Tag: kekebalan tubuh

  • Vitamin C Meningkatkan Kekebalan Tubuh Hingga Tampilan Kulit

    Vitamin C dikenal juga sebagai asam askorbat  adalah antioxidan terbaik yang berperan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Vitamin C dapat ditemukan di berbagai buah dan sayuran. Sumber vitamin C antara lain jeruk, anggur, stroberi, buah kiwi, brokoli, bayam, kubis, tomat, kentang serta paprika merah dan hijau.

    Vitamin C punya beberapa fungsi penting bagi kesehatan tubuh. Sebagai vitamin esensial, setidaknya tubuh membutuhkan 75 mg (untuk wanita) sampai 90 mg (pria) vitamin C setiap harinya. Dikenal berkhasiat mencegah sariawan, meningkatkan kekebalan tubuh, antioksidan kuat ini juga berguna untuk menurunkan risiko penyakit kronis. Juga berperan untuk menormalkan tekanan darah tinggi, menurunkan risiko serangan jantung, hingga menurunkan kadar asam urat darah. Manfaat ekstra mengkonsumsi rutin vitamin C berguna untuk mencegah kekurangan zat besi dan meningkatkan sistem imun tubuh. Juga mencegah terjadinya demensia.

    Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan penyakit skorbut atau scurvy, yang ditandai dengan kelemahan, kelelahan, anemia, sesak napas, luka lama sembuh, perubahan suasana hati, dan depresi.

    Kadar vitamin C yang rendah juga terkait dengan banyak masalah kesehatan, seperti kekebalan yang buruk, gusi berdarah, dan gigi tanggal. Karena tubuh tidak dapat memproduksi vitamin yang larut dalam air ini, maka penting untuk memasukannya ke dalam makanan harian.

    Vitamin C mendapat banyak perhatian karena manfaat kesehatannnya. Itu sebabnya fakta bahwa sistem kekebalan yang melemah dapat membuat seseorang rentan terhadap infeksi, termasuk Covid-19.

    Para ahli memperingatkan bahwa orang dengan sakit bawaan dan sistem kekebalan tubuh yang lemah memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi serius Covid-19. Mengambil langkah-langkah untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh pun menjadi hal penting saat ini.

    Vitamin C dianggap sebagai salah satu vitamin terbaik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Menurut laman WebMD, vitamin C membantu membangun sistem kekebalan dengan memperkuat sel-T dan membantu membuat lebih banyak sel kekebalan tubuh.

    Vitamin C juga membantu sel sehat tetap hidup. Kekurangan vitamin C, bahkan bisa membuat seseorang lebih rentan jatuh sakit. Vitamin C juga dapat memperpendek episode salesma dan membantu mencegah komplikasi serius.

    Manfaat kesehatan lain dari vitamin C ialah membantu seseorang terlihat lebih muda dengan mendukung produksi kolagen yang meningkatkan tampilan kulit. Vitamin C juga membantu menjaga kesehatan pembuluh darah, tulang, dan tulang rawan.

    Di samping itu, vitamin C membantu mencegah kanker dengan memblokir kerusakan yang disebabkan radikal bebas, yang dapat meningkatkan risiko kanker. Namun, penelitian lebih lanjut masih dilakukan.

    Lantas, vitamin C membantu penyembuhan luka dan mendukung pertumbuhan dan perkembangan normal. Vitamin C pun membantu tubuh menyerap zat besi.

    Jumlah vitamin C harian yang direkomendasikan bervariasi menurut usia dan jenis kelamin. Menurut Mayo Clinic, mengonsumsi terlalu banyak vitamin C tampaknya tidak berbahaya, tetapi dapat menyebabkan sejumlah gejala, seperti sakit perut, mual, diare, muntah, maag, sakit kepala, dan insomnia.

    Vitamin C adalah nutrisi penting yang dibutuhkan agar tetap sehat. Dengan makan makanan yang bervariasi dan seimbang, seseorang bisa mendapatkan jumlah vitamin C yang cukup. Menerapkan pola makan bervariasi yang kaya akan semua nutrisi akan membantu Anda tetap sehat dan bugar. Selain itu, ikuti semua pedoman keselamatan jika ingin menjauhkan diri dari Covid-19 atau pilek dan flu.

     

     

    Reference :

    Jovee.id

    Republika.id

  • Manfaat Puasa Untuk Kesehatan, Otak Sampai Jerawat

    Selain mendapat pahala, ibadah puasa ternyata memiliki manfaat kesehatan bagi orang-orang yang menjalankannya.

    Salah satu gaya hidup yang saat ini jadi tren di kalangan masyarakat yang peduli kesehatan adalah berpuasa.

