Tag: kolesterol

  • Mana yang Paling Efektif untuk Mengelola Kolesterol: Statin, Pola Makan, atau Olahraga?

    Mana yang Paling Efektif untuk Mengelola Kolesterol: Statin, Pola Makan, atau Olahraga?

    Kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke. Oleh karena itu, penting untuk mengelola kadar kolesterol dalam darah secara efektif. Tiga pendekatan yang umum digunakan adalah penggunaan obat statin, perubahan pola makan, dan peningkatan aktivitas fisik. Lantas, manakah yang paling efektif? Artikel ini akan mengulas manfaat dan efektivitas masing-masing metode untuk membantu Anda menentukan pendekatan terbaik.

    1. Statin: Obat Penurun Kolesterol yang Terbukti Efektif

    Statin adalah obat yang bekerja dengan cara menghambat enzim di hati yang memproduksi kolesterol. Obat ini telah terbukti secara ilmiah mampu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) secara signifikan dan mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.

    Kelebihan:

    • Efektif menurunkan LDL hingga 50% atau lebih.
    • Cocok untuk penderita kolesterol tinggi yang memiliki risiko tinggi penyakit kardiovaskular.
    • Mengurangi peradangan pada pembuluh darah.

    Kekurangan:

    • Dapat menimbulkan efek samping seperti nyeri otot, masalah hati, atau gangguan pencernaan.
    • Harus dikonsumsi seumur hidup pada beberapa kasus.

    2. Pola Makan Sehat: Dasar dari Manajemen Kolesterol

    Perubahan pola makan sangat berpengaruh terhadap kadar kolesterol. Makanan tinggi lemak jenuh dan trans harus dihindari, sementara konsumsi serat larut, lemak sehat, dan makanan alami perlu ditingkatkan.

    Makanan yang Dianjurkan:

    • Oatmeal dan biji-bijian utuh
    • Kacang-kacangan dan polong-polongan
    • Ikan berlemak seperti salmon
    • Buah-buahan seperti apel dan alpukat

    Kelebihan:

    • Menurunkan kolesterol secara alami tanpa efek samping.
    • Memberikan manfaat tambahan seperti mengontrol berat badan dan tekanan darah.

    Kekurangan:

    • Perubahan hasil cenderung lebih lambat dibandingkan dengan statin.
    • Membutuhkan konsistensi dan kedisiplinan dalam jangka panjang.

    3. Olahraga: Meningkatkan Kolesterol Baik

    Aktivitas fisik secara rutin terbukti mampu meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) serta trigliserida. Olahraga juga membantu menjaga berat badan ideal dan memperkuat kesehatan jantung.

    Jenis Olahraga yang Disarankan:

    • Jalan cepat atau jogging 30 menit per hari
    • Bersepeda atau berenang
    • Latihan kekuatan dua kali seminggu

    Kelebihan:

    • Meningkatkan kondisi fisik dan mental secara keseluruhan.
    • Membantu mengontrol faktor risiko lain seperti diabetes dan hipertensi.

    Kekurangan:

    • Hasil optimal baru terlihat setelah dilakukan secara rutin.
    • Tidak semua orang dapat melakukan olahraga intensitas tinggi karena kondisi kesehatan tertentu.

    Mana yang Terbaik?

    Sebenarnya, tidak ada satu metode yang paling unggul secara mutlak. Penggunaan statin cocok untuk penderita kolesterol tinggi dengan risiko jantung yang signifikan. Namun, kombinasi antara pola makan sehat dan olahraga tetap penting, bahkan ketika mengonsumsi statin.

    Untuk individu dengan kadar kolesterol yang tidak terlalu tinggi, pendekatan non-obat seperti pola makan dan olahraga bisa menjadi langkah pertama yang aman dan efektif.

    Kesimpulan

    Mengelola kolesterol memerlukan pendekatan holistik. Statin sangat membantu bagi mereka yang membutuhkan penurunan kolesterol secara cepat dan signifikan, sementara pola makan sehat dan olahraga memberikan manfaat jangka panjang tanpa efek samping. Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan strategi terbaik sesuai kondisi kesehatan Anda. Dengan pendekatan yang tepat, kadar kolesterol dapat dikendalikan dan risiko penyakit jantung bisa dikurangi secara signifikan.

  • Mitos dan Fakta Seputar Kolesterol: Jangan Sampai Salah Kaprah!

    Mitos dan Fakta Seputar Kolesterol: Jangan Sampai Salah Kaprah!

    mitos dan fakta seputar kolesterol

    Kolesterol sering kali dianggap sebagai penyebab utama penyakit jantung dan stroke. Namun, banyak informasi yang beredar belum tentu benar. Oleh karena itu, penting untuk memahami mana yang mitos dan mana yang fakta tentang kolesterol agar dapat mengambil langkah yang tepat dalam menjaga kesehatan.

    1. Mitos: Semua Kolesterol Itu Buruk

    Fakta: Kolesterol sebenarnya terbagi menjadi dua jenis, yaitu kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL). Kolesterol baik membantu mengangkut kelebihan kolesterol dari darah ke hati untuk dikeluarkan, sedangkan kolesterol jahat dapat menumpuk di dinding pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

    2. Mitos: Makan Telur Dapat Meningkatkan Kolesterol Jahat

    Fakta: Telur memang mengandung kolesterol, tetapi tidak secara langsung meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Studi menunjukkan bahwa konsumsi telur dalam jumlah wajar tidak berbahaya bagi kesehatan jantung, terutama jika dikombinasikan dengan pola makan sehat.

