Tag: malam

  • Bolehkah Mandi Malam?

    Banyak orang yang percaya bahwa mandi di malam hari bisa berbahaya bagi kesehatan. Namun, hal itu belum terbukti sepenuhnya. Masih belum banyak penelitian yang membuktikan dampak bahaya dari mandi malam. Meski begitu, bukan berarti hal ini bisa dijadikan kebiasaan dan sering dilakukan. Sering mandi malam dikhawatirkan bisa mengganggu kondisi tubuh, sehingga rentan terserang penyakit.

    Bahaya mandi malam sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit rematik menyerang. Akan tetapi, hal itu ternyata hanya mitos belaka. Mandi malam sama sekali bukan penyebab penyakit rematik.

    Malah sebaliknya, rutin mandi malam dengan air hangat disebut bisa membantu meringankan gejala rematik. Selain dengan air hangat, kamu juga disarankan untuk sesekali mandi dengan air biasa untuk membantu mengurangi nyeri otot setelah beraktivitas sehari-hari.

    Namun, hal ini hanya berlaku pada orang dewasa. Mandi malam justru sama sekali tidak disarankan untuk bayi. Kebiasaan memandikan bayi terlalu malam disebut bisa meningkatkan risiko Si Kecil mengalami hipotermia. Kondisi ini terjadi ketika temperatur tubuh mengalami penurunan secara drastis, hingga di bawah 35 derajat Celsius. Risiko kondisi ini meningkat karena bayi cenderung rentan terhadap ketidakstabilan suhu pada tiga bulan pertama kehidupannya.

    Mandi Malam Malah Bermanfaat, Kok Bisa?

    Mandi malam belum terbukti bisa berbahaya dan menyebabkan gangguan pada kesehatan. Sebaliknya, hal ini ternyata malah bisa bermanfaat. Pada kondisi tertentu, seseorang justru dianjurkan untuk mandi pada malam hari, misalnya saat akan menjalani operasi. Bertujuan untuk membersihkan diri dengan mandi pada malam hari sebelum tindakan operasi dilakukan.

    Mandi malam juga dianjurkan untuk dilakukan pada orang yang banyak berkeringat di siang hari atau saat beraktivitas. Mandi malam setidaknya bisa membantu membersihkan kulit dan membuat tidur menjadi lebih nyenyak dan berkualitas.

    Meski disebut lebih bermanfaat, tapi ada baiknya untuk tidak melakukan mandi malam dalam keadaan tertentu, misalnya saat sedang sakit. Jika kamu memiliki keluhan atau masalah kesehatan tertentu, biasakan untuk selalu berdiskusi dengan dokter sebelum memutuskan untuk mandi di malam hari. Hal itu penting untuk mencegah dampak buruk menyerang.

     

    Nah itulah penjelasn mengenai bolehkah kita mandi malam?

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Halodoc.com

     

  • Inilah Alasan Mengigau Ketika Tidur

    Normalkah sering mengigau saat tidur?

    Mengigau saat tidur sebenarnya adalah yang wajar. Namun, mengigau terlalu sering merupakan gangguan mimpi saat tidur yang disebabkan karena adanya masalah pada fungsi otak Anda. Kondisi ini disebut dengan Rapid Eye Movemenet (REM) sleep behaviour disorder. Gangguan ini ditandai dengan beberapa tanda seperti:

    1. Mengigau, berbicara, mengoceh dalam tidur
    2. Tidur sambil berjalan
    3. Loncat dari tidur
    4. Melakukan berbagai gerakan seperti menendang, meninju, atau gerakan berlari
    5. Anda dapat melanjutkan mimpi yang terputus ketika tertidur kembali

    Semua tanda tersebut sebenarnya biasa terjadi pada setiap orang, namun pada orang yang memiliki gangguan tidur ini, tanda yang mereka alami cukup sering, bahkan setiap bermimpi mereka akan melakukan salah satu dari tanda tersebut.

    Apa penyebab sering mengigau saat tidur?

