Tag: jahe

  • Jahe: Rempah Ajaib dengan Segudang Manfaat untuk Kesehatan

    Jahe: Rempah Ajaib dengan Segudang Manfaat untuk Kesehatan

    Jahe (Zingiber officinale) adalah salah satu rempah-rempah yang telah digunakan selama berabad-abad dalam dunia pengobatan tradisional. Baik dalam pengobatan Ayurveda, Tiongkok, maupun Indonesia, jahe dikenal sebagai bahan alami yang memiliki berbagai manfaat kesehatan. Dengan rasa pedas khasnya, jahe sering digunakan dalam masakan, minuman herbal, hingga suplemen kesehatan.

    Dalam beberapa dekade terakhir, berbagai penelitian ilmiah telah mengonfirmasi manfaat jahe dalam menjaga kesehatan tubuh. Kandungan bioaktif dalam jahe, seperti gingerol dan shogaol, memiliki efek antioksidan, anti-inflamasi, serta dapat meningkatkan sistem imun. Tidak hanya itu, jahe juga dapat membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan hingga kesehatan jantung.

    Lantas, apa saja manfaat jahe bagi kesehatan? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

    Kandungan Nutrisi dalam Jahe

    Jahe mengandung berbagai nutrisi dan senyawa aktif yang bermanfaat bagi tubuh. Beberapa kandungan utama dalam jahe meliputi:

    • Gingerol – Senyawa utama yang memiliki sifat antioksidan, anti-inflamasi, serta membantu melawan infeksi.
    • Shogaol – Senyawa yang terbentuk dari gingerol saat jahe dikeringkan, memiliki efek antioksidan lebih kuat.
    • Vitamin C – Berperan penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh dan menangkal radikal bebas.
    • Vitamin B6 – Membantu metabolisme tubuh dan meningkatkan fungsi saraf.
    • Magnesium dan Kalium – Mineral penting yang berperan dalam menjaga kesehatan jantung dan tekanan darah.
    • Minyak Atsiri – Berfungsi sebagai antiseptik alami dan memberikan efek menenangkan.

    Dengan kandungan nutrisi tersebut, tidak heran jika jahe sering disebut sebagai salah satu bahan alami terbaik untuk menjaga kesehatan tubuh.

    Manfaat Jahe untuk Kesehatan

    1. Meredakan Mual dan Muntah

    Salah satu manfaat paling terkenal dari jahe adalah kemampuannya dalam meredakan mual dan muntah. Jahe sering digunakan untuk:

    • Mencegah mabuk perjalanan – Mengunyah jahe segar atau minum teh jahe dapat membantu mengurangi mual akibat perjalanan jauh.
    • Meredakan morning sickness – Wanita hamil sering mengalami mual di pagi hari, dan jahe terbukti dapat menguranginya.
    • Mengatasi efek samping kemoterapi – Pasien kanker yang menjalani kemoterapi sering mengalami mual, dan jahe bisa menjadi solusi alami untuk mengurangi efek tersebut.

    Mengonsumsi jahe dalam bentuk teh atau ekstrak sebelum bepergian dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan akibat mual.

    2. Meningkatkan Sistem Imun dan Melawan Infeksi

    Jahe memiliki sifat antibakteri dan antivirus yang membantu tubuh dalam melawan infeksi. Kandungan gingerol dalam jahe dapat:

    • Meningkatkan daya tahan tubuh – Mengonsumsi jahe secara rutin dapat membantu tubuh lebih kebal terhadap penyakit.
    • Mengatasi flu dan batuk – Efek hangat dari jahe membantu meredakan hidung tersumbat serta tenggorokan yang gatal.
    • Melawan infeksi bakteri – Jahe terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya seperti E. coli dan Streptococcus.

    Kombinasi jahe dengan madu dan lemon sering digunakan sebagai obat alami untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

    3. Menjaga Kesehatan Pencernaan

    Jahe juga dikenal sebagai bahan alami yang baik untuk kesehatan pencernaan. Manfaatnya meliputi:

    • Mengatasi perut kembung – Jahe membantu mengurangi gas dalam perut dan memperlancar pencernaan.
    • Meningkatkan produksi enzim pencernaan – Membantu tubuh dalam mencerna makanan dengan lebih baik.
    • Meredakan sakit perut – Efek hangat dari jahe dapat membantu mengatasi kram perut akibat gangguan pencernaan.

