Tag: hidung

  • 8 Tips Meredakan Hidung Tersumbat

    Banyak orang yang mengira bahwa hidung tersumbat adalah akibat dari penggumpalan lendir di saluran hidung. Tapi, hidung tersumbat sebenarnya disebabkan oleh pembuluh darah sinus yang meradang.

    “Hidung memiliki jaringan pembuluh darah berkatup yang luas dan bisa membuka-tutup,” ujar Scott P. Stringer, MD, profesor THT di University of Mississippi Medical Center dan kepala direksi Rhinology and Paranasal Sinus Committee of the American Academy of Otolaryngology–Head and Neck Surgery. Saat hidung mengalami iritasi, sistem sarafnya juga terstimulasi, menyebabkan katup pembuluh darah terbuka. Hasilnya, semakin banyak darah yang mengalir ke dalam hidung. Kondisi ini menyebabkan pembengkakan di saluran hidung dan membuat Anda sulit untuk bernapas.

    Selain obat-obatan, seperti dekongestan, ada beberapa cara lain untuk meringankan hidung tersumbat.

    1. Matikan AC dan kipas angin

    Udara hangat dan lembap adalah cara tercepat untuk mengatasi pilek dan hidung tersumbat.

    Bernapas di udara yang lembap bisa meredakan radang dan meredakan pembengkakan pembuluh darah dalam hidung, juga mengencerkan lendir dalam sinus.

    1. Minum banyak air

    Air hangat bisa membantu mengencerkan lendir di saluran hidung dan meredakan nyeri akibat hidung tersumbat. Untuk variasi, Anda bisa minum teh jahe, mint, atau teh lemon dan madu hangat yang mengandung agen antiseptik dan dekongestan alami untuk memudahkan pernapasan.

    1. Minyak kayu putih

    Minyak kayu putih, juga ditemukan dalam banyak salep dan balsem, dapat membantu mengencerkan lendir akibat hidung tersumbat. Caranya condongkan wajah Anda hingga berada di atas mangkuk berisi air panas yang sudah ditambahkan dengan beberapa tetes minyak kayu putih. Gantungkan handuk di atas kepala Anda sampai menutupi mangkuk, hirup uap selama kurang lebih 10 menit.

    1. Semprotan saline atau dekongestan topikal (oxymetazoline)

    Semprotan saline menyediakan kelembapan ekstra yang dibutuhkan oleh hidung tersumbat. Larutan saline akan mengencerkan lendir dan mengurangi hidung tersumbat. Untuk lebih cepat memberikan efek lega pada hidung tersumbat, kurang dari 10 menit, gunakan dekongestan topikal/ oxymetazoline.

    1. Kunyah bawang putih

    Bawang putih mengandung agen antibakterial dan antijamur yang berguna sebagai penyembuh berbagai masalah kesehatan, termasuk hidung tersumbat akibat demam dan flu.

    1. Sering buang ingus

    Sangat penting untuk melakukan hal ini secara teratur jika hidung Anda tersumbat, namun lakukan secara tepat. Mengeluarkan ingus dengan tekanan yang terlalu keras bisa membawa kuman kembali ke telinga Anda. Cara terbaik membuang ingus adalah menutup aliran udara dengan jari di satu lubang hidung ketika Anda membuang ingus dengan lubang satunya.

    1. Cuci hidung dengan air garam.

    Selain bisa melegakan hidung tersumbat, metode ini juga bisa menghilangkan virus dan bakteri yang berada di dalam hidung. Anda bisa membuat larutan air garam di rumah. Bahan-bahannya adalah tiga sendok teh garam dan satu sendok teh baking soda. Aduk rata kedua bahan ini, lalu simpan di wadah yang kedap udara. Untuk membuat larutannya, ambil satu sendok teh campuran tersebut, lalu masukkan ke 230 ml air hangat. Isi larutan ini ke dalam syringe atau neti pot. Kemudian, bersandarlah ke wastafel sambil memiringkan kepala. Tuangkan larutan ini ke salah satu lubang hidung. Biarkan hingga larutan itu mengalir keluar dari lubang hidung lainnya. Selama proses ini, Anda bisa bernapas menggunakan mulut.

    1. Tidur dengan bantal ekstra.

    Cara ini mungkin bisa membantu menjadikan tidur Anda lebih nyenyak. Tidur dengan dua bantal di bawah kepala bisa membantu meringankan hidung tersumbat.

