Tag: hujan

  • Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

    Waktu kecil, Anda mungkin pernah diberi tahu oleh orangtua bahwa gerimis bikin sakit. Banyak orang percaya bahwa berjalan di bawah gerimis atau hujan rintik-rintik justru lebih berbahaya daripada hujan-hujanan sampai basah kuyup. Kalau Anda termasuk orang yang percaya pada teori tersebut, mungkin akhir-akhir ini Anda sering dilanda keraguan. Pasalnya ketika memasuki musim hujan, hampir setiap hari Anda harus menerjang hujan atau gerimis. Maka, sebelum Anda memutuskan untuk hujan-hujanan, simak dulu informasi berikut ini untuk meluruskan pemahaman Anda soal hujan, gerimis, serta penyakit.

    Mitos seputar gerimis dan hujan

    Teori bahwa berada di tempat terbuka ketika gerimis bikin sakit sudah beredar sejak lama, bahkan tak hanya di Indonesia saja. Para orangtua tampaknya percaya kalau dibandingkan dengan hujan lebat, gerimis lebih rentan menyebabkan flu atau masuk angin. Meskipun mitos ini tak sepenuhnya salah, ada kesalahpahaman umum yang membuat teori ini kurang masuk akal.

    Gerimis, hujan, panas terik, atau badai tidak bisa menyebabkan penyakit. Penyakit hanya bisa disebabkan oleh bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh manusia. Cuaca atau musim saja tidak akan membuat seseorang sakit. Perlu diketahui juga bahwa virus dan bakteri tidak serta-merta membiak jadi lebih banyak di musim hujan.

    Lalu mengapa banyak orang sakit di musim hujan?

    Kaitan antara musim hujan dan gangguan kesehatan seperti flu atau masuk angin memang cukup erat. Ini karena di musim hujan suhu udara akan menurun jadi lebih dingin. Ketika udara terasa dingin, mungkin yang akan Anda lakukan adalah memakai baju yang lebih hangat. Akan tetapi, hidung dan mulut Anda tetap tidak terlindungi dengan baik. Hidung dan mulut Anda pun jadi lebih dingin. Akibatnya, pembuluh darah di sekitar hidung akan menyempit sehingga Anda tidak mendapat pasokan darah yang hangat. Darah dibutuhkan karena mengandung sel darah putih. Sel darah putih inilah yang menjadi pertahanan pertama terhadap serangan virus atau bakteri yang terhirup masuk ke hidung atau mulut.

    Dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, Anda lebih rentan diserang flu. Selain itu, ketika udara dingin, Anda mungkin jadi lebih sering berada di dalam ruangan. Padahal, mungkin di dalam ruangan yang tertutup sudah ada orang yang terjangkit flu. Sebagai akibatnya, orang-orang yang berada di ruangan tersebut pun jadi lebih mudah tertular flu atau masuk angin.

    Mana yang lebih rentan membuat Anda sakit?

    Baik hujan maupun gerimis bikin sakit. Akan tetapi, bukan cuacanya yang menjadi faktor penentu, melainkan kebiasaan Anda setelah kena hujan atau gerimis. Biasanya ketika Anda hujan-hujanan, Anda cenderung lebih cepat mengeringkan diri atau ganti pakaian kering sesudahnya. Anda juga biasanya sudah melindungi diri dengan payung, jas hujan, atau pakaian hangat. Maka, meskipun Anda terpapar suhu yang rendah, Anda langsung mencari cara untuk menghangatkan diri. Akibatnya, kemungkinan virus influenza untuk masuk ke hidung atau mulut dan berkembang biak pun jadi lebih kecil.

    Sementara kalau Anda berada di luar saat turun hujan rintik-rintik, Anda mungkin tidak terlalu menyadari bahwa suhu tubuh Anda perlahan-lahan menurun. Ini karena banyak orang biasanya tidak mau repot-repot mengeluarkan payung, jas hujan, atau baju hangat ketika gerimis. Anda juga cenderung lebih lama menghabiskan waktu di luar meskipun gerimis daripada kalau sedang hujan lebat.

