Tag: kemarau

  • 10 Penyakit Musim Kemarau Yang Perlu Diwaspadai!

    Di musim kemarau, cuaca menjadi cenderung lebih kering sehingga debu dan polusi bisa semakin parah. Selain itu, suhu udara di siang hari yang sangat panas kemudian dikombinasikan dengan suhu udara di malam hari yang cenderung lebih dingin juga bisa menurunkan kondisi tubuh. Hal ini tentu akan membuat kita lebih rentan terkena penyakit.

    Berikut adalah beberapa penyakit yang bisa muncul di musim kemarau yang sebaiknya diwaspadai.

    1. Keracunan makanan

    Salah satu masalah kesehatan yang paling sering muncul di musim kemarau atau musim panas adalah keracunan makanan. Di Indonesia, kelembaban udara cenderung semakin meningkat saat suhu udara sangat panas sehingga bisa meningkatkan pertumbuhan bakteri atau jamur pada makanan. Jika kita mengonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi bakteri atau jamur tersebut, tentu akan lebih rentan terkena keracunan makanan.

    1. Heat stroke

    Heat stroke bisa membuat kita kehilangan kesadaran akibat suhu udara yang sangat tinggi. Masalahnya adalah, di musim kemarau, suhu di siang hari bisa meningkat dengan signifikan. Padahal, kebanyakan orang tetap harus mekakukan aktivitas di suhu yang sangat panas ini.

    1. Tifus

    Terkadang makanan yang kita konsumsi bisa saja sudah tertular oleh virus penyebab tifus yang bisa membuat kita mengalami gangguan kesehatan yang tidak bisa disepelekan.

    1. Penyakit kuning

    Jika kita membeli air minum sembarangan, khususnya yang ada di pinggir jalan atau yang menggunakan es batu yang tidak dimasak airnya terlebuh dahulu, maka risiko untuk terkena penyakit yang menyerang organ hati ini bisa meningkat!

    1. Gondok

    Penyakit gondok ternyata juga bisa menyerang kita di musim kemarau. Gejala dari penyakit ini adalah membengkaknya kelenjar ludah, nyeri pada otot, demam tinggi, dan sakit kepala. Penyakit ini juga bisa menular.

    Pakar kesehatan menyarankan kita untuk mendapatkan vaksin MMR yang bisa mencegah datangnya penyakit gondok, campak, dan rubella.

    1. Campak Jerman (campak 3 hari)

    Dalam cuaca panas, daya tahan tubuh cenderung melemah sehingga rentan terhadap infeksi virus. Salah satu infeksi virus yang tengah mewabah adalah Campak Jerman atau biasa dikenal campak 3 hari, yang ditandai dengan ruam kemerahan di permukaan kulit.

    1. Flu Singapura

    Menurunnya daya tahan tubuh juga membuat Flu Singapura atau dalam ilmu kedokteran dikenal dengan Hand Foot and Mouth Disease (HFMD) marak di masyarakat, khususnya pada anak-anak.

    Penyakit ini menyerupai flu yang disertai dengan terbentuknya lesi vesikular (bintil berisi cairan) di sekitar tangan, kaki, dan mulut. Gejala awal dari flu Singapura sama seperti flu pada umumnya seperti demam, sakit tenggorokan, pilek, sakit sepala, nyeri sendi, hilang nafsu makan, peradangan pada saluran nafas atas.

    1. Sakit mata

    Udara yang kering dan tidak sehat, debu dan asap yang beterbangan juga membuat orang lebih mudah mengalami sakit mata di musim kemarau. Menggunakan kacamata bisa menjadi salah satu cara pencegahan sakit mata.

    1. Infeksi Saluran Nafas Atas (ISPA)

    Udara yang panas akan membuat orang cenderung berkeringat. Selain itu, saat kemarau lingkungan cenderung tidak sehat, debu dan asap yang akan merangsang terjadinya iritasi saluran pernafasan atas dan berlanjut menjadi infeksi saluran pernafasan atas (ISPA).

    1. Diare

    Air bersih yang terbatas membuat lingkungan menjadi relatif lebih kotor dan masyarakat membatasi penggunaan air bersih. Kondisi lingkungan yang kotor ini akan membuat lalat menjadi lebih banyak, sehingga membuat makanan dan minuman menjadi mudah tercemar. Apabila kondisi ini terjadi maka angka kejadian diare akan meningkat.

    Nah, itulah 10 penyakit di musim kemarau yang perlu Anda waspadai.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Doktersehat.com

    Health.detik.com

  • BMKG Prediksi Kemarau Dimulai April

    Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Indra Gustari memprediksi sebagian daerah di Indonesia bakal mulai masuk periode musim kemarau pada April 2019. BMKG mengimbau daerah tersebut mempersiapkan diri menghadapi kemarau.

    “Kami sudah menyatakan bahwa potensi musim kemarau tahun 2019 ini akan dimulai di bulan April. Walau pun sebagian wilayah yang lain akan mulai pada bulan Mei,” kata Indra saat konferensi pers di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat (29/3).

    Ia mengingatkan musim kemarau lebih awal patut dipersiapkan oleh wilayah yang mengalaminya. Di antara wilayah tersebut yaitu Sumatera bagian utara dan tengah, Riau Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur. Pasalnya kehadiran kemarau di wilayah itu terjadi lebih dulu ketimbang daerah lain yang baru mengalami kemarau pada Mei 2019.

    “Di wilayah itulah potensi kebakaran hutan dan lahannya lebih besar karena sifatnya sangat kering. Puncak musim kemaraunya antara Agustus atau September dari perkiraan kami,” paparnya.

    Selain itu, ia memperkirakan el nino berpeluang muncul pada tahun ini. Indikatornya, kata dia terdeteksi dari sejumlah wilayah yang sudah lama tidak turun hujan.

    “Beberapa tempat yang sudah lama tidak mendapatkan hujan memicu titik api di lahan gambut atau hutan. Riau memang tipe iklimnya berbeda, puncak hujan hanya terjadi dua kali, awal April dan November,” ujarnya.

     

     

    Sumber : republika