Tag: gorengan

  • Idealnya Mengkonsumsi Gorengan Saat Berbuka dan Sahur Tak Tiap Hari

    Ahli gizi menilai fokus gizi puasa adalah di saat sahur bukan saat buka.

    Sebagian orang mungkin kesulitan menahan godaan memakan gorengan saat sahur maupun berbuka puasa. Apalagi kebiasaan orang Indonesia yang memang kebanyakan mengonsumsi gorengan sehari-hari.

    Ahli Gizi, Emillia Achmadi, mengatakan jangan sampai kebiasaan itu menghilangkam esensi manfaat berpuasa yaitu detoksifikasi alias membuang racun dalam tubuh. Karena kebiasaan masyarakat yang mengonsumsi gorengan dan menggunakan minyak goreng kurang baik, maka bisa memicu segala jenis penyakit tidak menular, seperti halnya kolesterol, jantung.

    Bukan berarti tidak pilihan untuk makan makanan yang digoreng secara lebih sehat. Caranya, ujar Emillia, adalah dengan memilih minyak yang baik untuk kesehatan.

    “Lebih pintar pakai bahan mentahnya termasuk minyak goreng. Idealnya juga makan yang digoreng tidak perlu tiap hari,” katanya di Jakarta, Kamis (16/5).

    Salah satu lemak baik adalah olive oil atau minyak zaitun. Emillia menjelaskan, saat dikonsumsi dalam jumlah sedang, lemak baik membuat kenyang dan tidak membahayakan tubuh. Hidangan yang dimasak dengan lemak sehat seperti minyak zaitun mampu untuk menurunkan lipoprotein densitas rendah, kalesterol LDL yang dikenal sebagai lemak jahat.

    Penggunaan minyak zaitu bisa meminimalkan risiko penyakit jantung dan menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Selain itu bahan minyak zaitun alami bebas kolesterol dan tidak mengandung garam sehingga jadi sumber antioksidan.

    Dia juga menambahkan fokus puasa itu bukan berbuka, melainkan  saat sahur. Komposisi sahur harus memenuhi empat komponen, antara lain, sayuran, karbohidrat, protein dan air putih.

    Sedangkan berbuka lebih baik memilik secangkir teh manis, buah, kurma, jangan dulu konsumsi yang mengandung es. Kebanyakan orang langsung menyantap makanan berat atau mengonsumsi segala jenis makanan.

    “Jangan es blewah, biar lambung tidak kaget, disiapkan dulu lambungnya. Dan makan besar itu setelah tarawih, nanti es blewahnya boleh setelah tarawih,” tuturnya.

     

    Sumber : Republika.co.id
    hellosehat.com
  • Inilah Alasan Tidak Boleh Makan Pedas Ketika Perut Kosong

    Kenapa makanan pedas maupun asam tak boleh dimakan saat perut kosong?

    Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease, mengosumsi makanan pedas dan asam akan membuat gejala asam lambung Anda semakin parah. Beberapa penelitian bahkan menyebutkan bahwa makanan pedas terbukti dapat menyebabkan perut terasa panas dan sakit, meskipun tak dikonsumsi ketika perut kosong.

    Apa yang harus dilakukan ketika perut mulai sakit?

    Bila perut Anda terasa sakit, Anda juga dapat mengonsumsi beberapa obat, misalnya antasida, yang dapat membantu menormalkan kembali kadar asam lambung di dalam perut.

    Namun, apabila Anda juga merasakan gejala lain dan tak kunjung sembuh, maka sebaiknya periksakan diri ke dokter, agar Anda mengetahui kondisi kesehatan Anda secara pasti dan mendapatkan obat yang tepat.

    Apa yang harus dimakan ketika perut kosong?

    Selain harus menghindari makanan pedas dan asam, perut kosong Anda sebaiknya diisi dengan makanan-makanan yang mudah dicerna terlebih dahulu dengan porsi yang cukup kecil. Makanan yang mudah dicerna seperti:

    1. Buah-buahan, pisang adalah buah yang bisa diandalkan untuk hal ini.
    2. Minuman hangat
    3. Makanan yang mengandung lemak tinggi juga sebaiknya dihindari dikonsumsi saat perut kosong karena dapat mencetuskan gejala asam lambung seperti makanan pedas dan asam.

