Tag: kuman

  • Tidak Dianjurkan Mencuci Tangan dengan Sabun Antibakteri

    Aktivitas mencuci tangan menjadi hal sederhana terhindar dari penyakit. Mencuci tangan harus menggunakan sabun.

    Dilansir laman Self.com, ternyata sabun antibakteri, seperti yang mengandung triclosan, tidak lebih efektif membunuh kuman daripada sabun biasa. Menggunakan sabun antibakteri bahkan mungkin mengarah pada pengembangan bakteri yang resisten terhadap agen antimikroba produk sehingga lebih sulit untuk kuman ini di masa depan.

    Pada 2016, FDA mengeluarkan aturan di mana produk pencuci antiseptik bebas yang mengandung sebagian besar bahan aktif antibakteri, termasuk triclosan dan triclocarban, tidak lagi dapat dipasarkan ke konsumen. Produk-produk ini termasuk sabun cair, busa dan gel tangan, sabun batangan, dan sabun mandi.

    Hasil gambar untuk sabun antibakteri
    Ilustrasi gambar sabun antibakteri

    Sedangkan pembersih tangan berbasis alkohol, yang tidak membutuhkan air, adalah alternatif yang dapat diterima ketika sabun dan air tidak tersedia. Jika Anda menggunakan pembersih tangan, pastikan produk itu mengandung setidaknya 60 persen alkohol. Berikut langkah-langkah sederhana menggunakan hand sanitizer.

    1. Oleskan secukupnya produk ke telapak tangan Anda untuk membasahi tangan sepenuhnya.
    2. Gosok tangan Anda bersamaan, semua permukaan, sampai tangan Anda kering.
    3. Tisu atau handuk antimikroba adalah pilihan lain yang efektif. Sekali lagi, cari produk yang mengandung persentase alkohol yang tinggi. Namun, jika tangan Anda terlihat kotor, cuci dengan sabun dan air terlebih dulu.

    Anak-anak juga membutuhkan tangan yang bersih. Bantu anak-anak tetap sehat dengan mendorong mereka mencuci tangan dengan benar dan sering. Cuci tangan Anda dengan benar untuk memberikan contoh kepadanya bagaimana melakukannya.

    Agar tidak terburu-buru, disarankan mencuci tangan sambil menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun” dua kali. Jika anak Anda tidak bisa mencapai wastafel sendirian, sediakan bangku.

    Pembersih tangan berbasis alkohol tidak masalah untuk anak-anak dan remaja, terutama ketika sabun dan air tidak tersedia. Namun, pastikan untuk mengawasi anak-anak kecil menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol. Ingatkan anak Anda untuk memastikan pembersihnya benar-benar kering sebelum ia menyentuh sesuatu. Simpan wadah dengan aman setelah digunakan.

    Kebersihan tangan sangat penting bagi anak-anak di lingkungan penitipan anak. Anak kecil yang dirawat dalam kelompok di luar rumah memiliki risiko lebih besar terkena penyakit pernapasan dan gastrointestinal, yang dapat dengan mudah menyebar ke anggota keluarga dan kontak lainnya.

    Pastikan penyedia penitipan anak Anda sering mencuci tangan atau menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol. Tanyakan apakah anak-anak diharuskan mencuci tangan beberapa kali sehari, tidak sebelum makan. Perhatikan juga, apakah area popok dibersihkan setelah setiap penggunaan dan apakah area makan dan popok dipisahkan dengan baik.

    Cara sederhana untuk tetap sehat, tidak lain dengan mencuci tangan dan aktivitas ini tidak membutuhkan banyak waktu atau upaya, tetapi menawarkan imbalan besar dalam hal mencegah penyakit. Melakukan kebiasaan sederhana ini dapat memainkan peran utama dalam melindungi kesehatan Anda.

     

     

    Sumber : republika

  • Awas Spons Cuci Bisa Jadi Sarang Kuman. Bersihkan dengan Tips Ini!