    Akibatnya, tanpa disadari baju dan kepala Anda jadi lembap dan dingin, bukan basah kuyup. Karena tidak basah kuyup, Anda pun jadi enggan untuk mengganti pakaian atau mengeringkan diri. Oleh karenanya, suhu tubuh Anda akan menurun untuk waktu yang cukup lama dan sistem kekebalan tubuh Anda melemah. Hal ini menjadi peluang besar bagi virus dan bakteri untuk segera bersarang di dalam tubuh tanpa perlawanan. Inilah mengapa kena gerimis bikin sakit.

    Yang harus dilakukan di musim hujan

    Untuk menghindari penyakit di musim hujan ini, yang menjadi masalah terbesar bukanlah lebih baik kena gerimis atau hujan. Baik gerimis dan hujan sama-sama berisiko jika Anda tidak langsung mengeringkan dan menghangatkan diri. Maka, terapkan langkah-langkah berikut jika tak mau jatuh sakit setelah kehujanan.

    • Memakai masker untuk menutupi hidung dan mulut, meskipun Anda berada di dalam ruangan
    • Selalu membawa payung, jas hujan, atau baju hangat saat berada di luar ruangan
    • Langsung mengeringkan diri setelah kena gerimis atau hujan, misalnya dengan ganti pakaian atau mengeringkan rambut dengan handuk
    • Langsung menghangatkan diri setelah kena gerimis atau hujan, misalnya dengan memakai baju tebal atau minum air hangat
    • Mengonsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh

     

    Sumber: hellosehat.com

  • Setelah Hujan-hujanan, Haruskah Keramas Pakai Air Hangat Supaya Tidak Pusing?

    Waktu kecil atau bahkan hingga sekarang, Anda mungkin sering diingatkan bahwa hujan-hujanan bisa bikin sakit. Mulai dari terkena flu, masuk angin, hingga sakit kepala. Itulah sebabnya, Anda biasanya akan diminta untuk segera keramas dengan air hangat sehabis hujan-hujanan. Katanya, sih, hal ini dilakukan supaya Anda tidak pusing atau sakit kepala setelah terkena hujan. Apa benar begitu? Yuk, cari tahu faktanya lewat ulasan berikut ini.

    Kenapa harus keramas dengan air hangat setelah hujan-hujanan?

    Memasuki musim hujan, Anda biasanya akan selalu siap sedia payung atau jas hujan supaya tidak kehujanan dan basah kuyup. Namun ketika tiba-tiba turun hujan atau sekadar gerimis rintik-rintik, Anda mungkin akan reflek menutupi kepala dengan tangan dan akhirnya pulang dengan kondisi basah kuyup.

    Begitu sampai rumah, orangtua Anda biasanya akan langsung menyuruh Anda cepat-cepat keramas dengan air hangat. Katanya, ini dilakukan supaya Anda tidak pusing atau jatuh sakit setelahnya. Namun, apa benar begitu?

    Sampai saat ini, sebetulnya belum ada penelitian yang mengatakan bahwa hujan-hujanan bisa bikin sakit, apalagi bikin pusing atau sakit kepala. Akan tetapi, para pakar kesehatan menduga bahwa dinginnya air hujan yang mengenai kepala bisa menyebabkan suhu tubuh berubah secara mendadak.

    Ketika terguyur air hujan, suhu tubuh yang cenderung panas akan “kaget” saat terkena air hujan yang suhunya dingin. Nah, perubahan suhu tubuh secara tiba-tiba inilah yang dapat memicu sakit kepala atau flu.

    Jika ditelisik lebih dalam lagi, cuaca dingin juga menyebabkan pembuluh darah jadi menyempit. Hal ini terjadi sebagai respon alamiah tubuh dalam mempertahankan panas supaya tubuh tidak kedinginan.

    Namun di sisi lain, penyempitan pembuluh darah tersebut juga mengakibatkan aliran darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh jadi tidak lancar. Jika otak tidak mendapatkan cukup oksigen, Anda akan merasa pusing atau sakit kepala setelah hujan-hujanan.

    Itulah kenapa banyak orang percaya bahwa keramas dengan air hangat bisa membantu mengatasi pusing setelah hujan-hujanan. Pasalnya, keramas dengan air hangat dapat membantu melebarkan pembuluh darah sehingga aliran oksigen jadi lebih lancar. Alhasil, Anda tidak lagi pusing atau terkena demam setelah hujan-hujanan.

