Tag: pikun

  • Rempah – Rempah Ini Bantu Mencegah Alzheimer

    Pernah mendengar penyakit Alzheimer?

    Penyakit Alzheimer adalah bentuk demensia atau kepikunan yang menghilangkan kemampuan seseorang untuk berpikir jernih, melakukan tugas sehari-hari dan akhirnya tidak mengingat siapa dirinya sebenarnya.

    Penyakit ini menyebabkan hilangnya keterampilan intelektual dan sosial.

    Pada penyakit Alzheimer, sel-sel otak berdegenerasi dan mati, menyebabkan penurunan signifikan dalam hal memori dan fungsi mental.

    Para ilmuwan percaya bahwa penyakit Alzheimer disebabkan oleh kombinasi faktor genetik, gaya hidup dan lingkungan yang mempengaruhi otak dari waktu ke waktu.

    Hasil gambar untuk demensia

    Namun penyakit Alzheimer bisa dicegah dan penderitanya pun bisa dibantu dengan beberapa rempah alami berikut ini, seperti dilansir oleh Daily Health Post (16/01).

    1. Temulawak

    Pigmen warna kuning yang terdapat pada temulawak diketahui mampu menerobos penghalang aliran darah pada otak. Hal ini tentunya sangat membantu orang yang memiliki penyakit Alzheimer karena pigmen tersebut bisa membantu mengikat abeta yang menjadi penyebab Alzheimer pada otak. Hasil ini secara bertahap telah dibuktikan oleh peneliti dan diungkap dalam Journal of Biological Chemistry tahun 2004.

    2. Merica hitam Thailand

    Piperine, salah satu zat dalam merica hitam Thailand diketahui kaya akan antioksidan dan bisa melindungi otak dari penyakit degeneratif yang bisa merusak otak seperti yang terjadi pada penyakit Alzheimer. Antioksidan ini sangat penting, baik untuk mencegah Alzheimer, maupun untuk dikonsumsi oleh pasien yang terkena Alzheimer.

    3. Teh hitam

    PAI-1 adalah salah satu gen yang ditengarai bisa menyebabkan berbagai macam penyakit seperti diabetes, obesitas, dan Alzheimer. Salah satu tanaman yang memiliki zat penahan PAI-1 adalah teh hitam. Ekstrak teh hitam diketahui mengandung zat bernama theflavin yang bisa mencegah PAI-1 diproduksi oleh tubuh. Hasil penelitian ini terdapat dalam International Journal of Molecular Medicine.

    4. Rosemary

    Ekstrak daun rosemary diketahui mampu meningkatkan ingatan. Dalam Journal for the Study of Medicinal Plants, peneliti menemukan bahwa mengonsumsi tanaman rosemary bisa membantu pasien yang terkena Alzheimers dan demensia, sekaligus mencegah mereka yang maish sehat dari terserang penyakit tersebut.

    5. kayu manis

    Rempah lain yang mengandung banyak antioksidan adalah kayu manis. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Alzheimer Disease tahun 2009 mengungkap bahwa ceylon dalam kayu manis mampu mencegah penyakit Alzheimer. Penelitian terhadap manfaat kayu manis terhadap penyakit Alzheimer masih terus dilanjutkan karena peneliti melihat adanya potensi dalam rempah ini.

    Itulah beberapa rempah yang bisa mencegah penyakit Alzheimer secara alami. Alzheimer memang sulit diobati, untuk itu sangat penting melakukan tindakan pencegahan sebelum terkena penyakit ini. Semoga bermanfaat!

     

     

     

    Sumber :

    • merdeka.com
    • nakita.grid.id
  • 3 Tanda Penuaan Otak dan 3 Solusi Cegah Penuaan Otak

    Ketika bertambah usia, kinerja otak menjadi salah satu yang akan terpengaruh. Tanda-tanda penuaan otak namun terkadang perlu diperhatikan lebih serius karena bisa menyangkut tanda munculnya penyakit tertentu.

    Terlepas dari kenyataan bahwa otak kita memang berubah selama bertahun-tahun, atau mengalami luka serta kebiasaan buruk (alkohol, merokok,dll), organ ini memiliki kemampuan untuk meregenerasi dirinya sendiri dengan menciptakan jalur dan jaringan neuron yang baru.

    Namun, agar proses ini benar-benar terjadi, kita harus melakukan pendekatan proaktif untuk merangsang kemampuan alami otak kita. Hal ini bisa dilakukan dengan membaca, belajar, atau berbicara dengan seseorang.

    Di bawah ini ada tips yang lansir oleh liputan6. Berikut tipsnya:

    1. Latihan fisik

    Latihan fisik dan neurogenesis (pertumbuhan neuron baru) sangat erat kaitannya. Setiap kali kita beraktivitas dengan berjalan-jalan, berenang, atau gym, kita telah mengoksidasi otak kita.

    Latihan fisik juga dapat merangsang produksi endorfin yang memperbaiki mood dan membantu melawan stres.

    2. Senam otak

    Ada banyak cara untuk menjaga kesehatan otak Anda, salah satunya yaitu dengan senam otak. Bagaimana caranya?

    Dengan membaca setiap hari, Anda dapat meningkatkan minat dan keingintahuan Anda untuk hal-hal baru. Anda juga bisa menikmati manfaat belajar bahasa baru.

    bahkan belajar memainkan alat musik, bermain game dan memecahkan teka-teki, bersosialisasi, bepergian, menemukan banyak hal akan menyegarkan otak.

    3. Diet

    Salah satu musuh terbesar bagi otak adalah lemak jenuh. Makanan olahan juga memperlambat neurogenesis.