    Kegiatan mencuci piring adalah sebuah kegiatan yang hampir selalu dilakukan tanpa henti setiap hari. Bagaimana tidak, kita memasak makanan setiap hari dan akan mengkonsumsi makanan tersebut tiga kali sehari menggunakan peralatan makan. Hal ini setidaknya dalam tiga kali sehari peralatan makan tersebut menjadi kotor dan harus kita bersihkan dengan sabun cuci piring dan spon. Sayangnya, spon yang terkena banyak kotoran dari peralatan masak dan peralatan makan ini tentu akan terkena banyak bakteri dan kuman.

    Spon cuci piring akan cenderung selalu lembab dan banyaknya sisa makanan yang tertempel hasil dari pencucian piring ternyata bisa membuat bakteri menjadi tumbuh subur pada spon tersebut. Kebanyakan dari kita akan segera membilas spon dengan air setelah kegiatan mencuci piring selesai, namun hal ini tetaplah tidak cukup membuat spon ini bersih dari berbagai kuman dan bakteri karena bakteri dan kuman sudah masuk ke dalam pori-pori spon yang sulit dijangkau. Jika spon penuh dengan kuman dan bakteri, piring-piring dan berbagai peralatan makan yang kita gunakan untuk makan tentu akan tercemar berbagai kuman dan bakteri tersebut dan bisa menyebabkan masalah kesehatan.

    Spons cuci piring.

    Jika spon cuci piring telah berusia setidaknya satu hingga tiga minggu, ada baiknya kita segera menggantinya dengan yang baru. Selain mencegah berkembangnya bakteri atau kuman, spon yang berusia lebih lama dari waktu tersebut juga cenderung lebih mudah rontok, berbau, dan bahkan lengket karena bekas minyak. Dengan spon yang lebih baru, pembersihan pun bisa dilakukan dengan maksimal dan peralatan makan akan lebih aman dari bakteri dan kuman.

    Selain perlu diganti secara berkala, ada hal-hal lain yang perlu kita perhatikan agar spons cuci piring bebas kuman. Pastinya dengan spons yang bebas kuman, semua cucian piring dan perabot akan lebih higienis. Selengkapnya yuk ikuti tips-tipsnya berikut ini.

    Rendam Spons dengan Sabun dan Air Panas

    Setelah spons selesai digunakan, ada baiknya untuk direndam dulu dalam larutan air panas dan sabun anti kuman selama sekitar 5 menit. Baru bilas dengan air hingga bersih. Intinya spons yang sudah digunakan jangan langsung ditinggalkan begitu saja. Perlu dicuci dulu sampai bersih.

    Jangan Direndam di Sisa Sabun Pencuci Piring

    Kalau direndam dalam sisa sabun pencuci piring, kuman dan bakteri akan makin berkembang biak. Setelah dipakai, spons baiknya dijemur atau dikeringkan di bawah terik sinar matahari. Simpan di tempat yang kering, jangan di tempat yang lembap ya.

    Cuci Spons dalam Larutan Cuka

    Alternatif ini bisa anda coba untuk mencegah berkembang biaknya kuman dan bakteri. Cukup rendam spons dalam larutan cuka, kemudian cuci dan bilas hingga bersih sebelum dikeringkan.

    Keringkan dengan Bantuan Microwave

    Kalau anda punya microwave di rumah, bisa coba cara yang satu ini. Setelah spons selesai dicuci dengan sabun anti kuman dan dibilas, masukkan ke dalam microwave. Lalu oven selama sekitar 2 menit atau sampai benar-benar kering. Setelah itu matikan microwave, baru angkat spons yang sudah kering dengan menggunakan capit.

    Pisahkan Jenis Spons

    Ada baiknya anda menyediakan lebih dari satu spons. Pisahkan antara spons yang digunakan untuk mencuci alat makan dan perabot yang super kotor dan susah dibersihkan seperti wajan dan panci. Atau sediakan dua spons, spons pertama untuk membersihkan kotoran di alat makan, dan spons kedua digunakan untuk mencuci perabot dengan sabun yang lebih bersih.

    Spons cuci piring memang perlu diganti secara rutin. Kebersihan spons ini juga memiliki pengaruh penting pada semua alat makan dan perabot yang higienis.

    Semoga bermanfaat!