    Cara meredakan pusing setelah hujan-hujanan

    makanan menghangatkan tubuh
    Nah, bagi Anda yang sering merasa pusing setelah hujan-hujanan, tidak ada salahnya untuk keramas dengan air hangat. Bukan cuma membantu meredakan pusing, keramas dengan air hangat juga dapat mengendurkan otot-otot tubuh yang tegang. Dengan begitu, tubuh Anda jadi lebih rileks, nyaman, dan bisa tidur lebih nyenyak.

    Selain itu, buatlah secangkir teh hangat supaya suhu tubuh Anda kembali normal. Beberapa jenis teh terbukti dapat membantu meringankan rasa nyeri di kepala, baik karena pusing, sakit kepala, atau sakit kepala sebelah sekalipun.

    Yang tak kalah penting lagi, pastikan Anda mendapatkan cukup istirahat setiap harinya. Ingat, daya tahan tubuh Anda sedang menurun sehingga rentan terkena penyakit di musim hujan.

    Semakin Anda kurang tidur, ditambah lagi sehabis hujan-hujanan, sistem kekebalan tubuh Anda tentu akan semakin menurun dan mudah terserang penyakit. Oleh karena itu, segeralah istirahat dan hindari begadang supaya tubuh Anda tetap sehat dan terhindar dari penyakit khas musim hujan.

     

    sumber: hellosehat.com

  • 6 Penyakit Musim Hujan Yang Sering Dialami

    Musim hujan bisa dibilang sebagai musim rawan penyakit karena berbagai jenis mikroba serta virus lebih mudah berkembang biak di musim ini. Apalagi jika daya tahan tubuh Anda sedang menurun. Hal tersebut akan semakin membuat Anda rentan diserang penyakit.

    Adapun penyakit musim hujan yang paling sering dialami orang Indonesia

    1. Influenza atau flu

    Penyakit musim hujan yang paling sering terjadi adalah flu. Penyakit ini disebabkan virus influenza tipe A, B, atau C. Virus influenza bisa menyebar melalui batuk, bersin, atau dari menyentuh benda yang sudah terkontaminasi. Meski flu bersifat umum dan bisa sembuh dengan sendirinya, Anda harus tetap mewaspadai penyakit ini. Pasalnya, beberapa orang dapat menderita komplikasi dari penyakit influenza seperti pneumonia.

    1. Diare

    Diare adalah penyakit yang ditandai dengan encernya feses yang dikeluarkan dan frekuensi buang air besar yang lebih sering dari biasanya. Bakteri penyebab diare yang paling umum contohnya rotavirus, shigella, E. coli, cryptosporidium, dan lain sebagainya. Penyakit ini dapat berkisar dari kondisi yang ringan dan sementara, hingga membahayakan nyawa.

    1. Demam tifoid (tipes)

    Demam tifoid, atau lebih dikenal dengan penyakit tipes adalah infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thyphi atau Salmonella paratyphi. Bakteri tersebut menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.

    1. Demam berdarah dengue

    DBD atau demam berdarah dengue adalah salah satu jenis penyakit menular musim hujan yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Demam berdarah disebut sebagai penyakit “break-bone” karena terkadang menyebabkan nyeri sendi dan otot di mana tulang serasa retak.

    Demam berdarah yang parah, atau juga dikenal sebagai dengue hemorrhagic fever, dapat menyebabkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah yang tiba-tiba (shock), bahkan kematian.

    1. Malaria

    Malaria adalah penyakit berbahaya akibat infeksi parasit plasmodium yang menular melalui gigitan nyamuk anopheles. Penularan penyakit ini biasanya meningkat pada saat musim hujan dan berlanjut setelahnya.

    1. Leptospirosis

    Leptospirosis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri berbentuk spiral yang disebut Leptospira interrogans. Penyakit musim hujan ini “cukup populer” terjadi di Indonesia, biasanya dikenal sebagai penyakit kencing tikus. Anda bisa terkena penyakit penyakit ini karena menyentuh tanah atau air, tanah basah, atau tanaman yang terkontaminasi oleh urine binatang yang terinfeksi. Selain tikus, hewan yang paling sering menularkan leptospirosis adalah sapi, babi, anjing, reptil dan hewan amfibi, serta hewan pengerat lainnya.

