Tag: jantung

  • Hati-Hati! Risiko Memakan Roti Bakar Bagi Kesehatan

    Di era modern, hampir semua makanan harus dimasak terlebih dahulu sebelum akhirnya dikonsumsi. Mengonsumsi makanan mentah atau secara langsung dianggap sangat berbahaya lantaran bakteri yang dikandung masih ada dan belum tereliminasi.

    Namun cara mengolah makanan sebetulnya juga bisa menimbulkan risiko kesehatan lainnya seperti penyakit kanker. Tahukah ternyata roti bakar atau roti panggang memiliki potensi penyakit berbahaya bagi tubuh?

    Panggangan roti.

    Pakar kesehatan dari European Food Safety Authority menyebutkan bawa semakin banyak manusia yang cenderung mengalami peningkatan risiko terkena kanker akibat dari konsumsi makanan yang tidak tepat. Salah satu kandungan dalam makanan yang bisa memicu penyakit mematikan ini adalah acrylamide yang sayangnya memang bisa ditemukan dalam sebagian roti bakar.

    Acrylamide bisa ditemukan pada bahan makanan atau minuman yang harus dimasak dalam suhu tinggi. Tak hanya roti bakar, kopi instan juga bisa saja memiliki kandungan berbahaya ini. Hanya saja, khusus untuk roti bakar, kandungan ini hanya bisa ditemukan pada roti bakar yang dipanggang terlalu lama sehingga warnanya menjadi terlalu cokelat atau terlihat hangus.

    Melihat adanya fakta ini, ada baiknya kita memanggang roti hingga warnanya berubah menjadi kuning keemasan saja, jangan sampai berubah menjadi lebih cokelat. Selain itu, ada baiknya kita tidak menambahkan mentega pada roti bakar sehingga memiliki kandungan lemak atau kolesterol tinggi yang tentu kurang baik bagi kesehatan tubuh.

    Alih-alih memakai mentega, pakar kesehatan menyarankan kita untuk memanggang roti tawar tanpa tambahan mentega atau tambahan lainnya. Setelahnya, barulah kita tambahkan selai atau bahan makanan lainnya meskipun sebaiknya tidak berlebihan.

    Tak hanya roti bakar, beberapa makanan lain yang juga sebaiknya dihindari jika diolah terlalu matang adalah kentang goreng, daging bakar, atau gorengan yang juga memiliki kandungan acrylamide.

    Roti bakar

    Keberadaan senyawa tersebut ditandai dengan berubahnya warna makanan menjadi keemasan atau kecokelatan, bahkan terkadang kehitaman ketika dimasak terlalu lama dengan suhu tinggi.

    Jadi ketika kita mengonsumsi gorengan atau roti bakar yang warnanya terlihat menarik dan kelihatannya nikmat, sebetulnya kita secara tidak langsung membiarkan paparan senyawa buruk penyebab kanker menggerogoti isi tubuh kita.

     

    Sumber :

    • republika
    • doktersehat
    • liputan6
  • Naik Tangga, Olahraga Singkat Yang Bermanfaat

    Tidak ada alasan lagi untuk tidak berolahraga karena penelitian baru menemukan beberapa menit menaiki tangga setiap hari sudah cukup untuk meningkatkan kesehatan kardiovaskular dan seluruh tubuh. Beberapa penelitian itu menunjukkan banyak manfaat kesehatan dari olahraga singkat itu.

    Sebagai contoh yaitu ulasan dari studi yang ada, menunjukkan periode latihan akut dapat segera melindungi jantung terhadap episode iskemik di masa depan. Hasil penelitian terbaru lainnya menunjukkan 10 menit aktivitas fisik sudah cukup memberikan dorongan pada otak, meningkatkan perhatian, memori yang bekerja, dan fleksibiltas kognitif di antara keterampilan mental lainnya.

    Seperti yang dilansir dari Medical News Today, Selasa (22/1), sekarang penelitian menunjukkan interval menaiki tangga yang berlangsung beberapa menit dengan periode pemulihan di antaranya, dapat meningkatkan kesehatan kardiorespirasi.

    Seorang profesor kinesiologi di McMaster University di Hamilton Kanada Martin Gibala, Ph.D adalah penulis senior studi baru ini. Tulisannya muncul dalam jurnal Applied Physiology , Nutrition, and Metabolism.

