Tag: penyakit

  • Beberapa Cara Ampuh Menyembuhkan Penyakit Gondok

    Apakah kalian tahu, bahwa didalam tubuh kita terdapat suatu kelenjar yang mempunyai peranan cukup penting bagi tubuh kita? Ya, benar sekali kelenjar tersebut dinamakan dengan kelenjar tiroid atau orang mengenalnya dengan sebutan gondok

    Penyakit gondok adalah kondisi dimana terjadi pembengkakan kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid adalah organ berbentuk kupu-kupu yang terletak tepat di bawah jakun. Kelenjar ini memiliki fungsi penting, yaitu untuk memproduksi hormon tiroid yang berperan dalam berbagai proses-proses kimiawi yang terjadi dalam tubuh.

    Pada kondisi normal, kinerja kelenjar tiroid cenderung tidak kita sadari sama seperti organ-organ dalam yang lain. Tetapi jika terjadi pembengkakan, kelenjar tiroid akan membentuk benjolan pada leher. Benjolan ini akan bergerak naik dan turun saat Anda menelan.

    Terdapat beberapa jenis penyakit gondok yang harus kita ketahui antara lain sebagai berikut:

    1. Penyakit gondok difus, yaitu suatu kondisi dimana terdapat benjolan pada leher yang terasa mulus saat disentuh,
    2. Penyakit gondok nodul, yaitu suatu kondisi dimana terdapat benjolan pada leher yang terasa tidak rata dan menggumpal saat disentuh,
    3. Penyakit gondok konginetal, yaitu suatu kondisi yang disebabkan akibat adanya pemberian obat-obatan anti tiroidisme dan yodium ketika wanita masih berada pada masa kehamilan,
    4. Penyakit gondok endemik dan kretinisme, yaitu suatu kondisi dimana terjadi gangguan kelenjar tiroid akibat kekurangan asupan yodium,
    5. Penyakit gondok koloid, yaitu suatu kondisi yang disebabkan adanya peradangan pada kelenjar tiroid,
    6. Penyakit gondok multinodular, yaitu suatu kondisi dimana ditemukan benjolan pada leher yang kasar, bergumpal pada saat disentuh,
    7. Penyakit gondok intrakea, yaitu suatu kondisi akibat terjadi peradangan.

    Gondok dapat ditangani dengan beberapa cara. Penentuan langkah cara mengobati gondok ini tergantung pada beberapa faktor, yaitu ukuran benjolan, gejala yang dirasakan, serta penyebab dasar terjadinya gejala gondok.

    Benjolan yang kecil dan tidak menyebabkan gejala umumnya tidak langsung ditangani. Dokter akan memantau perkembangan kondisi Anda sebelum melakukan tindak lanjut karena penyakit gondok Anda mungkin bisa sembuh tanpa harus menerapkan berbagai cara mengobati gondok, seperti halnya pada kasus yang cukup parah.

    Namun, jika benjolan terus membesar hingga mengganggu kondisi kesehatan pasien, ada beberapa cara mengobati gondok yang dapat diambil.

    Cara mengobati gondok yang akan dianjurkan oleh dokter meliputi :

    • Terapi penggantian hormon

      Langkah ini dilakukan untuk menangani hipotirodisme dengan menggantikan hormon tiroid dan umumnya harus dijalani seumur hidup. Contoh obatnya adalah levothyroxine. Tetapi obat ini juga dapat memicu efek samping seperti mual, kram otot, serta detak jantung yang cepat atau tidak teratur.

    • Obat penurun hormon tiroid

      Obat gondok yang bisa Anda gunakan adalah thionamide. Thionamide akan menurunkan kadar hormon tiroid dengan menghambat proses produksinya. Obat gondok ini digunakan untuk mengatasi hipertiroidisme. Efek sampingnya meliputi mual, nyeri pada sendi, ruam ringan, serta penurunan jumlah sel darah putih secara mendadak.

    • Terapi iodin radioaktif

      Terapi ini juga termasuk penanganan untuk hipertiroidisme. Iodin radioaktif yang dikonsumsi akan menghancurkan sel-sel tiroid. Metode pengobatan ini terbukti dapat mengecilkan ukuran benjolan, tapi juga bisa memicu hipotiroidisme.

    Cara pengobatan Penyakit Gondok dengan tanaman obat herbal alami

    Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengobati penyakit gondok dengan menggunakan tanaman obat herbal dari alam, antara lain sebagai berikut:

    1. Mengkonsumi akar dari tanaman daruju,
    2. Mengkonsumi belimbing wuluh,
    3. Mengkonsumi tanaman ciplukan,
    4. Mengkonsumi akar jarong,
    5. Mengkonsumi tanaman lobak,
    6. Mengkonsumi rumput laut,
    7. Mengkonsumi selada air,
    8. Mengkonsumi dandelion.

    Demikianlah ulasan mengenai penyakit gondok, semoga informasi ini dapat membantu anda untuk mencegah atau menyembuhkan penyakit gondok. Semoga bermanfaat.

     

     

    Sumber :

    • beritaharianmu.com
    • doktersehat.com
  • Ini Dia Daftar Jenis Autoimun yang Banyak Menyerang Wanita

    Penyakit autoimun adalah penyakit yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh (sistem imun) menyerang sel-sel sehat dalam tubuh Anda sendiri. Penyakit ini berkembang ketika sistem kekebalan tubuh Anda salah dalam menilai sel sehat yang ada dalam tubuh Anda, dan malah menganggapnya sebagai zat asing. Akibatnya, tubuh Anda mulai memproduksi antibodi yang akan menyerang dan merusak sel sehat dalam tubuh Anda tersebut. Sementara itu, penyebab pasti mengapa sistem imun Anda menyerang sel sehat dalam tubuh belum diketahui.