    Padahal, praktik puasa telah dijalankan umat Islam sejak zaman dulu hingga saat ini. Termasuk menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan seperti sekarang ini.

    Selain mendapat pahala, ibadah puasa ternyata memiliki manfaat kesehatan bagi orang-orang yang menjalankannya.

    Dilansir dari lifehack.org, manfaat kesehatan dari puasa ternyata banyak dan mengejutkan. Bahkan mungkin tidak pernah terungkap sebelumnya.

    Penasaran manfaat apa saja yang akan diperoleh dari puasa jika dilihat dari segi kesehatan? Simak penjelasannya berikut ini.

    1. Puasa Membantu Menurunkan Berat Badan

    Puasa adalah cara aman untuk menurunkan berat badan. Banyak penelitian menunjukkan puasa yang terkontrol memungkinkan tubuh untuk membakar sel-sel lemak secara lebih efektif daripada hanya diet biasa.

    Puasa yang terkontrol ini memungkinkan tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi daripada gula. Banyak atlet modern yang menjalankan puasa terkontrol sebagai cara mengurangi persentase lemak sebelum bertanding.

    2. Puasa Memperbaiki Sensitivitas Insulin

    Puasa telah terbukti memiliki efek positif pada sensitivitas insulin, yang memungkinkan tubuh untuk mentolerir karbohidrat (gula) lebih baik daripada jika tidak berpuasa. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa setelah berpuasa, insulin menjadi lebih efektif dalam memberitahu sel untuk mengolah glukosa dalam darah.

    3. Puasa Mempercepat Metabolisme

    Puasa memberi waktu istirahat bagi sistem pencernaan. Hal ini berguna bagi metabolisme dalam tubuh untuk membakar kalori secara lebih efisien. Jika pencernaan buruk, akan memengaruhi kemampuan tubuh untuk memetabolisme makanan dan membakar lemak. Puasa dapat mengatur proses pencernaan dan meningkatkan fungsi usus secara lebih baik. Hal ini akan meningkatkan fungsi metabolisme dalam tubuh.

    4. Puasa Memperbaiki Fungsi Otak

    Puasa telah terbukti bisa meningkatkan fungsi otak. Hal ini terjadi karena puasa meningkatkan produksi protein yang disebut brain-derived neurotrophic factor (BDNF).

    BDNF ini akan mengaktifkan sel induk otak untuk diubah menjadi neuron baru, dan memicu produksi senyawa kimia lain yang bisa meningkatkan kesehatan saraf. Protein ini juga melindungi sel-sel otak dari gangguan yang terkait dengan penyakitAlzheimer dan Parkinson.

    5. Puasa Memperbaiki Pola Makan

    Puasa menjadi sarana latihan yang bermanfaat bagi mereka yang menderita gangguan makan berlebihan, dan bagi mereka yang merasa sulit untuk menetapkan pola makan yang benar karena pekerjaan dan prioritas lainnya.

    6. Puasa Membantu Membersihkan Kulit dan Mencegah Jerawat

    Puasa dapat membantu membersihkan kulit. Ini karena tubuh sedang bebas dari tugas memroses makanan di pencernaan. Dengan cara ini, tubuh dapat lebih memfokuskan energi untuk melakukan proses regeneratif pada sistem lain.

    Berpuasa dari fajar hingga petang telah terbukti bisa membantu tubuh membersihkan racun dan mengatur fungsi organ tubuh lainnya seperti hati, ginjal dan bagian lainnya.

    7. Puasa Memperpanjang Usia

    Percaya atau tidak, semakin sedikit kalian makan, semakin panjang usia kalian. Salah satu penyebab utama penuaan dini adalah metabolisme yang lebih lambat karena terlalu banyak makan. Jadi, semakin sedikit makan, semakin sedikit proses yang dibutuhkan pada sistem pencernaan sehingga metabolisme tubuh berjalan lebih cepat dan efisien.

    8. Puasa Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

    Puasa meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena bisa mengurangi radikal bebas, mengatur kondisi peradangan dalam tubuh dan mencegah pembentukan sel kanker. Perhatikan alam, ketika seekor hewan mengalami sakit, ia akan berhenti makan dan malah fokus untuk beristirahat.

    Ini adalah naluri primitif untuk mengurangi stres pada sistem internal mereka sehingga tubuh mereka dapat melawan infeksi penyakit. Anehnya, manusia adalah satu-satunya spesies yang justru mencari makanan ketika sakit, bahkan ketika tidak membutuhkannya.

