Tag: nasi

  • 9 Cara Sehat Mengonsumsi Nasi Putih Menurut Ahli Gizi

    9 Cara Sehat Mengonsumsi Nasi Putih Menurut Ahli Gizi

    nasi putih

    Nasi putih sering kali dianggap sebagai makanan yang harus dihindari, terutama bagi mereka yang ingin menjaga berat badan atau kadar gula darah. Padahal, jika dikonsumsi dengan cara yang tepat, nasi putih tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat. Menurut para ahli gizi, kunci utamanya adalah memperhatikan porsi, kombinasi, dan cara penyajiannya. Berikut sembilan cara sehat menikmati nasi putih agar tetap bergizi dan tidak membahayakan kesehatan.

    1. Perhatikan Porsi Konsumsi

    Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah ukuran porsi. Nasi putih memang mengandung karbohidrat sederhana yang mudah dicerna, namun jika dikonsumsi berlebihan, dapat meningkatkan kadar gula darah. Oleh karena itu, batasi porsinya menjadi sekitar setengah cangkir hingga satu cangkir per makan.

    2. Padukan dengan Sumber Serat

    Untuk menyeimbangkan kadar gula darah dan meningkatkan rasa kenyang, penting untuk mengonsumsi nasi putih bersama makanan tinggi serat seperti sayur-sayuran, kacang-kacangan, atau biji-bijian. Serat akan memperlambat penyerapan gula dan membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.

    3. Tambahkan Protein Seimbang

    Menggabungkan nasi putih dengan sumber protein seperti ayam, tahu, tempe, telur, atau ikan dapat membantu menstabilkan kadar gula darah dan memperkuat otot. Protein juga membantu mengurangi lonjakan insulin setelah makan.

    4. Pilih Cara Masak yang Sehat

    Hindari menggoreng nasi putih dengan banyak minyak atau mentega. Sebagai gantinya, masaklah dengan cara dikukus atau direbus. Hindari juga tambahan garam atau saus yang berlebihan agar kandungan natrium tetap terjaga.

    5. Konsumsi Saat Dingin

    Menariknya, nasi putih yang telah didinginkan dan dipanaskan kembali membentuk resistant starch, yaitu jenis pati yang tidak mudah dicerna oleh tubuh. Pati ini bermanfaat bagi kesehatan usus dan membantu menjaga kadar gula darah.

    6. Gunakan Nasi Putih Sebagai Pelengkap

    Alih-alih menjadikan nasi sebagai menu utama, ubah pola pikir dengan menganggap nasi sebagai pelengkap saja. Isilah setengah piring dengan sayuran, seperempat dengan protein, dan sisanya dengan nasi putih. Pola ini dikenal dengan sebutan Healthy Plate.

    7. Coba Variasi Nasi dengan Rempah

    Menambahkan rempah seperti kunyit, jahe, atau bawang putih ke dalam nasi tidak hanya membuatnya lebih lezat, tetapi juga menambahkan manfaat anti-inflamasi dan antioksidan. Ini bisa menjadi alternatif sehat tanpa perlu menambahkan bumbu instan atau penyedap rasa.

    8. Hindari Lauk Tinggi Lemak Jenuh

    Lauk pauk seperti gorengan, daging berlemak, atau makanan bersantan berat bisa menghilangkan nilai sehat dari nasi putih. Lebih baik pilih lauk yang dikukus, dipanggang, atau ditumis dengan sedikit minyak zaitun.

    9. Sesuaikan dengan Aktivitas Fisik

    Jika kamu aktif bergerak atau berolahraga secara rutin, nasi putih bisa menjadi sumber energi yang efektif. Namun, jika aktivitasmu cenderung ringan atau pasif, kurangi porsi nasi untuk mencegah penumpukan kalori.