    3. Mitos: Hanya Orang Gemuk yang Bisa Mengalami Kolesterol Tinggi

    Fakta: Kolesterol tinggi bisa terjadi pada siapa saja, termasuk orang dengan berat badan normal. Faktor keturunan, pola makan, dan gaya hidup juga berperan besar dalam menentukan kadar kolesterol seseorang.

    4. Mitos: Menghindari Semua Lemak Dapat Menurunkan Kolesterol

    Fakta: Tidak semua lemak berbahaya bagi tubuh. Lemak sehat seperti lemak tak jenuh yang ditemukan dalam alpukat, kacang-kacangan, dan ikan berlemak justru dapat membantu meningkatkan kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat.

    5. Mitos: Jika Tidak Ada Gejala, Kolesterol Saya Pasti Normal

    Fakta: Kolesterol tinggi sering disebut sebagai “silent killer” karena tidak menunjukkan gejala yang jelas. Satu-satunya cara untuk mengetahui kadar kolesterol adalah dengan melakukan pemeriksaan darah secara rutin.

    6. Mitos: Minyak Kelapa Baik untuk Menurunkan Kolesterol

    Fakta: Minyak kelapa mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat. Meski memiliki beberapa manfaat kesehatan, konsumsinya tetap harus dibatasi agar tidak berdampak negatif pada kesehatan jantung.

    7. Mitos: Kolesterol Tinggi Tidak Bisa Dikontrol Tanpa Obat

    Fakta: Pola makan sehat, olahraga, dan gaya hidup yang baik dapat membantu menurunkan kadar kolesterol tanpa harus mengandalkan obat-obatan. Namun, dalam beberapa kasus, dokter mungkin tetap merekomendasikan obat untuk mengontrol kadar kolesterol jika perubahan gaya hidup saja tidak cukup.

    Kesimpulan

    Memahami mitos dan fakta tentang kolesterol sangat penting agar tidak salah dalam mengambil keputusan terkait kesehatan. Jangan mudah percaya pada informasi yang belum terbukti secara ilmiah, dan selalu konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran terbaik dalam menjaga kadar kolesterol tetap sehat.

  • Kolesterol Tinggi? Ini Cara Ampuh Menjaga Kesehatan Jantung

    Kolesterol Tinggi? Ini Cara Ampuh Menjaga Kesehatan Jantung

    kolesterol tinggi

    Kolesterol tinggi adalah kondisi yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kadar kolesterol dalam batas normal melalui pola makan sehat, olahraga, dan gaya hidup yang baik. Artikel ini akan membahas berbagai tips untuk mengontrol kolesterol agar tetap sehat dan aktif.

    1. Pola Makan Sehat

    a) Konsumsi Makanan Penurun Kolesterol

    Beberapa makanan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL):

    • Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan kangkung
    • Buah-buahan seperti apel, alpukat, dan jeruk
    • Kacang-kacangan seperti almond dan kenari
    • Ikan berlemak seperti salmon dan tuna yang kaya akan omega-3
    • Gandum utuh seperti oatmeal dan beras merah

    b) Hindari Makanan Tinggi Kolesterol

    Beberapa makanan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah, antara lain:

    • Makanan olahan dan cepat saji seperti kentang goreng dan burger
    • Daging merah berlemak seperti sapi dan kambing
    • Gorengan yang mengandung lemak trans
    • Produk susu tinggi lemak seperti keju dan mentega

    2. Menjaga Berat Badan Ideal

    Kelebihan berat badan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik. Oleh karena itu, menjaga berat badan dengan pola makan sehat dan olahraga teratur sangat penting untuk mengontrol kolesterol.

    3. Rutin Berolahraga

    Olahraga dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik dan menurunkan kadar kolesterol jahat. Beberapa jenis olahraga yang direkomendasikan:

    • Jalan kaki selama 30 menit setiap hari
    • Bersepeda untuk meningkatkan kesehatan jantung
    • Renang untuk melatih seluruh tubuh tanpa membebani sendi
    • Yoga untuk mengurangi stres yang dapat berkontribusi terhadap kolesterol tinggi

    4. Menghindari Kebiasaan Buruk

    Beberapa kebiasaan buruk dapat meningkatkan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung, seperti:

    • Merokok, yang menurunkan kadar kolesterol baik
    • Konsumsi alkohol berlebihan, yang dapat meningkatkan trigliserida
    • Kurang tidur, yang dapat mengganggu metabolisme tubuh

    5. Konsultasi dengan Dokter

    Jika kadar kolesterol tetap tinggi meskipun sudah menerapkan pola hidup sehat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Beberapa orang mungkin memerlukan obat-obatan seperti statin untuk mengontrol kadar kolesterol.

    Kesimpulan

    Menjaga kadar kolesterol tetap normal membutuhkan kombinasi pola makan sehat, olahraga, dan gaya hidup yang baik. Dengan menerapkan langkah-langkah ini, Anda dapat menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko penyakit akibat kolesterol tinggi.

