Tag: olahraga

  • 4 Jenis Olahraga yang Bisa Dilakukan Dirumah Saat Hujan

    Musim hujan jangan jadi alasan untuk bermalas-malasan. Malah, waktu tersebut adalah saat yang tepat untuk mencoba berbagai macam olahraga yang bisa dilakukan di dalam rumah. Kalau Anda sudah bisa rutin berolahraga, jangan jadikan musim hujan sebagai alasan untuk absen.

    Gambar terkait

    Nah, agar Anda tetap bisa bugar di musim hujan, berikut beberapa jenis olahraga yang bisa dicoba di rumah:

    1. Spot Jogging

    Joging atau lari pelan bisa dilakukan di dalam ruangan. Salah satunya dengan lari di tempat atau spot jogging. Menurut ahli kebugaran Samir Purohit, latihan ini ideal sebelum melakukan olahraga lainnya atau pemanasan.

    “Angkat lutut dan kembalikan ke tanah. Gerakkan kaki seperti gerakan lari,” kata Purohit.

    Melakukan ini selama 30 menit paling tidak membakar sekitar 215 kalori.

    2. Skipping

    Skipping atau lompat tali bisa meningkatkan kebugaran, fleksibilitas, dan koordinasi kardio-pernapasan. Menurut ahli kebugaran Althea Shah, latiah ini bermanfaat dan sangat bagus untuk membangun tulang serta menurunkan berat badan.

    Melakukan lompat tali dalam satu jam, setidaknya mampu membakar hingga 560 kalori. Caranya pun juga terbilang mudah untuk dipelajari dan sudah banyak diketahui oleh masyarakat.

     3. Latihan kekuatan

    Latihan kekuatan atau beban juga bisa dilakukan di dalam rumah. Anda cukup menggunakan satu set dumbbell. Jika tidak punya, kreasikan barang-barang bekas di rumah seperti botol air yang diisi dengan beban. Dalam satu jam, Anda bisa membakar hingga 200 kalori.

    4. Plank

    Plank terkenal sebagai jenis latihan yang memperkuat otot perut. Caranya juga mudah. Anda harus melakukan posisi push-up, kemudian tekuk lengan dan taruh di lantai. Mulailah menahan tubuh minimal 30 detik.

    “Latihan ini sangat menantang tetapi bagus untuk memberikan bentuk pada area inti Anda,” kata Purohit. Melakukan plank membakar sekitar 350 kalori dalam satu jamnya.

    Nah, gimana sahabat, gampang kan? Meski hujan deras mengguyur di luar rumah, Anda masih bisa berolahraga di dalam rumah. Selain menyehatkan, olahraga di dalam rumah juga nggak perlu mengeluarkan biaya alias gratis dan irit! Yuk, tetap olahraga meski sedang hujan.

    Salam sehat!

     

     

    Sumber :

    • hellosehat.com
    • liputan6.com
    • omkumis.com
  • 3 Hal Ini Perlu Dilakukan Jika Anda Ingin Menjaga Kesehatan di Akhir Pekan

    Akhir pekan memang waktu paling tepat dimanfaatkan untuk bersantai atau berkumpul dengan orang tersayang. Hari libur itu pun dihabiskan dengan berbagai cara, mulai dari menonton film atau drama di rumah hingga wisata sambil makan-makan. Meski terasa mengasyikan, kegiatan saat weekend tak jarang membuat tubuh jadi kurang prima ketika kembali beraktivitas di hari Senin.

    Hasil gambar untuk sehat akhir pekan

    Bagi Anda yang tengah menjaga kesehatan secara ekstra, lakukan tiga hal ini saat akhir pekan:

    1. Jangan tidur

    Pada pagi hari, Anda mungkin ingin berbaring di tempat tidur selama beberapa jam lebih lama. Tapi sebaiknya hindari ini jika Anda ingin meningkatkan kualitas tidur secara keseluruhan.

    Menurut National Sleep Foundation (NSF), tidur di akhir pekan dapat membuang jam internal tubuh Anda atau ritme sirkadian. Ini bisa membuat Anda lebih sulit tertidur pada waktu tidur yang biasa dan sulit bangun pada waktu biasa Anda bangun ketika sudah masuk minggu kerja.

    Itu sebabnya yang terbaik adalah menjaga konsisten waktu tidur dan bangun Anda. NSF tidak menyarankan memiliki waktu tambahan tidur lebih dari satu jam di akhir pekan.

    2. Berolahraga, setidaknya sekali

    Jika hari kerja Anda terlalu sibuk untuk berolahraga, Anda dapat melakukannya di akhir pekan. Menurut sebuah studi baru-baru ini, Anda masih bisa mendapatkan manfaat kesehatan yang serupa dengan orang-orang yang pergi ke gym setiap hari,

    Gambar terkait

    Dalam studi tersebut, para peneliti memeriksa apa yang disebut ‘prajurit akhir pekan’, yang menjejalkan latihan setara satu minggu menjadi hanya satu atau dua sesi seminggu. Para peneliti menemukan pejuang olahraga akhir pekan yang memenuhi pedoman aktivitas fisik 30 persen lebih kecil kemungkinannya meninggal karena sebab apa pun selama periode studi sembilan tahun, dibandingkan dengan orang yang tidak melakukan olahraga apa pun.

    Pedoman aktivitas fisik merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas intensitas sedang, atau 75 menit aktivitas kuat per minggu. Bahkan orang yang tidak memenuhi pedoman aktivitas fisik, tetapi berolahraga satu atau dua hari seminggu, memiliki risiko kematian dini yang lebih rendah daripada orang yang tidak berolahraga.

