Tag: mulut

  • Tanda-Tanda Gigi Berlubang yang Perlu Diketahui

    Terdapat sejumlah tanda penyakit pada gigi berlubang. Tanda-tanda ini tak bisa didiamkan begitu saja. Meski tak ke dokter gigi, anda dapat mengetahui sekilas penyakit apa yang diderita jika melihat tanda-tandanya.

    “Penyakit gigi berlubang itu ya seperti ada lubang di gigi anda,” kata juru bicara Asosiasi Dokter Gigi Amerika, Tricia Quartey seperti dilansir dari Womens Health Mag, Selasa (3/9).

    Memang terdengar menakutkan. Tapi sebenarnya mudah ditangani dengan prosedur restorasi gigi. Jadi, bagaimanakah tanda-tanda penyakit gigi berlubang?

    Ketika gigi berlubang, gigi akan terasa sakit. Penyakit ini biasanya disebabkan kerusakan akibat asam. Asam bisa merusak enamel gigi seiring waktu. Kerusakan pun secara perlahan terjadi. Proses kerusakan gigi ini biasanya menyakitkan.

    Kemudian, gigi terasa sensitif. Jika anda punya gigi sensitif sejak lahir maka hal ini biasa saja. Tapi jika gigi anda baru-baru ini terasa sensitif terhadap makanan dingin, manis atau panas maka bisa saja disebabkan oleh gigi berlubang.

    Lantas, bagaimana pencegahannya? Selalu ada alasan mengapa sejak kecil orang tua selalu menyuruh anaknya sikat gigi minimal dua kali setiap hari. Sayangnya, banyak orang lupa sikat gigi di malam hari.

    “Air liur itu protektif. Air liur membantu menetralisir apa yang ada di mulut. Cara kerjanya mirip berkumur,” kata dokter Quartey.

    Proses ini, kata dia menurun selama tidur di malam hari. Alhasil, semua bakteri di mulut bisa saja menyerang gigi. Menurutnya, sikat gigi saja tidak cukup. “Sikat gigi cuma mengurangi 30 persen kotoran di gigi,” sebutnya.

    Ia menyebut ada sejumlah cara mengurangi penimbunan asam di gigi. Salah satunya menggunakan sedotan saat minum. Sehingga cairan minuman tak sampai menyentuh gigi. “Dan jika anda minum wine, soda, yang asam-asam, lanjutkan dengan minum air putih untuk menetralkan,” sebutnya.

    Sayangnya, tidak ada cara memulihkan gigi berlubang. Sekali struktur gigi hilang karena lubang maka struktur gigi tak bisa normal lagi. Solusinya hanya prosedur pemulihan gigi secara menyeluruh. Tidak ada kata terlambat, bahkan jika anda punya rekam jejak gigi berlubang, mulailah dengan membersihkan mulut secara

     

    Sumber : Republika.co.id
  • Tanda-Tanda Kanker Mulut dan Cara Mengobatinya

    Kanker mulut adalah kanker yang tumbuh dan berkembang di dalam mulut. Misalnya pada bibir, lidah, gusi, dinding mulut, serta langit-langit mulut. Kanker ini dapat menyebar secara langsung ke jaringan-jaringan di sekitar mulut atau melalui kelenjar getah bening. Kanker mulut termasuk jenis kanker yang jarang terjadi, yaitu hanya sekitar 2 persen dari seluruh kasus kanker yang ada.

    Kanker mulut kebanyakan merupakan jenis kanker primer meski beberapa kasus kanker bersifat sekunder dan tertular dari kanker pada kelenjar getah bening pada pangkal rahang.

    Kebanyakan kasus kanker termasuk kategori kanker karsinoma sel skuamosa, setidaknya kasus ini mencapai angka 90% dari seluruh kasus yang ada. Serangan muncul pada permukaan dari dinding dalam mulut. Sedang sisanya merupakan jenis kanker yang langka seperti jenis karsinoma melanosit dan adenokarsinoma yang fokus menyerang sel-sel pada kelenjar air ludah.

