Tag: makanan berkualitas

  • Cara Sehat Menyimpan dan Memanaskan Makanan Sisa

    Lapar mata sering kali membuat Anda impulsif untuk membeli berbagai jenis makanan yang diinginkan. Jika dituruti, tak jarang Anda tidak sanggup menghabiskan makanan yang Anda beli, sehingga ada makanan yang tersisa. Namun, jangan khawatir karena sebenarnya Anda masih bisa menyimpan dan memanaskan kembali makanan sisa. Bagaimana caranya? Temukan jawabannya dalam penjelasan berikut.

    Cara sehat menyimpan dan memanaskan makanan sisa

    Tentu Anda akan merasa sayang jika makanan yang telah dibeli atau dimasak harus terbuang karena sudah terlalu kenyang. Padahal, makanan itu masih bisa disimpan untuk dimakan di lain waktu. Oleh sebab itu, Anda boleh saja, kok, menyimpan dan memanaskan makanan sisa. Asalkan, Anda tahu bagaimana cara tepat untuk melakukannya.

    Cara menyimpan makanan sisa

    Sebelum Anda memanaskan makanan sisa, Anda tentu harus menyimpannya terlebih dahulu. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan jika ingin menyimpan sisa makanan yang tidak berhasil Anda habiskan.

    1. Pastikan suhu lemari pendingin terlebih dahulu
    Agar lebih aman, periksa suhu lemari pendingin sebelum menyimpan makanan di dalamnya. Pasalnya, tidak semua suhu lemari pendingin dan freezer sudah memenuhi standar untuk menyimpan makanan sisa. Misalnya, suhu lemari pendingin sebaiknya ada pada angka 4-5 derajat celcius. Sementara, suhu freezer sebaiknya ada pada angka -18 derajat celcius. Jika Anda tidak tahu cara mengukur suhu dari lemari pendingin di rumah Anda, Anda bisa menggunakan thermometer untuk mencari tahu.

    Saat Anda menyimpan makanan sisa di dalam lemari pendingin, pastikan juga bahwa Anda telah meletakkan makanan tersebut dengan benar. Maksudnya, pastikan bahwa ada ruang udara antara satu wadah makanan dengan wadah makanan lainnya. Hal ini akan memudahkan udara dingin di dalam kulkas mendinginkan makanan Anda.

    2. Sisihkan makanan sisa dengan cara yang tepat
    Jika Anda ingin menyimpan makanan sisa untuk memanaskan makanan tersebut di lain waktu, Anda harus bisa memisahkan makanan tersebut dengan cara yang tepat. Artinya, jangan sampai membuat makanan sisa mudah berbau atau lebih cepat basi. Jika memungkinkan, pisahkan makanan sisa sesuai dengan besaran porsi yang biasa Anda gunakan untuk makan. Cara ini dianggap lebih aman agar makanan sisa tidak mudah bau atau basi. Selain itu, jangan lupa untuk menyimpannya di wadah yang tertutup dan bebas udara.

    Anda juga bisa memberi label pada tiap-tiap wadah makanan yang Anda simpan. Jangan lupa untuk menuliskan tanggal kapan makanan tersebut disimpan. Hal ini memudahkan agar Anda bisa tahu apa saja makanan yang ada di dalam masing-masing wadah dan sudah berapa lama Anda menyimpannya.

    3. Simpan pada saat yang tepat
    Jika Anda memang terpaksa harus menyimpan dan memanaskan sisa makanan, pastikan Anda melakukannya dengan benar. Misalnya, saat Anda merasa makanan yang Anda makan akan bersisa, segera simpan dan masukkan makanan tersebut ke dalam kulkas. Membiarkan makanan sisa terlalu lama berada di luar berpotensi merusak makanan dan meningkatkan pertumbuhan bakteri pada makanan tersebut. Sementara, makanan sisa bisa bertahan di dalam kulkas hingga empat atau lima hari, dan mungkin bisa bertahan hingga enam bulan jika disimpan di dalam freezer.