    Minum teh jahe setelah makan dapat membantu mencegah gangguan pencernaan dan mempercepat metabolisme tubuh.

    4. Mengurangi Nyeri dan Peradangan

    Sifat anti-inflamasi dalam jahe membuatnya efektif dalam meredakan berbagai jenis nyeri, seperti:

    • Nyeri sendi dan arthritis – Jahe dapat membantu mengurangi nyeri akibat peradangan sendi.
    • Nyeri otot setelah olahraga – Konsumsi jahe dapat membantu mempercepat pemulihan otot yang tegang.
    • Nyeri haid – Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat meredakan nyeri menstruasi dengan efektivitas yang setara dengan obat pereda nyeri.

    Mengonsumsi jahe secara rutin dapat membantu mengurangi nyeri secara alami tanpa efek samping yang berbahaya.

    5. Menjaga Kesehatan Jantung

    Jahe memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan jantung, antara lain:

    • Menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) – Mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.
    • Mengontrol tekanan darah – Kandungan kalium dalam jahe membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.
    • Mencegah pembekuan darah – Mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah yang dapat menyebabkan serangan jantung.

    Mengonsumsi jahe secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang.

    6. Mengontrol Kadar Gula Darah

    Bagi penderita diabetes, jahe dapat membantu mengontrol kadar gula darah dengan cara:

    • Meningkatkan sensitivitas insulin – Membantu tubuh dalam mengatur kadar gula darah dengan lebih baik.
    • Menurunkan kadar gula darah puasa – Mengurangi risiko lonjakan gula darah yang berbahaya bagi penderita diabetes.

    Namun, penderita diabetes yang sedang menjalani pengobatan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi jahe secara rutin.

    Cara Mengonsumsi Jahe yang Sehat

    Agar mendapatkan manfaat maksimal dari jahe, berikut beberapa cara mengonsumsinya:

    • Teh Jahe – Seduh jahe segar dengan air panas, tambahkan madu atau lemon untuk rasa yang lebih nikmat.
    • Jahe dalam Masakan – Bisa digunakan dalam sup, tumisan, atau makanan berkuah lainnya.
    • Jus Jahe – Campurkan jahe dengan buah-buahan untuk membuat minuman sehat.
    • Jahe Bubuk – Bisa ditambahkan ke dalam smoothie atau susu hangat.
    • Suplemen Jahe – Dalam bentuk kapsul atau ekstrak untuk manfaat yang lebih praktis.

    Kesimpulan

    Jahe adalah rempah alami yang memiliki segudang manfaat untuk kesehatan tubuh. Dari meningkatkan daya tahan tubuh, meredakan nyeri, hingga menjaga kesehatan jantung, jahe merupakan pilihan yang tepat untuk mendukung gaya hidup sehat.

    Dengan mengonsumsi jahe secara rutin dalam jumlah yang cukup, Anda dapat merasakan berbagai manfaat kesehatan yang luar biasa. Jadi, jangan ragu untuk menambahkan jahe ke dalam pola makan harian Anda! 🌿✨

  • Herbal Penunjang Daya Tahan Tubuh

    Sahabat, dengan situasi COVID-19 yang belum mereda hingga saat ini, ditambah adaptasi kebiasaan baru yang saat ini diterapkan membuat kita semua semakin berani beraktivitas diluar. Tidak ada salahnya, dengan syarat tentu tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19 dan melakukan juga tindakan-tindakan pencegahannya. Salah satunya dengan menjaga daya tahan tubuh kita, ditambah mulainya kembali aktivitas tentu tubuh pun butuh penyesuaian.

     

    Mengutip dari laman CNN Indonesia, Ada beberapa rempah yang bisa Anda konsumsi untuk menambah daya tahan tubuh.

    1. Kunyit
    Kunyit merupakan salah satu rempah yang memiliki warna kuning yang khas. Rempah satu ini memiliki manfaat sebagai bumbu dapur, bahan pewarna kuning alami juga bahan ramuan jamu.

    Menurut Profesor Amir Soebandrio, Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, kandungan kurkumin pada kunyit secara umum bisa meningkatkan kesehatan tubuh.