    Berikut penjelasan lengkap dari masing-masing gejala kanker mulut tersebut:

    1. Nyeri Mulut

    Jika Anda merasakan nyeri atau sakit di mulut yang tak kunjung sembuh dalam waktu lama, maka segeralah memeriksakan nya ke dokter. Hal tersebut dikarenakan nyeri mulut merupakan gejala kanker mulut yang paling sering dialami penderitanya. Penanganan yang cepat akan membantu Anda terhindar dari bahaya kanker mulut.

    2. Terdapat benjolan atau penebalan di pipi

    Timbulnya benjolan di pipi biasanya disebabkan oleh penebalan pada dinding dalam mulut. Hal ini mungkin saja Anda alami ketika Anda sedang sakit gigi atau masalah mulut lainnya. Namun, apabila benjolan tersebut semakin lama semakin membesar, maka bisa jadi itu bukanlah benjolan biasa, melainkan gejala kanker mulut.

    3. Adanya bercak putih atau merah pada mulut atau tenggorokan.

    Timbulnya bercak putih atau merah pada mulut dan tenggorokan dapat menjadi gejala kanker mulut atau perkembangan pra-kanker (calon kanker). Bercak putih disebut leukoplakia dan bercak merah pada mulut disebut erythroplakia. Memang, bercak tersebut biasanya hanya masalah mulut biasa, namun apabila tidak segera dicaritahu penyebabnya dan ternyata itu kanker mulut, maka bisa berakibat fatal.

    Munculnya bercak putih atau merah juga dapat disebabkan oleh sariawan. Gangguan mulut tersebut juga dapat menular dan meninggalkan bercak merah pada bibir. Penanganan yang tepat dapat mencegahnya berkembang dan kemudian menyebabkan kanker.

    4. Tenggorokan Sakit saat Menelan

    Kanker mulut dapat menyebabkan rasa sakit atau sensasi terbakar saat mengunyah dan menelan makanan. Biasanya juga Anda mungkin merasa seperti ada makanan atau sesuatu yang menempel di tenggorokan Anda. Rasa sakit saat menelan  juga dapat disebabkan oleh penyempitan kerongkongan (foodpipe) yang berbahaya bagi kesehatan mulut Anda.

    5. Lidah Mati Rasa

    Gejala kanker mulut juga dapat menyebabkan lidah mati rasa. Hal tersebut mungkin dikarenakan sel kanker telah menyebar ke lidah Anda. Hal ini tentu membuat seseorang tidak dapat merasakan rasa dari makanan, sehingga menurunkan nafsu makan dan juga berat badan.

    6. Gigi Goyang atau Lepas Tanpa Sebab yang Jelas

    Perlu diwaspadai, jika gigi Anda sering goyang bahkan lepas secara terus menerus. Hak tersebut bisa saja menjadi gejala kanker mulut. Sebaiknya Anda segera mengambil tindakan medis agar sel-sel kanker tidak menyebar dan menimbulkan kondisi yang lebih parah.

    7. Sakit Gigi atau Rahang

    Sakit gigi merupakan kondisi medis yang ditandai dengan munculnya rasa nyeri di bagian gigi dan rahang. Namun, Anda harus waspada ketika sakit gigi atau rahang yang Anda derita tak kunjung sembuh. Memang ada banyak kemungkinan penyebabnya, namun salah satunya adalah gejala kanker mulut. Oleh sebab itu sebaiknya segera menemui dokter gigi untuk mendapatkan tindakan medis.

    8. Perubahan Suara

    Kanker di mulut juga dapat mempengaruhi suara Anda dan mungkin terdengar berbeda. Hal ini terjadi ketika kanker sudah menjalar ke pita suara, sebagai akibatnya suara menjadi parau atau serak. Pada umumnya kondisi ini juga membuat Anda kesulitan untuk mengucapkan beberapa kata.

    9. Terdapat Benjolan di Leher

    Timbulnya benjolan di leher biasanya disebabkan oleh membengkaknya kelenjar getah bening. Pembengkakan satu atau lebih kelenjar getah bening di leher merupakan gejala kanker mulut yang paling umum. Sedangkan, benjolan yang berwarna merah dan terasa sakit biasanya disebabkan infeksi dari kanker tersebut. Kanker biasanya terbentuk dari benjolan kecil yang perlahan-lahan menjadi lebih besar.

