Banyak orang tidak menyadari bahwa usia jantung mereka bisa lebih tua dibandingkan usia sebenarnya. Gaya hidup tidak sehat serta beberapa kondisi kronis seperti diabetes dan hipertensi telah terbukti mempercepat proses penuaan jantung. Jika dibiarkan, hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung serius di kemudian hari.
1. Apa Itu Penuaan Jantung?
Penuaan jantung adalah kondisi ketika fungsi jantung mengalami penurunan lebih cepat dari seharusnya. Meskipun usia biologis seseorang masih muda, organ vital seperti jantung bisa menunjukkan tanda-tanda penuaan dini akibat berbagai faktor risiko yang terus menerus terjadi.
2. Gaya Hidup Tidak Sehat yang Mempercepat Penuaan Jantung
a) Kurang Aktivitas Fisik
Kurangnya aktivitas fisik menyebabkan melemahnya otot jantung, menurunnya sirkulasi darah, dan meningkatkan tekanan darah. Olahraga teratur membantu menjaga elastisitas pembuluh darah dan kekuatan jantung.
b) Pola Makan Tinggi Lemak dan Gula
Makanan tinggi lemak jenuh dan gula tambahan dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri, meningkatkan risiko aterosklerosis dan mempercepat kerusakan jantung.
c) Merokok dan Konsumsi Alkohol Berlebihan
Merokok mempercepat kerusakan pembuluh darah, sementara alkohol berlebih dapat meningkatkan tekanan darah serta mengganggu irama jantung.
d) Stres Kronis dan Kurang Tidur
Stres berkepanjangan serta kurang tidur mengganggu keseimbangan hormon tubuh, meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, yang pada akhirnya membebani kerja jantung.
3. Kondisi Kronis yang Meningkatkan Risiko
a) Hipertensi
Tekanan darah tinggi secara terus-menerus menyebabkan dinding jantung menebal dan kehilangan elastisitas, sehingga mempercepat proses penuaan.
b) Diabetes
Kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
c) Obesitas
Berat badan berlebih membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah, dan memperbesar risiko peradangan sistemik yang merusak jaringan jantung.
4. Cara Memperlambat Penuaan Jantung
a) Terapkan Pola Hidup Sehat
Konsumsi makanan seimbang, kurangi makanan olahan, serta perbanyak sayuran dan buah-buahan. Hindari rokok dan batasi konsumsi alkohol.
b) Rutin Berolahraga
Aktivitas fisik seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda minimal 30 menit setiap hari dapat meningkatkan kesehatan jantung secara signifikan.
c) Kontrol Penyakit Kronis
Pantau tekanan darah, kadar gula, dan kolesterol secara rutin. Ikuti pengobatan dan saran dokter dengan disiplin.
d) Kelola Stres dan Tidur Cukup
Meditasi, yoga, dan tidur 7-8 jam setiap malam membantu menjaga kestabilan sistem kardiovaskular.
Kesimpulan
Usia jantung bisa menjadi indikator penting dari kesehatan kardiovaskular seseorang. Gaya hidup yang tidak sehat dan penyakit kronis dapat mempercepat penuaan jantung. Dengan menerapkan kebiasaan hidup yang lebih baik sejak dini, kita dapat menjaga jantung tetap muda dan sehat lebih lama.
Kolesterol tinggi adalah kondisi yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kadar kolesterol dalam batas normal melalui pola makan sehat, olahraga, dan gaya hidup yang baik. Artikel ini akan membahas berbagai tips untuk mengontrol kolesterol agar tetap sehat dan aktif.
1. Pola Makan Sehat
a) Konsumsi Makanan Penurun Kolesterol
Beberapa makanan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL):
Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan kangkung
Buah-buahan seperti apel, alpukat, dan jeruk
Kacang-kacangan seperti almond dan kenari
Ikan berlemak seperti salmon dan tuna yang kaya akan omega-3
Gandum utuh seperti oatmeal dan beras merah
b) Hindari Makanan Tinggi Kolesterol
Beberapa makanan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah, antara lain:
Makanan olahan dan cepat saji seperti kentang goreng dan burger
Daging merah berlemak seperti sapi dan kambing
Gorengan yang mengandung lemak trans
Produk susu tinggi lemak seperti keju dan mentega
2. Menjaga Berat Badan Ideal
Kelebihan berat badan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik. Oleh karena itu, menjaga berat badan dengan pola makan sehat dan olahraga teratur sangat penting untuk mengontrol kolesterol.