     

    Sumber : dream.co.id

  • Ini Dia Daftar Jenis Autoimun yang Banyak Menyerang Wanita

    Penyakit autoimun adalah penyakit yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh (sistem imun) menyerang sel-sel sehat dalam tubuh Anda sendiri. Penyakit ini berkembang ketika sistem kekebalan tubuh Anda salah dalam menilai sel sehat yang ada dalam tubuh Anda, dan malah menganggapnya sebagai zat asing. Akibatnya, tubuh Anda mulai memproduksi antibodi yang akan menyerang dan merusak sel sehat dalam tubuh Anda tersebut. Sementara itu, penyebab pasti mengapa sistem imun Anda menyerang sel sehat dalam tubuh belum diketahui.

    Penyakit autoimun dapat memengaruhi hampir semua bagian tubuh, termasuk otak, saraf, otot, kulit, sendi, mata, jantung, paru-paru, ginjal, saluran pencernaan, kelenjar, dan pembuluh darah. Ada sebanyak 80 jenis penyakit autoimun.

    ITP merupakan salah satu penyakit autoimun yang banyak menyerang wanita dan menyebabkan pecahnya jaringan pembuluh darah. Seringkali terlihat seperti gejala demam berdarah.

    Pada artikel kali ini akan membahas penyakit autoimun yang banyak menyerang wanita. Yuk simak apa saja.

    1. Antibody Syndrome / Antiphospholipid (APS)

    Jenis penyakit autoimun ini bekerja dengan menyerang lapisan dalam pembuluh darah yang mengakibatkan terjadinya pembekuan darah pada saluran darah, baik saluran vena maupun arteri. Akibatnya kulit meruam, terutama di bagian tangan dan lutut.

    2. Autoimun Hepatitis

    Penyakit autoimun ini menyerang sel-sel hati dan sistem kekebalan tubuh yang bisa mengakibatkan hati mengeras dan gagal hati. Gejala yang muncul biasanya berupa : kelelahan, kulit dan mata menjadi kuning, nyeri di bagian sendi dan gatal-gatal.

    3. Celiac Dease

    Jenis penyakit autoimun ini menyebabkan penderitanya tidak mampu menerima gluten, zat yang terkandung dalam gandum.

    Penyakit ini bekerja dengan cara merusak lapisan usus dan bisa mengakibatkan penderitanya mengalami kelelahan yang amat sangat, kelumpuhan di beberapa bagian tubuh, nyeri di bagian perut dan kembung, diare dan sembelit, serta gatal pada kulit.

     

    4. Guillain-Barre Syndrome (GBS)

    Penyakit autoimun ini menyerang saraf yang menghubungkan otak dan tulang belakang dengan seluruh. Akibatnya otak mengalami kesulitan untuk memberikan perintah pada saraf otot, hingga menimbulkan kelumpuhan.

    Gejala awalnya biasanya muncul dalam bentuk rasa lelah, kesemutan yang berawal dari kaki lalu menyebar ke seluruh tubuh, serta kelumpuhan.

    5. Hemolytic Anemia

    Penyakit autoimun ini bekerja dengan menghancurkan sel darah merah yang terdapat dalam tubuh, sementara itu tubuh yang tidak mampu memproduksi sel darah merah secepat kerusakan yang terjadi pada darah merah tersebut. Hal ini menyebabkan tubuh kekurangan oksigen yang amat dibutuhkan oleh tubuh.

    Akibatnya penderita akan mengalami kelelahan, pucat, mata dan kulit menguning, pusing, sesak napas dan mengalami gagal jantung.

    6. Ideophathic Thrombosythopenic Purpura (ITP)

    ITP merupakan salah satu penyakit autoimun yang banyak menyerang wanita dan menyebabkan pecahnya jaringan pembuluh darah. Seringkali terlihat seperti gejala demam berdarah.

    Sistem kekebalan tubuh  ini menyerang trombosit yang berguna untuk pembekuan darah, hal ini bisa menyebabkan pecahnya jaringan darah dalam tubuh dan bisa menyebabkan kematian akibat pendarahan, termasuk pendarahan otak.

    Gejala yang muncul secara fisik hampir sama dengan penyakit demam berdarah, hanya saja penderita tidak mengalami rasa mual dan sakit di daerah ulu hati.

    Pada permukaan kulit akan terlihat bercak-bercak yang semakin lama semakin luas dan berwarna gelap. Selain itu akan mengalami pendarahan gusi, mulut dan hidung serta luka yang terus mengeluarkan darah.

    Dengan istirahat total untuk menghindari benturan yang bisa menimbulkan pecahnya pembuluh darah, dan mengkonsumsi suplemen untuk meningkatkan jumlah trombosit dalam darah, penyakit ini bisa dikendalikan, dan jarang sekali terjadi pengulangan.

