Tag: obesitas

  • Manfaat Pola Makan Nabati Sehat untuk Penderita Diabetes dan Obesitas

    Manfaat Pola Makan Nabati Sehat untuk Penderita Diabetes dan Obesitas

    pola makan nabati

    Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pola makan nabati yang sehat dapat membantu penderita diabetes dan obesitas hidup lebih lama. Diet berbasis tumbuhan telah lama dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, namun baru-baru ini para peneliti menemukan hubungan yang lebih kuat antara konsumsi makanan nabati dan peningkatan angka harapan hidup, terutama pada individu dengan kondisi metabolik kronis seperti diabetes tipe 2 dan obesitas.

    1. Apa Itu Pola Makan Nabati Sehat?

    Pola makan nabati (plant-based diet) adalah pola makan yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri dari makanan yang berasal dari tumbuhan, seperti:

    • Sayur dan buah
    • Kacang-kacangan
    • Biji-bijian utuh
    • Legum (seperti lentil dan kacang polong)
    • Minyak nabati sehat, seperti minyak zaitun

    Namun, penting untuk membedakan antara pola makan nabati yang sehat dan yang tidak sehat. Diet nabati yang sehat menekankan makanan utuh dan alami, sementara versi yang tidak sehat bisa mengandung makanan olahan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh, meskipun berasal dari tumbuhan.

    2. Manfaat untuk Penderita Diabetes

    Pola makan nabati terbukti dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengontrol kadar gula darah dengan lebih efektif. Makanan tinggi serat seperti sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian membantu memperlambat penyerapan glukosa ke dalam darah, sehingga mencegah lonjakan gula darah yang tiba-tiba.

    Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa penderita diabetes tipe 2 yang menjalani diet nabati sehat mengalami penurunan kebutuhan akan obat-obatan dan bahkan mampu mengendalikan diabetes tanpa insulin.

    3. Manfaat untuk Penderita Obesitas

    Pola makan nabati biasanya rendah kalori dan tinggi serat, sehingga dapat membantu mengontrol nafsu makan dan meningkatkan rasa kenyang lebih lama. Hal ini penting untuk penderita obesitas yang ingin menurunkan berat badan secara berkelanjutan.

    Dengan mengurangi konsumsi daging merah, makanan tinggi lemak jenuh, dan makanan olahan, risiko komplikasi yang sering dialami penderita obesitas seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung juga dapat ditekan.

    4. Peningkatan Harapan Hidup

    Dalam studi terbaru, individu yang menerapkan pola makan nabati sehat memiliki risiko kematian dini yang lebih rendah dibandingkan mereka yang mengonsumsi makanan tinggi lemak hewani dan olahan. Efek perlindungan ini paling terasa pada mereka yang sudah memiliki penyakit metabolik.

    Para peneliti percaya bahwa kombinasi dari nutrisi nabati, seperti antioksidan, vitamin, dan fitonutrien, berperan penting dalam mengurangi peradangan, meningkatkan fungsi jantung, dan menjaga berat badan ideal.

    5. Tips Memulai Pola Makan Nabati

    • Mulailah dengan mengganti satu kali makan sehari dengan menu nabati.
    • Perbanyak konsumsi buah segar dan sayuran warna-warni.
    • Pilih sumber protein nabati seperti tempe, tahu, dan kacang-kacangan.
    • Kurangi asupan makanan olahan, meskipun berbasis tumbuhan.
    • Minum cukup air dan hindari minuman bergula.

    Kesimpulan

    Pola makan nabati yang sehat menawarkan banyak manfaat bagi penderita diabetes dan obesitas, termasuk peningkatan kontrol gula darah, penurunan berat badan, dan bahkan harapan hidup yang lebih panjang. Dengan langkah yang tepat dan konsisten, pola makan ini dapat menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat jangka panjang. Selalu konsultasikan dengan tenaga medis atau ahli gizi sebelum melakukan perubahan besar dalam pola makan Anda.

  • Bahaya Tidur Ketika Masih Pagi

    Aktivitas yang sibuk membuat seseorang mengorbankan waktu tidur malamnya untuk bekerja. Akibatnya, akan ada rasa kantuk pada pagi atau siang hari, sehingga memilih tidur pada waktu tersebut. Tahukah Anda ternyata bahaya tidur pagi bisa memengaruhi kesehatan tubuh?