    “Karena ada beberapa kajian bahwa kurkumin punya efek misalnya menurunkan peradangan, ada yang menyebut efek antioksidan, itu semua pada intinya untuk meningkatkan kesehatan, daya tahan tubuh,” jelas Amir melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

    Anda bisa mengonsumsi kunyit dengan diparut dan diambil ekstraknya. Ada pula cara praktis dengan menyeduh kunyit bubuk atau tablet ekstrak kunyit yang tersedia di pasaran.

    2. Jahe
    Cuaca tak menentu kadang membuat tubuh mudah terserang penyakit. Jahe bisa Anda manfaatkan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

    “Senyawa gingerin pada jahe bisa untuk antiinflamasi atau radang flu, demikian juga beberapa antioksidan pada rempah untuk imunitas tubuh,” kata Profesor Dodik Briawan, ahli gizi masyarakat IPB lewat pesan singkat, Senin (2/3).

    Cukup rebus beberapa ruas jahe lalu minum air rebusannya. Selain memberikan efek hangat, jahe bisa meredakan batuk dan melegakan hidung tersumbat akibat pilek.

    3. Temulawak
    Seperti kunyit, temulawak juga mengandung kurkumin yang memberikan warna kuning pada rempah ini. Konsumsi temulawak pun diyakini bisa menyehatkan sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh.

    Anda tentu masih ingat resep jamu ala Presiden Jokowi. Resepnya sederhana, cukup merebus temulawak, kunyit dan jahe. Selain menjaga daya tahan tubuh, temulawak juga mampu melindungi organ hati.

    4. Kayu manis
    Aroma khasnya membuat kayu manis banyak dimanfaatkan sebagai campuran masakan maupun kudapan. Kayu manis banyak mengandung kalsium, serat, vitamin B6, magnesium, zat besi, vitamin A, karbohidrat dan vitamin C.

    Kayu manis juga dikenal kaya akan antioksidan, antimikroba dan antiinflamasi sehingga rempah ini bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Jenis rempah ini biasa dikonsumsi dalam bentuk serbuk sebagai campuran minuman atau makanan. Kayu manis utuh pun bisa sebagai campuran pada rebusan jamu.

    5. Sereh
    Daun sereh berkaitan dengan kesehatan. Daun yang kerap dijadikan pelengkap bumbu masakan ini mengandung vitamin B, magnesium, kalium dan zat besi.

    Sereh bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan antioksidannya berperan melawan radikal bebas. Sereh memiliki beberapa jenis antioksidan seperti asam klorogenat, isoorientin, dan swertia japonin.

     

    Jadi Sahabat, tetap perhatikan apa yang kita konsumsi, kemana kita berkunjung, dengan siapa kita berinteraksi, selama masa adaptasi kebiasaan baru. Karena kita tidak pernah tahu ancaman ini tetap ada atau kapan ia berakhir, maka teruslah berikhtiar semoga Allah limpahkan kesehatan untuk kita semua.

     

    Referensi : CNN Indonesia

  • Inilah 4 Cara Tercepat Mengatasi Sakit Tenggorokan!

    Sakit tenggorokan seringkali muncul sebagai tanda-tanda flu atau batuk. Biasanya pada tenggorokan akan terasa sakit disertai gatal. Tentunya akan sangat mengganggu kegiatan anda sehari-hari di rumah, sekolah, maupun di lingkungan kerja.

    Sakit tenggorokan

    Medical Manager PT Kalbe Farma, dr. Helmin Agustina Silalahi, menjelaskan gangguan tenggorokan ditandai dengan adanya kemerahan, bengkak, dan nyeri pada sekitar tenggorokan. Tak jarang sakit tenggorokan juga disertai dengan demam.

    “Hal ini tentu saja sangat mengganggu karena akan menyebabkan rasa sakit dan kesulitan menelan sehingga mengganggu aktivitas penderitanya,” jelas dr. Helmin saat dihubungi detikHealth, Senin (3/9/2018).

