Tag: infosehat

  • Manfaat Madu Bagi Kesehatan

    Madu memiliki rasa manis sehingga dapat dijadikan alternatif pengganti gula, dari segi kesehatan tentu madu lebih sehat jika dibandingkan dengan gula. Madu memiliki kalori gula dan dapat menyerap lemak dengan baik, terutama kalau dikonsumsi bersamaan dengan air hangat. Madu memiliki banyak kandungan bergizi seperti mineral dan vitamin, yang didapat dari nektar bunga yang berhasil dihisap oleh lebah. Madu memiliki sifat antibiotik sehingga dapat digunakan sebagai antiseptik alami yang dapat digunakan dan tanpa adanya efek samping.

    Manfaat Madu Bagi Kesehatan

    1. Mencegah kanker dan penyakit jantung

    Madu mengandung flavonoid, antioksidan yang membantu mengurangi risiko beberapa kanker dan penyakit jantung.

    1. Kurangi bisul dan gangguan gastrointestinal lainnya

    Penelitian terbaru menunjukkan bahwa perawatan dengan madu dapat membantu gangguan seperti bisul dan gastroenteritis bakteri. Ini mungkin terkait dengan manfaat ketiga.

    1. Khasiat Madu sebagai Antibakteri dan antijamur

    “Semua madu adalah antibakteri karena lebah menambahkan enzim yang membuat hidrogen peroksida,” kata Peter Molan, direktur Unit Penelitian Madu di University of Waikato di Selandia Baru.

    1. Manfaat Madu untuk Meningkatkan kinerja atletik

    Atlet Olimpiade kuno akan makan madu dan buah ara kering untuk meningkatkan kinerja mereka. Ini sekarang telah diverifikasi dengan studi modern, menunjukkan bahwa madu lebih unggul dalam menjaga kadar glikogen dan meningkatkan waktu pemulihan daripada pemanis lainnya.

    1. Mengurangi iritasi batuk dan tenggorokan

    Khasiat madu membantu mengatasi batuk, terutama madu soba. Dalam sebuah penelitian terhadap 105 anak-anak, satu dosis madu soba sama efektifnya dengan satu dosis dextromethorphan dalam meredakan batuk malam hari dan memungkinkan tidur lebih nyenyak.

    1. Madu menyeimbangkan 5 elemen

    Telah digunakan dalam pengobatan Ayurvedic di India selama setidaknya 4000 tahun dan dianggap memengaruhi ketiga ketidakseimbangan material primitif tubuh secara positif. Madu juga dikatakan bermanfaat dalam meningkatkan penglihatan, penurunan berat badan, menyembuhkan impotensi dan ejakulasi dini, gangguan saluran kemih, asma bronkial, diare, dan mual.

    1. Pengaturan gula darah

    Meskipun mengandung gula sederhana, itu tidak sama dengan gula putih atau pemanis buatan. Kombinasi tepat fruktosa dan glukosa benar-benar membantu tubuh mengatur kadar gula darah. Beberapa jenis madu memiliki indeks hipoglikemik rendah, sehingga mereka tidak menyentak gula darah Anda.

    1. Menyembuhkan luka dan luka bakar

    Penggunaan madu di luar tubuh telah terbukti efektif sebagai perawatan konvensional dengan sulfadiazin perak. Diperkirakan bahwa efek pengeringan gula sederhana dan sifat antibakteri madu bergabung untuk menciptakan efek ini. Studi telah menunjukkan itu sangat berhasil dalam penyembuhan luka.

    1. Probiotik

    Beberapa varietas madu memiliki sejumlah besar bakteri yang ramah. Ini termasuk hingga 6 spesies lactobacilli dan 4 spesies bifidobacteria. Ini mungkin menjelaskan banyak dari “sifat-sifat terapeutik misterius dari madu.”

    1. Perkuat sistem kekebalan tubuh

    Jenis madu manuka dari Australia telah ditemukan untuk merangsang produksi sel-sel kekebalan tubuh menurut sebuah penelitian di School of Medicine, Cardiff University, Inggris.

    Sebagai tambahan, manfaat madu selain untuk kesehatan, juga dapat digunakan untuk kecantikan, karena madu dipercaya dapat menjadikan kulit lebih halus dan lembut.

    Demikianlah, manfaat madu bagi kesehatan Anda secara alami yang dapat Anda lakukan di rumah.

    Semoga Bermanfaat.

     

    Sumber :

    Doktersehat.com

    Hellosehat.com

  • Ini Dia Sayuran Yang Bisa Mengurangi Resiko Kanker Usus

    Kanker usus adalah jenis kanker yang menyerang bagian usus yang merupakan bagian pada sistem pencernaan manusia. Jenis kanker ini biasanya diatandai dengan munculnya gumpalan sel berukuran kecil dan kemudian gumpalan tersebut kemudian menyebar secara tidak terkendali seiring waktu.

    Saat ini para ilmuan telah menemuka beberapa sayuran yang mampu mengurangi resiko kanker usus, diantara sayuran yang bisa mengurangi resiko kanker usus adalah kubis, brokoli dan kale.

    Tim peneliti di Francis Crick Institute menemukan zat kimia anti-kanker diproduksi saat sayuran dicerna.

    Para ilmuan menyelidiki zat kimia yang disebut indole-3-carbinol ini di hasilkan dari proses mengunyah sayuran.  Dalam hal ini sayuran yang di konsumsi memiliki syarat tidak overcooked atau masih dalam keadaan segar, kemudian ketika sayuran diolah di dalam lambung terdapat zat kimia yang nantinya akan di modifikasi oleh asam lambung dan ketika ia sampai di usus bagian bawah zat tersebut akan mengubah perilaku sel induk yang meregenerasi selaput usus, dan sel-sel kekebalan yang mengontrol peradangan.

    Pada percobaan yang di lakukan terhadap tikus putih yang memiliki tumor, para ilmuan mengontrol makanan tikus tersebut dengan memberinya makanan dengan kandungan makanan tinngi zat indole-3-carbinol, hal tersebut mampu menghentikan perkembangan tumor sehingga  melindungi tikus dari resiko tumor yang kemudian berkembang menjadi kanker.

     

    Sumber: www.bbc.com