    Penyakit autoimun dapat memengaruhi hampir semua bagian tubuh, termasuk otak, saraf, otot, kulit, sendi, mata, jantung, paru-paru, ginjal, saluran pencernaan, kelenjar, dan pembuluh darah. Ada sebanyak 80 jenis penyakit autoimun.

    ITP merupakan salah satu penyakit autoimun yang banyak menyerang wanita dan menyebabkan pecahnya jaringan pembuluh darah. Seringkali terlihat seperti gejala demam berdarah.

    Pada artikel kali ini akan membahas penyakit autoimun yang banyak menyerang wanita. Yuk simak apa saja.

    1. Antibody Syndrome / Antiphospholipid (APS)

    Jenis penyakit autoimun ini bekerja dengan menyerang lapisan dalam pembuluh darah yang mengakibatkan terjadinya pembekuan darah pada saluran darah, baik saluran vena maupun arteri. Akibatnya kulit meruam, terutama di bagian tangan dan lutut.

    2. Autoimun Hepatitis

    Penyakit autoimun ini menyerang sel-sel hati dan sistem kekebalan tubuh yang bisa mengakibatkan hati mengeras dan gagal hati. Gejala yang muncul biasanya berupa : kelelahan, kulit dan mata menjadi kuning, nyeri di bagian sendi dan gatal-gatal.

    3. Celiac Dease

    Jenis penyakit autoimun ini menyebabkan penderitanya tidak mampu menerima gluten, zat yang terkandung dalam gandum.

    Penyakit ini bekerja dengan cara merusak lapisan usus dan bisa mengakibatkan penderitanya mengalami kelelahan yang amat sangat, kelumpuhan di beberapa bagian tubuh, nyeri di bagian perut dan kembung, diare dan sembelit, serta gatal pada kulit.

     

    4. Guillain-Barre Syndrome (GBS)

    Penyakit autoimun ini menyerang saraf yang menghubungkan otak dan tulang belakang dengan seluruh. Akibatnya otak mengalami kesulitan untuk memberikan perintah pada saraf otot, hingga menimbulkan kelumpuhan.

    Gejala awalnya biasanya muncul dalam bentuk rasa lelah, kesemutan yang berawal dari kaki lalu menyebar ke seluruh tubuh, serta kelumpuhan.

    5. Hemolytic Anemia

    Penyakit autoimun ini bekerja dengan menghancurkan sel darah merah yang terdapat dalam tubuh, sementara itu tubuh yang tidak mampu memproduksi sel darah merah secepat kerusakan yang terjadi pada darah merah tersebut. Hal ini menyebabkan tubuh kekurangan oksigen yang amat dibutuhkan oleh tubuh.

    Akibatnya penderita akan mengalami kelelahan, pucat, mata dan kulit menguning, pusing, sesak napas dan mengalami gagal jantung.

    6. Ideophathic Thrombosythopenic Purpura (ITP)

    ITP merupakan salah satu penyakit autoimun yang banyak menyerang wanita dan menyebabkan pecahnya jaringan pembuluh darah. Seringkali terlihat seperti gejala demam berdarah.

    Sistem kekebalan tubuh  ini menyerang trombosit yang berguna untuk pembekuan darah, hal ini bisa menyebabkan pecahnya jaringan darah dalam tubuh dan bisa menyebabkan kematian akibat pendarahan, termasuk pendarahan otak.

    Gejala yang muncul secara fisik hampir sama dengan penyakit demam berdarah, hanya saja penderita tidak mengalami rasa mual dan sakit di daerah ulu hati.

    Pada permukaan kulit akan terlihat bercak-bercak yang semakin lama semakin luas dan berwarna gelap. Selain itu akan mengalami pendarahan gusi, mulut dan hidung serta luka yang terus mengeluarkan darah.

    Dengan istirahat total untuk menghindari benturan yang bisa menimbulkan pecahnya pembuluh darah, dan mengkonsumsi suplemen untuk meningkatkan jumlah trombosit dalam darah, penyakit ini bisa dikendalikan, dan jarang sekali terjadi pengulangan.

    7. Lupus Eritematosus Sistemik

    Penderita yang mengalami serangan penyakit autoimun ini ditandai dengan tanda merah di bagian wajah seperti sepasang sayap kupu-kupu. Karena gejala yang bervariasi dengan menyerang jantung, ginjal, hati, kulit, sendi dan seluruh tubuh.

    Gejala yang timbul seperti kehilangan berat badan, nyeri dan bengkak di bagian sendi, dan ruam pada wajah. Penderita juga menjadi sensitif terhadap sinar matahari, mengalami sakit kepala dan perubahan perilaku.

    8. Multiple Sclerosis

    Penyakit autoimun ini menyerang lapisan pelindung di sekitar syaraf, hingga menyebabkan terganggunya kerja otak dan syaraf tulang belakang. Biasanya penderita mengalami mati rasa dan kesemutan, kelumpuhan dan sulit melakukan keseimbangan tubuh serta sulit bicara.

    9. Psoriasis

    Penyakit autoimun ini ditandai dengan penumpukan sel kulit yang terjadi akibat sel- kulit yang tumbuh di dalam kulit tumbuh cepat dan segera naik ke permukaan hingga kulit menebal dan menumpuk di permukaaan kulit.

    Gejala yang terlihat dengan adanya bercak merah tebal dan bersisik yang tumbuh di bagian kepala, siku dan lutut disertai rasa gatal dan nyeri.