    Pada keadaan normal, mimpi akan muncul ketika seseorang memasuki rapid eye movement (REM), yaitu tahapan tidur yang biasanya terjadi setiap 1,5 sampai 2 jam sekali selama waktu tidur sepanjang malam.

    Saat REM terjadi juga, tubuh Anda akan melakukan beberapa respon seperti tekanan darah meningkat, pernapasan menjadi tidak teratur, dan otot kehilangan kekuatannya untuk bergerak (paralisis). Tetapi, tenang saja hal ini tidak berbahaya kok. Justru, saat tersebut otak Anda sedang dalam posisi sangat aktif.

    Sementara, pada orang yang memiliki gangguan mimpi, otot tubuh tetap tidak menjadi kaku (paralisis) sehingga dapat digerakkan dengan mudah. Jadi, ketika orang tersebut melihat suatu kejadian di dalam mimpinya, ia akan memeragakan gerakan yang ada di mimpinya tersebut.

    Penyebab pasti dari gangguan sering mengigau sebenarnya belum diketahui dengan pasti, namun para ahli mengungkapkan kalau kondisi tersebut berhubungan dengan berbagai penyakit sistem saraf, seperti penyakit Parkinson. Sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Frontiers in Neurology, menyatakan jika sering mengigau ketika bermimpi adalah tanda awal risiko terbentuknya penyakit demensia.

    Apakah Mengigau Bisa Diobati?

    Sebenarnya tidak ada perawatan yang untuk mengigau, tetapi ahli tidur mungkin dapat membantu mengelola kondisi tersebut. Seorang ahli tidur juga dapat membantu memastikan tubuh Anda mendapatkan istirahat yang cukup di malam hari yang dibutuhkannya.

    Itulah penjelasan mengenai mengigau ketika tidur, apakah Anda pernah mengalaminya?

    Semoga bermanfaat!

     

    Sumber :

    Hellosehat.com

    Doktersehat.com

  • Meski Sering Lembur Lakukan Tips Ini Agar Tetap Bugar

    Tugas yang menumpuk pasti berkaitan dengan lembur atau pekerjaan yang melewati batas waktu kerja pada umumnya. Lembur juga seringkali terjadi ketika tugas yang dikerjakan mendekati tenggat waktu maupun saat harus melakukan tutup buku di akhir bulan atau akhir tahun. Karena itulah untuk menyelesaikan seluruh tugas tersebut tidak sedikit para karyawan dalam sebuah perusahaan harus mempersiapkan diri mereka untuk terjaga semalaman.

    Efek dari kerja lembur yaitu mudah mengantuk dan tubuh menjadi lelah. Tidak hanya itu, konsentrasi juga akan berkurang dan bahkan bisa menyebabkan sakit.

    Inilah beberapa tips yang bisa dilakukan seperti yang dikutip dari BBC:

    1. Cicil Tidur

    Lembur semalaman pasti membuat kita kurang istirahat. Cara mengatasinya agar tidak terlalu mengantuk tentu saja dengan ‘mencicil tidur’. Beberapa hari sebelum bekerja hingga larut, sebaiknya Anda menjaga waktu istirahat yakni minimal tujuh jam sehari. Jika bisa, pergunakan juga waktu istirahat hari itu untuk tidur siang walau sebentar.

    2. Asupan Bergizi

    Sibuk kerja dan kurang tidur adalah kombinasi sempurna untuk membawa seseorang terkena penyakit. Untuk itu, selain mencicil istirahat jagalah kesehatan dengan makan teratur dan mengkonsumsi asupan bergizi. Komsumsilah makanan tinggi protein seperti dada ayam atau salmon. Hindari makanan banyak karbohidrat karena akan membuat mudah mengantuk. Selain makanan utama, Anda juga bisa memperoleh protein dari kudapan seperti kacang-kacangan.

    3. Lampu Terang

    Saat sedang bekerja lembur, pastikan pula agar lampu ruangan kantor menyala dengan terang. Karena jika penerangan redup, tubuh bisa mengartikan bahwa itu waktunya untuk tidur. Hindari pula menggunakan lampu yang memancarkan cahaya kekuningan yang menurut penelitian bisa membuat kita lebih mengantuk.

