Tag: kepala

  • Migrain dan Cara Mengatasinya

    Apa itu sakit kepala sebelah (migrain)?

    Migrain adalah sakit kepala intens yang parah dan sering kali membuat penderitanya tidak berdaya. Rasa sakitnya berdenyut intens atau berupa rasa sakit ekstrem seperti dihantam oleh benda keras. Kondisi ini biasanya memengaruhi satu sisi kepala saja.

    Migrain dapat berlangsung selama beberapa jam sampai beberapa hari. Penyakit ini dapat memengaruhi produktivitas kerja dan kegiatan sehari-hari jika tidak diobati tepat waktu dan segera.

    Seberapa umumkah sakit kepala sebelah (migrain)?

    Migrain adalah kondisi yang dapat dialami oleh semua kalangan usia dan jenis kelamin. Namun, kondisi ini lebih sering dialami wanita lebih sering daripada pria. Anda dapat mengurangi kemungkinan terkena kondisi ini apabila menghindari faktor risikonya. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

    Tanda-tanda & gejala

    Pada migrain biasa, beberapa jam atau beberapa hari sebelum sakit kepala, penderita biasanya memiliki gejala (prodromal) yang jadi sinyal bahwa sakit kepala akan segera muncul. Gejala prodromal ini termasuk:

    1. Perubahan mood
    2. Sensitif terhadap cahaya dan suara
    3. Hiperaktif
    4. Merasa lesu
    5. Perubahan nafsu makan
    6. Mual dan muntah

    Beberapa orang mungkin tidak memunculkan gejala aura, dan nyeri biasanya terjadi di kedua sisi kepala. Beberapa penderita juga mungkin mengalami masalah penglihatan atau perut tanpa sakit kepala.

    Mungkin ada ciri dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki keluhan yang sama, konsultasikan kepada dokter Anda.

    Berbagai obat migrain alami yang bisa Anda coba di rumah

    Secara umum, berikut beberapa pilihan obat migrain alami yang bisa Anda coba di rumah:

    1. Akupresur

    Akupresur adalah praktek pengobatan alternatif dengan menekan titik-titik tubuh tertentu dengan jari untuk menghilangkan rasa sakit.

    1. Mengoleskan minyak daun mint di dahi dan pelipis

    Mentol dalam minyak daun mint dapat meredakan gejala migrain yang kambuh. Menurut sebuah studi tahun 2010 dari Shiraz University of Medical Sciences di Iran, mengoleskan minyak daun mint yang dioles ke dahi dan pelipis lebih efektif untuk meredakan nyeri dan mual akibat migrain daripada menggunakan obat migrain plasebo (obat kosong tanpa kandungan zat apa pun).

    1. Menghirup aroma lavender

    Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal European Neurology pada tahun 2012 silam, diketahui bawah menghirup aroma minyak esensial lavender bisa meredakan sakit kepala migrain terutama yang dipicu oleh stres. Minum jahe hangat

    Menurut penelitian dari Zanjan University Of Medical Sciences, minum teh seduhan jahe bubuk dan mengonsumsi obat migrain sumatriptan setelahnya bisa cepat meredakan gejala migrain.

    1. Rutin lakukan yoga

    Yoga adalah obat migrain alami yang jarang diketahui orang banyak. Gerakan-gerakan yoga yang melibatkan pengaturan napas, meditasi, dan ketepatan postur tubuh bisa meningkatkan kesehatan mental dan fisik Anda.

    1. Perhatikan asupan makanan Anda

    Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen magnesium oksida dapat membantu mencegah migrain yang muncul dengan aura.  Ada banyak makanan sumber magnesium yang bisa Anda konsumsi, yaitu:

    1. Alpukat
    2. Pisang
    3. Sayuran berdaun hijau tua, seperti bayam, brokoli, dan sawi
    4. Kacang-kacangan
    5. Kacang kedelai
    6. Biji gandum utuh
    7. Beberapa jenis ikan, seperti salmon
    8. Susu dan produk olahan susu

    Itulah penjelasan mengenai migrain dan cara mengatasinya.

    Semoga bermanfaat.

     

     

    Sumber :

    Hellosehat.com

    Alodokter.com

  • Kepala Kliyengan dan Kehilangan Keseimbangan? Hati-hati Vertigo!

    Vertigo adalah sebuah keadaan di mana penderitanya merasa seolah-olah lingkungan di sekitarnya berputar atau melayang. Kondisi ini juga akan membuat penderitanya kehilangan keseimbangan, sehingga kesulitan untuk sekadar berdiri atau bahkan berjalan. Cara terbaik untuk menggambarkan vertigo adalah dengan memutar tubuh Anda beberapa kali dan merasakan kondisi yang dihasilkan.