    10. Diabetes

    Jenis penyakit autoimun ini menyerang sel-sel insulin, sehingga tubuh tidak bisa memenuhi kebutuhannya akan insulin. Hal ini tentu saja menyebabkan terlalu banyak gula beredar dalam darah. Akibatnya, terjadi kerusakan pada mata, ginjal, saraf, gusi serta gigi. Dan bisa mengakibatkan serangan jantung

    Gejala yang dirasakan penderita seperti: sering merasa haus; sering buang air kecil; sering merasa lemas dan lapar; berat badan turun; luka susah sembuh; penglihatan menjadi buram; kaki sering mati rasa dan kesemutan.

    Contoh-contoh di atas hanya sebagian saja dari bermacam-macam penyakit autoimun yang banyak menyerang wanita di usia produktif.

    Namun, hidup dengan penyakit autoimun bukanlah akhir dunia. Karena sejatinya, hidup dan mati ditentukan oleh Sang Pencipta.

     

     

    Sumber :

    • hellosehat.com
    • id.theasianparent.com
  • Kenapa Setiap Flu dan Pilek Selalu Di Sertai Batuk ?

    Batuk adalah refleks tubuh untuk membersihkan saluran udara dari berbagai zat yang asing seperti mikroorganisme, lendir, iritan (faktor penyebab iritasi), dan juga makanan atau minuman yang masuk ke saluran napas. Nah, batuk sering kali muncul sendirian atau menyertai gejala lain seperti flu dan juga pilek.

    Sedangkan pilek adalah kondisi ketika hidung mengeluarkan ingus atau lendir, baik sesekali maupun terus-menerus. Lendir yang keluar dapat terlihat bening, hijau, atau kekuningan. Teksturnya bisa encer atau kental, tergantung kepada penyebab yang mendasarinya. Lendir diproduksi oleh saluran udara di dalam hidung yang disebut sinus. Fungsi lendir adalah menjaga kelembapan saluran napas, serta mencegah kotoran dan kuman masuk ke paru-paru.

    Kenapa kita bisa batuk saat flu dan pilek

    Flu dan pilek merupakan dua penyakit berbeda sehingga penyebabnya pun tak sama. Namun, keduanya memiliki satu gejala yang sama, yaitu batuk. Sebagian besar orang yang mengalami flu dan pilek juga mengalami batuk. Biasanya flu identik dengan batuk kering dan pilek identik dengan batuk berdahak.

    Prof. Alyn Morice, seorang pakar pernapasan di Centre for Cardiovascular and Metabolic Research, Hull York Medical School, Inggris menyatakan manusia secara alami terinfeksi rhinovirus yang merupakan penyebab pilek paling umum dan virus influenza saat terserang flu.

    Virus pilek dan flu menyerang tubuh melalui lapisan hidung. Sebagai responnya, sistem kekebalan tubuh mencoba melawan kedua virus tersebut dengan melepaskan mediator peradangan yaitu bradikinin. Meningkatnya bradikinin dalam tubuh mengakibatkan beberapa gejala seperti sakit tenggorokan. Selain bradikinin, mediator lain yang dilepaskan untuk melawan virus tersebut adalah tachykinin, peptida, dan leukotrien. Mediator-mediator tersebut menjadi salah satu penyebab yang membuat Anda batuk.

    Nah, biasanya saat flu Anda mengalami batuk yang lebih berat dibandingkan dengan saat pilek. Hal ini diakibatkan adanya kerusakan pada lapisan sel di saluran napas yang biasanya terjadi saat Anda terserang flu akibat batuk kering. Sedangkan saat Anda pilek, produksi lendir yang berlebih juga dapat merangsang reseptor saraf yang akhirnya membuat Anda batuk. Hal ini terjadi sebagai akibat dari rangsangan lendir ke ujung saraf di saluran napas.

    Umumnya, batuk saat flu dan pilek akan hilang dalam tiga minggu, meskipun beberapa orang bisa mengalaminya hingga minggu ke-8. Untuk itu, jangan khawatir saat Anda mengalami batuk di saat flu dan pilek karena hal ini terbilang wajar sebagai reaksi tubuh terhadap kedua virus penyebab penyakit tersebut.

    Mengobati batuk saat flu dan pilek

    Batuk yang terjadi saat flu dan pilek tak jarang dibarengi dengan sakit tenggorokan. Untuk meredakan batuk dan sakit tenggorokan saat flu dan pilek, Anda bisa melakukan beberapa cara berikut ini:

    1. Mengonsumsi satu sendok teh maduuntuk meredakan batuk dan sakit tenggorokan.
    2. Minum cukup air agar untuk melembapkan tenggorokan.
    3. Minum teh atau minuman hangat lainnya untuk membantu memecah lendir dan melembapkan tenggorokan.
    4. Menghirup uap panas untuk melembapkan dan menghilangkan gatal tenggorokan.
    5. Istirahat yang cukup agar tubuh bisa maksimal melawan virus.
    6. Menghindari udara kotor seperti asap kendaraan dan asap rokok karena dapat mengiritasi batuk.
    7. Minum obat batuk untuk membantu mengeluarkan lendir jika berdahak dan menekan rangsangan batuk di tenggorokan jika batuk kering.
    8. Minum obat dekongestan untuk meredakan hidung tersumbat dan meredakan batuk.
    9. Mengonsumsi vitamin C untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

     

    Sumber :
    hellosehat.com
    alodokter.com
  • Rempah – Rempah Ini Bantu Mencegah Alzheimer

    Pernah mendengar penyakit Alzheimer?

