbangkan air hangat karena efek yang ditimbulkan dari minum air dingin? Semua pilihan ada di tangan Anda.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Hellosehat.com

    Doktersehat.com

  • Buah-buahan Yang Cocok Dikonsumsi Saat Berpuasa

    Buah adalah makanan yang penting saat puasa Ramadan. Untuk mengembalikan kesegaran tubuh, buah dibutuhkan setiap hari khususnya saat berbuka puasa. Buah untuk berbuka puasa bisa memberikan tambahan energi dari rasa manis yang dihasilkan, aneka vitamin bermanfaat, dan serat yang dapat melancarkan pencernaan.

    Buah yang Cocok untuk Buka Puasa

    Berikut buah terbaik untuk berbuka puasa yang sehat:

    1. Kurma

    Buah untuk berbuka puasa yang pertama adalah kurma, karena sangat dianjurkan untuk ada saat berbuka puasa. Buah ini bisa dikonsumsi sebanyak tiga butir dengan minum segelas air putih. Kurma akan memberikan energi secara langsung dari rasa manis yang diberikan. Energi tubuh akan langsung terangkat dengan instan.

    1. Semangka

    Semangka mengandung 91% air di dalam dagingnya. Selain itu daging buah ini juga mengandung likopen yang bekerja sebagai antioksidan. Selebihnya, semangka juga mengandung citrulline dan arginine yang baik untuk mengaja kesehatan jantung dan mengurangi timbunan lemak yang menyebabkan kolesterol dan serangan jantung.

    1. Melon

    Melon adalah buah yang rendah kalori dan memiliki banyak kandungan air, yang membuat tubuh kembali terhidrasi saat buka puasa.

    Hanya 1 cangkir melon (150-160 gram), seperti melon atau semangka, menghasilkan 46-61 kalori. Meskipun rendah kalori, melon kaya akan serat, kalium, dan antioksidan, seperti vitamin C, beta-karoten, dan lycopene.

    1. Buah berry

    Aneka buah berry seperti strawberry hingga blueberry baik untuk kesehatan dan direkomendasikan sebagai buah untuk buka puasa dan sahur. Buah untuk berbuka puasa ini mengandung banyak vitamin C yang baik untuk meningkatkan daya tahan. Selain itu, buah jenis ini juga baik untuk mencegah serangan jantung dan meringankan risiko hipertensi.

    1. Pisang

    Buah untuk buka puasa selanjutnya adalah pisang, yang harus tersedia saat Ramadan. Buah ini mengandung cukup banyak karbohidrat yang akan membuat Anda langsung kenyang. Selain dapat mengganjal perut sebelum menyantap makanan berat, pisang juga bermanfaat untuk melancarkan pencernaan dan mencegah heartburn.

    1. Jeruk

    Jeruk adalah buah yang cocok untuk buka puasa karena mengandung Vitamin C dan mineral yang baik untuk tubuh. Mengonsumsi jeruk akan memberikan rasa segar secara instan dan membuat Anda menjadi lebih kebal dengan penyakit seperti flu yang sering muncul saat musim kemarau.

    1. Alpukat

    Avokad adalah salah satu buah yang bisa jadi alternatif selain kurma. Kandungan lemak nabati yang banyak akan membuat energi dalam tubuh langsung meningkat.

    Buah untuk berbuka puasa ini dapat dikonsumsi dalam bentuk jus, smoothie atau langsung dimakan bersama susu cokelat.

    1. Apel

    Apel adalah buah yang rendah kalori (116 kalori) dan tinggi serat (5,4 gram) per buah (223 gram). Mengonsumsi buah-buahan rendah kalori seperti apel lebih mengenyangkan. Bahakan mengonsumsi buah apel dapat menahan lapar seharian.

    1. Kiwi

    Kiwi adalah salah satu buah yang rendah fruktosa dibandingkan buah lain. Dengan komponen ini gula darah di dalam tubuh tidak akan mudah naik dengan cepat. Selain itu kiwi juga mengandung cukup banyak serat yang baik untuk kesehatan pencernaan. Anda akan jarang sembelit yang menyebabkan perut sakit.

    1. Markisa

    Satu buah markisa (18 gram) yang segar mengandung 17 kalori dan kaya akan serat, vitamin C, vitamin A, zat besi, dan kalium. Markisa juga memiliki serat makanan yang cukup.