    Gibala dan tim menyelidiki apakah pelatihan berlari interval adalah kegiatan singkat latihan intensif yang dipisahkan beberapa menit pemulihan berjumlah sekitar total 10 menit dapat meningkatkan kebugaran kardiorespirasi.

    Kebugaran kardiorespirasi mengacu pada kemampuan jantung, paru-paru, dan sistem pembuluh darah untuk mengirimkan darah kaya oksigen ke otot-otot yang bekerja selama latihan fisik yang intensif. Penelitian menunjukkan kebugaran pernafasan yang lebih besar membawa beberapa manfaat kesehatan, termasuk kesehatan jantung yang lebih baik, peningkatan resistensi insulin, dan risiko kematian dini yang lebih rendah.

    Nah, berikut ini adalah sejumlah manfaat naik tangga yang sayang untuk Anda lewatkan.

    1. Membakar kalori

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan naik tangga dapat membakar lebih banyak kalori per menit daripada jogging. Para ahli mencatat aktivitas naik tangga dapat menghabiskan 8 sampai 9 kali lebih banyak kalori daripada saat duduk dan 7 kali lebih banyak kalori daripada naik lift.

    Anda mungkin berpikir kalau manfaat naik tangga hanya didapatkan saat Anda mendakinya. Jadi, saat Anda turun, tubuh tidak akan membakar kalori sama sekali. Namun nyatanya, anggapan ini salah.

    Setiap satu langkah naik maupun turun sama-sama dapat membakar kalori. Hanya saja, kalori yang terbakar akan lebih banyak dan cepat saat Anda naik daripada saat turun. Ini karena tekanan yang diberikan oleh tubuh saat mendaki tentu akan lebih besar daripada saat menuruni tangga.

    Setiap 10 langkah naik  akan membakar 1 kalori, begitu pula saat Anda menuruni tangga. Bedanya, setiap kali Anda berhasil menuruni satu anak tangga, maka Anda akan membakar 0,05 kalori dalam tubuh. Jadi, setiap menuruni 20 buah anak tangga akan membakar 1 kalori dalam tubuh.

    Bagi Anda yang mengalami masalah kelebihan berat badan atau obesitas, Anda tentu kesulitan untuk menemukan jenis olahraga yang cocok untuk Anda. Nah, cobalah untuk membiasakan diri naik tangga untuk membantu menurunkan berat badan Anda. Semakin banyak Anda naik-turun tangga, semakin banyak pula kalori yang ikut terbakar dalam tubuh. Alhasil, semakin banyak pula berat badan yang bisa diturunkan.

    2. Menurunkan risiko stroke

    Salah satu manfaat naik tangga yang tak kalah menakjubkan adalah menurunkan risiko stroke. Hal ini dibuktikan oleh para ahli dari Harvard Alumni Health Study yang telah meneliti lebih dari 11.000 pria.

    Hasilnya, sebanyak 29 persen pria mengalami penurunan risiko stroke jangka panjang setelah membiasakan diri untuk naik tangga 3 sampai 5 kali seminggu. Apakah Anda ingin membuktikannya juga?

    3. Menyehatkan jantung

    Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa kebiasaan naik tangga bermanfaat untuk kesehatan jantung. Pasalnya, naik tangga dapat meningkatkan kesehatan organ jantung dan paru-paru, sehingga melancarkan aliran darah yang membawa oksigen ke jantung. Alhasil, jantung Anda akan semakin sehat dan terhindar dari risiko penyakit jantung.

    Kebugaran kardiorespirasi ternyata dapat memengaruhi usia harapan hidup seseorang. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Circulation tahun 2015 mengungkapkan bahwa kebiasaan naik tangga dapat menurunkan risiko kematian sebesar 38 persen. Bila ditambahkan dengan olahraga aerobik, hal ini dapat memperpanjang umur Anda hingga tiga tahun. Menakjubkan, bukan?

    4. Menguatkan otot

    Saat Anda naik tangga, sistem tulang dan otot di seluruh tubuh ikut bergerak aktif. Mulai dari otot kaki, otot lengan, hingga otot punggung. Semakin banyak pergerakan tulang dan otot, maka ini akan bermanfaat untuk menurunkan risiko pengeroposan tulang atau osteoporosis.