    Tips mengatasi penyakit musim hujan

    Saat Anda mengalami beberapa penyakit musim hujan, biasanya kebutuhan cairan Anda akan meningkat. Terutama jika Anda merasakan demam, mengalami diare, dan muntah-muntah.

    Apa yang harus dilakukan agar Anda tidak kekurangan cairan? Pada orang dewasa normal, kebutuhan cairan tubuh yang disarankan berkisar 2-2,5 liter perhari. Jika dibagi berdasarkan jenis kelamin, maka wanita dewasa disarankan untuk minum sekitar 1,6 liter. Sedangkan, pria disarankan untuk minum 2 liter tiap hari.

    Cairan tubuh kita tidak hanya mengandung air, tetapi juga ion. Menjaga keseimbangan ion tubuh juga penting agar metabolisme tubuh tetap optimal.

    Selain itu, untuk menghindari penyakit akibat kontaminasi makanan, biasakan pula cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Hellosehat.com

  • BMKG Prediksi Kemarau Dimulai April

    Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Indra Gustari memprediksi sebagian daerah di Indonesia bakal mulai masuk periode musim kemarau pada April 2019. BMKG mengimbau daerah tersebut mempersiapkan diri menghadapi kemarau.

    “Kami sudah menyatakan bahwa potensi musim kemarau tahun 2019 ini akan dimulai di bulan April. Walau pun sebagian wilayah yang lain akan mulai pada bulan Mei,” kata Indra saat konferensi pers di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat (29/3).

    Ia mengingatkan musim kemarau lebih awal patut dipersiapkan oleh wilayah yang mengalaminya. Di antara wilayah tersebut yaitu Sumatera bagian utara dan tengah, Riau Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur. Pasalnya kehadiran kemarau di wilayah itu terjadi lebih dulu ketimbang daerah lain yang baru mengalami kemarau pada Mei 2019.

    “Di wilayah itulah potensi kebakaran hutan dan lahannya lebih besar karena sifatnya sangat kering. Puncak musim kemaraunya antara Agustus atau September dari perkiraan kami,” paparnya.

    Selain itu, ia memperkirakan el nino berpeluang muncul pada tahun ini. Indikatornya, kata dia terdeteksi dari sejumlah wilayah yang sudah lama tidak turun hujan.

    “Beberapa tempat yang sudah lama tidak mendapatkan hujan memicu titik api di lahan gambut atau hutan. Riau memang tipe iklimnya berbeda, puncak hujan hanya terjadi dua kali, awal April dan November,” ujarnya.

     

     

    Sumber : republika

  • Hujan Akibatkan Banjir dan Longsor di Gunungkidul

    Hujan berintensitas sedang hingga lebat sepanjang Rabu (6/3) di Kabupaten Gunungkidul mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor. Kejadian banjir sebagian besar melanda Kecamatan Gedangsari dan Kecamatan Nglipar.

    Lokasi kejadian berada hampir terjadi di keseluruhan RT 06, RW 06, Dusun Krinjing, Desa Mertelu. Hujan yang terjadi sangat lama dan datang disertai angin cukup kencang membuat longsor terjadi di dua lokasi.

    Akibatnya, akses jalan penghubung tertutup longsoran dan satu unit jembatan hanyut terbawa air. Padahal, jembatan bersifat permanen dengan ukuran panjang sekitar empat meter dan lebar 3,5 meter.

    Satu sapi dan belasan ayam milik seorang petani, Sumpomo, turut hanyut terbawa arus banjir. Akibat kejadian ini, dua KK atas nama Tarno Wihardha dan Ngatiman sempat terisolir, tapi berhasil dievakuasi selanjutnya.

    Evakuasi dilakukan petugas-petugas terkait dibantu masyarakat. Mulai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Polsek Gedangsari, Pemdes Mertelu dan relawan-relawan kebencanaan.

    “Jaringan listrik mati karena satu tiang listrik roboh dan melintang di jalan, kabel utama listrik sepanjang kurang lebih 100 meter jatuh di tanah, arus sudah dimatikan PLN,” kata DPP Kapolsek Gedangsari, AKP Edy Purnomo, Kamis (7/3).

     

    Sumber : republika

  • Bogor Siaga Banjir dan Longsor Hingga Maret 2019

    Warga Kabupaten Bogor diminta waspada terhadap cuaca ekstrem yang dapat memicu terjadinya banjir, longsor, dan angin ribut hingga Maret 2019. Hal itu seiring dengan penetapan status siaga darurat bencana oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor baru-baru ini.