    3. Minum Air lebih Banyak

    Saat bekerja, banyak pegawai yang menyediakan satu botol di meja sehingga tak lupa minum air putih. Namun ketika akhir pekan bersama orang tersayang tak sedikit orang yang memilih kopi atau minuman manis saat haus. Supaya tubuh tidak kekurangan cairan, tetaplah minum banyak air putih dan sediakan botol saat bepergian.

    Nah itulah hal yang bisa dilakukan oleh kita saat akhir pekan. Setidaknya lebih baik meningkatkan produktivitas daripada bermalas-malasan bukan?

     

     

    Sumber :

    • detik
    • republika
  • Naik Tangga, Olahraga Singkat Yang Bermanfaat

    Tidak ada alasan lagi untuk tidak berolahraga karena penelitian baru menemukan beberapa menit menaiki tangga setiap hari sudah cukup untuk meningkatkan kesehatan kardiovaskular dan seluruh tubuh. Beberapa penelitian itu menunjukkan banyak manfaat kesehatan dari olahraga singkat itu.

    Sebagai contoh yaitu ulasan dari studi yang ada, menunjukkan periode latihan akut dapat segera melindungi jantung terhadap episode iskemik di masa depan. Hasil penelitian terbaru lainnya menunjukkan 10 menit aktivitas fisik sudah cukup memberikan dorongan pada otak, meningkatkan perhatian, memori yang bekerja, dan fleksibiltas kognitif di antara keterampilan mental lainnya.

    Seperti yang dilansir dari Medical News Today, Selasa (22/1), sekarang penelitian menunjukkan interval menaiki tangga yang berlangsung beberapa menit dengan periode pemulihan di antaranya, dapat meningkatkan kesehatan kardiorespirasi.

    Seorang profesor kinesiologi di McMaster University di Hamilton Kanada Martin Gibala, Ph.D adalah penulis senior studi baru ini. Tulisannya muncul dalam jurnal Applied Physiology , Nutrition, and Metabolism.

    Gibala dan tim menyelidiki apakah pelatihan berlari interval adalah kegiatan singkat latihan intensif yang dipisahkan beberapa menit pemulihan berjumlah sekitar total 10 menit dapat meningkatkan kebugaran kardiorespirasi.

    Kebugaran kardiorespirasi mengacu pada kemampuan jantung, paru-paru, dan sistem pembuluh darah untuk mengirimkan darah kaya oksigen ke otot-otot yang bekerja selama latihan fisik yang intensif. Penelitian menunjukkan kebugaran pernafasan yang lebih besar membawa beberapa manfaat kesehatan, termasuk kesehatan jantung yang lebih baik, peningkatan resistensi insulin, dan risiko kematian dini yang lebih rendah.

    Nah, berikut ini adalah sejumlah manfaat naik tangga yang sayang untuk Anda lewatkan.

    1. Membakar kalori

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan naik tangga dapat membakar lebih banyak kalori per menit daripada jogging. Para ahli mencatat aktivitas naik tangga dapat menghabiskan 8 sampai 9 kali lebih banyak kalori daripada saat duduk dan 7 kali lebih banyak kalori daripada naik lift.

    Anda mungkin berpikir kalau manfaat naik tangga hanya didapatkan saat Anda mendakinya. Jadi, saat Anda turun, tubuh tidak akan membakar kalori sama sekali. Namun nyatanya, anggapan ini salah.

    Setiap satu langkah naik maupun turun sama-sama dapat membakar kalori. Hanya saja, kalori yang terbakar akan lebih banyak dan cepat saat Anda naik daripada saat turun. Ini karena tekanan yang diberikan oleh tubuh saat mendaki tentu akan lebih besar daripada saat menuruni tangga.

    Setiap 10 langkah naik  akan membakar 1 kalori, begitu pula saat Anda menuruni tangga. Bedanya, setiap kali Anda berhasil menuruni satu anak tangga, maka Anda akan membakar 0,05 kalori dalam tubuh. Jadi, setiap menuruni 20 buah anak tangga akan membakar 1 kalori dalam tubuh.

    Bagi Anda yang mengalami masalah kelebihan berat badan atau obesitas, Anda tentu kesulitan untuk menemukan jenis olahraga yang cocok untuk Anda. Nah, cobalah untuk membiasakan diri naik tangga untuk membantu menurunkan berat badan Anda. Semakin banyak Anda naik-turun tangga, semakin banyak pula kalori yang ikut terbakar dalam tubuh. Alhasil, semakin banyak pula berat badan yang bisa diturunkan.

    2. Menurunkan risiko stroke

    Salah satu manfaat naik tangga yang tak kalah menakjubkan adalah menurunkan risiko stroke. Hal ini dibuktikan oleh para ahli dari Harvard Alumni Health Study yang telah meneliti lebih dari 11.000 pria.

    Hasilnya, sebanyak 29 persen pria mengalami penurunan risiko stroke jangka panjang setelah membiasakan diri untuk naik tangga 3 sampai 5 kali seminggu. Apakah Anda ingin membuktikannya juga?

    3. Menyehatkan jantung

    Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa kebiasaan naik tangga bermanfaat untuk kesehatan jantung. Pasalnya, naik tangga dapat meningkatkan kesehatan organ jantung dan paru-paru, sehingga melancarkan aliran darah yang membawa oksigen ke jantung. Alhasil, jantung Anda akan semakin sehat dan terhindar dari risiko penyakit jantung.