    4. Daftar Tugas

    Saat malam hari kemampuan kognitif menjadi berkurang. Padahal kita tengah mengerjakan tugas yang bisa jadi paling penting. Untuk itu, kerjakanlah terlebih dahulu tugas yang membutuhkan berpikir dan menghitung. Setelah selesai, barulah Anda bisa menyelesaikan tugas yang bersifat rutin seperti mengatur dokumen.

    5. Minum Kopi

    Baik lembur atau tidak, kopi sering diandalkan para karyawan untuk membuat mereka tetap terjaga. Namun minum kopi juga butuh strategi. Konsumsilah asupan berkafein hanya pada saat sedang bekerja lembur. Terlalu banyak minum kafein bisa menyebabkan penyakit maag pada beberapa orang yang sensitif.

    6. Ruangan Hangat

    Jika Anda akan lembur sampai pagi, pastikan ruangan tidak terlalu dingin. Temperatur ruangan yang hangat dibutuhkan agar Anda tidak mudah jatuh sakit. Hal ini dikarenakan suhu tubuh kita menurun pada jam tiga sampai empat dini hari. Jadi, jika suhu ruangan rendah, Anda pun akan merasa lebih dingin.

    Itulah cara yang bisa dilakukan agar kesehatan tetap terjaga meskipun diharuskan kerja lembur. Tubuh yang sehat dan bugar akan menunjang performa dan prestasi, sehingga sebagai profesional Anda tetap produktif dan kontributif, meski sering melakukan kerja overtime dalam waktu-waktu tertentu.

     

     

    Sumber :

    • ikhtisar
    • detik
  • Wanita Harap Waspada ! Kerja Malam Hari Memicu Risiko Kanker

    Sahabat, Banyak penelitian yang menyebutkan resiko kanker pada wanita lebih besar daripada laki-laki. Pun demikian penelitian internasional baru menyatakan bekerja di malam hari dapat meningkatkan risiko seorang wanita terkena kanker payudara. Terutama pada mereka yang mengalami pra-menopause.

    Fenomena feminisme saat ini menjadikan wanita memiliki pemikiran kesetaraan gender sehingga tidak sedikit mereka yang memilih menjadi wanita karir dibandingkan harus berada dirumah sebagai ibu rumah tangga. Namun, dibalik pro kontra yang ada, penelitian tersebut menyatakan bahwasanya ada resiko yang mesti diambil oleh mereka wanita karir terlebih saat mereka “Lembur”.

    Penelitian ini kami kutip dari Republika , yang mana dilakukan oleh peneliti Kanada, Australia, Eropa. Studi baru ini melakukan survei pada lebih dari 13 ribu wnaita berusia rata-rata 55 sampai 59 dari lima negara yang berbeda (Australia, Kanada, Prancis, Jerman, dan Spanyol).

    Para peserta termasuk 6.093 wanita yang telah didiagnosisi dengan kanker payudara dan 6933 wanita tanpa kanker payudara yang bertindak sebagai pengawas. Temuan, yang diterbitkan dalam Eropean Journal of Epidemiology, menunjukkan risiko perkembangan kanker payudara meningkat dengan jumlah jam kerja per malam, serta jumlah tahun yang dihabiskan pada shift malam.

    Wanita yang bekerja setidaknya tiga jam antara tengah malam dan pukul 05.00 setiap malam memiliki risiko 12 persen lebih besar terkena kanker payudara daripada wanita yang tidak pernah bekerja di malam hari. Risiko ini meningkat menjadi 26 persen di anatara wanita pra-menopause.

    wanita bekerja malam hari

    Selain itu, tim juga menemukan wanita pra-menopause yang bekerja shift malam lebih dari 10 jam menunjukkan 36 persen peningkatan risiko kanker payudara dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah bekerja pada malam hari. Hal itu dengan risiko setinggi 80 persen di kalangan wanita, yang bekerja shift malam lebih dari 10 jam selama lebih dari tiga malam per pekan.