    “Status yang kami tetapkan itu sudah ketetapan dan instruksi langsung dari Pemprov Jawa Barat, maka itu juga berlaku untuk wilayah Kabupaten Bogor,” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor saat dihubungi Republika, Selasa (26/2) malam.

    Dia menjelaskan, terdapat 23 kecamatan yang masuk dalam zona merah rawan bencana alam seperti banjir dan longsor. Ia menjelaskan curah hujan dengan intensitas ekstrem juga merata di wilayah Bogor sepanjang hari.

    Sementara itu dia menilai, potensi bencana paling besar di Kabupaten Bogor, yakni bencana longsor. Sebab, hujan dengan intensitas tinggi berpeluang menimbulkan pergeseran tanah yang mengakibatkan longsor.

    Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Bogor, terdapat 15 kecamatan dengan potensi longsor yang cukup tinggi antara lain Sukaraja, Tamansari, Megamendung, Cisarua, Suka Makmur, Cariu, Cigudeg, Leuwiliang, Tamansari, dan wilayah barat Kabupaten Bogor yang secara geografis terdiri dari perbukitan.

    “Beberapa wilayah dengan potensi banjir ada di Tanjungsari, Cisarua, Cariu, Nanggung, Jonggol, Gunung Putri, Parung Panjang, Leuwiliang, dan Leuwisadeng. Sebagian besar kecamatan itu diapit oleh aliran sungai-sungai besar,” katanya.

    Sungai-sungai besar yang melintasi daerah-daerah tersebut antara lain Sungai Ciliwung, Sungai Cisadane, Sungai Cibeet, dan Sungai Cileungsi Citarum. Di Kota Bogor, laporan dari BPBD Kota Bogor menyebutjan, telah terjadi tujuh kejadian menonjol seperti pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.

     

    Sumber : republika

  • 4 Jenis Olahraga yang Bisa Dilakukan Dirumah Saat Hujan

    Musim hujan jangan jadi alasan untuk bermalas-malasan. Malah, waktu tersebut adalah saat yang tepat untuk mencoba berbagai macam olahraga yang bisa dilakukan di dalam rumah. Kalau Anda sudah bisa rutin berolahraga, jangan jadikan musim hujan sebagai alasan untuk absen.

    Gambar terkait

    Nah, agar Anda tetap bisa bugar di musim hujan, berikut beberapa jenis olahraga yang bisa dicoba di rumah:

    1. Spot Jogging

    Joging atau lari pelan bisa dilakukan di dalam ruangan. Salah satunya dengan lari di tempat atau spot jogging. Menurut ahli kebugaran Samir Purohit, latihan ini ideal sebelum melakukan olahraga lainnya atau pemanasan.

    “Angkat lutut dan kembalikan ke tanah. Gerakkan kaki seperti gerakan lari,” kata Purohit.

    Melakukan ini selama 30 menit paling tidak membakar sekitar 215 kalori.

    2. Skipping

    Skipping atau lompat tali bisa meningkatkan kebugaran, fleksibilitas, dan koordinasi kardio-pernapasan. Menurut ahli kebugaran Althea Shah, latiah ini bermanfaat dan sangat bagus untuk membangun tulang serta menurunkan berat badan.

    Melakukan lompat tali dalam satu jam, setidaknya mampu membakar hingga 560 kalori. Caranya pun juga terbilang mudah untuk dipelajari dan sudah banyak diketahui oleh masyarakat.

     3. Latihan kekuatan

    Latihan kekuatan atau beban juga bisa dilakukan di dalam rumah. Anda cukup menggunakan satu set dumbbell. Jika tidak punya, kreasikan barang-barang bekas di rumah seperti botol air yang diisi dengan beban. Dalam satu jam, Anda bisa membakar hingga 200 kalori.

    4. Plank

    Plank terkenal sebagai jenis latihan yang memperkuat otot perut. Caranya juga mudah. Anda harus melakukan posisi push-up, kemudian tekuk lengan dan taruh di lantai. Mulailah menahan tubuh minimal 30 detik.

    “Latihan ini sangat menantang tetapi bagus untuk memberikan bentuk pada area inti Anda,” kata Purohit. Melakukan plank membakar sekitar 350 kalori dalam satu jamnya.