    Kesimpulan

    Nasi putih bukanlah musuh dalam dunia kesehatan. Yang membuatnya berisiko adalah pola konsumsi yang berlebihan dan tidak seimbang. Dengan memperhatikan porsi, kombinasi makanan, serta cara pengolahannya, nasi putih tetap bisa menjadi bagian dari pola makan yang sehat. Jadi, tak perlu takut makan nasi putih—yang penting adalah bijak dalam mengonsumsinya.

  • Makan Nasi Putih Bisa Bikin Ngantuk?

    Nasi sudah menjadi makanan utama bagi masyarakat Indonesia. Belum lengkap rasanya bila makan tanpa nasi. Beberapa orang juga berpendapat jika belum ketemu nasi seperti belum makan. Namun banyak juga yang menyebutkan bahwa makan nasi bikin ngantuk.

    Perasaan ngantuk dan lemas setelah makan bisa jadi salah satu reaksi tubuh Anda terhadap proses perubahan kimia dalam sistem pencernaan Anda. Hal ini berarti ini normal terjadi pada setiap orang. Namun,i apakah benarkah makan nasi bikin ngantuk? Cari tahu faktanya di bawah ini.

    Kandungan nutrisi nasi putih

    Nasi putih adalah sumber kalori yang bagus. Satu cangkir nasi putih mengandung sekitar 165 kalori. Sebagian besar kalori dalam nasi berasal dari karbohidrat, dengan kandungan karbohidrat per porsinya sebesar 35 gram.

    Karena tinggi akan kandungan karbohidrat dan kalori, maka nasi putih biasanya dijadikan menu makanan utama. Sebagai jenis makanan pokok, nasi putih bisa memberikan sumber energi yang besar untuk tubuh.

    Nasi juga mengandung protein sebesar 3,3 gram. Tak ketinggalan, nasi putih mengandung banyak mineral dan vitamin yang bermanfaat untuk tubuh seperti vitamin D, zat besi, serat, kalsium, riboflavin dan tiamin.

    Mengapa makan nasi bikin ngantuk?

    Nasi merupakan makanan yang mengandung karbohidrat tinggi. Nasi juga memilki nilai indeks glikemik yang tinggi. Indeks glikemiks sendiri adalah standar yang dipakai untuk mengukur seberapa cepat makanan tertentu meningkatkan kadar gula di dalam darah.

    Hal ini yang menyebabkan rasa ngantuk muncul setelah mengonsumsi nasi. Mengapa bisa seperti itu? Ini karena tubuh manusia akan bereaksi terhadap asupan nutrisi yang didapatkan.

    Tubuh membutuhkan tenaga yang sangat besar untuk memecah komponen karbohidrat yang kemudian akan di serap oleh sel-sel tubuh. Proses tersebut dapat memicu peningkatan gula darah dalam tubuh. Nah, supaya kadar gula tidak terlalu banyak dalam tubuh, organ pankreas akan lantas menghasilkan hormon yang disebut insulin.

    Insulin mampu meningkatkan kadar triptofan dalam otak. Selanjutnya, triptofan akan meningkatkan kadar hormon bernama serotonin dan melatonin.

    Kedua hormon ini berkaitan erat dengan munculnya rasa mengantuk. Serotonin membuat Anda merasa tenang dan nyaman. Sedangkan melatonin sendiri adalah hormon yang akan diproduksi agar tubuh bisa beristirahat. Jadi jangan heran jika setelah Anda makan nasi, terutama dalam porsi yang besar, Anda akan merasa mengantuk.

    Bagaimana cara mencegahnya?

    Meskipun makan nasi bikin ngantuk, bukan berarti nasi tidak baik sama sekali. Anda tetap bisa mengonsumsi nasi tanpa khawatir jadi mengantuk. Berikut tips-tips mencegah ngantuk setelah makan nasi yang bisa Anda terapkan.