    Pada saat yang bersamaan, sistem metabolisme tubuh akan meningkat sehingga kalori yang terbakar akan semakin banyak. Ini akan membuat berat badan Anda ikut berkurang secara perlahan seiring dengan pembakaran kalori saat naik tangga.

    Selain itu, manfaat naik tangga juga dapat dirasakan oleh pengidap diabetes. Pasalnya, pergerakan otot skeletal bermanfaat untuk mengendalikan gula darah menjadi lebih stabil. Dengan demikian, gula darah tidak akan cepat naik dan membuat para diabetesi menjadi lebih sehat.

    5. Melawan kemalasan

    Memasuki zaman serba praktis membuat orang-orang menjadi malas gerak. Itulah mengapa kini semakin banyak orang dewasa, bahkan anak-anak, yang mudah terkena obesitas karena minimnya aktivitas fisik.

    Maka itu, kebiasaan naik tangga adalah cara mudah yang dapat mengeluarkan Anda dari kebiasaan buruk tersebut. Mulai sekarang, cobalah untuk memilih naik tangga daripada lift saat berada di kantor atau pusat perbelanjaan. Dengan rutin naik tangga, Anda bisa hidup lebih sehat tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam dengan pergi ke gym, bukan?

     

    Sumber :
    -Republika.com
    -Hellosehat.com
  • Penyakit Ini Paling Banyak Terjadi di Bali

    Penyakit jantung/ilustrasi

    Foto: Wikipedia
    Penyakit yang paling banyak terjadi di Bali adalah penyakit jantung.

    Bali menjadi pusat liburan yang menarik wisatawan dalam maupun luar negeri. Karena gaya hidup di Bali cenderung bebas tidak seperti kota lainnya di Indonesia. Namun, gaya hidup tersebut justru memicu timbulnya beragam penyakit yang mengerikan. Apa sajakah jenis penyakit tersebut?

    Menurut General Manager Business Development BIMC Siloam Hospitals Group Bali, Putu Deddy Suhartawan, penyakit yang paling banyak terjadi di Bali adalah penyakit jantung. Hal ini jelas terjadi karena faktor risiko gaya hidup di Bali. Yaitu makanan yang mengandung kolesterol tinggi seperti daging babi, juga makanan bersantan.

    Selain itu, warga Bali atapun para turis juga senang mengonsumsi minuman keras yang mempercepat metabolisme dan peredaran darah. Karena itu penyakit jantung paling banyak terjadi di sana. Karena itulah, layanan untuk penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) diberbagai rumah sakit di Bali cukup laris. Salah satunya tentu di Siloam Hospital Bali.

    Layanan ini merupakan pusat unggulan rumah sakit yang terletak di Jalan Sunset Road, Kuta, Bali. Pusat unggulan jantung ini merupakan pusat layanan jantung komprehensif mulai dari layanan pencegahan, pengobatan, diagnostik, operasi dan rehabilitasi.

    “Kami memiliki layanan kateterisasi jantung (kateterisasi jantung adalah istilah umum yang digunakan untuk rangkaian prosedur pencitraan untuk memasukkan kateter ke dalam bilik atau pembuluh darah jantung) yang sudah tercover BPJS,” ujarnya kepada Republika.co.id di Bali belum lama ini.

    Dengan melibatkan tim dokter multidisiplin dari berbagai sub-spesialis jantung, didukung oleh fasilitas alat mulai dari konvensional hingga minimal invasif. Hingga kini tercatat kurang lebih 800 pasien dari seluruh Bali dengan berbagai kasus penyakit jantung telah dilaani oleh Siloam Hospital Bali.

    Selain penyakit jantung, Siloam Hospital Bali memiliki beberapa pusat unggulan lain seperti ortopedi, gawat darurat, urologi dan saraf. Untuk masalah ginjal salah satunya, mereka miliki Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL).

    “Ini adalah tindakan memecah batu yang ditembakkan dari luar tubuh dengan menggunakan radiofrekuensi (gelombang kejut) yang dapat memecahkan batu menjadi pecahan yang halus, sehingga pecahan tersebut dapat keluar bersama dengan air seni,” jelas Putu.

    Metode ini hanya memerlukan waktu 45 menit tanpa rasa sakit atau minimal invasif (rasa nyeri yang tidak begitu berat). “Satu jam saja sudah selesai, tidak seperti dulu harus di insisi kemudian operasi rawat inap dua tiga hari, sekarang punya alat yang seperti itu,” tambahnya.