    Kebugaran kardiorespirasi ternyata dapat memengaruhi usia harapan hidup seseorang. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Circulation tahun 2015 mengungkapkan bahwa kebiasaan naik tangga dapat menurunkan risiko kematian sebesar 38 persen. Bila ditambahkan dengan olahraga aerobik, hal ini dapat memperpanjang umur Anda hingga tiga tahun. Menakjubkan, bukan?

    4. Menguatkan otot

    Saat Anda naik tangga, sistem tulang dan otot di seluruh tubuh ikut bergerak aktif. Mulai dari otot kaki, otot lengan, hingga otot punggung. Semakin banyak pergerakan tulang dan otot, maka ini akan bermanfaat untuk menurunkan risiko pengeroposan tulang atau osteoporosis.

    Pada saat yang bersamaan, sistem metabolisme tubuh akan meningkat sehingga kalori yang terbakar akan semakin banyak. Ini akan membuat berat badan Anda ikut berkurang secara perlahan seiring dengan pembakaran kalori saat naik tangga.

    Selain itu, manfaat naik tangga juga dapat dirasakan oleh pengidap diabetes. Pasalnya, pergerakan otot skeletal bermanfaat untuk mengendalikan gula darah menjadi lebih stabil. Dengan demikian, gula darah tidak akan cepat naik dan membuat para diabetesi menjadi lebih sehat.

    5. Melawan kemalasan

    Memasuki zaman serba praktis membuat orang-orang menjadi malas gerak. Itulah mengapa kini semakin banyak orang dewasa, bahkan anak-anak, yang mudah terkena obesitas karena minimnya aktivitas fisik.

    Maka itu, kebiasaan naik tangga adalah cara mudah yang dapat mengeluarkan Anda dari kebiasaan buruk tersebut. Mulai sekarang, cobalah untuk memilih naik tangga daripada lift saat berada di kantor atau pusat perbelanjaan. Dengan rutin naik tangga, Anda bisa hidup lebih sehat tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam dengan pergi ke gym, bukan?

     

    Sumber :
    -Republika.com
    -Hellosehat.com
  • Ketika Sakit Dibolehkan Olahraga atau Tidak

    Berolahraga atau sekedar beraktivitas fisik memiliki sejumlah manfaat untuk kesehatan mulai dari meningkatkan stamina hingga meningkatkan suasana hati.

    Kegiatan ini boleh dilakukan saat kurang enak badan, asalkan Anda tidak mengalami demam tinggi.

    “Kalau masih enggak enak badan, tetapi tidak demam tinggi, bisa melakukan latihan dengan intensitas ringan dan sedang misalnya jogging,” ujar dr. Grace Joselini, yang menangani timnas sepakbola wanita Indonesia di Asian Games 2018 di Jakarta, Kamis.

    Untuk kasus flu, penelitian dari Ball State Univesity beberapa waktu lalu memperlihatkan bahwa aktivitas fisik intensitas sedang tidak berdampak pada keparahan flu.

    “Jika gejalanya seperti sinus, gangguan pada hidung, tenggorokan, olahraga tidak membantu atau merugikan. Tak masalah melanjutkan berolahraga,” ujar profesor sekaligus direktur Human Performance Lab Appalachian State University, David Nieman.

    Namun, jika flu atau kondisi lainya menyebabkan infeksi sistemik, berolahraga merupakan ide buruk. Hal senada juga diungkapkan profesor pendidikan kesehatan dari Wayne State University, Mariane Fahlman. Dia mengatakan, saat seseorang menderita flu atau demam yang menyebabkan infeksi, sistem kekebalan tubuhnya bekerja keras melawan infeksi itu.

    Ringan dan sedangnya intensitas olahraga yang Anda lakukan bisa terukur salah satunya melalui talk tes. Jika Anda masih mampu bernyanyi saat melakukan suatu jenis olahraga, artinya itu masuk kategori ringan.

    Jika Anda sudah kesulitan bernyanyi namun masih bisa berbicara, artinya olahraga yang Anda lakukan sudah masuk intensitas sedang.

    “Memang untuk mendapatkan hasil akurat intensitas olaharaga yang kita lakukan harus dengan mengukur nadi. Talk tes sebenarnya bisa juga dilakukan. Mau sehat sebenarnya main di intensitas ringan saja sudah cukup,” kata Grace.

    Pentingnya berolahraga atau setidaknya bergerak aktif, sudah menjadi rekomendasi para ahli kesehatan sejak lama, agar terhindar dari beragam penyakit khususnya yang tak menular seperti penyakit jantung dan diabetes.

    Tak hanya olahraga, konsumsi makanan sehat dan tidur cukup juga menjadi modal penting agar tubuh sehat.

    Kendati begitu, belum semua orang menyadari hal ini. Hasil studi Sun Life Financial Asia Health Index 2014 menemukan Indonesia menjadi salah satu negara dari delapan negara di Asia (cakupan studi) yang penduduknya masuk dalam kategori generasi O — terlalu banyak bekerja (overworked), banyak makan makanan tak sehat (overeating) dan kelelahan (overwhelmed).

    “51 persen masyarakat usia produktif tidak berolahraga teratur, 34 persen tidak cukup tidur dan 32 persen tidak makan sehat,” tutur Chief Marketing Officer Sun Life Financial Indonesia, Shierly Ge dalam kesempatan yang sama.