    Dibawah ini adalah 4 cara mudah dan paling cepat untuk mengatasi sakit tenggorokan. Berikut tipsnya :

    1. Minum Air Jahe Campuran Gula Merah

    Jahe adalah bumbu masak yang memang sudah dipercayai banyak manfaatnya dan bisa mengobati berbagai penyakit, termasuk sakit tenggorokan. Jahe akan membantu membunuh kuman yang menyebabkan sakit di sekitar tenggorokan. Anda bisa menambahkan gula merah untuk menambahkan rasa yang lebih enak.

    2. Berkumur dengan Air Garam

    Air garam dapat membantu menurunkan jumlah kuman penyebab sakit tenggorokan. Bahkan dengan takaran yang tepat, juga dapat menjaga kesehatan rongga mulut dan mencegah pembentukan plak gigi maupun timbulnya penyakit di rongga mulut.

    3. Minum Air Campuran Lemon dan Madu

    Air hangat akan membantu mengalihkan sensasi nyeri di tenggorokan. Sementara madu dipercaya mengandung antiseptik alami yang dapat membantu mengatasi kuman penyebab radang tenggorokan dan kaya akan nutrisi sehingga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

    4. Konsumsi Permen Mint

    Mengonsumsi perment mint seperti Woods’ Lozenges bisa memberikan sensasi melegakan tenggorokan dan sensasi menyegarkan pernafasan. Permen ini mengandung peppermint dan menthol yang alami sehingga bisa bekerja secara sinergis untuk melegakan dan membunuh kuman di tenggorokan.

    Lakukan tips diatas untuk membantu meredakan sakit tenggorokan anda dan disarankan pada poin 1 sampai 3 gunakanlah air hangat.

    Demikian uraian 4 cara mudah dan paling cepat atasi sakit tenggorokan. Semoga Bermanfaat!

    Selamat mencoba!

     

    Sumber : health.detik.com
  • 9 Manfaat Jahe Bagi Kesehatan

    Jahe segar memiliki rasa yang lebih kuat jika dibandingkan dengan jahe bubuk, kandungan gingerol yang baik bagi kesehatan juga masih banyak terdapat pada manfaat jahe segar. Untuk memanfaatkan jahe segar, Anda dapat mencampur jahe dengan masakan seperti masakan olahan seafood, topping salad, dan campuran smoothies atau jus Anda.

    Namun jika memilih jahe dalam bentuk bubuk, pastikan Anda memilih bubuk jahe yang masih murni. Minuman bubuk jahe yang dijual di pasaran biasanya sudah mengandung tambahan gula. Simpan bubuk jahe dalam wadah tertutup rapat dan disimpan di tempat yang kering, gelap, serta tidak pengap atau panas.

    Manfaat jahe bagi kesehatan

    1. Mengatasi masalah pencernaan

    Kandungan phenolic dalam jahe berfungsi untuk meredakan gejala iritasi gastrointestinal, menstimulasi air liur, mencegah terjadinya kontraksi pada perut, hingga membantu pergerakan makanan dan minuman selama berada di pencernaan. Jahe juga disebut sebagai carminative, suatu substansi yang dapat membantu mengeluarkan gas berlebih yang ada di sistem pencernaan Anda. Masalah pencernaan seperti kolik dan dispepsia dapat diatasi dengan jahe.

    1. Mengurangi mual

    Manfaat jahe dapat meredakan mual yang disebabkan oleh morning sickness, vertigo, maupun efek samping pengobatan kanker. Anda dapat memakan jahe secara mentah atau menjadikanya minuman, jahe dalam bentuk permen juga dapat bekerja dengan baik terutama dalam mengatasi mual yang diderita ibu hamil.

    1. Mengurangi rasa sakit

    Suatu penelitian yang dilakukan di University of Georgia menyatakan bahwa konsumsi suplemen jahe setiap hari dapat mengurangi sakit-sakit otot yang diakibatkan oleh berolahraga hingga 25%. Manfaat jahe juga dapat mengurangi sakit akibat dysmenorrhea, rasa sakit pada saat menstruasi. Dalam suatu penelitian, disebutkan bahwa 60% wanita merasa rasa sakit yang dikarenakan oleh menstruasi berkurang setelah mengonsumsi jahe.