    7. Lupus Eritematosus Sistemik

    Penderita yang mengalami serangan penyakit autoimun ini ditandai dengan tanda merah di bagian wajah seperti sepasang sayap kupu-kupu. Karena gejala yang bervariasi dengan menyerang jantung, ginjal, hati, kulit, sendi dan seluruh tubuh.

    Gejala yang timbul seperti kehilangan berat badan, nyeri dan bengkak di bagian sendi, dan ruam pada wajah. Penderita juga menjadi sensitif terhadap sinar matahari, mengalami sakit kepala dan perubahan perilaku.

    8. Multiple Sclerosis

    Penyakit autoimun ini menyerang lapisan pelindung di sekitar syaraf, hingga menyebabkan terganggunya kerja otak dan syaraf tulang belakang. Biasanya penderita mengalami mati rasa dan kesemutan, kelumpuhan dan sulit melakukan keseimbangan tubuh serta sulit bicara.

    9. Psoriasis

    Penyakit autoimun ini ditandai dengan penumpukan sel kulit yang terjadi akibat sel- kulit yang tumbuh di dalam kulit tumbuh cepat dan segera naik ke permukaan hingga kulit menebal dan menumpuk di permukaaan kulit.

    Gejala yang terlihat dengan adanya bercak merah tebal dan bersisik yang tumbuh di bagian kepala, siku dan lutut disertai rasa gatal dan nyeri.

    10. Diabetes

    Jenis penyakit autoimun ini menyerang sel-sel insulin, sehingga tubuh tidak bisa memenuhi kebutuhannya akan insulin. Hal ini tentu saja menyebabkan terlalu banyak gula beredar dalam darah. Akibatnya, terjadi kerusakan pada mata, ginjal, saraf, gusi serta gigi. Dan bisa mengakibatkan serangan jantung

    Gejala yang dirasakan penderita seperti: sering merasa haus; sering buang air kecil; sering merasa lemas dan lapar; berat badan turun; luka susah sembuh; penglihatan menjadi buram; kaki sering mati rasa dan kesemutan.

    Contoh-contoh di atas hanya sebagian saja dari bermacam-macam penyakit autoimun yang banyak menyerang wanita di usia produktif.

    Namun, hidup dengan penyakit autoimun bukanlah akhir dunia. Karena sejatinya, hidup dan mati ditentukan oleh Sang Pencipta.

     

     

    Sumber :

    • hellosehat.com
    • id.theasianparent.com
  • Benarkah Demam Perlu Kita Waspadai?

    Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh berada di atas angka 38 derajat celsius. Demam merupakan bagian dari proses kekebalan tubuh yang sedang melawan infeksi akibat virus, bakteri, atau parasit. Selain itu, demam juga bisa terjadi pada kondisi hipertiroidisme, artritis, atau karena penggunaan beberapa jenis obat-obatan, termasuk antibiotik.

    Meskipun terkadang mengkhawatirkan, demam yang tinggi tidak selalu menandakan bahwa Anda menderita suatu penyakit yang serius. Demam yang seringkali dijumpai pada kasus infeksi anak-anak seringkali tidak berbahaya. Malahan, demam merupakan pertanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang berusaha untuk melawan infeksi tersebut.

    Demam bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala yang seringkali menyertai penyakit yang dapat sembuh sendiri tanpa memerlukan pengobatan, seperti misalnya flu atau pilek. Tapi untuk mengobati demam yang lebih parah, beberapa obat-obatan penurun panas bisa dibeli secara bebas di apotek dengan syarat baca aturan pakai dan ikuti dosis yang dianjurkan.

    Gejala yang menyertai demam tergantung kepada penyebab demam itu sendiri  Berikut adalah gejala yang menyertai demam :

    • Sakit kepala
    • Berkeringat dingin
    • Menggigil
    • Dehidrasi
    • Batuk-batuk
    • Sakit tenggorokan
    • Sakit pada telinga
    • Diare dan muntah-muntah
    • Sakit otot
    • Kehilangan selera makan
    • Merasa kelelahan

    Pemeriksaan suhu tubuh yang paling tepat adalah menggunakan termometer. Jangan mengandalkan rabaan tangan untuk memastikan demam atau tidak. Namun, tidak semua gejala demam disebabkan penyakit ringan, seperti flu. Adapun gejala demam yang perlu Anda wasapadai, seperti:

    1. Demam tinggi mendadak

    Berbeda dengan biasa, demam tinggi mendadak terjadi disebabkan oleh penyakit demam berdarah (DBD).