  • 6 Makanan Sehat untuk Penderita Kolesterol Tinggi yang Aman Dikonsumsi

    6 Makanan Sehat untuk Penderita Kolesterol Tinggi yang Aman Dikonsumsi

    Makanan sehat untuk penderita kolesterol tinggi umumnya mengandung nutrisi yang baik untuk mengurangi kadar kolesterol berlebih dalam darah. Jika dikonsumsi secara rutin, berbagai jenis makanan ini juga dapat melindungi tubuh dari penyakit.

    Kebiasaan terlalu sering mengonsumsi makanan tidak sehat, seperti makanan cepat saji dan gorengan, bisa membuat kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah meningkat. Jika dibiarkan, Anda pun berisiko terkena beragam penyakit, seperti penyakit jantung dan stroke.

    makanan sehat

    Oleh karena itu, jika Anda menderita kolesterol tinggi, diperlukan upaya untuk menurunkan kadar kolesterol dan menjaganya tetap normal. Salah satu cara mengurangi kolesterol tinggi adalah dengan menjalani gaya hidup sehat, termasuk mengonsumsi makanan sehat untuk penderita kolesterol tinggi.

    Pilihan Makanan Sehat untuk Penderita Kolesterol tinggi

    Untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah, ada beberapa jenis makanan sehat yang baik dikonsumsi oleh penderita kolesterol, di antaranya:

    1. Sayuran hijau

    Beberapa jenis sayuran hijau tertentu, seperti bayam, kangkung, dan lobak, efektif menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Ini karena kandungan lutein dan karotenoid yang terdapat dalam sayuran hijau dapat mengikat asam empedu yang terbuat dari kolesterol, sehingga mencegah penumpukan kadar kolesterol dalam tubuh.

    2. Buah-buahan

    Ragam buah beri, seperti bluberi, anggur, dan stroberi, juga termasuk sebagai makanan sehat untuk penderita kolesterol tinggi. Buah-buahan tersebut kaya akan serat larut yang bisa menurunkan kadar kolesterol jahat sekaligus meningkatkan kadar kolesterol baik dalam tubuh.

    Selain buah beri, ada beberapa jenis buah lain yang juga dapat baik untuk penderita kolesterol tinggi, seperti alpukat, apel, dan jeruk.

    3. Ikan yang mengandung lemak sehat

    Penderita kolesterol tinggi juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung asam lemak omega-3, seperti ikan lele, ikan salmon, ikan kembung, ikan sarden, dan ikan tuna.

    Berbagai riset menunjukkan bahwa lemak sehat omega-3 mampu mengurangi kadar trigliserida dalam darah, menjaga kadar kolesterol baik (HDL), memelihara kesehatan jantung dan pembuluh darah, serta mengurangi risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler, seperti penyakit jantung dan stroke.

    4. Biji-bijian utuh

    Biji-bijian, seperti biji bunga matahari, gandum, jali, dan chia seed, juga termasuk dalam jenis makanan sehat untuk penderita kolesterol tinggi. Jenis makanan ini kaya akan vitamin, mineral, protein, lemak sehat, antioksidan, serta serat larut yang disebut beta glukan.

    Berkat beragam nutrisi dan serat di dalamnya, biji-bijian baik dikonsumsi untuk menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan mengurangi penyerapan kolesterol di dalam saluran cerna.

    5. Kacang-kacangan

    Tak hanya biji-bijian, kacang-kacangan juga mengandung aneka nutrisi, serat, dan antioksidan yang baik dikonsumsi oleh penderita kolesterol tinggi. Beberapa jenis kacang-kacangan yang dapat dikonsumsi meliputi:

    • Kacang polong, lentil, dan buncis dikenal sebagai sumber protein yang baik.
    • Kacang kedelai dan edamame mengandung protein dan isoflavon yang terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol jahat.
    • Kacang almon dan kenari mengandung fitosterol dan terbukti menghambat penyerapan kolesterol jahat di dalam usus.

    6. Makanan yang diperkaya stanol dan sterol

    Stanol dan sterol merupakan senyawa pada tanaman yang dapat menghambat penyerapan kolesterol di dalam usus, sehingga bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

    Kedua senyawa ini bisa diperoleh dari beragam jenis makanan nabati, termasuk biji-bijian, kacang-kacangan, serta buah dan sayuran. Stanol dan sterol juga banyak ditambahkan di dalam beragam produk makanan dan minuman, seperti margarin, keju, cokelat, jus buah kemasan, dan yoghurt.

    Selain mengonsumsi makanan sehat untuk penderita kolesterol tinggi seperti di atas, Anda juga harus mengimbanginya dengan pola hidup sehat lain, seperti berolahraga secara rutin, menjaga berat badan ideal, membatasi konsumsi minuman beralkohol, dan berhenti merokok.

    Jika sudah mengonsumsi makanan sehat dan menerapkan pola hidup sehat lainnya tetapi kolesterol Anda masih tetap tinggi, Anda memerlukan saran dan penanganan lebih lanjut dari dokter. Kolesterol tinggi sebaiknya segera diatasi agar terhindar dari komplikasinya, seperti penyakit jantung atau stroke. 