    • Makan nasi cokelat, nasi merah, atau nasi hitam sebagai alternatif makanan pokok Anda. Jenis-jenis nasi tersebut memiliki nilai indeks glikemik yang lebih rendah daripada nasi putih. Karena itu, Anda masih bisa mengonsumsi nasi tanpa takut langsung mengantuk.
    • Konsumsi protein yang lebih banyak seperti ikan atau ayam ke dalam pola makan Anda. Anda juga dapat mengonsumsi makanan jenis lemak yang sehat seperti alpukat, kacang-kacangan, tahu, serta biji-bijian.
    • Apabila Anda merasa lemas atau mengantuk setelah makan nasi, cobalah jalan kaki selama 20 menit. Melakukan aktivitias fisik akan meningkatkan kadar energi di dalam tubuh dan mengusir kantuk.
    • Minum air putih secukupnya, karena kekurangan air putih dapat membuat Anda semakin lemas. Dianjurkan untuk minum air putih sekitar delapan gelas per hari.
    • Jangan makan nasi berlebihan. Usahakan untuk menyeimbangkan porsi makan Anda dengan nutrisi lain seperti protein rendah lemak, vitamin, mineral, dan serat.

     

    Sumber: hellosehat.com

  • Suka makan nasi panas? simak ini sebelum anda menyesali akibatnya.

    Nasi panas seringkali jadi favorit banyak orang. Terlebih lagi sekarang sudah jamannya memasak nasi dengan rice cooker, tak heran jika banyak orang yang ingin makan dan langsung mengambil nasi yang masih panas dari rice cooker. Apalagi jika seseorang dalam kondisi sangat lapar, tidak mungkin sekali orang tersebut menunggu nasi menjadi dingin terlebih dahulu.

    Nasi panas

    Pakar kesehatan nutrisi dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, SpGK menyebutan bahwa kandungan gula yang ada pada nasi dingin ternyata lebih rendah jika dibandingkan dengan nasi yang masih panas. Bahkan, ada anggapan yang menyebutkan bahwa nasi dingin lebih baik untuk dikonsumsi penderita diabetes gara-gara hal ini.

    Penelitian memang berhasil membuktikan bahwa nasi yang dibiarkan pada suhu ruangan cenderung memiliki indeks glikemik yang rendah. Hanya saja, menurut dr. Juwalita, bukan berarti diet sehat akan terpenuhi hanya dengan makan nasi dingin. Ada baiknya kita juga tetap memperhatikan asupan bergizi seimbang antara karbhidrat, protein, serta sayu-mayur.

    Selain mengkonsumsi nasi dingin, mereka yang berada dalam kondisi sehat atau yang memiliki diabetes juga sebaiknya mulai mengkonsumsi karbohidrat yang kompleks seperti yang ada dalam gandum utuh, nasi merah, nasi hitam, nasi cokelat, atau bahkan roti gandum. Dengan mengkonsumsi makanan berkarbohidrat yang kaya serat ini, maka kadar gula darah tidak akan mudah naik dengan cepat sehingga baik bagi kesehatan tubuh.

    Diabetes sweet on plate

    Dr. Juwalita juga berpesan pada penderita diabetes untuk selalu rutin melakukan olahraga. Selain itu, ada baiknya kita juga tidak berolahraga saat kondisi perut masih kosong karena bisa meningkatkan indeks glukosa dalam tubuh dengan cepat. Jika hal ini dibiarkan, dikhawatirkan kadar gula darah akan drop dengan cepat dan memicu jatuh pingsan. Makanlah sesuatu yang ringan setidaknya 15 menit sebelum melakukan olahraga.

    Jadi mulai sekarang masih mau makan nasi hangat?

    Semoga bermanfaat!

     

     

    Sumber : doktersehat.com

  • Kelebihan Karbohidrat akan Membawa Dampak Negatif ke Tubuh

    Karbohidrat merupakan salah satu nutrisi penting untuk tubuh manusia. Keseimbangan asupan nutrisi ini perlu diperhatikan karena nyatanya kekurangan karbohidrat sama berisiko dengan kelebihan karbohidrat.

    cara menahan lapar saat diet

    Kebanyakan orang Indonesia menganggap belum makan jika belum ada nasi di dalam piringnya. Meski sudah makan roti atau mie sebelumnya, tapi kalau belum bertemu nasi, rasanya masih ada yang kurang. Kebiasaan ini tanpa disadari membuat kita terlalu banyak makan karbohidrat. Memang, tubuh perlu karbohidrat sebagai sumber energi utama. Namun, tahukah Anda apa saja dampak yang terjadi akibat kelebihan karbohidrat?

