Tag: lansia

  • Cara Mencegah Penyakit Sarkopenia Sejak Muda

    Waspada jika tiba-tiba tubuh anda terasa loyo, otot lembek, kendur dan tidak lagi kencang. Atau jika anda tidak bisa berdiri tegak dan mudah lelah sehingga aktivitas sehari-hari menjadi terganggu. Sebab, bisa jadi anda menderita sarcopenia.

    Menurut dr. Indra Tjahjono SpRM, sarcopenia diambil dari nama otot yang mengalami gangguan yaitu sarcomer. Jadi, sarcopenia berarti menurunnya kekuatan struktur bangunan tulang karena hilangnya massa otot yang terkait dengan penuaan.

    Jadi, umunya yang menderita sarcopenia ini adalah orang-orang yang berusia lanjut atau mereka yang mengalami bedrest total dalam jangka waktu yang cukup lama.

    Mereka yang berusia lanjut rentan mengalami sarcopenia karena hormone pertumbuhan yang mempengaruhi massa otot berkurang. Umumnya sarcopenia muncul bersamaan dengan osteoporosis.

    Bagaimana cara mencegah sarcopenia?

    Tentunya Anda tidak ingin mengalami sarcopenia atau kehilangan massa otot di usia yang lebih awal, bukan? Tenang, beberapa cara bisa Anda lakukan untuk mencegah sarcopenia. Berikut ini caranya.

    1. Olahraga ketahanan otot

    Semakin sering otot digunakan, semakin bertambah juga massa dan kekuatan otot. Pada saat otot digunakan, otot akan meningkatkan sintesis protein dan menurunkan pemecahan protein. Dengan begitu, massa otot ikut meningkat. Jadi, orang yang jarang berolahraga akan lebih berisiko kehilangan massa ototnya di usia yang lebih awal, karena ia jarang melatih kekuatan ototnya.

    Olahraga, terutama latihan ketahanan yang bertujuan untuk menguatkan otot sangat efektif untuk mencegah sarcopenia. Hal ini karena latihan ketahanan dapat memengaruhi sistem neuromuskular, sintesis protein, dan hormon, yang ketiganya memengaruhi massa dan kekuatan otot.

    Latihan aerobik tampaknya juga dapat membantu mencegah sarkopenia. Hal ini karena latihan aerobik dapat meningkatkan sintesis protein, meningkatkan sensitivitas insulin, dan menurunkan stres oksidatif, yang juga berpengaruh pada massa dan kekuatan otot. Para lansia yang melakukan latihan ketahanan atau aerobik mungkin dapat membangun kembali kekuatan ototnya.

    2. Penuhi nutrisi berikut ini

    Makanan dan nutrisi memainkan peran penting dalam menjaga massa dan kekuatan otot, terutama protein.

    Protein dibutuhkan untuk membangun dan memelihara massa otot. Asam amino yang ada pada protein merupakan senyawa yang dibutuhkan untuk merangsang sintesis protein dalam otot sehingga asupan protein yang cukup sangat dibutuhkan oleh para lansia untuk mempertahankan massa ototnya.

    Penelitian pun telah menunjukkan bahwa lansia membutuhkan asupan protein yang lebih banyak dibandingkan orang yang lebih muda. Asupan protein sebesar 1-1,2 gram per kg berat badan per hari merupakan asupan optimal untuk lansia.

    Makanan yang mengandung protein berkualitas tinggi sangat berpengaruh pada peningkatan massa otot. Makanan berprotein tinggi, seperti susu dan produk susu, dapat meningkatkan sintesis protein di otot lebih lama. Protein whey dalam susu dapat meningkatkan sintesis protein di otot dengan cepat. Sedangkan, kasein dalam susu dapat mempertahankan peningkatan sintesis protein lebih lama dan mengurangi pemecahan protein otot.

    Selain protein, pemenuhan kebutuhan energi serta vitamin dan mineral dari sayuran dan buah-buahan juga penting dilakukan oleh orang dewasa dan lansia untuk mencegah sarcopenia.