    Menurut dia ada tiga faktor penyebabnya, yakni tuntutan pekerjaan sehingga menunda atau melalaikan olahraga (44 persen), distraksi berbagai hal (36 persen) dan 32 persen karena biaya.

     

     

    Sumber :

    • detik
    • msn
  • Diet dulu atau Olahraga dulu agar Tubuh Cepat Ramping

    Diet dan olahraga adalah dua pilar kuat dalam skema gaya hidup sehat. Namun kenyataannya, ini tidak berarti diet dan olahraga punya porsi kepentingan yang sama dalam cita-cita menurunkan berat badan, risiko penyakit atau bahkan usia maksimal hidup Anda.

    Berbagai penelitian dan ahli gizi sibuk berdebat dalam beberapa tahun terakhir untuk mencari cara upaya terbaik untuk mengendalikan berat badan dan obesitas. Baik berolahraga maupun mengatur pola makan (diet) dapat menurunkan berat badan, dan keduanya memiliki tantangan yang sama untuk dijalani, yaitu mengatur metabolisme makanan dan melawan keinginan untuk makan lebih banyak. Namun keduanya memiliki mekanisme dan dampak terhadap tubuh yang berbeda.

    Hasil gambar untuk cepat kurus olahraga dulu atau diet

    Menurut Anda sendiri, mana yang baik menurunkan bobot tubuh – diet atau olahraga? Cek jawaban Anda dengan pendapat para pakar ini.

    Diet Lebih Efektif

    Ada beberapa pakar yang tidak percaya bahwa olahraga tanpa diet bisa menurunkan berat badan. Begini kata mereka.

    • Olahraga tidak cukup efektif untuk menurunkan berat badan. Hal ini diungkapkan oleh para ahli dari The American College of Sports Medicine (ACSM) dan buku berjudul Research & Nursing in Health.
    • Membatasi jumlah kalori yang kita asup adalah jalan pintas untuk menurunkan berat badan, demikian menurut Timothy Church, MD, PhD. “Jauh lebih mudah mengurangi 500 kalori daripada menghabiskan waktu satu jam di gym untuk membakar 500 kalori setiap hari,” kata direktur penelitian pengobatan untuk pencegahan di Pennington Biomedical Research Center, Louisiana State University, ini.

    Tidak ada perbedaan signifikan antara diet saja dengan diet ditambah olahraga. Karena itu, jika Anda memilih mengatur pola makan, tanpa olahraga, itu boleh saja. Pendapat ini dikemukan oleh Dr. Leanne Redman dari Pennington Biomedical Research Center  Baton Rouge di Louisiana ketika mengumumkan hasil penelitiannya kepada wartawan.

    Olahraga Lebih Efektif

    Lain pakar, lain pendapat. Pakar yang mengatakan bahwa cara paling ampuh membabat kelebihan lemak di tubuh. Inilah beberapa ahli yang “membela” olahraga.

    • Seseorang dapat makan banyak tanpa takut gemuk jika merekaberolahraga secara teratur, kata Profesor Jeffrey Woods dari Universitas Illinois, Amerika Serikat,.
    • Penurunan berat yang dihasilkan oleh olahraga lebih tahan lama. Sedangkan yang dihasilkan oleh pembatasan kalori hanya bertahan sebentar, kata ahli diet Karen Collins, R.D.

    Jadi, Jika yang ingin Anda dapatkan adalah tubuh langsing hari ini dan seterusnya, kombinasikanlah diet dengan olahraga. Beda halnya jika Anda ingin hasil instan. Kata kuncinya: Kalori yang Anda makan harus lebih sedikit dari yang Anda keluarkan. Jadi, lemak dan karbohidrat dibatasi, aktivitas fisik diperbanyak.

    “Lagipula, sebagai wanita kita tidak cuma ingin angka kecil di timbangan. Kita juga ingin bentuk tubuh yang kencang. Itu hanya bisa didapat dengan olahraga teratur. Tiga sampai lima kali perminggu. Masing-masing selama 30 menit, “ Michle Silence, MA. menambahkan.

    Semoga bermanfaat!

     

     

     

    Sumber :

    • hellosehat
    • lifestyle.kompas
    • cnnindonesia
  • Jangan Khawatir Bagi Yang Napas Pendek Ingin Berolahraga. Ini Olahraga yang Aman

    Olahraga tak perlu diragukan lagi manfaatnya bagi kesehatan. Semua orang disarankan untuk berolahraga, tak terkecuali Anda yang memiliki napas pendek. Napas pendek umumnya dialami oleh mereka yang menderita gangguan pernapasan kronis (COPD atau Chronic obstructive pulmonary disease) seperti asma. Kondisi ini memang menyulitkan ketika Anda berolahraga. Namun, jika tidak berolahraga, otot jadi lemah dan itu artinya semakin banyak oksigen yang Anda butuhkan ketika melakukan kegiatan rutin sehari-hari seperti memasak atau berbelanja. Karena itu, dokter tetap menganjurkan orang dengan napas pendek untuk tetap berolahraga. Ketika otot-otot Anda kuat, bernapas menjadi lebih mudah. Yang penting, pilihlah jenis latihan fisik yang tidak menyulitkan napas Anda seperti :

    Bersepeda

    Olahraga satu ini memang sedang naik daun beberapa waktu belakangan. Banyak sekali pengendara sepeda yang memadati jalanan, terlebih ketika hari bebas kendaraan bermotor alias Car Free Day. Tak hanya untuk orang normal, kamu yang memiliki nafas pendek juga sangat disarankan untuk rutin bersepeda. Nah, olahraga sepeda yang baik untuk nafas pendek adalah sepeda statis seperti yang kamu lihat di pusat kebugaran.

