Tag: pascastroke

  • Berbagai perubahan yang terjadi akibat kerusakan otak pascastroke

    gegar otak

    Umumnya, stroke hanya memengaruhi satu sisi otak saja. Itu berarti jika stroke menyerang sisi kiri otak, maka Anda akan mengalami berbagai masalah dengan sisi kanan tubuh Anda begitupun sebaliknya.

    Namun, tak jarang stroke juga dapat memengaruhi kedua sisi otak. Efek stroke pada otak biasanya akan menyebabkan hilangnya fungsi normal pada beberapa bagian tubuh. Efek yang dihasilkan akan berbeda-beda sesuai dengan daerah otak mana yang terserang, apakah pada serebrum (otak kanan dan kiri), serebelum (otak atas dan depan), dan brainstem (batang otak).

    Dikutip dari Hopkinsmedicine.org, berikut berbagai perubahan yang terjadi akibat kerusakan otak pascastroke sesuai dengan bagian yang terserang.

    Serebrum (otak kanan dan kiri)

    Berikut efek stroke pada otak kanan dan kiri, di antaranya:

    • Memiliki masalah dalam menggerakkan tubuh.
    • Gangguan kognitif seperti pada proses berpikir dan ingatan.
    • Memiliki masalah pada kemampuan bahasa.
    • Kesulitan makan dan menelan.
    • Gangguan penglihatan.
    • Gangguan pada kemampuan seksual.
    • Masalah pada kendali usus dan kandung kemih.

    Serebelum (otak atas dan depan)

    Berikut efek stroke pada otak bagian atas dan depan, di antaranya:

    • Masalah koordinasi dan keseimbangan.
    • Pusing
    • Sakit kepala
    • Mual dan muntah

    Brainstem (batang otak)

    Berikut efek stroke pada batang otak, di antaranya:

    • Masalah pada pernapasan dan fungsi jantung.
    • Ketidakmampuan tubuh untuk mengendalikan suhu.
    • Masalah pada keseimbangan dan koordinasi.
    • Kesulitan mengunyah, menelan, dan berbicara.
    • Gangguan penglihatan.

    Demikianlah informasi mengenai perubahan yang terjadi akibat kerusakan otak pascastroke. semoga dapat bermanfaat.

     

     

    Sumber : hellosehat.com

  • Perilaku atau Kebiasaan Buruk yang Dapat Menyebabkan Stroke

    Penyakit atau serangan stroke merupakan kondisi gawat darurat yang harus mendapatkan penanganan segera. Hingga saat ini penyakit stroke menjadi momok yang menakutkan. Tak heran, jika stroke menjadi penyakit paling mematikan di Indonesia (Depkes RI, 2017).

    Pada kesempatan kali ini wellagree akan sedikit memaparkan faktor penyebab stroke dari perilaku atau kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan stroke.

    Hasil gambar untuk faktor faktor stroke mediskus

    Faktor Perilaku atau gaya hidup/kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan stroke yang wellagree ambil dari mediskus.com adalah sebagai berikut.

    1. Merokok

    Merokok diyakini menjadi resiko stroke karena dapat melukai pembuluh darah dan mempercepat pengerasan arteri. Karbon monoksida dalam asap rokok mengurangi jumlah oksigen dalam darah. Asap rokok dapat meningkatkan risiko stroke dibandingkan orang yang tidak merokok. merokok dapat menyebabkan stroke

    2. Minum Alkohol Minum

    terlalu banyak alkohol dapat meningkatkan tekanan darah, yang meningkatkan risiko stroke. Hal ini juga meningkatkan kadar trigliserida, suatu bentuk kolesterol, yang bisa mengeras pada arteri.

    3. Kurang Aktifitas Fisik

    Kurang Aktifitas Fisik atau olahraga dapat meningkatkan berat badan, yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan kadar kolesterol. Ketidakaktifan juga merupakan faktor risiko untuk diabetes, yang semuanya merupakan faktor resiko stroke.

    Semua faktor resiko di atas masih dapat dikendalikan, namun ada juga faktor resiko stroke yang tidak dapat diubah atau dikendalikan.

    Faktor Resiko stroke yang tak dapat diubah

    1. Riwayat keluarga.

    Memiliki riwayat keluarga stroke meningkatkan kemungkinan seseorang terserang stroke.

    2. Usia dan jenis kelamin.

    Semakin tua Anda, semakin besar kemungkinan Anda untuk mengalami stroke. Untuk usia 65 dan lebih tua, laki-laki berada pada risiko yang lebih besar daripada wanita.

    Demikian beberapa Faktor risiko stroke yang diakibatkan dari perilaku atau kebiasaan buruk seseorang. Semoga dapat bermanfaat.