    Sementara itu, porsi juga perlu diperhatikan ketika mengisi perut kosong Anda. Porsi yang terlalu besar justru hanya akan membuat perut menjadi ‘kaget’ dan akhirnya menimbulkan beberapa gejala yaitu:

    1. Mual
    2. Muntah
    3. Perut kram
    4. Heartburn, sensasi panas pada ulu hati
    5. Perut terasa kembung

    Setelah merasa lebih baik, Anda sebaiknya mengonsumsi makanan besar untuk menggantikan tenaga yang telah hilang selama perut Anda kosong. Tentunya, untuk mencegah asam lambung kembali naik Anda harus mengonsumsi makanan tersebut dengan perlahan dan jangan langsung rebahan atau tidur setelah makan.

     

    Sumber :

    Hellosehat.com

    detik.healt.com

  • Kadar Kolesterol Tinggi Bisa Fatal, Ini Akibatnya

    Kolesterol adalah salah satu jenis lemak yang jika kadarnya terlalu tinggi bisa menimbulkan efek yang buruk bagi kesehatan. Salah satu dampak kolestrerol tinggi adalah penumpukan plak di pembuluh darah arteri yang bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke.

    Kolesterol tinggi dapat dipicu oleh banyak faktor, seperti gaya hidup yang tidak sehat, merokok, kurang berolahraga, serta sering mengonsumsi makanan berlemak.

    Kenapa Kolesterol Tinggi Berbahaya?

    Pada sebagian besar kasus, kolesterol tinggi tidak menimbulkan gejala apa pun. Hal ini membuat kondisi ini sering kali tidak disadari oleh penderitanya. Padahal jika dibiarkan, kolesterol tinggi dapat menyebabkan aterosklerosis atau penumpukan plak pada dinding pembuluh darah.

    Akibatnya, aliran darah ke sejumlah organ bisa tidak lancar, bahkan tersumbat. Kondisi ini dapat memicu munculnya sejumlah penyakit, seperti:

    • Serangan jantung
    • Stroke
    • Angina (nyeri dada)
    • Tekanan darah tinggi
    • Penyakit arteri perifer
    • Penyakit ginjal

    Cara Mengatasi Kolesterol Tinggi

    Kolesterol adalah salah satu jenis lemak yang sebenarnya memiliki fungsi yang baik di dalam tubuh. Kolesterol terikat pada protein dan terbagi menjadi 3 jenis, yaitu LDL (low density lipoprotein), HDL (high density lipoprotein), dan TGL (trigliserida).

    Idealnya, kadar kolesterol total pada anak hingga remaja usia 19 tahun ke bawah kurang dari 170 mg/dL. Sedangkan pada orang dewasa, kadar kolesterol total normalnya berkisar antara 125–200mg/dL.

    Penanganan kolesterol tinggi akan disesuaikan dengan kadar kolesterol total dan perbandingan kadar dari ketiga jenis kolesterol. Secara umum, kolesterol tinggi dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup dan penggunaan obat-obatan penurun kolesterol.

    Perubahan gaya hidup yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan kadar kolesterol meliputi:

    1. Rutin berolahraga

    Melakukan olahraga ringan secara rutin setiap hari, dengan total 2,5 jam dalam seminggu, dapat meningkatkan kadar HDL dan menurunkan kadar LDL. Beberapa pilihan olahraga yang dapat Anda lakukan adalah jalan cepat, berenang, atau bersepeda.

    2. Berhenti merokok

    Kandungan zat kimia dalam rokok dapat meningkatkan kadar kolesterol. Jika Anda perokok, hentikan kebiasaan ini secepatnya. Menghentikan kebiasaan merokok dan menerapkan pola hidup sehat akan menurunkan kadar kolesterol, sehingga mengurangi risiko terjadinya beragam penyakit akibat kolesterol tinggi.

    3. Memilih makanan yang kaya dengan lemak baik

    Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi kolesterol tinggi adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung lemak baik, seperti kacang-kacangan, terutama almond dan walnut, serta ikan yang mengandung omega-3, seperti salmon atau makerel.

    Selain itu, pilihan makanan lain, seperti gandum, dark chocolate, serta buah-buahan, seperti beri dan anggur, juga baik untuk mencegah kolesterol tinggi.

    4. Menghindari makanan berlemak

    Jenis makanan yang harus dihindari oleh penderita kolesterol tinggi adalah makanan yang mengandung banyak lemak trans, yaitu jenis lemak tak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dan menurunkan kadar kolesterol HDL.