    Berjinjit

    Bagaimana berjinjit bisa menjadi jenis olahraga untuk nafas pendek yang disarankan? Memang, berjinjit terkesan sangat sederhana dan mudah dilakukan. Meski begitu, kalau kamu rutin melakukannya, aktivitas ini dapat membuat kamu lebih kuat untuk berjalan jauh.

    Berjinjit yang bisa kamu coba adalah dengan berpegangan pada meja atau sandaran kursi. Sembari berjinjit, kamu bisa menahan nafas selama beberapa detik. Kemudian, hembuskan nafas perlahan sembari kamu kembali ke posisi semula.

    Berjalan Kaki

    Bagi kamu yang baru memulai latihan berolahraga, jalan kaki menjadi pilihan yang tepat untuk dilakukan. Pasalnya, olahraga murah meriah ini bisa kamu lakukan di mana saja, mulai dari di lingkungan rumah, mengelilingi lapangan, bahkan hingga di dalam pusa perbelanjaan sembari melihat-lihat berbagai macam barang. Lakukan setiap hari dengan durasi yang ditambah, baik waktu maupun jarak tempuhnya. Tak perlu terburu-buru, berjalan kakilah perlahan-lahan tetapi tetap konsisten.

    Angkat Beban

    Tidak sembarang angkat beban, ya, kamu harus menyesuaikan berat bebannya dengan kemampuan kamu. mengangkat beban yang terlalu berat justru berbahaya bagi kamu yang bernafas pendek. Awali dengan mengisi dua botol air mineral seberat 600 ml, lalu secara bertahap tambah bebannya jika kamu merasa sudah lebih mampu mengontrol nafas ketika mengangkatnya.

    Berlatih Diafragma

    Terakhir dan yang tidak kalah pentingnya adalah berlatih diafragma. Kamu harus tahu, kunci pernafasan yang baik dan sehat berasal dari paru-paru dan diafragma yang kuat. Coba ambil posisi telentang dan letakkan salah satu tangan di bawah diafragma, sementara tangan yang lain di dada. Tariklah nafas secara perlahan melalui hidung hingga perut kamu naik ke atas, lalu hembuskan melalui mulut. Supaya lebih maksimal, lakukan secara rutin tiga sampai empat kali dalam sehari.

    Itu tadi beberapa jenis olahraga untuk nafas pendek yang bisa dicoba. Sebelum berolahraga, jangan lupa untuk melakukan pemanasan atau peregangan untuk menghindari terjadinya cedera otot.

    Semoga bermanfaat!

     

     

     

     

    Sumber :

    • meetdoctor.com
    • halodoc.com
  • Mindset Salah! Berkeringat Banyak Bukan Menandakan Banyak Kalori Terbakar

    Saat olahraga tentu yang kita cari pasti keringat. Dan mindset berkeringat banyak saat olahraga itu menandakan banyak pula lemak yang terbakar. Kondisi ini selalu diincar oleh siapa saja yang sedang menjalani program diet. Olahraga tanpa kehadiran keringat yang mengucur deras rasanya tak bisa merasa puas.

    Tapi apakah benar skala lemak terbakar bisa diukur dengan derasnya keringat yang keluar?

    Simak dulu penjelasan yang TribunStyle lansir dari Times of India ini.

    Apa maksud berkeringat?

    Healthline

    Berkeringat adalah mekanisme pendinginan tubuh. Ini berarti ketika kamu berkeringat berlebihan selama sesi latihan, tubuhmu perlu menenangkan diri dan kembali ke suhu tubuh normal.

    Orang-orang yang berolahraga secara teratur dan berpola makan benar, cenderung berkeringat lebih banyak dari orang yang baru memulai program kebugaran. Namun, untuk kesalahannya, keringat ini tak selalu dijadikan tanda untuk kehilangan lemak.

    Jadi, proses berkeringat dan membakar kalori yang berulang-ulang ini berakibat pada penurunan berat badan saja. Bukan termasuk kehilangan lemak.

    Apa itu kehilangan lemak?

    Ada 3 jenis lemak yang akan kamu temui jika kamu mendapatkan analisis tubuh.

    Ini termasuk yang berada di bawah kulit (subkuntan), yang ada di rongga tubuh (viseral), dan intramaskular atau yang berada di sejumlah otot. 3 jenis lemak ini sering menjadi lemak membandel jika tak ada perlakuan yang tepat. Makanan yang salah akan berakibat pada pengendapan secara berlebihan.

    Mengapa berkeringat tidak berarti kehilangan lemak

    Saat berolahraga terlalu banyak atau masuk sauna, tubuh sering mengeluarkan keringat. Sayangnya, itu bukan berarti anda kehilangan lemak. Tubuhmu akan membakar kalori dan menggunakan enegri dari persediaan lemakmu. Tapi ini akan diisi ulang usai anda makan selanjutnya. Kehilangan lemak bisa terjadi dengan asupan protein dan kandungan lemak.

    Nah, jika anda menjalani latihan kardio, tubuh akan merespon makanan ini dengan baik. Yoga dan pilates tidak menyebabkan hilangnya lemak karena membuat anda kurang berkeringat. Gaya itu hanya untuk membngun tubuhmu bugar secara fungsional.