    Jika Anda mengalami gejala mengantuk yang ekstrim di pagi atau siang hari, ini adalah gejala hipersomnia. Hal ini bisa disebabkan oleh narkolepsi, gangguan sleep apnea, gangguan sering bergerak saat tidur, dan berbagai obat-obatan. Saat Anda merasa lelah di siang hari, mudah marah, dan sering tidur pada pagi atau siang hari, ini salah satu tanda Anda mengalami gangguan tidur.

    Tidur saat pagi atau siang hari seringkali membuat kita sulit mengatur waktu tidur sehingga berisiko membuat kita kekurangan atau kelebihan tidur. Baik kelebihan maupun kekurangan tidur dapat menyebabkan masalah kesehatan pada tubuh kita.

    Berikut ini bahaya tidur pagi yang terkait dengan gangguan medis tertentu, di antaranya adalah:

    1. Diabetes
    2. Obesitas
    3. Sakit Kepala
    4. Gangguan metabolism
    5. Depresi
    6. Meningkatkan risiko terkena penyakit jantung

    Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal berjudul Nurses Health Study dilakukan dengan melibatkan 72 ribu wanita. Hasil dari penelitian ini adalah, jika wanita tidur terlalu lama atau terbiasa melakukannya hingga pagi hari, maka risiko untuk terkena penyakit jantung bisa meningkat hingga 38 persen lebih tinggi. Kekacauan metabolisme ditengarai ikut berpengaruh pada kesehatan jantung dan pembuluh darah dengan signifikan.

    1. Anemia

    Pakar kesehatan menyebut kebiasaan tidur di pagi hari bisa menyebabkan datangnya anemia. Hal ini tidak hanya menyebabkan tubuh menjadi lebih lesu, melainkan juga bisa mempengaruhi kondisi organ atau jaringan tubuh secara keseluruhan.

    Tidak hanya gangguan kesehatan tersebut, rasa kantuk yang berlebihan pada pagi dan siang hari bisa membahayakan keseharian Anda. Mulai dari mengemudi dalam keadaan mengantuk yang berbahaya, gangguan kemampuan mental dan emosi, serta mengganggu kinerja Anda.

    Tips mengatasi rasa kantuk yang ekstrim untuk menghindari bahaya tidur pagi antara lain dengan mempertahankan tidur yang teratur, hindari minuman beralkohol dan obat-obatan yang menyebabkan kantuk, dan cerita kepada teman, keluarga, dan rekan kerja agar tahu masalah yang Anda hadapi serta membantu mencari solusinya. Jika tidur berlebihan Anda disebabkan oleh obat tertentu dari dokter, jangan langsung menghentikan konsumsi obat, terkecuali atas perintah dokter Anda. Berolahraga teratur dan menciptakan suasana nyaman pada kamar tidur akan membantu mendapatkan waktu tidur yang dibutuhkan.

     

    Itulah penjelasan mengenai bahaya tidur di waktu pagi. Yakin masih mau tidur di waktu pagi?

    Semoga bermanfaat!

     

     

    Sumber :
    
    Alodokter.com
    
    Doktersehat.com
  • Yuk Kenali Penyebab Darah Tinggi Mulai Sekarang!

    Tekanan darah tinggi adalah kondisi di mana tekanan darah berada pada nilai 130/80 mmHg atau lebih. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah hipertensi. Jika tidak ditangani dengan tepat, hipertensi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, dan kebutaan.

    Tipe Tekanan Darah Tinggi

    Berdasarkan tipenya, penyakit darah tinggi bisa dibedakan menjadi dua yaitu:

    1. Tekanan darah tinggi primer

    Merupakan jenis tekanan darah tinggi yang paling banyak terjadi. Hampir 90% kasus penyakit darah tinggi pada orang dewasa termasuk dalam jenis ini.

    Hipertensi primer cenderung butuh waktu bertahun-tahun untuk terjadi. Meski demikian, penyebabnya belum bisa dipastikan. Namun, diduga berkaitan dengan faktor genetik (keturunan), gaya hidup, serta pola makan yang kurang sehat.

