Tag: manfaat buah

  • Menilik Manfaat Salad Buah Yang Kaya Akan Vitamin

    Buah-buahan memang mengandung gula, tapi dalam bentuk fruktosa, sehingga tidak berbahaya. Fruktosa hanya berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Selain itu, hampir mustahil mengonsumsi fruktosa secara berlebihan dari mengonsumsi banyak buah-buahan.

    Buah-buahan mengandung banyak serat

    Serat terbagi menjadi dua jenis, yakni serat larut air dan serat tak larut air. Serat larut air umumnya berbentuk seperti gel. Manfaat serat jenis ini di antaranya untuk memperlambat penyerapan karbohidrat, meningkatkan rasa kenyang, serta menurunkan kadar kolesterol dan gula darah. Banyak penelitian juga menunjukkan bahwa serat larut efektif dalam menurunkan berat badan.

    Sedangkan serat tak larut air merupakan tipe serat yang akan mengikat makanan di sistem pencernaan untuk dikeluarkan melalui anus. Tak heran, serat ini baik untuk penderita konstipasi agar buang air besar menjadi lebih lancar.

    Buah-buahan Kaya akan Nutrisi dan Mencegah Penyakit

    Mengambil manfaat salad buah sangat penting bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Buah-buahan merupakan sumber serat, vitamin, mineral, dan antioksidan alami. Berikut jenis-jenis vitamin dan mineral yang terdapat di dalam buah-buahan serta manfaatnya bagi tubuh:

    • Vitamin A

    Menjaga kesehatan mata, jaringan tubuh, kulit, dan menurunkan risiko kanker prostat. Vitamin A juga berperan dalam menjaga daya tahan tubuh dan pertumbuhan tulang.

    • Vitamin B1

    Baik untuk kesehatan otot, rambut, kulit, dan saraf.

    • Vitamin B5

    Berperan dalam pembentukan sel darah merah, zat kimia otak, dan hormon steroid.

    • Vitamin B6

    Mengurangi risiko penyakit jantung, membantu pembentukan sel darah merah, dan memengaruhi nafsu makan, suasana hati, tidur, kemampuan kognitif, dan kekebalan tubuh.

    • Vitamin C

    Mengurangi risiko kanker, membantu pembentukan kolagen, menguatkan daya tahan tubuh, dan berperan sebagai antioksidan.

    • Vitamin E

    Berperan sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas dan melindungi sel dari kerusakan.

    • Kalium

    Menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan jantung, dan dibutuhkan dalam kontraksi otot.

    • Mangan

    Membantu metabolisme asam amino, kolesterol, karbohidrat, dan pembentukan tulang.

    • Asam folat

    Asam folat berperan penting dalam mengurangi risiko keguguran dan cacat pada bayi, membentuk sel tubuh yang baru, mencegah anemia, dan memelihara kesehatan secara umum.

    Kandungan vitamin dan mineral tergantung pada jenis buah-buahan. Memasukkan beragam jenis buah-buahan berbeda pada salad buah dapat memaksimalkan asupan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

    Memilih Jenis Buah untuk Penyajian Salad Buah yang Tepat

    Semua jenis buah-buahan memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Namun tentu saja, ada buah yang lebih menonjol dibandingkan buah yang lainnya. Sajikan buah-buahan berikut dalam menu salad buah Anda untuk mendapatkan manfaat dan nutrisi yang maksimal.

    1. Apel

    Apel berkhasiat dalam menurunkan kolesterol jahat, dan sebaliknya, justru meningkatkan kolestrol baik. Berkat antioksidan flavonoid yang dikandungnya, apel dapat menurunkan risiko asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

    1. Nanas

    Nanas kaya akan kandungan vitamin C. Satu cangkir nanas sudah melebihi kebutuhan vitamin C per hari. Buah ini juga mengandung zat yang dapat membantu meredakan peradangan.

    1. Alpukat

    Alpukat mengandung lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk kesehatan jantung. Selain itu, buah ini juga kaya akan kalium, mangan, dan serat.

    1. Anggur merah dan ungu Kedua jenis anggur ini kaya akan antioksidan dan zat antiradang.
    2. Buah delima

    Kandungan antioksidan dalam buah delima tiga kali lebih tinggi daripada teh hijau. Antioksidan pada buah ini juga terlihat dapat mencegah tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Sementara kandungan antiradang dalam buah delima dapat menurunkan risiko kanker, seperti kanker prostat.

    1. Stroberi

    Dibandingkan buah lainnya, stroberi mengandung indeks glikemik yang rendah. Mengonsumsi stroberi tidak membuat gula darah naik. Stroberi juga memiliki antioksidan yang tinggi.

    1. Mangga

    Buah tropis yang banyak ditemukan di Indonesia ini kaya akan vitamin C, serat, antioksidan, dan zat antiradang.

    1. Semangka

    Semangka kaya akan vitamin A dan C. Buah ini juga mengandung lycopene yang bermanfaat dalam menurunkan tekanan darah dan kolesterol dalam darah, serta mencegah kanker.

    1. Jeruk

    Jeruk mengandung sejumlah besar vitamin C, kalium, sekaligus merupakan sumber vitamin B yang baik.

    1. Jambu biji

    Mengonsumsi 30 gram jambu biji sudah cukup dalam memenuhi kebutuhan vitamin C per hari. Buah ini juga mengandung vitamin A, serat, kalium, mangan, tembaga, dan folat.

    1. Pepaya

    Pepaya terkenal baik untuk melancarkan pencernaan. Pepaya juga mengandung vitamin C, vitamin A, asam folat, dan kalium.