    Hal yang membedakan demam DBD dengan dengan demam biasa adalah demam ini dapat mencapai 40 derajat celcius. Gejala demam ini sangat tinggi dibanding demam biasa. Penyakit demam berdarah terjadi akibat adanya gigitan dari nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus. Demam DBD bisa terjadi selama dua atau tujuh hari dengan diikuti gejala lain, seperti:

    • Sakit kepala parah diikuti sakit pada bagian belakang mata
    • Nyeri otot dan sendi yang parah dan kelelahan
    • Mual dan muntah
    • Muncul ruam kulit, yang muncul dua hingga lima hari setelah timbulnya demam
    • Perdarahan ringan (seperti hidung berdarah, gusi berdarah, atau mudah memar)

    Kondisi ini harus mendapatkan penanganan segera. Sebab, akan terjadi komplikasi pada getah bening dan pembuluh darah, perdarahan dari hidung dan gusi, pembesaran hati, kegagalan sistem peredaran darah atau bahkan kematian.

    1. Demam yang hilang timbul (paroksimal)

    Terkadang pasien merasa sehat kemudian akan demam lagi dalam rentan waktu yang cepat. Tergantung dengan jenis parasit yang menyerang, kambuhnya demam bisa terjadi sekitar 8 hingga 10 jam, 48 jam, atau 72 jam.

    Gejala malaria selain demam paroksimal adalah:

    • Sakit kepala
    • Nyeri otot
    • Tubuh menggigil dan kedinginan
    • Tubuh berkeringat
    • Mual dan muntah

    Bila tidak segera diobati, akan terjadi komplikasi seperti perubahan pada urin yang menjadi lebih gelap karena pecahnya sejumlah sel darah merah, gagal ginjal, anemia, dan edema paru.

    1. Demam dengan nyeri sendi parah

    Kondisi ini disebut dengan chikungunya dan disebabkan oleh gigitan nyamuk yang sama dengan demam berdarah. Bukan hanya demam biasa tapi juga disertai nyeri pada sendi yang parah.

    Nyeri yang terjadi pada sendi sangat melemahkan, biasanya akan berlangsung selama beberapa hari atau juga berminggu-minggu seiring berkembangnya virus di dalam tubuh. Selain itu, ada beberapa gejala lain yang menyertainya, seperti:

    • Sakit kepala
    • Mual dan muntah
    • Kelelahan
    • Ruam pada sendi yang terasa nyeri.

    Dikutip dari World Health Organization, sebagian besar pasien sembuh sepenuhnya, tetapi dalam beberapa kasus nyeri sendi dapat bertahan selama beberapa bulan, atau bahkan bertahun-tahun. Walau jarang terjadi kasus komplikasi, penyakit ini bisa menyerang mata, saraf dan jantung, serta keluhan gangguan pencernaan.Komplikasi serius tidak umum, tetapi pada orang tua, penyakit dapat meningkatkan risiko kematian.

    Penting untuk memahami berbagai gejala demam yang terjadi. Sebab bila terjadi karena adanya penyakit yang sifatnya tertentu, mendapatkan penanganan dan perawatan dari dokter lebih cepat dapat meningkatkan kualitas hidup dan juga memudahkan pengobatan yang dilakukan.

    Jika muncul gejala-gejala yang disebutkan seperti di atas, segera lakukan pemeriksaan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

     

     

    Sumber :
    Alodokter.com
    Hellosehat.com
  • 5 Makanan Untuk Meningkatkan Sistem Imun Tubuh

    Setiap manusia memiliki sistem imun, yang merupakan pertahanan pertama untuk melawan berbagai kuman berbahaya yang masuk ke dalam tubuh. Jadi, jika Anda tidak ingin sakit, salah satu cara yang harus dilakukan adalah memperkuat sistem imun tubuh.

    Mengonsumsi makanan tertentu yang dapat meningkatkan imun tubuh adalah hal penting yang harus Anda perhatikan, karena itu sangat efektif untuk menjaga keseimbangan dan kesehatan tubuh Anda.

    Makanan Peningkat Sistem Kekebalan Tubuh

    Mari kita lihat makanan apa saja yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita:

    1. Paprika Merah atau Cabai

    Cabai dan paprika merah mengandung banyak sekali vitamin C. Dari penelitian yang dilakukan, kandungan vitamin C yang dimiliki oleh cabai dan paprika merah, dua kali lebih banyak dari buah jeruk yang rasanya cenderung asam.

    Paprika dan cabai bisa dikonsumsi dalam bentuk makanan atau sambal. Namun ingat, ada baiknya untuk membatasi konsumsinya dan sesuai dengan kemampuan.

    2. Buah Jeruk

    Salah satu peningkat daya tahan tubuh adalah vitamin C yang terkandung di dalam aneka buah jeruk. Anda bisa mengonsumsi aneka jeruk mulai dari lemon, jeruk mandarin, hingga grapefruit. Buah ini mengandung vitamin C yang cukup tinggi sehingga cocok untuk menjaga daya tahan tubuh.

