Tag: lupus

  • Ini Dia Daftar Jenis Autoimun yang Banyak Menyerang Wanita

    Penyakit autoimun adalah penyakit yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh (sistem imun) menyerang sel-sel sehat dalam tubuh Anda sendiri. Penyakit ini berkembang ketika sistem kekebalan tubuh Anda salah dalam menilai sel sehat yang ada dalam tubuh Anda, dan malah menganggapnya sebagai zat asing. Akibatnya, tubuh Anda mulai memproduksi antibodi yang akan menyerang dan merusak sel sehat dalam tubuh Anda tersebut. Sementara itu, penyebab pasti mengapa sistem imun Anda menyerang sel sehat dalam tubuh belum diketahui.

    Penyakit autoimun dapat memengaruhi hampir semua bagian tubuh, termasuk otak, saraf, otot, kulit, sendi, mata, jantung, paru-paru, ginjal, saluran pencernaan, kelenjar, dan pembuluh darah. Ada sebanyak 80 jenis penyakit autoimun.

    ITP merupakan salah satu penyakit autoimun yang banyak menyerang wanita dan menyebabkan pecahnya jaringan pembuluh darah. Seringkali terlihat seperti gejala demam berdarah.

    Pada artikel kali ini akan membahas penyakit autoimun yang banyak menyerang wanita. Yuk simak apa saja.

    1. Antibody Syndrome / Antiphospholipid (APS)

    Jenis penyakit autoimun ini bekerja dengan menyerang lapisan dalam pembuluh darah yang mengakibatkan terjadinya pembekuan darah pada saluran darah, baik saluran vena maupun arteri. Akibatnya kulit meruam, terutama di bagian tangan dan lutut.

    2. Autoimun Hepatitis

    Penyakit autoimun ini menyerang sel-sel hati dan sistem kekebalan tubuh yang bisa mengakibatkan hati mengeras dan gagal hati. Gejala yang muncul biasanya berupa : kelelahan, kulit dan mata menjadi kuning, nyeri di bagian sendi dan gatal-gatal.

    3. Celiac Dease

    Jenis penyakit autoimun ini menyebabkan penderitanya tidak mampu menerima gluten, zat yang terkandung dalam gandum.

    Penyakit ini bekerja dengan cara merusak lapisan usus dan bisa mengakibatkan penderitanya mengalami kelelahan yang amat sangat, kelumpuhan di beberapa bagian tubuh, nyeri di bagian perut dan kembung, diare dan sembelit, serta gatal pada kulit.

     

    4. Guillain-Barre Syndrome (GBS)

    Penyakit autoimun ini menyerang saraf yang menghubungkan otak dan tulang belakang dengan seluruh. Akibatnya otak mengalami kesulitan untuk memberikan perintah pada saraf otot, hingga menimbulkan kelumpuhan.

    Gejala awalnya biasanya muncul dalam bentuk rasa lelah, kesemutan yang berawal dari kaki lalu menyebar ke seluruh tubuh, serta kelumpuhan.

    5. Hemolytic Anemia

    Penyakit autoimun ini bekerja dengan menghancurkan sel darah merah yang terdapat dalam tubuh, sementara itu tubuh yang tidak mampu memproduksi sel darah merah secepat kerusakan yang terjadi pada darah merah tersebut. Hal ini menyebabkan tubuh kekurangan oksigen yang amat dibutuhkan oleh tubuh.

    Akibatnya penderita akan mengalami kelelahan, pucat, mata dan kulit menguning, pusing, sesak napas dan mengalami gagal jantung.

    6. Ideophathic Thrombosythopenic Purpura (ITP)

    ITP merupakan salah satu penyakit autoimun yang banyak menyerang wanita dan menyebabkan pecahnya jaringan pembuluh darah. Seringkali terlihat seperti gejala demam berdarah.

    Sistem kekebalan tubuh  ini menyerang trombosit yang berguna untuk pembekuan darah, hal ini bisa menyebabkan pecahnya jaringan darah dalam tubuh dan bisa menyebabkan kematian akibat pendarahan, termasuk pendarahan otak.

    Gejala yang muncul secara fisik hampir sama dengan penyakit demam berdarah, hanya saja penderita tidak mengalami rasa mual dan sakit di daerah ulu hati.

    Pada permukaan kulit akan terlihat bercak-bercak yang semakin lama semakin luas dan berwarna gelap. Selain itu akan mengalami pendarahan gusi, mulut dan hidung serta luka yang terus mengeluarkan darah.

    Dengan istirahat total untuk menghindari benturan yang bisa menimbulkan pecahnya pembuluh darah, dan mengkonsumsi suplemen untuk meningkatkan jumlah trombosit dalam darah, penyakit ini bisa dikendalikan, dan jarang sekali terjadi pengulangan.