    1. Diabetes

    Risiko inilah risiko yang kerap terjadi pada penderita yang memiliki karbohidrat terlalu tinggi. Diabetes disebabkan oleh jumlah glukosa di dalam tubuh. Glukosa merupakan zat gula yang digunakan oleh tubuh untuk bekerja. Salah satu sumber tenaga ialah berasal dari zat gula tersebut. Karbohidrat merupakan asupan makanan yang mengandung banyak gula, sehingga apabila terlalu berlebihan di dalam tubuh maka kandungan gula juga akan meningkat.

    Selanjutnya zat gula akan ikut di dalam proses pencernaan dan sebagian masuk ke aliran darah. Apabila di dalam darah terlalu banyak mengandung zat gula, kemungkinan terkena diabetes cukup tinggi. Untuk itu, jaga asupan karbohidrat untuk mengurangi risiko kelebihan zat gula di dalam tubuh.

    1. Karies Gigi

    Penyakit ini terlihat sepele tetapi cukup berbahaya. Karies gigi disebabkan karena adanya zat asam yang tertinggal di dalam gigi terlalu lama dan bakteri akan menyukainya. Lama-kalamaan, bakteri akan merusak lapisan enemal gigi sehingga gigi akan mengalami kerusakan. Adanya zat asam yang tertinggal di dalam gigi disebabkan karena karbohidrat. Ketika makanan yang banyak mengandung karbohidrat dikunyah, kemungkinan besar tertinggal di gigi cukup besar. Dengan begitu zat asam tersebut akan menumpuk dan menimbulkan adanya bakteri. Untuk menghindari terjadinya karies gigi, jaga kebersihan gigi lebih rutin dan periksakan kesehatan gigi secara berkala ke dokter gigi.

    1. Jantung

    Penyakit yang berbahaya dan mematikan ini ternyata masuk ke dalam 22 dampak kelebihan karbohidrat bagi tubuh. Ternyata karbohidrat bisa menimbulkan triglisrida meningkat. Triglisrida merupakan lemak jahat yang terdapat di dalam tubuh dan ikut mengalir di dalam darah. Apabila lemak tersebut menumpuk, tubuh juga akan mengalami peningkatan kolestrol. Kolestrol bisa menyebabkan pengerasan arteri dan jantung juga akan ikut bermasalah. Untuk mengurangi risiko terjadinya gangguan jantung, lebih baik perhatikan asupan makanan dan jangan terlalu banyak mengandung karbohidrat.

    1. Lemak berlebih

    Timbulnya kelebihan lemak di dalam tubuh bukan hanya disebabkan oleh makanan berlemak saja, tetapi juga karbohidrat. Ternyata karbohidrat bisa menimbulkan lemak berlebih bagi tubuh. Hal ini karena insulin akan diolah di dalam pankreas kemudian akan disebar ke seluruh organ tubuh yang membutuhkan lemak. Setiap organ tersebut tentu saja akan membutuhkan cadangan organ. Apabila jumlah karbohidrat di dalam tubuh yang takarannya banyak, proses perputaran lemak akan lebih berat dan lemak akan menumpuk di dalam organ-organ tubuh. Dengan begitu penderita akan mengalami kelebihan lemak dan bisa juga mengalami obesitas.