    Cara memanaskan makanan sisa
    Jika Anda sudah memahami cara menyimpan makanan sisa yang tepat dan aman, kini saatnya Anda mempelajari bagaimana cara memanaskan makanan sisa yang aman dan sehat.

    1. Dinginkan makanan sisa yang disimpan di dalam freezer
    Jika Anda menyimpan makanan sisa di dalam freezer dan ingin memanaskan makanan tersebut, Anda harus mendinginkan makanan tersebut terlebih dahulu. Pasalnya, Anda tidak bisa langsung memanaskan makanan yang masih beku. Tetapi, Anda harus mengetahui bahwa Anda tidak boleh mengguyurkan air panas ke sisa makanan yang membeku karena berpotensi memudahkan bakteri untuk berkembang biak lebih cepat dalam makanan.

    Jika Anda ingin mendinginkan makanan tersebut, lebih baik masukkan ke dalam kulkas dan biarkan selama kurang lebih 24 jam. Jika Anda ingin metode yang lebih cepat, Anda bisa meletakkan makanan sisa yang telah beku ke dalam wadah. Lalu, masukkan wadah tersebut ke dalam baskom berisi air dingin dan diamkan sejenak. Ganti air tersebut setiap 30 menit sekali hingga makanan tidak lagi beku.

    2. Gunakan alat yang tepat untuk memanaskan makanan sisa
    Hindari menggunakan alat yang membutuhkan waktu lama untuk memanaskan suatu makanan. Misalnya, gunakan microwave dengan suhu yang cukup tinggi untuk memanaskan makanan. Jika Anda ingin memanaskan sup, bumbu dalam bentuk saus, atau makanan berkuah, panaskan dalam panci yang panas.

    Pada dasarnya, Anda boleh saja menggunakan metode apapun untuk memanaskan makanan sisa. Asal, harus memeriksa terlebih dahulu temperatur dari alat yang Anda gunakan untuk memastikan bahwa Anda menggunakan alat yang tepat untuk memanaskan makanan sisa.

    3. Jangan makan langsung makanan yang baru dipanaskan
    Jika Anda menggunakan microwave untuk memanaskan makanan, sebaiknya hindari untuk memakannya langsung setelah dikeluarkan dari microwave. Akan lebih baik jika Anda bersabar menunggu kurang lebih tiga menit setelah dikeluarkan.

    Pasalnya, microwave akan terus memanaskan makanan yang Anda simpan di dalamnya hingga makanan benar-benar masak dan matang meski sudah dikeluarkan dari dalamnya. Maka dari itu, efek tersebut mungkin akan memudar setelah tiga menit berada di luar microwave.

     

    Sumber: hellosehat.com

  • Makanan Yang Membantu Membakar Lemak Ketika Tidur Malam

    Tubuh tidak hanya membakar lemak ketika Anda berolahraga saja. Saat tidur pun juga, lho! Tubuh membakar sekitar 400-500 kalori selama 8 jam Anda terlelap. Nah, untuk memperbanyak jumlah lemak yang dibakar sepanjang malam, tidak ada salahnya untuk makan dulu sebelum tidur. Eits, tapi jangan sembarang makan kalau tidak mau perut malah bertambah buncit. Baiknya, pilih lima jenis makanan pembakar lemak yang rendah kalori ini.

    Beragam pilihan makanan pembakar lemak di malam hari

    1. Buah sitrus

    Buah-buahan sitrus seperti jeruk lemon, jeruk bali, jeruk nipis, jambu biji, dan tomat kaya akan vitamin C dan serat yang dapat membantu membakar lemak.Buah sitrus dipercaya mampu meningkatkan kerja metabolisme tubuh. Semakin cepat metabolisme bekerja, maka cepat dan banyak simpanan lemak yang dibakar. Selain itu, keluarga jeruk memiliki sifat diuretik alami yang bisa membantu membersihkan usus dari tumpukan sisa makanan pemicu sembelit. Logikanya, semakin banyak sisa makanan yang mengeras dan menumpuk lama di usus, berat badan Anda makin bertambah. Menariknya lagi, kandungan vitamin C dari buah-buahan jeruk juga bermanfaat menjaga kesehatan kulit selama kita tidur.