3. Rutin Berolahraga
Olahraga dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik dan menurunkan kadar kolesterol jahat. Beberapa jenis olahraga yang direkomendasikan:
Jalan kaki selama 30 menit setiap hari
Bersepeda untuk meningkatkan kesehatan jantung
Renang untuk melatih seluruh tubuh tanpa membebani sendi
Yoga untuk mengurangi stres yang dapat berkontribusi terhadap kolesterol tinggi
4. Menghindari Kebiasaan Buruk
Beberapa kebiasaan buruk dapat meningkatkan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung, seperti:
Merokok, yang menurunkan kadar kolesterol baik
Konsumsi alkohol berlebihan, yang dapat meningkatkan trigliserida
Kurang tidur, yang dapat mengganggu metabolisme tubuh
5. Konsultasi dengan Dokter
Jika kadar kolesterol tetap tinggi meskipun sudah menerapkan pola hidup sehat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Beberapa orang mungkin memerlukan obat-obatan seperti statin untuk mengontrol kadar kolesterol.
Kesimpulan
Menjaga kadar kolesterol tetap normal membutuhkan kombinasi pola makan sehat, olahraga, dan gaya hidup yang baik. Dengan menerapkan langkah-langkah ini, Anda dapat menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko penyakit akibat kolesterol tinggi.
Menjaga kesehatan jantung merupakan hal yang sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit kardiovaskular. Salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mengonsumsi makanan sehat yang mendukung fungsi jantung. Artikel ini akan membahas beberapa jenis makanan yang baik untuk kesehatan jantung serta manfaatnya.
1. Ikan Berlemak
Ikan seperti salmon, tuna, dan makarel mengandung asam lemak omega-3 yang dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi peradangan. Mengonsumsi ikan berlemak setidaknya dua kali seminggu sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan jantung.
2. Buah dan Sayuran
Buah dan sayuran kaya akan serat, vitamin, serta antioksidan yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan tekanan darah. Beberapa pilihan terbaik adalah:
Bayam dan kale: Mengandung lutein dan serat yang baik untuk jantung.
Alpukat: Kaya akan lemak sehat dan kalium yang membantu mengontrol tekanan darah.
Buah beri: Mengandung antioksidan yang dapat melindungi jantung dari stres oksidatif.
3. Kacang-Kacangan dan Biji-Bijian
Kacang seperti almond dan kenari mengandung lemak sehat, serat, serta protein yang dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap seimbang. Sementara itu, biji-bijian utuh seperti gandum, quinoa, dan oats kaya akan serat yang membantu mengontrol tekanan darah dan kadar gula darah.
4. Minyak Zaitun
Minyak zaitun mengandung lemak tak jenuh tunggal yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Menggantikan mentega atau minyak nabati olahan dengan minyak zaitun dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan jantung.
5. Cokelat Hitam
Cokelat hitam dengan kandungan kakao minimal 70% mengandung flavonoid yang bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dan meningkatkan aliran darah ke jantung. Namun, konsumsinya tetap harus dalam jumlah wajar.
6. Teh Hijau
Teh hijau mengandung katekin dan antioksidan lain yang dapat membantu mengurangi kadar kolesterol dan meningkatkan kesehatan jantung. Minum teh hijau secara rutin dapat memberikan manfaat yang baik untuk sistem kardiovaskular.
Kesimpulan
Menjaga kesehatan jantung dapat dilakukan dengan menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang. Mengonsumsi makanan seperti ikan berlemak, buah, sayuran, kacang-kacangan, dan minyak zaitun dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Selain itu, menghindari makanan tinggi lemak trans dan gula berlebih juga penting untuk menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang. Dengan kebiasaan makan yang baik, kesehatan jantung dapat terjaga dengan optimal.
Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah yang menyuplai darah ke jantung mengalami penyempitan akibat penumpukan plak. Jika tidak ditangani dengan baik, jantung koroner dapat menyebabkan serangan jantung yang berakibat fatal.
Lalu, apa saja penyebab, gejala, dan langkah-langkah pencegahan penyakit jantung koroner? Simak pembahasan lengkapnya di bawah ini!
Apa Itu Penyakit Jantung Koroner?
Jantung koroner adalah kondisi di mana pembuluh darah koroner mengalami penyempitan atau penyumbatan akibat aterosklerosis, yaitu penumpukan lemak dan plak di dinding arteri. Akibatnya, aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke jantung menjadi terhambat. Jika aliran darah terganggu secara signifikan, dapat terjadi angina (nyeri dada) atau bahkan serangan jantung.