    Nah, gimana sahabat, gampang kan? Meski hujan deras mengguyur di luar rumah, Anda masih bisa berolahraga di dalam rumah. Selain menyehatkan, olahraga di dalam rumah juga nggak perlu mengeluarkan biaya alias gratis dan irit! Yuk, tetap olahraga meski sedang hujan.

    Salam sehat!

     

     

    Sumber :

    • hellosehat.com
    • liputan6.com
    • omkumis.com
  • Hujan-hujanan Bisa Membuat Sakit, Ini Penjelasannya.

    Saat kita kecil, orang tua kita tentu sering sekali melarang kita untuk hujan-hujanan karena bisa membuat tubuh kita terkena pilek dan demam. Padahal, anak kecil tentu sangat berharap bisa bermain di bawah hujan yang deras karena akan sangat menyenangkan dan mengasyikkan. Apakah benar hujan-hujanan bisa memberikan dampak kesehatan yang buruk bagi tubuh?

    Hujan-hujanan ternyata memang bisa menyebabkan penyakit. Pakar kesehatan berkata bahwa hujan-hujanan bisa membuat tubuh terserang flu, pusing, dan badan meriang yang disertai demam tinggi. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

    Hasil gambar untuk apa benar hujan hujanan bisa sakit

    Berada dalam satu ruangan dengan orang yang terinfeksi virus

    Biasanya virus flu cenderung berkembang biak lebih aktif saat cuaca dingin atau hujan di dalam ruangan yang dipenuhi banyak orang. Pasalnya, pada masa tersebut orang cenderung saling berdekatan dalam jarak dekat satu sama lain sehingga virus dapat menular dengan cepat. Ketika ada satu atau beberapa teman Anda yang sedang terkena flu kemudian bersin dan Anda tanpa disadari menghirup udara yang sudah terkontaminasi oleh orang yang sedang mengalami flu kemungkinan besar Anda akan ikut terinfeksi.

    Suhu tubuh rendah

    Ketika Anda kehujanan, pada saat itu temperatur suhu Anda menurun. Apalagi jika pakaian yang Anda kenakan basah terkena air hujan, hal ini memungkinkan Anda terkena hipotermia karena kondisi badan kehilangan terlalu banyak suhu panas. Hipotermia memberikan tekanan pada tubuh termasuk sistem imun yang menyebabkan peluang Anda terinfeksi virus lebih besar. Tak jarang hujan dapat memperburuk sistem kekebalan tubuh Anda, tetapi dalam hal ini bukan penyebab langsung Anda sakit.

    Pernah mendengar mitos gerimis bisa menyebabkan rasa sakit lebih cepat daripada hujan lebat? Hal ini ternyata benar adanya secara medis. Gerimis ternyata membawa sifat asam yang lebih tinggi karena diturunkan setetes demi setetes gerimis. Berbeda dengan hujan deras, asam justru menjadi lebih tersebar karena diturunkan layaknya siraman air, bukannya tetes demi tetes yang memiliki konsentrasi asam tinggi. Hindari hujan-hujanan saat gerimis tiba dan jika sudah terlanjur, ada baiknya anda langsung basahi kepala dengan air hangat agar tubuh anda tidak mudah terkena penyakit.

    Hujan yang baru pertama kali datang setelah musim kemarau panjang ternyata juga tidak baik bagi tubuh. Banyak zat berbahaya pada atmosfer yang pada akhirnya ikut terbawa dengan air hujan pertama dan jika kita hujan-hujanan, bisa jadi banyak partikel layaknya logam dan berbagai polutan justru mengenai tubuh dan menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun drastis dan menyebabkan berbagai macam penyakit.

    Semoga bermanfaat!

     

     

     

    Sumber :

    • hellosehat
    • doktersehat
  • Puncak Musim Hujan, Yuk Mulai Waspada Jentik Nyamuk

    Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bulan Januari 2019 diperkirakan menjadi puncak musim hujan. Bersamaan dengan hal tersebut, angka kasus penyakit yang berkaitan dengan musim hujan juga dilaporkan mulai meningkat dan harus diwaspadai.

    Salah satunya adalah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan laporan terakhir beberapa daerah ditetapkan mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan di daerahnya sendiri sudah terkonfirmasi sekitar 370 kasus.