    Penyakit Alzheimer adalah bentuk demensia atau kepikunan yang menghilangkan kemampuan seseorang untuk berpikir jernih, melakukan tugas sehari-hari dan akhirnya tidak mengingat siapa dirinya sebenarnya.

    Penyakit ini menyebabkan hilangnya keterampilan intelektual dan sosial.

    Pada penyakit Alzheimer, sel-sel otak berdegenerasi dan mati, menyebabkan penurunan signifikan dalam hal memori dan fungsi mental.

    Para ilmuwan percaya bahwa penyakit Alzheimer disebabkan oleh kombinasi faktor genetik, gaya hidup dan lingkungan yang mempengaruhi otak dari waktu ke waktu.

    Hasil gambar untuk demensia

    Namun penyakit Alzheimer bisa dicegah dan penderitanya pun bisa dibantu dengan beberapa rempah alami berikut ini, seperti dilansir oleh Daily Health Post (16/01).

    1. Temulawak

    Pigmen warna kuning yang terdapat pada temulawak diketahui mampu menerobos penghalang aliran darah pada otak. Hal ini tentunya sangat membantu orang yang memiliki penyakit Alzheimer karena pigmen tersebut bisa membantu mengikat abeta yang menjadi penyebab Alzheimer pada otak. Hasil ini secara bertahap telah dibuktikan oleh peneliti dan diungkap dalam Journal of Biological Chemistry tahun 2004.

    2. Merica hitam Thailand

    Piperine, salah satu zat dalam merica hitam Thailand diketahui kaya akan antioksidan dan bisa melindungi otak dari penyakit degeneratif yang bisa merusak otak seperti yang terjadi pada penyakit Alzheimer. Antioksidan ini sangat penting, baik untuk mencegah Alzheimer, maupun untuk dikonsumsi oleh pasien yang terkena Alzheimer.

    3. Teh hitam

    PAI-1 adalah salah satu gen yang ditengarai bisa menyebabkan berbagai macam penyakit seperti diabetes, obesitas, dan Alzheimer. Salah satu tanaman yang memiliki zat penahan PAI-1 adalah teh hitam. Ekstrak teh hitam diketahui mengandung zat bernama theflavin yang bisa mencegah PAI-1 diproduksi oleh tubuh. Hasil penelitian ini terdapat dalam International Journal of Molecular Medicine.

    4. Rosemary

    Ekstrak daun rosemary diketahui mampu meningkatkan ingatan. Dalam Journal for the Study of Medicinal Plants, peneliti menemukan bahwa mengonsumsi tanaman rosemary bisa membantu pasien yang terkena Alzheimers dan demensia, sekaligus mencegah mereka yang maish sehat dari terserang penyakit tersebut.

    5. kayu manis

    Rempah lain yang mengandung banyak antioksidan adalah kayu manis. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Alzheimer Disease tahun 2009 mengungkap bahwa ceylon dalam kayu manis mampu mencegah penyakit Alzheimer. Penelitian terhadap manfaat kayu manis terhadap penyakit Alzheimer masih terus dilanjutkan karena peneliti melihat adanya potensi dalam rempah ini.

    Itulah beberapa rempah yang bisa mencegah penyakit Alzheimer secara alami. Alzheimer memang sulit diobati, untuk itu sangat penting melakukan tindakan pencegahan sebelum terkena penyakit ini. Semoga bermanfaat!

     

     

     

    Sumber :

    • merdeka.com
    • nakita.grid.id
  • Apa Itu Penyakit Lupus? Apa Ciri Ciri Penyakit Lupus?

    Lupus, atau juga dikenal dengan sebutan Sistemik Lupus Eritematosus (SLE), merupakan penyakit peradangan kronik yang terjadi karena sistem daya tahan tubuh seseorang menyerang sel dan jaringan tubuhnya sendiri.

    Peradangan yang terjadi akibat lupus dikenal memiliki seribu wajah, karena bisa menyerang berbagai sistem organ tubuh, termasuk persendian, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung, dan paru-paru.

    Lupus seringkali sulit dikenali karena tanda dan gejalanya sangat bervariasi dan menyerupai berbagai kondisi klinis lainnya. Salah satu tanda yang cukup khas pada lupus berupa adanya ruam pada wajah yang menyerupai sayap kupu-kupu di pipi. Tapi ruam ini pun tidak selalu terjadi pada para penyandang lupus. SLE juga diketahui lebih sering ditemui pada wanita. Walaupun dapat terjadi pada seluruh kelompok usia, lupus paling sering terdiagnosis pada usia 15 hingga 40 tahun.

    WOMAN AT HOSPITAL CONSULTATION

    Jenis-jenis Lupus

    Penyakit lupus terbagi ke dalam beberapa jenis, antara lain:

    Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus/SLE)

    Lupus ini terjadi secara menyeluruh (sistemik) pada tubuh penderita dan merupakan jenis lupus yang paling sering terjadi. Dinamakan lupus sistemik dikarenakan terjadi pada berbagai organ, terutama sendi, ginjal, dan kulit. Gejala utamanya adalah inflamasi kronis pada organ-organ tersebut.

    Lupus eritematosus kutaneus (cutaneous lupus erythematosus/CLE)

    Merupakan manifestasi lupus pada kulit yang dapat berdiri sendiri atau merupakan bagian dari SLE. CLE dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu acute cutaneous lupus erythematosus (ACLE), subacute cutaneous lupus erythematosus (SCLE), dan chronic cutaneous lupus erythematosus (CCLE).