Penyebab Jantung Koroner
Penyakit jantung koroner umumnya disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor risiko, baik yang dapat dikendalikan maupun yang tidak dapat dihindari.
1. Aterosklerosis
Aterosklerosis adalah penyebab utama jantung koroner. Plak yang terbentuk dari lemak, kolesterol, kalsium, dan zat lain di dalam darah menumpuk di dinding arteri, menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah.
2. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
Hipertensi dapat merusak dinding arteri dan mempercepat proses aterosklerosis, meningkatkan risiko jantung koroner.
3. Kolesterol Tinggi
Kolesterol LDL (“kolesterol jahat”) yang tinggi dapat menumpuk di dinding pembuluh darah, sedangkan kolesterol HDL (“kolesterol baik”) yang rendah tidak cukup untuk membantu membersihkan plak dari arteri.
4. Diabetes
Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan mempercepat proses aterosklerosis, meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.
5. Merokok
Zat beracun dalam rokok dapat merusak dinding pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan menyebabkan penyempitan arteri, yang semuanya berkontribusi pada penyakit jantung koroner.
6. Kurang Aktivitas Fisik
Kurangnya olahraga dapat menyebabkan obesitas, tekanan darah tinggi, serta gangguan metabolisme yang meningkatkan risiko penyakit jantung.
7. Stres Berlebihan
Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu kebiasaan tidak sehat seperti merokok atau mengonsumsi makanan tidak sehat.
8. Faktor Usia dan Genetik
Bertambahnya usia meningkatkan risiko jantung koroner. Selain itu, memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung juga dapat meningkatkan kemungkinan terkena kondisi ini.
Gejala Penyakit Jantung Koroner
Gejala jantung koroner bisa bervariasi pada setiap individu, tetapi beberapa tanda umum yang sering muncul antara lain:
Nyeri dada (angina): Rasa nyeri atau tekanan di dada, yang bisa menjalar ke lengan, leher, rahang, atau punggung.
Sesak napas: Terjadi karena jantung tidak mendapat cukup oksigen untuk memompa darah dengan baik.
Kelelahan ekstrem: Merasa cepat lelah meskipun tidak melakukan aktivitas berat.
Detak jantung tidak teratur: Jantung bisa berdetak lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya.
Pusing atau pingsan: Akibat aliran darah yang tidak optimal ke otak.
Jika mengalami gejala-gejala ini, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Cara Mencegah Penyakit Jantung Koroner
Pencegahan penyakit jantung koroner dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat dan mengendalikan faktor risiko yang bisa diubah.
1. Menjaga Pola Makan Sehat
Konsumsi makanan yang baik untuk kesehatan jantung seperti: ✅ Buah-buahan dan sayuran kaya serat ✅ Ikan berlemak seperti salmon dan sarden (kaya omega-3) ✅ Kacang-kacangan dan biji-bijian ✅ Minyak zaitun sebagai sumber lemak sehat
Hindari makanan tinggi lemak jenuh, gula berlebih, dan garam yang dapat meningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol.
2. Rutin Berolahraga
Lakukan aktivitas fisik setidaknya 30 menit per hari, seperti jalan kaki, berlari ringan, atau bersepeda untuk menjaga kesehatan jantung.
3. Mengelola Stres
Coba teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, atau pernapasan dalam untuk membantu mengurangi stres yang dapat membebani jantung.
4. Berhenti Merokok dan Kurangi Alkohol
Berhenti merokok bisa mengurangi risiko penyakit jantung secara signifikan. Selain itu, batasi konsumsi alkohol untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.
5. Menjaga Berat Badan Ideal
Obesitas meningkatkan risiko hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi, yang semuanya berkontribusi pada penyakit jantung koroner.
6. Rutin Memeriksakan Kesehatan
Lakukan pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah secara berkala untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini sebelum berkembang menjadi penyakit serius.
Pengobatan Penyakit Jantung Koroner
Jika seseorang telah didiagnosis dengan penyakit jantung koroner, ada beberapa metode pengobatan yang bisa dilakukan:
1. Pengobatan Medis
Dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan seperti:
Obat penurun kolesterol: Statin membantu mengurangi plak dalam pembuluh darah.
Obat pengencer darah: Seperti aspirin untuk mencegah pembekuan darah yang dapat menyumbat arteri.
Obat pengontrol tekanan darah: Seperti beta-blocker atau ACE inhibitor untuk mengurangi tekanan pada jantung.