    10. Penurunan Berat Badan Secara Drastis

    Penderita kanker mulut akan mengalami penurunan berat badan secara drastis. Hal tersebut dikarenakan orang yang menderita kanker mulut akan mengalami kesulitan menelan dan membuatnya menjadi malas makan, sehingga sedikit asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Dengan demikian, tubuh pun akan mengalami penurunan berat badan yang tak terduga dan dapat juga menjadi tanda kanker stadium lanjut.

    11. Bau Mulut

    Bau mulut merupakan masalah mulut yang sering dialami oleh banyak orang. Namun, apabila Anda telah melakukan berbagai cara untuk mengatasinya (seperti sikat gigi teratur dan menggunakan moutwash), namun bau mulut tak juga menghilang, maka sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter. Mengapa demikian? Karena bau mulut yang tak kunjung hilang dalam waktu lama bisa jadi merupakan gejala kanker mulut.

    Gejala dan ciri-ciri kanker mulut lainnya:

    • Benjolan atau penebalan bibir.
    • Benjolan di tenggorokan.
    • Pendarahan yang tidak biasa atau mati rasa di mulut.
    • Gigi goyang tanpa alasan yang jelas.
    • Kesulitan menggerakkan rahang.

    Berbagai ciri-ciri dan gejala kanker mulut tersebut biasanya berlangsung lama bahkan hingga berminggu-minggu. Segera temui dokter Anda dan konsultasikan apa yang anda rasakan serta periksakan kondisi mulut Anda selengkapnya. Seperti pada kanker lainnya, deteksi kanker sedini mungkin akan membantu untuk mendapatkan pengobatan yang lebih efektif. Untuk lebih paham mengenai pengobatan kanker mulut, simak penjelasannya berikut ini.

    Bagaimana Mengobati Kanker Mulut?

    Ada beberapa pilihan pengobatan yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi kanker mulut. Jenis pengobatannya pun disesuaikan dengan berbagai faktor, termasuk jenis, lokasi, dan perkembangan sel kanker tersebut. Adapun pengobatan kanker mulut yang paling umum digunakan, yaitu:

    1. Radioterapi

    Radioterapi adalah terapi menggunakan sinar radiasi ke jaringan kanker. Tujuan dari pengobatan ini adalah untuk membunuh sel-sel kanker dan mencegah penyebarannya.

    radioterapi salah satu pengobatan kanker mulut

    Ada dua jenis radioterapi yang biasa digunakan untuk mengatasi kanker mulut, yaitu:

    • Radioterapi sinar eksternal: merupakan jenis radioterapi yang paling sering digunakan untuk mengatasi kanker mulut. Radioterapi sinar eksternaldigunakan dengan cara mengarahkan sinar radiasi dari mesin ke bagian luar tubuh pada daerah yang terkena kanker.
    • Radioterapi internal: Jenis radioterapi ini juga dikenal sebagai brachytherapy, yaitu radioterapi dengan menggunakan implan berbentuk kabel radioaktif yang ditanamkan tepat di jaringan kanker.

    2. Operasi

    Operasi merupakan pengobatan kanker mulut yang paling banyak dikenal masyarakat. Operasi ini juga disebut operasi paliatif, yaitu pembedahan yang dilakukan untuk menghilangkan sel kanker dan membantu meredakan gejalanya. Seperti operasi pada umumnya operasi ini mengharuskan digunakannya obat bius agar Anda tidak merasakan sakit saat dilakukan pembedahan.

    3. Kemoterapi

    Kemoterapi adalah pengobatan kanker dengan menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker dan mencegahnya datang kembali. Kemoterapi sering digunakan bersamaan dengan jenis pengobatan kanker lainnya, seperti operasi atau radioterapi.

    4. Terapi Fotodinamik

    Terapi fotodinamik merupakan pengobatan kanker dengan menggunakan obat khusus bersamaan dengan cahaya laser untuk membunuh sel kanker. Obat-obatan tersebut diserap oleh sel kanker kemudian diaktifkan oleh cahaya laser. Terapi ini memang belum banyak digunakan karena masih dalam masa uji coba. Pengobatan jenis ini paling efektif digunakan untuk kanker yang berukuran kecil dan dekat permukaan kulit.

    Demikian ulasan tentang kanker mulut. Semoga bermanfaat!