    Lupus akibat penggunaan obat

    Beberapa jenis obat dapat menimbulkan gejala yang terlihat mirip dengan gejala lupus, pada orang yang tidak menderita SLE. Akan tetapi jenis lupus ini bersifat sementara dan akan menghilang dengan sendirinya beberapa bulan setelah berhenti mengonsumsi obat yang memicu gejala lupus tersebut. Beberapa jenis obat yang dapat menyebabkan lupus jenis ini, antara lain metildopa, procainamide, D-penicillamine (obat untuk mengatasi keracunan logam berat), serta minocycline (obat jerawat).

    Lupus Eritematosus Neonatal

    Lupus eritematosus neonatal merupakan jenis lupus yang terjadi pada bayi baru lahir. Lupus neonatal diakibatkan oleh autoantibodi, yaitu anti-Ro, anti-La, dan anti-RNP. Ibu yang melahirkan anak yang menderita lupus eritematosus neonatal belum tentu mengidap lupus. Biasanya lupus eritematosus neonatal hanya terjadi pada kulit dan akan menghilang dengan sendirinya. Namun pada kasus yang jarang, lupus neonatal dapat menyebabkan congenital heart block, yaitu gangguan irama jantung pada bayi baru lahir. Kondisi ini dapat diatasi dengan cara memasang alat pacu jantung.

    Ciri-ciri penyakit lupus

    Ciri-ciri yang bisa didapatkan oleh para penderita lupus adalah :

    1). Sesak nafas

    Sesak nafas merupakan ciri pertama. Penyebab dada sesak bisa jadi karena cara kerja paru-paru yang terganggu karena paru-paru terserang oleh imun sendiri dan juga terjadi karena adanya cairan paru-paru yang merendam dan juga mengganggu cara kerja paru-paru dalam memompa udara.

    2). Sakit di bagian sendi

    Jika menyerang organ vital karena sistem imun, maka penderita lupus akan memiliki ciri sakit pada bagian sendi, bukan hanya sakit terkadang penderita lupus disertai rasa lemas. Sakit juga sering menyebar tidak hanya pada sendi di bagian kaki melainkan menyebar bisa ke bagian tangan atau ke bagian sekitar mata. tidak hanya sakit sendi juga bisa mengalami pembengkakan dan membahayakan penderitanya.

    3). Gangguan pada kulit

    Hal selanjutnya yang menjadi ciri adalah penderita lupus akan menimbulkan reaksi pada kulit. Terkadang paparan sinar matahari dianggap membahayakan karena dapat menyebabkan warna kemerahan pada wajahnya. Selain itu bagi lupus diskoid maka efek yang pertama timbul adalah kulit, kemudian menyebar ke bagian rambut yang akan menyebabkan masalah selanjutnya.

    4). Gangguan syaraf

    Gangguan syaraf wajar terjadi karena lupus sendiri menyerang bagian syaraf. Para penderita biasanya mensalahartikan demam atau gangguan yang terjadi karena syaraf. Biasanya penderita lupus akan mengalami stroke atau gangguan kejiwaan. Namun tidak seluruhnya penderita lupus akan mengalami gangguan kejiwaan.

    5). Anemia

    Mengalami anemia tentu akan mempengaruhi kebugaran tubuh dan juga kerja tubuh. Para penderita anemia mudah sekali kelelahan dan juga mengalami tubuh yang cukup rentan. Nah, para penderita lupus akan mengalami anemia. Hal ini dapat terjadi ketika jumlah trombosit serta ekosit lebih rendah dibandingkan dengan jumlah trombosit serta ekosit pada umumnya. Terjadinya gejala ini, juga dapat memicu terjadinya pendarahan dan mudah terjadinya infeksi. Sehingga bagi penderita lupus, kelelahan merupakan ancaman terbesar yang menyebabkan penyakitnya bertambah parah. Ada baiknya jika penderita lupus dihindari dari kegiatan yang memforsir tubuh dan juga membahayakan tubuh. Dengan begitu anemia akan sedikit terhindar, dan penderita lupus tidak akan bertambah lemas atau cepat lelah.

    6). Kerusakan ginjal

    Jika ciri yang diatas tadi belum terlalu menandakan, maka ciri selanjutnya adalah penderita lupus mengalami kerusakan organ penting yakni ginjal. Jika tingkat kerusakannya telah memasuki fase yang berat maka disarankan untuk melakukan pengobatan munosupresif. Pada stadium awal penyakit lupus, ditandai dengan adanya protein pada urin. Ginjal sendiri tentunya menyaring racun dan membuangnya lewat air seni. Jika para penderita lupus mengalami kerusakan ginjal, maka asupan dan racun tentu akan memperparah tubuh. Hal inilah yang dikatakan bahwa kerusakan ginjal sangat berpotensi jika menderita lupus. Dan penyakit lupus sendiri merusak organ utama perlahan-lahan.

    Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan sahabat semua tentang penyakit lupus.

     

     

    Sumber :

    • alodokter
    • klikdokter
    • duniakesehatan
  • 3 Tanda Penuaan Otak dan 3 Solusi Cegah Penuaan Otak

    Ketika bertambah usia, kinerja otak menjadi salah satu yang akan terpengaruh. Tanda-tanda penuaan otak namun terkadang perlu diperhatikan lebih serius karena bisa menyangkut tanda munculnya penyakit tertentu.

    Terlepas dari kenyataan bahwa otak kita memang berubah selama bertahun-tahun, atau mengalami luka serta kebiasaan buruk (alkohol, merokok,dll), organ ini memiliki kemampuan untuk meregenerasi dirinya sendiri dengan menciptakan jalur dan jaringan neuron yang baru.