2. Prosedur Medis
Jika kondisi sudah parah, beberapa prosedur yang mungkin dilakukan meliputi:
Angioplasti dan pemasangan stent: Untuk membuka arteri yang tersumbat dengan menggunakan balon kecil dan cincin logam (stent).
Bypass jantung: Pembedahan untuk membuat jalur alternatif bagi aliran darah agar melewati arteri yang tersumbat.
3. Perubahan Gaya Hidup
Selain pengobatan medis, pasien juga disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat guna mencegah penyakit semakin memburuk.
Kesimpulan
Penyakit jantung koroner adalah kondisi serius yang dapat menyebabkan serangan jantung jika tidak ditangani dengan baik. Penyebab utamanya adalah aterosklerosis akibat pola hidup tidak sehat. Namun, risiko ini dapat dikurangi dengan menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, mengelola stres, serta menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebihan.
Jika mengalami gejala seperti nyeri dada atau sesak napas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Jaga kesehatan jantung Anda mulai sekarang! ❤️
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia. Gaya hidup modern yang serba cepat sering kali membuat banyak orang kurang memperhatikan kesehatan jantung mereka. Padahal, dengan pola hidup sehat dan pemahaman yang baik mengenai penyakit ini, risiko terkena penyakit jantung dapat diminimalkan.
Lalu, apa saja penyebab, gejala, dan langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan? Simak pembahasan lengkapnya di bawah ini!
Apa Itu Penyakit Jantung?
Penyakit jantung merupakan istilah umum untuk berbagai kondisi yang memengaruhi fungsi jantung. Beberapa jenis penyakit jantung yang paling umum meliputi:
Penyakit jantung koroner (PJK) – Terjadi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke jantung mengalami penyempitan akibat penumpukan plak.
Gagal jantung – Kondisi di mana jantung tidak dapat memompa darah dengan efisien.
Aritmia – Ketidakteraturan detak jantung yang bisa terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan.
Penyakit jantung bawaan – Kelainan pada struktur jantung yang terjadi sejak lahir.
Penyebab Penyakit Jantung
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung, antara lain:
1. Pola Makan Tidak Sehat
Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, gula berlebih, dan garam dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, serta memicu penyakit jantung.
2. Kurang Aktivitas Fisik
Gaya hidup sedentari atau kurang gerak berkontribusi pada obesitas, tekanan darah tinggi, dan gangguan metabolisme yang dapat memperburuk kesehatan jantung.
3. Merokok dan Konsumsi Alkohol
Nikotin dalam rokok dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Sementara itu, konsumsi alkohol berlebihan dapat memicu gangguan irama jantung dan melemahkan otot jantung.
4. Stres Berlebihan
Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu lonjakan hormon kortisol dan adrenalin, yang dapat meningkatkan tekanan darah serta membebani jantung.
5. Faktor Genetik dan Usia
Riwayat keluarga dengan penyakit jantung serta bertambahnya usia juga menjadi faktor risiko yang tidak dapat dihindari. Namun, pola hidup sehat tetap dapat membantu menurunkan risikonya.
Gejala Penyakit Jantung yang Perlu Diwaspadai
Meskipun gejalanya bisa berbeda-beda pada setiap individu, berikut beberapa tanda umum yang sering muncul:
Nyeri atau tekanan di dada (angina)
Sesak napas, terutama saat beraktivitas
Detak jantung tidak teratur atau berdebar-debar
Pusing, kelelahan yang tidak biasa, dan mual
Pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki akibat retensi cairan
Jika mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Cara Mencegah Penyakit Jantung
Pencegahan penyakit jantung dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat berikut:
1. Mengonsumsi Makanan Sehat
Pilih makanan yang baik untuk jantung, seperti: ✅ Sayuran hijau dan buah-buahan ✅ Ikan berlemak seperti salmon dan tuna (kaya akan omega-3) ✅ Kacang-kacangan dan biji-bijian ✅ Minyak zaitun sebagai sumber lemak sehat
Hindari makanan tinggi lemak trans, gula berlebih, dan makanan olahan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat.
2. Rutin Berolahraga
Melakukan aktivitas fisik setidaknya 30 menit per hari, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang, dapat membantu menjaga kesehatan jantung.
3. Mengelola Stres dengan Baik
Coba praktik mindfulness, meditasi, atau yoga untuk mengurangi stres yang dapat berpengaruh pada kesehatan jantung.