    1. Sindrom metabolisme

    Penyakit ini bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa diketahui gejalanya. Sindrom metabolisme bisa disebabkan karena kelebihan karbohidrat di dalam tubuh. Kandungan karbohidrat yang tinggi yang mengakibatkan bisa timbul resistansi insulin pada tubuh. Di mana resistensi insulin akan bisa mempengaruhi beberapa penyakit seperti, asam urat yang terjadi pada kaki anda, tekanan darah yang cukup tinggi, dan terjadinya timbul pembekuan darah. Apabila sindrom metabolisme ini terjadi terus menerus, maka penderita berkemungkinan terkena serangan jantung. Untuk itu, kurangi kandungan karbohidrat untuk menjaga jantung tetap sehat dan mengurangi risiko serangan jantung secara mendadak.

    1. Obesitas

    Obesitas merupakan penyakit yang saat ini kerap dialami oleh banyak orang. Obesitas juga menjadi salah satu penyebab terganggunya oragn tubuh lain, seperti aliran darah yang tidak lancar, gangguan pada jantung, gangguan pada hati, dan gangguan pada organ lainnya. Obesitas bukan disebabkan oleh lemak saja, tetapi juga karena jumlah karbohidrat yang berlebih pada tubuh. Penderita akan mengalami cepat lapar dan akan makan dalam jangka waktu yang lebih cepat sehingga karbohidrat akan menumpuk di dalam tubuh. Inilah berikut mengapa karbohidrat yang terlalu berlebihan bisa memunculkan penyakit obesitas sebagai berikut:

    • Selain itu, terjadinya obesitas juga karena kebiasaan buruk yang dilakukan, yaitu makan setelah tidur dan kurang olahraga. Kurangnya gerak akan menyebabkan penumpukan karbohidrat.
    • Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya kurangi kebiasaan tidur setelah makan dan usahakan untuk rajin berolahraga untuk membuang kalori di dalam tubuh.
    • Lebih baik lagi apabila mengonsumsi nasi merah sebagai pengganti nasi putih.
    • Hal itu karena nasi merah memiliki kandungan glukosa yang lebih sedikit dibandingkan dengan nasi putih biasa.

     

     

     

     

    Sumber :

    dokterpencernaan.com

    alodokter.com

  • Makanan Ini Dapat Membantu Menghindari Penyakit Diabetes

    Gula darah (glukosa) adalah sumber utama energi untuk setiap sel dalam tubuh. Glukosa terlalu banyak atau sedikit dalam aliran darah dapat menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung, diabetes, masalah kesuburan dan masalah memori.

    Kadar gula darah terkait dengan jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi, dan kemampuan tubuh untuk membuat insulin yaitu hormon yang mengatur metabolisme energi dan glukosa dalam tubuh.

    Gula darah atau tingkat glukosa perlu diatur sebagai bagian dari keseimbangan metabolisme tubuh karena mempengaruhi bagaimana tubuh mendistribusikan glukosa. Gula darah atau glukosa tingkat normal bagi manusia harus sekitar 90 mg/100ml atau setara dengan 5mm (mmol/l).

    Hasil gambar untuk makanan yang bisa menstabilkan gula darah

    Dilansir di Medical News Today, berikut beberapa makanan yang dapat membantu dalam menghindari penyakit diabetes.

    Sayuran non-tepung

    Sayuran jenis ini merupakan bahan pangan tambahan yang cocok untuk semua jenis diet, apalagi untuk penderita diabetes. Tim The American Diabetes Asociation bahkan menganjurkan makan makanan ini minimal 3-5 porsi setiap hari.

    Beberapa contoh sayuran jenis ini adalah wortel, tauge, jagung muda, mentimun, labu, kubis, sayuran hijau seperti bayam dan selada.

    Makanan gandum utuh

    Biji-bijian utuh menawarkan alternatif yang lebih menyehatkan dibandingkan biji-bijian olahan. Perbedaannya terlihat dari vitamin dan mineral yang dikandung.

    Beberapa jenis makanan yang masuk kategori ini adalah roti, popcorn, nasi merah, sereal, oatmeal, dan sereal gandum. Produk-produk ini bisa dijadikan bahan tambahan olahan makanan untuk membantu mengontrol gula darah.