    3. Bawang Putih

    Selama ini kita sering menggunakan bawang putih sebagai bumbu masakan saja. Ternyata bawang putih juga merupakan salah satu makanan peningkat sistem imun atau daya tahan tubuh. Dalam umbi ini terkandung Senyawa yang bisa mengatasi peradangan dan membunuh bakteri dan juga jamur.

    4. Bayam

    Bayam tidak hanya mengandung zat besi yang baik untuk peredaran darah dan mencegah anemia. Sayuran yang juga kaya akan protein ini mengandung vitamin C dan antioksidan dalam jumlah yang cukup banyak. Anda bisa mengonsumsinya dalam bentuk tumisan atau dibuat jus bersama dengan buah seperti jeruk sebagai makanan peningkat sistem imun.

    5. Brokoli

    Brokoli yang sering sekali tidak disukai oleh anak-anak ternyata mengandung banyak vitamin. Anda bisa mendapatkan vitamin A, C, dan E. Selain itu, brokoli juga mengandung banyak sekali antioksidan yang baik untuk mencegah serangan berbagai penyakit dan memperkuat sistem imun tubuh.

    6. Kacang Almond

    Kacang almond bisa membuat Anda lebih sehat karena memberikan asupan vitamin C dan E. Selain itu, mengonsumsi kacang ini secara rutin juga bisa mencegah flu dan demam yang muncul saat musim hujan. Bisa dikatakan juga kalau kacang almond adalah salah satu makanan peningkat sistem imun yang bisa dijadikan camilan.

    7. Kunyit

    Kunyit yang merupakan herbal serba guna dan banyak digunakan untuk makanan mengandung curcumin yang bisa mengurangi peradangan. Mengonsumsi makanan dengan kandungan kunyit yang cukup banyak bisa membuat Anda tidak mudah sakit. Gangguan panas dalam dan pencernaan pun tidak terjadi.

    Untuk meningkatkan kekebalan  tubuh selain dengan mengonsumsi makanan di atas anda juga bisa dengan cara berolahraga minimal 1 kali dalam seminggu.

    Semoga bermanfaat.

     

     

     

    Sumber :

    • webkesehatan.com
    • klikdokter.com
    • timesindonesia.co.id
  • Tingkatkan Daya Tahan Tubuh dengan 8 Hal ini

    Pergantian musim seringkali menimbulkan berbagai gangguan penyakit termasuk serangan flu yang bisa sangat mengganggu aktivitas Anda. Akan tetapi, serangan flu dapat dicegah dengan memperkuat sistem kekebalan alami tubuh. Bagaimana caranya? Berikut delapan cara yang bisa membantu menjauhkan flu dari Anda.

    Anak sehat

    Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

    Dari hal tersebut, bisa disimpulkan; sebagian besar imun berada di sistem pencernaan. Itulah sebabnya, meningkatkan daya tahan tubuh secara alami harus dimulai dengan menerapkan tips-tips berikut ini.

    1. Tidur Berkualitas

    Apakah Anda sering merasa lemas dan kurang bergairah? Kurang tidur bisa menjadi salah satu penyebab utamanya. Hal itu menandakan sistem kekebalan tubuh sedang melemah.

    Ketika tidur, sel T yang ada di dalam tubuh bekerja untuk memperbaiki sistem imun. Sel ini melawan berbagai virus dan patogen. Sebaliknya, jika Anda tidak istirahat selama 24 jam, kinerja sel T menjadi terhambat.

    Fakta tersebut diungkapkan melalui penelitian di Mayo Clinic. Mereka membuktikan bahwa, tidur nyenyak membantu tubuh dalam membentuk kekebalan tubuh secara natural.

    2. Mendapat Cukup Sinar Matahari

    Anda merasa takut terkena paparan sinar matahari? Mulai sekarang, abaikan rasa itu. Pasalnya, cahaya matahari di jam tertentu sangat bagus untuk mempertahankan kekebalan tubuh.

    Pertama, sinar matahari mengandung vitamin D yang bisa mencegah penyakit autoimun dan kanker. Kedua, cahaya ultravioletnya mampu meningkatkan kinerja sel T di dalam tubuh manusia. Penelitian tim Georgetown University Medical Center mengungkapkan bahwa, butuh waktu sekitar 5-10 menit agar sinar tersebut bisa memperkuat imun.

    3. Konsumsi Yoghurt

    Salah satu organ yang membentuk kekebalan tubuh adalah usus. Untuk meningkatkan imun tersebut, usus membutuhkan probiotik. Umumnya, probiotik berasal dari bakteri Lactobacillus dan Bifidobacterium.