4. Berhenti Merokok dan Batasi Konsumsi Alkohol
Berhenti merokok bisa secara drastis mengurangi risiko penyakit jantung. Selain itu, batasi konsumsi alkohol untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.
5. Rutin Memeriksakan Kesehatan
Melakukan pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah secara rutin bisa membantu mendeteksi masalah kesehatan sejak dini sebelum berkembang menjadi penyakit serius.
Kesimpulan
Penyakit jantung bisa menyerang siapa saja, tetapi risiko ini dapat dikurangi dengan pola hidup sehat. Menjaga pola makan, rutin berolahraga, mengelola stres, dan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok adalah langkah penting untuk menjaga jantung tetap sehat.
Mulai terapkan gaya hidup sehat dari sekarang dan jadikan kesehatan jantung sebagai prioritas utama! ❤️
Tekanan darah tinggi atau dikenal sebagai hipertensi sering kali hadir tanpa gejala. Kondisi ini secara signifikan meningkatkan kemungkinan Anda mengalami keadaan darurat medis yang fatal seperti serangan jantung dan strok.
Keadaan darurat medis yang fatal muncuk akibat ketegangan ekstra yang terjadi pada banyak organ vital, seperti jantung, otak, dan ginjal. Dilansir laman Express, Ahad (4/6/2023), salah satu faktor pendorong hipertensi adalah pola makan yang buruk, dengan makanan tinggi garam sebagai penyebab utamanya.
Namun, diet juga dapat digunakan untuk mengurangi risiko terkena tekanan darah tinggi, dan bahkan menurunkan hasil pengukuran tensi. Mark Gilbert, ahli gizi di The 1:1 Diet by Cambridge Weight, Inggris, merekomendasikan jus jeruk setiap hari buat Anda yang khawatir dengan tekanan darah tinggi.
Gilbert mengatakan bahwa cara terbaik untuk mengurangi tekanan darah adalah olahraga teratur dan penurunan berat badan. Selain itu, dalam banyak hal, diet dapat membantu.
“Salah satu makanan yang telah dipelajari secara khusus untuk menurunkan berat badan adalah jus jeruk, khususnya senyawa pigmen yang ditemukan dalam jus jeruk, yang disebut hesperidin,” ujar Gilbert.
Menurut Gilbert, studi topik ini telah menunjukkan hasil yang berbeda selama bertahun-tahun. Misalnya, tinjauan terhadap 19 penelitian berkualitas tinggi menunjukkan efek signifikan pada tekanan darah diastolik.
Diastolik merupakan angka yang lebih kecil di bagian bawah hasil tekanan darah yang mencerminkan tekanan darah di antara detak jantung. Namun, Gilbert menuturkan, tinjauan yang lebih baru tetapi lebih kecil menyimpulkan bahwa tidak ada efeknya.
“Menariknya, seperti banyak intervensi, mungkin ada pengaruh genetik yang substansial terhadap efek ini, yang berarti bahwa beberapa orang mendapat manfaat dari jus jeruk dan yang lainnya tidak,” katanya.
Gilbert kemudian mengulas sebuah penelitian baru-baru ini. Ketika subjek minum jus jeruk selama 60 hari dan darahnya diuji untuk pemecahan produk hesperidin dan flavonid lainnya, mereka yang dapat memetabolisme dan memecah flavonoid di hati lebih efektif menunjukkan penurunan tekanan darah yang signifikan, sedangkan subjek yang lainnya tidak. Bonus tambahan di sini adalah subjek tersebut juga kehilangan lemak tubuh.
Gilbert menyebut kemanjuran bahan kimia alami dalam jus jeruk menurunkan tekanan darah pada beberapa orang masih belum jelas. Demikian juga efek jus jeruk pada orang yang mendapatkan manfaat khasiatnya pada bagi tekanan darah dan mengalami penurunan berat badan. Terlepas dari itu, hasilnya tampaknya positif.
“Tentu saja, penurunan berat badan yang substansial menyebabkan penurunan tekanan darah yang cepat, yang kami lihat pada klien diet kami di berbagai penelitian,” ujar Gilbert.
Satu studi, yang tidak dijadikan referensi oleh Gilbert, menunjukkan bahwa minum jus jeruk selama periode 12 pekan mengurangi tekanan darah di antara para peserta. Makalah yang diterbitkan dalam European Journal of Nutrition pada 2021 itu menyimpulkan hesperidin dalam jus jeruk mengurangi tekanan darah sistolik dan tekanan nadi setelah konsumsi berkelanjutan.