    Lemak sehat

    Lemah sehat bisa termasuk dalam lemak tak jenuh tunggal maupun ganda dan omega-3. Dengan memakan lebih banyak lemak sehat dapat membantu meringankan kadar kolesterol jahat, meningkatkan kesehatan jantung, dan membersihkan gula darah.

    Beberapa contoh lemak tak jenuh, alpukat, minyak zaitun, kacang dan biji-bijian, minyak canola.

    Sebuah penelitian bahkan menyebut alpukat memiliki banyak manfaat kesehatan. Bisa meningkatkan kedehatan kardiovaskular, meningkatkan manajemen berat badan, dan menuju penuaan yang sehat.

    Ikan berlemak

    Ikan berlemak seperti salmon, cenderung memiliki banyak protein dan asam lemak omega-3. Protein tidak akan memperburuk gula darah. Bahan makanan ini bisa dikonsumsi setidaknya satu hari dalam seminggu.

    Cokelat

    Kakao adalah bahan biji-bijian yang mirip kacang. Kakao mengandung epikatekin flavonoid, yang dapat membantu mengontrol kadar gula darah. Tahun 2017 ditemukan hasil penelitian, kakao bisa memperlambat perkembangan diabetes tipe-2 dan mengurangi resistensi insulin.

    Makanan berprotein tinggi

    Protein adalah nutrisi penting dalam daging, ikan, dan beberapa sayuran. Protein diketahui tidak meningkatkan kadar gula darah bahkan bisa membantu seseorang kenyang lebih lama.

    Sementara, beberapa bahan asupan yang harus dihindari adalah minuman manis dan bersoda, nasi putih, sereal ditambah gula, kentang goreng, serta kopi dengan gula dan perasa.

    Wortel

    Tidak hanya menyehatkan mata karena kaya kandungan vitamin A, wortel juga mampu menurunkan kadar gula darah. Kamu bisa menjadikannya sebagai jus atau sekedar merebusnya untuk mendapatkan manfaatnya. Dimakan langsung pun enak.

    Kacang almond

    Mengonsumsi almond ternyata dapat memperlambat penyerapan glukosa di dalam aliran darah. Konsumsi almond sebelum makan dapat mengurangi kadar glukosa. Kandungan magnesiumnya juga dapat mengurangi resiko diabetes, lho.

    Alpukat

    Jika selama ini alpukat menjadi momok tersendiri bagi orang diet, buah ini justru menjadi primadona bagi penderita prediabetes. Hal ini dikarenakan alpukat dapat menstabilkan gula darah pada tubuh.

    Tomat

    Kandungan kromium dan mangan pada tomat dapat membantu menyeimbangkan gula darah. Tomat juga dapat mencegah terjadinya komplikasi dengan penyakit lain. Cobain, deh.

    Blueberry

    Jangan remehkan bentuknya yang kecil. Si kecil ini nyatanya memiliki banyak manfaat, lho. Khususnya bagi penderita prediabetes. Blueberry dapat membantu memperbaiki metabolisme glukosa. Sehingga kadar gula darah dalam tubuh dapat berkurang.

    Itulah makanan yang dapat membantu dalam menghindari penyakit diabetes. Semoga bermanfaat!

     

     

     

    Sumber :

    • idntimes.com
    • aura-ilmu.com
    • republika.co.id
  • Dampak yang Akan Terjadi Jika Anda Kekurangan Karbohidrat

    Apakah saat ini Anda sedang diet karbohidrat? Diet karbohidrat adalah pola makan yang mengurangi asupan karbohidrat atau menghindari makanan yang mengandung karbohidrat tinggi guna menurunkan berat badan. Namun, apakah Anda tahu bahwa kekurangan karbohidrat sangat tidak baik untuk tubuh? Perhatikan lagi diet Anda setelah membaca artikel ini.

    Karbohidrat adalah sumber utama energi tubuh. Jika asupan karbohidrat dikurangi secara tiba-tiba secara drastis, berbagai efek samping seperti kelelahan, sakit kepala, bau mulut, sembelit, atau diare mungkin akan dialami.