    1. Tekanan darah tinggi sekunder

    Merupakan jenis penyakit darah tinggi yang lebih jarang terjadi. Penyebab darah tinggi sekunder berkaitan dengan adanya penyakit lain, seperti:

    1. Penyakit ginjal
    2. Diabetes
    3. Kelainan hormon, seperti pada gangguan tiroid
    4. Sleep apnea (gangguan pernapasan yang terjadi saat tidur)
    5. Penyakit jantung bawaan
    6. Obesitas
    7. Tumor otak
    8. Tumor kelenjar adrenal

    Mengonsumsi obat-obatan tertentu juga bisa menjadi penyebab darah tinggi sekunder. Obat-obatan yang dapat menyebabkan darah tinggi antara lain adalah:

    1. Pil KB.
    2. Obat flu dan batuk, seperti dekongestan.
    3. Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS).
    4. Obat herbal yang mengandung licorice atau akar manis.
    5. Obat-obatan terlarang, seperti kokain dan amfetamin.

    Penyebab Darah Tinggi secara Umum

    Dalam banyak kasus, penyebab darah tinggi belum diketahui secara pasti. Namun menurut para ahli, kombinasi beberapa faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita darah tinggi:

    1. Keturunan

    Seseorang menjadi lebih rentan terkena darah tinggi jika ia memiliki orang tua atau sanak keluarga yang menderita darah tinggi. Hal ini diduga berkaitan dengan faktor genetik.

    1. Usia

    Seiring bertambahnya usia, organ dan pembuluh darah di dalam tubuh akan mengalami perubahan, termasuk ginjal dan pembuluh darah. Perubahan pada ginjal akan menurunkan fungsinya, sehingga mengganggu keseimbangan garam dan cairan dalam tubuh. Sedangkan perubahan pada pembuluh darah akibat penuaan menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi kaku.

    1. Pola makan yang tidak sehat

    Penyebab darah tinggi juga terkait dengan faktor makanan yang tidak sehat. Terlalu sering mengonsumsi makanan yang asin dan berlemak (tinggi kolesterol) atau kekurangan kaliumdapat meningkatkan risiko seseorang terkena darah tinggi.

    1. Obesitas

    Berat badan berlebih atau obesitas dapat meningkatkan risiko darah tinggi. Semakin gemuk tubuh seseorang, semakin banyak darah yang diperlukan untuk memasok oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.

    1. Jarang berolahraga

    Orang yang jarang berolahraga cenderung akan memiliki detak jantung yang lebih tinggi dan rentan terkena obesitas. Hal ini dapat membuat jantung harus bekerja lebih keras, sehingga meningkatkan risiko hipertensi.

    1. Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol

    Ini berlaku bagi perokok aktif maupun perokok pasif. Perlu diketahui, zat kimia pada tembakau dapat menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah, sehingga meningkatkan tekanan dalam pembuluh darah dan jantung.

    Begitu juga dengan konsumsi minuman beralkohol terlalu sering. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang terlalu sering mengonsumsi alkohol dalam jumlah lebih (lebih dari 7 kali per minggu) cenderung mengalami hipertensi.

    1. Stres

    Stres, sering cemas, dan kurang tidur merupakan beberapa faktor risiko yang cukup sering berkontribusi pada munculnya darah tinggi. Hal ini diduga berkaitan dengan peningkatan hormon stres, seperti kortisol dan adrenalin, saat seseorang mengalami stres berkepanjangan.

    Itulah beberapa penyebab darah tinggi yang harus Anda waspadai mulai sekarang.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Alodokter.com

  • Masih Suka Makan Tengah Malam? Baca Dulu Artikel Ini

    Banyak orang yang berpikir bahwa mengonsumsi makanan terlalu malam hanya akan menambah ukuran pinggang. Namun ternyata kebiasaan buruk itu juga bisa berdampak negatif pada kesehatan tubuh.

    Berbeda jika mengonsumsi makanan padat kalori di siang hari dapat memberikan tambahan energi, mengendalikan nafsu makan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Namun jika makanan kaya kalori dikonsumsi pada malam hari, justru bisa berakibat sebaliknya. Selengkapnya simak bahaya makan malam berikut ini.