Setelah dosis tunggal, konsumsi jus jeruk yang kaya akan hesperidin meningkatkan efek postprandialnya.
“Jus jeruk yang diperkaya hesperidin bisa membantu menurunkan tekanan darah dan manajemen tekanan nadi pada individu hipertensi sebelum dan tahap satu.”
Berenang merupakan latihan aerobik yang memperkuat jantung.
Seiring dengan penurunan berat badan dan mengencangkan otot-otot, berenang juga dapat membantu meningkatkan otot yang paling penting dalam tubuh manusia yaitu jantung. Berenang adalah latihan aerobik yang memperkuat jantung dengan membantunya menjadi lebih besar dan meningkatkan efisiensinya untuk memompa darah.
Tiga puluh menit berenang per hari, diyakini dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner pada wanita hingga 30-40 persen. Ini juga mengurangi tekanan darah, meningkatkan level HDL (kolesterol baik). Berenang juga dapat membuat lapisan sel-sel yang melapisi arteri Anda fleksibel dan dalam kondisi yang baik.
Berikut adalah cara bagaimana berenang dapat meningkatkan kesehatan jantung, seperti dilansir Times of India, Kamis (29/8).
Meningkatkan detak jantung
Jantung adalah otot, dan sama seperti otot lainnya kamu dapat melatih dan menguatkannya. Jika otot jantung kuat maka ia akan memompa lebih banyak darah di setiap denyutnya, sehingga jantung akan menjadi lebih efisien dalam memasok darah ke tubuh.
Berenang juga bermanfaat untuk mengurangi risiko terhadap penyakit jantung, sebab perenang memiliki detak jantung istirahat serendah 40 detak jantung per menit. Sementara rata-rata orang, detak jantung istirahatnya adalah 60-70 detak per menit.
Menurunkan tekanan darah
Karena berenang adalah latihan aerobik, kegiatan itu akan memperkuat jantung dan memungkinkan lebih banyak aliran darah. Anda bisa berenang selama 30 menit per hari untuk mendapatkan manfaat dari berenang termasuk menurunkan tekanan darah. Berolahraga selama 2,5 jam per pekan juga dinilai cukup untuk menjaga kesehatan jantung.
Meningkatkan pernapasan
Seorang perenang dapat bernapas lebih cepat dan lebih lama dalam satu tarikan napas daripada bukan perenang. Berenang juga bisa membantu kelompok otot besar dan meningkatkan detak jantung, serta membuat paru-paru bekerja lebih efisien. Semakin banyak berenang, semakin tinggi tekanan darah dan detak jantung juga meningkat.
Meningkatkan sirkulasi darah
Berenang meningkatkan denyut jantung seseorang dan juga bisa meningkatkan pasokan darah dalam tubuh. Sirkulasi yang meningkat ini membantu mengurangi rasa mati rasa dan kesemutan di area yang mengalaminya karena sirkulasi darah yang buruk.
Manfaat tambahan
Berenang juga meningkatkan metabolisme. 30 menit berenang setiap hari setara dengan 45 menit latihan di darat.
Madu memiliki rasa manis sehingga dapat dijadikan alternatif pengganti gula, dari segi kesehatan tentu madu lebih sehat jika dibandingkan dengan gula. Madu memiliki kalori gula dan dapat menyerap lemak dengan baik, terutama kalau dikonsumsi bersamaan dengan air hangat. Madu memiliki banyak kandungan bergizi seperti mineral dan vitamin, yang didapat dari nektar bunga yang berhasil dihisap oleh lebah. Madu memiliki sifat antibiotik sehingga dapat digunakan sebagai antiseptik alami yang dapat digunakan dan tanpa adanya efek samping.
Manfaat Madu Bagi Kesehatan
Mencegah kanker dan penyakit jantung
Madu mengandung flavonoid, antioksidan yang membantu mengurangi risiko beberapa kanker dan penyakit jantung.
Kurangi bisul dan gangguan gastrointestinal lainnya
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa perawatan dengan madu dapat membantu gangguan seperti bisul dan gastroenteritis bakteri. Ini mungkin terkait dengan manfaat ketiga.
Khasiat Madu sebagai Antibakteri dan antijamur
“Semua madu adalah antibakteri karena lebah menambahkan enzim yang membuat hidrogen peroksida,” kata Peter Molan, direktur Unit Penelitian Madu di University of Waikato di Selandia Baru.
