Tag: kesehatan jantung

  • Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Membantu Menjaga Jantung Tetap Sehat

    Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Membantu Menjaga Jantung Tetap Sehat

    menjaga kesehatan jantung

    Menjaga kesehatan jantung merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencegah berbagai penyakit kardiovaskular. Jantung adalah organ vital yang bekerja tanpa henti untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, menjaga kesehatannya adalah sebuah keharusan. Dengan menerapkan kebiasaan sehat setiap hari, risiko penyakit jantung dapat dikurangi secara signifikan. Berikut adalah beberapa kebiasaan yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung secara optimal.

    1. Mengonsumsi Makanan Sehat

    Pola makan yang sehat berperan penting dalam menjaga jantung tetap sehat dan kuat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

    • Mengonsumsi lebih banyak sayur, buah, dan biji-bijian utuh yang kaya akan serat dan antioksidan.
    • Memilih sumber protein sehat seperti ikan berlemak (salmon, tuna, makarel), kacang-kacangan, dan daging tanpa lemak.
    • Mengurangi konsumsi garam yang berlebihan untuk mencegah tekanan darah tinggi.
    • Menghindari makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL).
    • Minum cukup air putih untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dan memperlancar metabolisme.

    2. Rutin Berolahraga

    Aktivitas fisik yang cukup dapat meningkatkan kesehatan jantung dan memperlancar sirkulasi darah. Beberapa jenis olahraga yang bermanfaat antara lain:

    • Berjalan kaki selama 30 menit setiap hari untuk meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru.
    • Bersepeda atau berenang sebagai latihan kardiovaskular yang efektif.
    • Melakukan latihan kekuatan seperti angkat beban untuk meningkatkan fungsi otot jantung.
    • Latihan peregangan dan yoga untuk mengurangi stres dan meningkatkan fleksibilitas tubuh.

    3. Mengelola Stres dengan Baik

    Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung. Saat seseorang mengalami stres, tubuh akan melepaskan hormon kortisol dan adrenalin yang dapat meningkatkan tekanan darah dan mempercepat detak jantung. Jika terjadi secara terus-menerus, hal ini dapat memicu berbagai gangguan kardiovaskular. Beberapa cara untuk mengurangi stres adalah:

    • Melakukan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam.
    • Mengatur waktu istirahat yang cukup agar tubuh tidak mengalami kelelahan berlebihan.
    • Menghindari kebiasaan buruk seperti mengonsumsi makanan tidak sehat atau merokok sebagai pelampiasan stres.
    • Berinteraksi dengan orang terdekat untuk mendapatkan dukungan emosional dan mengurangi kecemasan.

    4. Tidur yang Cukup dan Berkualitas

    Kurang tidur dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, gangguan metabolisme, serta obesitas yang dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung. Oleh karena itu, penting untuk:

    • Tidur minimal 7-9 jam setiap malam untuk memberikan waktu bagi tubuh dalam proses regenerasi sel.
    • Membatasi paparan layar gadget sebelum tidur guna meningkatkan kualitas tidur.
    • Menciptakan lingkungan tidur yang nyaman dan tenang, seperti meredupkan lampu serta menghindari suara bising.
    • Menjaga rutinitas tidur yang konsisten, tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari.

    5. Menghindari Kebiasaan Buruk

    Beberapa kebiasaan buruk yang perlu dihindari untuk menjaga kesehatan jantung meliputi:

    • Merokok, karena dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.
    • Mengonsumsi alkohol berlebihan, yang dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu gagal jantung.
    • Gaya hidup sedentari, seperti duduk terlalu lama tanpa aktivitas fisik yang cukup, yang dapat meningkatkan risiko obesitas dan gangguan kardiovaskular.
    • Mengonsumsi makanan cepat saji yang tinggi lemak jenuh, gula, dan garam yang dapat memperburuk kesehatan jantung.

    6. Rutin Memeriksa Kesehatan Jantung

    Pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu mendeteksi masalah jantung sejak dini sehingga dapat segera ditangani sebelum menjadi lebih serius. Beberapa tes kesehatan yang dapat dilakukan antara lain:

    • Mengukur tekanan darah secara berkala untuk mengetahui risiko hipertensi.
    • Memeriksa kadar kolesterol untuk mencegah penumpukan plak dalam pembuluh darah.
    • Melakukan tes gula darah untuk mendeteksi risiko diabetes yang dapat berkontribusi terhadap penyakit jantung.
    • Konsultasi dengan dokter jika mengalami gejala seperti nyeri dada, sesak napas, atau detak jantung tidak teratur.

    Kesimpulan

    Menjaga kesehatan jantung bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan jika kita mulai menerapkan kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, mengelola stres, tidur yang cukup, serta menghindari kebiasaan buruk, jantung akan tetap sehat dan berfungsi dengan baik. Selain itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin juga sangat dianjurkan untuk memastikan kondisi jantung tetap optimal. Mulailah dari sekarang untuk hidup lebih sehat dan mengurangi risiko penyakit jantung di masa depan. Dengan langkah kecil yang konsisten, kita dapat memiliki jantung yang lebih kuat dan kehidupan yang lebih berkualitas.