    Nah, itulah beberapa tips meredekan hidung tersumbat.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Hellosehat.com

    Alodokter.com

  • Keluar Darah Dari Hidung Tanpa Sebab? Berhati-hatilah!

    Mimisan merupakan istilah orang awam ketika terjadi pendarahan melalui lubang hidung. Mimisan juga punya nama medis yaitu epistaksis. Biasanya, kondisi ini umum terjadi, dan bukan merupakan sesuatu hal yang berbahaya. Namun, ketika seseorang mengalami kondisi ini secara tiba-tiba tanpa sebab apapun, bisa jadi ini pertanda kalau kamu tengah mengidap kondisi medis yang berbahaya.

    Mimisan biasanya terjadi jika lubang hidung dalam kondisi kering dan kebiasaan mengorek hidung. Kedua hal tersebut dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah halus dalam hidung. Namun, jika mimisan terjadi secara tiba-tiba, hal ini yang wajib kamu waspadai, ya!

    Berikut ciri-ciri mimisan yang termasuk dalam kategori berbahaya:

    1.      Volume darah banyak keluar melalui lubang hidung.

    2.      Mimisan disertai dengan detak jantung yang tidak beraturan.

    3.      Terjadi pada anak-anak berusia dibawah 2 tahun.

    4.      Sering terjadi dalam waktu singkat.

    5.      Berlangsung lebih dari 30 menit.

    6.      Terjadi pasca melakukan operasi sinus atau operasi lain di daerah hidung.

    7.      Mimisan diikuti dengan pendarahan pada daerah lain, seperti pendarahan pada urine.

    8.      Mengalami demam dan ruam pada saat mimisan.

    Mimisan Bisa Jadi Tanda Penyakit Ini

    Jika sudah mengetahui fakta mengerikan tentang mimisan, sebaiknya jangan pernah menyepelekan hal yang satu ini. Apalagi jika mimisan datang tiba-tiba, bukan terjadi karena hidung terbentur atau mengorek hidung. Mimisan yang datang secara tiba-tiba, bisa jadi pertanda beberapa penyakit ini:

    1.      Sinusitis Akut

    Sinusitis merupakan pembengkakan pada jaringan yang melapisi sinus. Sedangkan sinusitis akut merupakan kondisi hidung tersumbat secara mendadak yang disertai dengan nyeri wajah yang dapat berlangsung selama hampir empat minggu. Pembengkakan pada jaringan yang melapisi sinus akan membuat pembuluh darah kecil dalam hidung pecah dan menyebabkan mimisan.

    2.      Tumor Hidung

    Sering mengalami mimisan yang disertai dengan lendir yang bercampur dengan darah menjadi salah satu tanda tumor hidung. Selain lendir yang bercampur darah, gejala akan diikuti dengan hidung tersumbat, mati rasa pada gigi, nyeri di dekat mata, dan campuran nanah yang keluar dari hidung.

    3.      Polip Hidung

    Polip hidung merupakan pertumbuhan jaringan lunak pada hidung, tidak terasa sakit, dan tidak menyebabkan kanker. Tumbuhnya polip dapat terjadi karena peradangan kronis akibat asma, infeksi, alergi, atau gangguan pada sistem imunitas. Nah, saat pertumbuhan polip semakin besar, maka mimisan akan sering terjadi.

    4.      Hemofilia

    Hemofilia merupakan suatu  penyakit yang menyebabkan gangguan perdarahan. Hemofilia terjadi karena kekurangan faktor pembekuan darah. Seorang pengidap hemofilia akan mengalami pendarahan yang berlangsung lebih lama saat tubuh mengalami luka.

    5.      Leukemia

    Mimisan merupakan tanda awal leukemia. Jadi jika tidak ada luka yang dirasakan, tetapi hidung mimisan dengan hebat, sebaiknya kamu lebih waspada. Hal ini bisa jadi pertanda kalau jumlah sel darah putih dalam tubuh lebih banyak dari sel darah merah.

