Tag: Lombok

  • MotoGP Rilis Video 3D Render Sirkuit Mandalika Lombok

    Indonesia akan memiliki sirkuit MotoGP pertama di Nusa Tenggara Barat. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, sirkuit tersebut akan dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus atau KEKMandalika, Lombok Tengha, Nusa Tenggara Barat.

    Dikutip dari Tempo.co, Mandalika adalah kawasan super prioritas untuk mendongkrak jumlah turis asing. Harapannya setelah Sirkuit tersebut selesai dibangun, dapat meningkatkan nilai tambah kawasan tersebut.

    MotoGP merilis video 3 dimensi sirkuit Mandalika Indonesia yang akan dijadikan arena balapan pada 2021 di akun twitter resminya.

    Pada video tersebut, terlihat jalur dan fasilitas apa saja yang akan tersedia saat Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP. Sirkuit tersebutlah yang akan dipakai untuk Marc Marquez dan lain-lain bertanding.

    Video terlekat

    Dikutip dari TribunNews, Abdulbar M Mansoer, selaku Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) atau PT Pengembangan Pariwisata Indonesia, mengatakan, Indonesia bersaing dengan Brazil untuk menjadi tuan rumah MotoGP2021 di Sirkuit Mandalika. Pihaknya melakukan tanda tangan kontrak pada Januari dengan Dorna.

    Sirkuit Mandalika berada di Mandalika, sebuah kawasan wisata seluas 1.035 hektar yang berlokasi di Kabupaten Lombok Tengah, NTB, yang sebelumnya telah berstatus sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata.

    Pembangunan badan jalan Sirkuit Mandalika ini akan dimulai pada Oktober 2019 mendatang dan memakan waktu 6-9 bulan.

     

     

     

    Sumber : Tribunnews, Twitter.com, Tempo.co

  • Kisah Malaikat Kecil di Balik Penyelamatan Rombongan Turis Malaysia di Lombok

    Tanah longsor yang terjadi di Air Terjun Tiu Kelep, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Minggu (17/03/2019) lalu menewaskan satu orang pemandu wisata asal Desa Senaru, serta dua orang warga negara Malaysia. Selain itu, puluhan orang mengalami luka-luka akibat tertimba material tanah serta batuan akibat longsor tersebut. Terjadi longsor di objek wisata yang berada di kaki Gunung Rinjani itu diakibatkan karena gempa besar yang melanda.

    Indonesia pun kembali berduka atas gempa yang kembali mendera pulau Seribu Masjid ini.

    Tragedi terbaru tersebut menyisakan kisah heroik. Sewaktu kejadian terdapat rombongan wisatawan berjumlah 40 orang warga negara Malaysia dan China yang sedang berlibur di objek wisata tersebut.

    Salah seorang wisatawan yang berhasil selamat, Wong Siew Lin, menerangkan bahwa rombongan baru sampai di lokasi sekitar 30 menit kemudian gempa mulai terasa serta batu-batu mulai berjatuhan. Rombongan pun terjebak di lokasi bencana, sudah ada yang meninggal, dan banyak yang terluka. Di kepanikan dan kengerian itu, dan upaya awal evakuasi, muncul Taufik yang berumur 7 tahun, bocah penyandang disabilitas tuna rungu dan tuna wicara yang berhasil menjadi penyelamat bagi puluhan warga negara Malaysia yang menjadi korban luka.

    Penuh dengan perjuangan, Taufik menunjukkan jalur aman untuk kembali ke jalanan utama dan mendapatkan pertolongan. “Saya sangat berterimakasih kepada semua orang yang menyelamatkan saya. Salah satunya penyelamat kecil saya, Taufik,” ujar Wong.

    aufik berfoto bersama salah satu korban yang selamat dari musibah tanah longsor di air terjun Tiu Kelep, Wong Siew Lin, serta Koordinator Global Peace Mission Malaysia (GPMM), Syahrir Azfar bin Saleh, Kamis (21/03/2019) (Inside Lombok/Bayu Pratama)

    Taufik adalah seorang pemandu wisata cilik asal Desa Senaru yang sehari-hari bekerja memandu wisatawan di wilayah sekitar air terjun tersebut. Wong menambahkan, bahwa ditengah keterbatasan yang dimilikinya, Taufik tanpa takut dan tanpa pamrih menyelamatkannya di lokasi air terjun tersebut.

    “Dia penunjuk jalan. Dia masih anak kecil, tapi dia mendampingi kami selama perjalanan dan proses evakuasi. Seharusnya anak sekecil itu tidak perlu bekerja. Dia masih sangat kecil. Tapi dia menyelamatkan saya,” ujar Wong seperti dikutip oleh InsideLombok.com.