    1. Kualitas tidur terganggu

    Jika Anda merasa lapar di waktu yang tidak tepat, seperti makan tengah malam, hindarilah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung cairan seperti sup atau milkshake untuk mencegah keinginan buang air kecil (BAK) saat tidur. Hindari pula makanan dan minuman berkafein, seperti cokelat, kopi, minuman berenergi dan makanan energi lainnya karena bisa membuat Anda sulit tidur dan menyebabkan pusing ringan saat siang hari. Konsumsi alkohol larut malam juga dapat menyebabkan insomnia berkepanjangan, jika terlalu banyak minum.

    Sebagai gantinya jika memang ingin makan tengah malam, pakar kesehatan khusus tidur Dr Timothy Morgenthaler merekomendasikan camilan sehat seperti oatmeal dengan susu rendah lemak dan menghindari makanan berposi besar serta pedas karena bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada perut.

    2. Menambah berat badan

    Walau tidak berpengaruh secara langsung, akibat makan malam bisa mengakibatkan peningkatan berat badan. Menurut Erica Blackburg dalam wawancara dengan ABC News, orang sering memilih kripik dan es krim untuk dikonsumsi di malam hari.

    Makanan seperti itu padat akan kalori, rendah nutrisi dan ‘ringan’ sehingga tidak memberikan rasa kenyang yang akhirnya mengakibatkan konsumsi berlebihan. Jika Anda membatasi kalori pada keesokan harinya dengan tujuan kompensasi, maka siklus makan ini bisa terjadi lagi dan menyebabkan berat badan meningkat drastis.

    Makan tengah malam yang mengandung kalori sebenarnya dapat meningkatkan kesehatan, namun hal ini hanya berlaku bagi mereka yang sakit atau sedang dalam perawatan medis dan memiliki nafsu makan yang kurang. Jika Anda salah satunya, pilih makanan sehat kaya kalori seperti kacang-kacangan, alpukat, keju atau makanan ringan olahan.

    3. Heartburn dan acid reflux

    Acid Reflux adalah kondisi umum di mana asam lambung naik kembali ke kerongkongan setelah makan. Kondisi ini biasanya disertai dengan rasa mulas atau nyeri seperti terbakar (heartburn) pada bagian tengah dada. Walau tidak setiap saat, kondisi tersebut biasanya terjadi sebagai ‘peringatan’ atas penyakit GERD (gastroesophageal reflux disease) kronis.

    Berbaring setelah makan dapat memicu acid reflux dan gejala GERD lainnya, menurut National Digestive Diseases Information Clearinghouse. Terlalu banyak makan tengah malam  dengan kandungan tinggi lemak, berminyak atau asam dapat meningkatkan risiko penyakit acid reflux. Oleh karena itu hindari makan tengah malam jika Anda rentan terhadap acid reflux atau heartburn.

    4. Nighttime eating syndrome

    Makan tengah malam mungkin merupakan gejala depresi yang berkaitan dengan kondisi yang disebut Nighttime Eating Syndrome (NES atau sindrom makan tengah malam). Orang dengan NES makan sebagian besar kebutuhan kalori setelah jam 6 sore, menurut Dr. Michael Craig Miller dari Harvard Health Publications.

    Orang dengan NES kebanyakan mengalami depresi dan makan tengah malam karena ketidakseimbangan hormon. Makan tengah malam biasanya melibatkan gula dan karbohidrat, yang merupakan makanan pemicu rasa nyaman sehingga dapat mengobati diri sendiri.

    5. Memengaruhi ingatan

    Menurut peneliti Amerika, efek makan malam bisa berdampak negatif terhadap ingatan Anda. Penelitian, dari University of California, menemukan bahwa makan pada jam tidak teratur – seperti tengah malam – berpotensi memengaruhi fungsi kognitif.

    Selama dua minggu, para peneliti memberi makan pada satu kelompok tikus – hewan nokturnal – pada siang hari, sementara kelompok lainnya diberi makan saat tengah malam seperti biasanya.