  • 5 Manfaat Ketumbar untuk Kesehatan yang Belum Banyak Orang Ketahui

    Sebagai salah satu negara di Asia Tenggara, pemakaian rempah-rempah dalam masakan sudah bukan hal asing bagi masyarakat Indonesia. Namun belum semua orang tahu mengenai manfaat dari berbagai rempah-rempah yang setiap harinya dikonsumsi. Salah satunya adalah manfaat ketumbar untuk kesehatan.

    Apa itu ketumbar?

    Ketumbar merupakan tanaman herbal yang digunakan sebagai bumbu pada masakan internasional. Tanaman ini masih satu keluarga dengan peterseli, seledri dan wortel. Sehingga daun dari beberapa tanaman tersebut memiliki kemiripan.

    Di dunia kuliner, biji ketumbar dikenal dengan nama coriander seeds (biji ketumbar) sedangkan daunnya bernama cilantro (bahasa spanyol). Tanaman ketumbar juga umum dikenal dengan nama peterseli cina.

    Kebanyakan orang menggunakan ketumbar dalam hidangan seperti sup dan salsa, serta masakan dari India, Timur Tengah, dan Asia seperti kari dan masala. Daun ketumbar seringnya digunakan langsung tanpa diolah, sedangkan bijinya biasa di keringkan atau ditumbuk terlebih dahulu.

    Manfaat ketumbar untuk kesehatan

    Mengkonsumsi semua jenis makanan dengan kandungan nabati berhubungan dengan berkurangnya risiko kondisi kesehatan yang diakibatkan oleh gaya hidup.

    Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa meningkatkan konsumsi makanan nabati seperti ketumbar dapat menurunkan risiko penyakit seperti obesitas, memperpanjang umur, diabetes, jantung, sekaligus menjaga kesehatan kulit dan rambut, menambah energi dan menjaga berat badan secara keseluruhan.

    Selain itu, manfaat ketumbar lainnya juga adalah:

    1. Memiliki efek antikanker

    Sebuah penelitian yang dilaporkan di American Journal of Clinical Nutrition mengungkapkan, beberapa jenis rempah, termasuk ketumbar, dapat mencegah pembentukan senyawa amina heterosiklik (HCA) saat memasak daging.

    The National Cancer Institute menetapkan HCA sebagai senyawa yang terbentuk saat daging dimasak dalam temperatur tinggi. Mengkonsumsi makanan yang tinggi akan HCA berhubungan dengan meningkatnya risiko terkena kanker. Penelitian lain yang diterbitkan di Journal of Food Science memeriksa penggunaan lima rempah dari Asia, termasuk ketumbar dalam memasak daging. Pada daging yang dimasak dengan menggunakan rempah-rempah tadi, hasilnya adalah pembentukan HCA secara signifikan jadi lebih rendah.

    2. Memiliki efek antiinflamasi (mencegah peradangan)

    Manfaat ketumbar untuk kesehatan kedua yaitu karena terdapat kandungan antioksidan di dalamnya yang mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas. Antioksidan ini telah terbukti dapat melawan inflamasi atau peradangan pada tubuh. Penelitian menemukan antioksidan pada ekstrak biji ketumbar dapat menurunkan inflamasi dan memperlambat pertumbuhan sel kanker pada paru-paru, prostat, payudara dan usus besar.

    3. Bermanfaat bagi kesehatan jantung

    Beberapa penelitian yang menggunakan hewan dan tabung reaksi menemukan bahwa ketumbar dapat menurunkan faktor penyebab risiko penyakit jantung, seperti darah tinggi dan kolesterol. Manfaat ketumbar, dalam hal ini adalah ekstraknya, berperan sebagai diuretik yang membantu tubuh mengeluarkan air dan natrium berlebih. Dengan demikian, tekanan darah Anda dapat menurun. Terlebih lagi, banyak orang merasakan setelah mengkonsumsi bumbu dan rempah beraroma kencang seperti ketumbar membantu mereka menahan konsumsi natrium, yang tentu saja dapat meningkatkan kesehatan jantung.

    4. Dapat melindungi kesehatan otak

    Rata-rata penyakit pada otak, seperti Parkinson, Alzheimer, dan sklerosis ganda berhubungan dengan inflamasi. Manfaat ketumbar sebagai antiinflamasi dapat menjadi pelindung dari penyakit-penyakit tersebut. Beberapa penelitian menggunakan hewan menemukan ketumbar dapat menurunkan risiko penyakit pada otak namun perlu diingat penelitian pada manusia masih tetap dibutuhkan.

    5. Menjaga kesehatan kulit

    Manfaat ketumbar juga berdampak pada kulit Anda, diantara seperti ruam ringan dan dermatitis. Penelitian yang diterbitkan di Journal of Medicine Food pada 2005 silam meguji kemampuan ekstrak dari daun ketumbar atau cilantro untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat radiasi ultra violet (UV) B. Hasilnya adalah mendukung potensi dari tanaman ketumbar dalam mencegah kerusakan kulit seperti penuaan.