    Kabar ini sampai ke telinga Global Peace Mission Malaysia. “Insya Allah kami angkat sebagai wira penyelamat manusia yang paling kecil dan menjadi satu simbol kepahlawanan, keberanian menyelamatkan nyawa yang membutuhkan pertolongan,” kata Koordinator Operasi Global Peace Mission Malaysia, Syahrir Azfar bin Saleh, di Mataram, Kamis (21/3) seperti dikutip InsideIndonesia.id.

    Syahrir Azfar sendiri, yang sudah ada di Lombok sejak Agustus 2018 lalu, menerangkan bahwa pihaknya tengah melakukan pembicaraan dengan Pemerintah Malaysia untuk agar bisa membiayai perawatan kepada Taufik, agar bisa hidup normal. Mengingat Taufik merupakan bocah penyandang disabilitas, karena tidak bisa berbicara dan tidak bisa mendengar. Kondisi fisik telinga tidak normal, sehingga perlu dilakukan operasi.. “Kami sedang meminta sokongan dan dukungan dari kerajaan Malaysia dimana kita mengangkat adik Taufik yang telah menyelamatkan masyarakat Malaysia, dimana kita harus memberikan ruang bagi adik Taufik untuk hidup seperti orang lain. Kami ingin mengadopsi adik Taufik,” ujar Syahrir, Kamis (21/03/2019).

    Selain itu, Taufik juga sedang diusulkan untuk diberikan dukungan pendidikan sampai Taufik kuliah dari Pemerintah Malaysia. Taufik sendiri selama ini diketahui memang tidak pernah mengenyam pendidikan di sekolah karena keterbatasan fisiknya.

    Kami bangga padamu, Malaikat Kecil. Sehat dan berani selalu.

     

    Sumber : GNFI

  • Rabies Mewabah, NTB Larang Pengiriman Hewan Antar-Daerah

    Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) salah satu kawasan yang ramai dikunjungi wisatawan asal Australia masih berstatus bebas rabies. Hal itu meski tiga daerah tetangganya di NTB sudah dilanda wabah penyakit anjing gila ini sejak sebulan terakhir. Menyikapi KLB rabies ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat telah meningkatkan pengawasan guna mencegah virus rabies meluas kota lain.

    Penyakit rabies merebak di sejumlah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat sejak sebulan terakhir. Kabupaten Dompu menjadi kawasan yang paling parah terpapar penyakit yang melanda hewan jenis karnivora ini dan sudah dinyatakan berstatus Kejadian Luar Biasa atau KLB sejak sepekan lalu.

    photo

    Petugas dokter hewan memperlihatkan vaksin rabies.

    Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB mencatat di kabupaten Dompu ada sekitar 662 warga telah menjadi korban gigitan Hewan Penular Rabies (HPR). Enam orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Kini kasus rabies juga telah merembet ke Kabupaten Sumbawa dan Bima.

    Sejak dua pekan terakhir sebanyak 19 warga di Sumbawa dilaporkan menjadi sasaran gigitan HPR divmana dari sampel otak yang dikirim empat di antaranya positif terinfeksi virus rabies. Sementara di Bima, tercatat 14 korban kasus gigitan yang dilaporkan dan telah mendapatkan Vaksin Anti-Rabies (VAR).

    Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Provinsi NTB, Budi Septiani pihaknya telah menggelar operasi gabungan antara dinas peternakan dan kesehatan hewan lombok timur, karantina pertanian kelas I Mataram, dan TNI Polri. Hal itu untuk mencegah lalu lintas Hewan Penular Rabies, yakni kucing, anjing, dan kera.

    Operasi gabungan ini dilakukan mulai pekan ini dengan target sasaran pelabuhan Kayangan Lombok Timur

    “Institusi kami telah menerbitkan surat yang melarang warga untuk memasukkan hewan dari daerah tertular rabies ke daerah yang bebas rabies. Warga dilarang memasukkan hewan dari Sumbawa ke Lombok dan dari Bali ke Lombok.” katanya.

    Budi Septiani mengatakan dari hasil pengawasan ini petugas menemukan beberapa HPR yang berusaha diselundupkan masuk dari kawasan lain menuju Lombok.

    “Petugas menemukan Hewan pembawa rabies (HPR) berusaha disembunyikan melalui bis atau truk fuso. Tapi hewan-hewan itu sudah dikembalikan lagi ke pemiliknya,” ungkap Budi Septiani.

    Ribuan anjing dimusnahkanKLBrabiesdiNTB2_abc_1902019.jpgPhoto: Nusa Tenggara Barat (NTB) berada diapit dua Provinsi yang mengalami KLB Rabies yakni Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bali. (Sukree Sukplang: Reuters)

    Selain pelarangan lalu lintas hewan pembawa rabies (HPR) dari dan menuju kota Lombok, langkah lain yang dilakukan otoritas Nusa Tenggara Barat menyikapi KLB Rabies di Dompu adalah dengan melakukan vaksinasi dan pemusnahan hewan yang berpotensi menyebarkan virus rabies.

