Tag: kafein

  • Antara Teh Hijau dan Teh Hitam Mana Yang Lebih Baik?

    Minuman teh sudah dikenal lama oleh manusia, bahkan sejak ratusan ribu tahun silam. Teh dipercaya mengandung berbagai khasiat yang baik untuk kesehatan. Antioksidan  seperti flavonoid dan polifenol yang terkandung dalam teh dipercaya dapat meningkatkan kesehatan anda.

    Saat ini, ada dua jenis minuman teh yang paling populer di dunia yaitu teh hitam dan teh hijau. Perbedaan utama dari kedua jenis teh ini ialah dilakukan atau tidaknya proses fermentasi. Karena proses pembuatannya tidak sama, maka citarasa, aroma, dan kandungan yang terdapat dalam teh hitam dan teh hijau pun berbeda.

    Di balik perbedaan teh hijau dan teh hitam, keduanya memiliki beberapa manfaat yang sama, di antaranya:

    1. Meningkatkan fungsi otak

    Teh mengandung stimulan terkenal yakni kafein yang tentunya juga terdapat dalam teh hitam dan teh hijau. Meski begitu, kandungan kafein dalam teh hijau relatif lebih sedikit daripada teh hitam. Kedua jenis teh ini juga mengandung asam amino L-theanine. Interaksi antara kafein dan asam amino L-theanine dalam teh memberi manfaat menguntungkan, karena bisa membantu meningkatkan kadar hormon dopamin dan serotonin terkait perubahan suasana hati yang lebih baik. Di sisi lain, kafein akan menstimulasi sistem saraf dan L-theanine yang melepaskan neurotransmiter penghambat di otak. Itu sebabnya, interaksi kedua komponen ini akan berujung pada peningkatan fungsi otak, kewaspadaan, reaksi, sekaligus ingatan jangka panjang.

    2. Melindungi jantung

    Sudah tidak diragukan lagi, teh hitam dan teh hijau kaya akan antioksidan polifenol. Lebih spesifiknya lagi, keduanya mengandung flavonoid yang merupakan salah satu jenis antioksidan dalam kelompok polifenol, meski dalam jenis yang berbeda. Namun, jenis flavonoid yang berbeda pada teh hijau dan teh hitam dinilai baik dalam mengurangi risiko penyakit jantung, serangan jantung, serta stroke. Bahkan, teh hijau dan teh hitam juga disebut-sebut mampu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol “jahat” atau LDL.

    3. Mendukung fungsi tulang dan gigi

    Teh hitam dan teh hijau juga menunjang tulang dan gigi yang sehat berkat kandungan fluoridenya. Hanya saja, teh hitam punya kandungan fluoride yang lebih banyak daripada teh hijau. Fluoride nantinya berperan untuk mencegah timbulnya lubang pada gigi dengan memperkuat strukturnya.

    Jadi, lebih sehat yang mana?

    Meskipun kedua varian teh ini mengandung jenis antioksidan polifenol yang berbeda, manfaatnya bisa dibilang sama-sama baik untuk tubuh. Sedikit perbedaannya hanyalah terletak pada jumlah antioksidan, kandungan kafein, dan asam amino L-theanine. Kita bisa menyesuaikan sendiri dengan kebutuhan gizi atau kondisi kesehatan masing-masing.

    Bila kamu punya penyakit GERD atau refluks asam lambung misalnya, teh hijau bisa jadi pilihan yang lebih baik karena kafeinnya lebih sedikit. Selebihnya, baik teh hijau maupun teh hitam punya khasiat yang serupa bagi kesehatan tubuh. Bahkan, teh hijau dan teh hitam bisa jadi pilihan yang tepat bila sedang mencari minuman mengandung kafein yang tidak sekuat kopi.

    Maka itu, tidak ada salahnya untuk menyisipkan secangkir teh hijau atau teh hitam sebagai teman bersantai.

     

     

    Sumber : https://lifestyle.kompas.com/read/2018/10/09/095337420/lebih-sehat-mana-teh-hijau-atau-teh-hitam

  • Minum Kopi Atasi Sakit Kepala, Mitos atau Fakta?

    Kabar gembira bagi pecinta kopi. Minum kopi dipercaya dapat mengurangi sakit kepala.

    Kandungan kafein di dalamnya dipercaya mampu meredam sakit kepala jika dikonsumsi dalam dosis tepat. Jika berlebihan, justru dapat mencetuskan sakit kepala seperti migrain.

    Kafein merupakan golongan methylxanthine yang banyak ditemui pada kopi, teh, dan cokelat. Kafein ternyata juga berfungsi sebagai antinyeri dan anti peradangan, bahkan banyak obat penghilang nyeri memasukkan kafein dalam kandungannya.

    Penelitian menyebutkan bahwa kafein membuat efek antinyeri lebih efektif, yakni sebesar 40%. Lalu bagaimana mekanismenya?

    Saat seseorang sakit kepala, pembuluh darah kepala mengalami pelebaran. Pada kondisi tersebut, aliran darah menuju kepala menjadi berkurang sehingga otak akan kekurangan oksigen.

    Kekurangan jumlah oksigen inilah yang bisa memicu sakit kepala. Nah, kafein memberikan efek mengecilkan kembali pembuluh darah dan meningkatkan denyut jantung, sehingga aliran darah ke otak menjadi normal.

    Meski demikian, efek positif kafein baru didapat jika dikonsumsi dalam kadar yang tepat, yaitu sekitar 300 mg per hari (setara dengan 1-3 cangkir kopi per hari). Jika dikonsumsi di atas dosis tersebut, kopi justru dapat mencetuskan sakit kepala.

    Secangkir kopi

    Konsumsi berlebih juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan lain –seperti insomnia, jantung berdebar, dan kecemasan. Sebab konsumsi kafein berlebihan akan menghambat kerja adenosin, hormon yang memberi sinyal lelah sehingga tubuh akan beristirahat. Terhambatnya kerja adenosin membuat seseorang akan terus terjaga walaupun tubuh dan otak sudah merasa lelah.

    Waktu yang baik untuk minum kopi

    Menurut penelitian yang dilakukan oleh Steven Miller dari Universitas Health Sciences di Bethesda, produksi hormon kortisol akan mengalami siklus, jam saat produksi hormon kortisol mencapai puncak tertinggi adalah jam 8.00-9.00 pagi, jam 12.00-13.00 siang, jam 17.30-18.30. Setiap orang memang memiliki siklus yang berbeda-beda, namun rata-rata akan mengalami produksi hormon kortisol tertinggi di jam-jam itu.

    Jadi, waktu yang paling tepat untuk minum kopi adalah, saat produksi hormon kortisol Anda mulai menurun, tepatnya pada jam yang kita kenal dengan istilah coffee break, antara jam 9.30-11.30, jam 13.30 dan jam 5 sore. Sekarang pilihan Anda untuk mengubah jam kebiasaan minum kopi agar Anda mendapatkan manfaat maksimal dari secangkir kopi.

    Semoga bermanfaat!

     

     

    Sumber :

    https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/waktu-efektif-minum-kopi

    https://www.klikdokter.com/rubrik/read/2701210/kopi-bisa-sembuhkan-sakit-kepala