    1. Anggur

    Buah kecil ini bisa menjadi alternatif Anda untuk berbuka puasa. Rasanya yang segar dan manis bisa membantu menggantikan cairan dan gula yang hilang selama berpuasa. Anggur juga termasuk jenis buah yang gampang dicerna karena tinggi air dan mengandung serat, sehingga baik untuk dimakan sebelum Anda mulai makan utama saat berbuka puasa. Ini mempersiapkan sistem pencernaan Anda sebelum memproses jenis makanan yang lebih kompleks.

    1. Strobery

    Sama seperti semangka, buah stroberi mengandung 91% air yang mampu mencegah dehidrasi. Stroberi juga termasuk buah tinggi vitamin C yang membantu menjaga stamina, menjaga kesehatan kulit dan mata, hingga mencegah tekanan darah tinggi dan serangan jantung.

    Nah, itulah 12 buah yang cocok dikonsumi saat sahur dan berbuka puasa.

    Semoga Bermanfaat.

     

    Sumber :

    Hellosehat.com

    Doktersehat.com

  • Tips Sehat Selama Berpuasa

    Bulan Ramadhan telah tiba, di mana seluruh umat muslim diwajibkan untuk berpuasa, menahan lapar dan haus selama kurang lebih 12 jam, selama sebulan penuh. Walaupun begitu, puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, tentu jika dijalankan dengan cara yang sehat pula.

    Berpuasa di siang hari tidak lantas menjadikan tubuh menjadi lesu. Pola makan yang berubah selama Bulan Puasa harus disiasati dengan benar agar tubuh tetap sehat dan bugar dalam menjalankan aktifitas di siang hari. Terlebih lagi, setelah melewati Ramadhan, selain menjadi lebih dekat kepada Allah, kita juga menjadi individu yang lebih sehat daripada sebelumnya.

    Berikut adalah beberapa tips sehat yang sangat baik jika Anda lakukan selama Bulan Puasa Ramadhan:

    1.      Atur waktu anda untuk menyantap sahur di akhir waktu. Selain berguna untuk menunjang puasa anda di siang hari, makan sahur di akhir waktu lebih diutamakan berdasarkan sunnah Rasul.

    2.      Makanlah dengan porsi normal, jangan berlebihan. Fokuslah untuk mengkonsumsi makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks dan protein, serta buah dan sayuran. Menyantap makanan yang mengandung banyak air selama sahur juga sangat baik untuk hidrasi tubuh anda sepanjang hari.

    3.      Akhiri santap sahur dengan segelas susu untuk melengkapi nutrisi tubuh anda. Minumlah suplemen ataupun multivitamin yang biasa anda konsumsi ataupun yang disarankan oleh dokter anda.

    4.      Batasi konsumsi makanan yang terlalu manis dan mengandung banyak gula, karena justru dapat membuat tubuh lemas di siang hari.

    5.      Minum air yang cukup. Sebelum waktu imsak tiba, minumlah air yang cukup, tiga hingga lima gelas. Sebaiknya hindari minuman berkafein seperti kopi dan teh karena bersifat diuretik dan membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui urinasi.

    6.      Di waktu terpanas di siang hari, hindari berlama-lama di terik matahari dan kurangi aktifitas fisik.

    7.      Jika ada waktu, sempatkan untuk mengistirahatkan tubuh anda, dan mengganti waktu tidur yang kurang karena bangun lebih awal untuk sahur. Waktu setelah sholat zuhur merupakan saat yang tepat untuk beristirahat.

    8.      Jika memiliki waktu luang di sore hari, sempatkan untuk berolahraga ringan seperti jalan sore, bersepeda santai, ataupun senam ringan. Hal ini sangat baik untuk menjaga kebubagaran tubuh dan memperlancar peredaran darah.

    9.      Kurma kering, baik untuk berbuka. Saat waktu buka puasa tiba, jangan makan dengan berlebihan. Sebaiknya ikuti sunnah, yaitu dengan buah kurma dan minuman yang manis: bisa dengan susu, jus buah, atauapun sekedar air. Minumlah cukup air untuk mengganti cairan tubuh yang hilang selama berpuasa.

    10.  Setelah magrib, lanjutkan dengan menyantap hidangan utama, dengan menu yang seimbang. Makanlah sesuai dengan porsi anda yang biasa, tidak perlu berlebihan. Cukupkan dengan karbohidrat, protein, serta sayuran dan buah-buahan.

    11.  Hindari makan gorengan berlebihan, serta batasi makanan yang pedas, agar perut tidak menjadi mules dan mengganggu pencernaan tubuh anda.