    Mereka juga mengunggulkan layanan bedah tulang atau orthopedi. Mereka sudah bisa melakukan layanan seperti di Thailand yaitu penggantian pinggang, begitu juga rehablitiasi medis.

    Bukan hanya itu, mereka juga menangani berbagai macam pelayanan klinis yang komprehensif. Menurutnya, mereka terus mengikuti perkembangan teknologi dalam hal layanan. Karena dunia medis ini dinamis, begitu juga dokter-dokter kita mengikuti training-training.

    Sehingga mereka terupdate dengan hal-hal baru kemudian berkembang. Seperti hal yang terbaru Japanese Encephalitis (JE) adalah penyakit radang otak disebabkan oleh virus Japanese Ensefalitis termasuk family Flavivirus dan merupakan masalah kesehatan masyarakat di Asia termasuk di Indonesia.

    Rumah sakit ini telah terakreditasi Joint Commission Inteernational (JCI) pada 6 September 2017 dan terkareditasi Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dengan predikat PARIPURNA pada 8 Februari 2018.

    baca juga : kenali tanda serangan jantung satu bulan lebih awal

     

     

    Sumber : Republika

  • Indonesia Lebih Maju dalam Intervensi Jantung Dibanding Singapura dan Korea

    Dalam bidang intervensi jantung, Indonesia rupanya lebih maju dibanding negara-negara lain. Sebut saja negara  tetangga, seperti Singapura, Malaysia, dan Korea.

    Pada konferensi pers “ISICAM- INaLive 2018”, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Teguh Santoso, mengungkapkan, kemajuan yang dicapai di Indonesia bidang intervensi jantung membanggakan.

    “Bukan membanggakan atau cukup membanggakan, tapi amat membanggakan. Kita lebih maju dibanding negara-negara lain,” kata Santoso saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta, Sabtu (24/11/2018).

    Salah satu contohnya, kasus kebocoran katup jantung yang dapat menggunakan kateter. Tanpa operasi besar atau bedah dada, perbaikan maupun penggantian katup jantung dapat dilakukan.

    “Namun, sebagian besar masyarakat belum mengetahui kalau kita lebih maju dibidang jantung. Makanya, mereka masih banyak yang pergi (berobat) ke luar negeri,” ujar Santoso.

    Kendala intervensi jantung

    Santoso menambahkan, pasien yang berobat ke negara-negara tetangga lain merasa mendapatkan pengobatan yang lebih baik daripada di Indonesia.

    “Sebetulnya, saya yakin negara kita dalam beberapa hal, khususnya intervensi jantung lebih maju dari negara tetangga lain. Saya harus akui juga, pelayanan intervensi jantung belum dinikmati semua karena beberapa kendala,” kata dia menambahkan.

    Terkait masalah pengobatan penyakit jantung, kata Santoso, belum seluruhnya bisa di-coverJKN-KIS BPJS Kesehatan dan asuransi. Beban pembiayaan pun tergolong mahal.

    “Meski begitu, paling tidak, kita punya titik terang. Nama Perhimpunan Intervensi Kardiologi Indonesia (Indonesian Society of Interventional Cardiology) makin dikenal di seluruh dunia. Banyak (dokter) generasi muda yang terkenal. Prestasi mereka juga membanggakan,” kata dia menambahkan.

     

     

    Sumber : liputan6

  • Ternyata Suara Berisik Dapat Memicu Penyakit Jantung!

    Suara pesawat yang melintas, suara sirine, atau suara gerungan mesin mungkin sudah biasa kita dengar atau bahkan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita.
    Tapi ternyata, suara-suara bising seperti ini bisa mengganggu kesehatan jantung, terutama bila kita mendengarnya di malam hari.
    Sebuah hasil penelitian yang dipublikasikan di Journal of the American College of Cardiology membahas hubungan antara polusi suara seperti ini dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit jantung seperti hipertensi dan gagal jantung.
    Suara bising dapat mengganggu tidur yang akan berdampak buruk pada kesehatan. Selain itu, setelah mendengar suara-suara bising, tubuh akan merasakan stres dan melepaskan hormon yang menyebabkan kerusakan jantung.
    “Orang akan mengatakan kalau suara bising itu menyebalkan 10 tahun yang lalu, tapi sekarang kita juga harus memikirkan kesehatan kita, terutama jantung,” kata Thomas Munzel, penulis studi ini, kepada The Washington Post.
    Hasil gambar untuk suara berisik berakibat ke jantung
    Waspada serangan jantung pada anak

    Meskipun sebenarnya studi ini tidak membuktikan suara keras bisa menyebabkan sakit jantung, Munzel mengatakan polusi suara merupakan faktor yang meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit jantung, sama seperti kolesterol tinggi dan obesitas.