  • Tips Aman Mengkonsumsi Daging Kambing

    Bila Anda ingin tetap makan daging kambing tanpa mengkhawatirkan risikonya bagi kesehatan, sebaiknya hindari olahan daging kambing dengan menambahkan minyak goreng, santan dan bumbu penyedap masakan yang berlebihan. Anda bisa mengolah daging kambing dengan cara dimasak jadi sop atau ditumis. Pastikan Anda juga menyeimbangkan nutrisi saat makan daging kambing. Jangan cuma makan daging dan nasi saja, misalnya. Perbanyak sayuran yang kaya serat, vitamin, dan mineral untuk menemani Anda makan daging kambing.

    Berikut Tips Aman Makan Daging Kambing

    Pilih Daging yang Sedikit Lemak

    Cara pertama yang harus kamu perhatikan adalah dalam memilih daging kurban yang akan digunakan. Pilihlah bagian daging yang memiliki lemak paling sedikit. Biasanya, pada daging sapi potongan pinggang, paha belakang, paha depan dan has luar (sirloin) adalah bagian yang sedikit kandungan lemaknya.

    Begitu pula pada daging kambing atau domba. Kandungan lemak tinggi dalam daging dikaitkan dengan berbagai risiko penyakit. Untuk berjaga-jaga, sebaiknya potong semua lemak yang terlihat sebelum memasak daging kurban untuk terhindar dari risiko kolesterol.

    Memanggang Dengan Bumbu Alami

    Untuk menghindari risiko kolesterol, lebih baik kamu memasak daging kurban dengan cara memanggangnya daripada menggoreng. Gunakanlah bumbu sehat dari bahan-bahan alami dan usahakan untuk menghindari penggunaan minyak yang terlalu banyak. Rempah-rempah alami biasanya mengandung garam yang baik untuk daging kurban.

    Selain itu, saat kamu memanggang daging, alirkan minyak dari daging menggunakan rak. Jika kamu mengkhawatirkan daging malah menjadi kering dan tidak lembut, kamu bisa mengoleskan bumbu atau jus buah pada permukaan daging. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan daging yang lebih lembut, dan bahkan juga dapat membuat rasanya jadi lebih enak.

    Goreng dengan Menggunakan Minyak yang Sehat

    Bila kamu tetap ingin menggoreng daging kurban, kamu bisa menggunakan minyak yang sehat, seperti minyak zaitun, bunga matahari, minyak kanola, hingga minyak kedelai. Minyak sehat ini mengandung lemak tidak jenuh yang dapat menjaga kesehatan tubuh dari kolesterol.

    Selain itu, kamu juga perlu untuk memasak daging kurban dalam oven atau penggorengan yang memiliki suhu air setidaknya 71 derajat Celcius supaya dapat membunuh bakteri. Dengan begitu, setidaknya kamu bisa menjaga kesehatan dan terhindar dari risiko kolesterol dengan minyak yang dapat menyehatkan jantung.

    Masak dengan Sedikit Minyak

    Selain itu, saat memasak kamu tidak boleh menggunakan banyak minyak maupun mentega. Hal ini karena daging kurban yang akan kamu makan sudah mengandung lemak. Bila kamu menambahkan minyak atau mentega yang juga mengandung lemak, maka hal tersebut hanya akan menghasilkan makanan atau daging yang lemaknya jadi berlipat ganda. Dengan begitu, risiko kolesterol menyerangmu akan jadi lebih tinggi.

    Padahal daging, baik daging merah atau daging putih, tinggi akan zat besi yang penting untuk mendukung kesehatan tubuh. Jadi untuk mendapatkan manfaatnya dengan maksimal, kamu harus memperhatikan cara mengolah atau memasak daging yang tepat.

    Namun, tetap batasi konsumsi daging merah

    Makan daging kambing bukanlah penyebab utama dari melonjaknya tekanan darah tinggi Anda. Oleh karena itu, sah-sah saja untuk tetap makan daging kambing. Tapi Anda harus tetap membatasi porsinya. Karena apapun jenis dagingnya, jika tinggi lemak dan dikonsumsi secara berlebihan, semua daging sebenarnya sama-sama berisiko meningkatkan tekanan darah dari penumpukan lemak jenuh dalam tubuh.

    Terlebih lagi, risiko tensi darah naik dari bumbu dan cara pengolahan daging terutama bisa meningkat pada orang-orang yang sudah memiliki kolesterol tinggi sebelumnya atau penyakit lainnya.

    Selama Anda bijak mengatur porsinya, konsumsi daging tidak akan menyebabkan tekanan darah tinggi atau meningkatkan kadar kolesterol. Cermat jugalah dalam memilih bagian daging dan cara mengolahnya. Anda dapat membuang bagian lemaknya saat hendak memasak, dan menggunakan jenis minyak goreng yang lebih sehat untuk memasak agar kesehatan tetap terjaga.

     

    Sumber :
    hellosehat.com
    hot.liputan6.com
  • Makan Daging Kambing Menyebabkan Hipertensi, Mitos/Fakta?

    Banyak yang menghindari makan daging kambing karena takut tensi darahnya naik. Padahal daging kambing tetap lebih baik daripada daging sapi dan daging ayam, sehingga bahkan dinyatakan aman untuk dikonsumsi oleh penderita darah tinggi sekalipun. Lalu, dari mana asalnya mitos makan daging kambing bikin tekanan darah naik? Berikut penjelasannya.