    Waspadai tempat-tempat yang berisiko jadi sarang jentik nyamuk. Foto: Thinkstock

    Bagaimana menghadapi ancaman DBD saat musim hujan? Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menyebut bisa mulai dari diri sendiri dengan mengecek lingkungan untuk jentik nyamuk.

    Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi mengimbau agar masyarakat mulai waspada terhadap jentik nyamuk di lingkungannya. Ia mencontohkan beberapa tempat mulai dari vas, tempat makan hewan, barang bekas, hingga celah pada tanaman bisa jadi sarang nyamuk tak terduga.

    “Itu yang harus kita waspadai dan pantau setiap hari agar tidak menjadi tempat jentik nyamuk,” kata dr Nadia beberapa waktu lalu.

    “Proses penyebaran DBD: Nyamuk menggigit penderita DBD kemudian begitu dia berkembang biak, virusnya itu ada di dalam anak-anak keturunannya. Itu yang menyebabkan DBD gampang sekali menyebabkan kejadian luar biasa (KLB),” lanjutnya.

    Sejauh ini menurut dr Nadia sudah ada 22 provinsi yang melaporkan peningkatan kasus DBD mulai dari akhir Desember hingga awal Januari. Tiga provinsi dideklarasikan KLB yaitu Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Timur.

    “Tim kesehatan sudah turun ke lapangan. Kita melihat bagaimana sumber penularannya dan dilakukan langkah-langkah untuk stop penularan agar tidak terjadi KLB yang lebih luas,” pungkasnya.

     

     

    Sumber : health.detik.com

     

  • Setelah Kehujanan Lebih Baik Mandi Air Hangat Atau Air Dingin?

    Apa yang Anda lakukan setibanya di rumah usai kehujanan? Adakalanya setelah terkena air hujan dan berjuang tiba di rumah, Anda mungkin dilanda kelelahan dan hanya berganti pakaian kering. Namun, cara tersebut tidaklah tepat.

    Hal ini dikarenakan bakteri dan kuman dari air hujan yang tercampur polusi lingkungan masih menempel pada tubuh dan berisiko Anda didera sakit.

    setelah kehujanan, Anda sebaiknya mandi air hangat. Air hujan yang dingin membuat suhu tubuh tidak stabil.

    Hasil gambar untuk kehujanan

    Untuk itu, mandi air hangat merupakan cara terbaik untuk menyingkirkan semua kuman dan infeksi yang mungkin Anda dapatkan setelah kehujanan.

    Air hangat akan menstabilkan suhu tubuh. Ketika membasuh tubuh saat mandi, gunakan sabun antiseptik untuk membunuh infeksi yang kemungkinan berkembang di tubuh setelah Anda dilanda kehujanan.

    Jika Anda belum mood untuk mandi, rendamlah kaki dalam air hangat untuk menghilangkan kuman dan kotoran. Perlahan-lahan suhu tubuh Anda kembali normal.

    Mandi air hangat tidak hanya mengembalikan suhu tubuh saja, melainkan  menghindari diri dari sakit, terutama sakit kepala.

    Dari situs pribadi Dr Avinash Padhke SRL Diagnostics, setelah Anda kehujanan, pastikan mandi dan berganti pakaian dengan kering segera.

    Keringkan kepala Anda secara menyeluruh, kepala yang basah akan membuat Anda terkena flu. Tekanan udara rendah saat hujan dan kelembaban tinggi memicu sakit kepala, khususnya pada anak-anak.

    Hasil gambar untuk kehujanan

    Menurut Mayo Clinic, mandi air hangat bisa membuat jantung bekerja lebih cepat dan akhirnya memompa darah ke permukaan tubuh sehingga panas dapat dikeluarkan. Hal ini menyebabkan pembuluh darah berdilatasi (melebar), sehingga menurunkan resistensi aliran pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. Aliran pembuluh darah ke otot juga dapat membantu relaksasi otot. Inilah kenapa mandi air hangat dapat memberikan efek relaksasi.

    Jika belum ingin mandi, Anda bisa merendam kaki di dalam wadah berisi air hangat terlebih dulu, untuk menghilangkan kuman dan kotoran. Perlahan, suhu tubuh akan kembali normal.

    Semoga bermanfaat!

     

     

    Sumber :

    • klikdokter
    • liputan6