     

     

    Sumber :

    • hellosehat
    • sweetspearls.com
  • Penelitian Menyatakan Wanita Lebih Sering Terkena Stroke

    Mengapa Wanita Lebih Rentan Terkena Stroke Dibanding Pria

    Penyakit stroke bisa terjadi pada siapa saja, baik itu lelaki atau perempuan. Namun, tahukah anda, bahwa penyakit stroke memiliki risiko tinggi terkena atau menyerang wanita dibandingkan dengan pria.

    Mengapa sering terjadi pada wanita.? sebenarnya tidak mutlak juga, namun penyakit stroke lebih sering terjadi seiring dengan usia yang menua. Dan rata rata usia wanita lebih panjang dibanding dengan pria. Dengan kata lain, wanita bisa memiliki risiko tinggi terkena stroke.

    Bukan itu saja, gangguan inflamasi bahkan bisa menyebabkan kerusakan pembuluh darah atau juga pembekuan pada darah. Beberapa tipe migrain yang sering terjadi pada wanita bisa meningkatkan stroke.

    Bahkan, pada sebuah penelitian yang baru. Obesitas atau kelebihan berat badan bisa menyebabkan serangan stroke. Penelitian ini dilakukan di Inggris yang mana juga melibatkan data dari 1.3 juta wanita di inggris. Dan rata rata usia mereka adalah 57 tahun.

    Bagaimana wanita bisa mencegah stroke?

    Para wanita ini sudah diikuti perkembangan kondisi kesehatannya selama lebih dari 12 tahun. Hasilnya ditemukan bahwa mereka yang memiliki berat badan berlebihan atau terkena obesitas akan memiliki risiko terkena stroke hemoragik, sebuah kondisi di mana pembuluh darah yang ada di otak memecah dan sangat berbahaya bagi seseorang karena bisa membuat pasokan darah dan oksigen ke otak berhenti.

    Dari penelitian ini, diketahui bahwa ada lebih dari 2.200 wanita yang berisiko mengalami stroke iskemik dan lebih dari 1.500 wanita berisiko terkena stroke hemoragik dari data 344 ribu wanita dengan berat badan normal. Sementara itu, dari wanita obesitas, ada hampir 2.400 wanita berisiko terkena stroke iskemik dan 910 orang dengan risiko terkena stroke hemoragik.

    Hal ini berarti, pada setiap wanita yang indeks massa tubuhnya meningkat sebanyak lima angka, maka risiko terkena stroke iskemik bisa meningkat hingga 21 persen. Ada baiknya wanita lebih baik menjaga berat badannya tetap ideal agar tidak terkena serangan stroke yang mematikan ini.

    Gejala stroke yang perlu diwaspadai

    Gejala-gejala penyakit stroke pada wanita yang harus Anda waspadai adalah susah bicara, mati rasa di area kaki, lengan, dan wajah, sakit kepala mendadak, susah berjalan, pingsan, muntah-muntah, dan linglung. Jika Anda mengalami tanda-tanda tersebut, segera hubungi dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

     

     

    Sumber :

    • hellosehat
    • bidanku
  • Usia Muda Bisa Stroke! Ini Gejala dan Cara Mencegahnya

     

    cara-menghindari-stroke-di-usia-muda

    Stroke merupakan salah satu penyakit berbahaya yang bisa menyebabkan kematian. Stroke bukan saja menyerang pada usia lansia tetapi sekarang banyak usia muda yang sudah kena stroke.

    Menurut S. Ausim Azizi, MD, pimpinanan jurusan Neurology dan dosen neurology Temple University Medical School di Philadelphia, “Dibandingkan stroke pada usia lanjut, stroke di usia muda adalah penyakit yang berbeda.” Infeksi, trauma gangguan jantung, dehidrasi, sickle cell disease bisa menjadi penyebab paling umum stroke pada usia muda.

