Tag: manado

  • Banjir di Manado Telan Empat Korban Jiwa

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) memastikan sebanyak empat orang meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Manado yang terjadi Jumat (1/2).

    “Satu korban yang terseret luapan air sungai sudah ditemukan Sabtu ini, sehingga totalnya empat yang meninggal,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Manado Maximilian Tatahede, di Manado, Sabtu (2/2).

    Korban terseret banjir tersebut yaitu Hidayat Lahamendu (22 tahun), warga Kelurahan Cempaka, Kecamatan Bunaken. Sebelumnya, jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor sebanyak tiga orang. Mereka yakni, Nathalia Lapian (1 tahun), warga Kelurahan Mahawu, Kecamatan Tuminting dan Jon Duarmas (45) warga Kelurahan Taas, Lingkungan I, Kecamatan Tikala meninggal akibat tertimpa longsor, serta Richard Patabone (5), warga Kombos Timur, Lingkungan III, meninggal karena terbawa arus sungai.

    Tatahede berharap warga terus mewaspadai kondisi cuaca saat ini yang terkadang ekstrem. “Tetap waspada ketika melakukan aktivitas saat hujan deras, kalau bisa menjauhi dulu dari areal yang berpotensi terkena bencana seperti bantaran sungai maupun bebukitan atau lereng,” ujarnya.

    Saat ini, tercatat sebanyak 737 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 2.523 jiwa terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Warga terdampak menyebar di delapan kecamatan dan 23 kelurahan serta masih mengungsi di rumah-rumah ibadah, rumah kerabat serta tempat-tempat yang lebih aman.

     

     

    Sumber : republika

  • Manado Dihantam Ombak Tinggi, Ini Penjelasan BNPB

    Manado Sulawesi Utara dihantam ombak tinggi pada Kamis (27/12) malam. Terjangan ombak setinggi 2,5 sampai empat meter ini terjadi hingga Jumat (28/12) pagi.

    Kepala Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan gelombang tinggi di Laut Manado ini bukanlah tsunami. Gelombang tinggi ini terjadi karena fenomena alam, yakni yang disebabkan karena tiupan angin.

    “Gelombang tinggi di perairan Sulut disebabkan oleh pengaruh tropical depression thirtyfive di sekitar Filipina, sehingga massa uap air dan angin mengarah kesana. Akibatnya angin kencang dan gelombang tinggi,” jelas Sutopo saat dikonfrimasi Republika.co.id, Jumat (28/12).

    Gelombang tinggi di perairan Sulawesi Utara (Sulut) ini menurutnya juga tidak ada kaitannya dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Serta bukan juga disebabkan karena aktivitasnya tektonik.

    “Gelombang tinggi di perairan Sulut itu tidak ada kaitan dengan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau karena jauh sekali lokasinya. Juga bukan disebabkan oleh aktivitas tektonik,” kata Sutopo.

    Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak perlu khawatir. Kendati demikian Sutopo mengimbau agar masyarakat tidak beraktivitas di sekitar pantai terlebih dahulu.

    “Masyarakat dihimbau untuk tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Jika kondisi membahayakan jangan melakukan aktivitas di sekitar pantai dan laut untuk sementara waktu,” ungkapnya.

     

    Sumber : republika