    1. Membantu proses detoksifikasi dan mencegah penyakit kulit

    Jahe merupakan salah satu jenis makanan yang disebut diaphoretic, manfaat jahe juga dapat memicu keluarnya keringat. Pengeluaran keringat bermanfaat bagi Anda terutama saat Anda sedang demam atau flu. Selain membantu proses detoksifikasi, berkeringat juga ternyata dapat melindungi Anda dari mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi pada kulit.

    1. Melindungi Anda dari kanker

    Salah satu kandungan dalam manfaat jahe yang berperan dalam mencegah kanker adalah gingerol, phytonutrient dalam jahe yang juga memberikan rasa pada jahe yang unik. Gingerol dapat mencegah pertumbuhan sel kanker usus besar. Peneliti kemudian menguji apakah selain mencegah pembentukan tumor, gingerol juga dapat mencegah penyebaran dan mengurangi tingkat keparahan sel tumor. Penelitian tersebut memberikan hasil positif. Gingerol dinilai mampu mencegah penyebaran dan bertambah parahnya sel tumor yang sudah tidak dapat dioperasi.

    1. Anti peradangan

    Gingerol ternyata juga bersifat anti-inflamatori. Hal ini menjelaskan mengapa mereka yang menderita penyakit persendian seperti osteoarthritis dan rematik melaporkan berkurangnya rasa sakit setelah mengonsumsi jahe secara teratur. Mengonsumsi jahe tidak hanya mengurangi rasa sakit tetapi juga mengurangi pembengkakan pada bagian yang sakit. Jahe diperkirakan dapat menghambat komponen yang berperan dalam proses inflamatori dalam tubuh seperti sitokin, kemokin, kondrosit, dan leukosit.

    1. Kaya antioksidan untuk perangi risiko penyakit kronis

    Jahe kering adalah sumber antioksidan tinggi yang berpotensi melindungi Anda dari efek buruk radikal bebas. Tubuh Anda bisa mendapatkan radikal bebas dari lingkungan sekitar, seperti paparan sinar matahari, radiasi, ozon, asap rokok, polusi udara dari asap knalpot, bahan kimia industri, serta makanan dan minuman yang Anda konsumsi.

    1. Mengendalikan kadar gula darah diabetes

    Sudah banyak penelitian yang melaporkan  jahe mampu menurunkan kadar gula darah dan membantu mengatur respon insulin pada penderita diabetes.

    1. Menurunkan berat badan

    Sebuah penelitian yang dilakukan pada 10 pria melaporkan bahwa rutin minum air jahe panas setelah sarapan menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama daripada hanya makan pagi saja. Studi lain juga menemukan bahwa jahe dapat membantu mengurangi nafsu makan.

    Hati-hati efek samping minum air jahe

    Minum air jahe umumnya aman. Namun ketika dikonsumsi berlebihan, jahe dapat membuat sakit perut, perut kembung terasa panas, hingga mulas dan diare. Anda tak dianjurkan mengonsumsi lebih dari 4 gram jahe per hari.

    Konsumsi jahe dalam bentuk apa pun juga dikhawatirkan menimbulkan interaksi berbahaya jika Anda sedang minum obat pengencer darah.  Maka jika Anda adalah salah satunya, konsultasi dulu dengan dokter sebelum minum air jahe.

    Begitu juga untuk ibu hamil. Meski minum air jahe tidak membahayakan apalagi meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, Anda sebaiknya tetap konsultasikan dulu dengan dokter kandungan Anda sebelum minum air jahe saat hamil.

    Nah, itulah 9 manfaat jahe bagi kesehatan.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Hellosehat.com

  • Inilah Makanan dan Minuman yang Dapat Mencegah Flu

    Ini Dia 10 Jenis Makanan Terbaik sebagai Pencegah Flu!

    Belakangan ini cuaca berganti tanpa bisa diprediksi. Di pagi hari panas terik, mendadak siang atau sore harinya malah hujan deras. Kondisi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini membuat kebanyakan orang rentan jatuh sakit, termasuk terserang flu yang memang penyakit segala umat.

    Cara terbaik dalam melakukan pencegahan flu dan membantu meningkatkan daya tahan tubuh adalah dengan cukup istirahat, cukup olahraga, dan makan makanan pencegah flu. Makanan pencegah flu ini tidak hanya membantu menstimulasi daya tahan tubuh, tetapi juga membantu mengatasi beberapa gejala awal serangan flu.