    Mereka kemudian menguji kemampuan tikus untuk membedakan objek baru di kandang mereka. Akibat makan malam atau kebiasaan makan yang terganggu menunjukkan kemampuan tikus  lebih rendah untuk mengenali objek baru daripada tikus yang terus makan seperti biasa. Selain itu, mereka juga menemukan bahwa kemampuan untuk menciptakan ingatan jangka panjang rusak pada tikus yang diberi makan pada siang hari.

    6. Bermimpi aneh

    Pada tahun 2015, sepasang psikolog Kanada menyelidiki apakah kebiasaan makan orang dapat memiliki efek negatif pada pola tidur dan bermimpi.

    Tore Nielsen dan Russell Powell meminta hampir 400 mahasiswa untuk mengisi kuesioner tentang pola makan, tidur, dan pengalaman mimpi dan menemukan bahwa 18 persen percaya makanan memiliki kemampuan untuk “membuat mimpi mereka lebih aneh atau mengganggu.”

    Selain makan terlalu banyak jenis makanan tertentu (produk susu dan makanan pedas), Nielsen dan Powell mendapati bahwa makan tengah malam juga merupakan penyebab mimpi yang membingungkan. Mereka mengatakan ini bisa jadi karena efek makan tengah malam sering menyebabkan ketidaknyamanan gastrointestinal yang pada gilirannya dapat menyebabkan kesulitan tidur.

    7. Meningkatkan risiko serangan jantung

    Para ahli telah menemukan bahwa bahaya makan tengah malam setelah jam 7 malam dapat meningkatkan risiko menderita serangan jantung.

    Menurut peneliti, kita harus menentukan frekuensi ideal dan waktu makan karena bagaimana kita makan mungkin sama pentingnya dengan apa yang kita makan.

    Makan sarapan itu penting, kita harus makan sarapan untuk mendapatkan tenaga, juga tidak boleh melewatkan makan siang. Sementara makan malam harus dengan porsi yang sedikit dan tidak boleh lebih lambat sebelum jam tujuh malam.

    8. Diabetes

    Efek makan tengah malam menyebabkan Anda menghindari makanan pada jam makan malam normal, sehingga meningkatkan peluang mengembangkan diabetes tipe 2, karena gula dan insulin mengalami kesulitan berinteraksi satu sama lain setelah periode kelaparan.

    Semoga bermanfaat!

     

     

     

    Sumber :

    • doktersehat.com
    • wolipop.detik.com
  • Hindari Sarapan Sereal Terlalu Sering. Ini Alasannya!

    Di hari-hari yang super sibuk, sereal bisa menjadi pilihan menu sarapan yang praktis. Tinggal tuang susu dan sereal favorit Anda, sarapan siap santap dalam waktu singkat. Sereal gandum utuh diyakini sebagai sarapan sehat karena berkhasiat bagi tubuh. Tetapi ahli gizi justru menyebutkan efek negatif konsumsi sereal.

    Menu sarapan sangat mempengaruhi kondisi tubuh. Untuk itu, ketahui apa khasiat serta efek samping yang diberikan menu sarapan. Terlebih bagi Anda penikmat sereal.

    Berikut adalah 5 efek negatif yang ada dalam semangkuk sereal berdasarkan keterangan ahli gizi asal India, Pooja Malhotra, seperti dilansir NDTV (19/9).

    1. Berat badan naik

    Sereal yang ada kebanyakan mengandung banyak pengawet, zat aditif makanan, dan gula. Ini digunakan untuk membuat sereal terlihat lebih menggugah selera. Apalagi bagi anak-anak. karenanya, konsumsi serela secara teratur bisa sebabkan kenaikan berat badan.

    2. Iritasi usus

    Ini Efek yang Dirasa Tubuh Kalau Suka Konsumsi Sereal Gandum Saat Sarapan
    Foto: iStock

    Sereal berbahan dasar gandum mengandung gluten. Orang yang alergi terhadap gluten bisa mendapat efek negatif dari konsumsi sereal gandum. Ini karena gluten bisa sebabkan iritasi pada usus. Akibatnya, sistem pencernaan akan bekerja lebih lambat.