    Jika ingin menambahkan pemanis, gunakan pemanis alami seperti madu. Hindari pemanis tambahan, seperti gula, susu kental manis, atau sirup. Penggunaan keju sebagai topping juga tidak disarankan, karena kandungan lemak dan kalorinya yang tinggi bisa mengurangi manfaat salad buah yang Anda inginkan.

     

     

    Sumber :

    Alodokter.com

    halodoc.com

  • 3 Manfaat Penting Buah dan Sayur Bagi Anak

    Asupan serat yang mencukupi sejak dini merupakan salah satu faktor penting untuk mendukung proses tumbuh kembang anak. Nah, mendapatkan makanan tinggi serat untuk bayi atau anak sebetulnya tidak sulit. Anda boleh mulai memberikan buah dan sayur untuk bayi atau anak jika ia sudah bisa makan makanan lunak atau menggenggam makanan padat. Apa saja manfaatnya?

    Manfaat makan sayur dan buah untuk bayi dan anak

    Berbagai macam nutrisi di dalam buah dan sayur sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi dan anak hingga besar nanti.

    1. Menjaga pencernaan sehat anak
    Sistem pencernaan memegang peranan penting dalam tubuh anak atau bayi. Dengan sistem pencernaan yang sehat, nutrisi akan diserap optimal utuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.

    Untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan anak, ibu perlu memberikan makanan tinggi serat seperti sayur dan buah. Ibu juga bisa membantu memenuhi asupan serat harian si kecil dengan memberinya susu tinggi serat untuk anak.

    Dengan konsumsi serat harian sesuai kebutuhan anak, tentu bisa mendukung kesehatan perutnya. Ketika pencernaan anak sehat, ia bisa menjadi lebih aktif, ceria, dan bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

    2. Meningkatkan asupan gizi
    Sayur dan buah kaya akan ragam vitamin, mineral, serat, serta nutrisi penting lainnya untuk mencukupi kebutuhan gizi bayi atau anak.

    Misalnya, buah stroberi yang kaya vitamin C untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, wortel kaya akan vitamin A untuk menjaga kesehatan matanya, dan bayam yang tinggi zat besi untuk mencegah anemia. Sementara itu, buah apel mengandung 16 macam antioksidan polifenol yang baik untuk kesehatan secara menyeluruh.

    Intinya, makan buah dan sayur beraneka warna bermanfaat untuk menjaga bayi atau anak tetap sehat dan bugar setiap hari.

    3. Mengurangi risiko obesitas
    Mulailah membiasakan berikan anak camilan sehat berupa buah dan sayuran segar ketimbang makanan bergula atau “junk food” untuk menghindarinya dari risiko obesitas atau kegemukan.

    Anak yang kegemukan berpotensi mengalami diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, darah tinggi, masalah pernapasan, depresi dan beragam penyakit kronis lainnya di usia dewasa.

    Buah dan sayur kaya akan serat yang mengenyangkan, namun rendah lemak dan kalori sehingga aman untuk dijadikan camilan bayi atau anak sehari-hari.

    4. Mendukung prestasi si kecil di sekolah
    Penerapan pola makan sehat sejak kecil, termasuk banyak mengonsumsi buah dan sayur, dapat membantu anak berprestasi lebih baik di sekolah nantinya.

    Bahkan, penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of School Health juga mendukung teori tersebut. Penelitian ini menemukan anak-anak yang kurang makan sayur dan buah cenderung mendapat nilai akademis yang buruk daripada anak yang terbiasa makan makanan berserat tiap hari.

    Anak-anak yang biasa mengonsumsi makanan berserat berisiko 41% lebih rendah untuk mengalami kesulitan membaca, dibanding anak-anak lain.

    Memang ada banyak faktor lainnya yang dapat memengaruhi prestasi anak di sekolah. Namun, pemenuhan asupan gizi merupakan yang paling penting untuk menjamin prestasi anak menjadi lebih baik.

    5. Tips menambahkan buah dan sayur untuk menu makan anak
    Agar bayi atau anak tetap sehat dan bugar, Anda perlu menyediakan menu makan bergizi seimbang yang dilengkapi buah dan sayur setiap hari. Tenang, ada banyak, kok, cara menarik untuk membuat bayi atau anak mau makan makanan tinggi serat seperti sayur dan buah segar.

    Berikut ini beberapa caranya yang mudah dan menarik untuk diterapkan di rumah:

    • Berikan potongan pisang, semangka, stroberi, jagung rebus, atau brokoli rebus, sebagai camilan
    • Tambahkan cacahan buah atau sayur ke dalam bubur bayi atau anak
    • Buatkan smoothie dengan buah yang dibekukan
    • Coba menu kebab sayuran untuk makan malam anak
    • Tambahkan potongan jamur, zaitun, atau wortel dalam telur dadar

    Ingatlah bahwa memakan buah segar tetap lebih baik ketimbang buah yang sudah dijus. Pasalnya, serat dalam buah umumnya hilang ketika dijus dan jus itu sendiri kadang bisa ditambahkan hingga 6 sendok teh gula sebagai pemanis.

    Bagaimana dengan buah kering? Buah-buahan kering seperti aprikot, keripik apel, atau keripik bayam memang masih kaya akan vitamin, mineral, dan serat. Namun, buah kering juga mengandung banyak gula dan dapat menyebabkan kerusakan gigi. Gula yang terkandung dalam buah kering sering lengket dan menempel pada gigi anak.

    Jika Anda ingin memberi camilan buah dan sayur kering untuk bayi atau anak, berikanlah dalam porsi kecil dan pastikan mereka minum segelas air putih setelahnya.

     

    Sumber: hellosehat.com