    Yoghurt merupakan minuman berbahan dasar susu yang mengandung Lactobacillus bulgaricus. Karena itu, mengonsumsinya secara rutin bisa mencegah berbagai macam penyakit berbahaya, semisal gagal jantung. Pun mampu meningkatkan kinerja sel NK (Natural Killer); sistem imun terkuat di dalam tubuh.

    4. Mengendalikan Pikiran agar Tidak Stres

    Saat Anda stres, tubuh melepaskan hormon glukokortikoid. Pelepasan tersebut bisa terjadi dalam jangka waktu lama. Jika diabaikan, pengeluaran hormon dapat mengganggu kinerja timus sebagai organ yang memproduksi imun.

    Selain itu, pun bisa menghambat aktivitas sel T. Menurut riset tim dari Ohio State University, jumlah sel T pada penderita depresi cenderung menurun. Hal itu karena produksi interleukin dan sitokin di dalam tubuh terganggu oleh hormon stres.

    5. Hindari Rokok dan Alkohol

    Merokok tidak hanya mengganggu kesehatan, tetapi juga bisa menurunkan kekebalan tubuh. Bagaimana hal itu terjadi? Hal ini disebabkan oleh zat nikotin dengan jumlah tinggi yang dikandung rokok.

    Beberapa efek negatif nikotin, yaitu meningkatkan detak jantung, menaikkan tekanan darah, serta menyebabkan insomnia. Ketika seseorang terkena insomnia, secara otomatis gelombang otak terus terjaga. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, tidak tidur semalaman bisa melemahkan fungsi sel T.

    Akibatnya bisa ditebak; kekebalan tubuh menurun secara signifikan jika kebiasaan merokok diteruskan. Hal itu juga berlaku pada konsumsi alkohol. Senyawa ini mampu menghancurkan sel imun dalam sekejap. Menghindari rokok dan alkohol merupakan salah satu cara meningkatkan daya tahan tubuh yang sangat efektif dan bisa mulai Anda terapkan sekarang juga!

    6. Mengonsumsi Buah yang Mengandung Vitamin C

    Anda suka makan jeruk? Buah ini mengandung banyak vitamin C yang bisa meningkatkan aktivitas sel NK. Salah satu fungsi sel NK adalah mencegah serangan penyakit kanker.

    Selain sel NK, kinerja neutrofil juga lebih optimal. Sel ini merupakan bagian dari darah putih yang dapat memulihkan dan mencegah infeksi. Vitamin C juga memperkuat limfosit sehingga tubuh mampu mendeteksi keberadaan virus dan bakteri berbahaya.

    Lalu, buah apa yang memiliki kandungan vitamin C tertinggi? Satu buah jambu biji mengandung 200-an mg vitamin C, sedangkan jeruk hanya 59-83 mg. Artinya, Anda bisa mengonsumsi jambu biji sebagai pengganti jeruk.

    7. Minum Cukup Air Putih

    Anda pernah merasakan letih meski tidak beraktivitas? Salah satu penyebabnya adalah kurang minum air putih. Dilansir dari situs health.harvard.edu, kekurangan cairan bisa mengakibatkan tubuh lemah.

    Karena itu, cobalah minum air putih minimal 8 gelas sehari. Kebiasaan ini efektif membentuk sistem imun di dalam tubuh.

    8Minum Teh

    Dalam penelitian Harvard, orang-orang yang minum 5 cangkir teh hitam selama 2 minggu memiliki kadar interferon penangkal serangan virus, 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan mereka yang meminum minuman plasebo panas.

    Kandungan asam amino yang bertanggung jawab atas peningkatan daya tahan tubuh ini, L-theanin, sangat banyak dalam teh hitam dan teh hijau, bahkan teh nonkafein juga memilikinya! Dosis optimalnya adalah beberapa cangkir setiap hari.

    Tips Khusus: Untuk meningkatkan kadar antioksidan hingga 5 kali lipat lebih banyak dari sekantong teh, celupkan naik turun selama Anda menyeduhnya.

    Makanan untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

    Cara meningkatkan daya tahan tubuh sebenarnya tidak sulit. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi makanan yang sehat. Berikut ini adalah beragam makanan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh:

    • Brokoli
      Sayang rasanya jika Anda tidak memasukkan brokoli ke dalam menu harian Anda, karena sayuran ini kaya akan vitamin, seperti vitamin E, A, dan C. Selain itu, brokoli juga mengandung mineral dan antioksidan. Cara mengolahnya pun tidak rumit. Cukup rebus sebentar, lalu santap selagi hangat.
    • Bayam 
      Bayam kaya akan vitamin C, beta karoten, dan antioksidan. Dengan kandungannya ini, bayam dapat membantu meningkatkan kemampuan sistem imun tubuh untuk melawan infeksi.
    • Kacang almond
      Kacang almond merupakan sumber vitamin E. Perlu Anda ketahui bahwa vitamin E memegang peran kunci dalam sistem kekebalan tubuh. Selain itu, baik almond maupun kacang-kacangan lainnya memiliki kandungan berbagai vitamin dan lemak sehat.

