Tag: Makan pagi

  • Mengelola Aktivitas Pagi Agar tidak Stres!

    Berbagai macam kesibukan sehari-hari terkadang membuat stres. Tak heran beberapa orang pun merasa malas bahkan cenderung takut ketika akan menghadapi pagi.

    Kesibukan itu sebaiknya tak disikapi dengan rasa stres. Agar tidak menimbulkan stres, ada cara mengelola aktivitas yang benar di pagi hari. Dilansir The Guardian, ada lima kiat dalam menghadapi kesibukan di pagi hari tanpa harus mengalami stres.

     

    1. Siapkan segala kebutuhan pada malam sebelumnya

    Salah seorang dokter locum dan penulis The Food Medic, Hazel Wallace, menyarankan agar kegiatan di pagi hari tak terlalu repot, maka siapkan segala sesuatu yang dibutuhkan pada malam sebelumnya. Persiapkan segala kebutuhan mulai dari makan siang hingga menyusun pakaian yang akan dipakai keesokan harinya.

    Organisator profesional Vicky Silverthorn juga menyarankan untuk meninggalkan barang-barang yang diperlukan di depan pintu. Persiapan juga bisa dilakukan dengan menggunakan catatan tempel sebagai pengingat.

    Selanjutnya, periksa ramalan cuaca, perbarui kalender, dan merawat rutinitas di malam sebelumnya juga akan membantu Anda merasa lebih siap di pagi hari.

     

    1. Jangan tekan tombol tunda pada alarm

    Seorang profesor ilmu saraf di University of California, Matthew Walker, menyarankan agar tidak menekan tombol snooze atau tunda pada alarm. Sebab, hal itu akan  mengganggu kualitas tidur.

    Dia menyarankan untuk mengatur alarm di jadwal ketika benar-benar harus bangun. The Sleep Council, organisasi yang mempromosikan kebiasaan tidur yang sehat, memperingatkan bahwa tubuh mengalami lonjakan kortisol setiap kali alarm berbunyi.

    Jika kesulitan untuk tidak menekan tombol, tinggalkan alarm di ruangan sebelah. Tubuh harus benar-benar bangun dan menghampiri alarm untuk menghentikan bunyinya. Bangun dengan alarm cahaya atau getaran juga bisa memudahkan bangun dari tidur.

     

    1. Membereskan barang-barang

    Advokat Silverthorn memberikan saran untuk menyiapkan rutinitas dengan baik yaitu dengan menempatkan kunci dan barang-barang penting lainnya di tempat yang sama. Selain itu, disarankan untuk terus declutter atau mengurai barang-barang untuk memilih mana yang diperlukan dan mana yang tidak diperlukan.

    “Mengurai rumah juga bisa mengarah ke rutinitas yang lebih ramping. Semakin sedikit yang dimiliki semakin mudah untuk bertanggung jawab atas rumah, daripada barang itu menjadi sebuah tanggung jawab,” jelasnya.

     

    1. Siapkan sarapan

    Wallace membagikan pengalamannya mengelola rutinitas agar tak menjadi stres tetapi tetap sehat dengan sarapan. Dia membuat gandum sejak malam sebelumnya dengan jumlah yang agak banyak. Gandum itu menjadi sarapan dan juga makanan bekal untuk bekerja pada hari berikutnya.

    Sedangkan Silverthorn menyarankan diperlukan sistem di tempat seperti daftar periksa atau tempat teh dan kopi di dapur agar mudah mencarinya. Akan tetapi dia memperingatkan terhadap hal-hal yang rumit karena memiliki kemungkinan lebih kecil untuk bertahan dalam jangka panjang.

    “Jika anak-anak cukup besar untuk membuat sarapan sendiri, tinggalkan mangkuk dan makanan dalam jangkauan mereka untuk mendorong kemandirian. Dapur adalah pusat rumah. Jika itu di tempat yang tepat maka semuanya berjalan lebih lancar,” katanya.

     

    1. Ambil waktu sejenak

    Banyak dari kita lebih memilih untuk terus melakukan kegiatan rutin pagi hari agar waktu tak terbuang sia-sia. Ternyata, Silverthorn melihat hal itu merupakan sebuah kesalahan.

    Dia menyarankan untuk memulai hari dengan menjauhkan diri dari gawai setidaknya lima menit sambil membuat secangkir teh dan duduk untuk meminumnya dengan tenang. “Itu penting bagi saya setiap pagi. Lima menit untuk menyatukan pikiran. Mungkin itu sulit, tetapi lima menit bisa dilakukan,” kata dia.

    Wallace mengatakan rutinitas sehari-hari juga dapat mengurangi stres dengan beberapa penyesuaian. “Periksa penundaan, tinggalkan banyak waktu, kenakan sepatu yang nyaman dan siapkan buku atau podcast untuk perjalanan Anda,” jelas Wallace.