    7. Lupus Eritematosus Sistemik

    Penderita yang mengalami serangan penyakit autoimun ini ditandai dengan tanda merah di bagian wajah seperti sepasang sayap kupu-kupu. Karena gejala yang bervariasi dengan menyerang jantung, ginjal, hati, kulit, sendi dan seluruh tubuh.

    Gejala yang timbul seperti kehilangan berat badan, nyeri dan bengkak di bagian sendi, dan ruam pada wajah. Penderita juga menjadi sensitif terhadap sinar matahari, mengalami sakit kepala dan perubahan perilaku.

    8. Multiple Sclerosis

    Penyakit autoimun ini menyerang lapisan pelindung di sekitar syaraf, hingga menyebabkan terganggunya kerja otak dan syaraf tulang belakang. Biasanya penderita mengalami mati rasa dan kesemutan, kelumpuhan dan sulit melakukan keseimbangan tubuh serta sulit bicara.

    9. Psoriasis

    Penyakit autoimun ini ditandai dengan penumpukan sel kulit yang terjadi akibat sel- kulit yang tumbuh di dalam kulit tumbuh cepat dan segera naik ke permukaan hingga kulit menebal dan menumpuk di permukaaan kulit.

    Gejala yang terlihat dengan adanya bercak merah tebal dan bersisik yang tumbuh di bagian kepala, siku dan lutut disertai rasa gatal dan nyeri.

    10. Diabetes

    Jenis penyakit autoimun ini menyerang sel-sel insulin, sehingga tubuh tidak bisa memenuhi kebutuhannya akan insulin. Hal ini tentu saja menyebabkan terlalu banyak gula beredar dalam darah. Akibatnya, terjadi kerusakan pada mata, ginjal, saraf, gusi serta gigi. Dan bisa mengakibatkan serangan jantung

    Gejala yang dirasakan penderita seperti: sering merasa haus; sering buang air kecil; sering merasa lemas dan lapar; berat badan turun; luka susah sembuh; penglihatan menjadi buram; kaki sering mati rasa dan kesemutan.

    Contoh-contoh di atas hanya sebagian saja dari bermacam-macam penyakit autoimun yang banyak menyerang wanita di usia produktif.

    Namun, hidup dengan penyakit autoimun bukanlah akhir dunia. Karena sejatinya, hidup dan mati ditentukan oleh Sang Pencipta.

     

     

    Sumber :

    • hellosehat.com
    • id.theasianparent.com
  • Apa Itu Penyakit Lupus? Apa Ciri Ciri Penyakit Lupus?

    Lupus, atau juga dikenal dengan sebutan Sistemik Lupus Eritematosus (SLE), merupakan penyakit peradangan kronik yang terjadi karena sistem daya tahan tubuh seseorang menyerang sel dan jaringan tubuhnya sendiri.

    Peradangan yang terjadi akibat lupus dikenal memiliki seribu wajah, karena bisa menyerang berbagai sistem organ tubuh, termasuk persendian, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung, dan paru-paru.

    Lupus seringkali sulit dikenali karena tanda dan gejalanya sangat bervariasi dan menyerupai berbagai kondisi klinis lainnya. Salah satu tanda yang cukup khas pada lupus berupa adanya ruam pada wajah yang menyerupai sayap kupu-kupu di pipi. Tapi ruam ini pun tidak selalu terjadi pada para penyandang lupus. SLE juga diketahui lebih sering ditemui pada wanita. Walaupun dapat terjadi pada seluruh kelompok usia, lupus paling sering terdiagnosis pada usia 15 hingga 40 tahun.

    WOMAN AT HOSPITAL CONSULTATION

    Jenis-jenis Lupus

    Penyakit lupus terbagi ke dalam beberapa jenis, antara lain:

    Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus/SLE)

    Lupus ini terjadi secara menyeluruh (sistemik) pada tubuh penderita dan merupakan jenis lupus yang paling sering terjadi. Dinamakan lupus sistemik dikarenakan terjadi pada berbagai organ, terutama sendi, ginjal, dan kulit. Gejala utamanya adalah inflamasi kronis pada organ-organ tersebut.

    Lupus eritematosus kutaneus (cutaneous lupus erythematosus/CLE)

    Merupakan manifestasi lupus pada kulit yang dapat berdiri sendiri atau merupakan bagian dari SLE. CLE dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu acute cutaneous lupus erythematosus (ACLE), subacute cutaneous lupus erythematosus (SCLE), dan chronic cutaneous lupus erythematosus (CCLE).