    Penurunan asupan atau supply darah ke otak mengakibatkan terjadinya stroke. Stroke isemik biasanya menjadi penyebab yang sering terjadi, yaitu karena adanya pembekuan darah di dalam jantung atau pembuluh darah. Penyebab lainnya adalah pembedahan pembuluh darah di leher, di mana pembekuan diakibatkan oleh robekan kecil pada pembuluh darah besar dan darah dikirim ke otak. Migrain, pil KB, kehamilan, dan merokok juga diidentidikasi sebagai penyebab stroke usia muda. Menurut peneliti asal Prancis, perubahan hormon yang terjadi pada usia muda, terutama hormon yang membuat seseorang tinggi, dapat meningkatkan risiko dua hingga lima kali.

    Gejala stroke yang dapat dikenali

    Ada beberapa gejala yang dapat perhatikan, untuk memudahkannya biasanya disebut dengan “FAST“:

    FFace (wajah), caranya dengan menundukkan wajah Anda, cobalah untuk tersenyum. Jika Anda tidak bisa mengangkat kedua sisi mulut, maka mungkin ada sesuatu yang salah.

    A: Arm (lengan), cobalah untuk mengangkat lengan. Jika salah satu tangan Anda jatuh lunglai ke bawah, maka Anda perlu waspada.

    S: Speech (bicara), cobalah untuk berbicara, ucapkan kalimat mudah. Jika terdapat keanehan dalam pelafalan kata, seperti mendadak cadel, maka Anda harus segera menganalisis gejala lainnya.

    T: Time (waktu), Jika semua gejala itu Anda alami, maka jangan buang waktu lagi, segera pergi ke dokter!

    Langkah Sederhana Mencegah dan Menghindari Stroke

    Seperti yang sudah ketahui, faktor stres dan gaya hidup ialah penyebab serangan stroke ringan datang. agar bisa mengontrol dua faktor itu, dr. Frandy susatia memberikan rumus 3J & 3O.

    Jumlah Makan, Jenis Makan, dan Jam Makan

    Jumlah makanan

    Makanlah dengan gizi yang seimbang dan disesuikan dengan kebutuhan kalori harian dan aktivitas harian anda. kebutuhan kalori berdasarkan usia, misalnya pria berusia 20 – 35 tahun membutuhkan 2300 kal. semakin bertambah umur, kebutuhan makanan berkurang karena makin minim aktivitas.

    Jenis makan

    Makanan yang dikonsumsi harus mengandung lemak, protein, dan karbohidrat seimbang. Untuk kebutuhan lemak, pilihlah lemak yang baik (HDL), seperti yang terdapat dalam minyak ikan, minyak zaitun, dan minyak kanola. sementara untuk asupan karbohidrat, pilihlah karbohidrat kompleks, seperti roti gandum, nasi merah, oatmeal, dan ubi manis.

    Jam makan

    sebaiknya, anda menjalani pola makan dengan 6 porsi makan setiap hari, yang terdiri dari 3 porsi besar dan 3 porsi camilan untuk mencukupi asupan nutrisi harian.

    Olahraga, Olah Seni, dan Olah Batin

    olah raga

    olahraga terkait menjaga kebugaran dan daya tahan tubuh. sebab stres itu punya akar masalah yang harus diselesaikan, dan dengan tubuh prima maka pemicu stres – entah apakah deadline pekerjaan, tugas, target penjualan, pitching dengan klien – bisa kita lewati.

    olah seni

    bisa membuat pikiran lebih enteng dan hati lebih tenang. Tak suka seni? Dengarkan saja lagu yang bisa membuat anda lebih tenang.

    olah batin

    olah batin bisa lewat meditasi, yoga, atau segala hal yang bisa membuat kita tetap rileks. Dalam kondisi rileks, tekanan darah akan relatif stabil.

     

     

    Sumber :

    • teknorus.com
    • tokopedia.com
    • hellosehat.com