    Selain itu, dalam jangka panjang, diet karbohidrat dapat menyebabkan tubuh kekurangan serat, vitamin atau mineral, menyebabkan tulang keropos, dan meningkatkan gangguan pencernaan, serta risiko berbagai penyakit kronis. Diet karbohidrat pun tidak dianjurkan untuk ibu hamil karena tidak aman untuk bayi dalam kandungan. Berikut adalah 5 hal yang akan terjadi jika Anda kekurangan karbohidrat.

    1. Berat badan turun

    Karena karbohidrat merupakan sumber energi utama maka sudah pasti jika Anda kekurangan karbohidrat berat badan Anda akan turun. Selain itu juga, tubuh akan kekurangan cairan.

    2. Rentan terhadap flu

    Kekurangan karbohidrat menyebabkan daya tahan tubuh Anda lemah. Lemahnya daya tahan tubuh akan membuat Anda mudah terkena penyakit flu. Tubuh juga akan mengalami lemas, mulut kering, mual dan pusing.

    3. Mudah terkena penyakit jantung dan diabetes

    Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2014 mengatakan bahwa jika tubuh kekurangan karbohidrat, maka tubuh akan rentan terhadap berbagai penyakit berat seperti jantung dan diabetes. Menurut American Heart Association kekurangan karbohidrat akan meningkatkan kadar kolesterol dan memicu risiko jantung, diabetes maupun stroke.

    4. Menyebabkan tubuh cepat letih, lemah dan lesu

    Selain karbohidrat sebagai sumber utama energi, karbohidrat juga berperan aktif dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Ketika tubuh kekurangan karbohidrat, ini dapat memicu menurunnya energi dalam tubuh dan menyebabkan tubuh cepat menjadi letih, lemah dan lesu.

    5. Mudah terkena depresi

    Karbohidrat memiliki peran memberikan nutrisi pada otak. Sehingga karbohidrat dapat memaksimalkan kerja kinerja otak dan berpengaruh membuat otak menjadi tenang. Jika tubuh kekurangan karbohidrat, hal ini dapat menyebabkan munculnya perasaan depresi dan pikiran yang kurang tenang. Karena karbohidrat berperan dalam menjaga tingkat senyawa kimia serotonin yang berfungsi menjaga emosi di dalam otak. Jika kekurangan senyawa ini maka akan meningkatkan risiko depresi.

    Meski mengurangi karbohidrat memiliki efek yang baik, namun menghilangkannya sama sekali akan berakibat buruk.

    Karenanya disarankan untuk mengkonsumsi karbohidrat dalam jumlah cukup dan dari sumber yang sehat seperti kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran, dan buah. Dengan begitu kita akan mendapat manfaat berupa tenaga dan kesehatan, tanpa takut menjadi kegemukan.

    Semoga bermanfaat!

     

     

     

    Sumber :

    • lifestyle.kompas.com
    • hellosehat.com
  • Suka Sarapan Pakai Nasi? Coba Simak Dulu Ini !

    Indonesia terkenal dengan statement, “Belum makan kalau belum nasi”, tidak peduli momennya pagi, siang, atau sore makan nasi adalah hal yang menjadi kewajiban bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Lalu, bagaimana dengan sarapan nasi? Sebagian orang yang sarapan dengan nasi tentu menginkan perutnya kenyang dan bertahan hingga siang hari.

    Namun, bagi sebagian orang lainnya, sarapan di pagi mungkin bukanlah sebuah hal yang krusial. Padahal, sarapan sebelum melakukan berbagai macam aktivitas sangatlah penting. Selain akan membuat tubuh sehat, sarapan juga dapat membuat tubuh tidak lesu di siang hari.

    Masih banyak yang menganggap bahwa sarapan adalah kegiatan memakan makanan apa saja agar perut tetap kenyang. Padahal, sarapan yang benar adalah ketika seseorang memakan makanan bergizi lengkap, bahkan tidak perlu sampai perut terasa kenyang.