    Oleh karena itu, berkeringat saat gym atau berjalan beram-jam bukan berarti anda membakar lemak banyak. Hanya saja tubuhmu sedang mencoba mendinginkan diri.

    Menurut Penasihat Pendidikan untuk National Academy of Sports Medicine Jenny Scott , GM – HR , NASM – CPT , CES , PES , FNS, mengatakan, keringat ternyata bukan ukuran kalori terbakar.

    “Tubuh kita memproduksi keringat sebagai cara mendinginkan, jadi ini merupakan indikator bagaimana panas tubuh Anda. Dan semakin panas suhu tubuh inti Anda tak sama dengan banyaknya kalori yang terbakar,” kata Scott seperti dikutip dari WomensHealthMag, Senin (23/12/2013).

    Faktanya, lanjut Scott, semakin bugar Anda, maka semakin sedikit kemungkinan Anda berkeringat.

    “Seperti tubuh Anda lebih terkondisi, latihan yang lebih intens meningkatkan suhu tubuh inti Anda dan menghasilkan keringat. Namun, jika Anda sudah berkeringat setelah 10 menit latihan, bukan berarti Anda tidak fit. Orang memiliki jumlah kelenjar keringat yang berbeda. Di sisi lain, jika Anda bekerja keras dan tidak berkeringat, Anda mungkin super-fit, kelenjar keringat Anda minimal atau dehidrasi. Setelah semuanya, keringat tergantung dari cadangan air yang Anda miliki”.

    Untuk memastikan Anda tak kekurangan, Scott merekomendasikan menenggak 24 ons air sebelum pemanasan, dan delapan lagi setiap 30 menit selama Anda berkeringat. Perlu diingat, jika Anda merasa haus, Anda mungkin sudah dehidrasi.

    Semoga bermanfaat!

     

     

    Sumber :

    • Liputan6
    • Tribunnews
  • 10 Hal Yang Membuat Gagal Untuk Menjadi Sixpack.

    Siapa yang tak ingin memiliki perut sixpack? memiliki bentuk tubuh ideal pastinya menjadi idaman banyak orang. Latihan sit up menjadi salah satu cara yang dilakukan untuk membentuk perut sixpack. Tapi tahukah kamu, ada banyak kesalahan fatal yang sering dilakukan saat membentuk perut sixpack.

    Membentuk perut sixpack

    Banyak faktor yang menentukan mudah tidaknya seseorang mendapatkan perut six packs. Beberapa yang mempersulit terbentuknya otot-otot perut adalah sebagai berikut, dirangkum dari berbagai sumber.

    1. Hanya fokus pada crunch dan sit-up

    Mitos paling umum adalah bahwa sit-up dan crunch merupakan cara yang paling baik untuk menghasilkan perut sixpack. Bahkan banyak orang yang memiliki rutinitas sit-up sebanyak 100 kali setiap harinya. Hal ini tidak benar, karena kenyataannya crunch dan sit-up membakar sangat sedikit kalori per menitnya. Sit-up dan crunch akan bekerja hanya untuk menguatkan otot perut, tetapi tidak banyak membantu jika kita masih punya banyak lapisan lemak yang menutupi otot perut.

    2. Terlalu banyak olahraga kardio

    Cara lain yang salah saat sedang mencoba membuat perut six-pack adalah berpikir bahwa Anda butuh melakukan latihan kardio selama berjam-jam untuk mendapatkan otot perut. Pada kenyataannya, latihan kardio malah akan membakar kalori, dan latihan interval dapat mempercepat tingkat metabolisme, sehingga Anda akan mengalami tingkat pelepasan lemak yang cepat sepanjang keseluruhan latihan di hari tersebut.

    Namun, latihan kardio bukan satu-satunya cara untuk menghilangkan lemak di perut. Latihan angkat beban yang intens dan rencana diet yang baik akan lebih berhasil ketimbang latihan kardio.

    3. Berhenti olahraga setelah punya perut sixpack

    Ketika Anda telah memiliki perut sixpack tentu Anda akan merasa puas dengan hasil kerja keras Anda. Namun jangan salah berpikir bahwa sixpack akan tetap ada selamanya. Kenyatannya, sixpack akan menghilang jika Anda tidak menjaganya. Mempertahankan sixpack bukanlah hal yang mudah, meskipun Anda tidak harus makan dengan tingkat yang kalori rendah, namun bukan berarti Anda bisa kembali pada pola makan yang semula.

    4. Hanya fokus melatih otot perut

    Mitos yang paling banyak mengenai perut sixpack adalah bahwa kita harus fokus pada latihan perut dan menggunakan alat-alat fitness untuk membentuk otot perut. Semua orang mencari cara yang mudah, padahal kenyataannya, satu-satunya cara untuk membentuk otot perut yaitu dengan menurunkan persentase lemak pada tubuh (10% pada pria dan 14% pada wanita). Meski sudah sering latihan perut, otot-otot perut Anda tetap saja tidak akan terlihat jika masih terdapat lapisan lemak di atasnya, karena latihan ini tidak dapat mengurangi lemak pada perut.

    Latihan untuk otot perut memang perlu, tapi Anda juga harus memperhatikan bagian tubuh yang lain. Ini akan sangat bermanfaat karena Anda mungkin tak menyadari bahwa melatih otot perut sebagai otot sekunder akan lebih mudah dilakukan daripada hanya fokus terhadap latihan membentuk otot perut.