    2. Susu

    Dikutip dari Livestrong, susu rendah lemak (susu skim) atau yang tanpa lemak (fat-free) adalah makanan pembakar lemak yang baik dikonsumsi sebelum tidur. Ini juga termasuk makanan dan minuman yang diolah menggunakan jenis susu tersebut, misalnya yogurt rendah lemak atau keju (Swiss, parmesan, feta, mozzarella). Kenapa?

    Kandungan kalsium dan mineral dalam susu bekerja sama meningkatkan kerja metabolisme tubuh untuk membakar lemak saat tidur. Selain itu, susu juga sumber karbohidrat kompleks yang dapat membantu menjaga kadar insulin tetap rendah. Kadar insulin rendah membantu meningkatkan metabolisme tubuh dan membakar kalori.

    Untuk mendapatkan manfaat ini, Anda perlu mengonsumsinya sebanyak 1.200 higga 1.300 mg kalsium setiap harinya. Satu gelas susu ukuran 250 ml mengandung 300 mg kalsium. Maka, cobalah untuk mengonsumsi 3-4 porsi susu rendah lemak setiap hari, baik dalam bantuk murni atau olahan seperti keju dan yogurt, untuk membantu tubuh membakar lemak lebih maksimal.

    3.Gandum utuh

    Gandum utuh dam biji-bijian utuh seperti beras merah, beras cokelat, beras hitam, hingga quinoa diperkaya oleh serat dan karbohidrat kompleks yang membantu merangsang metabolisme tubuh untuk mempercepat pembakaran lemak. Metabolisme tubuh yang tinggi juga menjaga kadar insulin tetap rendah. Maka itu, biji-bijian utuh menjadi salah satu pilihan makanan pembakar lemak dan kalori saat tidur.

    4.Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan seperti kacang tanah, almond, kacang kedelai, kacang merah, dan lainnya merupakan sumber protein nabati yang dapat membantu menjaga berat badan. Pasalnya, serat dan jenis protein dari bahan-bahan nabati membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Metabolisme tubuh yang tinggi membantu membakar lemak lebih cepat dan menjaga kadar insulin tetap seimbang, sehingga juga dianggap mampu untuk menurunkan risiko diabetes mellitus tipe 2.

    Kacang juga mengandung sederet vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan. Jadikan segenggam kacang panggang pilihan sebagai kudapan Anda atau racik semangkuk sup kacang merah untuk menghangatkan perut sebelum tidur.

    5.Teh hijau

    Dikutip dari Prevention, penelitian asal Swiss membuktikan bahwa mengonsumsi suplemen teh hijau (setara dengan satu cangkir teh hijau) sebanyak tiga kali sehari membantu membakar kalori 80 kali lebih banyak daripada tidak mengonsumsinya sama sekali. Para peneliti meyakini manfaat teh hijau ini berkat kandungan antioksidan flavonoid yang bekerja meningkatkan metabolisme tubuh dan membakar kalori, bahkan saat Anda sedang tidur.

    Namun ingat, untuk memiliki berat badan ideal tidak cukup hanya dengan menerapkan pola makan yang lebih sehat. Anda juga perlu mendampinginya dengan rutin melakukan berbagai kegiatan fisik yang dapat membantu membakar lemak lebih maksimal.

     

    Sumber: hellosehat.com

  • Suka Sarapan Pakai Nasi? Coba Simak Dulu Ini !

    Indonesia terkenal dengan statement, “Belum makan kalau belum nasi”, tidak peduli momennya pagi, siang, atau sore makan nasi adalah hal yang menjadi kewajiban bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Lalu, bagaimana dengan sarapan nasi? Sebagian orang yang sarapan dengan nasi tentu menginkan perutnya kenyang dan bertahan hingga siang hari.

    Namun, bagi sebagian orang lainnya, sarapan di pagi mungkin bukanlah sebuah hal yang krusial. Padahal, sarapan sebelum melakukan berbagai macam aktivitas sangatlah penting. Selain akan membuat tubuh sehat, sarapan juga dapat membuat tubuh tidak lesu di siang hari.