    Namun, agar proses ini benar-benar terjadi, kita harus melakukan pendekatan proaktif untuk merangsang kemampuan alami otak kita. Hal ini bisa dilakukan dengan membaca, belajar, atau berbicara dengan seseorang.

    Di bawah ini ada tips yang lansir oleh liputan6. Berikut tipsnya:

    1. Latihan fisik

    Latihan fisik dan neurogenesis (pertumbuhan neuron baru) sangat erat kaitannya. Setiap kali kita beraktivitas dengan berjalan-jalan, berenang, atau gym, kita telah mengoksidasi otak kita.

    Latihan fisik juga dapat merangsang produksi endorfin yang memperbaiki mood dan membantu melawan stres.

    2. Senam otak

    Ada banyak cara untuk menjaga kesehatan otak Anda, salah satunya yaitu dengan senam otak. Bagaimana caranya?

    Dengan membaca setiap hari, Anda dapat meningkatkan minat dan keingintahuan Anda untuk hal-hal baru. Anda juga bisa menikmati manfaat belajar bahasa baru.

    bahkan belajar memainkan alat musik, bermain game dan memecahkan teka-teki, bersosialisasi, bepergian, menemukan banyak hal akan menyegarkan otak.

    3. Diet

    Salah satu musuh terbesar bagi otak adalah lemak jenuh. Makanan olahan juga memperlambat neurogenesis.

    Itulah mengapa penting untuk mengikuti diet rendah kalori tapi beragam yang mencakup semua nutrisi yang kita butuhkan. Selalu ingat bahwa otak kita membutuhkan energi, terutama di pagi hari. Makanan yang kaya omega-3, tanpa diragukan lagi, adalah makanan terbaik untuk mendorong neurogenesis.

    Adapun tanda tanda penuaan otak adalah sebagai berikut :

    Sulit menemukan kata

    Penuaan otak pun bisa dikenali dengan sulitnya menemukan kata. Kesulitan mengingat dasar-dasar kosakata, seperti kata-kata untuk barang-barang yang sering digunakan bisa menjadi tanda masalah kognitif.

    Hilang kemahiran menyetir

    National Institute on Aging (NIA) menyatakan, kehilangan kemahiran menyetir pun perlu diperhatikan. Orang dengan demensia mungkin tidak menyadari mengalami kesulitan itu, namun teman dan keluarga bisa mengamatinya.

    Sementara sejumlah faktor fisik dapat berkontribusi pada menurunnya kemampuan orang tua untuk mengemudi seperti kekakuan sendi hingga masalah penglihatan, Alzheimer dan bentuk lain demensia juga dapat menyebabkan masalah ini.

    Mundurnya kemampuan penciuman

    Sedangkan ketika terjadi kemunduran dalam kemampuan untuk mencium adalah tanda awal penyakit degeneratif penyakit Parkinson. Area otak yang bertanggung jawab untuk penciuman juga dipengaruhi oleh Alzheimer.

    Semoga Bermanfaat!

     

     

    Sumber :

    • republika
    • liputan6
    • inspiradata

     

     

  • Penyakit Ini Paling Banyak Terjadi di Bali

    Penyakit jantung/ilustrasi

    Foto: Wikipedia
    Penyakit yang paling banyak terjadi di Bali adalah penyakit jantung.

    Bali menjadi pusat liburan yang menarik wisatawan dalam maupun luar negeri. Karena gaya hidup di Bali cenderung bebas tidak seperti kota lainnya di Indonesia. Namun, gaya hidup tersebut justru memicu timbulnya beragam penyakit yang mengerikan. Apa sajakah jenis penyakit tersebut?

    Menurut General Manager Business Development BIMC Siloam Hospitals Group Bali, Putu Deddy Suhartawan, penyakit yang paling banyak terjadi di Bali adalah penyakit jantung. Hal ini jelas terjadi karena faktor risiko gaya hidup di Bali. Yaitu makanan yang mengandung kolesterol tinggi seperti daging babi, juga makanan bersantan.

    Selain itu, warga Bali atapun para turis juga senang mengonsumsi minuman keras yang mempercepat metabolisme dan peredaran darah. Karena itu penyakit jantung paling banyak terjadi di sana. Karena itulah, layanan untuk penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) diberbagai rumah sakit di Bali cukup laris. Salah satunya tentu di Siloam Hospital Bali.

    Layanan ini merupakan pusat unggulan rumah sakit yang terletak di Jalan Sunset Road, Kuta, Bali. Pusat unggulan jantung ini merupakan pusat layanan jantung komprehensif mulai dari layanan pencegahan, pengobatan, diagnostik, operasi dan rehabilitasi.

    “Kami memiliki layanan kateterisasi jantung (kateterisasi jantung adalah istilah umum yang digunakan untuk rangkaian prosedur pencitraan untuk memasukkan kateter ke dalam bilik atau pembuluh darah jantung) yang sudah tercover BPJS,” ujarnya kepada Republika.co.id di Bali belum lama ini.

    Dengan melibatkan tim dokter multidisiplin dari berbagai sub-spesialis jantung, didukung oleh fasilitas alat mulai dari konvensional hingga minimal invasif. Hingga kini tercatat kurang lebih 800 pasien dari seluruh Bali dengan berbagai kasus penyakit jantung telah dilaani oleh Siloam Hospital Bali.

    Selain penyakit jantung, Siloam Hospital Bali memiliki beberapa pusat unggulan lain seperti ortopedi, gawat darurat, urologi dan saraf. Untuk masalah ginjal salah satunya, mereka miliki Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL).