    Munzel juga mengatakan, polusi suara dapat meningkatkan hormon stres karena komunikasi dan tidur yang terganggu.
    Sampai beberapa waktu kemudian, suara seperti ini akhirnya dapat meningkatkan kolesterol, tekanan darah, dan detak jantung yang kemudian menyebabkan penyakit jantung.
    Tak hanya penyakit jantung, Munzel mengatakan polusi suara dalam jangka panjang juga berhubungan dengan depresi dan kepanikan, juga masalah perkembangan kecerdasan pada anak.
     

    Polusi Suara Bukan Faktor Tunggal

    Para peneliti dalam studi ini mengatakan, ada banyak faktor lain yang dapat menyebabkan penyakit jantung, bukan hanya suara bising.
    Misalnya, orang-orang yang tinggal di wilayah padat penduduk, selain cenderung terganggu oleh polusi suara juga terganggu oleh polusi udara yang juga dapat menyebabkan penyakit jantung.
    Dan orang-orang yang tinggal di wilayah padat juga memiliki status sosioekonomi berbeda, yaitu mereka tidak memiliki akses yang sama terhadap fasilitas kesehatan dan makanan sehat.
    Namun begitu, Steve Kopecky, dosen kedokteran spesialis penyakit jantung di Mayo Clinic, menegaskan bahwa suara bising memang dapat mempengaruhi kesehatan jantung.
     

    Peringatan WHO

    World Health Organisation (WHO) pernah menyebut polusi suara yang menyebabkan gangguan tidur, gangguan jantung, dan kinerja yang lebih buruk di sekolah dan tempat kerja, sebagai ancaman yang diremehkan.
    WHO menyarankan, hanya suara dengan intensitas 30 desibel yang baik untuk tidur di malam hari. Padahal, mobil saja bisa menghasilkan 70 desibel, pesawat 120 desibel, dan mesin konstruksi mengeluarkan 100 desibel suara.
    “Kita tidak tahu apakah suara di atas 60 desibel bisa meningkatkan risiko sakit jantung. Kami masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui durasi polusi suara yang bisa mengganggu kesehatan (jantung), tapi kami yakin risiko (penyakit jantung) itu muncul karena paparan polusi suara selama bertahun-tahun, bukan yang hanya beberapa hari.” kata Munzel.
    Para ahli mengatakan,suara bising dapat memicu stres, apalagi ketika orang yang bersangkutan tak mengharapkan adanya suara bising tersebut.
    Menurut Mayo Clinic, ketika seseorang merasa stres, bagian hipotalamus pada otaknya akan membunyikan alarm pada tubuh. Ginjal dan hormon seperti adrenalin dan kortisol dalam tubuh akan bereaksi.
    Kopecky menambahkan, meskipun orang tidak memperhatikan suara yang terdengar, tubuh kita tetap merasakan stres. Menurutnya, peningkatan hormon akibat stres ini bisa menyebabkan kerusakan arteri yang dapat menyebabkan penyakit jantung.
    Selain itu, peningkatan tekanan darah akibat stres juga dapat membuat darah menggumpal yang akhirnya juga dapat menyebabkan penyakit jantung.
    Melalui hasil penelitian ini, Munzel mengajak pemerintah untuk membuat peraturan yang mencegah polusi suara demi menurunkan potensi penyakit jantung yang ditimbulkan akibat polusi suara.
    Semoga bermanfaat!
    .
    .
    .
    Sumber : Kumparan
  • Semakin Berumur Perempuan Diharuskan Berjalan Kaki. Mengapa?

    Sahabat, paradigma yang ada adalah kaum muda memiliki semangat dan tenaga yang lebih besar dari para orang tua sehingga mereka harus banyak bergerak dan berjalan kaki. Namun nyatanya, fakta menyebutkan bahwa kaum hawa berusia paruh baya hingga lansia dianjurkan untuk lebih sering berjalan kaki. Aktivitas fisik sederhana seiring dengan pertambahan umur itu dianggap penting untuk menurunkan risiko gagal jantung yang mengintai.

    tudi di AS membuktikan, berjalan kaki mampu mencegah gagal jantung pada perempuan paruh baya atau yang lebih tua. Temuan telah dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology: Heart Failure.