    Gluten akan bertindak seperti lem yang secara bertahap menumpuk di usus. Tubuh akan menyerap nutrisi lebih sedikit jika terjadi masalah dalam sistem pencernaan. Penderita alergi gluten juga akan merasakan kembung, sakit perut, diare hingga sembelit. Lebih buruknya, gluten memperlambat laju metabolisme tubuh. Sehingga mudah mengalami kenaikan berat badan

    3. Tak mengandung banyak nutrisi

    Ini Efek yang Dirasa Tubuh Kalau Suka Konsumsi Sereal Gandum Saat Sarapan
    Foto: Istimewa

    Meskipun terdapat keterangan terbuat dari biji-bijian atau bahan rendah lemak, sereal mengandung banyak gula. Selain itu, seluruh biji-bijian yang ada melewati proses yang panjang hingga akhirnya menjadi sereal. Proses panjang ini menyebabkan banyak nutrisi yang hilang dari sereal.

    4. Tinggi gula dan karbohidrat olahan

    Sereal mengandung banyak gula. Jika Anda melahapnya sebagai sarapan, menu itu akan meningkatkan gula dalam darah. Sesaat setelahnya, gula darah dalam tubuh akan turun drastis. Sehingga tubuh akan merasa lapar lagi. Jika Anda menurutinya, Anda memberikan asupan karbohidrat tambahan bagi tubuh. Meski Anda hanya melahap camilan. Selain itu, konsumsi gula berlebih meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kanker.

    5. Sulit dicerna

    Ini Efek yang Dirasa Tubuh Kalau Suka Konsumsi Sereal Gandum Saat Sarapan
    Foto: Getty Images

    Pada tahun 2004, The Canadian Medical Association mengungkap bahwa sereal dibuat melalui proses ekstrusi. Prosedur pembuatan ini menghancurkan asam lemak dan vitamin dalam biji-bijian. Selain itu mengubah struktur asam amino yang ada.

    Itulah 5 efek negatif dari sereal yang perlu anda ketahui. Namun bukan berarti anda tidak boleh sarapan dengan sereal. Hanya saja tidak boleh terlalu sering sarapan dengan sereal.

    Semoga bermanfaat!

     

     

     

    Sumber :

  • Waspada Minuman Bersoda Bisa Bikin Gemuk

    Siapa yang tidak kenal dengan soda.

    Minuman bersoda tidak hanya buruk bagi kesehatan, tetapi juga terhadap berat badan. Bagi Anda yang ingin memiliki tubuh lebih ramping, cobalah untuk mengurangi minum minuman bersoda. Sebab, minuman jenis ini dapat memicu Anda untuk makan lebih banyak, yang berujung pada obesitas. Kesimpulan ini diperoleh dari penelitian yang digelar Universitas Birzeit di Palestina, dan didanai dengan hibah dari institusi yang sama.

    Segelas Soda

    Hubungannya dengan obesitas

    Teori kalori dan gula tersebut dibuktikan dalam sebuah penelitian ilmiah oleh Malik VS dkk. Jurnal yang dimuat di American Jornal of Clinical Nutrition ini membuktikan bahwa asupan minuman soda berhubungan dengan peningkatan berat badan seseorang.

    Setiap kaleng minuman soda yang dikonsumsi mampu meningkatkan risiko obesitas hingga 60%. Studi lain menyebutkan asupan yang sama mampu menambah timbangan Anda 0,5 kg dalam 4 tahun. Itu baru hitung-hitungan satu kaleng soda.

    Mengingat minum soda berpotensi bikin gemuk dan mengancam kesehatan, ada baiknya Anda berpikir ulang sebelum meneguknya. Pilih jenis minuman yang lebih sehat seperti air putih atau jus tanpa pemanis tambahan. Selain lebih bersahabat dengan timbangan, minuman ini juga baik untuk menjaga tubuh tetap fit dan tidak mudah sakit.

    Penyebab soda menambah gemuk

    1. Soda Punya Kandungan Kalori Yang Tinggi

    Tahukah anda bahwa terlalu banyak kalori dapat menyebabkan kenaikan berat badan? Dalam sebuah kaleng soda rata-rata memiliki sekitar 150 kaloridan ini akan menambah berat badan kita apalagi kalau kita konsumsi setiap hari. Terbayang kalau kita minum soda dalam Super Big, kita mungkin dapat menimbun kalori sekitar 1.000 kalori ekstra.