    Selain beberapa jenis makanan di atas, jahe, bawang putih, paprika merah, kunyit, teh hijau, dan yoghurt, juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Ingatlah untuk tidak mengolah sayur, seperti bayam atau brokoli, dalam waktu yang lama. Cukup rebus sebentar, untuk tetap menjaga nutrisi di dalamnya.

    Semoga bermanfaat !

     

     

    Sumber :

    • https://harvestsupplement.com/cara-meningkatkan-daya-tahan-tubuh-alami/
    • https://www.alodokter.com/berikut-ini-makanan-dan-tips-meningkatkan-daya-tahan-tubuh-yang-benar
    • https://www.tokiomarine.com/id/id/personal/learn/blog/5-Powerful-Ways-to-Boost-Your-Immune-System.html
    • https://www.liputan6.com/health/read/3230511/mau-sistem-kekebalan-tubuh-kuat-harus-santap-9-makanan-ini
  • Lakukan 7 hal ini agar tidak gampang sakit!

    Sistem kekebalan tubuh Anda bisa saja menurun jika bakteri, virus, parasit, dan jamur menyerang tubuh. Semua itu tentunya bisa membuat Anda menjadi sakit. Beberapa hal yang menjadi penyebab menurunnya daya tahan tubuh Anda, seperti wabah flu yang sering terjadi saat musim hujan (karena virus bertahan di udara lebih lama pada musim ini), mengonsumsi makanan yang tidak sehat, kurang tidur, dan mengalami stres.

    Anak Sehat

    Oleh karena itu, Anda harus menjaga daya tahan tubuh Anda dengan beberapa cara di bawah ini, di antaranya :

    1. Cukupi kebutuhan vitamin C di tubuh anda. Karena vitamin ini berfungsi membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh anda. Berbagai buah-buahan juga mengandung sejumlah vitamin C yang sangat dibutuhkan oleh tubuh anda seperti jeruk.

    2. Sering menghirup udara segar. Terus berada di dalam ruangan tampaknya menjadi cara aman agar terhindar dari sejumlah penyakit. Namun, faktanya adalah ketika di dalam ruangan terus-terusan, Anda akan terkungkung bersamaan dengan bakteri yang ada dalamnya. Bangunlah di pagi hari dan dapatkan udara segar atau berolahragalah di luar saat pagi hari, maka sistem imun tubuh Anda akan meningkat.

    3. Tidur yang cukup setiap malamnya. Karena, kurang tidur akan berdampak dalam menurunnya daya tahan tubuh.

    4. Aktif berjalan kaki. Aktivitas berjalan kaki sangat membantu dalam menjaga kebugaran dan kesehatan badan anda. Dengan tubuh yang bugar, sehat dan fit sepanjang hari, maka perubahan cuaca tidak akan berpengaruh besar pada kondisi kesehatan tubuh anda.

    5. Segera mencuci tangan selesai beraktivitas. Flu dan pilek bisa dengan mudah menular dan menyebar lewat sentuhan. Anda perlu memastikan bahwa Anda selalu mencuci tangan Anda dengan bersih. Sebisa mungkin hindarkan tangan Anda bersentuhan dengan mata, hidung, dan mulut. Sabun dan air adalah pembersih tangan yang paling efektif, menurut Centers for Disease Control and Prevention. Tapi, sabun batangan bisa jadi tempat tumbuh kuman, maka untuk lebih amannya gunakan sabun cari. Saat mencuci tangan dengan sabun, biarkan busa terserap ke kulit Anda selama 20 detik baru bilas dan keringkan dengan lap atau handuk bersih.

    6. Mengonsumsi buah dan sayur. Makan buah dan sayuran dalam lima porsi atau lebih dalam sehari dapat membantu mencegah penyakit jantung dan beberapa jenis kanker. Ada banyak varietas yang dipilih, seperti sayuran dan buah segar, kering, dan beku.

    7. Cukupi air mineral. Sudah tidak diragukan lagi air putih sangat berguna bagi kesehatan. Dengan terpenuhinya kebutuhan air perhari maka tubuh akan lebih optimal.

     

     

     

    Sumber dan referensi :