    Tim meneliti riwayat 137.303 perempuan AS yang berusia antara 50 sampai 79 tahun dalam studi Women’s Health Initiative (WHI). Studi jangka panjang itu telah menghasilkan temuan penting tentang kematian dan risiko penyakit pascamenopause.

    Hasilnya, selain menekan risiko gagal jantung secara umum sebesar 25 persen, peningkatan aktivitas fisik mencegah terjadinya dua subtipe penyakit jantung. Selama rata-rata 14 tahun masa tindak lanjut, ada 2.523 kasus gagal jantung yang didapati.

    Penulis utama studi, Profesor Madya Michael LaMonte, mengklaim studi tersebut sebagai riset pertama yang menemukan hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan risiko gagal jantung. Terutama, mencermati dampaknya bagi perempuan paruh baya.

    “Temuan ini sangat relevan dan penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Bergerak lebih banyak dan duduk lebih sedikit adalah saran yang bijaksana untuk kita semua,” ujar akademisi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Profesi Kesehatan Universitas Buffalo itu.

    Secara umum, gagal jantung lebih mungkin terjadi pada pria maupun perempuan paruh baya atau lebih tua. Empat dari lima kasus gagal jantung dialami kelompok usia 65 tahun atau lebih, dilansir dari laman The London Economic.

    Untuk itu, berjalan kaki selain memang menyehatkan secara fisik, juga melibatkan faktor psikologis terutama ketika dilakukan disaat pagi hari atau sore hari dimana banyak didapatkan interaksi sosial dengan tetangga. Adanya interaksi tersebut tentu menjadikan kita kembali semangat dengan syarat diawali dengan pikiran yang positif.

    Jadi, kapan kira-kira Sahabat terakhir berjalan kaki? Mari ajak sekalian keluarga kita agar terjalin suasana hangat dan positif setiap harinya.

     

    Rujukan : Republika

  • Pemuda, Awas Dampak Luar Biasa Kolesterol !

    Sahabat, Kolesterol merupakan permasalahan kesehatan yang umum ditemukan di mana-mana. Sudah lama diketahui bahwa tingginya tingkat kolesterol LDL atau yang dikenal juga dengan kolesterol jahat dapat berujung pada penyakit kardiovaskular pada orang yang berusia lanjut. Namun, hal ini juga perlu menjadi perhatian bagi anak muda dengan tingkat kolesterol tinggi meskipun memiliki kondisi tubuh sehat.

    Kondisi anak muda yang seperti ini juga bisa berujung pada permasalahan kesehatan yang serius. Sebuah studi pengamatan dilakukan belum lama ini untuk mengetahui apakah dengan menurunkan tingkat kolesterol di usia muda bisa mencegah risiko pengembangan penyakit kardiovaskular dan jantung koroner.

    Studi ini melibatkan lebih dari 36 ribu peserta berusia rata-rata 42 tahun dan telah diamati sejak 27 tahun lalu. Peserta yang berisiko rendah terhadap penyakit kardiovaskular, tetapi memiliki tingkat kolesterol jahat yang tinggi mempunyai potensi 30 sampai 40 persen lebih besar meninggal dengan cepat karena penyakit jantung.

    Direktur Perbaikan dan Pencegahan Kardiovaskular Dr Andrew Freeman mengatakan, cara kerja kolesterol jahat seperti rokok. “Sebatang rokok mungkin tidak akan membuat Anda sakit, namun secara berkala dan terakumulasi akan mungkin saja terjadi,” kata Freeman dikutip Healthline.

    Sama halnya dengan rokok, semakin tinggi seseorang terkena paparan kolesterol jahat dalam waktu lama, maka semakin tinggi risiko penyakit kardiovaskular. Hal itu tidak hanya berlaku untuk kolesterol jahat. Bahkan, tingginya kolesterol biasa juga dapat memicu risiko penyakit kardiovaskular.