    Itulah mengapa penting untuk mengikuti diet rendah kalori tapi beragam yang mencakup semua nutrisi yang kita butuhkan. Selalu ingat bahwa otak kita membutuhkan energi, terutama di pagi hari. Makanan yang kaya omega-3, tanpa diragukan lagi, adalah makanan terbaik untuk mendorong neurogenesis.

    Adapun tanda tanda penuaan otak adalah sebagai berikut :

    Sulit menemukan kata

    Penuaan otak pun bisa dikenali dengan sulitnya menemukan kata. Kesulitan mengingat dasar-dasar kosakata, seperti kata-kata untuk barang-barang yang sering digunakan bisa menjadi tanda masalah kognitif.

    Hilang kemahiran menyetir

    National Institute on Aging (NIA) menyatakan, kehilangan kemahiran menyetir pun perlu diperhatikan. Orang dengan demensia mungkin tidak menyadari mengalami kesulitan itu, namun teman dan keluarga bisa mengamatinya.

    Sementara sejumlah faktor fisik dapat berkontribusi pada menurunnya kemampuan orang tua untuk mengemudi seperti kekakuan sendi hingga masalah penglihatan, Alzheimer dan bentuk lain demensia juga dapat menyebabkan masalah ini.

    Mundurnya kemampuan penciuman

    Sedangkan ketika terjadi kemunduran dalam kemampuan untuk mencium adalah tanda awal penyakit degeneratif penyakit Parkinson. Area otak yang bertanggung jawab untuk penciuman juga dipengaruhi oleh Alzheimer.

    Semoga Bermanfaat!

     

     

    Sumber :

    • republika
    • liputan6
    • inspiradata

     

     

  • Benarkah merasa kesepian menyebabkan pikun?

    Demensia Alzheimer merupakan kelainan pada otak yang sebabkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir dan berkomunikasi, serta perubahan tingkah lalu seseorang.

    Di antara beragam faktor risiko munculnya demensia, merasa kesepian adalah salah satunya. Kesepian yang dimaksud merasa tidak diperhatikan.

    “Bisa saja seseorang, di tengah-tengah keluarganya, tetapi merasa kesepian. Kesepian jangka panjang itu juga faktor risiko demensia,” ujar Spesialis saraf dari FK Unika Atma Jaya, Dr.dr. Yuda Turana, SpS usai peresmian ATZI Center oleh Alzheimer Indonesia di Jakarta, Jumat Malam

    Alzheimer bisa dipicu oleh sejumlah faktor, seperti gaya hidup, kesehatan hingga psikologis. Dokter spesialis penyakit saraf, Yuda Taruna menyebutkan salah satu penyebab Alzheimer yakni loneliness atau merasa kesepian

    Sebuah penelitian yang dimuat Journal of Neurosurgery Neurologi and Psychiatryberupaya menyelidiki kaitan antara rasa kesepian dengan kepikunan. Selama 3 tahun, peneliti melacak data kesehatan dari 2.000 orang lebih yang tidak memiliki tanda-tanda demensia dan hidup sendirian.

    Kesemua peserta diperiksa kesehatan mentalnya, ditanyai kesehatan fisik serta kemampuannya untuk melaksanakan rutinitas sehari-hari, juga ditanyai apakah merasa kesepian atau tidak. Setelah itu, para peserta diuji tanda-tanda demensia atau kepikunannya.

    Di awal penelitian, sekitar 46 persen peserta hidup sendiri, 75 persen mengaku tidak memiliki dukungan sosial dan kurang dari 20 persen mengaku merasa kesepian. Setelah 3 tahun, sebanyak 9,3 persen orang yang tinggal sendiri mengalami demensia, sedangkan pada orang yang tinggal bersama orang lain hanya 5,6 persen.

    Orang yang merasa kesepian memiliki kemungkinan 2 kali lebih besar mengalami demensia dalam waktu 3 tahun dibandingkan yang tidak kesepian. Perbandingannya adalah 13,4 persen banding 5,7 persen.

    Hasil analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa orang yang tinggal sendiri maupun yang menduda atau menjanda memiliki kemungkinan 70 – 80 persen lebih tinggi mengalami demensia dibandingkan yang tinggal bersama orang lain. Kecenderungan ini berlaku sama pada pria maupun wanita.

    Ketika memperhitungkan faktor-faktor lain, peneliti menemukan bahwa orang yang kesepian memiliki kemungkinan 64 persen lebih tinggi terserang berbagai jenis penyakit. Temuan ini menegaskan bahwa rasa kesepian akan menambah risiko demensia di kemudian hari.

    “Menariknya, fakta bahwa ‘rasa kesepian’ lebih berkaitan dengan demensia daripada ‘menjadi sendirian’. Hal itu menunjukkan bahwa ini bukanlah situasi objektif, tetapi tidak adanya persepsi kedekatan sosial yang meningkatkan risiko penurunan kognitif,” ungkap para peneliti seperti dilansir Medical Xpress, Selasa (11/12/2012).

    Menurut peneliti, rasa kesepian dapat mempengaruhi kognisi dan memori karena jarang digunakan. Atau, kesepian bisa jadi merupakan tanda-tanda munculnya demensia dan menjadi reaksi atas gangguan kognisi serta perubahan seluler yang terjadi di otak.

    Semoga bermanfaat!

     

     

    Sumber :

    https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-2115088/orang-yang-merasa-kesepian-lebih-gampang-pikun

    https://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/18/09/29/pfs2i1313-kesepian-bisa-bikin-pikun