    Namun, risiko itu tampak menurun dua tahun setelah berhenti kerja shift malam. Dengan wanita yang masih bekerja malam saat penelitian menunjukkan risiko kanker payudara 26 persen lebih tinggi daripada mereka yang berhenti bekerja di malam hari setidaknya dua tahun sebelumnya.

    Meskipun analisis dari lima survei tidak secara khusus mempertimbangkan jenis pekerjaan malam, survei Kanada tidak membandingkan perempuan yang bekerja di sektor kesehatan dan sektor lainnya.

    “Risko yang terkait dengan kanker payudara dan kerja malam bervariasi di kalangan responden, terlepas dari jenis pekerjaannya,” kata penulis studi dari Universite de Montreal Anne Grundy, seperti yang dikutip dari Malay Mail, Selasa (18/9).

    “Meskipun kami tidak sepenuhnya yakin, kami percaya risiko ini dapat dikaitkan dengan hipotesis kerja malam mengganggu ritme sirkadian dan menghambat sekresi melatonin yang dapat melindungi terhadap kanker,” ujarnya lagi.

    Para peneliti menambahkan penelitian lebih lanjut harus dilakukan untuk menyelidiki perbedaan risiko antara wanita saat pra dan pasca menopause.

    Lalu bagaimana dengan kaum Milenials yang cenderung masih jauh dari masa menopause? Apakah memiliki resiko yang sama atau mungkin malah terbebas? Memang belum ada penelitan yang kami temukan secara gamblang mengatakan hal tersebut.

    Berdasarkan sumber Hellosehat yang mengutip kembali dari  Science Daily, kepala peneliti Xuelei Ma, Ph.D dan rekannya kemudian menemukan hubungan antara kerja shift malam jangka panjang dan peningkatan risiko 11 jenis kanker. Secara umum, tim peneliti menemukan bahwa wanita pekerja shift malam mengalami peningkatan risiko kanker sebesar 19 persen.

    Ketika dipecah menjadi jenis-jenis kanker yang lebih spesifik, peneliti melaporkan bahwa efek kerja shift malam meningkatkan risiko wanita terhadap:

    • Kanker kulit sebesar 41%
    • Kanker payudara sebesar 32% — khususnya hanya di Amerika Utara dan Eropa
    • Kanker gastrointestinal (lambung, usus, perut) sebesar 18%

    Dari semua jenis pekerjaan yang diteliti, perawat shift malam mengalami peningkatan risiko kanker paling tinggi. Perawat yang bekerja shift malam mengalami peningkatan risiko kanker payudara sebesar 58%, kanker gastrointestinal sebesar 32%, dan kanker paru-paru sebesar 28% dibandingkan dengan perawat yang bekerja di siang hari. Risiko kanker payudara terus meningkat 3,3% setiap lima tahun jika terus bekerja di waktu malam.

    Bekerja malam hari, memang membuat pola hidup dan jam biologis tubuh berantakan, belum lagi dengan adanya beban pikiran, stress, membuat pola makan dan pola tidur seorang yang bekerja hingga malam hari tidak teratur.

    Maka bagaimana mencegahnya?

    Pertama, perbaiki pola makan dan pola tidur anda, sehingga tubuh terbiasa untuk bekerja sesuai porsinya. Kedua, Manajemen waktu, apabila memang secara terpaksa anda diharuskan bekerja dan pekerjaan menumpuk, luangkanlah untuk bangun lebih awal dan mengerjakan hal tersebut dibandingkan harus mengerjakannya hingga larut. Ketiga, belajarlah disiplin dalam beribadah, karenanya meski sedikit, beribadah membuat pikiran tenang dan tenaga anda akan lebih efektif ketika bekerja.

    Semoga Bermanfaat ya Sahabat !

    Wallahu’alam..

     

    Sumber Rujukan :

    • https://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/18/09/19/pfb151349-kerja-malam-hari-tingkatkan-risiko-kanker-pada-wanita
    • https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/kerja-shift-malam-dan-risiko-kanker/