    Beberapa jenis makanan yang tinggi lemak trans adalah makanan cepat saji yang digoreng (seperti kentang goreng atau ayam goreng), makanan ringan kemasan (seperti keripik kentang), kue, roti, biskuit, pizza, serta sosis.

    5. Memilih minyak goreng yang tepat

    Pemilihan jenis dan bahan makanan yang tidak sehat, termasuk pemilihan jenis minyak goreng, dapat meningkatkan kadar kolesterol. Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam memilih minyak goreng adalah titik asap yang dimilikinya.

    Jika Anda ingin menggoreng, gunakanlah minyak goreng yang memiliki titik asap tinggi atau tahan terhadap suhu panas. Salah satu jenis minyak yang memiliki titik asap yang tinggi adalah minyak kedelai. Selain memiliki titik asap yang tinggi, minyak kedelai juga mengandung asam lemak tak jenuh dan fitosterol, yang sering dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol.

    Seperti sudah disebutkan di atas, kolesterol tinggi biasanya tidak menimbulkan gejala apa pun. Jadi, jika Anda memiliki pola hidup yang tidak sehat, menderita diabetes, mengalami obesitas, atau memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga, periksakan kadar kolesterol Anda ke dokter secara berkala.

    Pemeriksaan kadar kolesterol sudah bisa dimulai sejak usia remaja. Pada usia dewasa, pemeriksaan kolesterol sebaiknya dilakukan secara rutin tiap 4–6 tahun sekali.

     

    Referensi : alodokter.com

  • Tips Sehat Selama Berpuasa

    Bulan Ramadhan telah tiba, di mana seluruh umat muslim diwajibkan untuk berpuasa, menahan lapar dan haus selama kurang lebih 12 jam, selama sebulan penuh. Walaupun begitu, puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, tentu jika dijalankan dengan cara yang sehat pula.

    Berpuasa di siang hari tidak lantas menjadikan tubuh menjadi lesu. Pola makan yang berubah selama Bulan Puasa harus disiasati dengan benar agar tubuh tetap sehat dan bugar dalam menjalankan aktifitas di siang hari. Terlebih lagi, setelah melewati Ramadhan, selain menjadi lebih dekat kepada Allah, kita juga menjadi individu yang lebih sehat daripada sebelumnya.

    Berikut adalah beberapa tips sehat yang sangat baik jika Anda lakukan selama Bulan Puasa Ramadhan:

    1.      Atur waktu anda untuk menyantap sahur di akhir waktu. Selain berguna untuk menunjang puasa anda di siang hari, makan sahur di akhir waktu lebih diutamakan berdasarkan sunnah Rasul.

    2.      Makanlah dengan porsi normal, jangan berlebihan. Fokuslah untuk mengkonsumsi makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks dan protein, serta buah dan sayuran. Menyantap makanan yang mengandung banyak air selama sahur juga sangat baik untuk hidrasi tubuh anda sepanjang hari.

    3.      Akhiri santap sahur dengan segelas susu untuk melengkapi nutrisi tubuh anda. Minumlah suplemen ataupun multivitamin yang biasa anda konsumsi ataupun yang disarankan oleh dokter anda.

    4.      Batasi konsumsi makanan yang terlalu manis dan mengandung banyak gula, karena justru dapat membuat tubuh lemas di siang hari.

    5.      Minum air yang cukup. Sebelum waktu imsak tiba, minumlah air yang cukup, tiga hingga lima gelas. Sebaiknya hindari minuman berkafein seperti kopi dan teh karena bersifat diuretik dan membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui urinasi.

    6.      Di waktu terpanas di siang hari, hindari berlama-lama di terik matahari dan kurangi aktifitas fisik.

    7.      Jika ada waktu, sempatkan untuk mengistirahatkan tubuh anda, dan mengganti waktu tidur yang kurang karena bangun lebih awal untuk sahur. Waktu setelah sholat zuhur merupakan saat yang tepat untuk beristirahat.

    8.      Jika memiliki waktu luang di sore hari, sempatkan untuk berolahraga ringan seperti jalan sore, bersepeda santai, ataupun senam ringan. Hal ini sangat baik untuk menjaga kebubagaran tubuh dan memperlancar peredaran darah.