    2.Banyak Gula Dalam Soda

    Kecuali kalau kita minum diet soda, mungkin gula yang terkandung hanya sedikit dalam soda tersebut. Bahkan, dalam sekaleng soda memiliki kandungan gula lebih dari yang kita butuhkan sepanjang hari. Inilah yang membuat soda juga bisa menyebabkan kenaikan berat badan.

    3. Soda Dapat Menambah Energi, Tapi Miskin Gizi

    Minum soda mungkin dapat memberikan energi karena gula yang dikandungnya. Namun, kita tidak mendapatkan vitamin atau mineral dan hanya mendapatkan terlalu banyak gula. Banyak perempuan menghindari makanan ringan karena takut berat badan, tetapi kenyataannya adalah makanan ringan sebenarnya pilihan yang lebih baik daripada minum soda. Konsumsilah sepotong buah dan dapatkan kandungan  gula alami dan serat untuk membantu kita mendapatkan energi.

    4. Soda Juga Bisa Bikin Kita Kecanduan

    Ketika meminum soda setiap hari, kita akan terbiasa menginginkannya satu dalam setiap hari. Rasanya yang manis dan bisa meredam dahaga membuat kita merasa nyaman untuk mengkonsumsinya. Inilah yang membuat soda mudah menaikkan berat badan.

    5. Bahkan Soda Low Fat Juga Bisa Buat Gemuk

    Beralih ke soda rendah lemak bukan berarti kita terbebas dari kenaikan berat badan. Penelitian menunjukkan bahwa ketika kita meminum soda rendah lemak saat menjalankan diet, tubuh kita berpikir untuk mendapatkan sesuatu yang manis dan kita selalu ingin mencoba untuk makan makanan yang manis. Inilah yang membuat diet gagal. Selain itu, ada beberapa bukti bahwa pemanis buatan menimbulkan risiko kesehatan. Pilihlah air mineral sebagai gantinya.

    Baca juga : banyak orang tidak tahu. ternyata ini penyebab diet selalu gagal

    Demikianlah artikel mengenai minuman bersoda. Ada baiknya kita mengurangi minum minuman bersoda dan menggantinya dengan air putih. Agar menjadikan tubuh kita lebih sehat.

    Semoga bermanfaat!

     

     

    Sumber :

  • Dibalik nikmatnya kerupuk. Ini 9 bahaya dari kerupuk!

    Selain suka dengan makanan pedas, masyarakat Indonesia juga dikenal luas sebagai pecinta kerupuk. Bahkan, banyak orang yang mengaku tidak bisa menikmati makanan tanpa adanya kerenyahan kerupuk sebagai salah satu lauknya. Selain teksturnya yang renyah, rasanya juga gurih. Tetapi, makan kerupuk secara berlebihan ternyata tidak baik buat kesehatanmu.

    Kerupuk putih

    Berikut ini tabel kandungan gizi pada 100 gram kerupuk.

    Energi (Kkal) Protein (gram) Lemak (gram) Karbohidrat (gram) Air(gram)
    Kerupuk Aci 350 0.5 0.2 85.9 12.0
    Kerupuk Ikan 342 16.0 0.4 65.6 16.0
    Kerupuk Udang 359 17.2 0.6 68.2 12.0
    Kerupuk Rambak 422 83.0 4.0 0 15.0
    Kerupuk Melinjo 345 12.0 1.5 71.5 13.0

    Rata-rata jumlah kerupuk ketika dikonsumsi sebagai teman makan ialah 7,5 gram. Jadi, dalam sekali makan kerupuk memberikan 30 kkal energi, 0,06 gram protein, 0,08 gram lemak, dan 12 gram karbohidrat. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa kerupuk memiliki kandungan gizi yang sedikit. Dengan nutrisi yang sedikit itu, kerupuk tidak akan memberikan manfaat yang begitu banyak bagi tubuh.

    Setelah mengetahui kandungan gizi pada kerupuk, ketahui juga dampak yang ditimbulkan mengonsumsi kerupuk secara berlebihan. Berikut dampaknya :

    1. Merusak Organ dan Saluran Pencernaan

    Kerupuk yang mengandung zat-zat kimia dapat merusak organ dan saluran pencernaan kita. Apalagi jika dilihat dari kandungan gizinya, kerupuk tidak memberikan nutrisi yang cukup bagi tubuh.