Manfaat Madu untuk Meningkatkan kinerja atletik
Atlet Olimpiade kuno akan makan madu dan buah ara kering untuk meningkatkan kinerja mereka. Ini sekarang telah diverifikasi dengan studi modern, menunjukkan bahwa madu lebih unggul dalam menjaga kadar glikogen dan meningkatkan waktu pemulihan daripada pemanis lainnya.
Mengurangi iritasi batuk dan tenggorokan
Khasiat madu membantu mengatasi batuk, terutama madu soba. Dalam sebuah penelitian terhadap 105 anak-anak, satu dosis madu soba sama efektifnya dengan satu dosis dextromethorphan dalam meredakan batuk malam hari dan memungkinkan tidur lebih nyenyak.
Madu menyeimbangkan 5 elemen
Telah digunakan dalam pengobatan Ayurvedic di India selama setidaknya 4000 tahun dan dianggap memengaruhi ketiga ketidakseimbangan material primitif tubuh secara positif. Madu juga dikatakan bermanfaat dalam meningkatkan penglihatan, penurunan berat badan, menyembuhkan impotensi dan ejakulasi dini, gangguan saluran kemih, asma bronkial, diare, dan mual.
Pengaturan gula darah
Meskipun mengandung gula sederhana, itu tidak sama dengan gula putih atau pemanis buatan. Kombinasi tepat fruktosa dan glukosa benar-benar membantu tubuh mengatur kadar gula darah. Beberapa jenis madu memiliki indeks hipoglikemik rendah, sehingga mereka tidak menyentak gula darah Anda.
Menyembuhkan luka dan luka bakar
Penggunaan madu di luar tubuh telah terbukti efektif sebagai perawatan konvensional dengan sulfadiazin perak. Diperkirakan bahwa efek pengeringan gula sederhana dan sifat antibakteri madu bergabung untuk menciptakan efek ini. Studi telah menunjukkan itu sangat berhasil dalam penyembuhan luka.
Probiotik
Beberapa varietas madu memiliki sejumlah besar bakteri yang ramah. Ini termasuk hingga 6 spesies lactobacilli dan 4 spesies bifidobacteria. Ini mungkin menjelaskan banyak dari “sifat-sifat terapeutik misterius dari madu.”
Perkuat sistem kekebalan tubuh
Jenis madu manuka dari Australia telah ditemukan untuk merangsang produksi sel-sel kekebalan tubuh menurut sebuah penelitian di School of Medicine, Cardiff University, Inggris.
Sebagai tambahan, manfaat madu selain untuk kesehatan, juga dapat digunakan untuk kecantikan, karena madu dipercaya dapat menjadikan kulit lebih halus dan lembut.
Demikianlah, manfaat madu bagi kesehatan Anda secara alami yang dapat Anda lakukan di rumah.
Secara sederhana, pingsan adalah kondisi kehilangan kesadaran yang terjadi ketika otak tidak mendapatkan aliran darah dan oksigen yang cukup.
Pingsan mendadak tentu saja bisa bikin orang-orang di sekitar menjadi panik. Sebenarnya apa sih penyebab seseorang bisa pingsan mendadak? Simak penjelasannya di sini.
Gangguan Peredaran Darah
Pingsan mendadak paling sering disebabkan oleh gangguan darah terkait fungsi saraf yang disebut nervus vagus. Pingsan yang disebabkan oleh nervus vagus ini disebut juga dengan pingsan vasovagal dan biasanya terjadi pada kondisi seperti berada di bawah cuaca yang sangat panas dan berdesakan, stres, dehidrasi, dan kelelahan.
Situasi-Situasi Tertentu
Pingsan mendadak juga bisa terjadi pada situasi-situasi tertentu saja yang spesifik, misalnya batuk atau bersin terlalu keras dan saat buang air besar atau kecil.
Perubahan pada Tekanan Darah Secara Drastis
Pingsan mendadak juga sering terjadi saat seseorang mendadak berdiri dari posisi berbaring. Hal ini disebabkan karena terjadinya perubahan tekanan darah yang drastis dan mendadak akibat gravitasi dan perubahan postur tubuh.
Penyakit Jantung
Penyakit jantung juga menjadi penyebab umum pingsan mendadak. Bila seseorang yang memiliki riwayat penyakit jantung mendadak tidak sadarkan diri sebaiknya waspada, karena kondisi tersebut seringkali merupakan kondisi yang gawat dan perlu mendapatkan penanganan medis secepat mungkin.
Penyakit jantung yang bisa menyebabkan pingsan mendadak, antara lain aritmia atau denyut jantung yang tidak teratur, sumbatan pembuluh darah jantung, ataupun gagal jantung.
