Tag: longsor

  • Hujan Akibatkan Banjir dan Longsor di Gunungkidul

    Hujan berintensitas sedang hingga lebat sepanjang Rabu (6/3) di Kabupaten Gunungkidul mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor. Kejadian banjir sebagian besar melanda Kecamatan Gedangsari dan Kecamatan Nglipar.

    Lokasi kejadian berada hampir terjadi di keseluruhan RT 06, RW 06, Dusun Krinjing, Desa Mertelu. Hujan yang terjadi sangat lama dan datang disertai angin cukup kencang membuat longsor terjadi di dua lokasi.

    Akibatnya, akses jalan penghubung tertutup longsoran dan satu unit jembatan hanyut terbawa air. Padahal, jembatan bersifat permanen dengan ukuran panjang sekitar empat meter dan lebar 3,5 meter.

    Satu sapi dan belasan ayam milik seorang petani, Sumpomo, turut hanyut terbawa arus banjir. Akibat kejadian ini, dua KK atas nama Tarno Wihardha dan Ngatiman sempat terisolir, tapi berhasil dievakuasi selanjutnya.

    Evakuasi dilakukan petugas-petugas terkait dibantu masyarakat. Mulai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Polsek Gedangsari, Pemdes Mertelu dan relawan-relawan kebencanaan.

    “Jaringan listrik mati karena satu tiang listrik roboh dan melintang di jalan, kabel utama listrik sepanjang kurang lebih 100 meter jatuh di tanah, arus sudah dimatikan PLN,” kata DPP Kapolsek Gedangsari, AKP Edy Purnomo, Kamis (7/3).

     

    Sumber : republika

  • Bogor Siaga Banjir dan Longsor Hingga Maret 2019

    Warga Kabupaten Bogor diminta waspada terhadap cuaca ekstrem yang dapat memicu terjadinya banjir, longsor, dan angin ribut hingga Maret 2019. Hal itu seiring dengan penetapan status siaga darurat bencana oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor baru-baru ini.

    “Status yang kami tetapkan itu sudah ketetapan dan instruksi langsung dari Pemprov Jawa Barat, maka itu juga berlaku untuk wilayah Kabupaten Bogor,” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor saat dihubungi Republika, Selasa (26/2) malam.

    Dia menjelaskan, terdapat 23 kecamatan yang masuk dalam zona merah rawan bencana alam seperti banjir dan longsor. Ia menjelaskan curah hujan dengan intensitas ekstrem juga merata di wilayah Bogor sepanjang hari.

    Sementara itu dia menilai, potensi bencana paling besar di Kabupaten Bogor, yakni bencana longsor. Sebab, hujan dengan intensitas tinggi berpeluang menimbulkan pergeseran tanah yang mengakibatkan longsor.

    Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Bogor, terdapat 15 kecamatan dengan potensi longsor yang cukup tinggi antara lain Sukaraja, Tamansari, Megamendung, Cisarua, Suka Makmur, Cariu, Cigudeg, Leuwiliang, Tamansari, dan wilayah barat Kabupaten Bogor yang secara geografis terdiri dari perbukitan.

    “Beberapa wilayah dengan potensi banjir ada di Tanjungsari, Cisarua, Cariu, Nanggung, Jonggol, Gunung Putri, Parung Panjang, Leuwiliang, dan Leuwisadeng. Sebagian besar kecamatan itu diapit oleh aliran sungai-sungai besar,” katanya.

    Sungai-sungai besar yang melintasi daerah-daerah tersebut antara lain Sungai Ciliwung, Sungai Cisadane, Sungai Cibeet, dan Sungai Cileungsi Citarum. Di Kota Bogor, laporan dari BPBD Kota Bogor menyebutjan, telah terjadi tujuh kejadian menonjol seperti pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.

     

    Sumber : republika

  • Dalam 10 Tahun, 132 Longsor Terjadi di Sukabumi

    Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) mengungkap sepanjang 10 tahun terakhir, bencana tanah longsor merupakan bencana paling dominan terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

    “Jadi selama 10 tahun terakhir, longsor adalah bencana yang paling banyak di Kabupaten Sukabumi, karena pada kenyataannya daerahnya rawan, sedang, sampai rawan tinggi,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB, Rabu (2/12).

    Hasil gambar untuk longsor sukabumi

    Sutopo menyebut sepanjang periode 2009 hingga 2018, di Sukabumi tercatat bencana tanah longsor terjadi sebanyak 132 kali. Menyusul bencana puting beliung dan banjir. Oleh karena itu, ia meminta Pemerintah Daerah Sukabumi memperhatikan penataan ruang di Sukabumi. Dia meminta agar Pemda tidak dengan mudah memberikan izin tinggal di daerah rawan bencana.

    “Seharusnya tugas Pemda terkait perizinan ini yang harus diatur. Sehingga korban bencana longsor tidak terus meningkat,” ujarnya.

    Akibat bencana ini, rencanaya warga Kampung Cimapag akan direlokasi ke wilayah yang lebih aman. Namun ia belum bisa memastikan lokasi relokasi.

    “Relokasi diusahakan tidak akan jauh dari rumah mereka sebelumnya. Karena mata pencaharian warga yang mayoritas adalah petani di sawah daerah terdampak longsor,” ucapnya.

    Sebelumnya, tanah longsor menghantam Desa Sirnaresmi, Kampung Cimapag Sigaherong dan Kecamatan Cisolok terjadi pada 31 Desember 2018 pukul 17.30 WIB.