    Kolesterol daging kambing lebih rendah dibanding ayam dan sapi

    Mengonsumsi daging kambing tidaklah bermasalah, asalkan tidak secara berlebihan. Kadar kolesterol setiap daging berbeda-beda. Berikut adalah jumlah kolesterol pada setiap 100 gram jenis daging:

    • Daging kambing mengandung 75 mg kolesterol.
    • Daging domba mengandung 110 mg kolesterol.
    • Daging sapi (potongan sirloin) mengandung sekitar 90 miligram, sedangkan daging sapi tanpa lemakmengandung 65 miligram kolesterol.
    • Daging dada ayam tanpa kulit mengandung 85 mg kolesterol.
    • Paha ayam mengandung 135 mg kolesterol.

    Jika dibandingkan dengan daging domba, daging sapi berlemak, dan dada atau paha ayam, sebenarnya daging kambing justru mengandung lebih sedikit kolesterol.

    Tidak benar bahwa makan daging kambing menyebabkan hipertensi

    Daging merah sudah sepatutnya dihindari untuk dikonsumsi terlalu banyak, mengingat jumlah kandungan lemak jenuhnya yang cukup tinggi. Lemak jenuh telah lama dikenal dapat meningkatkan kolesterol dan memicu penyakit jantung. Oleh karena itu, asupan lemak jenuh dari makanan tidak boleh melebihi dari 20 gram setiap hari.

    Namun daging kambing sebenarnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena kenaikan tekanan darah setelah mengonsumsinya tetap tergolong lebih kecil daripada daging sapi atau ayam. Ini karena kandungan lemak jenuh daging kambing yang jauh lebih rendah dari keduanya.

    Lemak jenuh daging sapi pada umumnya berkisar sekitar 6 gram, dan ayam mengandung hampir 2,5 gram lemak jenuh per porsinya. Sementara itu, kadar lemak jenuh daging kambing hanya sekitar 0,71 gram per 100 gram berat daging.

    Daging kambing justru diperkaya oleh lemak tak jenuh, sekitar 1 gram per porsi, dibanding daging sapi atau ayam. Lemak tak jenuh adalah jenis lemak baik yang membantu menyeimbangkan kadar kolesterol darah, mengurangi peradangan dalam tubuh, dan menstabilkan detak jantung.

    Lalu, dari mana asalnya mitos makan daging kambing bisa bikin darah tinggi?

    Makan daging kambing tidak menyebabkan hipertensi. Namun demikian, ada beberapa faktor yang secara tidak langsung menyumbang kenaikan tekanan darah setelah mengonsumsinya. Tekanan darah tinggi setelah makan daging kambing cenderung disebabkan oleh teknik memasak yang salah.

    Olahan daging kambing di Indonesia seringnya digoreng dulu sebelum diolah lebih lanjut, atau dipanggang dan dibakar untuk sate dan kambing guling. Memasak dengan cara digoreng, dibakar, atau dipanggang akan meningkatkan kalori makanan daripada versi mentahnya. Ditambah lagi, mengolah daging dengan cara-cara ini seringnya membutuhkan banyak minyak goreng, mentega, atau margarin yang akan berubah jadi lemak dan diserap cukup banyak oleh daging.

    Suhu panas ketika menggoreng atau memanggang membuat kandungan air di dalam makanan menguap hilang, dan digantikan posisinya dengan lemak yang berasal dari minyak. Lemak yang terserap ke dalam daging kemudian menyebabkan makanan yang tadinya rendah kalori menjadi berkalori tinggi. Bahkan, peningkatan kalori yang terjadi dari ketiga cara memasak ini bisa mencapai 64% dari kalori sebelumnya. Asupan tinggi kalori dalam tubuh akan diubah menjadi lemak, yang lama kelamaan bisa menumpuk di pembuluh darah sehingga meningkatkan tekanan darah.

    Di samping itu, penggunaan beragam bumbu penyedap selama memasak juga secara tidak langsung menjadi faktor pemicu tekanan darah tinggi setelah makan daging kambing. Terlebih jika dimasukkan berulang kali untuk menyesuaikan rasanya. Bumbu penyedap masakan seperti kecap, garam, hingga mecin mengandung sodium tinggi dan pengawet yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi jika dikonsumsi berlebihan.

    Daging kambing juga sering diolah menjadi makanan bersantan, entah itu digulai atau dijadikan kari. Meski santan secara alami tidak mengandung kolesterol, tetapi kandungan lemak jenuhnya cukup tinggi.

     

    Sumber :
    hellosehat.com
    alodokter.com
  • Bahaya Kolesterol Tinggi

    Tubuh kita memerlukan kolesterol agar organ-organ berfungsi dengan baik. Kolesterol merupakan zat lunak menyerupai lemak yang biasa berada di seluruh bagian tubuh. Namun, jumlah kolesterol yang berlebihan di dalam darah bisa membahayakan karena akan menumpuk pada dinding-dinding arteri. Penumpukan ini berakibat kepada penyempitan dan terhambatnya aliran darah di pembuluh nadi.

    Kolesterol akan berikatan dengan protein ketikan dibawa oleh darah. Kombinasi ini disebut dengan lipoprotein yang terdiri dari dua jenis utama.