    Makanan dan minuman pencegah flu

    • Teh jahe

    Untuk mengobati flu biasa, jahe merupakan salah satu makanan terbaik untuk melegakan tenggorokan. Dalam sebuah ulasan yang dipublikasikan di International Journal of Preventative Medicine, para peneliti merangkum bahwa sifat anti-inflamasi jahe yang kuat merupakan kunci untuk melawan flu. Karena peradangan dapat mempengaruhi respons kekebalan tubuh Anda, anti-inflamasi pada jahe dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan kekebalan tubuh.

    • Jeruk (orange)
    Makanan dan minuman pencegah flu
    Makanan dan minuman pencegah flu

    Jeruk kaya akan vitamin C, nutrisi penting saat menghadapi perubahan cuaca atau cuaca ekstrim. Menurut sebuah tinjauan yang dilakukan oleh Pusat Nasional untuk Epidemiologi dan Kesehatan Penduduk, di Universitas Nasional Australia, vitamin C sangat membantu dalam mencegah flu biasa bagi orang-orang yang terpapar penyakit yang menyebabkan mereka sakit, seperti cuaca dingin, dan dapat membantu menurunkan lama dan beratnya pilek.

    • Air

    Bila Anda merasa sakit, H2O bisa menjadi salah satu minuman yang paling enak. Tetap terhidrasi bisa membantu melonggarkan tenggorokan. Cobalah minum setidaknya delapan gelas air per hari untuk menjaga agar tetap terhidrasi sepenuhnya karena kita cenderung kehilangan lebih banyak cairan saat kita sakit.

    • Greek Yogurt / Yogurt Yunani

    Yoghurt Yunani mengandung probiotik untuk melawan penyakit dan mengandung protein lebih banyak daripada yogurt biasa. Sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Korean Journal of Family Medicine menemukan bahwa probiotik dapat membantu mencegah dan mengobati flu biasa. Para peneliti menemukan bahwa orang yang mengonsumsi probiotik setiap hari memiliki risiko lebih rendah terkena pilek dibandingkan mereka yang tidak makan makanan kaya akan probiotik.

    • Bluberi

    Blueberry mengandung antioksidan yang bisa membantu mengobati dan mencegah batuk dan pilek. Menurut penelitian yang dilakukan oleh University of Auckland, 33 persen orang dewasa yang mengkonsumsi flavonoid – sejenis antioksidan yang ditemukan pada blueberry lebih kecil kemungkinannya untuk terkena flu daripada mereka yang tidak mengonsumsi makanan atau suplemen yang kaya flavonoid setiap hari.

    • Teh ginseng

    Teh ginseng sangat populer karena rasanya yang lezat. Teh telah digunakan sebagai pengobatan untuk infeksi saluran pernafasan bagian atas (common cold). Sebuah tinjauan yang dipublikasikan di Canadian Medical Association Journal mencatat bahwa ginseng telah terbukti mengurangi gejala flu dan influenza secara signifikan. Namun, para peneliti mencatat bahwa masih perlu lebih banyak penelitian untuk sepenuhnya mendukung klaim kekebalan imunitas dari ginseng.

    • Tomat

    Tomat juga merupakan makanan enak untuk dimakan saat Anda sakit karena konsentrasi vitamin C-nya yang tinggi. Hanya satu tomat sedang mengandung sekitar 16 miligram vitamin C, yang sangat baik bagi sistem kekebalan tubuh.

    • Salmon liar

    Salmon liar mengandung seng, nutrisi yang telah terbukti membantu mengurangi gejala flu biasa. Jika Anda menginginkan keluarga, terutama anak-anak Anda, terutama untuk menghindari penyakit di musim penghujan, maka Anda harus memberi mereka makanan yang kaya seng.

    Journal of Family Practice menerbitkan sebuah penelitian yang meneliti efek seng pada flu biasa pada anak-anak usia 1 sampai 10 tahun. Peneliti menemukan bahwa seng, jika dibandingkan dengan plasebo, secara signifikan mengurangi keparahan dan lamanya gejala saat dikonsumsi dalam 24 jam setelah gejala flu menyerang.