     

     

    Sumber : republika

  • Jalur Utama Padang-Solok Lumpuh Tertutup Longsor

    Jalur utama Kota Padang menuju Kota Solok hingga Provinsi Jambi, tepatnya di Panorama Dua, tertutup material longsor pada Rabu (12/12) pagi ini. Akibatnya, jalan nasional tersebut tak bisa dilewati kendaraan roda dua atau roda empat.

    photo

    Longsor yang menimbun jalur Padang-Solok di Sitinjau Laut

    Terputusnya jalur ini membuat Kota Padang semakin ‘terkurung’, setelah pada Senin (10/12) lalu jalur utama Padang-Bukittinggi putus total akibat jembatan ambruk. Tingginya intensitas curah hujan di Sumatra Barat menjadi pemicu berbagai bencana, termasuk banjir hingga tanah longsor.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat Erman Rahman menyebutkan, kejadian longsor di Panorama Dua pagi ini tidak mengakibatkan korban jiwa. Namun, dilaporkan ada satu unit mobil Avanza terseret longsor. Beruntung, pengemudi dan penumpang di dalamnya berhasil selamat.

    Kondisi jalur Padang-Solok di Sitinjau Laut yang tertutup longsor.

    “Kejadian longsor di Sitinjau Laut dipicu tingginya curah hujan yang tak henti-henti mengguyur sejak Selasa (11/12) malam,” kata Erman Rahman, Rabu (12/12).

    Erman menyebutkan, pihaknya bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) PT Semen Padang sedang berupaya maksimal untuk membersihkan material longsor. Dinas PUPR Provinsi Sumbar juga sudah mengirim alat berat untuk mempercepat proses pembersihan.

    Jalur Padang-Solok menjadi favorit bagi pengendara yang akan melakukan perjalanan dari Kota Padang menuju Bukittinggi, dan sebaliknya pas ambruknya jembatan di Kayu Tanam. Jalur ini dianggap paling aman dibanding jalur alternatif lainnya yakni Sicincin-Malalak yang memiliki topografi berbukit curam. Akibat kejadian longsor pagi ini, kemacetan terjadi hingga mencapai 6 kilometer (km).

     

     

    Sumber : republika

  • 11 Siswa Madrasah Meninggal Tertimpa Bangunan Hancur akibat Banjir Bandang

    Tribun Medan/Nanda F Batubara .Korban banjir bandang di Mandailing Natal, Sumatera Utara, Jumat (12/10/2018) malam.
    Sebelas murid madrasah di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, meninggal dunia tertimpa bangunan yang hancur diterjang banjir bandang.

    Peristiwa ini terjadi pada Jumat (12/10/2018) sore, saat jam belajar masih berlangsung.

    Berdasarkan laporan yang dihimpun Tribun-Medan.com, hingga Sabtu (13/10/2018) pukul 01.30 WIB dini hari, 11 orang meninggal dunia dan 3 orang ditemukan selamat dari 21 murid yang dinyatakan hilang sebelumnya.

    “Petugas kita terus mencari,” ujar Kapolres Mandailing Natal AKBP Irsan Sinuhaji.

    Irsan mengatakan, proses pencarian korban cukup sulit karena diduga berada dibawa runtuhan material bangunan madrasah serta lumpur.

    Irsan juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada melalui kondisi cuaca ekstrem.

    Lia, ibu dari murid madrasah yang selamat, masih trauma dengan peristiwa ini.

    Ia mengaku masih bersyukur karena sempat menarik anaknya dari terjangan air bah.

    “Sewaktu saya lihat banjir, saya langsut seret anak saya,” kata Lia.

    Berdasarkan informasi, bangunan madrasah ini masih menumpang di bangunan sekolah dasar.

    Bangunan asli madrasah, saat ini masih direnovasi.

    Warga Cari Korban Banjir Bandang
    Warga sedang melakukan pencarian korban runtuhan bangunan madrasah yang diterjang banjir bandang.

    Jembatan dan Jalan Rusak
    Sementara itu, tangisan keras seketika pecah di dalam rumah pengungsian saat delapan jenazah murid madrasah disemayamkan berjajar.

    Belum ada pihak keluarga korban yang dapat dimintai komentarnya atas musibah ini.

    Cuaca ekstrem, yakni hujan lebat disertai angin kencang melanda sejumlah daerah di Mandailing Natal.

    Kondisi serupa juga terjadi di beberapa daerah di Tapanuli Selatan.

    Selain merendam rumah warga, banjir juga merusak dan memutus akses jalan di beberapa titik.

    Setidaknya lima jembatan hanyut dan beberapa badan jalan rusak.

    Satu di antaranya di Desa Taluk, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal.

    Warga Mencari Korban Banjir Bandang
    Warga sedang melakukan pencarian korban runtuhan bangunan madrasah yang diterjang banjir bandang.

    Akses jalan nasional terputus sepanjang puluhan kilometer.

    Di Kecamatan Sayur Matinggi, Tapanuli Selatan, angin kencang menyebabkan sejumlah tiang listrik tumbang.

    Beberapa di antaranya bahkan terlihat menimpa rumah. Kondisi ini mengakibatkan antrean panjang kendaraan.

    Sedangkan di Desa Sumuran, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, terjadi bencana tanah longsor yang merusak dua unit rumah warga.