    1. High-density lipoprotein (HDL): HDL dikenal sebagai kolesterol baik yang biasa dibawa oleh darah ke organ hati untuk diurai dan dibuang keluar dari tubuh. Jumlah HDL yang makin tinggi tidak berbahaya bagi kesehatan. Tingkat HDL 60 mg/dL atau di atasnya tergolong sangat baik, sedangkan di bawah 40 mg/dL dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
    2. Low-density lipoprotein (LDL): LDL disebut juga kolesterol jahat karena jika keberadaannya terlalu banyak, maka akan membentuk dinding-dinding yang menyumbat pembuluh nadi sehingga peredaran darah menjadi terganggu. Tingkat LDL yang makin tinggi akan memperburuk kondisi kesehatan. Tingkat LDL yang masih ditoleransi adalah di bawah 100 mg/dL. LDL pada ambang 100-129 tergolong mencukupi, meski harus diwaspadai karena dinilai berada di atas ambang normal. Sedangkan kadar diatas 160 dianggap tinggi.

    Penyebab seseorang mengalami kolesterol tinggi

    Kadar LDL dan HDL dalam tubuh bisa dipengaruhi oleh banyak hal, di antaranya adalah:

    1. Makanan yang Anda makan. Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans dapat menyebabkan kadar LDL Anda meningkat. Contoh makanan yang mengandung lemak tinggi adalah, gorengan, ayam dengan kulit, daging berlemak, dan fast food.
    2. Mempunyai berat badan berlebih. Orang yang mempunyai berat badan berlebih atau obesitas cenderung mempunyai kadar LDL yang tinggi.
    3. Semakin tua seseorang, maka semakin naik kadar LDL-nya. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh perubahan fungsi dan metabolisme tubuh yang makin menurun. Sehingga tidak heran orang yang lanjut usia akan memiliki jumlah LDL yang lebih besar daripada orang yang lebih muda. Kadar LDL akan mulai meningkat setelah Anda memasuki usia 20 tahun.
    4. Kurang olahraga. Olahraga ternyata bisa membantu meningkatkan kadar HDL dan juga membuat LDL menjadi kurang berbahaya, dengan cara meningkatkan ukuran partikel yang membentuk LDL.
    5. Riwayat keluarga. Bila anggota keluarga Anda ada yang memiliki riwayat kolesterol tinggi, Anda mungkin akan mengalami hal yang sama. Orang kurus yang mempunyai keturunan kolesterol tinggi pun bisa jadi mempunyai kolesterol yang tinggi juga. Jadi, penyakit ini tidak hanya bisa dimiliki oleh orang gemuk saja, jangan salah.

    Ketahui Bahaya Kolesterol Tinggi

    Organ hati bertugas menghasilkan kolesterol yang dibutuhkan bagi tubuh. Walau demikian, tidak sedikit orang yang berkolesterol tinggi karena mengonsumsi jenis-jenis makanan yang identik dengan kolesterol jahat.

    Kolesterol tinggi di dalam tubuh menyimpan sejumlah bahaya, di antaranya:

    1. Memicu aterosklerosis

    Aterosklerosis adalah kondisi mengeras dan menyempitnya pembuluh nadi. Penyakit ini disebabkan oleh kolesterol jahat yang umumnya menyerang usia muda.

    1. Meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung

    Penyempitan pembuluh nadi dapat mempersulit aliran darah memasuki jantung yang berakibat pada timbulnya serangan jantung. Contoh lain adalah ketika pembuluh darah otak tersumbat, maka bisa mengakibatkan stroke, darah tinggi, dan serangan jantung.

    1. Mengganggu sistem pencernaan

    Tingginya tingkat kolesterol menciptakan ketidakseimbangan di empedu yang mengakibatkan penyakit batu empedu. Sebanyak 80 persen kasus batu empedu disebabkan oleh endapan kolesterol.

    Selain itu, bahaya kolesterol dapat mengakibatkan sejumlah gangguan kesehatan, di antaranya:

    1. Sakit rahang akibat kurang asupan oksigen
    2. Mati rasa di kaki
    3. Tinja berdarah
    4. Lindungi Diri dari Bahaya Kolesterol Sedari Dini

    Berapa pun usia Anda saat ini, belum terlambat untuk membebaskan diri dari bahaya kolesterol. Lindungi diri Anda dari bahaya kolesterol sedini mungkin melalui beragam cara :

    1. Diawali dengan memulai pola hidup sehat
    2. Mengonsumsi makanan dan minuman bergizi rendah kolesterol
    3. Tidak merokok
    4. Berolahraga secara rutin

    Nah, itulah bahaya kolesterol tinggi yang perlu Anda ketahui.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Alodokter.com

    Hellosehat.com

  • Idealnya Mengkonsumsi Gorengan Saat Berbuka dan Sahur Tak Tiap Hari

    Ahli gizi menilai fokus gizi puasa adalah di saat sahur bukan saat buka.

    Sebagian orang mungkin kesulitan menahan godaan memakan gorengan saat sahur maupun berbuka puasa. Apalagi kebiasaan orang Indonesia yang memang kebanyakan mengonsumsi gorengan sehari-hari.

    Ahli Gizi, Emillia Achmadi, mengatakan jangan sampai kebiasaan itu menghilangkam esensi manfaat berpuasa yaitu detoksifikasi alias membuang racun dalam tubuh. Karena kebiasaan masyarakat yang mengonsumsi gorengan dan menggunakan minyak goreng kurang baik, maka bisa memicu segala jenis penyakit tidak menular, seperti halnya kolesterol, jantung.