    Peneliti dari Universitas Texas Southwestern Medical Center, Shuaib Abdullah, mengatakan, penelitian ini mencoba menjawab pertanyaan kapan sebaiknya memulai terapi statin untuk pasien tinggi kolesterol jahat. “Tidak ada kesepakatan yang jelas apakah kolesterol jahat bisa diatasi dengan terapi statin,” kata Abdullah.

    Maka, untuk mencegah atau menurunkan risiko penyakit radiovaskular di hari tua nanti, para peneliti menyerankan untuk menjalani gaya hidup sehat dengan cara mengatur makanan dan rutin berolahraga. Selain itu, konsultasikan kondisi kesehatan kepada dokter, terutama mereka yang telanjur memiliki tingkat kolesterol tinggi.

    Wallahu’alam.. Semoga Allah jaga kesehatan kita dan diberikan pencerahan untuk melawan kebiasaan buruk yang secara tidak sengaja menjerumuskan tubuh kita. Teruslah semangat sahabat, karena pola hidup sehatmu itu untukmu. Juga untuk mereka yang menyayangimu..

    Sumber : Republika

  • Mengenal Lebih Dalam Masalah Jantung

    Apakah Jantung Itu?

    Jantung adalah sebuah otot yang memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam suatu serangan jantung (myocardial infarction), bagian dari otot jantung mati sewaktu tidak mendapatkan darah. Untuk tetap sehat, jantung membutuhkan oksigen dan zat-zat gizi lain yang dibawa oleh darah. Ini didapatkan melalui arteria (pembuluh darah) koroner, yang membungkus bagian luar jantung.

    Mengenal Penyakit Jantung

    Penyakit-penyakit dapat mempengaruhi bagian mana pun dari jantung. Tetapi, penyakit yang paling umum adalah penyakit kronis pada arteria koroner yang disebut aterosklerosis. Karena itu, sakit jantung yang umum dikenal dan paling banyak diderita adalah penyakit jantung koroner atau penyakit arteria koroner. Penyakit ini paling sering menyebabkan serangan jantung pada seseorang yang bisa menyebabkan kematian. Penyebabnya adalah penyempitan pada pembuluh darah koroner, dimana pembuluh ini berfungsi untuk menyediakan darah ke otot jantung. Penyempitan disebabkan oleh tumpukan kolesterol atau protein lain yang berasal dari makanan yang masuk dalam tubuh. Penumpukan ini juga menyebabkan pembuluh darah koroner menjadi kaku. Kekakuan ini disebut sebagai aterosklerosis.

    Aterosklerosis terjadi jika terjadi penumpukan plak atau timbunan lemak pada dinding-dinding arteri. Selang beberapa waktu, plak dapat menumpuk, mengeras dan mempersempit arteri, dan menghambat aliran darah ke jantung. Penyakit arteria koroner atau coronary artery disease (CAD) inilah yang pada dasarnya menuntun kepada sebagian besar serangan jantung.

    Penyumbatan dalam satu arteri koroner atau lebih dapat menimbulkan serangan jantung secara tiba-tiba. Penyebabnya karena jantung meminta oksigen melebihi yang tersedia sehingga memicu serangan jantung. Mengapa? Apabila otot jantung tidak menerima oksigen untuk waktu yang cukup lama, jaringan di sekitarnya dapat rusak. Tidak seperti jaringan yang lain, otot jantung tidak mengalami regenerasi. Semakin lama serangannya, semakin banyak kerusakan pada jantung dan semakin besar kemungkinan meninggal. Bahkan dalam arteri yang tidak terlalu sempit karena timbungan plak dan lemak, timbunan plak dapat pecah dan membentuk kerak darah atau trombus. Selain itu, arteri yang berpenyakit juga cenderung mengalami kontraksi otot secara mendadak. Sehingga, sekeping kerak darah dapat terbentuk di tempat kontraksi, melepaskan zat kimia yang kemudian mengakibatkan dinding arteri menyempit, memicu sebuah serangan jantung.

    Jika sistem kerja dari jantung rusak, irama normal jantung dapat menjadi kacau dan jantung mulai bergetar dengan tidak menentu atau mengalami fibrilasi. Irama tidak normal ini disebut sebagai aritmia yaitu penyimpangan dari irama jantung normal. Hal ini akan menyebabkan jantung kehilangan kesanggupannya untuk memompa darah dengan efektif ke otak. Dalam waktu sepuluh menit, otak mati dan si pasien pun tidak tertolong lagi.