    5. Terobsesi pada bentuk perut kotak-kotak

    Faktor genetiklah yang akan menentukan bentuk perut sixpack. Pada beberapa orang, otot perut akan berbaris kotak-kotak secara merata, tapi pada beberapa orang lannya tidak. Untuk sebagian orang, kotak-kotak perut akan simetris, namun sebagian lagi tidak. Sehingga, kita tidak bisa menentukan sendiri bentuk otot perut di tubuh kita.

    6. Hanya fokus pada satu latihan saja

    Sebenarnya, terdapat banyak sekali latihan yang berbeda dan efektif untuk membentuk otot perut. Salah satunya mungkin lebih baik dari yang lain, namun tidak ada satupun dari mereka yang bisa dianggap paling baik. Ketika Anda melakukan satu macam latihan saja, otot-otot perut Anda akan terbiasa dan kebal dengan stimulus dan gerakan tersebut, sehingga Anda harus mengganti dari satu latihan ke latihan yang lain untuk memberikan muscle confusion (kebingungan otot).

    7. Mengabaikan otot perut atas dan bawah

    Otot yang membentuk sixpack adalah otot bernama rectus abdominis. Secara teknis, Anda tidak dapat mengabaikan otot bagian atas dan bawah. Namun, yang dapat Anda lakukan adalah menekankan pada bagian-bagian tertentu dengan memilih latihan yang tepat.

    8. Makan karbohidrat berlebih

    Karbohidrat ibarat pedang bermata dua. Disatu sisi, karbohidrat merupakan sumber energi penting bagi tubuh. Terutama sebagai sumber energi saat latihan. Di sisi lain, mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat dapat menyebabkan timbunan lemak yang dapat menutupi otot sixpack.

    9. Mengonsumsi makanan berlemak

    Lemak merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk mengatur fungsi hormon, sumber energi cadangan, dan bermanfaat penting lainnya. Namun, tubuh memerlukannya hanya dalam jumlah yang cukup dan tidak berlebihan. Mengonsumsi makanan berlemak terutama yang mengandung asam lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol dan lemak tubuh secara signifikan

    10. enghindari sayuran

    Banyak orang yang ingin menginginkan perut sixpack tapi mereka menghindari makan sayuran. Padahal, sayuran menyimpan nutrisi penting seperti vitamin dan mineral yang penting untuk membantu perkembangan otot.

    Setelah mengetahui kesalahan kesalahan di atas, alangkah baiknya mulai sekarang tidak melakukannya lagi agar perut yang kita idamkan terbentuk.

    Semoga bermanfaat!

     

     

    Sumber :

  • Perlukah Melakukan Stretching? Ini Manfaatnya.

    Peregangan kaki

    Peregangan atau stretching adalah aktivitas meregangkan otot untuk meningkatkan fleksibilitas (kelenturan) otot dan jangkauan gerakan persendian. Peregangan sangat penting dilakukan sebelum olahraga dimulai, karena peregangan itu sendiri akan membawa manfaat bagi tubuh kita. Beberapa manfaat tersebut diantaranya seperti :

    1. Menghangatkan Saat Pra Latihan

    Jika Anda melakukan olahraga inti dengan kondisi otot yang masih dingin, maka bisa jadi Anda akan mengalami cedera. Maka dari itu peregangan otot sebagai langkah awal untuk memulai olahraga atau latihan memang sangat penting dan disarankan. Gerakan peregangan juga bergantung kepada olahraga apa yang dilakukan. Tidak semua cabang olahraga memiliki gerakan peregangan yang sama. Pemanasan dalam olahraga bulu tangkis tentu berbeda dengan peregangan dalam olahraga senam artistik. Jika Anda berencana untuk melakukan latihan kaki, maka Anda dapat tidak melakukan peregangan pada lengan ada. Selain itu peregangan juga dapat meningkatkan sirkulasi darah dan memungkin asupan nutrisi yang tepat kepada otot. Ketika Anda melakukan olahraga maka banyak pula energi yang harus dikeluarkan. Jika energi terus keluar ketika berolahraga, maka Anda juga pasti membutuhkan asupan nutrisi. Untuk memastikan asupan nutrisi ini tetap mengalir dengan baik ke bagian tubuh yang membutuhkan, maka sirkulasi darah akan sangat berperan penting.

    2. Meningkatkan Fleksibilitas

    Sudah banyak diketahui bahwa peregangan dapat membantu meningkatkan kelenturan tubuh. Ketika Anda memiliki kelentukan tubuh yang baik, maka Anda juga akan lebih mudah untuk melakukan gerakan olahraga inti dan dapat melakukan pergerakan tubuh yang lebih kompleks. Sederhananya jika otot lentur, maka Anda dakan mudah bergerak dan jika otot kaku maka Anda akan kurang bisa memvariasi gerakan Anda.

    3. Memperbaiki Otot

    Ketika melakukan latihan atau olahraga inti, maka otot akan berkontraksi secara terus menerus. Hal ini akan meninggalkan otot dalam keadaan yang tertekan. Peregangan dapat membantu otot yang telah berkontraksi kembali ke keadaan normal. Latihan peregangan ketika Anda selesai melakukan latihan atau olahraga inti juga dapat mendinginkan tubuh dan memperlambat denyut nadi yang berdetak cepat ketika melakukan latihan atau olahraga inti.

    4. Melancarkan Sirkulasi Darah

    Peregangan dapat membantu untuk melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh sehingga dapat mengurangi gangguan kesehaatana akibat peredaran darah kurang lancar, seperti darah tinggi dan jantung. JIka peredaran darah lancar, maka Anda akan tampak segar dan dapat melakukan aktivitas atau kegiatan sehari-hari dengan semangat.