    “Ini adalah tindakan memecah batu yang ditembakkan dari luar tubuh dengan menggunakan radiofrekuensi (gelombang kejut) yang dapat memecahkan batu menjadi pecahan yang halus, sehingga pecahan tersebut dapat keluar bersama dengan air seni,” jelas Putu.

    Metode ini hanya memerlukan waktu 45 menit tanpa rasa sakit atau minimal invasif (rasa nyeri yang tidak begitu berat). “Satu jam saja sudah selesai, tidak seperti dulu harus di insisi kemudian operasi rawat inap dua tiga hari, sekarang punya alat yang seperti itu,” tambahnya.

    Mereka juga mengunggulkan layanan bedah tulang atau orthopedi. Mereka sudah bisa melakukan layanan seperti di Thailand yaitu penggantian pinggang, begitu juga rehablitiasi medis.

    Bukan hanya itu, mereka juga menangani berbagai macam pelayanan klinis yang komprehensif. Menurutnya, mereka terus mengikuti perkembangan teknologi dalam hal layanan. Karena dunia medis ini dinamis, begitu juga dokter-dokter kita mengikuti training-training.

    Sehingga mereka terupdate dengan hal-hal baru kemudian berkembang. Seperti hal yang terbaru Japanese Encephalitis (JE) adalah penyakit radang otak disebabkan oleh virus Japanese Ensefalitis termasuk family Flavivirus dan merupakan masalah kesehatan masyarakat di Asia termasuk di Indonesia.

    Rumah sakit ini telah terakreditasi Joint Commission Inteernational (JCI) pada 6 September 2017 dan terkareditasi Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dengan predikat PARIPURNA pada 8 Februari 2018.

    baca juga : kenali tanda serangan jantung satu bulan lebih awal

     

     

    Sumber : Republika

  • Menurut Ilmuwan, 5 Faktor Penyebab Kematian Dini

    Kematian dini memang disebabkan oleh beberapa penyakit, namun penyakit-penyakit tersebut adalah wujud dari kebiasaan buruk yang dilakukan setiap hari.

    Ilmuwan mencatat ada lima faktor lain penyebab kematian dini. Lima faktor tersebut terungkap dari berbagai studi.

    Apa saja lima faktor tersebut? Berikut daftarnya:

    1. Kesepian 

    Menurut studi yang terbit dalam jurnal Public Library of Science Medicine, sendiri atau kesepian merupakan epidemi di seluruh dunia. Studi berjudul “Social Relationships and Mortality Risk: A Meta-analytic Review” berusaha mengungkap hubungan pertumbuhan media sosial dengan berkurangan kontak langsung, yang berujung pada kesepian seseorang.

    Sendiri dan kesepian, menurut tim dalam jurnal, sama dengan mengurangi rentang hidup manusia setara dengan merokok 15 batang sehari.

    2. Duduk 

    Studi yang terbit dalam Journal of the National Cancer Institute mengungkap duduk sepanjang hari meningkatkan risiko segala jenis kanker. Studi berjudul “Sedentary behavior increases the risk of certain cancers” itu mengambil data dari 4 juta orang yang sering duduk sepanjang hari, baik untuk menonton televisi, bekerja, maupun berkendara.
    Hasilnya, duduk selama dua jam meningkatkan risiko kanker usus, kanker endometrium (dinding rahim), dan kanker paru-paru. Hal ini terlepas apakah mereka berolahraga setiap hari.

    3. Kurang Tidur

    Menurut laporan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) berjudul “Insufficient Sleep Is a Public Health Problem”, kurang tidur termasuk masalah kesehatan masyarakat yang sangat umum. Meski begitu, hal ini bisa membawa pada risiko kematian dini. Dalam laporan tersebut, CDC mencatat 50 sampai 70 juta orang Amerika memiliki gangguan tidur.

    Valery Gafarov, pakar kesehatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyatakan kurang tidur meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung setara dengan perokok aktif. “Kurang tidur harus dianggap sebagai faktor risiko kombinasi yang berbahaya untuk penyakit kardiovaskular, bersamaan dengan merokok, kurang olahraga, dan pola makan yang buruk,” katanya.

    4. Tanning (Menggelapkan Kulit Secara Instan)

    Proses penggelapan kulit di dalam ruangan mungkin tampak teratur seperti versi berjemur alami. Namun, proses ini berpotensi lebih berbahaya daripada merokok. Hal itu terungkap dari studi yang terbit dalam Journal of American Medical Association Dermatology berjudul “International Prevalence of Indoor TanningA Systematic Review and Meta-analysis”.

    Menurut studi tersebut, tanning instan bisa menyebabkan lebih banyak kasus kanker kulit daripada kasus kanker paru-paru yang diakibatkan oleh rokok. “Mengingat banyaknya kasus kanker kulit yang disebabkan oleh penggelapan kulit dalam ruangan atau instan, temuan ini menyoroti masalah kesehatan masyarakat utama,” tulis para peneliti.

    5. Pola Makan

    Banyak bukti ditemukan bahwa makanan olahan manis dan olahan yang mengandung lemak jenuh tinggi dapat menyebabkan orang terkena penyakit fatal pada tingkat yang sama bahkan lebih besar daripada merokok. Salah satunya laporan berjudul “Food systems and diets: Facing the challenges of the 21st century” yang dikeluarkan Global Panel on Agriculture and Food Systems for Nutrition.