     

     

    Sumber :

    • alodokter
    • deherba
    • mediskus
  • Tidur Dengan Mulut Terbuka. Bahaya?

    Sahabat, saat seseorang terlalu Lelah maka seringkali tidur dalam kondisi yang tidak dipersiapkan atau kita kenal dengan istilah “Ketiduran”. Meskipun merupakan proses tidur yang dapat terbilang sangat nikmat, namun hendaknya kita pertimbangkan beberapa hal yang dapat terjadi ketika kita tidur tidak dalam persiapan terlebih dahulu. Salah satunya, tidur dengan kondisi mulut terbuka.

    Terkadang banyak orang tidak sadar tidur dengan mulut terbuka. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Oral Rehabilition, aliran udara melalui mulut akan menghilangkan saliva.

    Ketika mulut mengalami kekurangan saliva, maka aliran udara yang masuk ke mulut akan mengurangi saliva atau air liur. Ketika mulut kekurangan air liur akibat bernapas lewat mulut, maka yang terjadi adalah munculnya penumpukan plak di mulut. Penumpukan plak akan meningkat jumlah bakteri yang tidak diinginkan dalam mulut.

    Bakteri bisa menyebabkan, kerusakan gigi. Bahkan, yang terparah terjadi adalah copotnya gigi.

    Dilansir dari Times of India, Ahad (26/8), penurunan air liur juga dapat mengakibatkan beberapa hal tidak mengenakkan. Seperti napas seseorang menjadi bau.

    Baca juga: Haruskah ke Dokter Ketika Gigi Anak Goyang?

    Berkurangnya jumlah air liur menghasilkan penurunan kemampuan mulut untuk membersihkan diri, halitosis atau bau mulut bukan hanya menyebalkan  bagi orang yang mengalaminya. Tetapi juga bagi mereka di sekitarnya.

    Kedua, bernapas dengan mulut pada dasarnya berarti lebih sedikit oksigen ke paru-paru. Kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan sepanjang hari.

    Ketiga, bibir pecah-pecah. Berkurangnya air liur membuat cairan di mulut akan mengering dan menyebabkan mulut serta bibir kering, yang juga dapat menyebabkan gangguan kemampuan menelan.

    Keempat, satu hal yang harus diwaspadai ketika tidur dengan mulut terbuka dapat berpengaruh pada posisi gigi yang selanjutnya berdampak pada bibir dan lidah. Wajah menjadi lebih pendek, gigi yang terlalu rapat, dan lubang hidung membesar.

    Untuk mengatasinya coba perhatikan berat badan. Kegemukan mungkin menyebabkan obstruksi pada pernapasan regular. Bisa juga dengan berkonsultasi pada dokter untuk memeriksa penyebab utama dan solusinya.

     

    Sumber : Republika

  • Penyebab Stroke Menyerang Usia Muda

    Bahaya Stroke Jika Tidak Segera Di tangani Secara Serius .

    Stroke adalah penyakit yang mempengaruhi arteri yang menuju dan di dalam otak. Ini adalah No 5 penyebab kematian dan penyebab utama kecacatan di Dunia.

    Stroke terjadi bila pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak baik diblokir oleh bekuan atau semburan (atau pecah). Ketika itu terjadi, bagian dari otak tidak bisa mendapatkan darah (dan oksigen) yang dibutuhkan, sehingga sel-sel otak dan mati.

    Penyebab Stroke Menyerang Usia Muda

    Meskipun bagi kebanyakan orang muda Stroke sepertinya mustahil, tidak ada hal seperti terlalu muda untuk stroke. Anda meningkat risiko stroke dengan usia, namun stroke pada orang-orang muda tidak terjadi, termasuk bayi, anak-anak, remaja, dan dewasa muda. Secara umum, kebanyakan ahli menganggap usia muda stroke yang berada di bawah 45.

    Meskipun tingkat keseluruhan stroke menurun, itu meningkat bagi kaum muda dan setengah baya, mereka antara 20 dan 54 tahun. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Neurology melihat tren stroke di daerah Greater Cincinnati antara tahun 1999 dan 2005. Mereka menemukan bahwa rata-rata usia stroke menurun dari 71 tahun menjadi 69 tahun, dan tingkat stroke pada kisaran 20-54 usia meningkat dari sekitar 13 persen menjadi 19 persen.