    5. Meningkatkan Keseimbangan dan Koordinasi

    Ketika melakukan gerakan peregangan secara rutin setiap harinya, maka Anda dapat meningkatkan keseimbangan dan koordinasi antar gerak tubuh. Dengan meningkatnya keseimbangan dan koordinasi maka gerak akan lebih lincah dan gesit, selain itu Anda juga tidak akan mudah jatuh. Hal ini sangat bermanfaat terutama bagi para atlet atau pekerja seni gerak. Seorang atlet memang membutuhkan kelincahan. Misalnya saja atlet bulutangkis. Dalam permainan bulutangkis, terutama nomor ganda, perpindahan shuttlecock sangat cepat. Bisa jadi pada awalnya bermain di depan net lalu bola berpindah ke daerah base. Maka dari itu seorang atlet bulutangkis harus dengan gesit dapat mengambil shuttlecock dan mengatur strategi memukul bola ke arah mana agar lawan tidak dapat mengembalikan bola sehingga atlet tersebut mendapat poin.

    6. Mengurangi Stress

    Stress memang  tidak dapat dihindari, tapi stress dapat kita kurangi. Gerakan peregangan sederhana ternyata juga dapat mengurangi stree kita. Peregangan akan melancarkan peredaran darah dan membawa nutrisi serta oksigen ke otak sehingga membantu mengendurkan ketegangan otot sara

    Tips untuk Peregangan

    • Lakukan peregangan di mana pun: di depan televisi, di tempat kerja, atau di dalam mobil.
    • Bisa juga melakukan peregangan berpasangan atau menggunakan alat untuk modifikasi peregangan.
    • Lakukan peregangan sebagai bagian dari pendinginan saat berolahraga.
    • Lakukan peregangan paling tidak selama 10-30 detik.
    • Jangan lakukan peregangan lebih dari 1 menit.
    • Jangan menahan napas selama peregangan. Sebaliknya, lakukan latihan pernapasan dalam untuk menambah pasokan oksigen bagi otot selama proses rileksasi.
    • Jangan lakukan peregangan dalam keadaan nyeri otot.
    • Jangan lakukan peregangan berlebihan jika sedang hamil karena saat itu kondisi ligamen mudah kena cedera.

    Setelah mengetahui manfaat dan tips peregangan, ada baiknya kita terapkan demi meningkatkan kesehatan kita.

    Demikianlah pembahasan mengenai peregangan (stretching). Semoga bermanfaat!

     

     

    Sumber :

    https://lifestyle.kompas.com/read/2010/03/15/09302142/10.Alasan.Penting.Lakukan.Peregangan

    https://gurupenjaskes.com/manfaat-peregangan-otot

  • Hubungan Olahraga dengan Kesehatan Mental

    Sebuah penelitian di Amerika Serikat mengungkap hubungan olahraga dengan kondisi kesehatan mental. Mereka yang berolahraga beberapa kali seminggu memiliki kesehatan mental yang lebih baik daripada mereka yang tidak berolahraga.

    Sementara olahraga tim atau yang melibatkan kelompok sosial memiliki efek paling positif bagi kondisi jiwa. Penelitian itu juga menemukan bahwa berolahraga terlalu banyak juga tidak selalu lebih baik bagi kondisi psikologis. Hal itu karena mereka yang berolahraga setiap hari dilaporkan mempunyai tingkat kesehatan mental yang lebih rendah.

    Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Psychiatry menyatakan berolahraga selama sekitar 45 menit tiga hingga lima kali seminggu, akan memberikan manfaat terbesar. Studi tersebut mencakup semua jenis aktivitas fisik, mulai dari pengasuhan anak, pekerjaan rumah tangga, memotong rumput, dan memancing hingga bersepeda, pergi ke gym, berlari, dan bermain ski.

    Berolahraga membawa manfaat kesehatan dengan mengurangi risiko penyakit seperti penyakit jantung, stroke dan diabetes, tetapi hubungannya dengan kesehatan mental kurang jelas. Beberapa bukti menunjukkan olahraga dapat meningkatkan kesehatan mental, tetapi para ahli mencatat bahwa hubungan itu bisa berjalan dua arah.

    Penelitian tersebut menggunakan data dari 1,2 juta orang dewasa di 50 negara bagian AS. Mereka diminta untuk memperkirakan seberapa sering mereka berolaraga dalam 30 hari terakhir. Mereka kemudian diminta untuk menjelaskan bagaimana kesehatan mental mereka, apakah tidak baik karena stress, depresi, atau masalah emosi lainnya.

    Mereka juga ditanya seberapa sering mereka berolahraga dalam 30 hari terakhir di luar pekerjaan rutin. Pertanyaan juga mencakup berapa kali seminggu atau sebulan mereka melakukan latihan itu dan untuk berapa lama.

    Hasilnya disesuaikan berdasarkan usia, ras, jenis kelamin, status perkawinan, penghasilan, pendidikan, status pekerjaan, massa tubuh, serta kesehatan fisik. Rata-rata dalam sebulan, peserta memiliki 3,4 hari kesehatan mental yang buruk. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan mereka yang tidak berolahraga, yang berolahraga dilaporkan hanya memiliki 1,5 hari lebih sedikit kesehatan mental yang buruk, atau lebih rendah 43 persen.

    Sumber : Republika.co.id