    Perlu diketahui, vertigo bukanlah nama penyakit. Namun, sebuah kumpulan gejala yang bisa terjadi secara tiba-tiba atau berlangsung selama jangka waktu tertentu dalam satu waktu.

    Tanda-tanda & gejala

    Gejala umum penyakit ini adalah pusing, sensasi kepala berputar atau kepala kliyengan, dan kehilangan keseimbangan. Tanda-tanda tersebut akan memicu penderitanya mengalami sensasi mual, muntah, mengeluarkan keringat berlebih, sakit kepala, bahkan kadang disertai nistagmus (gerakan mata yang tidak normal), telinga berdenging (tinnitus) dan sensasi merasa akan terjatuh. Biasanya, kondisi ini akan hilang timbul dan bisa berlangsung selama beberapa menit, jam, atau bahkan hari.

    Apa saja penyebab vertigo?

    Penyebab vertigo sebenarnya tergantung dengan jenis vertigo yang dialami. Secara umum, terdapat dua jenis vertigo yang dikelompokkan berdasarkan penyebabnya. Masing-masing kondisi juga mempunyai penyebabnya tersendiri.

    1. Vertigo periferal

    Ini merupakan jenis vertigo yang paling sering dialami oleh kebanyakan orang. Penyebab vertigo periferal diakibatkan karena adanya gangguan pada telinga bagian dalam yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan tubuh.

    Saat Anda menggerakkan kepala, bagian dalam telinga akan memberi tahu di mana posisi kepala Anda berada lalu mengirimkan sinyal ke otak untuk menjaga keseimbangan. Namun, jika terdapat masalah pada bagian dalam telinga, maka Anda akan merasakan sakit dan pusing. Hal ini bisa terjadi karena adanya peradangan di telinga bagian dalam atau karena adanya infeksi virus.

    1. Vertigo central

    Berbeda dengan vertigo periferal yang disebabkan oleh gangguan pada telinga dan organ keseimbangan, vertigo central terjadi akibat adanya masalah pada otak. Bagian otak yang paling berpengaruh terhadap kejadian penyakit ini adalah cerebellum atau otak kecil.

    Berikut adalah beberapa kondisi yang menjadi penyebab vertigo central:

    1. Migrain
    2. Multiple sclerosis, merupakan gangguan sinyal saraf yang terjadi pada sistem saraf pusat – otak dan tulang belakang – yang diakibatkan oleh kesalahan pada sistem kekebalan tubuh seseorang.
    3. Neuroma akustik adalah tumor jinak yang tumbuh pada saraf vestibular, yaitu sistem saraf yang menghubungkan telinga dengan otak. Sejauh ini neuroma akustik disebabkan oleh kelainan genetik.
    4. Stroke, yaitu penyumbatan pembuluh darah yang terjadi pada otak.
    5. Mengonsumsi beberapa jenis obat yang dapat menimbulkan efek samping vertigo.

    Pengobatan Vertigo

    Pasien dapat mengatasi vertigo dengan duduk diam saat gejala kambuh. Beberapa jenis obat juga bisa digunakan untuk meredakan gejala, namun harus dengan resep dokter. Pengobatan yang diberikan dokter kepada pasien dapat berbeda-beda, tergantung penyebab yang mendasarinya.

    Vertigo bisa dicegah dengan beberapa cara, antara lain:

    1. Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi.
    2. Duduk diam sejenak saat bangun tidur.
    3. Gerakkan kepala secara perlahan.

    Tes untuk menentukan jenis vertigo adalah:

    1. Tes head-thrust: Anda melihat hidung sendiri, dan ini akan membuat gerakan kepala cepat ke samping dan mencari gerakan mata yang benar
    2. Tes Romberg: Anda berdiri dengan kaki bersama-sama dan mata terbuka, lalu tutup mata Anda dan cobalah untuk menjaga keseimbangan
    3. Tes Fukuda-Unterberger: Anda diminta untuk berbaris di tempat dengan mata tertutup tanpa bersandar dari sisi ke sisi
    4. Tes Dix-Hallpike: Saat berada di meja, Anda dengan cepat diturunkan dari posisi duduk ke posisi terlentang dengan kepala Anda mengarah ke kanan atau sedikit ke kiri. Seorang dokter akan melihat gerakan mata Anda untuk mempelajari lebih lanjut tentang vertigo Anda.

    Uji pencitraan untuk VAD meliputi:

    1. CT scan
    2. MRI

     

    Itulah penjelasan mengenai penyakit vertigo yang mungkin gejalanya  Anda alami tanpa disadari.

     

     

     

    Sumber :

    Alodokter.com

    Hellosehat.com

    Doktersehat.com