    “Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stroke pada usia muda meningkat, namun bukti yang kuat kurang,” kata Andrew Russman, DO, ahli saraf dan spesialis perawatan stroke di Klinik Cleveland. “Secara keseluruhan, kejadian stroke turun. Mungkin kita melakukan pekerjaan yang lebih baik mengenali stroke yang muda. “

    Berikut adalah beberapa statistik tahunan untuk usia di bawah 45 :

    • Stroke terjadi pada 4.000 bayi.
    • Dari lahir sampai usia 18, ada 11 stroke untuk setiap 100.000 anak-anak dan remaja.
    • Stroke dalam semua orang di bawah usia 45 berkisar 7-15 per 100.000.

    Bagaimana Stroke di Orang Muda Berbeda

    Stroke pada orang di bawah usia 45 membutuhkan pendekatan yang berbeda terhadap pengobatan dan manajemen karena Anda perlu mencari penyebab yang berbeda. “Dibandingkan dengan stroke pada orang tua, stroke di muda adalah binatang yang berbeda,” kata S. Ausim Azizi, MD, kepala departemen neurologi dan profesor neurologi di Temple University Medical School di Philadelphia.

    Semua stroke disebabkan oleh penurunan suplai darah ke otak. Pada orang dewasa yang lebih tua, penyebab yang paling sering adalah bekuan darah yang terbentuk di dalam jantung atau pembuluh darah, istirahat longgar, dan perjalanan ke otak. Jenis stroke disebut stroke iskemik. Pada anak-anak, bagaimanapun, penyebab umum termasuk infeksi, trauma, gangguan jantung, penyakit sel sabit, dan dehidrasi.

    “Penyebab kardiogenik akun stroke lebih pada orang dewasa muda. Penyebab lain yang harus diperhatikan pada orang muda adalah penggunaan narkoba, obat-obatan terutama intravena,” kata Dr Azizi. Penyebab kardiogenik mungkin termasuk penyakit rematik jantung, kelainan katup jantung, dan dilahirkan dengan lubang antara sisi kanan dan kiri jantung, disebut paten foramen ovale.

    “Sampai dengan 25 persen stroke di bawah usia 45 disebabkan oleh pembuluh darah membedah di leher. Ini adalah sobekan kecil di pembuluh darah besar yang menyebabkan bekuan untuk membentuk dan melakukan perjalanan ke otak. Penyebab stroke yang lain yang telah dikaitkan usia stroke yang lebih muda termasuk migrain, kehamilan, pil KB, dan merokok, “kata Dr Russman.

    Pencegahan dan Pemulihan Stroke di Muda

    “Jika Anda menerima stroke yang meningkat pada orang di bawah usia 45, salah satu alasan besar mungkin obesitas,” kata Russman. “Obesitas pada anak-anak dan remaja adalah di Amerika dan yang meningkatkan risiko seumur hidup stroke. Obesitas meningkatkan risiko tinggi tekanan darah, kolesterol tinggi, dan diabetes. Ini semua adalah faktor risiko stroke yang penting pada usia berapa pun. “

    Beberapa strategi pencegahan stroke pada usia berapa pun termasuk:

    • Bekerja dengan dokter Anda untuk mengidentifikasi penyakit yang mendasari.
    • Berolahraga secara teratur dan menjaga berat badan yang sehat.
    • Makan diet rendah lemak jenuh dan tinggi dalam buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.
    • Mulai mengontrol tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi pada usia dini.
    • Mengenali dan mengontrol diabetes.
    • Hindari alkohol, obat-obatan, dan merokok.

    Salah satu perbedaan besar antara Stroke usia tua dan stroke pada usia muda adalah pemulihan. Stroke pada orang-orang muda dapat berarti seumur hidup pemulihan dan kehilangan bertahun-tahun produktif. “Sekitar 15 sampai 30 persen orang yang mengalami stroke menderita cacat jangka panjang. Kabar baiknya adalah bahwa 30 tahun memiliki tingkat yang lebih baik pemulihan daripada berusia 80 tahun karena plastisitas otak yang lebih baik,” kata Russman.

     

     

    Sumber: www.penyebabdangejalastroke.obatpenyakit.co.id