    Bukan berarti tidak pilihan untuk makan makanan yang digoreng secara lebih sehat. Caranya, ujar Emillia, adalah dengan memilih minyak yang baik untuk kesehatan.

    “Lebih pintar pakai bahan mentahnya termasuk minyak goreng. Idealnya juga makan yang digoreng tidak perlu tiap hari,” katanya di Jakarta, Kamis (16/5).

    Salah satu lemak baik adalah olive oil atau minyak zaitun. Emillia menjelaskan, saat dikonsumsi dalam jumlah sedang, lemak baik membuat kenyang dan tidak membahayakan tubuh. Hidangan yang dimasak dengan lemak sehat seperti minyak zaitun mampu untuk menurunkan lipoprotein densitas rendah, kalesterol LDL yang dikenal sebagai lemak jahat.

    Penggunaan minyak zaitu bisa meminimalkan risiko penyakit jantung dan menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Selain itu bahan minyak zaitun alami bebas kolesterol dan tidak mengandung garam sehingga jadi sumber antioksidan.

    Dia juga menambahkan fokus puasa itu bukan berbuka, melainkan  saat sahur. Komposisi sahur harus memenuhi empat komponen, antara lain, sayuran, karbohidrat, protein dan air putih.

    Sedangkan berbuka lebih baik memilik secangkir teh manis, buah, kurma, jangan dulu konsumsi yang mengandung es. Kebanyakan orang langsung menyantap makanan berat atau mengonsumsi segala jenis makanan.

    “Jangan es blewah, biar lambung tidak kaget, disiapkan dulu lambungnya. Dan makan besar itu setelah tarawih, nanti es blewahnya boleh setelah tarawih,” tuturnya.

     

    Sumber : Republika.co.id
  • Apa Bahayanya Makan Telur Setengah Matang?

    Mengonsumsi telur setengah matang sangatlah lezat bagi sebagian orang. Bakteri Salmonella adalah bakteri berbahaya yang terkandung di telur setengah matang. Yang memungkinkan bisa mengakibatkan, sakit perut, mual, muntah, diare, demam, hingga tipes.

    Agar terhindar dari resiko bahaya telur setengah matang berupa keracunan dan penyakit di atas, maka lebih baik Anda mengonsumsi telur yang benar-benar matang saja karena memasak hingga matang dapat membunuh bakteri berbahaya seperti Salmonella. Oleh sebab itu, masaklah telur hingga tekstur putih dan kuningnya benar-benar padat.

    Telur setengah matang

    Hal lain yang perlu diperhatikan untuk mencegah berkembangbiaknya bakteri Salmonella dalam telur adalah segera simpan telur yang baru dibeli dalam lemari es. Dan olahlah telur tersebut dalam waktu tidak lebih dari 3 minggu.

    Selain itu, karena telur juga tinggi kandungan kolesterolnya, maka ada baiknya Anda membatasi konsumsinya, apalagi bila Anda atau keluarga pernah memiliki riwayat penyakit kolesterol tinggi dan obesitas.

    Sebagai langkah mengonsumsi telur secara sehat, Anda dapat mengolahnya dengan cara direbus tanpa garam atau diorak-arik tanpa mentega. Menggoreng telur dalam rendaman minyak dapat meningkatkan kandungan lemaknya. Untuk resep makanan yang membutuhkan telur setengah matang, seperti saus untuk salad tertentu, ingatlah untuk memilih telur yang cangkangnya telah melalui proses pasteurisasi atau produk olahan telur yang telah dipasteurisasi.

    Waktu untuk merebus telur

    Meski begitu telur setengah matang juga menyehatkan karena bagian kuning yang tidak berlebihan matangnya masih utuh semua nutrisi didalamnya. Jadi memasak telur dengan kondisi pertengahan lebih baik dan kaya nutrisi.

    Dilansir oleh Boldsky, berikut adalah manfaat dari makan telur yang tidak terlalu matang:

    Rendah kalori

    Telur rebus yang matangnya tidak berlebihan adalah sumber protein tinggi yang rendah kalori. Kandungannya hanya 78 kal, 5,3 gram lemak, serta 1,6 gram lemak jenuh. Ini jauh lebih baik ketimbang telur goring yang kalorinya mencapai 90kal, 6,83 gram lemak serta 2 gram lemak jenuh.

    Karbohidrat

    Terdapat karbohidrat dalam telur setengah matang, yang jika dibandingkan dengan masakan telur olahan lainnya akan jauh lebih tinggi kadarnya. Demikian juga vitamin, mineral dan asam aminonya.

    Vitamin A

    Dalam telur yang matangnya pas, ada 74 microgram vitamin A yang baik bagi kesehatan mata, kulit, gigi serta tulang.

    B12

    Ada pula kandungan vitamin B12 di dalam telur setengah matang, dengan jumlah 0,56 microgram. Ini adalah ¼ dari jumlah kebutuhan tubuh manusia setiap hari.

    Dengan demikian, maka konsumsi telur dalam kondisi dimasak terlebih dahulu memang penting untuk menjaga kesehatan, namun tingkat kematangan yang dianjurkan tak perlu berlebihan.

    Itulah pembahasan mengenai bahaya dan manfaat telur setengah matang. Semoga bermanfaat!