     

     

     

    Sumber :

    • kesehatanku.net
    • vemale.com
  • Tak Diduga ! Ternyata Ini Tempat Paling Kotor di Bandara

    Pernahkah anda bertanya-tanya di bagian manakah di bandara yang mendapat predikat sebagai tempat paling kotor? Jangan dikira jawabannya adalah toilet atau ruang tunggu. Tempat paling kotor di bandara mungkin adalah tempat yang sama sekali tidak diduga.

    Berdasarkan studi terbaru dari University of Nottingham dan The Finnish National Institute for Health and Welfare, tempat terkotor di bandara adalah kotak plastik di koridor pemeriksaan penumpang. Kotak-kotak yang biasa menjadi tempat diletakkannya barang penumpang menuju pemeriksaan x-ray itu rupanya adalah sarang bakteri dan kuman.

    <em>mayat di mesin x-ray bandara atlanta</em>
    mayat di mesin x-ray bandara atlanta

    Dilansir dari India Today, kesimpulan tersebut didapat setelah tim peneliti mengamati Bandara Helsinki-Vantaa di Finlandia. Pengamatan berlangsung sepanjang musim dingin 2016.

    Studi yang dipublikasikan di jurnal BMC Infectious Diseases itu mengklaim telah memonitor level bakteri di berbagai permukaan bandara. Tempat lain yang juga disebut sebagai sarang bakteri dan kuman adalah terminal pembayaran di toko bandara, pegangan anak tangga, konter pengecekan paspor, area bermain anak, dan udara di bandara.

    Peneliti menemukan bakteri, kuman  dan virus selama pengetesan. Salah satunya dapat menyebabkan gangguan pernafasan.

    Ironisnya, di toilet justru tidak ditemukan virus sama sekali. Menilik hasil studi tersebut, ada baiknya menyediakan cairan pembersih tangan untuk digunakan setelah kita mengambil barang-barang dari kotak pengecekan.

     

    Sumber : Republika

  • Mencuci Buah dan Sayuran Sebelum Dimakan. Perlu atau Dilarang?

    Sahabat, selama ini kita seringkali memanggap buah dan sayur yang langsung dipetik dari pohonya itu belum tentu kebersihannya, sehingga Anda mungkin sering disarankan mencuci buah dan sayuran sebelum dimakan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) merekomendasikan hal ini untuk menghindari penyakit yang ditularkan lewat makanan, seperti norovirus, yang merupakan penyebab utama wabah penyakit umum, seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare.

    Ahli kesehatan pun setuju bahwa mencuci buah dan sayuran efektif mencegah hal ini. Dengan demikian, Anda telah membersihkan kontaminan fisik, seperti kotoran, kerikil kecil, serangga, bahkan cacing yang sering ditemukan di sela daun-daun sayuran.

    Profesor Mikrobiologi di Arizona University, Charles Gerba mengatakan mencuci buah dan sayuran membantu menghilangkan mikroorganisme penyebab penyakit. Ia memisalkan ketika Anda menarik tanaman daun bawang dari dalam tanah, sangat mudah bagi kotoran terbawa dari sana. Itu hanya salah satu contoh bagaimana bakteri berbahaya dapat menyusup ke makanan.

    “Anda memetik sayuran dari dalam tanah. Pikirkan saja berapa banyak tangan dan proses dilewati. Petani memasukkannya ke dalam truk, karyawan toko kelontong menyimpannya di rak, pembeli di pasar memilih-milih daun bawang yang hendak dibeli. Bukan tidak mungkin satu dari mereka tidak mencuci tangan dengan beanr setelah buang air besar. Anda bisa muntah dan diare,” kata Gerba, dilansir dari Men’s Health, Selasa (28/8).

    Brendan Niemira dari Departemen Pertanian AS mengatakan membilas buah dan sayuran dengan air tidak bisa menghilangkan semua kuman dan penyakit. Namun, itu sangat efektif menghilangkan bakteri di permukaan buah dan sayuran.

    Sahabat, tentu kesehatan kita terkadang dipengaruhi oleh hal yang tidak pernah kita bayangkan sekalipun. Maka, sebarkan kebaikan ini, lakukan, meski terlihat sederhana namun kita tidak pernah tahu, hal kecil mana yang menjatuhkan tubuh kita, seperti kita tidak tahu kebaikan mana yang menyelamatkan hidup kita kelak. Stay Healthy dan Stay Positif !

     

    Sumber : Republika