     

     

    Sumber: hellosehat.com

  • Manfaat Menakjubkan dari Kayu Manis untuk Kesehatan Tubuh

    Kayu manis atau cinnamon merupakan rempah asli Indonesia yang sudah lama populer sebagai salah satu bahan penyedap masakan. Tidak hanya itu saja, karena aroma dan rasa manisnya yang semerbak, rempah ini seringkali digunakan sebagai pemanis minuman, menggantikan gula.

    Bahkan saat ini, muncul pula tren untuk memanfaatkan kayu manis sebagai pengharum kamar. Namun perlu Anda ketahui, selain manfaat yang disebutkan di atas, ternyata kayu manis juga menyimpan banyak khasiat untuk kesehatan.

    Melansir tulisan Sass di Health.com, Senin (2/1/2018) berikut manfaat kesehatan kayu manis untuk Anda:

    1. Meningkatkan kesehatan jantung

    Dalam sebuah studi baru dari Penn State, para peneliti menemukan bahwa diet yang kaya akan kayu manis membantu menangkis efek negatif dari makanan berlemak.

    Setelah makanan penuh lemak, kadar lemak di dalam darah yang dikenal sebagai trigleserida meningkat. Dan tingkat trigliserida yang terus meninggi secara kronis meningkatkan risiko penyakit jantung.

    Dalam sebuah studi kecil, perubahan akibat penambahan rempah sangatlah signifikan. Pada dua hari yang berbeda, para relawan diminta untuk menambahkan dua sendok makan rempah, termasuk kayu manis, ke dalam makanan berlemak. Makanan ini kemudian diuji dan dibandingkan dengan makanan yang sama namun tanpa rempah.

    Contoh darah yang diambil setelah makan menunjukkan, dengan penambahan kadar antioksidan di dalam darah sebanyak 13 persen, rempah-rempahan bisa mengurangi trigleserida sampai dengan 30 persen.

    2. Meregulasi gula darah

    Dalam suatu riset yang dipimpin oleh Departemen Pertanian AS, para peneliti menemukan ekstrak kayu manis yang kaya akan antioksidan bisa membantu menurunkan faktor risiko yang diasosiasikan dengan diabetes dan penyakit jantung.

    Dalam studi ini, 22 orang relawan obesitas dengan pradiabetes dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Satu grup diberi placebo, grup yang lain diberi satu dosis kayu manis dua kali sehari, bersamaan dengan diet rutin mereka.

    Gula darah setelah berpuasa dikumpulkan di awal penelitian dan setelah enam dan 12 minggu. Hasilnya menunjukkan, ekstrak kayu manis meningkatkan status antioksidan, dan membantu menurunkan kadar gula darah

    3. Melindungi dari diabetes

    Kayu manis telah terbukti bisa memperlambat pengosongan perut, yang hasilnya bisa memangkas peningkatan tajam pada gula darah setelah makan. Hal ini juga akan meningkatkan kesensitivitasan terhadap insulin.

    Suatu studi dari University of Georgia juga menemukan, kayu manis bisa mencegah kerusakan jaringan tisu dan inflamasi yang disebabkan oleh tingginya kadar gula darah.

    ketika kadar gula darah tinggi, gula menyatu dengan protein untuk membentuk senyawa yang bernama produk advanced glycation end (akhir glikasi lanjutan), atau AGE. AGE akan mengantifkan sistem imun, yang kemudian akan memicu inflamasi dan kerusakan jaringan tisu yang diasosiasikan dengan penuaan dan diabetes.

    Dalam studi ini, para peneliti menemukan hubungan langsung yang kuat antara kandungan antioksidan dalam rempah-rempah, termasuk kayu manis, dengan kemampuan mereka untuk mencegah terbentuknya AGE.

    Efek ini juga bisa nantinya menurunkan risiko kerusakan jantung, karena AGE berkontribusi dalam pengerasan arteri.

    4. Fungsi otak yang lebih baik

    Penelitian menunjukkan, hanya dengan mencium kayu manis sudah bisa meningkatkan proses kognitif. Namun, mengonsumsinya bisa meningkatkan fungsi otak secara signifikan.

    Para peneliti dari Wheeling Jesuit University meminta para relawan untuk menyelesaikan tugas berbasis komputer sambil mengunyah permen atau yang memiliki rasa kayu manis, peppermint,dan melati. Proses kognitif yang paling terdongkrak adalah pada mereka yang diberi permen kayu manis, yang mempercepat respons visual-motorik dan meningkatkan fokus.

    Rempah yang wangi ini bisa jadi juga memiliki kemampuan untuk memulihkan otak. Satu studi dari peneliti di Pelayanan Riset Pertanian menemukan, ekstrak kayu manis mencegah pembengkakan pada sel otak, yang biasa ditemukan setelah trauma kecelakaan otak atau stroke.

     

     

     

    Sumber :

    • portalmadura.com
    • liputan6.com