    Untuk itu, selalu berhati-hati saat mengorek hidung, dan jangan lupa untuk jaga kelembapan lubang hidung kamu, ya! Jika kamu mengalami gejala-gejala mimisan yang berbahaya, sebaiknya segera diskusikan dengan dokter guna mencegah perkembangan penyakit menjadi lebih parah.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Halodoc.com

     

  • Gejala dan Cara Pengobatan Kanker Nasofaring

    Kanker Nasofaring (NPC) atau lebih dikenal sebagai kanker hidung terjadi saat sel kanker yang berkembang berasal dari nasofaring, yang terletak di area belakang rongga hidung dan di atas bagian belakang tenggorokan. Karena keunikannya, nasopharyngeal carcinoma (NPC) lebih sering dibahas terpisah dari kanker yang menyerang leher dan kepala.

    Gejala Kanker Nasofaring

    Ciri-ciri atau Tanda-tanda kanker nasofaring yang dapat kita amati yaitu kesulitan bernapas karena penyempitan pada daerah nasofaring, tentunya juga gangguan berbicara dengan produksi suara yang terdengar sengau, selain itu bisa juga terdapat gangguan pendengaran.

    Selain gejala utama kanker nasofaring diatas, cermati juga tanda-tanada berikut ini yang mengharuskan Anda untuk periksa ke dokter:

    • Terdapat benjolan di hidung atau leher.
    • Sakit tenggorokan.
    • Kesulitan bernapas atau berbicara termasuk suara serak
    • Mimisan atau keluar darah dari hidung (epistaksis)
    • Gangguan pendengaran
    • Infeksi telinga yang terus datang kembali
    • Nyeri pada telinga atau telinga berdenging
    • Sakit kepala
    • Pandangan kabur atau ganda
    • Wajah nyeri atau mati rasa
    • Hidung tersumbat

    Jika diperhatikan, ciri-ciri di atas mirip juga dengan gejala kanker tenggorokan.

    Mengingat kanker adalah suatu jenis penyakit yang kronis, maka sudah barang tentu bahwa gejala yang muncul di atas akan dirasakan dalam kurun waktu yang lama atau sering terjadi.

    Doktersehat-kanker-nasofaring

    Pengobatan

    Untuk pasien dengan kanker NPC Non-metastasis (stadium I hingga IVB), pengobatan utama yang akan dijalani adalah radioterapi.

    Radioterapi menggunakan sinar energi tinggi untuk membunuh sel kanker. Sinar radioterapi hanya akan mempengaruhi sel pada area pengobatan. Pada pengobatan NPC, area yang yang mengalami pengobatan meliputi ruang bagian belakang hidung serta kedua sisi leher. Teknik radiasi terbaru, seperti Image-Guided Radiation Therapy (IGRT), dapat mengirim sinar radiasi pada area yang dituju dengan lebih akurat, sehingga menghasilkan pengendalian tumor yang lebih terarah dengan efek samping minimal. (termasuk berkurangnya mulut kering).

    Radioterapi merupakan pilihan pengobatan bila kanker hidung (NPC) masih berada dalam stadium awal.

    Untuk pasien dengan tumor stadium lanjut (invasi pada bagian dasar tengkorak atau terjadi defisit saraf kranial) dan/atau tingginya nodal stage (pembengkakan kelenjar, kelenjar leher bilateral atau kelenjar yang mencapai bagian dasar leher), prosedur kemoterapi akan dikombinasikan dengan radioterapi untuk memperbesar efek pengobatan.

    Pilihan prosedur bedah pada pengobatan NPC sangatlah terbatas. Bedah dapat dipertimbangkan bila pasien memiliki tumor yang tumbuh kembali hanya pada bagian belakang rongga hidung saja. Bedah leher juga dapat dipertimbangkan bila pasien tetap mengalami pembengkakan pada kelenjar leher bahkan setelah menjalani radiasi, atau bila pasien hanya terjangkit kembali pada bagian kelenjar leher saja.

    Kemoterapi merupakan metode pengobatan utama bagi pasien dengan kanker ganas yang dapat menyebar, dan pasien dengan kanker yang tumbuh kembali sesudah radioterapi.

    Bagaimana cara mencegah kanker nasofaring?

    Kanker ini dapat dicegah dengan cara menurunkan faktor risikonya, yakni:

    1. Makan makanan yang kaya buah-buahan dan sayuran
    2. Hindari ikan asin atau makanan yang mengandung kadar garam tinggi lainnya
    3. Jangan merokok
    4. Jangan minum alkohol berlebihan

    Mencegah lebih baik daripada mengobati, begitu pula dengan kanker nasofaring ini. Semoga bermanfaat.

     

     

    Sumber :

    • mediskus
    • id.parkwaycancercentre