    Lupus akibat penggunaan obat

    Beberapa jenis obat dapat menimbulkan gejala yang terlihat mirip dengan gejala lupus, pada orang yang tidak menderita SLE. Akan tetapi jenis lupus ini bersifat sementara dan akan menghilang dengan sendirinya beberapa bulan setelah berhenti mengonsumsi obat yang memicu gejala lupus tersebut. Beberapa jenis obat yang dapat menyebabkan lupus jenis ini, antara lain metildopa, procainamide, D-penicillamine (obat untuk mengatasi keracunan logam berat), serta minocycline (obat jerawat).

    Lupus Eritematosus Neonatal

    Lupus eritematosus neonatal merupakan jenis lupus yang terjadi pada bayi baru lahir. Lupus neonatal diakibatkan oleh autoantibodi, yaitu anti-Ro, anti-La, dan anti-RNP. Ibu yang melahirkan anak yang menderita lupus eritematosus neonatal belum tentu mengidap lupus. Biasanya lupus eritematosus neonatal hanya terjadi pada kulit dan akan menghilang dengan sendirinya. Namun pada kasus yang jarang, lupus neonatal dapat menyebabkan congenital heart block, yaitu gangguan irama jantung pada bayi baru lahir. Kondisi ini dapat diatasi dengan cara memasang alat pacu jantung.

    Ciri-ciri penyakit lupus

    Ciri-ciri yang bisa didapatkan oleh para penderita lupus adalah :

    1). Sesak nafas

    Sesak nafas merupakan ciri pertama. Penyebab dada sesak bisa jadi karena cara kerja paru-paru yang terganggu karena paru-paru terserang oleh imun sendiri dan juga terjadi karena adanya cairan paru-paru yang merendam dan juga mengganggu cara kerja paru-paru dalam memompa udara.

    2). Sakit di bagian sendi

    Jika menyerang organ vital karena sistem imun, maka penderita lupus akan memiliki ciri sakit pada bagian sendi, bukan hanya sakit terkadang penderita lupus disertai rasa lemas. Sakit juga sering menyebar tidak hanya pada sendi di bagian kaki melainkan menyebar bisa ke bagian tangan atau ke bagian sekitar mata. tidak hanya sakit sendi juga bisa mengalami pembengkakan dan membahayakan penderitanya.

    3). Gangguan pada kulit

    Hal selanjutnya yang menjadi ciri adalah penderita lupus akan menimbulkan reaksi pada kulit. Terkadang paparan sinar matahari dianggap membahayakan karena dapat menyebabkan warna kemerahan pada wajahnya. Selain itu bagi lupus diskoid maka efek yang pertama timbul adalah kulit, kemudian menyebar ke bagian rambut yang akan menyebabkan masalah selanjutnya.

    4). Gangguan syaraf

    Gangguan syaraf wajar terjadi karena lupus sendiri menyerang bagian syaraf. Para penderita biasanya mensalahartikan demam atau gangguan yang terjadi karena syaraf. Biasanya penderita lupus akan mengalami stroke atau gangguan kejiwaan. Namun tidak seluruhnya penderita lupus akan mengalami gangguan kejiwaan.

    5). Anemia

    Mengalami anemia tentu akan mempengaruhi kebugaran tubuh dan juga kerja tubuh. Para penderita anemia mudah sekali kelelahan dan juga mengalami tubuh yang cukup rentan. Nah, para penderita lupus akan mengalami anemia. Hal ini dapat terjadi ketika jumlah trombosit serta ekosit lebih rendah dibandingkan dengan jumlah trombosit serta ekosit pada umumnya. Terjadinya gejala ini, juga dapat memicu terjadinya pendarahan dan mudah terjadinya infeksi. Sehingga bagi penderita lupus, kelelahan merupakan ancaman terbesar yang menyebabkan penyakitnya bertambah parah. Ada baiknya jika penderita lupus dihindari dari kegiatan yang memforsir tubuh dan juga membahayakan tubuh. Dengan begitu anemia akan sedikit terhindar, dan penderita lupus tidak akan bertambah lemas atau cepat lelah.

    6). Kerusakan ginjal

    Jika ciri yang diatas tadi belum terlalu menandakan, maka ciri selanjutnya adalah penderita lupus mengalami kerusakan organ penting yakni ginjal. Jika tingkat kerusakannya telah memasuki fase yang berat maka disarankan untuk melakukan pengobatan munosupresif. Pada stadium awal penyakit lupus, ditandai dengan adanya protein pada urin. Ginjal sendiri tentunya menyaring racun dan membuangnya lewat air seni. Jika para penderita lupus mengalami kerusakan ginjal, maka asupan dan racun tentu akan memperparah tubuh. Hal inilah yang dikatakan bahwa kerusakan ginjal sangat berpotensi jika menderita lupus. Dan penyakit lupus sendiri merusak organ utama perlahan-lahan.

    Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan sahabat semua tentang penyakit lupus.

     

     

    Sumber :

    • alodokter
    • klikdokter
    • duniakesehatan