    Selain penyakit jantung koroner yang disebabkan karena penumpukan lemak di dinding arteri, ada juga penyakit jantung lainnya yang disebabkan kelainan semenjak lahir. Misalnya jantung yang tidak sempurna, kelainan katup jantung, melemahnya otot jantung. Penyebab lain adalah bakteri yang menyebabkan infeksi pada jantung.

    Jantung merupakan organ yang sangat vital pada tubuh manusia. Jantung selalu berdetak selama manusia masih hidup dan akan berhenti setelah manusia meninggal dunia. Ketika jantung tidak bisa lagi berfungsi secara normal akan mengakibatkan penyakit yang sangat parah dan aktivitas tidak bisa berjalan seperti biasanya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi para sahabat. Salam semangat and keep healthy 🙂

     

    sumber : https://ipa14andrekesehatan.wordpress.com/mengenal-lebih-dalam-penyakit-jantung/

  • Kenali Tanda Serangan Jantung Satu Bulan Lebih Awal

    Jakarta Sebuah penelitian terkait serangan jantung yang dipublikasi dalam Circulation, A Journal of the American Heart Association mencengangkan banyak pihak. Penelitian tersebut membuktikan bahwa sebenarnya serangan jantung dapat dideteksi satu bulan lebih awal sebelum serangan terjadi.

    Namun, gejala yang terdeteksi bukanlah nyeri dada seperti angggapan banyak orang. Tapi, hal-hal yang justru dianggap sepele seperti mudah lelah dan gangguan tidur di malam hari.

    Studi yang membuat geger dunia kesehatan ini memang fokus pada kaum wanita. Namun, bukan berarti pria dapat memandang sebelah mata gejala serupa. Karena itu, sederetan tanda peringatan dini serangan jantung ini dapat menjadi bekal untuk seseorang menjadi waspada.

    Tanda Awal Serangan Jantung

    Penelitian yang dilakukan di lima rumah sakit berbeda di Arkansas, Carolina Selatan dan Ohio, Amerika ini melibatkan setidaknya 515 orang wanita dengan rentang usia 29 hingga 57 tahun. Keseluruhan wanita ini merupakan pasien yang baru saja mengalami serangan jantung.

    Mereka diberikan sejumlah pertanyaan terkait gejala dan tanda yang dialami setidaknya satu bulan sebelum serangan jantung terjadi dan mereda setelah serangan jantung tersebut tertangani.

    Dari 70 pertanyaan yang disodorkan, terkuak bahwa tanda yang paling sering dialami oleh para korban serangan jantung tersebut adalah sebagai berikut:

    • 70% mengalami rasa lelah yang tidak biasa dialami sebelumnya
    • 48% mengalami gangguan tidur
    • 42% mengalami sesak napas yang mengganggu
    • 39% mengalami masalah pencernaan
    • 35% mengalami rasa cemas yang tidak bisa dijelaskan sebabnya

    Dari jumlah tersebut, ternyata hanya 30% dari pasien yang merasa mengalami nyeri dada. Padahal inilah tanda yang sebenarnya merupakan ciri khas serangan jantung.
    Ketidakbiasaan tanda yang menjadi peringatan dini serangan jantung membuat banyak pihak, termasuk dokter, kemudian luput dari kecurigaan ke arah serangan jantung sehingga diagnosisnya banyak terlewatkan.

    Tentu tidak serta merta semua orang yang mengalami kelelahan atau gangguan tidur harus curiga akan terkena akan terkena serangan jantung di kemudian hari.

    Mereka yang harus waspada terhadap tanda peringatan dini serangan jantung adalah yang memiliki faktor risiko cukup tinggi, seperti:

    1. Usia >45 tahun untuk pria dan >55 tahun untuk wanita
    2. Memiliki riwayat penyakit jantung atau diabetes di keluarga
    3. Pernah terkena serangan jantung sebelumnya atau memiliki riwayat tekanan darah, gula darah atau kolesterol tinggi yang tidak terkontrol
    4. Merokok
    5. Pernah dilakukan pemeriksaan fungsi jantung dan hasilnya tidak normal

    Waspadalah jika Anda atau orang terdekat Anda merupakan kandidat dengan faktor risiko tinggi serangan jantung tersebut perlu waspada. Segera periksakan kondisi kesehatan jantung sebelum terlambat.

    (DA/ RH)

    Sumber : klikdokter.com