Tag: malaysia

  • Bawaslu masih Proses Verifikasi Surat Suara Tercoblos

    Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Abhan mengatakan pihaknya masih melakukan verifikasi surat suara tercoblos yang ditemukan di Malaysia. Laporan yang dia terima, surat suara itu memang yang diproduksi oleh KPU. Namun demikian, dia akan memastikan hal itu.

    “Inilah yang sedang kami verifikasi, validasi. Saat ini pengawas kami mengatakan itu adalah surat suara yang diproduksi KPU. Kami koordinasi dengan KPU tentang ini,” kata Abhan di Jakarta Pusat, Kamis (11/4).

    Dia mengatakan, sejauh ini pihaknya telah melakukan koordinasi non formal dengan pihak KPU RI. Baik kedua belah pihak membutuhkan lebih banyak waktu lagi untuk menyelidiki dan dia akan berkomunikasi lebih intens kepada pihak KPU.

    Secara garis besar, Abhan menjelaskan kronologi adanya surat suara yang tercoblos itu. Pada awalnya, pihaknya menemukan adanya laporan mengenai hal itu.

    Setelah itu, laporan itu segera dilakukan tindak lanjut oleh jajaran pengawas luar negeri dari Bawaslu di sana. Dan sampai saat ini, pihaknya masih tengah mengumpulkan bukti, terkait adanya dugaan surat suara dicoblos.

    “Tentu dalam waktu secepatnya kami akan mengumpulkan bukti-bukti ini. Kalau toh ada cukup bukti. Akan ada rekomendasi dari kami,” kata dia.

    Temuan surat suara ini pada awalnya terungkap dari beredarnya video yang memberikan gambaran penggerebekan lokasi tempat penyelundupan surat suara pos di sebuah ruko di wilayah Bangi, Selangor, Malaysia. Dalam video itu, disebutkan surat suara Pilpres telah tercoblos pada bagian pasangan Calon Presiden nomor urut 01, surat suara pileg untuk Partai Nasdem dengan caleg Nomor urut 3 dengan nama Achmad.

     

    Sumber : republika

  • Indonesia Dominasi Kompetisi Robot di Malaysia

    Pelajar Indonesia mendominasi World Robotic for Peace (WRP) tahunan yang diadakan baru-baru ini di University Technology Malaysia di Johor Bahru, Malaysia.

    Selama acara dua hari yang diprakarsai oleh International Robotic Training and Competition (IRTC) pada 1 hingga 2 Februari, siswa dari Gresik, Tuban, dan Malang di Jawa Timur memenangkan medali emas dan perak dalam enam kategori, yaitu Robot Sumo, Transporter, Sepak Bola, Pemecahan Labirin, Battle Maze, dan Line Follower Analog.

    Zikry Azizy Aljava yang berusia dua belas tahun dari sekolah menengah Islam Madrasah Tsanawiyah (MTs) 1 Malang, misalnya, dianugerahi tempat pertama dalam kategori Transporter dan tempat kedua dalam kategori Sepak Bola.

    “Pesaing terberat kami adalah Malaysia; untungnya saya berhasil mengalahkan mereka,” kata Zikry kepada The Jakarta Post pada 4 Maret.

    Zikry Azizy Aljava (paling kiri) terlihat saat pengumuman pemenang dalam kategori Transporter. (Atas perkenan IRTC / File)
    Zikry Azizy Aljava (paling kiri) terlihat saat pengumuman pemenang dalam kategori Transporter | File: IRTC

    Pendiri dan ketua IRTC Armin Irawan mengatakan WRP, yang diadakan untuk yang ke-11 kalinya, melihat partisipasi dari Indonesia, Malaysia, Vietnam, Bangladesh, Myanmar, Kamboja, India, Thailand, Singapura, dan Pakistan.

    “Misi acara adalah untuk menanamkan kedamaian pada anak-anak ini, bahwa robot dan teknologi bukanlah alat untuk perang. Ada banyak hal yang mereka miliki yang bermanfaat bagi kita manusia,” kata Armin.

    Acara tersebut akan berlangsung di Brunei Darussalam tahun depan.

    “Sudah ada rencana untuk menambahkan kategori ke kompetisi, seperti robot bawah air,” tambah Armin

     

     

    Sumber : GNFI

     

     

  • Perahu Rohingya Mendarat di Timur Aceh

    Muslim Rohingya tiba di Desa Thae Chaung, Sittwe, negara bagian Rakhine, Myanmar, Rabu (21/11).

    Muslim Rohingya tiba di Desa Thae Chaung, Sittwe, negara bagian Rakhine, Myanmar, Rabu (21/11).
    Foto: Nyunt Win/EPA EFE
    Kelompok tersebut hendak menuju Malaysia

    Sebuah perahu yang membawa 20 penumpang, yang diyakini warga Muslim Rohingya, dilaporkan telah mendarat di pantai Aceh Timur, pada Selasa (4/12). Kabar pendaratan ini adalah yang terbaru dari serangkaian keberangkatan kapal dari Myanmar dan Bangladesh.

    Sebelumnya, sejumlah Muslim Rohingya telah berusaha melarikan diri ke Malaysia dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu menimbulkan kekhawatiran akan gelombang baru dari pelayaran berbahaya seperti 2015, yang rentan terhadap penyelundup manusia.

    Badan mitigasi bencana di Aceh Timur mengatakan orang-orang yang mereka gambarkan sebagai pengungsi Rohingya itu mendarat di Kota Kuala Idi dan telah diberi makanan dan air. Otoritas imigrasi mengatakan kepada Reuters, petugas sedang dalam perjalanan ke wilayah tersebut untuk mempertanyakan kelompok itu.

    Razali, kepala komunitas nelayan di daerah itu, mengatakan kelompok tersebut hendak menuju Malaysia, tetapi tidak jelas mengapa mereka mendarat di Indonesia. Kebanyakan penumpangnya adalah pria berusia 20 tahunan.

    “Perahu mereka masih bisa berlayar dan mereka punya bahan bakar, jadi kami tidak tahu mengapa mereka memasuki daerah kami,” kata Razali, di Kuala Idi, tempat perahu itu mendarat.

    Belum jelas apakah kapal itu berasal dari Myanmar atau Bangladesh. Pada 2015, ribuan warga Rohingya mendarat di Indonesia dan Malaysia setelah mereka terdampar di Laut Andaman karena menjadi korban penyelundup manusia.

    Pihak berwenang di Myanmar menyita sebuah perahu yang membawa 93 orang yang melarikan diri dari kamp-kamp Rohingya di Negara Bagian Rakhine bulan lalu. Itu adalah salah satu dari beberapa perahu yang mencoba melakukan perjalanan ke Malaysia.

    Lebih dari 700 ribu warga Rohingya menyeberang ke Bangladesh tahun lalu. Mereka melarikan diri dari operasi militer di utara Negara Bagian Rakhine.

    Gelombang keberangkatan terbaru datang ketika Myanmar bersiap untuk mengambil kembali sebagian pengungsi setelah setuju dengan Bangladesh untuk memulai repatriasi pada 15 November. Meski demikian, ada perlawanan luas dari Rohingya, yang mengatakan mereka tidak akan kembali tanpa jaminan hak-hak dasar, termasuk kewarganegaraan dan kebebasan bergerak.

     

     

     

     

     

    Sumber : republika