    • Coklat hitam

    Percaya atau tidak, coklat hitam bisa sangat membantu dalam melawan flu. Coklat hitam mengandung banyak theobromine, sebuah antioksidan yang telah terbukti dapat mengurangi batuk. Sebuah penelitian yang diterbitkan di Frontiers in Pharmacology menemukan bahwa theobromine sangat membantu dalam menekan gejala batuk pada orang dengan bronkitis, namun masih perlu dilakukan banyak penelitian untuk mendukung penemuan ini.

    • Brokoli

    Peneliti dari University of California di Los Angeles melaporkan bahwa brokoli bisa menjadi tambahan yang bagus untuk diet jika Anda ingin mencegah flu. Brokoli membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Peneliti mengklaim bahwa sulforaphane, zat kimia yang ada dalam sayuran, membantu memerangi radikal bebas dan mencegah Anda dari sakit.

    • Minyak zaitun extra virgin

    Minyak ini telah terbukti membantu membangun kembali dan meningkatkan kekebalan tubuh. Sebuah studi yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition menemukan kandungan asam lemak tak jenuh ganda dari minyak zaitun bertindak sebagai agen anti-inflamasi pada tubuh, yang juga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menjaga tubuh dari infeksi.

    • Teh hijau

    Teh hijau bukan hanya salah satu dari 5 teh terbaik yang direkomendasikan untuk menurunkan berat badan, tapi juga salah satu sumber terbaik untuk melawan flu. Teh hijau mengandung flavonoid, antioksidan yang meningkatkan kekebalan tubuh, dan memiliki sifat anti-inflamasi, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Indian Society of Periodontology. Studi tersebut menyatakan bahwa katekin antioksidan, yang sangat umum digunakan pada teh hijau, dikenal sebagai antibakteri dan antivirus yang hebat dan dapat membasmi bakteri penyebab pilek dan virus influenza.

    • Bayam

    Bayam merupakan makanan super yang sangat bagus untuk kesehatan secara keseluruhan. Tidak hanya mengandung serat pengatur pencernaan, tapi juga mengandung vitamin C. Vitamin C merupakan nutrisi kuat yang bisa membantu mencegah flu biasa dan membantu mengurangi gejala penyakit.

    • Roti gandum utuh

    Biji-bijian utuh mengandung sifat anti-inflamasi, yang memungkinkan peningkatan produksi bakteri sehat, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh The American Journal of Clinical Nutrition. Tujuh puluh persen sistem kekebalan tubuh tinggal di usus Anda, menurut Tyeese L. Gaines, DO. Jadi, penting untuk menjaga kesehatan Anda jika ingin menghadapi kuman penyebab pilek.

    • Telur

    Telur, terutama kuning telur, mengandung nutrisi penguat kekebalan tubuh. Telur mengandung vitamin D dalam jumlah tinggi, vitamin yang sangat penting dalam mengatur dan memperkuat kekebalan tubuh. Menurut sebuah studi yang diterbitkan di jurnal JAMA, responden yang meminum vitamin D setiap hari di musim dingin cenderung tidak terkena flu atau infeksi saluran pernapasan bagian atas lainnya dibandingkan dengan mereka yang tidak.

    • Bawang putih

    Bawang putih telah dikenal sebagai salah satu makanan untuk mengobati pilek terbaik. Tinjauan terhadap makanan yang dipublikasikan di Cochrane Database of Systematic Reviews menunjukkan bahwa sekelompok responden dalam sebuah penelitian yang memakan bawang putih selama periode tiga bulan hanya memiliki 24 kasus pada flu biasa, penurunan yang signifikan dibandingkan dengan 65 kasus yang dilaporkan oleh kelompok kontrol. Namun, masih perlu lebih banyak penelitian untuk memvalidasi dampak sebenarnya bawang putih terhadap flu biasa.

    • Apel

    Satu buah apel sehari dapat menjauhkan Anda dari dokter. Apel sebenarnya dapat membantu mencegah penyakit seperti flu biasa. Buah ini mengandung antioksidan fitokimia, demikian menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Nutrition Journal. Antioksidan ini membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan mengurangi risiko penyakit kronis.

    Demikianlah artikel mengenai Makanan dan minuman pencegah flu, semoga bermanfaat!

     

     

     

    Sumber :

    • deherba.com
    • infosehatkeluarga.com