Gangguan Saraf
Penyebab pingsan mendadak lainnya adalah karena adanya gangguan saraf atau neurologis. Misalnya, stroke atau transient ischaemic attack (mini stroke). Selain itu, masalah kesehatan yang sepertinya sederhana, seperti migrain dan vertigo juga bisa menyebabkan pengidapnya pingsan mendadak. Namun, ini jarang terjadi.
Masalah Psikologis
Pingsan mendadak kadang-kadang juga disebabkan oleh kondisi mental, seperti saat panik, cemas, ataupun stres. Meski demikian, kondisi ini perlu dibedakan dengan pengidap yang berpura-pura pingsan dalam kondisi tertentu yang lebih terkait dengan kondisi kejiwaan.
Alkohol
Banyak orang yang kehilangan kesadaran setelah mengonsumsi alkohol dalam jumlah tertentu. Hal ini karena selain memiliki efek sedatif (menenangkan), alkohol juga bisa membuat orang sering buang air kecil yang memicu dehidrasi serta melebarkan pembuluh darah. Akibatnya, tekanan darah akan menurun dan memicu orang tersebut pingsan mendadak.
Obat-Obatan
Obat yang bisa memicu seseorang pingsan mendadak, antara lain obat nitrat (menurunkan tekanan darah dengan cepat), stimulant (menaikkan suhu tubuh), serta opiate (menurunkan tekanan darah dan memperlambat pernapasan.
Nah, itulah 8 alasan mengapa seseorang bisa pingsan mendadak. Bila kamu pernah mengalami pingsan mendadak, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya. Dengan demikian, bila ditemukan adanya masalah kesehatan serius di balik pingsan mendadak yang kamu alami, maka dokter bisa segera melakukan penanganan
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi saat tekanan darah berada pada nilai 130/80 mmHg atau lebih. Kondisi ini dapat menjadi berbahaya, karena jantung dipaksa memompa darah lebih keras ke seluruh tubuh, hingga bisa mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit, seperti gagal ginjal, stroke, dan gagal jantung.
Cara Mengukur Tekanan Darah
Tekanan darah dibagi 2 menjadi tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. Tekanan darah sistolik adalah tekanan saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sedangkan tekanan darah diastolik adalah tekanan saat otot jantung relaksasi, sebelum kembali memompa darah.
Dalam pencatatannya, tekanan darah sistolik ditulis lebih dahulu dari tekanan darah diastolik, dan memiliki angka yang lebih tinggi. Menurut perkumpulan dokter jantung di Amerika Serikat, AHA, pada tahun 2017, tekanan darah diklasifikasikan sebagai berikut:
Normal: berada di bawah 120/80 mmHg.
Meningkat: berkisar antara 120-129 untuk tekanan sistolik dan < 80 mmHg untuk tekanan diastolik.
Hipertensi tingkat 1: 130/80 mmHg hingga 139/89 mmHg.
Hipertensi tingkat 2: 140/90 atau lebih tinggi.
Penyebab dan Faktor Risiko Hipertensi
Tekanan darah tinggi seringkali tidak diketahui penyebabnya. Tetapi, ada beberapa kondisi yang dapat memicu tekanan darah tinggi, di antaranya:
Kehamilan
Kecanduan alkohol
Penyalahgunaan NAPZA
Gangguan ginjal
Gangguan pernapasan saat tidur.
Meskipun bisa terjadi pada semua orang, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami tekanan darah tinggi, seperti:
Lanjut usia
Memiliki keluarga yang menderita hipertensi
Memiliki kebiasaan merokok
Jarang berolahraga.
Pengobatan dan Pencegahan Hipertensi
Menjalani gaya hidup sehat dapat menurunkan sekaligus mencegah hipertensi. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:
Konsumsi makanan yang sehat.
Menjaga berat badan ideal.
Rutin berolahraga.
Berhenti merokok.
Komplikasi Hipertensi
Tekanan darah tinggi bisa merusak pembuluh darah dan organ-organ lain di dalam tubuh. Jika dibiarkan hipertensi bisa menimbulkan penyakit-penyakit serius, seperti:
Aterosklerosis
Kehilangan penglihatan
Terbentuk aneurisma
Gagal ginjal
Stroke
Sakit kepala dan pusing
Rasanya nyeri di dada
Denyut nadi dan jantung tidak teratur
Pembuluh darah arteri
Serangan jantung
Itulah penjelasan mengenai penyebab dan bahaya hipertensi bagi kesehatan Anda.