    Laporan tersebut mengungkap risiko kematian akibat pola makan yang buruk menyimpulkan tingkat kematian akibat pola makan yang buruk melebihi alkohol, narkoba, hubungan seks tanpa kondom, dan gebungan penggunaan tembakau.

    Semoga bermanfaat!

     

     

    Sumber :

    • http://batamnews.co.id/berita-27155-5-penyebab-kematian-dini-menurut-ilmuwan.html
    • https://tirto.id/kebiasaan-sehari-hari-yang-memicu-kematian-dini-cqW3
  • Mencuci Buah dan Sayuran Sebelum Dimakan. Perlu atau Dilarang?

    Sahabat, selama ini kita seringkali memanggap buah dan sayur yang langsung dipetik dari pohonya itu belum tentu kebersihannya, sehingga Anda mungkin sering disarankan mencuci buah dan sayuran sebelum dimakan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) merekomendasikan hal ini untuk menghindari penyakit yang ditularkan lewat makanan, seperti norovirus, yang merupakan penyebab utama wabah penyakit umum, seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare.

    Ahli kesehatan pun setuju bahwa mencuci buah dan sayuran efektif mencegah hal ini. Dengan demikian, Anda telah membersihkan kontaminan fisik, seperti kotoran, kerikil kecil, serangga, bahkan cacing yang sering ditemukan di sela daun-daun sayuran.

    Profesor Mikrobiologi di Arizona University, Charles Gerba mengatakan mencuci buah dan sayuran membantu menghilangkan mikroorganisme penyebab penyakit. Ia memisalkan ketika Anda menarik tanaman daun bawang dari dalam tanah, sangat mudah bagi kotoran terbawa dari sana. Itu hanya salah satu contoh bagaimana bakteri berbahaya dapat menyusup ke makanan.

    “Anda memetik sayuran dari dalam tanah. Pikirkan saja berapa banyak tangan dan proses dilewati. Petani memasukkannya ke dalam truk, karyawan toko kelontong menyimpannya di rak, pembeli di pasar memilih-milih daun bawang yang hendak dibeli. Bukan tidak mungkin satu dari mereka tidak mencuci tangan dengan beanr setelah buang air besar. Anda bisa muntah dan diare,” kata Gerba, dilansir dari Men’s Health, Selasa (28/8).

    Brendan Niemira dari Departemen Pertanian AS mengatakan membilas buah dan sayuran dengan air tidak bisa menghilangkan semua kuman dan penyakit. Namun, itu sangat efektif menghilangkan bakteri di permukaan buah dan sayuran.

    Sahabat, tentu kesehatan kita terkadang dipengaruhi oleh hal yang tidak pernah kita bayangkan sekalipun. Maka, sebarkan kebaikan ini, lakukan, meski terlihat sederhana namun kita tidak pernah tahu, hal kecil mana yang menjatuhkan tubuh kita, seperti kita tidak tahu kebaikan mana yang menyelamatkan hidup kita kelak. Stay Healthy dan Stay Positif !

     

    Sumber : Republika

  • Tidur Dengan Mulut Terbuka. Bahaya?

    Sahabat, saat seseorang terlalu Lelah maka seringkali tidur dalam kondisi yang tidak dipersiapkan atau kita kenal dengan istilah “Ketiduran”. Meskipun merupakan proses tidur yang dapat terbilang sangat nikmat, namun hendaknya kita pertimbangkan beberapa hal yang dapat terjadi ketika kita tidur tidak dalam persiapan terlebih dahulu. Salah satunya, tidur dengan kondisi mulut terbuka.

    Terkadang banyak orang tidak sadar tidur dengan mulut terbuka. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Oral Rehabilition, aliran udara melalui mulut akan menghilangkan saliva.

    Ketika mulut mengalami kekurangan saliva, maka aliran udara yang masuk ke mulut akan mengurangi saliva atau air liur. Ketika mulut kekurangan air liur akibat bernapas lewat mulut, maka yang terjadi adalah munculnya penumpukan plak di mulut. Penumpukan plak akan meningkat jumlah bakteri yang tidak diinginkan dalam mulut.

    Bakteri bisa menyebabkan, kerusakan gigi. Bahkan, yang terparah terjadi adalah copotnya gigi.

    Dilansir dari Times of India, Ahad (26/8), penurunan air liur juga dapat mengakibatkan beberapa hal tidak mengenakkan. Seperti napas seseorang menjadi bau.

    Baca juga: Haruskah ke Dokter Ketika Gigi Anak Goyang?

    Berkurangnya jumlah air liur menghasilkan penurunan kemampuan mulut untuk membersihkan diri, halitosis atau bau mulut bukan hanya menyebalkan  bagi orang yang mengalaminya. Tetapi juga bagi mereka di sekitarnya.

    Kedua, bernapas dengan mulut pada dasarnya berarti lebih sedikit oksigen ke paru-paru. Kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan sepanjang hari.

    Ketiga, bibir pecah-pecah. Berkurangnya air liur membuat cairan di mulut akan mengering dan menyebabkan mulut serta bibir kering, yang juga dapat menyebabkan gangguan kemampuan menelan.

    Keempat, satu hal yang harus diwaspadai ketika tidur dengan mulut terbuka dapat berpengaruh pada posisi gigi yang selanjutnya berdampak pada bibir dan lidah. Wajah menjadi lebih pendek, gigi yang terlalu rapat, dan lubang hidung membesar.

    Untuk mengatasinya coba perhatikan berat badan. Kegemukan mungkin menyebabkan obstruksi pada pernapasan regular. Bisa juga dengan berkonsultasi pada dokter untuk memeriksa penyebab utama dan solusinya.

     

    Sumber : Republika