    9.      Kurma kering, baik untuk berbuka. Saat waktu buka puasa tiba, jangan makan dengan berlebihan. Sebaiknya ikuti sunnah, yaitu dengan buah kurma dan minuman yang manis: bisa dengan susu, jus buah, atauapun sekedar air. Minumlah cukup air untuk mengganti cairan tubuh yang hilang selama berpuasa.

    10.  Setelah magrib, lanjutkan dengan menyantap hidangan utama, dengan menu yang seimbang. Makanlah sesuai dengan porsi anda yang biasa, tidak perlu berlebihan. Cukupkan dengan karbohidrat, protein, serta sayuran dan buah-buahan.

    11.  Hindari makan gorengan berlebihan, serta batasi makanan yang pedas, agar perut tidak menjadi mules dan mengganggu pencernaan tubuh anda.

    12.  Cukupi asupan air tubuh anda. Usahakan untuk meminum setidaknya lima gelas air putih sebelum tidur.

    Dengan menjalankan tips-tips sehat di atas, semoga puasa kita semua menjadi lebih lancar, hikmat, dan juga sehat.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Webkesehatan.com

     

  • Idealnya Mengkonsumsi Gorengan Saat Berbuka dan Sahur Tak Tiap Hari

    Ahli gizi menilai fokus gizi puasa adalah di saat sahur bukan saat buka.

    Sebagian orang mungkin kesulitan menahan godaan memakan gorengan saat sahur maupun berbuka puasa. Apalagi kebiasaan orang Indonesia yang memang kebanyakan mengonsumsi gorengan sehari-hari.

    Ahli Gizi, Emillia Achmadi, mengatakan jangan sampai kebiasaan itu menghilangkam esensi manfaat berpuasa yaitu detoksifikasi alias membuang racun dalam tubuh. Karena kebiasaan masyarakat yang mengonsumsi gorengan dan menggunakan minyak goreng kurang baik, maka bisa memicu segala jenis penyakit tidak menular, seperti halnya kolesterol, jantung.

    Bukan berarti tidak pilihan untuk makan makanan yang digoreng secara lebih sehat. Caranya, ujar Emillia, adalah dengan memilih minyak yang baik untuk kesehatan.

    “Lebih pintar pakai bahan mentahnya termasuk minyak goreng. Idealnya juga makan yang digoreng tidak perlu tiap hari,” katanya di Jakarta, Kamis (16/5).

    Salah satu lemak baik adalah olive oil atau minyak zaitun. Emillia menjelaskan, saat dikonsumsi dalam jumlah sedang, lemak baik membuat kenyang dan tidak membahayakan tubuh. Hidangan yang dimasak dengan lemak sehat seperti minyak zaitun mampu untuk menurunkan lipoprotein densitas rendah, kalesterol LDL yang dikenal sebagai lemak jahat.

    Penggunaan minyak zaitu bisa meminimalkan risiko penyakit jantung dan menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Selain itu bahan minyak zaitun alami bebas kolesterol dan tidak mengandung garam sehingga jadi sumber antioksidan.

    Dia juga menambahkan fokus puasa itu bukan berbuka, melainkan  saat sahur. Komposisi sahur harus memenuhi empat komponen, antara lain, sayuran, karbohidrat, protein dan air putih.

    Sedangkan berbuka lebih baik memilik secangkir teh manis, buah, kurma, jangan dulu konsumsi yang mengandung es. Kebanyakan orang langsung menyantap makanan berat atau mengonsumsi segala jenis makanan.

    “Jangan es blewah, biar lambung tidak kaget, disiapkan dulu lambungnya. Dan makan besar itu setelah tarawih, nanti es blewahnya boleh setelah tarawih,” tuturnya.

     

    Sumber : Republika.co.id
  • Penyintas Kanker, Hindari Gorengan Pinggir Jalan

    Hasil gambar untuk gorengan pinggir jalan

    Salah satu penyintas kanker kelenjar getah bening yang juga staf ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Eka Widodo Soegiri berpesan kepada masyarakat agar menjaga gaya hidup. Untuk mencegah kanker, tidak boleh makan dan gaya hidup semaunya.

    “Pola makan harus benar, gaya hidup jangan semaunya,” katanya memberikan keterangan dalam pesan singkatnya di Jakarta, Jumat (11/1).

    Eka pernah divonis menderita kanker kelenjar getah bening pada Februari 2016. Namun di tahun yang sama, yakni Desember 2016, Eka bersyukur karena dinyatakan telah sembuh dan terbebas dari penyakit yang disebut limfoma tersebut.