    “Di Dompu, petugas kami telah memvaksinasi lebih dari 3.306 ekor HPR dari total populasi HPR sebanyak 10.334 ekor. Untuk memutus rantai penularan kami juga telah memusnahkan 1.650 ekor anjing tak berpemilik.” kata Budi Septiani.

    Sementara itu, untuk meningkatkan cakupan vaksinasi di Kabupaten Dompu, Kementerian Pertanian telah memberikan tambahan vaksin rabies sebanyak 5.000 dosis lagi yang telah diterima pada hari jumat 15 Februari 2019. Dengan tambahan tersebut maka jumlah vaksin rabies yang telah diberikan sebanyak 8.000 dosis.

    Tingginya populasi anjing liar diduga menjadi penyebab cepatnya rabies berkembang di Dompu, Nusa Tenggara Barat. Data Direktorat Peternakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, populasi anjing di Kabupaten Dompu sudah mencapai 27 ribu ekor atau 10 persen dari jumlah penduduk di wilayah itu.

    “Masyarakat di Dompu dan Sumbawa itu menjadikan anjing itu sebagai penjaga ladang meraka agar tidak dimasuki babi atau kera. Jadi mereka banyak memelihara anjing. Dan dari total populasi anjing lebih banyak anjing yang liar daripada yang berpemilik.” ujarnya.

    Rabies disebabkan oleh virus yang bernama rhadovirus pada air liur hewan yang telah terinfeksi. Hewan yang telah terinfeksi dapat menyebarkan virus dengan menggigit hewan lain atau manusia.

    Selain Dompu, wilayah lain di Indonesia yang pernah dilanda KLB Rabies adalah Bali dan Nusa Tenggara Timur, dua daerah yang mengapit Nusa Tenggara Barat. Bahkan status KLB Rabies di Bali hingga kini masih belum dicabut sejak ditetapkan tahun 2008 lalu.

     

    Sumber : republika

  • Dongeng di Lombok, Tradisi yang Bantu Pulihkan Mental Anak Usai Bencana

    Lombok Sebagai wilayah terdampak gempa, Lombok tentunya juga memerlukan hiburan, khususnya bagi anak-anak. Dongeng menjadi salah satu sarana untuk memberikan hal tersebut.

    “Kalau di Lombok, tutur cerita dongeng itu dari dulu. Sejak kami kecil sudah ada orangtua kami yang bercerita,” ujar Pembina Komunitas Kerajaan Dongeng Indonesia Herman Husdiawan kepada Health Liputan6.com di Lombok, Sabtu (12/11/2018).

    Herman yang akrab disapa Wawan ini mengatakan, tradisi saat memulai dongeng di Lombok dimulai dengan ajakan “Man juluk, man“. Kemudian, anak-anak akan menjawab dengan “Man“.

    “Itu artinya anak-anak sudah siap mendengar cerita. Itu waktu orangtua kami mengatakan itu, kami diam dan penasaran mendengar cerita,” ungkap Wawan.

    Wawan mengatakan, kampanye mendongeng yang dilakukannya bertujuan mengajak orangtua agar mampu menyampaikan pesan pendidikan dengan cara yang tidak menggurui.

    Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah melalui Festival Dongeng Internasional Indonesia 2018 di Lombok. Wawan dan komunitasnya ikut terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut.

    Pulihkan mental anak lewat dongeng

    Mendongeng juga dianggap sebagai salah satu cara untuk memulihkan mental anak-anak yang terdampak gempa di Lombok.

    “Ini adalah salah satu cara terapi psikososial,” ujar Wawan. “Ini banyak korban gempa tapi sudah lebih happy karena sering kami datangi dan sering kami dongengi.”

    Hal itu juga diamini oleh istri Gubernur Nusa Tenggara Barat Niken Zulkiflimansyah. Dalam kesempatan tersebut, dia juga sempat menjajal bercerita untuk anak-anak.

    “Anak-anak itu mau tidak mau sebagai pihak yang rentan pastinya ada efek dari kejadian selama ini. Ini bagian dari trauma healing,” ujar Niken.

    “Kalau bisa dilakukan oleh orangtua di pengungsian masing-masing itu lebih baik.”

    Sarana belajar tentang gizi

    Tak hanya ampuh sebagai terapi trauma pada anak-anak, dongeng juga terbukti jadi sarana yang baik untuk menyampaikan informasi seputar gizi.