    2. Makanan yang Lebih Penting Akan Membusuk Lebih Cepat

    Untuk mencerna makanan diperlukan waktu yang tidak sedikit. Apabila kita terlalu banyak mengonsumsi kerupuk, yang nutrisinya sedikit, makanan yang kita konsumsi setelah kerupuk akan mengantri. Jika terlalu lama mengantri, makanan tersebut akan membusuk lebih cepat ketika nutrisinya belum terserap semua.

    3. Merusak Organ Hati

    Tidak jarang kita temui penjual-penjual kerupuk yang memasukkan bahan-bahan kimia berbahaya ke dalam kerupuk. Terlalu banyak mengonsumsi kerupuk yang mengandung bahan-bahan berbahaya dapat membuat kerja hati terbebani. Hal ini berkaitan dengan fungsi hati, yaitu menetralisir racun dalam tubuh dan makanan. Dalam jangka panjang, keadaan ini akan menyebabkan gangguan hati, seperti sirosis.

    4. Meningkatnya Risiko Gagal Ginjal

    Selain memberatkan hati, bahan-bahan kimia berbahaya dalam kerupuk juga dapat memberatkan kerja ginjal yang memiliki fungsi untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Dengan membiarkan ginjal bekerja berlebihan, lama-kelamaan akan terjadi penurunan fungsi ginjal sampai akhirnya terjadi gagal ginjal.

    5. Merusak Kerja Otak

    Zat-zat kimia berbahaya dalam kerupuk mampu mempengaruhi kinerja otak dan sistem saraf lain. Jika otak, yang notabene merupakan sistem pusat koordinasi, sudah rusak, maka akan timbul penyakit lainnya.

    6. Merusak Hormon

    Salah satu zat dalam kerupuk yang merusak hormon ialah polycarbonate dan bispherol A.

    7. Meningkatkan Risiko Kanker

    Tidak jarang para penjual kerupuk memakai plastik sebagai bahan pembuatan kerupuk. Hal ini bertujuan untuk membuat kerupuknya semakin renyah. Jika plastik itu berhasil masuk ke dalam tubuh, maka ia akan mengendap di suatu tempat. Tempat pengendapan plastik itu dapat menjadi sasaran empuk bagi kanker. Jadi, semakin banyak mengonsumsi kerupuk, semakin meningkat risiko kanker terjadi.

    8. Obesitas

    Kerupuk dapat berakibat negatif ketika dimakan sebagai camilan yang gurih atau manis. Misalnya, ketika makan kerupuk melinjo manis. Orang akan lupa dan tidak sadar telah mengonsumsi terlalu banyak. Dengan mengonsumsi 50 gram kerupuk melinjo goreng kita telah mendapatkan 8 gram lemak dan 35 gram karbohidrat. Hal ini sudah cukup memicu naiknya berat badan.

    9. Merusak Garis Keturunan Pada Ibu Hamil

    Ibu hamil yang mengkonsumsi kerupuk secara berlebihan akan membahayakan janinnya. Sebab, kandungan yang terdapat dalam kerupuk memungkinkan terjadinya mutasi sel atau kromosom yang menyebabkan mutasi genetik. Hal tersebut terjadi karena adanya kelainan dalam darah sang Ibu.

    10. Tekanan Darah Tinggi Akibat Kadar Natrium Dalam Kerupuk

    Hampir semua kerupuk rasanya begitu menggiurkan karena giruh. Hal ini disebabkan oleh taburan garam dan bumbu penyedap yang biasa digunakan dalam julah yang tidak sedikit pada proses pembuatannya. Nah, penggunaan garam tersebut memicu tingginya kadar natrium dalam kerupuk. Apabila mengkonsumsinya secara berlebihan maka kamu bisa terkena tekanan darah tinggi.

    Itulah pembahasan mengenai dampak dari mengonsumsi kerupuk. Sebenarnya boleh-boleh saja mengonsumsi kerupuk tetapi tidak boleh banyak dan jangan terlalu sering. Semoga bermanfaat!

     

     

    Sumber dan referensi :