    Eka menjalani kemoterapi sebanyak enam kali pada 2016 hingga akhirnya dinyatakan benjolan yang terdapat di kerongkongannya hilang dan kembali normal.

    Ia mengingatkan kepada masyarakat agar menghindari makanan yang dibakar serta mengonsumsi makanan berpenyedap atau pengawet makanan. “Hindari masakan yang dibakar, karena arangnya bisa jadi pemicu kanker. Gorengan pinggir jalan stop,” tambahnya.

    Eka yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Biro Humas Kementerian LHK tetap disiplin menjalani kontrol kesehatan. Setiap tahun ia harus kontrol PET CT Scan, dan per tiga bulan harus cek darah di laboratorium agar kalau ada sesuatu yang mencurigakan bisa dideteksi sedini mungkin. “Intinya harus disiplin,” tegasnya.

    Setelah dinyatakan terbebas dari kanker kelenjar getah bening Desember 2016, Eka menjalani tes PET CT Scan setiap tahun. Pada 8 Januari 2019 Eka kembali mengontrol kesehatannya dan tetap dinyatakan bersih.

     

     

    Sumber : republika

  • Jangan Minum Kopi Sambil Makan Gorengan. Ini Dampaknya!

    Sebagian orang masih mempunyai kebiasaan minum kopi dan ditemani gorengan. Apalagi sambil berkumpul bersama keluarga pada pagi hari atau malam hari. Kopi dengan gorengan memang sangat cocok, keduanya terasa nikmat bila dikonsumsi bersamaan. Akan tetapi minum kopi dan disertai makan gorengan memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan kita.

    Hasil study University of Guelph, sebagaimana diberitakan rilis.id, minum kopi setelah mengonsumsi makanan berminyak seperti gorengan berpotensi meningkatkan lonjakan gula darah.

    Lonjakan gula darah pada akhirnya dapat meningkatkan risiko terkena diabetes maupun gangguan serius pada kesehatan, seperti kerusakan arteri penyakit jantung.

    Penjelasannya sederhana, makanan berminyak seperti gorengan mengandung lemak jenuh yang membuat tubuh kesulitan membersihkan gula dari darah. Sementara kopi bertugas menggandakan lemak jenuh tadi, minum kopi dapat menambah tingkat kesulitan tubuh dalam membersihkan gula.

    Kopi dengan gorengan

    Terry Graham, salah satu peneliti dari Univeristy of Guleph mengatakan lemak jenuh yang dikonsumsi bahkan bisa bertahan berjam-jam. “Hal ini menunjukkan bahwa efek makanan tinggi lemak dapat berlangsung hingga berjam-jam,” Terry mengatakan.

    Awalnya, tim peneliti meminta beberapa peserta studi untuk makan makanan berlemak, kemudian setelah 6 jam, peserta diminta minum minuman yang mengandung gula. Biasanya, tubuh langsung memproduksi insulin untuk menghilangkan gula dari darah.

    Tetapi penelitian menunjukkan bahwa setelah makan makanan berlemak, tubuh kurang dapat memproduksi insulin dan tingkat gula dalam darah peserta 32 persen lebih tinggi dibanding peserta penelitian yang tidak mengonsumsi makanan berlemak sebelumnya.

    Bagian kedua penelitian, peserta diminta untuk minum 2 cangkir kopi setelah 5 jam makanan berlemak dan minuman gula. Hasilnya kadar gula dalam darah meningkat hingga 65 persen dibanding kelompok kontrol.

    Gula yang berlama-lama dalam darah dapat merugikan kesehatan seperti meningkatkan risiko diabetes, kerusakan arteri, dan penyakit jantung. Studi ini diterbitkan dalam Journal of Nutrition.

    Orang yang berisiko tinggi terhadap diabetes atau penyakit jantung, harus lebih berhati-hati mengkombinasikan makanan. Hindari makanan tinggi lemak dan batasi asupan kafein untuk menjaga kestabilan gula darah.

    Minum kopi setelah makan gorengan memang tidak dilarang. Namun, melihat resiko kesehatan yang harus ditanggung, ada baiknya mengurangi kebiasaan beresiko ini. Minum air putih akan lebih menyehatkan.

    Semoga bermanfaat!

     

     

     

    Sumber :