    Masih banyak yang menganggap bahwa sarapan adalah kegiatan memakan makanan apa saja agar perut tetap kenyang. Padahal, sarapan yang benar adalah ketika seseorang memakan makanan bergizi lengkap, bahkan tidak perlu sampai perut terasa kenyang.

    Selain itu, banyak juga yang berpikir bahwa ketika sarapan, kita harus memakan makanan padat. “Sering kali masyarakat salah mempersepsikan sarapan. Sarapan dianggap makanan padat, padahal bisa lembut dan cair. Makanan dan minuman. Sarapan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian,” kata seorang ahli gizi, Hardinsyah, dalam acara konferensi pers peluncuran Nestlé NESTUM di Hotel Grand Hyatt Hotel, Jakarta, beberapa waktu lalu.

    Meski kebutuhan gizi harus dipenuhi, tetapi menurut Hardinsyah, terlalu banyak juga sebaiknya dihindari. Karena dapat menyebabkan rasa kantuk yang akan menghambat aktivitas sehari-hari.

    Sarapan memang dapat dikatakan sebagai kegiatan makan dan minum, akan tetapi makanan dan minuman yang disantap harus yang berkualitas. “Memenuhi karbohidrat, ada proteinnya, ada mineral, dan ada serat,” kata Hardinsyah kepada Republika.

    Maka kami menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang lengkap dan berimbang zat gizinya. Bagaimana dengan Nasi Uduk yang terkenal sebagai salah satu menu sarapan favorit di Indonesia? Nasi uduk biasa disajikan dengan bihun goreng, sambal goreng kentang, ditambah dengan gorengan. Jika Anda perhatikan, nasi uduk sudah merupakan sumber karbohidrat, jika ditambah dengan bihun atau kentang maka asupan karbohidrat Anda bertambah berkali-kali lipat. Selain itu gorengan yang Anda konsumsi juga biasanya tinggi lemak karena mengandung banyak minyak.

    Jika Anda terbiasa mengonsumsi nasi uduk untuk sarapan, cobalah kombinasikan dengan lauk-pauk yang mengandung protein dan sayur buah, kurangi asupan karbohidrat sederhana yang terlalu banyak

    Konteksnya, sarapan menjadi sumber energi yang menyebabkan tubuh memiliki stamina lebih. Selain itu, sarapan juga dapat membantu seseorang lebih berkonsentrasi melakukan kegiatan dari pagi sampai siang hari. Ketika selesai beraktivitas, energi sudah pasti terasa berkurang. Maka dari itu selain sarapan, makan siang dan sore yang bergizi juga sangat disarankan.

    Sarapan tentunya seringkali ditujukan untuk Anak-Anak sebelum mereka sekolah. Dibandingkan orang dewasa yang tentu telah memiliki kuasa penuh atas dirinya sehingga cenderung dapat mengontrol pola makan dan sarapan. Namun pada anak-anak diperlukan kebijakan dan pengetahuan orangtua tentang gizi baik, makanan bergizi, dan apa yang dianjurkan serta dilarang untuk sarapan anaknya. Seringkali dikarenakan keharusan mengantisipasi macetnya perjalanan maka sarapan diabaikan kualitasnya.

    Berdasarkan data Survei Diet Total (SDT) Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) pada lebih dari 25 ribu anak usia 6 sampai 12 tahun di 34 provinsi di Indonesia, sekitar 47,7 persen anak belum memenuhi kebutuhan energi minimal saat sarapan. Kemudian, 66,8 persen anak masih sarapan dengan mutu gizi rendah vitamin dan mineral. Persentase anak yang kurang mendapat gizi bermutu dapat terbilang cukup tinggi.

    Jadi, tidaklah selalu salah apabila sarapan dengan nasi. Semua tergantung dengan porsi dan takaran gizi sarapan tersebut. Pada intinya sarapan bukanlah bicara jumlah atau kuantitas semata, namun kualitas dari sarapan tersebut.

    Sahabat, bagaimana menurut Anda sarapan Anda? Sudahkah memenuhi gizi yang baik? Atau…….

     

     

    Rujukan :

    Republika

    Hellosehat