     

    Sumber : Republika.co.id
  • Sarapan Sama Dengan Penting?

    Banyak orang melewatkan waktu sarapan di pagi hari. Entah karena terlambat bangun, terburu-buru menuju kantor atau sekolah, karena malas bangun lebih awal untuk menyiapkan makanan, maupun karena sedang mencoba menurunkan berat badan. Namun, menurut para ilmuwan, ternyata sarapan pagi merupakan waktu makan terpenting. Apa alasannya? Yuk, simak ulasan berikut ini.

    Apa efek sarapan pagi bagi tubuh?

    Sarapan dapat membantu memulai metabolisme dan membakar kalori sepanjang harinya. Saat ini pun sudah banyak penelitian yang menghubungkan sarapan terhadap kesehatan yang lebih baik.

    Melewatkan sarapan berhubungan dengan peningkatan risiko sindrom metabolik, peningkatan trigliserida, kenaikan kolestrol LDL (kolestrol jahat), dan penurunan kolestrol HDL (kolestrol baik).  Sebuah penelitian pada 20.000 pria yang diteliti selama 16 tahun didapatkan bahwa peserta yang melewatkan sarapan setiap paginya 27 persen lebih berisiko terkena penyakit jantung koroner.

    Melewatkan sarapan pagi membuat jam biologis tubuh (ritme sirkadian) yang mengatur waktu makan dan puasa menjadi terganggu. Ketika Anda bangun di pagi hari, gula darah dalam tubuh yang diperlukan untuk kinerja otot dan otak kadarnya rendah. Nah, hal ini sebenarnya dapat diperbaiki dengan cara sarapan.

    Pada anak-anak, sarapan dapat meningkatkan kemampuan kognitif. Anak yang sarapan dengan teratur memiliki IQ yang lebih tinggi dibanding yang sarapan sesekali saja. Sarapan secara teratur dapat membuat perilaku anak menjadi lebih baik, dan meningkatkan performa akademis.

    Selain itu, sarapan secara teratur dapat melindungi dari diabetes tipe 2. Sebuah studi meta analisis menemukan bahwa orang yang tidak sarapan memiliki risiko 15 hingga 21 persen lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibanding yang sarapan secara teratur.

    Manfaat lain sarapan pagi buat tubuh

    Sarapan juga dapat memberikan kesempatan tubuh untuk memperoleh vitamin dan zat gizi lainnya melalui makanan yang sehat seperti produk susu, biji-bijian, dan buah-buahan. Ketika Anda tidak sarapan, kebutuhan gizi ini mungkin tidak akan tercukupi dalam sehari.

    Sarapan juga dapat memengaruhi berat badan. Sebuah penelitian yang melibatkan 50 ribu orang berusia 30 tahun ke atas berusaha mempelajari kaitan keduanya. Selama seminggu, ilmuwan meneliti perilaku makan orang-orang tersebut. Dikumpulkan data mengenai berapa kali mereka makan setiap harinya, berapa jam mereka puasa di malam hari, apakah mereka sarapan atau tidak, dan kapan mereka menyantap porsi makanan paling besar. Kemudian mereka dikelompokkan berdasarkan perilaku makan yang serupa.

    Setelah menyesuaikan faktor demografi dan gaya hidup, peneliti menghitung rata-rata indeks massa tubuh (IMT) dari setiap kelompok. Hasilnya, orang yang biasanya tidak sarapan pagi dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit kronis terkait obesitas.

    Tak hanya itu, sarapan juga dapat memengaruhi kesehatan tulang. Dari hasil penelitian, terdapat hubungan antara melewatkan sarapan dengan penurunan kepadatan tulang, yang akhirnya bisa memicu osteoporosis.

    Jadi, apakah betul sarapan adalah waktu makan yang paling penting?

    Sebenarnya, setiap jam makan itu sama-sama penting karena tubuh manusia memang sudah dirancang sedemikian rupa untuk mendapatkan zat gizi secara bertahap, tidak secara langsung. Anda tidak bisa melewatkan sarapan dengan alasan nanti saat makan siang Anda akan membayar “utang” gizi yang tidak tercukupi waktu sarapan.

    Sistem pencernaan manusia punya kapasitas dan kemampuan tersendiri untuk memproses makanan beberapa kali sehari, yaitu saat sarapan pagi, makan siang, makan sore, dan makan malam.

    Karena itu, sebenarnya yang paling penting adalah bagaimana cara Anda mengatur porsi makan, kandungan gizi makanan, dan variasi makanan saat sarapan pagi. Begitu pula pada saat makan siang, makan malam, bahkan saat Anda ngemil. Dengan begitu, sepanjang hari Anda akan mendapatkan manfaat hidup sehat.

     

    Sumber: hellosehat.com