    12.  Cukupi asupan air tubuh anda. Usahakan untuk meminum setidaknya lima gelas air putih sebelum tidur.

    Dengan menjalankan tips-tips sehat di atas, semoga puasa kita semua menjadi lebih lancar, hikmat, dan juga sehat.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Webkesehatan.com

     

  • Manfaat Minum Air Kelapa Saat Berbuka Puasa

    Cukup banyak orang yang memilih untuk berbuka puasa dengan air kelapa muda karena bisa memberikan sensasi menyegarkan dan cepat menghilangkan dahaga. Daging buah kelapa pada minuman ini juga bisa menjadi pengganjal perut setelah seharian tidak mengkonsumsi makanan atau minuman apapun. Tak hanya menyegarkan, pakar kesehatan menyebutkan jika berbuka puasa dengan air kelapa muda ternyata bisa memberikan banyak kebaikan bagi kesehatan. Apa sajakah manfaat kesehatan tersebut?

    Dr. Tirta Prawira Sari, MSc, SpGK yang berasal dari Yayasan Gema Sadar Gizi menyebutkan jika air kelapa muda memang bisa mengatasi dehidrasi dengan efektif. Sebagaimana diketahui, karena tidak mengkonsumsi minuman apapun dalam waktu yang lama, kita bisa mengalami dehidrasi saat berpuasa. Selain bisa mengembalikan cairan tubuh, air kelapa muda juga bisa menyediakan berbagai elektrolit yang sangat dibutuhkan oleh tubuh dalam menjaga kesehatan.

    Saat terkena dehidrasi, ada baiknya memang kita mengonsumsi makanan atau minuman yang memiliki kandungan elektrolit layaknya air kelapa, kurma, jus jeruk, atau buah apel. Air kelapa sendiri ternyata memiliki kandungan kalium yang tinggi sehingga cukup baik untuk dikonsumsi saat merasa haus. Hanya saja, bagi penderita gagal ginjal, ada baiknya tidak mengkonsumsi makanan dan minuman yang memiliki kandungan elektrolit tersebut karena bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatannya.

    Mengapa sebaiknya kita mengkonsumsi makanan yang kaya elektrolit seperti air kelapa muda saat berbuka puasa? Pakar kesehatan menyebutkan jika elektrolit sangat dibutuhkan bagi sel-sel tubuh, khususnya yang ada pada saraf, otot, dan jantung. Dengan adanya elektrolit ini, maka tegangan aliran listrik di antara sel membran yang membawa impuls listrik untuk keperluan sinyal saraf atau kontraksi otot antar sel bisa tetap terjaga dengan baik.

    Selain yang telah disebutkan, manfaat lain dari buka puasa dengan air kelapa adalah:

    1. Mengembalikan cairan tubuh dengan cepat

    Penting sekali untuk mengonsumsi cairan yang bisa menggantikan cairan tubuh yang berkurang selama berpuasa. Dengan menggantinya secara tepat, tubuh akan terhindar dari berbagai gangguan kesehatan, misalnya kulit kering, badan lemas, serta keluhan tekanan darah rendah.

    1. Mengembalikan energi lebih baik

    Air kelapa terbukti mampu mengembalikan kadar gula darah dengan lebih baik karena kandungan gula alami di dalamnya. Dengan kembalinya kadar gula darah ke rentang optimal, tubuh Anda akan terasa lebih berenergi.

    1. Bebas lemak dan kolesterol

    Berbeda dengan santan (coconut milk), air kelapa bebas dari kandungan lemak dan kolesterol. Karena itu, bagi Anda yang sedang menjalani pola makan rendah lemak, air kelapa dapat dijadikan sebagai salah satu menu yang dikonsumsi secara rutin.

    1. Obat tradisional

    Dalam sebuah tulisan yang dipublikasikan di jurnal kesehatan oleh Prades, air kelapa ternyata memiliki peran yang sangat luas di berbagai negara. Bahkan, air kelapa bukan hanya bisa diminum, namun juga bisa bermanfaat sebagai pengobatan tradisional.

    1. Isotonik alami

    Air kelapa disebut sebagai minuman isotonik alami berkat kandungan air dan mineral di dalamnya. Namun jangan samakan air kelapa dengan minuman khusus olahraga, karena keduanya memiliki kandungan dan peran yang benar-benar berbeda.

    Minuman olahraga dikenal memiliki kandungan gula dan sodium yang cukup tinggi. Di sisi lain, air kelapa mengandung gula dan sodium yang lebih sedikit.

    Itulah penjelasan mengenai manfaat minum air kelapa saat berbuka puasa.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Doktersehat.com

    Klikdokter.com