     

     

    Sumber :

    • alodokter.com
    • mediskus.com
    • merdeka.com
  • Tak Usah Takut Kolesterol, Ini 10 Makanan Berkolesterol Baik

    Hasil gambar untuk kolesterol baik

    Peningkatan kadar kolesterol dalam darah bisa sangat berbahaya bagi kesehatan. Kolesterol tinggi bisa menimbulkan penyumbatan di arteri dan serangan jantung atau strok.

    Kendati cenderung mendapat cap buruk, kolesterol sebenarnya sangat dibutuhkan. Tubuh memerlukan kolesterol yang merupakan jenis lemak untuk sel, membentuk vitamin D, atau memproduksi hormon estrogen.

    Tubuh dapat membuat kolesterol sendiri, namun bisa juga diperoleh dari makanan berlemak. Kolesterol secara umum dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yakni lipoprotein berdensitas tinggi (kolesterol HDL) dan lipoprotein berdensitas rendah (kolesterol LDL).

    Kolesterol HDL lebih baik untuk tubuh karena melindungi pembuluh darah, sebaliknya kolesterol LDL membahayakan tubuh. Terdapat pedoman umum tentang kadar kolesterol dalam darah. Secara keseluruhan, tubuh tidak boleh memiliki lebih dari 200 miligram per desiliter (ml/dl) kolesterol dalam darah.

    Hasil gambar untuk HDL
    The structure of HDL

    Sumber kolesterol baik dari makanan

    1. Telur 

      meskipun terkenal dengan reputasi tinggi kolesterol, telur memiliki lemak yang baik untuk membantu tubuh menghasilkan HDL. Hal ini terbukti dalam suatu penelitian yang menunjukan satu telur perhari selama 12 minggu dapat meningkatkan kadar HDL sekitar 20 mg/dL. Telur pada dasarnya aman dikonsumsi namun efek dari penelitian tersebut hanya diamati pada orang sehat.

    2. Tanaman biji dan polong

      seperti kacang hitam, kacang merah, lentil dan kacang navy kaya akan lemak larut dan mengandung asam folat yang baik untuk pembuluh darah jantung. Jenis makanan ini juga dapat diolah dengan berbagai cara tanpa kehilangan nutrisi yang signifikan.

    3. Gandum utuh

      sama seperti makanan bersumber biji-bijian, gandum utuh adalah jenis makanan yang kaya akan lemak larut dan dapat mudah ditemukan pada roti gandum.

    4. Ikan berlemak

      merupakan ikan laut yang memiliki tekstur daging yang padat dan kaya akan omega-3, seperti salmon, makarel, tuna dan sarden. Omega-3 adalah komponen yang sangat baik untuk menghasilkan LDL dengan konsumsi 2 ikan per minggu. Jika Anda memiliki keterbatasan alergi, suplemen omega-3 juga dapat membantu untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tersebut.

    5. Biji chia dan flaxseed

      keduanya merupakan pilihan alternatif dalam pola makan vegetarian untuk membantu kecukupan omega-3. Konsumsi biji chia dapat dijadikan tambahan dalam masakan namun flaxseed sebaiknya dikonsumsi secara utuh sehingga saat sampai di dalam usus nutrisi omega-3 dapat terserap dengan sempurna.

    6. Kacang-kacangan

      seperti kacang tanah, kacang Brazil dan almond mengandung lemak dan serat yang baik untuk menghasilkan HDL. Kacang pada umumnya juga mengandung sterol tumbuhan yang dapat membatasi penyerapan kolesterol berlebih. Kacang dapat dikonsumsi sebagai camilan namun perhatikan asupan kalori Anda.

    7. Kedelai

      tidak memiliki kandungan spesifik untuk meningkatkan kadar HDL secara langsung, namun merupakan alternatif yang baik untuk pengganti daging karena kaya akan protein nabati.

    8. Buah kaya serat

      seperti buah prune, apel dan pir memiliki serat yang spesifik dapat meningkatkan kadar HDL dan menurunkan LDL.

    9. Makanan sumber antioksidan

      seperti buah alpukat, jeruk, buah beri, coklat hitam dan sayuran seperti kale, bit dan bayam. Antioksidan merupakan senyawa yang terdapat di banyak makanan dan dapat meningkatkan kadar HDL. Suatu penelitian menunjukan kadar HDL mengalami peningkatan dengan konsumsi antioksidan sekitar 0,65% dari kadar normal.

    10. Minyak zaitun

      meskipun bukan sumber makanan yang dimakan langsung namun penggunaan minyak zaitun dapat meningkatkan kadar HDL karena dapat mengandung lemak baik. Minyak zaitun dapat digunakan untuk menggoreng atau memasak dengan temperatur yang tidak terlalu panas. Minyak zaitun juga dapat digunakan untuk salad dan tambahan pada tumisan dan sup.

    Beberapa makanan olahan yang memiliki kadar lemak dan karbohidrat yang tinggi dapat meningkatkan LDL dan menurunkan kadar HDL. Beberapa jenis makanan diatas adalah contoh makanan yang baik karena memiliki serat dan lemak yang baik untuk meningkatkan HDL dan mencegah penumpukan lemak pada pembuluh darah.

    Semoga bermanfaat!

     

     

    Sumber :

    • republika
    • hellosehat