    Salah satu pendongeng yang juga merupakan External Communication Danone for ELN & Medical Nutrition Anindita Saraswati mengatakan, kegiatan mendongeng juga salah satu cara untuk mengedukasi tentang nutrisi.

    “Selain edukasi untuk nutrisi juga untuk trauma healing,” ujar Dita yang juga tergabung dalam Bintang Nutricia.

    Dua tempat yang didatangi oleh Kerajaan Dongeng Indonesia dan Bintang Nutricia adalah Museum Negeri NTB dan juga dusun Jelateng yang merupakan salah satu pengungsian.

     

     

    Sumber : Liputan6

  • BMKG: Jangan Percaya Prediksi Gempa Bumi

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk memeriksa ulang sumber informasi gempa. Hal itu untuk memastikan informasi gempa tersebut benar berasal dari sumber yang kredibel dan resmi.

     

    Menurut Kepala Bidang Informasi Gempa bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono saat ini banyak pihak tidak bertanggung jawab menyebarkan informasi bohong mengenai prediksi gempa terjadi di Indonesia. Daryono mengatakan, masyarakat harus memastikan informasi gempa tersebut berasal dari sumber yang memiliki alamat kantor, nomor telepon, serta nama petugas yang bertanggung jawab. “Ini penting agar informasi yang dikeluarkan dapat direspons balik oleh publik, sehingga lembaga tersebut dapat dihubungi untuk dimintai penjelasan lebih lanjut,” kata Daryono, Kamis (23/8).

     

    Daryono menyebutkan beberapa lembaga yang bisa digunakan masyarakat sebagai sumber informasi terkait gempa. Lembaga tersebut yakni BMKG, USGS (Amerika Serikat), JMA (Jepang), GFZ (Jerman), EMSC (Mediterania), Geoscope, dan CEA (China).

     

    Jika mereka tidak menyebutkan lembaga, alamat, nomor kontak lembaga dan nama petugas  yang dapat dihubungi, bahkan tidak menjelaskan metoda ilmiah ataupun data yang digunakan untuk memprediksi, maka sebenarnya mereka tidak bertanggung jawab. Daryono mengibaratkan hal tersebut dengan seorang anak setelah melempar petasan kemudian lari dan bersembunyi.

     

    “Saya percaya siapapun dapat dengan mudah membuat tulisan semacam informasi gempa dan prediksi gempa karangan selanjutnya diunggah di media sosial,” kata dia melanjutkan.

     

    Belakangan, beredar prediksi gempa palsu di media sosial. Terkait hal tersebut, Daryono mengungkapkan bahwa gempa tidak dapat diprediksi dan mustahil ada lembaga saat ini dapat memprediksi gempa secara tepat.

     

    “Hingga saat ini, tidak ada satupun lembaga resmi dan pakar yang kredibel dan diakui mampu memprediksi gempa. Pakar gempa sedunia kini pun sepakat bahwa gempa memang belum dapat diprediksi dengan akurat kapan di mana dan berapa magnitudonya,” kata dia menjelaskan.

     

    Sumber : Republika

  • 500 Kepala Keluarga Jadi Korban Gempa Lombok

    Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Nusa Tenggara Barat (NTB) Ahsanul Khalik belum berani mengungkap angka pasti terkait jumlah korban terdampak gempa pada Ahad (29/7). Namun menurutnya kemungkinan besar 500 Kepala Keluarga (KK) menjadi korban gempa.

    Ahsanul menyebutkan, tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sambelia dan Kecamatan Sembalun di Kabupaten Lombok Timur, serta Kecamatan Bayan di Lombok Utara menjadi wilayah dengan dampak terparah. Ia juga belum berani mengungkap data korban meninggal lantaran masih dalam proses pendataan.

    “Korban gempa meninggal tadi kita dengar 10 orang, ada ratusan luka-luka tapi perlu pendataan lebih lanjut,” lanjutnya.

    Dinas Sosial NTB telah menerjunkan Tagana untuk memberikan bantuan dan juga membuka posko di Lapangan Sajang dan Sembalun Bumbung di Kecamatan Sembalun.

    “Kita mulai dropping bantuan ada terpal, matras, selimut dan makanan siap saji. Kita juga buka dapur umum lapangan di Sembalun, Sambelia, dan Bayan,” katanya.

    Ia menegaskan, kebutuhan pokok warga terdampak menjadi prioritas sampai beberapa hari ke depan. Ahsanul menambahkan, Dinsos juga menyiapkan genset di lokasi pengungsian sebagai antisipasi belum normalnya aliran listrik.

    “Kita juga koordinasi dengan PLN untuk sampaikan kondisi di lapangan terkait listrik,” ungkap dia.

    Sumber : Republika.co.id