    Selain itu, banyak juga yang berpikir bahwa ketika sarapan, kita harus memakan makanan padat. “Sering kali masyarakat salah mempersepsikan sarapan. Sarapan dianggap makanan padat, padahal bisa lembut dan cair. Makanan dan minuman. Sarapan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian,” kata seorang ahli gizi, Hardinsyah, dalam acara konferensi pers peluncuran Nestlé NESTUM di Hotel Grand Hyatt Hotel, Jakarta, beberapa waktu lalu.

    Meski kebutuhan gizi harus dipenuhi, tetapi menurut Hardinsyah, terlalu banyak juga sebaiknya dihindari. Karena dapat menyebabkan rasa kantuk yang akan menghambat aktivitas sehari-hari.

    Sarapan memang dapat dikatakan sebagai kegiatan makan dan minum, akan tetapi makanan dan minuman yang disantap harus yang berkualitas. “Memenuhi karbohidrat, ada proteinnya, ada mineral, dan ada serat,” kata Hardinsyah kepada Republika.

    Maka kami menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang lengkap dan berimbang zat gizinya. Bagaimana dengan Nasi Uduk yang terkenal sebagai salah satu menu sarapan favorit di Indonesia? Nasi uduk biasa disajikan dengan bihun goreng, sambal goreng kentang, ditambah dengan gorengan. Jika Anda perhatikan, nasi uduk sudah merupakan sumber karbohidrat, jika ditambah dengan bihun atau kentang maka asupan karbohidrat Anda bertambah berkali-kali lipat. Selain itu gorengan yang Anda konsumsi juga biasanya tinggi lemak karena mengandung banyak minyak.

    Jika Anda terbiasa mengonsumsi nasi uduk untuk sarapan, cobalah kombinasikan dengan lauk-pauk yang mengandung protein dan sayur buah, kurangi asupan karbohidrat sederhana yang terlalu banyak

    Konteksnya, sarapan menjadi sumber energi yang menyebabkan tubuh memiliki stamina lebih. Selain itu, sarapan juga dapat membantu seseorang lebih berkonsentrasi melakukan kegiatan dari pagi sampai siang hari. Ketika selesai beraktivitas, energi sudah pasti terasa berkurang. Maka dari itu selain sarapan, makan siang dan sore yang bergizi juga sangat disarankan.

    Sarapan tentunya seringkali ditujukan untuk Anak-Anak sebelum mereka sekolah. Dibandingkan orang dewasa yang tentu telah memiliki kuasa penuh atas dirinya sehingga cenderung dapat mengontrol pola makan dan sarapan. Namun pada anak-anak diperlukan kebijakan dan pengetahuan orangtua tentang gizi baik, makanan bergizi, dan apa yang dianjurkan serta dilarang untuk sarapan anaknya. Seringkali dikarenakan keharusan mengantisipasi macetnya perjalanan maka sarapan diabaikan kualitasnya.

    Berdasarkan data Survei Diet Total (SDT) Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) pada lebih dari 25 ribu anak usia 6 sampai 12 tahun di 34 provinsi di Indonesia, sekitar 47,7 persen anak belum memenuhi kebutuhan energi minimal saat sarapan. Kemudian, 66,8 persen anak masih sarapan dengan mutu gizi rendah vitamin dan mineral. Persentase anak yang kurang mendapat gizi bermutu dapat terbilang cukup tinggi.

    Jadi, tidaklah selalu salah apabila sarapan dengan nasi. Semua tergantung dengan porsi dan takaran gizi sarapan tersebut. Pada intinya sarapan bukanlah bicara jumlah atau kuantitas semata, namun kualitas dari sarapan tersebut.

    Sahabat, bagaimana menurut Anda sarapan Anda? Sudahkah memenuhi gizi yang baik? Atau…….

     

     

    Rujukan :

    Republika

    Hellosehat